Trending

Kesaktian Pancasila, Masihkah Sakti?

Terlepas dari pro dan kontra penayangan kembali film Pengkhianatan G-30SPKI, yang selalu jadi bahan perdebatan kala akhir september tiba. Mari sejenak redam emosi dan amarahmu, lalu beralih pada hari besar yang hari ini kita rayakan. Yap, hari Kesaktian Pancasila yang diperingati setiap tanggal 1 Oktober setiap tahunnya.

73 tahun sejak kemerdekaan, Pancasila memang jadi dasar negara yang kita banggakan. Namun melihat semakin maraknya kejadian-kejadian yang nampaknya bertentangan dengan ideologi sakti itu. Masihkah Pancasila kita sakti seperti sediakala?

Lahir Dari Kejadian Mengerikan Pada Satu Hari Sebelumnya

Sumber : Film G30SPKI/Kompasiana.com

Upaya kudeta yang konon dilakukan oleh oknum PKI pada tanggal 30 September 1965, memang tercatat sebagai kejadian bersejarah bagi bangsa. Bagaimana tidak, kejadian itu jadi ajang untuk mengugurkan para perwira tinggi angakatan darat dengan sengaja. Setidaknya ada 7 orang yang dibunuh dan dibuang ke lubang buaya, di bagian timur Jakarta.

Dari kejadian itu, Mayjen Soeharto yang saat itu jadi Panglima Komando Strategi Angkatan Darat. Mengambil tindakan tegar untuk menumpas orang-orang yang diduga PKI. Dan ditanggal itu pula, bendera Merah Putih dikibarkan setengah tiang. Sebagai tanda berkabung atas gugurnya para jenderal.

Diperingati Untuk Mengembalikan Dasar Negara Yang Memang Tak Seharusnya Digantikan

Pada hari berikutnya setelah pembataian terhadap jenderal dan orang-orang yang dianggap PKI, penumpasan terhadap oknum-oknum PKI yang berupaya untuk menggeser pancasila sebagai dasar negara, dianggap selesai. Maka pada tanggal 1 Oktober 1965 diperingati sebagai hari yang melahirkan kembali Pancasila, yang kita kenal sebagai Hari Kesaktian Pancasila.

Hari ini sekaligus jadi bukti bahwa tak ada yang bisa mengubah atau menggantikan pancasila sebagai ideologi bangsa. Termasuk oknum Komunis yang memiliki paham berseberangan dengan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila.

Tapi Mari Bayangkan Pada Beberapa Kejadian Yang Beberapa Tahun Terakhir Kita Saksikan

Beberapa waktu belakang kita tentu sangat jenuh dengan beberapa kejadian yang tak enak dipandang mata. Adu argumen merasa paling benar, kisruh isu agama yang katanya dimanfaatkan, hingga beberapa hal lain yang sungguh bertolak belakang pada dasar negara yang selama ini kita jaga.

Tak perlu jauh-jauh untuk mengkritisi beberapa kejadian yang jadi permasalahan negara. Coba bayangkan beberapa hal dan kejadian yang sering terjadi disekitar kita. Tanpa sadar kita sering kali lupa, akan hal-hal yang dulu kita pelajari di bangku sekolah dasar. Tak ada empati dan saling menghargai, bersikap adil yang jadi perilaku langka, hingga hilangnya toleransi pada mereka yang kepercayaanya tak sama.

Antara Nilai Pancasila yang Semakin Pudar Atau Kita yang Tak Sadar?

Tak ada yang berubah dari nilai pancasila, masalah terbesarnya justru  ada pada setiap diri kita. Merasa benar sendiri hingga kadang tak sadar diri, bahwa apa yang sedang kita percayai bukanlah sesuatu yang seharusnya dipilih. Karena tak hanya untuk mengatur segala hal yang berkaitan dengan tata negara saja. Sebenarnya Pancasila juga jadi landasan untuk kita hidup sebagai warna negara.

Kita bisa belajar dari perdebatan Pilkada Jakarta yang kemarin jadi pusat perhatian. Kalau dipikir ulang, tentu semua isu yang berkembang tak akan jadi perdebatan besar jika tidak ada aktor yang sengaja menciptakan situasi  keruh yang semakin gemuruh. Sayangnya sebagai masyarakat kita sering membabi buta. Lupa pada hal-hal yang semestinya tetap dijaga. 

Berhentilah untuk terus menyebar isu yang mengandung makna ganda, karena meski dimata kita benar tentu tak selalu sejalan dengan apa yang orang lain pikirkan. Tak apa mendukung dan mencintai seseorang tapi jangan sampai melukai hati kawan. Apalagi merasa berhak untuk menindas yang tak sejalan. 

Lalu Masihkah Pancasila Kita Sakti Seperti Dulu?

Tentu saja masih!

Tak hanya kuat sejak awal kelahirannya saja, kini dan sampai kapan pun Pancasila tetap jadi ideologi paling sakti yang kita punya. Pancasila jadi isyarat yang menyelamatkan nilai dan cara pandang kita untuk hidup berbangsa dan bernegara. Meski implementasi kesaktian Pancasila dalam kehidupan sosial bangsa saat ini masih harus dipertanyakan.

