Feature

Agar Hubungan Suami-Istri Tetap Awet, Coba Lakukan 6 Hal Ini Sebelum Tidur

Setelah menjalani biduk rumah tangga bertahun-tahun lamanya, akan ada masa dimana kita merasa stagnan dengan hubungan. Merasa semuanya sudah jadi sesuatu yang membosankan, lalu tanpa sadar lupa kita berdua adalah manusia yang saling sayang. Padahal untuk menjaga keawetan sebuah hubungan, komunikasi adalah hal penting yang harus tetap dijalani. 

Nah, selain bertukar cerita. Momen sebelum tidur adalah kunci yang bisa tetap membuat kita tetap mesra. Jadikan momen ini sebagai penguat keintiman berdua, agar  tetap hangat dan bahagia hingga dirimu dan sang pasangan menua bersama. 

Simpan dulu Keriuhan Media Sosial, Mari Matikan Ponsel Berbarengan

Yap, ketergantungan kita pada media sosial kadang kala menyita waktu yang seharusnya bisa dipakai untuk berdua. Secara jasmani pun akan membuat kita kurang sehat, sebab tak bisa lepas dari media sosial akan menekan pelepasan hormon oksitosin dalam tubuh yang biasanya diperlukan untuk membangun ikatan emosional dan keintiman dengan pasangan. 

Padahal daripada sibuk dengan Instagram atau Facebook kita bisa membagi waktu dengan pasangan untuk bertukar cerita, saling berbagi kasih dan perhatian, setelah seharian penuh mungkin sibuk dengan kegiatan atau pekerjaan masing-masing. 

Cobalah Bercerita dari Hati ke Hati dengan Suami atau Istri

Setelah lelah bekerja atau berkegiatan dengan aktivitas yang berbeda. Kamu dan pasangan tentu ingin saling mendengar dan didengar. Bagaimana raut wajahnya ketika sampai di rumah, adakah kekesalan yang ingin kamu sampaikan padanya, sampai pada persoalan-persoalan lain yang mungkin butuh mendapat masukan. 

Bahkan tak selalu ingin mendapat saran, kadang kala pasanganmu hanya ingin didengarkan. Karena dari sisi psikologis, memberikan perasaan dan aura positif kepada pasangan dapat membantunya untuk tidur dengan perasaan nyaman dan semangat untuk menjalani hari di keesokan harinya. Setelah itu, jangan sampai lupa untuk mengucapkan jika kamu mencintai pasanganmu. 

Lupakan dulu Semua Masalah dan Pekerjaan Fokuskan Diri dengan Pasangan Sebelum Tidur Bersamaan

Cobalah untuk melupakan semua masalah, terutama yang berhubungan dengan pekerjaan. Jangan sampai hanya karena ingin membalas e-mail dari klien kamu lantas mengabaikan pasangan yang sedang merasa butuh didengarkan. 

Jika memang sudah berada di ranjang berdua, lupakan semua hal menganggu lainnya. Fokuslah pada apa yang ingin kalian lakukan. Saling bercerita, mendengar ia bicara, bercanda, atau aktivitas lain yang memang ingin dilakukan. Karena merasa diabaikan hanya akan membuat pasangan tak nyaman. 

Berusahalah untuk Tidur di Waktu yang Bersamaan

Jika kebetulan kamu dan pasangan memang sama-sama punya pekerjaan yang berbeda. Jadikan momen sebelum tidur sebagai waktu paling berkualitas sebelum nanti bisa lebih santai di akhir pekan. Ajak pasangan untuk melakukan kegiatan yang serupa sebelum tidur.

Mulai dari menyikat gigi berdua, mencuci wajah dan kaki bersama-sama, hingga memejamkan mata di waktu yang serupa juga. Walau terkesan remeh, tapi hal-hal seperti ini akan tetap jadi penyambung rasa hangat dalam keintiman hubungan dengan pasangan. 

Hindari untuk Memulai Percakapan yang Berujung dengan Perselisihan

Buanglah jauh-jauh masalah dan amarah yang kamu punya saat bersama pasangan. Hindari membahas hal-hal yang tidak nyaman dan akan mambuat pasangan menjadi geram dan marah. Sebaliknya, Berikanlah kata-kata penyemangat untuknya, beritahu kepadanya bahwa kamu memiliki waktu yang menyenangkan selama berada di kantor. Tapi sampaikan pula, meski di tempat kerja menyenangkan bersamanya di rumah jauh lebih mengasyikkan. 

