Feature

Kuis Lucu Di Facebook Itu Hanya Intrik Para Penipu

Bagi yang masih aktif main Facebook, pasti kamu sering melihat aktivitas temanmu yang membagikan tautan berupa hasil kuis lucu yang mereka ikuti. Ikut kuis semacam itu memang lucu, apalagi hasil kuis yang kemudian dibagikan di linimasa kadang jadi hiburan tersendiri. Hal semacam itu mungkin turut mengusir rasa penat dengan pekerjaan kantor. Tapi sebentar, kira-kira seberapa jauh kamu berpikir tentang kuis-kuis tersebut? Pernahkah kamu memikirkan tentang ancaman siber yang mengintai setelah mengikuti kuis tersebut?

Kalau kamu salah satu pegiat kuis semacam ini, lebih baik pertimbangkan dulu hal-hal yang akan aku katakan kali ini. Kamu perlu tahu, tidak semua situs penyedia kuis tersebut menjamin keamanan data milikmu. Bahkan bisa saja mereka justru melanggar hak privasimu. Modus kuis semacam ini memang beraneka ragam, tak melulu kuis lucu, ada juga yang menampilkan kuis tes IQ atau kuis cek kepribadian. Karenanya, mulai hari ini lebih baik kamu waspada daripada terjebak dengan ancaman siber yang sewaktu-waktu melanda.

Sadar tak Sadar, Kamu Memberi Data Pribadi Pada Pihak yang Tidak Kamu Kenal

Saat kamu mengikuti kuis di beberapa situs penyedia kuis, biasanya kamu akan diminta melakukan login dengan akun Facebook. Pihak penyedia juga meminta izin untuk menggali segala informasi mengenai pengguna yang mendaftar. Sebelum terjerumus, ada baiknya biasakan membaca syarat dan ketentuan serta hak privasi jika kamu melakukan pendaftaran dengan akun jejaring sosialmu. Kebanyakan orang biasanya malas membaca tahapan ini dan langsung ‘klik OK’ karena tak sabar ingin menjajal kuisnya. Padahal, hal tersebut justru membahayakan akun media sosialmu Kawan! Bayangkan, kamu membagikan informasi dan privasi tentangmu pada pihak yang tidak kamu kenal. Bukankah berbahaya dan penuh risiko?

Semakin Sering Kamu Ikut Kuis-kuis Lucu, Kamu Jadi Incaran Para Penipu

 

Coba ingat lagi, kapan terakhir kali kamu ikut kuis semacam itu? Biasanya, kalau sudah menjajal satu kuis, kamu akan tertarik untuk mencoba kuis yang lain. Kalau sudah begini, bisa-bisa kamu ketagihan. Padahal, sejumlah pihak telah memperingatkan agar masyarakat lebih berhati-hati dengan kuis bermodus hiburan hingga tes kecerdasan IQ.

Pakar antivirus Alfons Tanujaya mengatakan, pilihan paling aman adalah menghindari agar kamu tak mengklik tautan tersebut supaya ketatnya privasimu tetap terjaga. Para penipu yang entah di mana keberadaannya sebenarnya memanfaatkan pengguna yang ikut kuis lucu di Facebook agar terperdaya dan mereka bisa melakukan phising sewaktu-waktu.

Kamu Bisa Saja Tak Tahu Saat Datamu Diperjualbelikan

Bagi mereka yang berada di balik kuis-kuis tersebut, data pribadi kamu yang kamu cantumkan di Facebook sangatlah berharga. Mereka bisa menjual datamu kepada pihak lain dan dimanfaatkan untuk keperluan bisnis. Memang ada dugaan kuat kalau ada pihak yang sengaja mengumpulkan data pribadi para pengguna Facebook demi kebutuhan strategi pemasaran mereka. Kamu perlu tahu, cara mereka mengadakan kuis yang akhirnya meminta segala rincian tentang dirimu adalah taktik. Informasi digital tentangmu suatu saat bisa dimanfaatkan untuk bisnis iklan mereka di dunia online.

