Feature

Kesibukan Kita Menerka Keperawanan, yang Kata WHO Adalah Kekerasan Pada Perempuan

“Zaman sekarang susah cari perempuan perawan”

Berapa sering kamu mendengar ungkapan demikian? Entah itu ditengah-tengah obrolan dengan beberapa kawan, bahan diskusi para kaum adam, sampai pada pertemuan keluarga pun pembahasan ini kerap dijadikan bahan diskusi yang bertujuan untuk mempertanyakan “keperawanan”.

Sampai sekarang masyarakat kita, masih banyak percaya bahwa keperawanan adalah kondisi tubuh seorang perempuan, dimana selaput daranya masih dalam keadaan utuh. Sedangkan beberapa orang lain berujar, bahwa keperawanan adalah harta seorang perempuan yang patut dijaga sampai nanti menikah dan berpasangan dengan cara yang halal.

Mengutip dari tirto.id, dr. Robbi Asri Wicaksono, SpOG, seorang dokter spesialis kebidanan menjelaskan bahwa selaput dara hanyalah lipatan tipis jaringan lunak dan pembuluh darah di pinggiran, bagian depan pintu masuk vagina. Dan tak hanya karena penetrasi saja, selaput dara juga bisa koyak tiba-tiba, tidak harus diakibatkan penetrasi penis. Hal lain yang tak kalah penting adalah tidak semua perempuan terlahir dengan selaput dara.

Bahkan meski dengan selaput dara (hymen), beberapa diantaranya ada juga yang memiliki hymen sangat tipis sehingga mudah koyak akibat aktivitas fisik ringan seperti berlari, senam, atau bersepeda. Namun, ada juga yang mempunyai hymen yang elastis atau tebal, maka walaupun berkali-kali penetrasi, bentuknya tetap saja utuh.

Sialnya, masyarakat kita masih berpatokan pada prinsip keluar atau tidaknya darah saat melakukan hubungan intim untuk kali pertama jadi penentu perawan atau tidaknya seorang perempuan.

Bahkan pada beberapa kasus, seorang lelaki memilih menceraikan istrinya hanya karena tak berdarah para malam pertama. Dan yang menjadi hasilnya, banyak perempuan yang akhirnya diperlakukan tak adil maupun merasa direndahkan, serta dijadikan bahan penghakiman atas sesuatu yang bisa saja salah kaprah.

Dalam dunia medis, tak ada istilah yang diartikan dengan perawan. Bahkan, jika harus diminta untuk memeriksa hymen, seorang dokter hanya boleh melakukan dekripsi bentuknya, tanpa mengaitkan kondisi tersebut dengan keperawanan.

Masih dari Tirto.id, laman Physician for Human Rights (PHS), organisasi yang melakukan advokasi kesehatan pada pekerja, menyatakan tak ada korelasi antara selaput dara dengan keperawanan. Fakta ilmiah dan dasar medis menolak menggunakan ukuran selaput dara, morfologi, atau integritas untuk menentukan penetrasi vagina pada seorang perempuan.

Singkatnya, pemeriksaan selaput dara dengan tujuan mengetahui “keperawanan” tidak memiliki nilai klinis. Pemeriksaan serupa guna menentukan status seksual perempuan dalam konteks apa pun merupakan pelanggaran standar medis. Profesional kesehatan harus bisa menolak jika diminta melakukan tes tersebut.

Dengan kata lain, anggapan yang mengatakan bahwa keperawanan akan hilang dengan tanda keluarnya darah pada saat pertama kali melakukan hubungan intim adalah isapan jempol belaka. Karena faktanyanya, tidaklah demikian. Bahkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), juga telah mengatakan bahwa tes keperawanan adalah bentuk kekerasan terhadap perempuan.

Pada september 2017 lalu, keperawanan juga jadi salah satu hal yang mendadak diperbincangkan oleh banyak orang. Hal itu bermula, pada salah satu penyataan yang dimuat oleh Hakim Binsar Gultom dalam bukunya, tentang pentingnya tes keperawanan bagi calon pengantin, sebab hal tersebut dapat memicu perceraian dalam pernikahan.

Sejalan dengan itu, beberapa dari kita khususnya kaum adam, sebagian menginginkan seks pra-nikah, tapi juga membuat syarat ‘perawan’ untuk perempuan yang kelak jadi istrinya. Meski harus diakui pula, tak semua lelaki berpikiran serupa.

