Trending

Konser Weslife di ICE BSD Dihujat Penonton, Promotor Acara Buka Suara

Sempat vakum, dan akhirnya kembali ke ranah musik pada 20018 lalu, boyband Westlife baru-baru ini menggelar konser bertajuk ‘Westlife – The Twenty Tour’, di beberapa negara termaksud Indonesia. Ada beberapa kota yang dikabarkan akan disambangi selama di Indonesia, dan pagelaran konseryang diselenggarakan di Indonesia Convention Exhibition (ICE), BSD, Tangerang baru saja diselenggarakan pada 6 dan 7 Agustus 2019 lalu.

Selain menghibur para penggemar yang hadir, hal lain yang kemudian banyak dibicarakan oleh para penonton adalah teknis konser yang dipromotori oleh Full Color Entertainment tersebut.

Yap, beberapa penonton menyampaikan keluhannya, dengan menulis di kolom komentar foto yang diunggah ke akun Instagram @fullcolorparty, maupun mencurahkannya di akun Twitter mereka.

Tak hanya satu atau dua hal, keluhan yang datang dari para penonton beragam, mulai dari bangku penonton, layar LED, ukuran panggung, proses pembelian dan penukaran tiket, hingga pintu yang dibuka setelah konser selesai.

Beberapa orang mengaku, jika uang yang mereka keluarkan untuk membeli tiket pertunjukkan konser tersebut tidak sesuai dengan layanan yang mereka terima. Sebagai informasi tiket konser Westlife dibanderol dengan harga mulai dari Rp990 ribu sampai Rp2,5 juta.

Namun, layar LED yang ada di konser tersebut dinilai kurang bisa membantu karena terlalu kecil serta hanya ada satu di kanan dan kiri. Belum lagi kursi penonton yang dinilai lebih tepat sebagai kursi seminar atau pesta pernikahan, yang ternyata juga tak dilengkapi dengan kain pelapis.

Mendapati beberapa kekesalan dan keluhan para penontonnya, promotor acara tersebut pun akhirnya buka suara. David Ananda selaku Managing Director Full Color Entertainment mengatakan jika pihak Full Color Entertainment mengaku baru pertama kali menggelar event dengan venue sebesar ICE BSD.

“Kita mau bilang satu hal bahwa memang di dunia ini enggak ada yang sempurna. Kita baru pertama kali bikin konser di ICE yang besar banget. Ini pengalaman juga buat kita karena sangat banyaknya orang, kami tidak bisa menyenangkan semua hati,” ujar David saat ditemui di ICE BSD, Tangerang, baru-baru ini.

Namun di sisi lain, David merasa yakin bahwa dari 10 ribu penonton, 95 persen penonton merasa puas. “Lima persen enggak (puas) itu masih normal. Yang penting, kita Full Color mencoba berikan yang terbaik dalam konser ini,” katanya.

Lebih lanjut, ia menambahkan, apa yang ada di konser itu merupakan standard dari manajemen Westlife. Pihak promotor pun sudah berusaha untuk memenuhi hampir semua permintaan boyband asal Irlandia tersebut.

“Kita mau bilang banyak yang salah paham di media sosial, ‘Kok, duduk nyamping, kok, enggak kelihatan’, saya mau bilang itu semua dari Westlife, kita cuma ngikutin saja. Sound system, lighting itu sudah di-approve dan sesuai dengan Westlife,” pungkas David.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Adela Resmi Layangkan Gugatan Cerai pada Sang Suami

Kabar tak megenakkan, baru-baru ini datang dari pelantun lagu ‘All I Ask”, Adele. Yap, belum lama ini, ia mengumumkan perpisahannya dengan sang suami, Simon Konecki. Dan kini, penyanyi perempuan berusia 31 tahun tersebut secara resmi melayangkan gugatan cerai pada suaminya.

Hal tersebut diungkapkan langsung oleh oleh pihak Adele melalui sebuah pernyataan yang dikutip dari E! News, Jumat (13/9), dimana Adele menggugat cerai Simon setelah 8 tahun, dan memutuskan akan merawat anak mereka, Angelo, bersama-sama.

“Mereka berkomitmen untuk membesarkan Angelo bersama dengan penuh cinta,” ungkapnya sang sumber.

Akan tetapi, hingga ini dituliskan, baik Adele maupun Simon Konecki masih belum angkat bicara terkait kabar gugatan cerai mereka tersebut.

Sebelumnya, Ryan Tedder, vokalis OneRepublic sekaligus sahabat dekat Adele, mengungkap kabar sang musisi setelah memutuskan untuk berpisah. Ia menyebut Adele tengah merasa kesulitan karena perceraian, namun keadaannya baik-baik saja.

