Tips

Konflik Didunia Kerja Itu Biasa, Kenali Penyebabnya Agar Kantormu Tak Banyak Drama

Saat bekerja kamu pasti bertemu dengan berbagai macam orang dengan latar belakang, sifat dan cara pandang yang berbeda. Kalian bertemu dan disatukan dalam satu kantor untuk melaksanakan tugas masing-masing demi mencapai tujuan perusahaan. Namun karena perbedaan latar belakang dan cara pandang, konflik pun bisa saja muncul.

Ada saja benih-benih pertentangan yang bisa menjadi penyebab konflik. Kalau itu terus terjadi suasana kantor pun pasti akan terasa tak nyaman lagi. Agar bisa bekerja dengan nyaman, kamu harus memiliki inisiatif untuk mengenali dan mencari penyebab konflik tersebut. Membiarkan konflik terus berlarut-larut hanya akan semakin merugikan banyak pihak.

Komunikasi Yang Buruk Dapat Menyebabkan Timbulnya Konflik Di Tempat Kerja

Entah itu dengan keluarga, teman main, pasangan ataupun teman kerja, komunikasi yang baik merupakan poin penting untuk menjaga keharmonisan sebuah hubungan. Jika komunikasi tidak berjalan dengan baik, maka akan semakin besar pula kemungkinan kamu untuk mengalami konflik dengan orang-orang di sekitarmu. Misalnya, ketika bekerja di kantor, ada beberapa pekerjaan yang memang berkaitan dengan beberapa divisi sekaligus. Jika tak ada komunikasi terarah mengenai detail pekerjaan setiap anggota divisi, maka bisa terjadi kesalahpahaman. Hal ini berujung pada saling tuding dan terjadilah konflik. Kadang masalah sepele pun bisa menjadi besar karena komunikasi yang buruk.

Intonasi juga memegang peranan penting dalam bahasa tutur atau lisan. Penggunaan intonasi yang tidak tepat bisa menimbulkan kesalahpahaman. Kebanyakan pertengkaran itu terjadi karena sepuluh persen berbeda pendapat dan sembilan puluh persen karena intonasi yang tidak tepat. Jadi jika kamu ingin menghindari konflik dengan teman kerja, sebaiknya mulailah belajar berkomunikasi dengan baik. Dengan begini kamu dan rekan kerjamu pun bisa merasa nyaman saat mengemukakan pendapat atau menerima kritik.

Kompetisi Bisa Jadi Penyebab Suasana Kantor Menjadi Tegang

Keberadaan beberapa divisi dalam sebuah perusahaan memang tidak bisa terhindar dari aroma persaingan. Demi menunjukkan siapa yang terbaik kepada direksi, kompetisi yang sengit pun tak lagi bisa terhindarkan. Sayangnya adanya kompetisi di dalam suatu perusahaan juga menjadi penyebab konflik dengan rekan kerjamu. Apalagi jika kompetisi dilakukan dengan cara yang tak sehat, akan menjadi semakin sulit untuk menemukan kenyamanan saat bekerja.

Persaingan memang dibutuhkan untuk mengembangkan kemampuan dan memastikan karier terus berkembang. Tetapi kamu juga harus menghindari bersaing dengan cara yang kotor, entah dengan usaha menyabotase, sikap yang terlalu individualis atau bahkan memfitnah rekan kerja hanya untuk mendapatkan simpati dari atasan. Berusahalah untuk menciptakan suasana kompetisi yang sehat dan tidak saling menjatuhkan.

Sikap Yang Tidak Profesional Dengan Membawa Masalah Pribadi Ke Kantor Bisa Jadi Penyebab Konflik Dengan Rekan Kerjamu

Entah sedang bertengkar dengan pacar ataupun karena banyaknya tunggakan yang belum terbayarkan hingga membuat kepala pusing dan sulit berkonsentrasi untuk hal lain, tak selayaknya membawa masalah pribadi hingga ke ranah kerja. Apalagi jika masalah pribadi itu hingga menjadi penyebab konflik dengan rekan kerja. Ini bukan tindakan yang benar.