Sikap-sikap seperti ini, kemudian membangun persepsi bahwa perempuan yang sudah tak lagi perawan adalah seseorang yang nakal, tak bisa menjaga harga diri, hingga berbagai macam pandangan hina lainnya. Padahal, dia yang memberi syarat harus perawan untuk calon istrinya, bisa jadi sudah tak lagi perjaka.

Kita selalu sibuk mencari kesalahan dari orang lain yang mungkin memang sudah melakukan sesuatu diluar norma yang berlaku di masyarakat. Namun, menempatkan mereka jadi pihak yang terhina rasanya tak seorang pun berhak untuk melakukannya.

Berpikiran untuk menaruh perawan sebagai prioritas dalam hal mencari pasangan. Seolah ingin menunjukkan bahwa kadar cinta seseorang bisa diterima dengan utuh dan jauh lebih besar ketika sang perempuan masih perawan. Dan sebaliknya, dia yang sudah tak lagi perawan dicap sebagai sosok perempuan yang tak akan diterima oleh lelaki atau tak lagi dipilih untuk menjadi istri.

Kamu boleh kecewa jika memang sedari awal tak ada kejujuran untuk membicarakan hal ini dengan sang perempuan. Tapi, daripada harus berkutat pada syarat perawan atau tidak, cobalah buka mata untuk melihat hal-hal lain yang mungkin lebih berguna. Sebab ada banyak pertimbangan yang juga perlu dipikirkan dalam hal mencari pasangan. Jika memang tujuanmu menikah, coba pahami dirinya lebih dekat. Cari tahu apa yang menyebabkan ia kehilangan keperawanannya di masa lalu.

Baik buruknya seseorang, biarlah jadi tanggung jawabnya dengan Sang Pemilik Hidup. Jika memang kamu benar-benar sayang, bisa menerima ia dengan segala kekurangan adalah sesautu yang perlu dilakukan. Percayalah, melepas keperawanan telah jadi pilihan yang dibuatnya. Meski kita sendiri mungkin tak tahu apa yang melatarinya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Community

10 Hal yang Dulu Pernah Kamu Rasakan, Kala Dirimu Jadi Anak Lab!

Jika kamu hendak memilih jurusan,ada banyak hal yang harus kamu pertimbangkan. Terlebih jika kamu memiliki minat di bidang science. Tentu saja kamu harus menyiapkan dirimu untuk bersahabat dengan yang namanya laboratorium.

Nah, untuk sekedar bernostalgia pada masa-masa jadi anak IPA di SMA atau kamu yang juga jadi Mahasiswa dengan jurusan yang berhubungan dengan Lab. Berikut ini adalah hal-hal yang sering kamu rasakan. Kira-kira apa saja ya?

1. Harus Melewati Banyak Anak Tangga untuk Mencapai Laboratorium

Sebagai anak lab, kamu harus memiliki fisik yang juga kuat. hal ini dikarenakan pada umumnya laboratorium di sekolah atau universitas terletak di lantai paling atas. Jadi kamu perlu menaiki anak tangga yangcukup banyak untuk sampai di ruangan laboratorium.

2. Kalau Jas Lab Sampai Ketinggalan, Opsinya Hanya Satu yaitu Balik Lagi

Jas lab menjadi perlengkapan penting yang harus dipakai saat berada di laboratorium. Jadi saat jas laboratoriummu ketinggalan, otomatis kamu harus rela balik lagi untuk mengambilnya.

3. Datang Lebih Pagi

Anak Lab nggak boleh sampai terlambat. Terlebih biasanya praktikum lebih sering dilakukan di pagi hari dan kamu harus sudah ada di lab 15-20 menit sebelum praktikum dimulai.

4. Pulang Larut Malam

Kamu harus siap saat harus merelakan waktu soremu untuk menyelesaikan tugas di laboratorium. Tapi dengan hal ini kamu akan terlatih menjadi pribadi yang lebih dewasa kok.

5. Bermalam di Lab

Jika kamu merupakan mahasiswa tingkat akhir, kamu harus siap jika suatu hari harus bermalam di laboratorium. Kesannya memang menyeramkan, namun hal ini harus kamu lakukan untuk menyelesaikan penelitianmu secepatnya.

6. Tanggung Jawab Kalau Sampai Ada Alat Gelas Pecah

Harga untuk peralatan laboratorium cukup mahal, terlebih untuk kalangan mahasiswa. Jadi lebih baik kamu lebih berhati-hati lagi saat berada di lab. Jangan sampai kamu memecahkan alat gelas, karena kamu harus menggantinya jika hal itu sampai terjadi.