Dan Jangan Lupa untuk Terus Memberikan Pelukan dan Ciuman Mesra Kepada Pasangan

Tak peduli seberat dan sebanyak apa persoalanmu di kantor, pasangan adalah seseorang yang selayaknya kamu berikan kehangatan dan kasih sayang. Berusalah untuk tetap memberikan ia pelukan sebelum terlelap setiap malam. Sebab hal ini akan membantu kalian berdua membangun percaya, jika cinta yang ada diantara kalian begitu besar dan tak pernah berubah. Selain itu, ini akan membuat pasangan merasa lebih tenang, sebab pelukan menghadirkan energi positif pada setiap dekapan

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Cara Meyakinkan Diri, Jika Memang Ingin Putus dengan Kekasih

Tak akan berjalan tanpa hambatan, setiap kisah cinta pastilah bertemu dengan yang namanya tantangan. Entah itu untuk lebih menguatkan hubungan atau justru menyudahi semua perasaan. Yap, kadang kala meski sudah tahu jika dia bukanlah yang terbaik, kita masih tetap bertahan dengan berbagai macam alasan. 

Keluarga sudah saling kenal, sudah lama berpacaran, tak siap untuk ditinggalkan, lalu mengorbankan perasaan yang sebenarnya sudah tak lagi bisa saling sayang. Benar memang, memutuskan berpisah bukanlah perkara mudah. Ada banyak pertimbangan yang harus dipikirkan, terlebih jika hubungan sudah berjalan tahunan. 

Tapi jika hati sudah merasa hubungan ini bukanlah sebuah pilihan yang tepat, merasa tak lagi ada kecocokan, itu artinya kita memang perlu memberanikan diri untuk menyampaikan permohonanan perpisahan. Sebelum itu, ada beberapa hal yang bisa kamu pakai untuk meyakinkan diri sendiri jika memang ingin putus dengan kekasih. 

Kalau Masih Ragu, Mintalah Ia Tak Menemuimu Dulu 

Harus ada jarak memang, agar kita bisa memikirkannya dengan matang. Ini akan jadi fase efektif untuk saling menenangkan diri sementara waktu. Kamu bisa memikirkan keputusan mana yang terbaik untuk dipilih, dan tahu bagaimana rasanya sendiri. Beri ia pengertian jika kamu sedang ingin sendirian. Dengan begitu, ia mungkin tak akan menghungi atau menemuimu dalam beberapa waktu. Pakai masa ini untuk benar-benar berpikir, cari keputusan mana yang akan kau pilih. 

Yakinkan Diri, Jika Pilihan Ini Akan Jadi yang Terbaik untuk Kehidupan ke Depan

Kemantapan hati adalah salah satu hal penting yang harus kita yakini. Setelah satu babak jaga jarak yang sudah berlangsung, coba tanyakan lagi pada hati. Apakah kamu memang sudah mantap untuk berpisah atau masih dalam niat yang setengah.

Jika merasa masih sulit untuk meyakinkan diri, cobalah buat beberapa daftar yang berisikan hal-hal yang membuatmu ingin merasa berpisah dari dirinya dan cobalah cari apa yang bisa jadi solusinya. Lalu lihat lagi, apa saja yang sudah kamu dan si dia lakukan untuk memecahkan masalahnya.

Dari titik ini, kamu akan punya analisa sendiri berisi jawaban jika kemungkinan pasanganmu kelak bertanya apa yang membuatmu ingin putus darinya. 

Jangan Terus Menerus Memikirkan Perasaannya, Sesekali Pikirkan Perasaamu Juga

Dengar, memutuskan untuk berpisah karena sudah tak bisa bersama bukanlah sebuah tindakan yang egois. Ini adalah keputusan baik untuk kalian berdua. Karena, meski akan tetap bersama, jika dirimu sudah tak lagi cinta, tentu tak baik untuknya yang masih berpikir jika perasaan kalian berdua tetap serupa. 

Tak selamanya kita harus memikirkan perasaan orang, adakalanya kita juga perlu memikirkan perasaan dan hati kita, yang mungkin telah ia sakiti berkali-kali. Penting untuk memiliki rasa iba, tapi jika itu justru membuatmu lupa pada hati sendiri, kamulah yang nanti akan tersakiti. 