Setiap orang memiliki masalah pribadinya masing-masing.  Biasanya orang yang sedang memiliki masalah pribadi akan menunjukkan beberapa tanda-tanda, seperti terlambat datang ke kantor, kurang produktif, tidak fokus, tiba-tiba jadi pendiam atau cenderung marah-marah, tidak menyelesaikan pekerjaan tepat waktu dan terkadang mengambil waktu istirahat yang lebih lama dari biasanya. Jika sedang memiliki masalah pribadi, sebaiknya segera atasi agar tidak jadi beban pikiran saat bekerja. Sebisa mungkin berusahalah untuk tidak membawa masalah pribadi ke lingkungan kantor agar tidak memancing masalah yang lebih besar. Kendalikan pikiran dan sikapmu untuk tetap bekerja profesional dengan tidak membawa masalah pribadi ke ranah kantor, begitupun sebaliknya.

Tekanan Kerja Juga Dapat Menjadi Penyebab Konflik Jika Tidak Segera Dikendalikan Dengan Baik

Konflik bisa terjadi bukan hanya dari individu, tetapi bisa juga dari perusahaan itu sendiri. Tekanan kerja yang dibebankan perusahaan kepada karyawannya juga bisa menjadi pemicu konflik. Hal itu bisa membuat para karyawan depresi hingga mereka merasa terbebani saat menjalani pekerjaannya. Deadline yang terlalu ketat dan teman kerja yang tidak bisa diajak bekerjasama akan membuat tekanan yang dirasakan karyawan kian meningkat. Kalau sudah begitu, potensi terjadinya konflik pun kian besar.

Untuk menyikapi hal tersebut, kamu menyelesaikan pekerjaan satu persatu sesuai dengan to do list hari itu. Kamu bisa urutkan pekerjaan dengan prioritas paling penting. Jika ada masalah jangan segan untuk mendiskusikannya dengan atasan. Jangan menanggung tekanan itu sendiri, karena hal itu ibarat bom waktu yang bisa meledak sewaktu-waktu dan bisa menimbulkan efek negatif.

Chemistry Yang Kurang Antar Sesama Rekan Kerja Bisa Menjadi Sebab Konflik Itu Bermula

Saat kamu dan rekan tidak dekat maka mustahil  bisa tercipta chemistry satu sama lain, kalau sudah begitu suasana kantor pun menjadi canggung dan tak lagi nyaman. Meskipun kompetisi tidak bisa terhindari, bukan berarti kamu dan rekan kerja bersikap layaknya orang yang bermusuhan. Karena gaji bukan satu-satunya alasan orang untuk tetap bertahan di suatu perusahaan, rasa nyaman dan hubungan dekat dengan rekan kerja juga penting. Agar bisa merasa nyaman saat berbagi pendapat dan masukan terkait pekerjaan, akan lebih baik jika kamu menjalin kedekatan dengan rekan di kantor. Untuk itu makan bersama pada saat jam istirahat atau sesekali bepergian bersama teman-teman kantor tidak ada salahnya. Selain jadi lebih dekat, ini juga kesempatan untuk lebih bisa saling memahami satu sama lain.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Bahagia Adalah Cara Pintar untuk Merayakan Hidup yang Lebih Bermakna

Merasa lelah karena didera masalah? Depresi karena banyaknya tanggung jawab yang membebani? Hingga rasa cemas yang tak henti-hentinya memenuhi isi kepala. Ya, hampir setiap orang sedang berjuang untuk menghadapi itu semua.

Memang sih, masih banyak hal-hal bahagia yang bisa kita ingat untuk menghibur hati. Tapi, kenapa akhir-akhir ini semua itu seolah terlihat menjauh, ya? Bukan, itu hanya perasaanmu saja.

Nah, demi menyelamatkanmu, bagaimana jika kami akan memberimu langkah yang mungkin lebih mudah dari yang terbayang sebelumnya agar kamu benar-benar bisa merasa bahagia. Biarlah kami bercerita, kamu cukup diam dulu untuk membaca dan memahaminya. Tentang bagaimana langkah-langkah dasar yang sebenarnya bisa kamu jalani untuk hidup yang lebih bermakna.

Bahagia Itu Adalah Bentuk Lain dari Pengalaman  

Memang sih, akan terasa mengada-ada jika kita diminta untuk bahagia, ditengah-tengah situasi sulit yang mungkin sedang diderita. Kebahagiaan itu sebenarnya merupakan kumpulan kecil dari makna-makna perjalanan dan kepuasan yang didapatkan.

