Feature

Ketika Sang Kuasa Belum Memberi, Itu Artinya Dia Ingin Buatmu Mengerti

Rumput tetangga tak selalu lebih hijau. Bagi kamu yang suka membandingkan hidupmu dengan orang lain, lebih baik hentikanlah kebiasaan itu. Apalagi sampai berpikir sekian lama hanya demi meratapi kehidupan mengapa kamu belum punya ini itu yang mungkin sudah dimiliki oleh teman-teman atau saudaramu.

Kamu mungkin hanya belum mengerti, kalau kehidupan  ini bukan sepenuhnya ada di tangan kita. Terutama soal pemberian, bukannya aku ingin jadi sok religius, tapi memang pada dasarnya siapalah kita sampai lupa bersyukur hanya karena merasa apa yang ada di hidup kita selalu kurang. Karenanya, dibanding berkeluh kesah, bukankah lebih baik untuk membuka hati agar kita mau belajar untuk lebih mengerti tentang rencana-Nya?

Mungkin Kamu Bertanya-tanya Kapan Jodohmu Datang, Tapi Dibalik Itu Kamu Sedang Dipersiapkan untuk Memantaskan Diri

Di usiamu yang sekarang, apalagi melihat teman-temanmu satu per satu sudah mempersiapkan atau bahkan melangsungkan pernikahan, mulai tebersit pikiran dimana jodohmu dan kapan kamu bisa bertemu dengannya. Hei, ketahuilah, kehidupan ini bukanlah arena balap.

Apalagi yang namanya jodoh dan pernikahan. Kamu tak bisa memaknainya sebagai sebuah rencana yang instan dan hanya mengikuti zaman. Keduanya sangatlah sakral, karenanya butuh waktu untukmu sendiri agar memantaskan diri. Untuk itu, tak perlu tergesa-gesa, sebab akan lebih baik jika kamu bisa berpikir penuh persiapan untuk hal yang satu ini.

Atau Untukmu yang Sudah Menikah, Ketika Teman-temanmu Memposting Kabar Bahwa Mereka Akan Segera Jadi Orangtua, Maka Kamu Tak Perlu Menyimpan Rasa Iri Lama-lama

Setelah menikah, jangan kira persoalanmu akan selesai begitu saja dan hidup bahagia selamanya. Justru, hidupmu akan memulai babak baru dimana ada saja hal yang membuat batinmu mungkin semakin bergejolak. Salah satunya perkara momongan, tak perlu risau kalau kamu mungkin sudah menikah sekian lama tapi belum juga dipercayakan momongan, sebab mungkin itu artinya kamu ingin dimantapkan lagi dalam persiapanmu sebagai orangtua sebelum si kecil benar-benar ada di tengah-tengah keluarga. Ingatlah, jadi orangtua itu tak ada sekolahnya, karenanya akan jauh lebih baik kalau waktu yang kamu miliki, kamu gunakan untuk terus belajar dibanding merutuki nasib yang akhirnya membuatmu terpuruk.

Saat Keluargamu Diuji Yang Maha Kuasa dengan Sakit Penyakit, Itu Artinya Kesabaran yang Dimiliki Keluargamu Sungguh Luar Biasa

Tak ada yang ingin keluarganya diberikan sakit penyakit, bukan? Sehat wal’afiat selalu jadi impian setiap orang. Tapi ada kalanya ujian dari Maha Kuasa datang tak seiring dengan doa dan harap yang selalu kita panjatkan. Satu-satunya kunci untuk melewati ujian kehidupan seperti ini bukanlah merutukinya, Kawan. Tapi justru bangkitlah dan sadarilah ketika Yang Maha Kuasa menempatkanmu pada situasi yang sekarang ini, itu artinya kamu dipercayakan untuk bersabar dan tahan uji melewati setiap kesulitan yang kamu hadapi.

Belum diberi kesehatan seperti sedia kala bukan berarti Tuhan meninggalkanmu. Justru saat kamu berada pada titik terendah hidupmu, disitulah kesabaranmu diuji dan diperlihatkan.

Ketika Ada Harta Benda Atau Materi yang Hilang, Tenanglah, Hidupmu Tak Akan Kekurangan

Siapa yang tak sedih kalau kehilangan sesuatu dan hal itu tak kunjung kembali. Bukannya Yang Maha Kuasa enggan memberi atau mengembalikan apa yang semula kamu miliki, tapi coba kamu ingat lagi, sudah sejauh mana kamu mampu bersyukur untuk setiap kondisi pahit yang kamu rasakan? Mungkin kehilangan materi atau harta benda jadi pengingat, bahwa kepentingan kita hidup di dunia bukan hanya mencari harta benda. Ada misi lain dari Yang Maha Kuasa yaitu agar kamu selalu diingatkan tentang kehadiran-Nya yang tak akan membuatmu hidup kekurangan sekalipun kamu sedang berada di titik tersulit dalam hidupmu.

