Community

Siapa Bilang Kuliah Itu Enak?

Dulu saat kamu masih duduk di bangku SMA pasti kamu pernah mendengar banyak cerita tentang kehidupan di masa kuliah. Seringkali kamu mendengar cerita yang salah sehingga kamu pun memandang kehidupan perkuliahan sebagai kehidupan yang indah. Sehingga di kepalamu, kamu ingin sekali sampai pada masa itu untuk segera menikmatinya.

Awalnya, kamu mungkin akan mengira jika masa kuliah akan jadi titik termanis untuk hidupmu. Padahal hal itu tak melulu benar, sebab ada beberapa hal yang kerap tak sesuai gambaran dan harapan. Yuk, mari bernostalgia sebentar.

1. Beranggapan Bahwa Jadi Anak Kuliah Itu Menyenangkan

Kuliah tak seenak yang kamu bayangkan dulu. Kuliah tak seindah apa yang kamu lihat di sinetron Indonesia. Kamu perlu ketekunan dalam mengerjakan tugas, belum lagi jika kamu memiliki dosen yang galaknya luar biasa. Ditambah saat kamu mengerjakan tugas akhirmu nanti, semua perlu ketekunan dan kerja keras yang besar.

2. Beranggapan Bisa Belajar di Kampus Sekalian Cari Jodoh

Menjadi mahasiswa bukan jaminan kamu bisa mendapatkan jodoh dengan mudah. Jika kamu memang ingin mencari jodoh, kamu juga bisa kok mencari jodoh di tempat lain. Lebih baik kuliah kamu jadikan tempat untuk fokus belajar saja biar kamu juga cepat lulusnya.

3. Beranggapan Setelah Lulus Kuliah akan Langsung Dapat Kerja

Tak semua sarjana bisa langsung mendapatkan pekerjaan setelah lulus. Ada beberapa kondisi yang membuat mereka akhirnya masih menjadi pengangguran dan akhirnya bekerja serabutan. Mencari pekerjaan pun memerlukan usaha yang keras dan tentunya diperlukan kesabaran dalam proses itu.

4. Beranggapan akan Mendapatkan Sahabat Sejati di Kampus dengan Mudah

Mencari sahabat yang tulus dan sejati sangatlah sulit. Bahkan mungkin kamu tak akan bisa menemukan sahabat kuliah sebaik sahabatmu di masa SMA dulu. Semakin dewasa kamu, akan semakin paham juga kamu tentang sulitnya mencari sahabat yang sejati.

5. Beranggapan akan Lulus dalam Jangka Waktu 4 Tahun

Kuliah tak sama dengan sekolah yang bisa kamu prediksikan kapan kamu akan lulus. Meski ada wacana jika kuliah bisa diselesaikan dalam waktu empat tahun, nyatanya ada juga yang menjadi mahasiswa abadi sampai di drop out karena belum bisa menyelesaikan studinya dalam batas waktu maksimal. Kamu hanya bisa lulus cepat jika kamu niat dan tekun.

6. Beranggapan Bisa Mengerjakan Tugas Kuliah dengan Mudah Karena Ada Teman yang Membantu

Kamu belum tentu akan menemukan teman yang bersedia membantumu dalam hal mengerjakan tugas. Bahkan bisa saja kamu bertemu dengan teman yang sangat pelit dalam berbagi ilmu. Biasanya mereka bilang belum mengerjakan tapi besoknya sudah jadi yang pertama untuk mengumpulkan tugas tersebut.

7. Beranggapan Kuliah di Luar Kota Pasti Menyenangkan Karena Jauh dari Orangtua

Yang ada bukannya menyenangkan, di minggu pertama atau bulan pertama kamu pasti akan merasakan yang namanya homesick. Kamu akan sangat rindu dengan suasana di rumah dengan segala isinya. Kamu pun harus belajar bersabar dan belajar dengan semaksimal mungkin.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Community

Menarik, Inilah 7 Hewan Yang Pernah Dijadikan Alat Transportasi Dalam Sejarah

Salah satu hewan yang digunakan sebagai alat transportasi adalah kuda. Bahkan sampai sekarang kuda masih kerap menjadi alat transportasi, namun tidak di semua belahan dunia hewan tersebut bisa ditemukan. Untuk itu pada zaman dulu orang-orang harus mencari hewan yang bisa dijadikan alat transportasi seperti kuda.

