Trending

Kucing Hitam: Si Manis Yang Dikagumi Namun Kerap Ditakuti

Rasanya tak harus jadi seseorang yang mencintai kucing dulu untuk mengetahui hal ini. Hampir seluruh masyarakat di berbagai belahan dunia pun percaya, bahwa kucing hitam membawa sesuatu yang negatif untuk kehidupan manusia. Padahal pada dasarnya semua kucing itu sama, termasuk kucing hitam.

Bahkan sebuah fakta dari Journal of Applied Animal Welfare Science mengatakan bahwa kucing hitam sering tidak diurus dan tidak diadopsi. Hanya karena adanya anggapan bahwa kucing hitam bisa membawa sial.

Seakan diperdaya oleh stigma buruk yang selama ini dibebankan kepadanya, apakah ini adil pada mereka? Tentu saja tidak! Lupakan dulu nasib sial yang katanya dibawa olehnya, mari kita lihat perjalanan predikat buruk yang dibebankan kepada mereka. 

Ternyata Ini Bermula Dari Mitos Sejarah Yang Tak Sepenuhnya Benar

Sebuah pandangan dan kepercayaan akan sesuatu hal, tentu hadir dengan alasan yang bisa dipercaya atau tidak. Tapi untuk penyematan predikat negatif pada kucing hitam itu sendiri, bermula dari sejarah Babilonia Kuno. Dimana pada masa itu, si hitam manis ini dipersembahkan dalam upacara ritual mereka. Untuk kemudian dibakar bersamaan dengan sesaji lainnya.

Mitos ini timbul karena ada seekor kucing hitam yang tidur di tengah-tengah seekor ular dengan pulasnya, padahal saat itu ular merupakan lambang dari kejahatan. Sehingga predikat kejahatan tersebut, tak lupa pula disematkan pada si kucing hitam.

Tak hanya itu, sebuah pergerakan yang digawangi oleh Industrial Worker of the World (IWW) yang tergabung sebagai gabungan serikat pekerja buruh yang akan melawan, dan melancarkan aksi anarkis ataupun membuat kericuhan pun ikut memiliki andil untuk membentuk citra negatif kucing hitam. Dulu mereka selalu menggunakan simbol berupa kucing hitam yang didesain seorang penulis sekaligus aktivis buruh yang bernama Ralph Chaplin. Sehingga mayoritas orang menyimpulkan bahwa kucing hitam adalah lambang sabotase, kekacauan, keributan, dan anarkis. 

 

Padahal Semua Citra Buruk Nan Negatif  Itu Tidaklah Tepat

Meski beberapa ahli berpendapat bahwa warna dari bulu kucing tidaklah jadi penentu baik dan buruknya nasib seseorang. Nampaknya kita tak mampu membendung semua animo masyarakat yang telah dipelihara berpuluh-puluh tahun lamanya. Di negara kita sendiri, kucing hitam sering dipercaya sebagai lambang kejahatan yang berasal dari dunia lain. Hingga membawa sial bagi kehidupan dan berbagai macam kepercayaan negatif lainnya.

Sekitar 26,1 persen masyarakat menyebutkan warna sangat penting ketika mengadopsi seekor kucing. Dengan kata lain, sebanyak 26,1 persen pengadopsi sering kali menyisihkan nama kucing hitam dari daftar peliharaan yang ingin diadopsi.

 

Tapi Meski Demikian, Hampir Seluruh Masyarakat Dunia Sudah Mempercayai Mitos Tersebut

Percaya atau tidak sebuah pandangan memang kerap kali menjalar tanpa bisa dihentikan. Meski sudah berupaya untuk membuktikan bahwa mitos tersebut tidaklah benar, nampaknya sangat sulit untuk memberikan pemahaman yang sama pada semua orang.

Juru bicara dari Animal Foundation pada salah satu agendanya pernah berkata, “Marilah kita kembali ke beberapa abad yang lalu. Bagi masyarakat Mesir Kuno, kucing hitam adalah hewan pembawa keberuntungan, ini dapat diketahui bahwa pada tahun 3000 SM kucing hitam berada dikasta yang paling tinggi dan sangat dilarang untuk melukainya. Lebih lanjut ia berkata bahwa “Para pelautnya saja, dulu kerap membawa kucing hitam di dalam kapalnya yang sedang berlayar, karena mereka percaya bahwa kucing hitam adalah pembawa keberuntungan”

Hal ini jadi fenomena yang menurut sebuah tim penyelamat binatang bernama North Shore Animal League America, perlu untuk kita sosialisasikan. Karena sebagian besar orang di bagian dunia barat masih berpandangan buruk pada kucing hitam. 