Berbesar Hatilah Saat Kamu Rasanya Harus Menapaki Jalan Hidup yang Panjang Lantaran Semesta Belum Memberi Tanda-tanda Kesuksesan yang Selama Ini Kamu Dambakan

Ini yang paling sering jadi pergumulan orang di usiamu yang sekarang. Membanding-bandingkan kesuksesan dan menjadikan kesuksesan orang lain sebagai tolok ukurmu agar melampauinya bukanlah ide bagus demi mendapat masa depan yang cerah.

Karenanya, ketika mungkin kamu merasakan jalanmu panjang dan kamu harus menapakinya pelan-pelan demi menuju kesuksesan, maka cukup berbesar hati saja. Kita tak tahu bagaimana rencana-Nya akan bekerja dalam hidup kita. Lagi-lagi, bukannya enggan memberi, tapi hanya Yang Maha Kuasa yang tahu kapan waktu terbaik untuk kita baik dalam meraih sukses ataupun yang lainnya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Community

Semakin Kita Dewasa, Waktu Terasa Semakin Cepat Berlalu! Kenapa ya?

Saat kamu masih kanak-kanak dulu pasti kamu sempat merasakan bahwa masa liburan sangatlah panjang. Hal sama juga kamu rasakan saat kamu menanti hari ulangtahunmu. Rasanya waktu berjalan amat sangat lambat. Namun saat kamu sudah tumbuh dewasa, hal sebaliknyalah yang kamu rasakan. Justru kamu merasa bahwa waktu berjalan sangat cepat tanpa kamu sempat menikmatinya.

Waktu Berjalan Lebih Lama Bagi Anak-anak Karena Ilmu yang Dipelajari Sangatlah Banyak di Usianya yang Masih Belia dan Otak Memproses Ilmu Tersebut

Sampai saat ini ada beberapa hipotesis yang menyatakan alasan kenapa manusia memiliki persepsi terhadap percepatan waktu dengan seiring bertambahnya usia. Nah salah satu alasannya karena adanya pemotongan secara berkala terhadap jam biologis manusia. Sedangkan perlambatan metabolisme tubuh juga akan bertambah seiring bertambahnya usia sehingga melambatkan detak jantung manusia.

Pemacu jantung pada anak ebrdetak lebih ceoat sehingga mereka mengalami penanda biologis lebih banyak seperti detak jantung juga denyut nafas dalam waktu tertentu. Inilah yang membuat mereka merasa waktu berjalan sangat lambat.

Pelajarilah lebih Banyak Hal Baru Agar Waktu Berjalan Lebih Lambat

Kamu bisa coba buktikan sendiri. Ada banyak ahli yang menyatakan bahwa saat dihadapkan dengan situasi yang baru, otak akan merekam lebih banyak memori secara lebih rinci sehingga penghimpunan informasi pun akan terasa lambat tentang kejadian yang dialami.

Jika dihadapkan dengan kehidupan yang semakin tua, maka bisa ditarik sebuah hipotesis bahwa semakin tua seseorang, akan semakin terbiasa orang tersebut dengan apa yang terjadi di sekeliling mereka. Inilah yang akhirnya menjadikan proses penyerapan informasi baru lebih sedikit dan membuat waktu seolah berjalan lebih cepat.

Hakikatnya, Semakin Terbiasa Kita pada Satu Rutinitas, Waktu akan Terasa Hilang Begitu Saja

Seperti yang sudah diungkapkan sebelumnya, bahwa semakin tua seseorang, akan terbiasa seseorang itu dengan apa yang ada di sekelilingnya. Hasilnya, penyerapan informasi baru pun akan lebih sedikit dan hal ini membuat waktu terasa berjalan sangat cepat. Mekanisme biokimia dibalik hipotesis ini mengungkapkan bahwa pelepasan dopamin neurotransmitter beriringan dengan rangsangan pembelajaran tentang hal baru, yang akhirnya akan membantu seseorang belajar mengukur lamanya waktu.

