Trending

Kira-kira Youtuber dan Selebgram Pada Bayar Pajak Nggak ya?

Pundi-pundi uang mengalir banyak kepada para konten kreator di Youtube dan Instagram. Siapa sangka kalau di era sekarang ada pekerjaan yang namanya Youtuber dan Selebgram, kan? Secara dasar itu hanya penamaan saja. Pada intinya mereka adalah pekerja kreatif, konten kreator atau bisa disebut sebagai influencer. Namun yang jadi pertanyaan dengan pendapatan mereka yang fantastis, apakah mereka bayar pajak?

Dilansir dari Kumparan, pemerintah dinilai belum maksimal untuk menggali potensi pajak di sektor informal seperti Youtube dan Instagram. Menyoal kepada pendapatan, dilansir dari Socialblade.com, pendapatan dua pekerjaan itu ditengarai bisa mencapai milliaran lho. Sebut saja Atta Halilintar  yang subscribernya mencapai 13 juta. Digadang-gadang memiliki pendapatan perbulan hampir Rp 7,2 milliar (kurs rp 14.200), dan pertahunnya mencapai Rp 86,6 milliar!

Meskipun secara terbelalak pemerintah tahu bahkan publik tahu tentang pendapatan ini. Banyak yang menilai pemerintah blum memiliki aturan khusus pajak kepada Youtuber dan Selebgram. Karena masih dikenakan pajak seperti wajib pajak orang pribadi lainnya yang disesuaikan dengan Undang-undang (UU) Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (KUP).

Sri Mulyani juga sempat angkat bicara lewat akun Twitter Kemenkeu, pada intinya mengatakan kalau Youtuber dan Selebgram yang mendapat penghasilan di atas Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) yakni di atas Rp 54 juta setahun,  wajib bayar pajak. Apalagi yang sudah terkenal dengan pendapatan sampai setengah milliar, sudah pasti kena dong.

Masih dilansir dari laman yang sama, Youtuber dan Selebgram dikenakan Pajak Penghasilan (PPH) pasal 21 dengan tarif progresif. Yang berdasarkan Pasal 17 ayat 1, UU Nomor 36 tahun 2008 tentang PPh, wajib pajak yang memiliki penghasilan (netto) sampai dengan Rp 50 juta setahun dikenakan tarif PPh sebesar 5 persen, penghasilan Rp 50 juta sampai Rp 250 juta dikenakan tarif 15 persen, Rp 250 juta sampai Rp 500 juta dikenakan tarif 25 persen, serta penghasilan di atas Rp 500 juta dalam setahun dikenakan tarif 30 persen. Selain itu mereka juga wajib menyampaikan SPT atau Surat Pemberitahuan setiap tahun.

Sehingga, pajak yang ditarik masih berdasarkan ketentuan PPh pada umumnya, sama seperti wajib pajak lain. Ini artinya, Selebgram dan YouTuber juga harus melaporkan SPT tiap tahun,” ungkap Sri Mulyani.

Yang jadi pertanyaan apakah mereka telah bayar Pajak? untuk soal itu Direktur Penyuluhan, Pelayanan dan Hubungan Masyarakat Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak Kemenkeu Hestu Yoga Saksama mengatakan kalau Youtuber dan Selebgram telah membayar kewajiban pajak lho. Dengan pelaporan pajaknya dilakukan secara pribadi.

Kalau ada yang bilang Selebgram dan Youtuber enggak bayar pajak ya salah. Kami ada kok datanya,” kata Hestu.

Data terakhir yang dihimpun Ditjen Pajak selama tahun 2017 ada 51 Youtuber dan Selebgram yang telah menuntaskan kewajiabnnya. Dengan nilai mencapai Rp 2,7 milliar. Sedangkan untuk tahun 2018 masih dilakukan perhitungan dari penyampaian SPT yang berakhir pada bulan Maret ini.