Kian Berbahaya Sebab Pengelola Situs dan Penyedia Kuis pun Tak Jelas Identitasnya

Coba sekarang pikirkan lagi, apakah kamu tahu siapa atau perusahaan mana dibalik beragam kuis lucu tersebut? Tak ada pihak yang bisa dihubungi jika sewaktu-waktu kamu ingin mengajukan keluhan atau ada masalah dengan akunmu usai memainkan kuis tersebut. Kamu pun jadi rugi sendiri. Karenanya, lebih baik berhenti memainkan kuis semacam itu, terutama kalau asalnya dari situs web yang tak jelas asal-usulnya.

Secara Tak Sadar, Kamu Turut Mengundang Korban Berikutnya

Biasanya kuis-kuis tersebut akan memasang judul serta deskripsi konten yang cukup menggoda untuk diklik. Sementara setelah selesai mengikuti konten dan membaca hasilnya, yang kamu lakukan adalah membagikan hasil tersebut di linimasa Facebook-mu bukan? Mungkin kamu tak tahu, tapi pasti ada lebih dari satu orang yang tertarik dan akhirnya mengikuti jejakmu. Saat itulah kamu telah mengundang korban berikutnya yang siap diambil data-data pribadinya oleh pemilik situs yang tak jelas itu.

Untukmu yang masih sering ikut kuis semacam ini, coba pikirkan kembali, adakah faedah setelah mengikuti kuis tersebut? Jangan lantaran tergiur oleh kelucuan dan keseruan palsu semata, akunmu serta data-data pribadimu jadi taruhannya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Keanu Reeves, Gahar di John Wick Namun Sopan Dengan Wanita Di Dunia Nyata

Kali ini nama Keanu Reeves jadi bahan perbincangan bukan karena aksinya dalam film, tapi karena bagaimana ia bersikap kepada para penggemar wanita.

Puja-puji netizen datang karena salah seorang pengguna twitter membagikan beberapa foto Keanu yang berpose bersama dengan beberapa perempuan. Adapun hal yang membuatnya dipuji itu karena bagaimana ia bersikap dalam meladeni orang-orang untuk berselfie atau berfoto bersama.

Sumber : Twitter

Pada foto-foto yang beredar, tangan Keanu selalu terliat tak menyentuh perempuan di dekatnya. Untuk itu, warganet berlomba-lomba untuk memberinya sanjungan karena dianggap tahu bagaimana bersikap sopan pada perempuan.

Lelaki 54 tahun tersebut memang selalu meletakkan tangannya di belakang tubuh para perempuan tanpa menyentuh mereka. Bahkan tak hanya pada satu potret saja, foto-fotonya yang lain juga ia bersikap serupa.

Sumber : Twitter

Tak hanya posenya bersama beberapa penggemarnya, Keanu Reeves berfoto bersama musisi Dolly Parton, dan pose Keanu saat ia sedang berada di lokasi latihan menembak untuk film John Wick: Chapter 3 – Parabellum yang beberapa waktu lalu tayang.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Dibuka 20 Juni, Pameran Instalasi Seni Kelas Dunia Hadir di Jakarta

Setelah sukses dengan dua pamerannya di Kota Tokyo, Jepang tahun lalu. Kali ini, pameran seni kelas dunia, ‘teamLab Future Park and Animals of Flowers, Symbiotic Lives’ akan hadir di Jakarta.

Bertempat di Mall Gandaria City Lantai 2, Jakarta Selatan, pameran ini akan berlangsung di area seluas 2.000 meter persegi, dengan 5 karya instalasi interaktif. Dan Teknologi digital yang digunakan dengan usungan konsep kreasi kolaborasi atau co-creation, akan jadi sesuatu yang baru bagi pengunjung yang akan datang ke sana. Sorak Gemilang Entertainment (SGE) Live jadi pihak yang berperan untuk membawa teamLab asal Jepang ke Ibu kota dalam skala yang lebih besar.

Melalui CEO SGE Live, Mervi Sumali, Ia bercerita tentang apa yang kemudian memicunya untuk membawa teamlab hadir di Jakarta.