Biasanya setelah melewati usia 20-an dan berlanjut pada usia yang semakin tua, lebel dopamin seseorang akan menurun dan inilah yang membuat waktu berjalan semakin cepat.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Yang Hendak Menikah Tahun Depan, Tak Akan Lagi Dapat Buku Nikah Lho Kawan…

Bagi pasangan yang sudah resmi menikah, semula keberadaan buku nikah jadi dokumen yang paling esensial sekaligus valid karena fungsinya sebagai bukti status pernikahan. Data yang ada di buku nikah pun jauh lebih lengkap dibanding dalam KTP dan KK yang sudah diperbaharui. Karenanya, untuk pasangan yang sudah menikah, menjaga dan menyimpan buku nikah adalah salah satu hal wajib supaya bisa digunakan untuk keperluan tertentu yang membutuhkan data mengenai status pernikahan.

Tapi sepertinya untuk yang akan menikah di tahun depan, kamu tak akan lagi merasakan rasanya memegang buku nikah setelah ijab qabul nih kawan. Sebab faktanya baru-baru ini Kementerian Agama atau Kemenag tengah mencoba inovasi berupa penerbitan kartu nikah yang nantinya akan menggantikan buku nikah.  Jadi, nantinya, data lengkap mengenai pernikahan akan terekam dalam sebuah kartu yang ukurannya seperti KTP.

Ide Penggantian dari Buku Nikah ke Kartu Nikah Ini Sekaligus Memberikan Sosialisasi Mengenai Aplikasi SIMKAH Web

Untukmu yang sedang menyiapkan pernikahan, sudah dengar mengenai Simkah Web alias Sistem Informasi Manajemen Nikah? Kalau kamu baru mendengarnya sekarang, ya wajar. Sebab memang baru diluncurkan pada 8 November 2018 oleh Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin. Seperti dikutip dari Tempo, SIMKAH Web ini merupakan direktori data nikah yang terintegrasi dengan Aplikasi Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK) Kementerian Dalam Negeri, dan Sistem Informasi PNBP Online (SIMPONI) Kementerian Keuangan.

Mulanya, SIMKAH WEB ini berbasis desktop, lalu dirancang basis aplikasinya demi mempermudah pengelolaan administrasi nikah dan rujuk pada KUA dengan dukungan validitas data yang terintegrasi dengan data Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil).

Keberadaan SIMKAH Web Bertujuan Guna Mengakses Informasi Mengenai Pernikahan yang Bersangkutan Sekaligus Segala Keperluan Mengenai Pembuatan Dokumen Pernikahan

Hasil gambar untuk kartu nikah

Nah, alasan pemerintah mengenalkan SIMKAH Web ini karena punya banyak keunggulan. Diantaranya, mudah digunakan dan kamu cukup memasukan Nomor Induk Kependudukan (NIK) untuk  input data. Aplikasi ini juga menyediakan menu layanan publik untuk keperluan pendaftaran pernikahan. Dengan adanya aplikasi SIMKAH Web, pelaporan data mengenai pernikahan dan data lainnya yang sudah diinput bisa tampil dalam bentuk data statistik seperti data usia nikah, pendidikan, dan pekerjaan.

Kartu Nikah Sebagai Pengganti Buku Nikah Akan Muncul Lengkap Dengan Kode QR Untuk Mengakses Direktori Data Nikah

Kemenag melalui Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam (Dirjen Bimas) berencana akan mendigitalisasi buku nikah menjadi kartu nikah yang dilengkapi dengan kode Quick Response (QR). Jadi, kode QR yang tercetak dalam kartu nikah itu nantinya bisa dibaca dengan barcode atau QR scanner yang langsung tersambung dengan SIMKAH Web lho kawan. Nantinya, segala informasi pernikahan meliputi nama, nomor akta nikah, nomor perforasi buku nikah, tempat dan tanggal nikah,pun akan tersimpan dalam satu kartu.

Menurut Menteri Agama, kartu nikah ini dibuat agar dokumen administrasi pernikahan bisa lebih simpel, mudah disimpan dan dibawa ke mana-mana, seperti halnya KTP atau kartu ATM. Jadi, sewaktu-waktu harus meregistrasi atau perlu catatan tentang status pernikahan, kartu nikah bisa langsung digunakan untuk memverifikasi, termasuk saat akan menginap di hotel syariah. Belum lagi kartu nikah ini bersinergi dengan data-data kependudukan seperti lain nama, alamat dan lain-lain. Dengan adanya kartu nikah, tindak pemalsuan buku nikah yang marak dipraktikkan juga akan terminimalisir.