7. Menangisi Laporan yang Belum Selesai

Pertanyaan tentang laporan sudah selesai atau belum sama halnya dengan pertanyaan “kapan nikah?” bagi seorang anak lab. Kamu harus menyiapkan energi ekstra untuk mengerjakan segala praktikum dan laporannya.

8. Tertidur di Lab

Saking lelahnya, tak jarang kamu bisa sampai ketiduran di lab. Hal ini bisa terjadi karena pada umumnya anak lab memang menghabiskan sebagian besar waktunya di laboratorium.

9. Selfie Pakai Jas Lab

Ya namanya juga anak lab, pasti juga nggak lepas dengan yang namanya jas lab dan perangkat laboratorium lainnya. Meski begitu, tentu saja kamu tak akan mau ketinggalan buat update di medsos. Alhasil foto yang kamu update adalah foto dengan jas lab.

10. Cinta Lokasi di Lab

Karena kamu menghabiskan sebagian besar waktumu di laboratorium, akhirnya kamu tak bisa melihat dan berdekatan dengan cewek atau cowok di luaran sana. Alhasil, kamu bisa saja cinlok di lab dengan temanmu satu jurusan.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Meski Cinta, Tak Berarti Boleh Pinjamkan Barang Ini pada Pasanganmu

Bagi yang namanya pasangan, berbagi barang ini-itu sudah jadi hal biasa memang. Kamu pun tak keberatan sebab yang meminjam barang adalah orang yang kamu sayangi. Sejatinya maklum kalau kamu berpikir demikian. Dan bukan jadi hal yang aneh juga kalau kamu sering pinjam-meminjam barang dengan pasangan. Tapi bukan berarti semua barang-barang patut dipinjamkan, lho.

Sekalipun kamu dan dia sudah bersama sekian lama, ada lho benda yang hanya diperuntukan bagi pribadi alias satu individu saja. Sebab kalau dipinjamkan justru membawa ancaman kesehatan tersendiri. Untuk itu, coba cek dulu apakah kamu masih sering menggunakan barang-barang ini berbarengan? Sebab kalau iya, cobalah berhenti dari kebiasaan itu. Dan kalau pasanganmu bertanya, jelaskan saja kalau semua ini demi alasan kesehatan.

Mendengarkan Musik Berdua Lewat Earphone Memang Romantis, Hanya Saja Apa Kamu Tega Membiarkan Pasanganmu Jadi Berisiko Kena Infeksi?

Setiap orang sejatinya memiliki bakteri unik di dalam telinga. Jumlahnya pun berbeda-beda. Bakteri ini ada untuk menyeimbangkan kinerja telinga. Nah, kalau kamu justru terbiasa memakai earphone bersama-sama, yang ada keseimbangan bakteri ini terganggu dan tak menutup kemungkinan memicu terjadinya infeksi telinga.

Agar tak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, lebih baik gunakan earphone masing-masing. Pun kalau kamu dan dia mau mendengarkan musik bersama-sama, maka gunakan speaker saja atau beli earphone yang dibuat sengaja untuk pasangan.

Deodoran Itu Dibeli Bukan untuk Dipakai Bersama-sama

Kendati deodoran memiliki kandungan antibakteri, tapi permukaan roll deodoran yang melakukan kontak langsung dengan kulit ketiak seseorang pasti akan terkontaminasi bakteri. Untuk itu, jangan sekalipun memberikan deodoranmu untuk dipakai bersamaan. Selain tak menyehatkan kulit, memakai deodoran bersama-sama justru bisa dianggap jorok karena kamu dan dia terkesan saling berbagi bakteri.

Pun dengan Skincare atau Masker…

Masker sudah jadi kebutuhanmu baik perempuan maupun laki-laki. Sebenarnya tak masalah kamu dan dia berbagi produk masker yang sama, masalahnya, cobalah untuk tidak memakai satu kuas untuk memulaskan masker ke dua permukaan wajah. Artinya, akan lebih baik kalau kamu dan dia punya kuas yang berbeda saat sama-sama membersihkan muka.

Kamu perlu tahu, membersihkan wajah dengan kuas atau spons bisa membuat kuman dan bakteri di permukaan wajah jadi menempel pada kuas. Kalau kuasnya dipakai oleh orang lain, otomatis kuas tersebut mentransfer bakteri, bukan? Karenanya, selain menghindari berbagi pemakaian kuas, cobalah untuk rutin membersihkan kuas dan ganti kuas setiap 2-3 bulan sekali.

