Trending

Kisahnya Segera Tayang, Ditto dan Ayudia Membuat Kita Belajar Bahwa Mencintai Sahabat Itu Memang Tak Gampang

Setelah buku kuningnya laris terjual dan dibeli banyak orang, film yang mengisahkan perjalanan cinta mereka akan segera tayang. Yap, kamu tentu tahu, mereka ini adalah bapak dan ibunya Sekala Bumi, Ditto dan Ayudia.

Saling kenal sejak SMP ternyata diam-diam Ditto sudah menyukai Ayu sejak lama, namun dengan berbagai pertimbangan atas nama persahabatan ia masih memilih menyimpan perasaannya. Hingga akhirnya 13 tahun berjalan, barulah ia berani menyampaikan jika ia memang benar-benar tulus kepada Ayu. Kemudian menikah, dan kini sudah punya Sekala yang jadi warna baru untuk hidup mereka berdua.

Sekilas hal ini terlihat menyenangkan, bahkan berhasil membius beberapa orang untuk melakukan hal yang sama. Baik memang, sebab cerita mereka jadi bukti jika jodoh terbaik kadang kala berada di sekeliling kita. Tapi jangan dulu senang, sebab penantian dan perjuangan mereka berdua tak terjadi dengan instan. Dengan kata lain, meski Ayu adalah sahabat dari Ditto bukan berarti semuanya jadi mudah.

Sering Dipikir Sebagai Sepasang Kekasih, Padahal Saat Ini Perasaan Sayang Masih Tersimpan Dihati

Sumber : https://www.instagram.com/ayudiac/

Kita pribadi mungkin boleh senang, bahkan kerap mengamini semua pernyataan orang yang berpikir bahwa kamu dan dia berpacaran. Namun seketika semua harapan bisa runtuh tatkala ia menjawab semua tudingan dengan, “Kita berdua cuma sahabatan kok, nggak lebih.”.

Sesaat setelah mendengar pernyataannya itu, kita mungkin bisa tersenyum, tapi sebenarnya hati sedang meringis. Tak perlu merasa sedang dipermainkan, jika memang ia masih menganggap hubungan ini sebatas teman, tentu tak masalah. Toh hatinya masih bisa berubah.

Dianggap Sebagai Sahabat Dekat, Kita Jadi Tempat Curhat Segala Keluhannya

Sumber : https://www.instagram.com/ayudiac/

Diajak berdiskusi oleh orang yang diam-diam kamu cintai tentu terasa menyenangkan. Membantunya memilih jenis pekerjaan, merekomendasikan tempat-tempat liburan, hingga hal lain yang mungkin menyangkut masalah keluarga. Tak apa, ini semua jelas membuat kita bahagia. Sebab itu artinya ia mengakui keberadaan kita dalam hidupnya.

Namun akan mendadak terasa tak enak, jika tiba-tiba ia akan meminta pendapat perihal sosok lain yang mungkin sedang disukainya atau sebaliknya. Berperan sebagai seorang sahabat yang sedang diminta masukan, sebisa mungkin kita harus bersikap netral. Jangan buru-buru tunjukkan bahwa kamu sedang cemburu.

Kadang Tak Perlu Ditembak, Cukup Tunjukkan Saja Jika Kita Memang Cinta, Tapi Itu Jelas Tak Mudah

Sumber : https://www.instagram.com/dittopercussion/

Nah untuk poin  yang satu ini memang terlihat mudah, cukup lakukan yang terbaik saja. Dari situ ia akan tahu, bagaimana sebenarnya rasa yang kita miliki padanya. Tapi untuk merealisasikannya pada kehidupan sebenarnya jelas tak gampang.

Pasti ada satu atau dua kesempatan yang kadang membuat kita cemburu. Meski sudah mengorbankan waktu, ia justru lebih sibuk dengan orang lain atau justru gebetannya. Wajar memang, sebab ketidaktahuannya akan perasaan kita membuat ia tak merasa perlu untuk menjaga perasaan, apa lagi untuk sesuatu yang kadang membuat kita cemburu.

Namun jika memang rasa yang kita miliki tulus, cukup lakukan yang terbaik saja. Perkara akan dilirik atau tidak, biarlah urusan belakangan. Tak perlu terburu-buru untuk menyatakan perasaan, jika tak mau hubungan yang ada berantakan. Sebab meski sudah mengenal Ayu selama 13 tahun lamanya, konon Ditto tak pernah memintanya untuk menjadi pacar.

