Feature

Kisah Patah Hati Paling Sedih Dari Sekedar Ditinggal Pergi Oleh Kekasih

Dari berbagai macam kisah, patah hati karena putus cinta memang jadi babak tersulit dalam kehidupan. Seolah telah dibuat sengsara, kita kerap merasa hidup tiba-tiba terasa begitu berat. Tak bisa dibendung, ada berbagai macam perasaan yang memang sulit untuk dijelaskan. Sakit itu jelas, tapi tentu tanpa harus merasa hidup kita sudah berada di ambang pintu kehancuran.

Faktanya tak hanya kisah cinta yang membuat kita patah hati, di luar sana ada berjuta-juta orang yang juga sedang berjuang untuk kembali hidup dari sisa luka patah hatinya. Bukan karena perkara pacar, karena ada banyak situasi lain yang lebih sedih dari sekedar ditinggal pergi oleh kekasih. 

Sudah Mengandungnya 9 Bulan, Namun Saat Terlahir ke Dunia Sang Anak Malah Pergi Untuk Selama-lamanya

Karena cinta tak hanya tentang perempuan dan laki-laki dewasa yang ingin saling bersama saja. Rasa yang sama dengan kekuatan yang tak kalah hebatnya juga dimiliki oleh seorang ibu kepada anaknya. Tanpa harus merasa kita jadi pihak yang paling merana sedunia, coba bayangkan bagaimana hancurnya hati seorang ibu yang ditinggal pergi begitu saja oleh anak yang sudah sekian lama dinantinya.

Janin yang telah dikandung selama 9 bulan, dirawat dengan sepenuh hati namun saat sosoknya telah terlahir ke dunia, dia justru harus pergi. Hidup  memang sulit sekali diterka, begitu pula alasan kematian anak yang sering diluar kuasa orangtua.

Berjuang Melawan Sakit Demi Kesembuhan, Lalu Tiba-tiba Pergi Karena Nyawa Tak Lagi Bisa Ditahan

Mungkin akan tidak terlalu sakit dan membekas jika ini akan terjadi pada mereka yang sudah lanjut usia. Tapi bukan pula sedang berdoa yang tak baik untuk mereka. Tapi pernahkah kita mencoba untuk memahami sakitnya hati kedua orangtua, ketika harus melepas pergi anaknya yang selama ini ditemani untuk berjuang dari penyakit yang dideritanya? Hancur berantakan bahkan sulit untuk dijelaskan.

Dan tak hanya tentang perihal hubungan anak dan orangtua saja. Cerita serupa juga sering terjadi antara dua orang pasangan yang saling cinta. Harus berpisah karena sakit yang dideritanya.

Inginnya Hidup Bersama Hingga Tua, Tapi Ditengah Perjalanan Salah Satu Pasangan Meninggalkan Dunia Lebih Dulu

Kematian memang selalu menjadi misteri, hal-hal yang menjadi sebabnya pun sering kali datang tanpa diduga. Tengah bahagia untuk hidup bersama yang terasa lengkap, beberapa orang harus rela ditinggal pergi dengan beragam alasan.

Tak perlu jauh-jauh, kamu mungkin sudah tahu kasus penganiayaan yang dilakukan seorang murid yang menewaskan gurunya sendiri beberapa waktu lalu di Sampang, Jawa Timur. Kehilangan suami dengan situasi tengah mengandung calon anak pertama, jelas jadi patah hati terberat untuk sang istri yang ditinggalkan. Tak hanya sekedar ditinggal pergi, kejadian itu sekaligus tanda berakhirnya kebahagiaan yang harusnya masih bisa dirasakan.

Ditinggal Selamanya Itu Menyakitkan, Apa lagi Terjadi Beberapa Saat Sebelum Melangsungkan Pernikahan

Jangan pikir bahwa putusnya hubungan cintamu jadi tragedi patah hati yang paling sakit. Ingatlah bahwa itu semua hanyalah secuil kisah sedih dari banyaknya kejadian lain yang justru lebih sakit. Bukalah mata untuk melihat kejadian lain yang ada di sekeliling kita, misalnya seseorang yang harus ditinggal calon suami atau istri beberapa saat menjelang hari bahagia. Kisah-kisah seperti itu harusnya menjadi pengingat agar kita bisa lebih bijaksana.