 

Menyebut Diri Sebagai Pecinta Kucing, Bisa Jadi Kita Juga Sering Mempercayai Fenomena Omong Kosong Ini

Tidak perlu terburu-buru untuk membersihkan diri dari apa yang sedang dibicarakan. Percaya atau tidak, kita mungkin jadi salah satu dari 26,1 persen orang yang sering menyisihkan nama kucing hitam dari daftar pilihan.

Bahkan mungkin masih percaya jika ditatap secara tiba-tiba oleh kucing hitam, akan memberikan pertanda buruk untuk kehidupan kita.

Padahal di beberapa negara lain, kucing hitam justru jadi primadona karena dipercaya jadi lambang sebuah kebaikan. Sebut saja Skotlandia yang percaya bahwa kedatangan kucing hitam itu jadi tanda sebuah kemakmuran.Di Jepang, kucing hitam pun menjadi lambang kesejahteraan. Bahkan banyak perempuan lajang di Jepang yang mencari kucing hitam untuk dipelihara, sebab dipercaya akan membawa banyak pelamar untuk perempuan tersebut.

 

Si Manis Ini Tak Membawa Sial, Tidak Juga Berbahaya Dan Sudah Saatnya Kita Merubah Pandangan Akan Mereka

Pada akhirnya semua kepercayaan akan hal tersebut tidak selamanya benar. Ada hal lain yang lebih penting untuk lebih kita waspadai. Namun yang pasti bukan kucing hitam seperti kata orang lain yang sering kita dengar. Takhayul ini adalah sebuah kebohangan yang sudah berpuluh-puluh tahun lalu beredar tanpa pembuktian nyata yang bisa dipercaya.

Berita baiknya, untuk kamu yang sedang memelihara kucing hitam, hari ini jadi momen istimewa untukmu. Sebab hari ini adalah tahun ke-7 perayaan Hari Kucing Hitam Internasional. Para pemilik kucing hitam biasanya, akan mengisi hari spesial ini dengan membeli beberapa mainan baru untuk kucing mereka dengan warna yang sama. Atau membawanya ke salon kucing agar mendapat perawatan khusus untuk menyenangkan si mungil kecil berbulu hitam tersebut.

Tak hanya hari ini saja, pada tanggal 17 Agustus juga ada perayaan yang khusus yang disebut sebagai Hari Penghargaan Kucing Hitam Internasional. Untukmu yang ternyata memiliki gangguan sehingga tak bisa dekat dengan kucing, juga tak perlu khawatir. Karena kamu juga bisa turut serta merayakan Hari Kucing Hitam Internasional ini dengan memberi sedikit bantuan kepada penangkaran hewan yang ada di sekitar tempat tinggalmu. 

Selamat Hari Kucing Hitam Internasional ! 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Jika Sudah Pergi, Jangan Kembali Lagi 

“Setelah perpisahan kita, hatiku memang remuk. Dihantam dengan keras oleh perpisahan, hingga sulit untuk melupakan”

Kita pernah bersepakat, agar terus jadi dua orangyang sepaket. Bersama dalam suka dan duka, beriringan meski dihadang cobaan, dan akan tetap saling mengenggap apapun hal yang akan terjadi di depan. Sampai akhirnya, hari perayaan patah hati itu tiba tanpa diduga. Hubungan yang sudah sekian lama dibina, selesai begitu saja.

Sampai kini, aku masih bisa mengingat setiap janji yang pernah kamu sampaikan. Diucapkan dengan penuh keyakinan, dan memintaku percaya atas semua yang kamu bilang. Walau kini aku harus banyak-banyak menyadarkan diri sendiri. Meminta hatiku melupakan agar tak lagi terbayang atas kisah cinta yang pernah kita jalankan. Karena nyatanya, perpisahan itu sudah berlangsung lama, walau sampai kini masih menyisahkan luka.

Belajar melepaskan tentu bukanlah upaya yang mudah. Ada ribuan rasa sayang yang susah payah aku lupakan, jutaan kenangan yang juga harus kuhilangkan dari ingatan. Hidup tanpa dirimu, aku berjuang melepaskan semua cintaku. Pelan-pelan semuanya mulai membaik. Hidupku berjalan dengan alur yang hampir sempurna. Tak lagi berharap bersama, aku mulai berdamai dengan hidup yang kini aku punya.

“Lalu, kau datang lagi. Menawarkanku hati untuk kembali dicintai…”

Kamu mungkin tak tahu, bagaimana kerasnya upayaku. Belajar melupakan semua kenangan, menata hati yang kemarin kau porak-porandakan. Lalu  dengan mudah kau hancurkan. Tanpa rasa bersalah, kau haturkan maaf atas kepergian pertama, lalu mengajakku untuk kembali memulai semuanya dari awal seperti pertama kali kita jumpa. Dirimu bisa saja menjadi manis dalam berkata-kata, tapi sikap dan perilaku bisa jadi masih serupa.