Bersahabat dengannya Membuat Kita Tahu Seluk Beluk Kehidupannya, Termasuk Jumlah Mantannya

Sumber : https://www.instagram.com/dittopercussion/

Barangkali kamu juga pernah merasakan bagaimana cemburunya kita pada mantan dari pasanganmu sekarang, padahal kenal pun tidak. Tapi lagi-lagi dengan berbagai alasan, kita kerap merasa risih jika pasangan mulai bercerita dan menyinggung ke ranah sana. Lalu bayangkan, jika kamu akan menikah dengan seseorang yang dulunya pasti bercerita tentang siapa-siapa yang menjadi pacarnya.

Menarik memang, bahkan jika boleh berpendapat mungkin akan membuat kita senyum-senyum sendiri. Bagaimana mungkin manusia yang dulunya kita beri petuah untuk urusan cinta, kini mendadak sudah jadi teman yang akan hidup bersama hingga tua.

Hingga Ditikam Dilema, Mengungkapkan atau Melepasnya dengan Orang Lain

“Tembaklah perempuan di saat yang tepat, jangan hanya dijadikan pacar tapi jadikan teman hidup, karena kalau ditempat dari dulu nih cewek udah kabur duluan.”

Ungkapan Ditto yang satu ini jelas benar, coba bayangkan jika ternyata dulu Ditto sudah menembak Ayu sejak pertama kali sadar bahwa ia mencintainya. Mungkin Sekala tak akan di dunia, sebab seperti kata Ditto tadi, Ayu mungkin sudah kabur dan meninggalkannya.

Tak apa jika sekarang ia mungkin justru berpacaran dengan yang lain. Jika ternyata semesta menjodohkannya dengan kita, pacarnya bisa apa? Satu hal yang perlu kita ingat, tetap tunjukkan dan lakukan yang terbaik untuknya. Ketulusan memang mahal harganya, untuk itu kerap susah dilakukan pada kehidupan nyata, namun hasilnya tentu saja menyenangkan. Dan bukti nyata yang bisa kita lihat adalah Ditto dan Ayudia.

Mencintai sahabat memang tak gampang, tapi jelas akan menyenangkan jika memang dijodohkan oleh Tuhan.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Yakin Pacarmu Setia? Coba Tanyakan Beberapa Pertanyaan Ini Padanya!

Bukan bermaksud untuk menggoyahkan kepercayaanmu pada sang pacar, namun yang namanya kesetiaan ‘kan perlu dibuktikan. Meki kadang kita pun bingung bagaimana cara menyampaikan rasa keingintahuan tersebut dengan cara yang tepat.

Yap, dengan alasan tak mau membuat pacar tersinggung, sebagian dari kita justru lebih memilih diam, tak memperpanjang pertanyaan. Walau ada beberapa kegundahan yang memang perlu disampaikan.

Nah, kali ini, demi membantumu, ada beberapa pertanyaan yang bisa kamu pakai untuk meyakinkan diri jika si dia memang setia. Dan jika jawabannya memang terdengar menyakinkan, maka tak perlu ada yang kamu ragukan.

“Kamu Mau Tidak, Menerima Aku Apa Adanya?”

Iya sih, kata Tulus kita tak boleh mencintai apa adanya. Tapi, kamu perlu paham kalau sebagai pihak yang menanyakan ini konteksnya agak berbeda. Karena tujuan awal memang ingin mempertanyakan kesetiaan, maka kalimat ini bisa kamu jadikan pertanyaan.

Selanjutnya kamu boleh menilai, apa balasan yang ia sampaikan padamu tentang pertanyaan yang barusan kamu katakan. Jika memang dirasa cukup menguatkan, maka bertahan tak salah untuk kamu lakukan.

“Kalau Aku Minta Kamu Gambarkan Kesetianmu dengan Tiga Kata, Kamu Akan Bilang Apa Sama Aku?”

Beberapa sosok yang tidaklah benar-benar sayang, mungkin akan buru-buru mencari kata atau kalimat paling manis untuk didengar pasangan. Tapi dia yang benar-benar setia, mungkin akan menjawabnya dengan kalimat sederhana yang penuh makna. Tak berisi banyak janji, tapi apa yang ia jadikan jawaban adalah sesuatu yang ia yakini bisa diberikannya padamu.

“Mantanku Hubungi Aku Lagi, Kira-kira Apa yang Harus Aku Lakukan?”

Jika dia yang kamu panggil pacar akan buru-buru marah dan terlihat tak senang. Itu artinya, ada hal yang perlu kamu pertimbangkan lagi untuk tetap menjadikannya pasangan. Cemburu mungkin sah-sah saja, tapi tergesa-gesa untuk marah dan emosi hanya karena seseorang yang ada di masa lalu pasangannya, jelas tak baik.

Cobalah simak penuturannya, tentang bagaimana respon yang akan ia sampaikan perihal mantan yang kini tiba-tiba datang.

“Dari Sekian Banyak Orang, Kenapa Kamu Milih Aku Untuk Jadi Pacar?”

