Feature

Konon Bertahan dengan Pilihan Hati, Jauh Lebih Baik Daripada Terus-menerus Mencari

“Sebab kata hati tak pernah salah”

Begitu beberapa orang menyimpulkan setiap pilihan yang dibuatnya. Diminta percaya, kadang kita memang dibawa pada bahagia kala mendengar apa yang jadi arah dari hati milik kita. Dan bagaimana kita berjalan dan terus berjuang jadi hal lain yang akan menentukan. Seberapa kuat kita bertahan pada sesuatu yang sudah jadi pilihan.

Bukan sedang ingin berkata bosan pada hubunganmu kini, namun kadang kala ada titik jenuh yang membuat kepercayaan mulai gogah. Beberapa orang berkata bahwa ini akan jadi ujian yang mendewasakan. Tapi benarkah demikian?

Perubahan Itu Wajar, Kita Hanya Perlu Memastikan Masihkah Cintanya Sama Seperti di Awal?

Waktu berjalan, semua juga turut serta bergerak. Diri kita, pasangan, dan orang-orang lain yang juga hidup pun mengalami hal serupa. Hari ini kita bisa menjadi orang lemah, tapi esok bisa berubah lebih kuat dari sebelumnya. Tak ada yang kekal, semua hal bisa saja datang tanpa diundang. Bahkan sikap pasangan yang mungkin mendadak berubah, tak seperti yang kita mimpikan.

Tak perlulah buru-buru untuk memutuskan pergi dan saling meninggalkan, tenangkan hati dan berpikirlah lebih dalam. Haruskah hal itu dilakukan? Jika ternyata tidak, tetaplah bertahan. Dengan catatan kita juga harus memastikan, apakah rasa sayang dan cintanya masih tetap utuh seperti semula? Jika ya, berarti hatimu tak salah.

Lagipula Menyesuaikan Diri dengan Sosok Baru Jelas Bukanlah Perkara Mudah

Coba ingat lagi, apa alasan kita untuk memilihnya menjadi kekasih? Kebaikan hatinya, sikap manisnya, hingga tutur kata yang selalu berhasil membuat kita tenang. Hal-hal baik tersebut jelas jadi daya pikat, yang membuat kita membulatkan tekad agar bersama dengan dia. Lalu jika memang harus disudahi, akankah ada orang yang seperti dia lagi? Sayangnya sering kali tidak!

Melepaskan dia, tentu akan membawa kita pada sosok orang baru. Beradaptasi dan belajar memahami lagi. Percaya atau tidak, kata peneliti cinta yang indah hanya berlaku pada 3 sampai 6 bulan pertama. Selebihnya akan mulai ada rasa bosan, cemburu berapi-api, hingga keburukan lain yang mulai terlihat. Dan jika itu jadi alasan untuk menyerah, kamu harus tahu bahwa semua orang punya kekurangan.

Barangkali Ini Hanya Cobaan, Haruskah Kita Menyerah untuk Pergi dan Saling Meninggalkan?

Jangankan kita yang masih pacaran, mereka yang sudah menikah saja masih sering terlihat masalah dalam hubungannya. Tapi hal-hal seperti ini bukanlah alasan untuk buru-buru menyerah. Karena dari beberapa kasus, ujian yang terjadi dalam hubungan justru jadi salah satu hal yang akan menguatkan perasaan pada pasangan.

Kita jauh lebih tahu banyak, bagaimana sikap asli yang dimilikinya, kita pun jadi lebih paham bahwa meski ada masalah dalam hubungan. Kita berdua tak bergerak untuk saling meninggalkan. Kita dan pasangan tahu, ini hanyalah kerikil kecil yang memang harus disingkirkan, bukan malah membuat kalian berdua berbalik badan.

Atau Jangan-jangan Hanya Salah Paham?

Nah, hal lain yang sering jadi pemicunya adalah salah paham yang lebih cepat membara, daripada keinginan untuk mencari kebenaran yang sesungguhnya. Hanya karena katanya si dia pergi dengan orang lain, kamu lantas mengiriminya kata-kata putus secara sepihak, dalam keadaan emosi pula.