“Itu di 2017, sudah 51 Selebgram dan YouTuber, nilainya Rp 2,7 miliar,” pungkasya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Ternyata, Perempuan Gemuk Lebih Mampu Membuat Laki-laki Bahagia

Bertubuh kurus kadang kala jadi acuan untuk menjadi cantik yang dipercaya sebagian besar perempuan. Padahal, tolok ukur kecantikan tak selalu dari besar atau tidaknya tubuhmu. Nah, jika kau rasa usaha untuk menjadi kurus yang selama ini kamu lakukan sering gagal, tak perlu bersedih hati.

Karena ternyata menurut sebuah studi baru oleh departemen psikologi di Universitas Namibia (UNAM), lelaki yang menikah dengan (atau dalam hubungan dengan) perempuan bertubuh gempal sepuluh kali lebih bahagia daripada mereka yang menjalin hubungan dengan perempuan bertubuh kurus. Surat kabar Argentina, Nuevo Diario yang pertama kali melaporkan temuan dari penelitian yang dilakukan oleh Dr Filemón Alvarado dan Dr Edgardo Morales di departemen psikologi UNAM ini.

Fakta lainnya, menurut penelitian, laki-laki lebih banyak tersenyum ketika mereka bersama pasangan dengan tubuh melekuk atau berisi, para laki-laki tersebut juga lebih mudah dalam menyelesaikan masalah. Mengapa? Menurut Alvarado dan Morales, yang melakukan penelitian ini, Indeks Massa Tubuh yang lebih tinggi memiliki kemampuan yang lebih baik untuk mengantisipasi dan memenuhi kebutuhan lelaki.

Jadi meski tubuhmu tetap terlihat gemuk walau sudah melakukan olahraga dan diet ketat, jangan bersedih lagi ya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Pentingnya Berdamai dengan Masa Lalu

Kalau bisa memilih, kita semua tentu ingin kisah hidup yang selalu menyenangkan. Mulai dari masa lalu, masa sekarang hingga masa depan. Tapi hidup tak selalu ada dalam genggaman tangan, beberapa hal yang terjadi tak bisa kita rubah sesuai keinginan. Dan salah satunya adalah masa lalu yang mungkin tak menyenangka. Entah itu itu ketakutan, patah hati, atau hal-hal lain yang menyakiti diri. 

Namun semua itu sudah berlalu, kita perlu untuk melangkahkan kaki untuk maju. Menatap masa depan yang lebih cerah, dan berbuat hal-hal baik yang bisa mengubah hidup kita. Itulah mengapa kita perlu berdamai pada masa lalu yang tak selalu enak untuk dikenang. 

Lalu, manfaatnya apa sih?

Merubah Diri untuk Lebih Bersemangat dan Tak Gampang Menyerah Lagi

Menghilangkan rasa sakit dari masa lalu, memang kadang jadi ketakutan tersendiri untuk kita. Sulit untuk bisa menerima apa yang sudah terjadi, hingga akhirnya jadi bumerang untuk diri sendiri. Dari sini, kita terperankap untuk tak akan melakukan ha-hal yang mengingatkan diri pada masa silam, dan tentu jadi sesuatu yang merugikan.

Nah, jika kita berhasil untuk berdamai dengan semua yang terjadi di masa lalu. Akan ada hal-hal baik lain yang kelak bisa dilakukan. Terbuka untuk menjalani kehidupan di masa sekarang, tanpa harus was-was dengan semua perasaan sakit yang dulu pernah dirasakan. 

Setelah Berdamai, Kita Tak Akan Gampang Stres Lagi

Yap, pada kehidupan nyata beberapa kejadian memang tak bisa kita hindari untuk tak dialami. Selepas mengalami beberapa hal yang tak menyenangkan, ada rasa takut yang sering membuat hati lelah. Jadi beban untuk pikiran, dan berujung pada stress yang tak karuan. 

Padahal hal seperti ini adalah sesuatu yang sesungguhnya harus dilewati. Tak bisa kita hindari, semua yang sudah terjadi harus tetap dihadapi dengan segala kemampuan diri. Hasilnya? Rasa takut dan semua beban yang selama ini jadi pikiran, bisa dilalui dengan santai dan lebih sabar. 