 

“Saya jatuh cinta dengan artwork dari teamLab, padahal untuk melihatnya harus berkunjung ke negara tetangga. Saya lihat, semua orang harus berinteraksi dengan artwork-nya, melihat itu tuh saya jadi amaze. Takjub,” katanya dalam pagelaran jumpa pers ‘teamLab Future Park’ di Gandaria City, Jakarta Selatan, Selasa (18/6/2019).

Lebih lanjut, ia juga berharap jika kehadiran teamlab ini bisa memberikan pengalaman dan pengetahuan baru bagi para pengunjung. Baik anak-anak atau pun orang-orang dewasa. Bahkan Mervi juga meyakini jika instalasi karya seni ini akan sangat disukai para milenial yang konon dekat dengan instagram dan visual art.

“Generasi muda kan suka sekali instagram, tapi sejauh ini visual art yang ada belum bisa berinteraksi. Dan saya pikir orang Indonesia sudah sangat siap untuk sesuatu yang seperti ini. Karena ketika saya melihat pameran yang tahun lalu berlangsung di Jepang, banyak juga orang Indonesia yang sengaja datang”. Tutur Mervi.

Selain itu, CEO teamLab Kids, Akitae Matsumoto, yang juga hadir menuturkan jika project ‘Future Park’ yang sudah dimulai 5 tahun yang lalu ini, memiliki 2 konsep.  

“Kreativitas dan bermain, ada co-creation konsep di pameran ini. Kamu dapat menikmati karya seni kami sendirian, tapi nggak akan seru. Di saat bersamaan kamu juga harus bermain dengan orang lain dan itu akan lebih fun. Itulah konsepnya,” tukasnya.

Menghadirkan 5 karya instalasi digital, yakni Animal Flowers, Symbiotic Lives, Graffti Nature: Lost, Immersed and Reborn, Sliding through the Fruit Field, Sketch Aquarium, dan Light Ball Orchestra. Akitae menuturkan, setidaknya ada sekitar 600 orang lebih yang turut serta untuk membuat konsep dari teamlab ini.

Akan dibuka mulai tanggal 20 Juni hingga 20 Desember 2019 mendatang, kamu bisa mendapatkan tiket masuk dengan mengakses website resmi atau mengunjungi ticket boothnya langsung di Gandaria City. Akan dibagi pada 8 slot, demi kenyamanan pengunjung dalam menikmati instalasi tersebut jumlah pengunjung akan dibatasi 200-300 orang per hari.

Sebagai bentuk resmi dari pembukaannya, pameran seni kelas dunia ‘teamLab Future Park’ tersebut akan dibuka nanti malam oleh Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf), Triawan Munaf.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Buatmu yang Menolak Mencuci Handuk Seminggu Sekali

Tak peduli handukmu masih wangi atau tidak, jika sudah seminggu, sudah ada bakteri yang berdiam diri disana. Dan ini berlaku juga untuk seprei yang menempel di kasur tempat tidurmu. Pada dasarnya, bakteri dan jamur akan mulai menumpuk setelah handuk digunakan untuk mengeringkan tubuh. Namun pertumbuhan bakteri dan kuman bisa melambat jika handuk tidak lembap atau segera dikeringkan setiap kali selesai digunakan. Agar lebih paham, kamu perlu tahu beberapa fakta yang terjadi atas handukmu bahkan sejak 3 kali pemakaian.

Bakteri Sangat Mudah Berlipat Ganda Pada Handuk Kita

Anggapan jika handuk hanya digunakan untuk menggosok tubuh setelah mandi, membuat kita berpikir bahwa kain tersebut tidak kotor kan? Lagipula ditaruhnya pun digantungan, sehingga besar kemungkinan ia terhindar dari debu atau kotoran lain. Tapi, itu yang kita bayangkan.

Padahal yang sesungguhnya terjadi, ketika kita menggunakan handuk selepas mandi itu akan jadi awalan untuk bakteri berkembang biak di sana. “Itu terus menumpuk saat kamu menggunakan handuk lagi, hari demi hari,” kata Chuck Gerba, PhD, profesor mikrobiologi di University of Arizona.