Selalu ingat, bahwa perkara memahami memang selalu jadi hal yang sulit untuk hubungan. Tapi meninggalkan pasangan hanya karena salah paham bukanlah pilihan baik untuk dilakukan. Sebelum nanti menyesal, cobalah pastikan kamu memang tidak salah paham.

Seiring dengan Waktu, Semua Mungkin Akan Kembali Seperti Dulu Lagi

Konon waktu adalah obat terbaik untuk segala kesedihan, maka kadang kala kita hanya butuh percaya. Bahwa semua sedih yang terjadi antara kamu dan si dia hanya untuk sementara waktu saja.

Kita hanya perlu bersabar untuk menunggu waktu yang tepat, untuk bisa bahagia lagi dengannya seperti sediakala. Alihkan perhatian pada hal-hal yang jauh lebih menguntungkan. Mengikuti emosi yang sedang naik-naiknya tak akan memperbaiki hubungan kita.

Dan Tak Hanya Kita Saja, Barangkali Si Dia Juga Merasakan Hal Serupa

Yap, kita tak boleh egois dengan berpikir bahwa diri kita adalah satu-satunya pihak yang merasa dirugikan atas masalah yang ada dalam hubungan. Percayalah, dia juga mungkin merasakan hal yang sama. Kecewa, ingin marah atau juga berpikir untuk pergi darimu.

Tak ada orang yang bisa dengan mudah melepas cinta, walau katamu dialah yang membuat luka. Bisa saja ia juga sedang berjuang untuk tetap bertahan pada hubungannya bersamamu.

Sudah Bertahan Hingga Sejauh Ini, Itu Artinya Kita Masih Mampu Untuk Melakukan Hal yang Sama

Mari kita berhenti untuk mengingat lagi, sejauh mana kita sudah pernah saling membahagiakan. Berjalan beriringan, hingga tetap berdampingan meski ada cobaan. Ya, kamu dan si dia pernah bahagia, dan bukan tak mungkin pula itu akan kembali terjadi pada hidup kalian berdua.

Buang semua keraguan yang terus-menerus menggoda untuk pergi, belajarlah untuk kembali lagi menumbuhkan cinta, walau pernah dibuat kecewa. Dengan catatan, ada sesuatu yang membuat kita bisa bertahan bahwa tak ada yang salah dengan hati yang meminta bertahan.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Menasehati Orang Jatuh Cinta adalah Sebuah Upaya yang Sia-sia

Tahukah kau pekerjaan paling sia-sia di muka bumi? Memberi nasihat kepada orang yang sedang jatuh cinta,” –Semar

Sudahlah semuanya pasti sia-sia, karena apapun yang akan kita sampaikan tak akan didengar. Bagi mereka yang sedang jatuh cinta, semua hal tentang pujaan hatinya adalah sesuatu yang benar. Bahkan meski sudah tahu ada sesuatu yang salah, baginya itu selalu bisa dimaafkan. Jadi ya percuma saja, meski akan kau nasehati sampai mulut berbusa sekalipun ia akan tetap pada pemahamannya (setidaknya pada masa awal-awal pacaran). 

Ia mungkin akan mendengar apa yang kita sampaikan, mendengar apa yang kita bicarakan, tapi tak akan pernah melakukan apa yang kita sarankan. Nasib baik jika pujaannya juga cinta, kalau hanya bertepuk sebelah tangan barulah ia akan tahu rasa. 

Dirinya Sedang Mabuk Kepayang, Berpikir Cintanyalah yang Paling Benar

Pada situasi seperti ini, ungkapan jika ‘Cinta itu Buta’ adalah benar adanya. Karena ketika seseorang sedang jatuh cinta, logika dan kemampuan berpikirnya kerap tertutup dan tak bisa digunakan dengan benar. Ia tak lagi bisa melihat beberapa kejanggalan atau kesalahan yang mungkin dilakukan oleh sang pacar secara terang-terangan. Dan selalu terlihat menjadi tuli atas semua saran yang mungkin diberikan oleh teman. 