Hindari untuk Bersikap Labil dan Plin-plan, Sampaikan Apa yang Memang Kamu Inginkan

Memang sih, ini akan jadi babak yang membuatmu serba salah. Tetap bertahan demi perasaannya, tapi memaksakan bersama juga menyakiti hatimu jua. Itulah mengapa kamu perlu untuk jadi benar-benar yakin atas apa yang ingin kamu lakukan dan sampaikan. 

Jika memang sudah ingin berpisah, tetaplah yakin pada apa yang sudah menjadi keputusan. Jangan goyah atas omongan orang-orang, atau memilih keputusan lain hanya karena dipengaruhi teman. Berhenti untuk memberikan harapan pada pasangan. Semakin kamu tegas dan jelas menyampaikan keinginanmu, semakin besar pula kemungkinan untuk kalian putus dengan baik-baik.

Jika Sudah Merasa Siap, Sampaiakan Semuanya Dihadapannya

Hal lain yang perlu kamu catat dan ingat baik-baik, jangan pernah memutuskan hubungan lewat pesan singkat, sambungan telepon, email, atau bentuk lain dari komunikasi yang membuatmu tak terlibat percakapan langsung. Jadilah manusia dewasa yang selalu menyampaikan semua hal dengan bijaksana. 

Ajak ia bertemu dan bersikaplah dewasa untuk memyampaikan keinginan berpisah yang memang kamu inginkan atas hubungan. Sebab biar bagaimana pun, kekasihmu berhak untuk mendengakan semua alasan dan keinginan berpisah yang selama ini mungkin sudah kamu pikirkan matang-matang. Walau akan terasa berat, ini jauh lebih baik daripada kamu pergi diam-diam tanpa memberi penjelasan.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Tak Cuma Melepas Perasaan, Ada 7 Manfaat Kesehatan dari Ciuman

Jadi bagian yang pasti terjadi dalam sebuah hubungan, ciuman adalah kontak fisik yang digunakan oleh orang-orang untuk menyalurkan perasaan. Tapi ternyata tak hanya untuk menyalurkan rasa dan membuat bahagia saja, dilansir dari Health Line, ternyata ciuman memiliki manfaat dari segi kesehatan untuk orang-orang yang sering melakukannya. 

Bahkan tak hanya berlaku untuk ciuaman yang kita lakukan dengan pasangan. Ciuman yang sekiranya sering dilakukan dengan teman atau keluarga pun memiliki manfaat yang sama hebatnya. Kira-kira apa saja ya?

Jadi Proses Bertukar Bakteri Baik dari dalam Mulut Masing-masing 

Dikutip dari Biomed Central ketika pasangan berciuman selama sepuluh detik, ada sekitar 80 juta bakteri yang ditransferkan ke satu sama lain. Memang ini cara yang efektif untuk menularkan penyakit. Namun, banyak di antara bakteri tersebut merupakan bakteri baik yang akan meningkatkan kekebalan tubuh. 

“Mikrobioma yang bervariasi bisa membantu mengatur sistem imun dan melindungi tubuh dari bakteri jahat,” kata Dr. Ravella, profesor dari Columbia Medical Center dilansir dari Glamour.

Dengan begitu, ada manfaat baik yang akan diterima oleh tubuh. 

Memperkuat Sistem Imun dalam Tubuhmu 

Tak semua orang memang suka dengan berciuaman. Karena kegiatan ini bisa jadi ajang untuk berbagi penyakit seperti yang sebelumnya sudah dijelaskan. Akan tetapi, kenyataannya, studi dari jurnal Medical Hypotheses menyatakan bahwa ciuman bisa memperkuat sistem imun tubuh terutama pada perempuan. Mereka akan terlindungi dari Cytomegalovirus, virus yang menyebabkan kebutaan dan cacat lahir pada bayi yang dikandungnya.

Bisa Pula Meredakan Reaksi Alergi yang Sedang Diderita Tubuh

Kamu mungkin masih belum percaya, tapi nyatanya ciuman bisa membantu meredakan gejala gatal-gatal yang dirasakan saat alergi. Yap, pada tahun 2006 Hajime Kimata, seorang dokter mencoba meneliti 24 pasien yang memiliki eksim atopik dan rhinitis (alergi pada hidung).