Jaringan Solusi Pembangunan Berkelanjutan AS merilis Laporan Kebahagian Dunia, setiap tahunnya. Pada laporan tahun 2018, penduduk Firlandia jadi orang-orang yang menempati peringkat pertama untuk penduduk yang paling bahagia. Padahal dari beberapa negara yang diteliti, Amerika justru memiliki tingkat pendapatan yang paling tinggi. Tapi mereka justru berada pada urutan ke-18. Dengan kata lain, meski katanya bisa memilih bahagia karena memiliki apa saja yang diinginkan, belum tentu juga kita bisa mendapat bahagia.

Ini Akan Menjadi Rumit, jika Kita Tak Bisa Memecahkan Persoalan yang Sedang Mendera

Kamu pasti paham, ‘kan? Jika ekonomi Amerika dan penduduknya sudah jadi tolak ukur yang baik untuk berbagai negara. Mereka menghasilkan uang lebih banyak. Namun dari hasil rilisan penelitian yang tadi dijelaskan, negara tersebut justru tak menunjukkan peningkatan kebahagiaan. Konon kesenjangan antara pendapatan dan kebahagiaan ini disebut Easterlin Paradox. Dan tak melulu jadi patokan untuk bahagia yang banyak digadang-gadang orang.

Diri ini mungkin punya uang yang lebih dari cukup, bahwa lebih banyak dari yang sebelumnya kita bayangkan. Tapi kita justru terjebak, berjuang memahami. Kenapa sih kita tak bahagia? Padahal jawabannya sungguh sangat sederhana, bahagia itu adalah pilihan.

Ya, Sesimpel Memilih “Aku Ingin Bahagia Saja”

Diartikan dalam bentuk yang berbeda-beda. Setiap orang pasti punya penilaian yang tak serupa tentang bahagia. Kawan lain bilang bahagianya jika punya rumah dan mobil mewah, tapi untuk kita bisa jadi tak serupa. Jika kebahagiaanmu adalah keadaan, maka kita dapat berkata bahwa kebahagiaan hanyalah pengalaman, atau serangkaian pengalaman.

Selain itu, kebahagiaan juga bisa kita artikan sebagai tindakan untuk menemukan makna hidup dalam pengalaman sehari-hari dengan orang lain. Itulah sebabnya, Worl Happiness Report mengungkapkan bahwa kedermawanan dan jaringan dukungan sosial, juga jadi dua faktor kunci yang akan mengarahkan kita pada bahagia.

Pada setiap bahagia yang mungkin sedang diinginkan, kita menaruh harap untuk orang lain mengambil bagian. Kita percaya, memilih bahagia bisa didapatkan dengan mempersilahkan orang lain berperan untuk hidup kita.

Selanjutnya, Mari Bertindak Jadi Penentu untuk Bahagia yang Kita Inginkan

Jangan terlalu mendengar apa kata orang, jangan pula ikut-ikutan bisikan kawan. Sejatinya bahagia, hanya bisa kita rasakan sendiri. Bukan tentang takaran yang dibuat orang, atau berdasarkan kepercayaan yang digadang-gadang oleh mereka yang ada di sekitar.

Tentukan dan lakukan semua hal yang kita percaya jadi sumber bahagia. Perbuat segala sesuatu yang memang kita percaya. Ini bukan tentang siapa mereka yang ada di dekat kita saja. Tapi bagaimana kita bisa memaknai arti dari bahagia yang kita percaya.

Dan Jadikan Bahagia sebagai Pilihan Bijak demi Hidup Lebih Bermakna

Sesungguhnya banyak cara untuk memaknai hidup lebih dalam. Tapi belajar untuk memilih berbahagia dengan cara yang kita suka adalah salah satunya. Tak pernah ada pihak lain yang tahu, semuanya hanya akan jadi rahasia diri sendiri. Buang semua perkara yang jadi beban, dan mulailah merileksasi diri dengan cara yang kamu percayai.

Pertanyaannya, sudahkah kamu bahagia hari ini?