Kalau harus diibaratkan, ia sedang berada di puncak rasa percaya diri yang tertinggi. Merasa apa yang diyakininya-lah yang paling benar dan tak akan mendengar celotehan dari orang-orang. 

Bahkan Meski Didengarkan, Nasehatmu Hanya Akan Bertahan Beberapa Detik Setelah Kamu Sampaikan

Setelah mengalami beberapa kecewa, ia mungkin akan datang untuk bercerita. Meminta kita mendengarnya, dan berharap diberi saran atas masalahnya. Namun sayangnya nasehatmu tak akan mampu bertahan lama diingatannya. Mereka akan mendengar nasehatmu, mengiakan apa yang kamu katakan dan merasa yakin bisa melakukan seperti yang kamu sarankan.

Tapi, percayalah sekalipun ia bilang akan move on, melupakan dan bla-bla lainnya itu hanya berlaku beberapa menit saja. Tak lama dari permintaan saran tersebut, ia akan kembali menjadi bucin (budak cinta) dan menjunjung tinggi cintanya itu. 

Untuknya Tak Ada Kesalahan yang Tak Dapat Dimaafkan

Yap, ini adalah level terbucin yang akan membuat kita merasa kesal sekaligus kasihan padanya. Di mata orang-orang yang sedang jatuh cinta, tidak ada kesalahan yang tidak dapat dimaafkan.

Jadi meski pacar atau gebetannya sudah berbuat kesalahan, sesakit dan sekecewa apapun hatinya, dengan senang hati ia akan selalu bersedia untuk memaafkan orang yang dicintainya. Serta tak segan-segan untuk meminta maaf lebih dulu, meski yang salah bukanlah dirinya. 

Senyata Apapun Bukti yang Kamu Tunjukkan, Dia Tak Akan Percaya yang Kau Katakan

Kamu mungkin sudah tahu jika pacar atau gebetan yang ia ceritakan, nyatanya tak benar-benar sayang. Satu waktu kamu mungkin punya bukti yang bisa meyakinkannya dirinya, jika orang tersebut bukanlah orang yang tepat untuknya. Berniat membantunya keluar dari hubungan yang salah, bukti yang kita bawa justru membuatnya berpikir bahwa kita tak suka melihatnya bahagia.

Meski sudah berupaya, meyakinkan dirinya, jika sang gebetan tak memiliki perasaan setulus dirinya. Ia akan selalu yakin, bahwa apa yang kita  bicarakan tak benar. 

Maka Satu-satunya Hal yang Paling Tepat Adalah Memberinya Dukungan dan Mengiyakan Semua yang Ia Sampaikan

Selama ia memang masih tak merugikan kita, satu-satunya sikap yang paling benar untuk menyikapi orang yang sedang jatuh cinta adalah dengan memberinya dukungan. Mendengarkan semua cerita yang ia bagikan, dan selalu mengiyakan semua obrolan yang ia sampaikan. Tak perlu dibantah, itu hanya akan jadi sesuatu yang sia-sia. 

Bairkan ia menikmati semua masa indah dengan bayang-bayang bahagia ata cinta yang ia anggap sebagai sesuatu yang nyata. Jika memang apa apa yang ia yakini tak benar, suatu saat ia akan sadar. Sadar jika, apa yang selama ini kita sampaikan adalah sebuah kenyataan yang seharusnya sudah lama ia dengar.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Tak Perlu Takut Berlebihan, Jika Pasanganmu Sedang Ingin Sendirian

Entah karena apa, tiba-tiba pacar bilang jika sedang ingin menarik diri dan ingin sendiri. Tak ingin diganggu dan tak juga mau bertemu sementara waktu. Nah, kalau sudah begini, bukan tak mungkin pikiran kita akan segera dipenuhi berbagai macam perkiraan. Bukannya memperbaiki situasi, perkiraan yang tak berdasar justru kian menambah masalah dalam hubungan. 