Sandal Rumahan Pun Bisa Jadi Media Transfer Kuman Lho, Kawan…

Kamu pasti sering, kalau habis dari kamar mandi, kamu kemudian langsung memakai sandal sehingga membuat kondisi sandalnya lembab. Nah, kondisi semacam ini yang bisa mempercepat pertumbuhan jamur di alas kakimu. Bayangkan kalau pasanganmu juga memakai sandal yang sama, berarti ada kemungkinan jamur pun jadi berpindah ke permukaan kakinya, bukan? Untuk itu, lebih baik terbiasa gunakan sandal milik masing-masing. Serta jangan lupa, cuci sandalmu sering-sering dengan sabun atau zat disinfektan seperti cuka.

Sama Halnya dengan Sandal, Kamu dan Pasangan Pun Tak Dianjurkan Memakai Handuk Bersama

Handuk adalah benda yang paling banyak menyerap cairan dari permukaan kulitmu, bukan? Kemungkinan handuk lembab, berjamur, dan tempat bakteri bersarang pun jelas ada. Untuk itu, sangat tidak dianjurkan kamu dan pasangan untuk berbagi handuk. Karena kalau pasanganmu terkena masalah kulit, kemungkinan kamu pun jadi ikut kena sekalipun kamu sudah berusaha menjaga kebersihan semaksimal mungkin.

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Community

10 Negara yang Terkenal Paling Ramah di Dunia

Sebagai wisatawan, tentu kenyaman menjadi hal yang penting untukmu saat berkunjung ke suatu negara. Nah, dilansir dari Rough Guides, berikut adalah negara yang dianggap paling ramah di dunia. Peringkat ini berdasarkan hasil dari pemungutan suara dari Facebook dan Twitter.

1. Ethiopia

Negara Ethiopia merupakan negara yang selama ini tidak pernah dijajah. Negara ini dianggap sebagai negara paling ramah di dunia dengan beragam keunikan yang ada di dalamnya.

2. India

Negara India termasuk negara dengan jumlah penduduk yang cukup banyak. Saat tengah berjalan-jalan di sana, kamu akan bertemu dengan orang baru setiap menitnya. Dan di negara ini, penduduknya terkenal sebagai penduduk paling ramah peringkat kedua.

3. Uganda

Nama negara yang satu ini mungkin masih terdengar asing di telingamu. Namun kamu perlu tahu, ternyata negara ini memiliki penduduk paling ramah di dunia urutan ketiga.

4. Kolombia

Penduduk Negara Kolombia terkenal dengan tingkat keramahannya yang cukup tinggi. Negara yang satu ini mendapat peringkat ke empat sebagai negara paling ramah di dunia.

5. Jepang

Negara yang satu ini termasuk negara yang sangat maju dalam hal teknologinya. Namun semua hal itu takk lantas menghilangkan sisi ramah yang dimiliki orang-orang di negara ini. Hal ini dibuktikan dengan diperolehnya peringkat lima sebagai negara paling ramah di dunia.

6. Indonesia

Negara Indonesia sudah sejak lama dikenal dengan penduduknya yang sangat ramah. Hal ini juga dibuktikan dengan peringkat keenam yang diperoleh Negara Indonesia sebagai negara paling ramah di dunia.

7. Kenya

Di negara yang satu ini terdapat lebih dari 40 kelompok etnis. Tak hanya itu, negara ini juga menempati posisi ke tujuh sebagai negara paling ramah di dunia. Penduduk di negara ini sudah terbiasa berbicara dengan 3 bahasa loh, yaitu bahasa mereka sendiri, Inggris, dan Swahili.

8. Myanmar

Negara Myanmar menjadi salah satu negara di wilayah Asia Tenggara yang masuk di peringkat ke delepan sebagai negara paling ramah di dunia. Kamu bisa membuktikannya sendiri dengan mampir ke kedai teh atau beberapa tempat makan lainnya saat kamu berkunjung ke sana.

9. Finlandia

Di Negara Finlandia, kamu bisa menemui banyak orang ramah. Hal ini karena negara ini merupakan salah satu negara paling ramah di dunia dengan menempati urutan ke-sembilan.

10. Bolivia

Negara Bolivia merupakan satu negara yang terletak di Amerika Selatan. Dulunya negara ini sempat disebut sebagai negara paling tidak ramah. Namun dengan seiring berjalannya waktu, hal itu berubah. Hal ini dibuktikan dengan masuknya negara ini di urutan ke sepuluh sebagai negara paling ramah di dunia.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top