Penasaran apa saja 7 hewan yang dijadikan alternatif alat transportasi di masa lampau? Berikut kami sajikan daftarnya.

1. Zebra

Yang pertama adalah Zebra. Sebenarnya ia masih sekelas kuda, bedanya hanya di coraknya saja. Barangkali kamu mencari tumpangan yang lebih artistik, zebra bisa menjadi alternatif. Habitat hewan ini tersebar di Afrika Selatan, Afrika Barat, dan Afrika Timur. Ada tiga jenis zebra yaitu zebra gunung (Equus zebra), zebra dataran (Equus quagga) dan zebra primitif (Equus grevyi).

2. Rusa


Rusa memang sering digunakan di daerah bersalju sebagai alat transportasi untuk menarik atau membawa barang. Jika pengendara/penumpangnya tidak terlalu berat atau memang rusanya lebih besar darinya, barulah rusa bisa dinaiki.

3. Yak


Yak, dalam bahasa Latin (Bos grunniens) adalah sejenis sapi yang banyak ditemukan di Tibet dan wilayah sekitar Himalaya di Asia Tengah. Kata yak merujuk kepada spesies jantan sedangkan seekor betina disebut dri atau nak. Yak adalah hewan yang termasuk jinak. Mereka bisa menjadi agresif ketika berkelahi dengan sesamanya, saling menyeruduk satu sama lain.

4. Llama

Llama berasal dari keluarga hewan yang sama dengan unta. Ada perbedaan fisik signifikan dengan unta, beberapanya adalah ia tidak memiliki punuk tapi memiliki bulu keriting menyerupai domba. Lehernya panjang tapi tidak menekuk seperti unta. Hewan ini berasal dari Amerika Selatan. Ia digunakan sebagai hewan pengangkut barang oleh masyarakat Inka dan penduduk di sekitar pegunungan Andes. Semakin modern zamannya, ia bahkan dinaiki oleh orang.

5. Burung Unta


Tahukah kamu ternyata burung unta juga pernah menjadi alat transportasi dalam sejarah. Kira-kira apakah dia tidak cukup tersiksa ya menahan berat badan manusia? Lihat saja kakinya ramping, mengingat dia salah satu spesies burung. Mungkin hanya dalam keadaan darurat saja burung unta digunakan sebagai alat transportasi.

6. Zebroid


Selanjutnya adalah Zebroid. Zebroid merupakan keturunan dari zebra namun hasil persilangan dengan spesies lainnya. Untuk itu, kadang corak garisnya hanya di sebagian tubuhnya saja. Hampir sama dengan zebra, hewan yang satu ini pun di anggap lebih artistik untuk di jadikan alat transportasi.

7. Babi liar/hutan


Meski tampak menyeramkan, namun siapa sangka bahwa babi hutan dulu pernah di jadikan alat transportasi dalam sejarah. Babi yang berukuran besar; beratnya dapat mencapai 200 kg (400 pound) untuk jantan dewasa, serta panjangnya dapat mencapai 1,8m (6 kaki). Di Indonesia saja babi ini memiliki panjang tubuh hingga 1.500 mm, panjang telinga 200–300 mm, dan tinggi bahunya 600–750 mm. Tidak heran jika dulu mereka sempat dijadikan alternatif untuk alat transportasi.

Jadi, hewan mana yang menurutmu paling aman untuk menjadi alat transportasi? Atau ada keinginan untukmu menaikinya juga? Yang jelas meskipun zaman sudah modern salah satu dari mereka masih banyak digunakan sebagai alat transportasi.