Dan Lebih Berani untuk Mencoba Hal-Hal Baru yang Selama Ini Dihindari

Selama kita masih dalam bayang-bayang masa lalu, akan banyak pembatas yang mengekang ruang gerak. Belum berani untuk melakukan sesuatu yang sekiranya membuka ingatan di masa silam, hingga selalu menghindar untuk tak bertemu sesuatu yang bisa membuat kita kembali terbayang atas banyaknya hal tak mengenakkan yang dulu pernah kita lakukan. 

Itulah mengapa penting untuk berdamai, menerima semua hal yang sudah jadi kenangan dan memandang semua itu sebagai acuan untuk tak lagi mengulang kesalahan bukan jadi sesuatu yang justru mengurung ruang gerak langkah. 

Tak Akan Lagi Terjebak pada Berbagai Macam Nostalgia

Percayalah, ketakutan akan hal-hal yang sudah lewat hanya akan membuat kita terkurung pada sekap yang lebih berat. Membuat kita merasa takut, menghilangkan kepercayaan diri, dan berpikir tak lagi bisa berbahagia atas hidup sendiri. Padahal ada banyak pilihan yang bisa kita lakukan untuk kembali berbahagia atas semua hal. 

Lepaskan semua hal yang merebut kebahagian, buka diri untuk hal baru yang lebih membahagiakan. Dan selalu tekankan dalam diri, jika kita bisa lebih bahagia dari masa lalu yang pernah dijalani. 

Menikmati Hidup dengan Cara yang Memang Kita Suka

Bisa lepas dari semua ketakutan dan kekhawatiran masa lalu, memang bukanlah perkara gampang. Ada banyak hal yang perlu diterima secara perlahan. Membuka mata dan hati untuk semua pilihan baik yang bisa membahagiakan kehidupan. Dan lebih selektif untuk mempertimbangakna semua yang akan dijadikan pilihan. 

Jika semua ini bisa kita jalankan dengan benar, percayalah bahagia tak lagi jadi sesuatu yang mustahil kita dapatkan. Ingatlah selalu, jika apapun yang terjadi atas masa lalu kita selalu berhak untuk berbahagia di hari ini dan masa depan. Tinggal bagaimana kita melangkah setelah dibuat memangis dan kecewa di masa lalu kita.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Sutradara Joko Anwar, Minta KPI Dibubarkan

Setelah polemik tentang keingin KPI untuk turut serta mengawasi kontek Netflix dan Youtube, Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) kembali menjadi sorotan. Yap, baru-baru ini, lembaga yang mengawasi jalannya tayangan di pertelevisian Tanah Air itu dianggap mengeluarkan sejumlah sanksi dan keputusan yang sangat aneh.

Salah satu contoh misalnya, KPI melakukan teguran terhadap stasiun Global TV yang menayangkan tayangan kartun Spongebob Squarepants. Di mana dalam salah satu tokoh Spongebob melakukan pelemparan kue tart dan pemukulan.

Masyarakat pun tak diam, sebagian besar menilai keputusan KPI tersebut adalah pendapat yang amat keliru. Berita ini juga menarik perhatian salah satu sutadara kondang di tanah air, yakni Joko Anwar. Pada laman Twitter pribadinya, sutradara Gundala itu bahkan dengan tegas dan yakin menuliskan tagar Bubarkan KPI.

Sumber : https://twitter.com/jokoanwar

Tak hanya itu saja, lelaki kelahiran Medan, Sumatera Utara tersebut juga mengunggah foto ilustrasi sejumlah tayangan televisi yang mendapat teguran dan sanksi KPI. Tak hanya Spongebob, ada pula sejumlah tayangan seperti infotainment “Obsesi” Global TV, “Ragar Perkara” Tv One, “Rumpi” Trans TV dll.

“Promo Gundala kena sanksi @KPI_Pusat karena ada dialog bilang ‘Bangsat.’ Bangsat artinya, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia:,” twitt Joko Anwar, sambil menyematkan keterangan kata “bangsat” dari sebuah kamus bahasa Indonesia.

“Kalau ada lembaga yang anggap tontonan kayak SpongeBob melanggar norma kesopanan, lembaga itu nggak layak dipercaya menilai apapun di hidup ini. #BubarkanKPI @KPI_Pusat,” sambung Joko Anwar.

Menurutmu bagaimana?

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top