Tak perlu merasa diri jadi pihak paling sedih sedunia, sebab kisah patah hati yang lain bisa saja lebih menyayat jiwa daripada cerita cinta yang kamu punya.

Dan dari Berbagai Alasan, Ditinggal Pergi Karena Kecelakaan Jadi Patah Hati yang Tak Kalah Menyakitkan

Tak bisa banyak berkata-kata, mengutuk waktu hingga tak percaya bahwa Tuhan itu ada jadi beberapa gambaran yang sering dirasakan oleh mereka. Berbagai macam pertanyaan pun tiba-tiba memenuhi isi kepala, hingga mengapa hal-hal buruk itu harus menimpa diri?

Bayangkan jika mereka adalah kita, ditinggal sosok yang dicinta dengan alasan kecelakaan yang kadang bersumber dari hal-hal yang sepele yang dianggap receh. Jangankan untuk bisa tersenyum dan menjalani hari lagi, untuk bangun pun terasa berat.

Bukan ingin menganggap perkara sakit hatimu jadi sesuatu yang sepele, tapi setidaknya kisah-kisah patah hati ini bisa jadi gambaran untuk kita selanjutnya. Bahwa meski ditinggal kekasih itu jadi situasi yang menyisakan luka, bukan berarti kita akan lelap dan terus diam dalam sakitnya. Sebab di luar sana, masih banyak cerita sakit hati yang lebih pedih dari apa yang kamu rasa.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Community

Bukan Untuk Membuatmu Lemah, Inilah Alasan Tuhan Memberikanmu Masalah

Hidup tanpa masalah bagaikan laut tanpa ombak, hambar. Setiap manusia pasti mempunyai masalahnya masing-masing. Setiap hari, setiap waktu, kapanpun dan dimanapun itu. Namun janganlah kamu merasa bahwa masalahmu lah yang paling berat, apalagi sampai membenci tuhan karena masalah yang dia berikan. Mungkin inilah beberapa alasan mengapa masalah selalu menghampiri kehidupan.

1. Allah Tahu, Kamu Kuat dan Mampu


Dalam setiap masalah yang Dia berikan, kamu akan menjadi sosok yang lebih kuat saat berhasil melewatinya. Kamu mungkin tidak pernah tahu apa alasan tuhan memberikanmu masalah, tapi yang harus kamu tahu selalu ada hikmah dari setiap masalah yang kamu alami. Masalah juga akan melatih mental dan cara berpikirmu. Allah tahu, kamu mampu.

2. Menyadarkanmu dari Kesalahan Di Masa Lalu


Terkadang manusia memang egois, mereka selalu merasa benar sendiri. Setiap dirinya terluka mereka langsung menyalahkan orang lain, padahal mungkin saja itu semua balasan dari perbuatannya di masa lalu. Begitupun dengan masalah yang kamu hadapi, jangan dulu mengutuk keadaan, siapa tahu Allah berniat menyadarkan.

Coba ingat-ingat lagi apakah kamu pernah menyakiti seseorang atau berbuat kesalahan di masa lalu? Mungkin dengan memberimu masalah Allah berharap kamu akan memperbaiki segalanya. Memohon ampunlah pada-Nya dan meminta maaf pada orang yang telah kamu sakiti.

3. Allah Rindu dan Ingin Kamu Kembali Mendekat Pada-Nya


Allah selalu mempunyai banyak cara agar hamba-Nya selalu ingat kepadanya. Mungkin salah satunya adalah dengan memberikanmu masalah. Ibadahmu mungkin kurang, juga kamu masih berharap kepada manusia yang jelas-jelas tidak pasti, maka dari itu Allah ingin membuatmu kembali pada-Nya. Saat sedang dilanda masalah, saat tidak ada seorangpun yang mengerti, maka kamu tidak mempunyai pilihan lain selain mengadu pada-Nya.

4. Allah Begitu Menyayangimu


Pernahkah kamu berpikir kalau bentuk kasih sayang itu tidak berupa kebahagiaan saja? Iya, saat kamu sedang dilanda masalahpun itu pertanda jika Allah sangat menyayangimu. Ada banyak tujuan baik dari masalah yang kamu hadapi, cobalah untuk belajar ikhlas dan menerimanya. Karena hidup bukan hanya tentang manisnya gula juga pahitnya kopi, Allah tahu mana yang lebih kamu butuhkan untuk kebaikanmu.