Berterimakasihlah pada mereka karena telah menjadi alat transportasi untuk nenek moyang kita dulu, mereka pantas untuk dilindungi dan dilestarikan ya. 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Doyan Selfie? Kamu Perlu Cobain Revlon PhotoReady Candid Series Nih

Udah deh pada ngaku aja, hampir semua perempuan pasti suka selfie. Entah untuk diunggah ke sosial media atau dibiarkan mengendap di galery ponselnya saja. Nah, agar selfiemu lebih terlihat cantik dan memanjakan mata. Biasanya para perempuan akan melakukan persiapakan sebelum menangkap gambar. Mencari posisi yang tak terlihat chubby, memiringkan kepala, mengatur cahaya, sampai ada pula yang harus memoles make up demi hasil yang sempurna.

Tapi jika look make-upnya terlalu terlihat menyala, kadang kala kita malah tak suka dengan hasil selfienya. Nah, untuk itulah, hari ini Revlon Indonesia memperkenalkan ‘PhotoReady Candid’-nya, yaitu rangkaian make-up base terbaru dengan formula yang terinspirasi dari skincare dan memberikan hasil akhir yang tampak natural dan flawless.

Dalam jumpa pers yang diadakan di Baxter Smith, Jakarta Selatan, Rabu (17/07/2019), Muhammad Irvan selaku Deputy Brand Manager Revlon Indonesia, mengatakan “Rangkaian produk ini jadi jawaban atas tren ‘No Makeup, makeup’ yang masih dicintai dalam industri kecantikan dunia, termaksud di Indonesia. Inilah yang kemudian membuat Revlon Indonesia menghadirkan inovasi terbarunya melalui Revlon PhotoReady Candid yang mengimplementasikan konsep clean beauty yaitu hanya mengandung bahan-bahan yang dibutuhkan oleh kulit dan menghilangkan bahan-bahan yang tak dibutuhkan dengan formula yang ringan”. 

“Jadi perempuan-perempuan yang akan memakainya, akan tetap look great stress free”,  tutup Irvan.

Sekedar informasi, rangkaian produk Revlon PhotoReady Candid ini diperkaya dengan vitamin E sebagai anti oksidan dan anti polutan, serta anti blue light yang dipercaya mampu melindungi kult dari paparan sinar Blue Light dari sinar matahari dari gadget yang berisiko menyebabkan stress pada kulit.

Masih di tempat dan acara yang sama, Faiza Miranti, Marketing Communication Revlon Indonesia juga menjelaskan bahwa Revlon memahami bahwa perempuan Indonesia saat ini tak lagi bisa terpisahkan dari gadget untuk teap terkoneksi dengan internet setiap hari. Dari mulai urusan pekerjaan, sampai bersenang-senang dengan scroll di sosial media.

“Karena itulah Revlon PhotoReady Candid menyertakan anti-Blue Light yang berfungsi untuk melindungi kulit dari paparan berbahaya sinar matahari dan layar perangkat digital seperti ponsel, laptop, atau tablet. Karena, ini bisa membuat kulit stress, bahkan memicu penuaan dini. Nah, kandungan vitamin E juga berfungsi sebagai anti oksidan dan anti polusi yang menetralisir radikal bebas berbahaya seperti polusi, asap, atau radiasi.” Ujar Anti.

Hadir dengan kemasan yang mudah dibawa kemana-mana, rangkaian Revlon PhotoReady Candid ini terdiri dari Revlon PhotoReady Candid Natural Finish Anti-Pollution Foundation yang hadir dalam 5 shade, lalu ada pula Revlon PhotoReady Candid Antioxidant Concealer dalam 3 warna yang mengandung kafein untuk membantu menyamarkan noda hitam pada bagian kantung mata, dan Revlon PhotoReady Canding Anti-Pollution Setting Powder dengan tekstur lembut yang berfungsi untuk mengikat foundation dan melindungi wajah serta meminimalisir kandungan minyak pada wajahmu.