Pasien diminta untuk berciuman dengan pasangannya selama 30 menit sambil mendengarkan musik. Kimata menemukan bahwa antibodi pasien yang bereaksi terhadap alergi berkurang, begitu pula dengan reaksi alergi mereka.

Bagaimana kekuatan dari ciuman mampu membantu tubuh untuk lepas dari reaksi atas alergi yang kita derita. Jadi jika, suatu waktu pasanganmu atau kamu sedang mengalami alergi atas sesuatu yang membuat tubuh terasa gatal. Cobalah meredakannya dengan berciuman. 

Mencegah Kulit Wajah Keriput Lebih Cepat 

Umumnya, selama berciuman, ada 43 otot pada wajah terus bergerak sehingga mereka akan lebih kencang daripada sebelumnya. Walaupun tidak memiliki efek yang sama dengan facelift, ciuman tetap bisa membantumu menjaga agar wajah tidak keriput. Efek tersebut akan lebih terasa jika umurmu sudah lebih dari 35 tahun. Garis kerutan yang tadinya sudah terlihat pada rentang usia tertentu, bisa tersamarkan karena aktivitas ciuman. 

Ciuman Juga Mampu Membakar Kalori dalam Tubuh

Sama halnya dengan berolahraga, ketika kita sedang berciuman semua otot di wajah dan lidah ikut bergerak. Itulah sebabnya, ciuman juga dipercaya mampu membakar kalori dari dalam tubuhmu. Walau jumlahnya tak sebanyak ketika kita berolahraga seperti berlari atau melakukan workout. 

Namun berdasarkan penelitian terkini, dalam setiap menit ciuman ada sekitar 8 hingga 16 kalori yang terbakar tergantung seberapa bergairahnya. Jika dilakukan selama satu jam, kamu bisa membakar kalori setara dengan segenggam permen cokelat. 

Dapat Pula Menurunkan Tekanan Darah 

Sebagaiamana yang sudah kamu tahu, ciuman memberikan efek bahagia pada perasaan ketika sedang dilakukan. Mulai dari membuat perasaan tenang, sampai membuat jantung berdebar-debar. Dan detak jantung yang meningkat inilah yang kemudian membuat pembuluh darah melebar dan mengalirkan darah sehat ke seluruh organ dalam tubuh dengan lancar.

Dengan kata lain, tekanan darahmu akan berkurang. Ditambah lagi saat berciuman, otak akan mengurangi kadar hormon stres kortisol yang bisa memicu penyakit tekanan darah tinggi. Percayalah ini akan menyehatkan tubuhmu. 

Serta Meredakan Sakit Kepala dan Berbagai Penyakit Lainnya

 

Walau terdengar seperti sebuah kebohongan, untukmu yang mungkin pernah berciuman tatkala kepala sedang terasa pusing, pasti tahu bagaimana perbedaan perasaanmu sebelum dan sesudah berciuman. Kamu bisa merasakan bagaimana ngeri yang terasa perlahan hilang, atas bahagia dan perasaan tenang yang sudah tersalurkan dari pasangan ketika kalian berdua berciuman. 

Jadi, selain untuk mengungkapkan perasaan dan menyalurkan hasrat dan keinginan. Berciuman juga memiliki manfaat yang baik untuk kesehatan.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Awas Keterusan, 5 Kebiasaan Ini Bisa Membuatmu Jadi ‘Tukang Bully’

Beberapa tahun belakangan, isu bullying jadi sesuatu yang cukup banyak dibicarakan, terlebih untuk kita para kaum millenials. Banyak kasus yang kemudian terdengar ke media yang bermula dari bully yang biasanya diterima para korban. Barangkali, hal tersebut terjadi karena kurangnnya pemahaman setiap orang tentang moral dan empati dalam kehidupan. Dari yang awalnya dianggap biasa, hingga melewati batas dan membuat korban merasa terganggu jiwanya. 

Merasa diri bukanlah seorang pembully, ternyata ada beberapa kebiasaan yang tak kita sadari justru bisa membuat kita sebagai seorang pembully. Kira-kira apa saja ya?

Sering Merasa Iri dan Dengki, Tatkala Melihat Teman Lebih Bahagia

Memang sih, ngiri itu manusiawi, tapi kalau kita tak bisa mengelola sikap ini dengan baik. Bisa bedampak buruk untuk diri sendiri juga loh. Awalnya  sih mungkin kita merasa ini hanyalah perasaan biasa, atas keinginan serupa dengan apa yang kita lakukan oleh orang lain. 