5. Akan Ada Sesuatu yang Indah Di Balik Setiap Masalah


Terkadang, saking beratnya masalah yang kamu hadapi menyerah adalah pilihan terbaik yang ada di pikiranmu. Namun perlu kamu ketahui bahwa lari dari masalah tidak akan menyelesaikan semuanya. Masalah akan terus menumpuk jika kamu lari begitu saja. Jangan karena satu masalah maka kamu kehilangan arah untuk meraih mimpi yang lainnya.

Mimpi yang telah kamu susun dan perjuangkan sedari dulu, cobalah buka mata hatimu dan mulai berdamai dengan keadaan. Satu hal yang perlu kamu yakini, akan ada sesuatu yang indah dibalik setiap masalah. Kamu hanya perlu sabar dan ikhlas dalam melewatinya.

Memang tidak ada yang ingin gagal dalam hidupnya, namun kita harus sadar bahwa manusia hanya bisa berencana. Ada takdir yang lebih berkuasa dari mimpi, ketika masalah datang cobalah untuk hadapi, jangan lari apalagi sampai mengutuk diri. Yakinkah bahwa kamu bisa melewatinya, Allah tidak akan membiarkan hamba-Nya berjuang sendirian. Bangkit dan berjuang lagi untuk meraih mimpi!

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Agar Tak Membahayakan Diri, Kita Perlu Bijak Mengelola Emosi

Kenyataan yang tak sesuai keinginan, teman yang menyebalkan, jalanan macet tak karuan, atau apa saja yang bisa memancing amarah untuk diluapkan. Serungkali jadi alasan, kita untuk emosi dan marah. Tapi tak semua bisa mengeluarkan uneg-unegnya. Beberapa orang justru diam, meski emosinya sudah ada diambang batas kemarahan.

Sialnya selepas emosi dan marah-marah, ada hal buruk yang bisa saja terjadi atas kita. Membuat lingkungan merasa risih atau tak suka. Namun, seolah tak ada habisnya. Memendam amarah justru bisa berbahaya pada diri kita. Lantas harus bagaimana?

Kenali Dulu Jenis-jenis Emosimu

Setiap emosi dalam hidup kita memiliki peran penting dalam segala hal yang kita lakukan. Berpikir, berperilaku, mengambil tindakan, berbicara, dan bisa terlihat pula pada raut wajah. Sayangnya, masih banyak kita yang belum paham. Bagaimana bisa mengenali emosi dan cara mengelolanya serta membeda-bedakannya. Agar tak lagi terjebak dalam pemahaman yang salah, ini 7 jenis emosi dasar manusia dengan fungsi yang berbeda yang perlu kamu kenali.

Bahkan Sering Merasa Sendiri, Adalah Bentuk Lain dari Emosi

Ya, meski sedang berada di tengah keramaian. Jiwa dan hatimu tetap saja merasa sendiri, manusia dan hal-hal lain yang ada seolah tak berarti. Tak pernah diminta, perasaan selalu merasa sendiri bisa datang kapan saja, yang belakangan diketahui. Ternyata perasaan ini adalah bentuk lain dari emosi.  

Sebab, Meskin Jarang Disadari Memendam Emosi Bisa Berbahaya Pada Diri

Menurut psychmechanics, memendam emosi adalah cara seseorang untuk tidak mengakui emosinya atau tidak mengekpresikan emosi dengan cara yang sehat. Padahal pada dasarnya, emosi tidak bisa ditekan dan tetap harus dikeluarkan dengan cara apapun, salah satunya adalah meditasi. Sebab, emosi yang dipendam justru akan menimbulkan banyak masalah. Bagaimana saja dampaknya bisa kamu baca disini.

Untuk Itu Kita Harus Lebih peka, Cari Tahu Apa yang Membuatmu Marah-marah

Karena suka marah-marah nggak jelas, hasilnya bisa merusak mood diri dan orang-orang di sekitar. Untuk itu kita perlu lebih peka, sebab yang namanya asap tentu pastilah ada sumber api. Untuk itu, cobalah kenali berbagai hal yang mungkin jadi penyebab, kenapa belakangan ini kamu mudah tersulut amarah untuk berbagai hal yang sebenarnya bukanlah masalah.