Bahkan nih, sebuah studi yang dipimpin oleh Dr. Gerba menemukan jika handuk bekas memiliki bakteri coliform 1.000 kali lebih banyak daripada yang baru dibeli. Ditambah lagi, bakteri menyukai lingkungan yang gelap dan lembab, sehingga mereka akan tumbuh subur di kamar mandi beruap dengan pintu tertutup, tempat dimana kita menggantungkan handuk. Dengan kata lain, handuk jadi salah satu benda tempat bakteri paling banyak bersarang.

Dan Hasilnya Bisa Membuat Kulit Infeksi dan Jerawatan

Ingat ya, menggosok wajah dengan handuk kotor membuat kita beresiko terkena infeksi. “Ketika kita menggunakan handuk dengan penuh semangat, kita sering menggaruk kulit tubuh dan wajah,” kata Dr. Gerba.

Nah kerusakan kecil di kulit kita — yang munkgin jarang diperhatikan — memberi jalan masuk bagi bakteri ke dalam tubuh. Namun, hal tersebut menjadi sesuatu yang “sangat tidak biasa” jika tubuh justru menerima penyakit dari handuk kita, kata Aaron Glatt, MD, FACP, FIDSA, FSHEA, juru bicara Masyarakat Penyakit Menular Amerika dan ketua kedokteran dan epidemiologi rumah sakit di South Rumah Sakit Komunitas Nassau.

Memang sih, kuman tersebut tidak membuat kita sakit. Tetapi kita jadi pihak yang justru menjemput penyakit dari handuk tersebut, dan mempersilahkan mereka berkembang biak dalam tubuh kita.

Maka jika cenderung berjerawat, itu artinya kita perlu untuk mencuci handuk setiap kali menggunakannya. Sebab, saat kita menggosok kulit dengan handuk, bersamaan dengan itu pustula kulit pun terbuka, hal ini sekaligus jadi jembatan bagi bakteri yang ada di handuk kita untuk menyerang kulit yang kemudian berubah jadi jerawat.  

Untuk Itu, Begini Cara Menjaga Handukmu Senantiasa Sebersih Mungkin

Meski katamu tak ada orang lain yang memakai atau menyentuh handukmu. Para peniliti dan ahli kulit yang namanya sudah disebutkan diatas, menyarankan agar kamu selalu mencuci handuk setidaknya setiap dua atau tiga hari sekali. Lebih dari itu, siap-siap saja akan ada mikroorganisme yang berkembang disana dan membuat handukmu kotor.

“Kita mungkin tidak sakit setelah menggunakan handuk selama dua minggu, tetapi bukan itu intinya,” kata Dr. Tierno. “Apakah kita akan mengenakan pakaian dalam yang kotor (kecuali ada keadaan darurat) setelah mandi bersih?” Ini sangat mirip dengan apa yang kita lakukan setelah beberapa kali memakai handuk dalam posisi yang masih kering. Dan tak hanya handuk, kamu juga diminta untuk membersihkan benda lainnya. “Saat kamu melakukannya, jangan lupa untuk mencuci barang-barang lain yang tidak cukup bersih juga”. sambung Dr.Tierno lagi. 

Selain kebiasaan untuk mencuci handuk pada durasi waktu yang sudah disebutkan tadi. Kita juga wajib memastikan jika handuk selalu dalam posisi kering setelah pemakaian. Ya, setidaknya taruh ia pada tempat kering yang bisa mengurangi kelembapannya setalah dipakai melap tubuh yang basah.

Alih-alih melipatnya, kita lebih disarankan untuk menjemurkan. Sehingga dengan begitu, kondisi handuk bisa tetap kering. Nah, sekarang kita sudah tahu bagaimana cara untuk menjaga kebersihan handuk kita. Jadi tak ada alasan lagi untuk tetap memakai handuk hingga berminggu-minggu lamanya. Tapi jika kamu memang ingin tubuhmu diserang kuman dan wajahmu jadi berjerawat, ya silahkan saja.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top