Harus kuakui memang, perasaan sayang dan cinta yang kumiliki masih serupa, ada untukmu sesuai porsinya. Tapi patah hati pertama, jadi alasan logis yang membuatku tak harus menerimau kembali sebagai yang tercinta. Tak bisa mencegahmu datang kembali, tapi kuharap dirimu akan mengerti jika sudah tak ada ruang untuk kembali saling mengasihi.

Bawalah cinta dan keinginanan yang kini kembali kamu sampaikan. Aku akan tetap melanjutkan hidup tanpa berharap bisa kembali bersama denganmu lagi. Tak lagi pernah berharap untuk bisa bergandengan, aku belajar jika sebagian cerita yang kuanggap menyenangkan tak selalu jadi sesuatu yang layak diperjuangakan. Mari sama-sama melupakan dengan tak lagi saling mengusik kebahagian. Sebagaimana aku yang sudah sejak lama menjauh darimu, kuharap kau pun bisa melakukan hal serupa atas diriku.

“Jika sudah pergi, tak perlu datang lagi”

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Seorang Selebgram Laporkan Lucinta Luna Karena Telah Menginjak Fotonya 

Lucinta Luna memang tak pernah luput dari pemberitaan. Baru-baru ini, ia dilaporkan oleh seorang selebgram bernama Rivelino Wardhana ke kepolisian, karena sikapnya dalam sebuah tayangan konten talkshow di salah satu channel Youtube.  

Pada tayangan tersebut, terlihat sesorang memperlihatkan foto Rivelino Wardhana, Lucinta Luna yang melihatnya terlihat tampak geram hingga kemudian menginjak foto tersebut di lantai. Lantaran tak terima dengan sikap dari Biduan tersebut, selebgram tersebut memilih jalur hukum untuk menyelesaikan permasalahan mereka.

Dikutip dari Kapanlagi.com, pelantun lagu Bobo Dimana tersebut mengaku belum menerima kabar dari lawyer atau manajernya mengenai kabar tersebut.

“Oh aku sih belum tahu ya ada laporan kayak gitu dari lawyer aku, manajer aku juga enggak tahu. Di situ kita belum terima laporannya karena Lucinta ini baik terhadap siapa pun,” ujar Lucinta Luna, saat saat ditemui di gedung Trans TV, Jakarta Selatan, Senin (22/7/2019).

Mantan personil Dua Bunga itu, akan dilaporkan karena ada dugaan pencemaran, penghinaan, dengan menyerang kehormatan. Akan tetapi, disinggung perihal sikapnya tersebut, dirinya merasa tak merasa bersalah kepada pria yang digosipkan pernah menjalin hubungan dengannya itu.

“Aku nggak tahu apa-apa ya, enggak ngerti. Intinya aku enggak menerima laporan tertentu karena aku baik-baik saja kok,” jelasnya.

Dan dari pengakuannya, Lucinta Luna menyebut kalau aksi menginjak foto itu adalah ide dari tim kreatif acara yang diisinya. Saat ini ia sendiri tidak mau berkomentar lebih banyak terkait kasus itu.

“Oh nggak ada (motifnya) kok. Itu yang inisiatif orang kreatifnya saja,” pungkasnya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Ardina Rasti dan Suami Sepakat Atur Batasan dalam Menerima Tawaran Iklan untuk Anaknya

Pasangan Ardina Rasti dan Arie Dwi Andika masih menikmati tumbuh kembang buah hati mereka, Anara Langit Adria. Anara yang masih berusia sekitar 7 bulan, kata Rasti, sudah dapat beberapa tawaran iklan.

“Ada, sih, sebenarnya ada. Cuma kami mikirnya, produknya yang berhubungan dengan baby,” kata Rasti seperti dikutip dari Kumparan.com. Ia mengatakan, dirinya tak menolak tawaran iklan untuk putranya yang lahir pada 8 Desember 2018 lalu. Namun ia cukup selektif dalam memilih tawaran iklan agar sesuai dengan Anara. Bahkan keduanya memiliki batasan khusus.

“Kalau misal memang cocok dan enggak mengganggu waktu dia, ya. Pokoknya, kami fleksibel saja. Kami batesin, sih, yang penting enggak terbuka, jangan sampai enggak pakai baju. ‘Kan ada yang posting bayi berenang, sebaiknya jangan,” ucap Rasti.

Saat ini, keduanya masih sibuk berbagi tugas mengurus Anara. Sebab, mereka memilih untuk tidak menggunakan jasa baby sitter untuk merawat Anara.

“Kalau masih guling-gulingan, masih bisa ditinggal, sekarang ganti-gantian sama Arie. Karena, kami ngasuh baby tanpa baby sitter. Jadi, kami lagi menikmati seru-serunya, deg-degan momong anak,” ucapnya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top