Rangkain produk ini sudah kini sudah tersedia di berbagai departement store dan gerai retail kecantikan dan kesehatan terdekat di seluruh Indonesia. Jadi kamu sudah bisa membelinya, untuk mendukung aktivitas selfie dan keinginan ‘No Makeup, Make-up’ yang kamu inginkan.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Menyamar Pakai Daster dan Hijab, Polisi di Medan Berhasil Tangkap 3 Begal

Banyaknya kelompok pencuri motor yang berkeliaran di berbagai daerah, membuat Polisi memutar otak untuk  mencari cara untuk menjerat mereka. Dan salah satu terobosan yang dilakukan oleh para petugas Polsek Medan Timur di Sumatera Utara, nampaknya cukup membuahkan hasil. Ya, para petugas terpaksa harus menyamar sebagai ibu-ibu yang mengenakan daster dan hijab untuk menjebak para pelaku begal yang selama ini dilaporkan cukup meresahkan masyarakat.

Dilansir dari kumparan.com, Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Dadang Hartanto, mengatakan awalnya ada wanita bernama Indah Kristiani Siringo-ringo yang jadi korban pembegalan di Jalan Perkebunan Pulo Brayan Bengkel, Kecamatan Medan Timur, Selasa (16/7).

“Modusnya menunggu korbannya. Setelah mendapat targetnya para tersangka melakukan aksinya, dengan menendang dan mengambil sepeda motor korban,” katanya, didampingi Kapolsek Medan Timur, Kompol M. Arifin, Selasa (16/7).

Demi bisa mengungkap pelaku kasus pembegalan tersebut, kata Kompol M. Arifin, pihaknya mengerahkan polisi laki-laki untuk menyamar sebagai seorang perempuan yang berjilbab dan berdaster, lalu mereka disuruh melintas di lokasi-lokasi rawan pembegalan. Dengan tujuan untuk memancing para tersangka keluar dari persembunyiannya.

 “Jadi ada beberapa tim yang kita bagi. Ada petugas yang menyaru sebagai wanita dan ada beberapa petugas yang melintas layaknya masyarakat biasa,” ungkapnya.

Sumber : SumutNews.com

Alhasil, tiga begal, yaitu Ipan Ardiansyah alias Gopal (24), MF alias Popoy (17) dan Sopan Yohansyah alias Yoyo (21), berhasil ditangkap. Polisi juga menyita 1 buah pisau, 1 kunci L, 1 obeng, 1 sarang kunci kontak sepeda motor hasil curian, baju, celana, dan sepatu dari para tersangka.

Dan pelaku yang pertama ditangkap adalah Ipan Ardiansyah alias Gopal yang merupakan pemimpin kelompok begal tersebut,

“Tersangka (Gopal) ditangkap di Jalan Pancing, Kecamatan Medan Deli pada 15 Juli 2019,” ungkapnya.

Nah dari keterangan dan pengakuan Gopal, petugas melakukan pengembangan hingga akhirnya menangkap MF alias Popoy dan Sopan.

“Dari laporan yang kita terima, para tersangka ini telah lima kali melakukan aksinya di wilayah hukum Polsek Medan Timur,” katanya.

Para tersangka mengaku, barang hasil kejahatan mereka akan dijual kepada seseorang bernama Kancil di Jalan Marelan. Namun, saat dilakukan pengembangan, petugas tidak menemukan keberadaan Kancil yang disebutkan. Sementara itu, tersangka Popoy mengaku, uang dari penjualan barang itu digunakannya untuk membeli narkoba.

“Uangnya untuk membeli sabu-sabu dan baju,” pungkasnya.

Polsek Medan Timur masih melakukan pengembangan terkait kasus ini. Pasalnya, ada beberapa anggota komplotan lain yang masih dalam pengejaran dan terus melakukan aksinya.

“Untuk identitas tersangka lainnya sudah kita ketahui. Para tersangka dijerat dengan Pasal 363 dan 365 KUHPidana,” tambahnya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top