Ingat ya, pacarmu juga manusia biasa yang berhak untuk menentukan apa saja dalam hidupnya. Jadi jika sewaktu-waktu dirinya ingin sendiri dulu, tak selalu ia sedang menyembunyikan sesuatu. Daripada menaruh curiga padannya, lebih baik pahami sikap seperti apa yang harus kita lakukan ketika pacar berkata ingin sendirian. 

Jangan Buru-buru Berasumsi yang Bukan-bukan, Jangan Sampai Hubunganmu Makin Runyam

Kita para perempuan memang lebih suka menggunakan perasaannya dalam menghadapi satu masalah. Pacar lama membalas chat dikiranya sedang selingkuh, tidak mengangkat panggilan dianggap sedang bersama perempuan. Iya, daripada berpikir dengan logika yang mungkin adalah kejadian sebenarnya, kita justru lebih suka menerka-nerka dengan ketakutan yang kita punya.

Jadi kalau nanti tiba-tiba pacarmu bilang ingin sendiri, jangan langsung berpikir yang bukan-bukan ya. Karna semua ketakutanmu bisa melahirkan anggapan yang tak benar dan merusak hubungan. Maka, cobalah berpikir dengan tenang. 

Ketika Ia Bilang Ingin Sendiri, Coba Cari Tahu Apa yang Membuatnya Begini 

Lelaki memang sulit untuk menyuarakan apa yang sedang ia rasakan. Dan keinginannya untuk sendiri sementara waktu tentulah dipicu oleh sesuatu hal. Tak mungkin kan, tiba-tiba saja ia ingin bersikap demikian. Nah, sebelum ia menarik diri dan pergi menenenangkan diri, cobalah kamu korek sedikit apa yang membuatnya demikian.

Ajak ia dalam sebuah obrolan yang secara tak langsung membicarakan alasan keinginan ingin sendiri yang ia sampaikan. Namun, jika ia tetap kekeuh tak mau bercerita, sebaiknya kamu terima saja. Hal lain yang bisa kamu lakukan adalah mencari tahu dari orang lain yang dekat dengan kekasihmu, bisa pada keluarganya atau sehabat-sahabatnya. 

Kalau Memang Dirinya Tetap Ingin Sendiri, Beritahu Ia Jika Kamu Juga Siap Mendengar Apa yang Ingin Ia Bagikan

Sebagai sepasang kekasih, sudah sewajarnya memang kita dan dirinya berbagi dalam segala situasi. Entah itu bahagia atau suka, pastikan jika kamu akan selalu berada dekat dengannya. Bersikaplah bijaksana dengan tak marah karena ia pun tak ingin berbagi masalahnya. 

Hargai dirinya dengan tetap membiarkan ia sendiri sebagaimana waktu yang ia ingini. Sesekali, tetap berikan ia perhatian dengan porsi yang secukupnya. Tidak berlebihan, tidak pula meninggalkan ia sendirian. 

Sementara Ia Sedang Sendiri, Cobalah untuk Menyibukkan Diri 

Tak selalu berdampak buruk untukmu, keinginan kekasih untuk sendiri bisa jadi alasan baik untukmu juga menikmati waktu sendiri. Manfaatkan situasi ini untuk membahagiakan dirimu juga, melakukan hal-hal lain yang bisa bermanfaat untuk hubungan berdua. Dan tetap menjaga komunikasi dengan pacar, walau saat ini sedang ingin sendiri-sendiri. 

Lakukan apa saja yang kamu gemari, kunjungi beberapa teman yang sudah lama tak ketemuan. Dengan begitu, isi kepalamu tak lagi hanya tentang pacar yang sedang ingin sendirian. Jika nanti si dia sudah mulai membuka diri, kamu pun akan lebih siap unutk menerimanya. 

Karena Hubungan Hanya Akan Berkembang, Jika Kamu dan Dirinya Saling Menghargai Keputusan

Selain rasa cinta, visi yang sama, komunikasi yang terjaga, sikap saling menghargai satu dengan yang lainnya adalah bagian yang perlu dijaga. Keputusannya yang mungkin terasa janggal ini, memag bisa saja membuatmu marah. Tapi walau ia adalah pacarmu, adda ruang-ruang yang memang sebaiknya tak disentuh.