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Community

Untuk Kamu yang Masih Lajang, Tips Ini Bisa Membantumu Mewujudkan Mimpi Punya Rumah Sendiri

Di zaman sekarang, rasanya sangat sulit untuk mewujudkan impian untuk memiliki rumah sendiri. Terlebih jika kamu ingin memiliki rumah di kota-kota besar. Mengingat lahan di kota besar semakin hari semakin sempit karena pembangunan yang terus menerus dilakukan di kota-kota besar. Untuk itu, Gobagi mencoba membagikan tips agar kamu bisa mewujudkan impianmu untuk memiliki rumah sendiri. Simak tips berikut ini!

1. Membuat Perencanaan

Segala sesuatu tentu harus dilandasi dengan perencanaan yang matang. Nah mumpung kamu masih lajang, kamu perlu memanfaatkan masa lajangmu untuk membuat sebuah perencanaan masa deoan. Kmau harus bisa mengutamakan apa yang patut untuk kamu prioritaskan. Langkah pertama adalah dengan membuat perencanaan keuangan agar kamu tahu kira-kira sejauh mana tabungan yang kamu perlukan untuk mewujudkan impianmu itu.

2. Melakukan Investasi

Kamu bisa melakukan investasi dengan banyak cara. Asalkan kamu punya cukup modal untuk melakukannya. Misalnya kamu bisa membeli barang dengan nilai investsi yang cukup baik seperti emas.

3. Mencari Lokasi Terbaik

Setiap orang tentu menginginkan lokasi tempat tinggal yang terbaik. Namun sayangnya hal ini serasa sangat sulit diwujudkan jika kamu tinggal di kota besar. Tak perlu risau, kamu tetap bisa kok mendapatkan lokasi terbaik jika kamu jeli dalam memilih. Usahakan untuk memilih lokasi hunian yang memiliki akses mudah dengan pusat kota.

4. Tak Ada Salahnya Memilih Bangunan Vertikal untuk Tinggal

Sempitnya lahan di kota besar tentu juga akan menyulitkanmu untuk mendapatkan hunian yang pas. Tak ada salahnya kok kamu memilih hunian bangunan vertikal seperti apartemen. Karena memang saat ini apartemen dinilai sebagai hunian yang nyaman, aman, dan terjangkau harganya.

5. Pilih Tenor yang Sesuai dengan Kesanggupanmu

Pastikan kamu memilih tenor yang sesuai dengan kesanggupanmu. Sesuaikan saja jangka waktu cicilan dengan pendapatanmu sehingga kamu tak akan tersiksa dengan tagihan cicilan apartemen yang besar.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Agar Dilirik Lelaki, Mari Belajar Mandiri

Biasanya perempuan diminta untuk bersikap lebih manis, agar lebih dilirik lelaki. Duh, ini sebuah pernyataan yang perlu dibenahi. Karena selain sikap manis yang katanya dimintai itu, kemandirian justru lebih banyak dicari. Yap, hal ini dinilai jadi satu kualitas yang perlu kamu tunjukkan. Mulai tak bergantung pada orang, hingga terlihat bisa melakukan banyak hal tanpa bantuan orang.

Disisi lain, katanya perempuan mandiri sering dinilai terlalu mengintimidasi lelaki, padahal faktanya beberapa lelaki justru tergila-gila pada kemandirian seorang perempuan. Lantas, bagaimana bentuk kemandirian yang dimaksudkan? Kira-kira begini, nih!

Meminta Pendapat Itu  Wajar, tapi Bukan Berarti Selalu Meminta Izin untuk Apa yang Akan Dilakukan

Menjadi perempuan mandiri, kamu harus paham. Jika tak semua hal perlu untuk dibagikan pada pasangan. Namun, berbeda ceritanya, jika yang akan kamu tanyakan adalah sesuatu yang menyangkut hubungan. Jelas ini masih wajar. Selebihnya, tanpa merasa bergantung pada seorang pihak, kamu bisa melakukan banyak hal sendiri. Padamu ada rasa percaya akan kesetaraan peran antara laki-laki dan perempuan. Maka kamu hanya merasa butuh berbagi cerita dan pendapat saja. Bukan menggantungkan semua keputusan pada dirinya.