“Karena kamu itu…” jelas sudah terdengar biasa, apalagi jika kata selanjutnya adalah bualan receh yang biasa dipakai oleh lelaki remaja. Ini perlu kamu dengarkan dengan seksama. Karena dari sini, kamu bisa menilai bagaimana ia menempatkanmu dalam hidupnya.

Entah sebagai pacar biasa, sebagai pacar sementara, atau sebagai calon teman hidup yang akan menemaninya hingga tua. Pasang telinga dan duduklah, dengarkan baik-baik apa yang menjadi alasannya.

“Aku Pasti Sering Sibuk Kerja, Kamu Siap Menerimanya?”

Untuk urusan ini, memang perlu kita diskusikan dengan pacar mulai dari sekarang. Sebab, sebuah hubungan hanya akan bisa berjalan lancar, jika keduanya dapat saling mendukung dan terbuka atas apa yang menjadi keresahan.

Kamu mungkin khawatir ia akan protes karena sebagian besar waktumu tersita untuk bekerja. Untuk itulah kamu perlu bertanya padanya. Jika ternyata ia bisa memahami dan memaklumi kesibukan yang kamu punya, rasanya ia pantas untuk dipertahankan maupun dijadikan pasangan masa depan.

“Diriku Bukanlah Anak Orang Berada, Kamu Siap Untuk Hidup Sederhana?”

Sosok yang benar-benar setia tak akan memintamu untuk melakukan hal-hal yang sejatinya tak bisa kamu lakukan untuknya. Maka, sedari sekarang kamu boleh sampaikan, sejauh mana kemampuanmu untuk membahagiakannya kelak, dan apa saja yang mungkin sulit untuk kamu berikan padanya.

Dari reaksinya, kamu akan bisa tahu dan menimbang rasa. Apa yang memang benar-benar ia inginkan darimu. Hidup bersama untuk bersenang-senang saja, atau menikmati semua hidup dalam suka dan duka.

“Suatu Saat Nanti, Aku Mungkin Akan Tua dan Tak Lagi Gagah. Kamu Yakin Masih Akan Mencintaiku dengan Rasa yang Sama?”

Hidup terus berjalan, kita bisa saja yakin untuk mencintainya dengan rasa yang sama. Tapi isi hatinya, tak ada yang bisa menerka. Untuk itulah kita perlu bertanya, sanggupkan ia akan tetap mencinta jika kelak sudah menua?

Setiap orang memang boleh saja ingkar, tapi setidaknya jawaban atas pertanyaan yang kita sampaikan, boleh jadi alasan, mengapa akhirnya kita memilihnya sebagai teman hidup di masa depan.

Jadi kapan, kamu akan bertanya pada pacarmu?

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Adakah yang Salah dari Seseorang yang Tak Suka Bepergian Setiap Kali Libur Panjang Lebaran?

Selepas libur panjang lebaran yang baru saja usai, ada beberapa pertanyaan yang mungkin datang. Kemana saja kamu selama liburan? Atau kenapa kamu tak kemana-mana selama liburan?

Untuk kamu yang memang tak begitu menyenangi keramaian, yang jelas akan menjadi suguhan. Menghabiskan waktu untuk bersantai di rumah, mungkin sudah jadi kebiasaan baik yang selama ini kamu lakukan. Anehnya, mereka yang mengaku sebagai teman, justru kerap merasa bingung, mengapa kamu lebih suka bepergian saat semua orang bekerja, dan duduk manis di rumah saat semua orang pergi liburan bersama.

Yap, merasa sedang diintrogasi atas sebuah kesalahan. Kamu yang memang lebih senang menghabiskan jatah cuti lebaran dengan bersantai di rumah,beberapa hal ini mungkin jadi sesuatu yang sedang kamu rasakan.

Sejak Awal Tahun Sudah Bekerja, Kali Ini Biarkan Kami Bersantai di Rumah

Nah, ini mungkin jadi alasan logis yang sedang dipikirkan. Coba bayangkan, Setelah libur tahun baru kemarin, kita sudah bekerja penuh. Mengurungkan rasa lelah dan capek demi tanggung jawab di tempat kerja. Sampai, meski kurang enak badan pun. Kita masih semangat untuk bekerja.

Maka kali ini, daripada sibuk bertanya mengapa kami tak kemana-mana selama libur lebaran tiba. Jawabannya mungkin, karena kami ingin lebih menikmati waktu bersantai di rumah dengan sanak saudara.

Berkumpul dengan Keluarga Besar Jadi Momen Langka, Ini Saat yang Tepat Untuk Menikmatinya

Berpuasa sebulan penuh, kemenangan di hari Idul Fitri memang ditandai dengan saling bermaaf-maafan dengan semua keluarga besar dan semua kerabat kita. Jika selama ini, waktu yang kita punya selalu terkuras untuk perkara pekerjaan. Kali ini biarkan, diri untuk bisa lebih menghargai kebersamaan yang sedang dilakoni bersama.