Dan Jika Sedang Emosi, Cobalah Lakukan Hal Ini

Ada hal-hal buruk yang bisa saja terjadi setelah emosi, mulai dari membuat orang lain terluka atau justru melukai diri kita. Bertumbuh jadi manusia dewasa memang banyak tantangannya, dan mengelola emosi jadi salah satunya. Maka untuk tak buru-buru marah, coba lakoni hal-hal ini saja.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Community

Agar Hidupmu Tidak Hancur Begitu Saja, Sertakan Logika Dalam Cinta

Galau, sebuah kata yang tak asing lagi di telinga kita. Hampir di setiap negara kata ini ada meskipun berbeda dalam penyebutannya. Galau disini menggambarkan perasaan seseorang yang sakit hati, gelisah dan tak karuan. Penyebabnya bisa jadi karena putus cinta, hubungan keluarga, atau ekspektasi yang bertolak belakang dengan realita.

Entah siapa yang pertama kali memproklamirkan kata galau ini, namun sepertinya kata ini sudah begitu fenomenal di Indonesia. Semua kalangan bisa saja merasakannya, namun kebanyakan memang orang dewasa yang sering mengaku dan merasakan galau. Dan alasan yang paling banyak di utarakan adalah karena putus cinta.

Hmm, pernah berpikir nggak sih apa untungnya dari galau? Dengan galau kita bisa merusak diri kita bahkan aktifitas kita. Galau bisa membuat kita kehilangan semangat melakukan sesuatu, bahkan sampai nafsu makan pun menurun. Memang sih, saat galau logika kita entah pergi kemana. Semuanya terasa hampa, dunia rasanya tak berpihak lagi pada kita.

Galau juga tidak hanya berpengaruh terhadap diri sendiri, tapi akan berpengaruh terhadap orang-orang di sekitar kita. Bagaimana tidak? Yang biasanya kita adalah orang periang, ketika galau tiba-tiba diam seribu bahasa. Tidak ada lagi senyuman di wajah kita, tentu saja orang lain akan merasa aneh dengan kita. Mungkin banyak yang empati, namun tidak sedikit juga yang memang tidak perduli.

Ada yang sampai galau bertahun-tahun karena putus cinta, memang ya jika sudah berkaitan dengan cinta logika kita entah kemana. Padahal, jika seseorang itu pergi meninggalkan kita sudah jelas dia bukan yang terbaik untuk kita. Sakit memang sakit, namun bangkit tetap harus bangkit. Hidup bukan hanya tentang meratapi luka, semuanya hanya tentang waktu. Perlahan luka akan sembuh dengan sendirinya, selama ia masih menganga cobalah untuk menata hati kembali. Merapikan yang sudah dia hancurkan, memeluk puing-puing harapan yang ia tinggalkan. Jangan melulu terpuruk dengan keadaan.

Kebanyakan yang merasakan galau ini adalah perempuan. Karena apa? Karena saat jatuh cinta perempuan hampir menggunakan seluruh perasaannya daripada logika, berbanding terbalik dengan laki-laki. Perempuan mencinta tanpa memikirkan logika, sedangkan laki-laki lebih mengutamakn logika daripada rasa. Maka dari itu saat ada yang terluka, laki-laki lebih memiliki peluang cepat sembuh karena logikanya berjalan. Sedangkan perempuan, ia hanya mengikuti perasaannya sampai suatu hari nanti logikanya terbuka dengan sendirinya, butuh waktu yang lama.

Galau ini sebenarnya belum ada obatnya, namun mendekat kepada sang pencipta bisa menjadi pereda. Ketika kesetiaan dibalas dengan pengkhianatan, ketika ketulusan dibalas dengan kebohongan, bersyukurlah karena Allah telah memperlihatkan siapa diri mereka sesungguhnya. Kata-kata motivasi dan hiburan dari teman-teman memang sedikit menguatkan, namun tetap saja bangkit dan kembali seperti semula butuh waktu yang lama.

Teruntuk kalian yang sedang merasakan, mari jemput logika agar luka kalian tidak berlangsung sama. Percayakan segala hal kepada yang maha kuasa, termasuk cinta. Yang terbaik akan dipersatukan dengan yang baik juga, lalu jika kamu masih berharap dengan seseorang yang telah menyakitimu apakah kamu tidak akan merasa rugi jika dipersatukan dengan seseorang yang tidak baik untukmu? Segera Move On dan perbaiki kehidupanmu sekarang, sebelum galau benar-benar membawamu dalam penderitaan. Semangat !

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top