Kamu perlu tahu, program tahap pertama pencetakan kartu nikah sudah mulai dilaksanakan sejak 12 November lalu di kota-kota besar. Sebanyak satu juta kartu nikah akan diprioritaskan untuk calon pengantin yang akan pada 2018, dan dibagikan secara gratis setelah prosesi akad nikah dilakukan.

Jika masih tersisa, jatah ini akan diberikan kepada pasangan suami istri yang membutuhkan atau ingin mencetak kartu nikah. Tapi sebelumnya harus mengakses SIMKAH Web, mengisi data lalu datang ke KUA dengan membawa persyaratan nikah, baru bisa cetak kartu nikah, secara gratis. Kelak, kartu nikah akan sepenuhnya menggantikan peran buku nikah pada 2020.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Community

10 Gambaran Kemesraan Pasangan Baru Menikah yang Bikin Gemes

Awal pernikahan merupakan masa yang manis untuk dikenang. Kamu akan menikmati waktu yang lebih banyak dengan pasangan. Tentunya kamu pun akan lebih banyak melakukan kegiatan apapun bersama dengan pasanganmu. Nah, berikut ini adalah 10 gambaran kemesraan pasangan baru menikah yang bisa bikin kamu gemes dan baper abis.

1. Cukup Menggunakan Kode Kedipan Mata

Kamu dan pasangan tak lagi membutuhkan banyak kata untuk menyampaikan apa yang kamu atau pasanganmu inginkan. Dengan perbuatan dan juga tatapan mata itu sudah mampu menyampaikan banyak makna.

2. Istri Kerap Bertingkah Manja

Seringkali istrimu akan bertingkah sangat manja padamu. Mungkin dengan selalu memintamu untuk memberikan pelukan atau ciuman yang berlangsung secara random. Namun kamu pun tak pernah merasa terganggu, justru kamu lebih sering rindu.

3. Memiliki Keromantisan Tersendiri yang Unik

Seringkali bertingkah konyol dan aneh, namun hal itu justru menjadikan hubunganmu dan pasangan menjadi lebih erat lagi. Mungkin kamu dan pasangan tak memiliki selera keromantisan layaknya orang pada umumnya, namun cara konyolmu dan pasangan justru membuat hubungan menjadi lebih menggemaskan.

4. Lebih Suka Menghabiskan Waktu di Rumah

Kamu dan pasanganmu justru akan lebih suka menghabiskan banyak waktu di rumah dibanding bepergian ke suatu tempat yang ramai. Setidaknya kalau kamu dan pasangan di rumah kan dunia serasa milik berdua dan tak ada gangguan dari orang lain.

5. Sering Menjadikan Pasangan Bantal atau Selimut

Jika sudah menikah semua hal juga sah-sah saja untuk dilakukan berdua. Tak jarang baik kamu maupun pasanganmu sering menjadikan satu sama lain sebagai bantal bahkan selimut.

6. Tak Lagi Memerlukan Guling

Karena sudah ada teman untuk menemani tidurmu, kamu tak lagi membutuhkan guling untuk kamu peluk. Karena posisi guling kini sudah digantikan oleh pasangan halalmu.

7. Pujian Kecil Mampu Membuat Pasangan Merasa Dicintai

Misalnya saat sang istri atau suami sedang bersiap untuk pergi ke suatu tempat, lantas salah satu dari pasangan mengatakan bahwa kamu tak perlu dandan terlalu wah, karena apapun keadaanmu, kamu tetaplah cantik atau tampan. Pujian seperti inilah yang membuat hati pasangan tersentuh. Penerimaan atas apa adanya pasangan adalah sebuah penghargaan paling berharga dalam sebuah hubungan.

8. Selalu Bersama dalam Keadaan Apapun

Baik dalam keadaan susah maupun senang, kamu tetap bersama dengan pasanganmu. Misalnya saat pasanganmu sakit, kamu setia merawatnya dan memberikannya perhatian, begitu juga sebaliknya.

9. Istri Tak Ingin Ditinggal Tidur Duluan oleh Suami

Konyol banget sih kelihatannya. Namun hal ini juga biasanya terjadi loh pada pasangan yang baru menikah. Seringkali para istri tak ingin ditinggalkan, walau hanya ditinggal tidur suami duluan.

10. Suka Mengenakan Pakaian Pasangan

Sebenarnya kamu mengenakan pakaian pasangan bukan karena butuh untuk mengenakannya. Kamu hanya ingin mencium aroma tubuh pasanganmu yang melekat di pakaian miliknya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top