Biarkan ia sendiri dengan apa yang memang ia lakoni. Kamu hanya butuh memastikan, jika ia tak kenapa-napa dan dirimu akan selalu menunggunya sampai ia selesai dengan kesendirian yang ia inginkan. 

Ini Bukan Salahmu, Ia Hanya Butuh Berdamai dengan Dirinya Tanpa Diganggu 

Berpikir ada yang salah dengan kita sebagai pacar, adalah hal yang wajar. Bahkan mungkin kita akan mulai membuat daftar semua kesalahan yang mungkin pernah kita lakukan. Meski selalu ada kemungkin jika keinginannya untuk sendiri dikarenakan kesalahan yang kita perbuat.

Tetap yakinkan dirimu, jika ini bukanlah salahmu. Kecuali kamu memang tahu, ada kesalahan yang benar-benar fatal baru saja kamu perbuat lantas ia berkata ingin sendiri detik itu juga. Tapi jika situasinya tak seperti itu, yakinlah ini hanyalah satu fase kehidupan yang memang perlu ia jalankan. Jadi jika memang ia ingin sendiri dulu, sungguh kamu tak perlu setakut itu.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Setiap Kali Bertengkar dengan Pasangan, Redakan dengan Sebuah Pelukan

Pada berbagai momen tertentu, hubunganmu dan si dia tentu akan dihampiri masalah. Dan itu adalah sesuatu yang wajar, karena pertengkaran atau perdebatan kecil ada bumbu pelengkap dalam suatu hubungan. Meski begitu, kita perlu pandai-pandai meredam selisih paham. Karena bukan tak mungkin, jika pertengkaran juga bisa berujung para perpisahan, antara kita dan pasangan.

Melalui pertengkaran, sebenarnya kita dan pasangan bisa belajar untuk lebih memahami dan mengerti lebih dalam lagi antara satu dan lainnya. Lewat pertengkaran, pasangan juga akan belajar lebih banyak tentang bagaimana mempertahankan hubungan yang ada di saat masalah ringan pun berat melanda.

Nah, melansir dari laman miracleandmess.com, pertengkaran dalam hubungan asmara khususnya pernikahan justru akan memberi warna baru dalam hubungan tersebut. Adanya pertengkaran juga akan membuat hubungan yang ada semakin kuat selama pertengkaran itu tidak berlebihan.

Bahkan Para ahli menyebutkan jika untuk meredakan pertengkaran dalam hubungan yang paling penting adalah sikap mengalah dari salah satu pasangan. Mengalah sendiri bukan berarti kalah, tapi lebih kepada menghargai dan menghormati pasangan dengan lebih baik lagi. Mengalah juga sering diartikan sebagai sikap untuk memahami dan mengerti lebih dalam tentang apa yang sedang dipikirkan pasangan.

Menurut Dr Michael Murphy dari Carnegie Mellon University, saat terjadi pertengkaran dalam hubungan, berpelukan bisa menjadi solusi pertengkaran tersebut. Berpelukan selepas bertengkar atau saat bertengkar, secara perlahan tapi pasti akan menenangkan perasaan pasangan antara satu sama lain.

Adanya kontak fisik lewat berpelukan juga akan membuat amarah yang sebelumnya membara, bisa terkontrol dengan baik hingga akhirnya menjadi sebuah perasaan tenang serta damai. Karena sebuah pelukan yang tulus akan membuat seseorang merasa disayangi, dicintai dan lebih dihargai.

Lebih lanjut Murphy mengatakan, “Berpelukan adalah cara jitu untuk meredam amarah. Lewat pelukan, seseorang akan merasa mendapat kasih sayang, cinta, dukungan, perasaan tenang, kepuasan dalam hubungan dan semangat menjadi pribadi lebih baik lagi. Berpelukan secara ilmiah mampu memberikan emosi dan energi positif.”

Nah, karena ada banyak manfaat berpelukan dengan pasangan, jangan pernah enggan memeluk pasangan saat suka, duka pun kecewa ya. Apalagi selepas bertengkar karena satu-dua hal.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top