Tak Merasa Perlu Ditemani Setiap Saat, Kamu Bisa Melakoni Banyak Hal Seorang Diri

Lupakan dulu seseorang yang mungkin bisa dimintai bantuan, ini tentang apa yang bisa kamu lakukan dengan yang mungkin tak bisa. Berbeda dengan perempuan lain yang hanya akan melakukan sesuatu dengan bantuan teman atau pasangan. Kamu justru tumbuh dengan karakter yang berbeda dari biasanya

Bukan ingin berkata bahwa kamu bisa melakukan semua hal seorang diri, namun untuk perkara-perkara yang memang bisa ditangani sendiri. Kamu tak pernah meminta bantuan orang lain, hanya untuk menyelesaikannya. Manis mungkin jika apa yang kamu lakukan mendapat bantuan dari dia yang tersayang. Tapi kemampuanmu untuk mengerjakan sesuatu seorang diri, selalu jadi nilai lebih.  

Paham Apa yang Dimau, Semua Kamu Lakukan dengan Sungguh-sungguh

Kamu terbiasa dengan pernyataan “iya” untuk sesuatu yang diinginkan, dan “tidak” untuk sesuatu yang tak diinginkan. Tak ada basa-basi yang memperkeruh situasi. Kamu selalu paham, tentang apa yang sebenarnya sedang kamu inginkan. Mulai dari menekuni hobi, menjalani sesuatu yang disukai, dan hal-hal lain yang mungkin dimimpikan. Semua kamu lakukan dengan satu niat yang jelas. Terarah dan diselesaikan dengan baik dan tepat.

Bertanggung Jawab untuk Segala Hal, Semua Urusan Selalu Dikerjakan dengan Benar

Mengerti arti pentingnya sebuah kepercayaan, kamu selalu menanamkan rasa tanggung jawab yang besar untuk segala kepentingan. Tak hanya pada perkara hubungan, hal serupa juga berlaku untuk sisi kehidupan lain yang memang akan kamu jalankan.

Jadi tak heran, jika setiap lelaki yang melihatmu selalu terkagum dan terkesan. Karena tak hanya jadi perempuan yang terlihat serius untuk pilihan-pilihan hidupnya. Kamu juga selalu menjadi sosok yang berbeda dengan caramu bertanggung jawab pada semua hal yang ada.

Memiliki Pendirian yang Kuat, Tak Mudah Terpengaruh oleh Bisik-bisik Kawan

Konon perempuan sangat mudah terbawa arus. Latah mengikuti apa yang dilakukan perempuan lain. Hingga selalu ikut-ikutan dengan apa yang sedang digilai zaman. Anehnya, tak satu pun sikap itu ada pada dirimu. Semua yang kamu lakukan, selalu lahir dari buah pikir sendiri. Bukan karena ingin dilirik orang, tidak pula untuk ajang pamer pada kawan. Kamu melakukan apa yang kamu cintai, mengerjakan apa yang kamu ingini, dan selalu berusaha untuk menunjukkan bahwa dirimu berbeda. Dengan tak perlu ikut-ikutan perempuan lainnya.

Beberapa Kali Bisa Juga Bersikap Manja, tapi Masih dalam Porsinya

Yap, semandiri apa pun kamu, perempuan pastilah punya sisi manja pada setiap dirinya. Tak melulu bersikap jutek dan tegas bak seorang petugas. Kamu paham, ada waktu dimana kamu perlu melonggarkan sisi mendirimu. Dan membiarkan pasangan masuk untuk mengisinya. Menempatkan jadi perempuan yang ingin dilindungi tanpa harus diintimidasi.

Kamu paham, bagaimana takaran yang pas untuk sikap manja yang sedang dibicarakan. Tak selalu harus serius, tapi kamu juga paham, jika bersikap manja terlalu berlebihan juga tidak dibenarkan.

Dan yang Terpenting, Kecerdasan dan Percaya Diri yang Tinggi, Jadi Hal Wajib yang Harus Kamu Miliki

Barangkali ini jadi babak paling mengagumkan dari seorang perempuan. Tentang bagaimana ia memandang suatu hal dengan tingkat percaya diri yang juga ia miliki dalam hidupnya. Bukan tentang seberapa cantik kamu, tak pula perihal seberapa bagus warna kulitmu. Namun menjadi sosok perempuan pintar yang juga memiliki  wawasan luas, akan selalu membuatnya dipandang jadi sosok yang mengagumkan. Tapi yang paling penting adalah kepercayaan dirimu pun tak boleh dilewatkan.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top