Entah itu sekedar duduk-duduk sembari bercerita bersama, menikmati santapan lebaran yang ada di rumah, hingga mengadakan kegiatan lain yang masih bisa dilakukan bersama dalam rumah.

Semuanya sah-sah saja, karena tujuan utamanya adalah menikmati momen bersama dengan keluarga.

Lagipula Semua Orang Berlibur Serentak, Semua Tempat Wisata Pastilah Padat

Gambarannya begini, liburan lebaran kan dirayakan hampir semua orang. Baik yang merayakan lebaran atau yang tidak. Nah, biasanya ini akan jadi kesempatan untuk menyambangi tempat-tempat wisata. Dari sini kita sudah punya gambaran, berapa banyak orang yang akan kita temui disuatu tempat yang mungkin akan dikunjungi bersama.

Maka, memilih untuk menghabiskan waktu libur lebaran untuk bersantai di rumah. Bukanlah sebuah pilihan yang salah, karena ini akan jauh lebih terasa menyenangkan untuk kita. Daripada harus pergi berwisata tapi berdesak-desakan dengan pengunjung lain. Karena semua orang sama-sama liburan.

Daripada Harus Menghabiskan Waktu Dijalan, Lebih Baik Istirahatkan Badan

Perkara lain yang juga jadi bahan pertimbangan adalah kondisi jalanan yang akan kita tempuh bersama, ke tempat yang mungkin akan dijadikan tujuan. Kalau kamu yang kebetulan tinggal di Jakarta, dan akan menyambangi tempat-tempat di sekitaran pusat kota. Mungkin tak akan ada halangan jalanan macet seperti biasa. Tapi, lain ceritanya jika libur lebaranmu yang dihabiskan di kampung halaman di daerah.

Bukan apa-apa, jumlah orang yang pulang ke kampung halaman tiap kali lebaran. Pastilah ramai dan jauh lebih banyak dari biasanya. Bukannya, menikmati liburan di tempat tujuan. Jangan-jangan kita hanya akan terjebak di jalanan. Kalau sudah begini, duduk manis di rumah lebih baik dijadikan pilihan.

Toh Setiap Orang Punya Cara yang Berbeda Untuk Menikmati Liburannya…

Hal lain yang juga mesti dipahami setiap kita adalah, perbedaan pola pikir dan cara pandang masing-masing manusia. Kamu mungkin menilai, pergi berlibur di masa lebaran jadi pilihan yang menyenangkan.

Tapi disisi lain, ada juga manusia yang seperti kami. Manusia yang lebih memilih berdiam diri di rumah, dan menikmati kebersamaan yang ada. Karena tak mau dipusingkan dengan hal-hal luar yang justru tak akan mendatangkan kesenangan.

Karena baik bagi kita, belum tentu baik untuk yang lainnya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Setelah Donat Mie, Kini Donug yang Berbahan Rempah dan Ayam Kembali Populer

Setelah Es Kepal Milo, lalu Donat Mie yang kemarin jadi list makanan yang banyak diburu orang. Baru-baru ini, ada lagi jenis makanan baru yang mendadak populer di kalangan para pecinta kuliner. Terlebih para netizen yang kerap mencari referensi makanan dari laman Instagram.

Sumber : www.instagram.com/ramayeux/

Yap, makanan tersebut adalah cronut. Salah satu jenis kuliner yang merupakan gabungan dari croissant dan donat yang diberi nama Donug. Makanan ini lahir dari olahan seorang pria asal Skotlandia bernama Crag Carrick. Crag menambahkan beberapa bahan yang berbeda pada olahan Donugnya. Dan hal itu pulalah yang membuat kreasinya berbeda. Ia menambahkan ayam dan campuran beberapa rempah untuk menyempurnakan rasa racikannya.

Sumber : www.instagram.com/sharktankau/

Mengutip dari Evening Standart, donug mulai viral ketika Crag dan sang istri memerkan hasil kreasi mereka di salah satu stasiun televisi di Australia. Cara pengolahannya pun terbilang cukup mudah, sebab kata Crag, dirinya hanya butuh mencampur adonan donat dengan ayam buras dan rempat-rempah. Kemudian melumuri adonan dengan tepung jagung serta roti, lalu menggorengnya.

Disajikan dengan berbagai macam bumbu, mulai dari kari Jepang, keju Dijon bechamel dan saus pedas. Konon berkat kreasi miliknya ini, Crag mendapatkan tawaran investasi yang cukup besar. Hem, kira-kira kamu tertarik tidak untuk mencoba membuat Donug ala Crag ini?

 

 

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top