“Perceraian memang sangat membuatnya kesulitan. Tapi sekarang dia baik-baik saja,” ujar Ryan beberapa waktu sebelumnya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Lelaki yang Hina BJ Habibie di Sosmed, Ternyata Mengidap Gangguan Jiwa

Kepergian Presiden ke-3, BJ Habibie jadi luka mendalam bagi seluruh rakyat Indonesia. Namun, saat semua orang sedang berduka, seorang lelaki didatangi polisi karena melakukan ujaran kebencian atas meninggalnya BJ Habibie. Akan tetapi, setelah diinterogasi, ternyata laki-laki tersebut mengalami gangguan jiwa.

“Kami sudah lakukan interogasi terhadap seorang diduga pelaku ujaran kebencian saat mengomentari wafatnya Bapak BJ Habibie lewat media sosial,” kata Kasat Reskrim Polres OKU Timur, AKP M Ikang saat dikonfirmasi, Jumat (13/9/2019) dilansir dari detiknews.com. 

Lebih lanjut, Ikang mengarakan jika, pelaku adalah BA (16) warga Desa Petanggan, Belitang, OKU Timur. Dan dari intogasi polisi, BA mengakui jika dirinya memang telah berkomentar pedas di media sosial.

“Pelaku mengakui perbuatannya, tetapi orang tuanya mengaku anaknya dalam kondisi gangguan jiwa. Dia baru pulang berobat dari Ernaldi Bahar Palembang (rumah sakit jiwa) dan dirawat selama 40 hari,” kata Ikang.

Saat ini, lanjut Ikang, BA tengah dirawat jalan. Hal ini dibuktikan dengan adanya surat keterangan dari rumah sakit dan obat yang masih dikonsumsi aktif oleh BA.

“Semua ada, ada obat-obatan, ada surat berobat jalan. Kalau diinterogasi dia diam, lupa dan kemarin didampingi juga sama keluarganya,” jelas Ikang.

Melihat kondiri BA yang memang menderita gangguan jiwa, polisi hanya melakukan interogasi dan tidak melakukan penahanan. Namun, Polisi juga meminta keluarga untuk melakukan pengawasan terhadap BA.

Sebelumnya, sebagai infromasi, pelaku mengomentari sebuah postingan atas wafatnya BJ Habibie di media sosial. Ia berkomentar ‘Mampus lo keparat cuihh‘ yang kemudian memacing emosi warganet di Instagram.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Di Malaysia, 409 Sekolah Ditutup Sementara Karena Kabut Asap dari Indonesia

Dampak dari kabut kiriman yang diterima oleh beberapa wilayah di Malaysia dari Indonesia, Pemerintah Malaysia dikabarkan terpaksa harus menutup 409 sekolah di negara bagian Sarawak. Konon, kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan 8di Indonesia tersebut sudah mengepung wilayah di perbatasan tersebut.

Kementerian Pendidikan Malaysia mengumumkan bahwa mereka menutup 409 sekolah di sembilan distrik pada awal pekan ini yang berdampak pada 157.479 siswa. Sebagaimana dilansir Malay Mail, Padawan menjadi distrik yang terkena dampak paling parah, yang mengakibatkan 101 sekolah harus ditutup.

Di sisi lain, distrik yang terkena dampak kabut asap dengan populasi siswa terbanyak adalah Kuching, di mana 60.509 pelajar berdiam. Dan tak hanya itu saja, pemerintah negeri jiran tersebut juga menutup 53 sekolah di Betong, juga 44 sekolah di Bau, dan 30 sekolah Lubok Antu.

Selanjutnya, di wilayah Samarahan, ada tiga sekolah dengan 3.411 pelajar, sementara Serian memiliki 20 sekolah yang menampung 2.230 siswa. Sebanyak 9.828 siswa di 41 sekolah Sri Aman, dan 3.895 pelajar di 30 sekolah di Lundu juga terpaksa libur akibat kabut asap ini.

Dilansir dari laman CNNIndonesia, Pusat Meteorologi Khusus Asean (ASMC) menyatakan bahwa kabut asap akan terus mengepul di semenanjung Malaya dan Sarawak barat jika kebakaran hutan dan lahan di Sumatera dan Kalimantan tak kunjung padam.

Akan tetapi, sebelumnya, Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup RI, Siti Nurbaya Bakar, mengatakan bahwa asap karhutla itu juga berasal dari wilayah Malaysia sendiri, seperti Sarawak dan Semenanjung Malaya.

Hasil pemantauan satelit oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memang menunjukkan pada 6 sampai 7 September, terjadi peningkatan jumlah titik api di Malaysia (Serawak dan Semenanjung Malaysia) yakni dari 1.038 titik menjadi 1.423 titik.

Siti juga menganggap asap karhutla di Indonesia tidak mungkin sampai ke Negeri Jiran, lantaran arah angin tidak berembus ke arah negara tersebut.

Menteri Energi, Teknologi, Lingkungan Hidup, dan Perubahan Iklim Malaysia, Yeo Bee Yin, pun melansir data dari ASMC yang menunjukkan jumlah titik api terbaru di Kalimantan sebanyak 474 dan Sumatera sebesar 387. Sementara itu, titik api di Malaysia tercatat hanya tujuh.

*Featured Image : Antarafoto

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top