Sialnya, tanpa kita sadari sikap iri tersebut berubah menjadi dengki yang justru membuat kita tak tenang bahkan suka melontarkan komen-komen yang terdengar menyudutkan seseorang. Tak hanya itu saja, dengki juga membuat hatimu selalu merasa kurang karena selalu membanding-banding hidup dengan orang.

Bukannya bisa bahagia dengan cara sendiri, kita malah memaksakan diri untuk terlihat seperti orang lain yang disukai banyak orang. Padahal bisa jadi kita tak mampu, tapi demi diannggap bisa lantas kita memaksakan diri untuk melakukannya.  

Tak Puas dengan Apa yang Dimiliki di Kehidupan Nyata Lantas Cari Pelarian di Dunia Maya

Dari hasil penelitian IDN Research Institute, 79% millennial langsung mengecek ponsel ketika bangun tidur. Dan, media sosial mencakup 74.4% dari tujuan akses internet para millennial juga. Dari data tersebut, bisa disimpulkan jika sebagian besar dari kita sudah akrab sekali dengan dunia maya. Atau bahkan sudah ketergantungan dengan tingkat yang tak wajar.  

Selain itu, dari hasil studi dari Nottingham Trent University, tanda-tanda ‘kecanduan’ ditemukan pada orang-orang menggunakan media sosial secara berlebihan lho. Tanda-tanda itu seperti mengabaikan kehidupan pribadi, keasyikan, menemukan pelarian dari kehidupan nyata, dan berusaha untuk menyembunyikan kecanduannya. Hingga memakai akun fake demi bisa memuaskan ketidaksukaan pada sosok yang membuatnya iri, yang secara tak langsung menjadikan kita sebagai pembully. 

Gagal Mencintai Diri Sendiri yang Kemudian Membuat Kita Sengsara

Kalau harus diperhatikan dengan seksama, ciri khas dari pembully adalah kebiasaan mereka yang membandingkan dirinya dengan seseorang lain yang dicap lebih baik dari dirinya. Inilah yang kemudian mendorongnya menjadi seseorang yang suka merendahkan orang. Entah di media sosial atau di kehidupan nyata.

Hal lain yang juga sering terjadi, kita tak bisa menerima diri sendiri hanya karena tak seperti orang lain. Hingga akhirnya merasa butuh melecehkan atau merendahkan orang yang seperti kita. Demi terlihat lebih bertenaga dari yang sebenarnya. 

Lelap dengan Dunia Maya, Tapi Tak Punya Teman di Dunia Nyata

Mari kita buka-bukaan, sebagian besar orang yang sering membully orang di media sosial. Biasanya adalah sosok yang kesepian. Yap, mereka mungkin terlihat bahagia di media sosial, tapi tak punya teman di kehidupan nyata. Itulah yang kemudian mendorongnya untuk berbuat sesuatu agar mendapat  perhatian dari orang-orang, sekalipun dengan membully orang. 

Walau, teman-teman maya ini bisa memberi “dukungan moral”, tapi itu tentu hanya sebatas komen dan like saja. Perannya tak akan serupa dengan ketika kita memiliki teman di kehidupan nyata yang berinteraksi dengan kita langsung secara tata muka bukan hanya dari telepon genggam saja.

Dan Sering Sekali Memberi Komentar Negatif Pada Orang-orang yang Dianggap ‘Lebih’ dari Dirinya

Salah satu kelebihan media sosial memang adalah memberi ruang untuk siapa saja berekspresi, menuangkan pendapatn, hingga komentar yang mungkin tak selalu bernada baik. Inilah yang kemudian membuat kita merasa lebih sembarangan, tak lagi memilah-milah kata. Berkomentar semaunya meski itu bukanlah permasalahan yang merugikan kita. 

Ranah ini memang memberi kita peluang untuk berinterksi tapi juga merubah kita sebagai sosok yang tak lagi punya empati. Jika kita menggunakannya pada hal-hal yang negatif dan tak berguna. Dengan dalih “Sekadar mengingatkan”, kita berubah sebagai hakim yang merasa paling berhak menentukan salah atau tidak-nya seseorang. Jika hal-hal itu sedang kamu rasakan, mulailah mengurangi aktivitas di media sosial.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top