Karena biar bagaimana pun Pancasila tetap jadi dasar negara yang memiliki kesaktian tak terbantahkan. Ia akan tetap sakti bila mana kita bisa mengembalikan semua perilaku dan sistem nilai pada butir-butir yang terkandung padanya.

Selamat Hari Kesaktian Pancasila untuk Indonesia tercinta. Jadilah beda tanpa menggeser ideologi bangsa.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Dorce Gamalama Sudah Nyaman Tinggal Amerika Serikat

Belum lama ini Dorce Gamalama menceritakan pengalaman ketika tinggal di Amerika Serikat. Dorce menjelaskan bahwa ia tinggal di Amerika Serikat selama enam bulan dan di Indonesia selama enam bulan. Ia pun mengungkapkan alasan kenapa tidak bisa menetap di Amerika lebih dari enam bulan.

“Iya saya memang di Amerika sekarang, jadi 6 bulan di sana, 6 bulan pulang. Kita kan enggak boleh stay di sana, harus balik dulu. Nanti sudah berapa tahun kita baru punya green card, saya dua tahun lagi baru punya green card jadi mesti bolak-balik,” ucap Dorce seperti dikutip viva.co.id, Kamis (21/3).

Aktris berusia 55 tahun itu juga mengungkapkan alasannya kenapa memilih tinggal di Amerika Serikat. Bagi Dorce, tinggal di Amerika sangat memberinya ketenangan.

“Enggak ada alasan pokoknya enak saja, pokoknya lebih di sana tidak ada istilah nanya lu apa, bangsa apa, agama apa, enggak ada, kita menjalankan tanggung jawab kita masing-masing sebagai manusia,” tuturnya.

Pemain film Hantu Biang Kerok itu juga mengatakan bahwa ia sudah tinggal bolak-balik Indonesia Amerika sejak tahun 2014 lalu. Alasannya memilih Amerika juga karena Dorce sangat kagum dan menyukai kota New York.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Aura Kasih Tak Ragu Memegang Ular Sekalipun Sedang Hamil

Penyanyi Aura Kasih kini tengah mengandung buah cintanya dengan sang suami, Eryck Amaral. Dalam beberapa unggahannya di akun Instagram, Aura Kasih tampak berfoto dengan ular. Warganet mengira bahwa Aura tengah mengidam memegang ular. Namun, Aura membantahnya.

“Wah gila, enggak (ngidam ular), kalau ular itu memang sudah punya dari dulu, tapi karena hamil dia aku titipin ke teman aku. Kebetulan, bawain lagi dong ularnya ke sini, mau liat lagi, seperti apa, gitu aja,” kata Aura seperti dikutip dari kompas.com, Kamis (21/3). Kebiasaan Aura yang akrab dengan ular saat hamil juga sempat mendapat protes dari pengikutnya di Instagram.

“Banyak yang DM, ‘Mbak lagi hamil, jangan, istighfar, karena itu binatang jelek’. No, menurut aku semua binatang lucu, kata aku. Enggak boleh bilang jelek,” ujar Aura lagi. Ia menganggap hal ini sebagai latihan untuk anaknya saat lahir agar jadi penyuka binatang. Bagi Aura, ia sangat menyukai ular terutama jenis piton.

“Aku memang suka ular dan aku suka pitonku. Yang kecil itu punyaku, kalau yang gede, yang difoto punya temanku,” paparnya. Selama hamil, Aura mengaku selalu ingin melihat hewan-hewan yang menurutnya lucu dan menggemaskan.

“Enggak ada ngidam. Jujur, kalau ngidam lebih ke pengin liat binatang-binatang lucu. Kalau aku lagi lihat di Instagram pasti lihatnya kucing, anjing, binatang lucu aja,” jelas Aura.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Punya Tiga Anak, Ririn Dwi Ariyanti Bersyukur Tetap Diberi Kebebasan untuk Bekerja oleh Sang Suami

Aktris Ririn Dwi Ariyanti mendapat kebebasan untuk bekerja dari sang suami, Aldi Bragi. Ia pun bersyukur karena itu.

“Apa pun aktivitas saya, saya selalu dapat dukungan. Untungnya didukung terus sama suami,” kata Ririn seperti dikutip kompas.com, Kamis (21/3). Kendati aktif bekerja, Ririn tetap menyadari tugasnya sebagai sebagai seorang istri dan ibu untuk tiga anaknya. Ia tidak mau kesibukannya dalam bekerja malah membuat keluarganya terabaikan. Soal membatasi pekerjaan, Ririn mengakui bahwa suaminya juga memberikan nasihat mana yang harus diambil atau tidak.

“Kalau (suami) membatasi kalau di luar dari pekerjaan ya. Aku dibatasi. Tapi, kalau pekerjaan ini (kegiatan shooting) sudah dari bagian aktivitas aku. Itu tetap terus konsisten sih. Shooting menyesuaikan dengan kebutuhan,” ujar Ririn.

Ia menikah dengan Aldi Bragi pada 11 Juli 2010. Dari pernikahan itu mereka dikaruniai tiga anak. Putri pertama mereka, Siti Alana Kalyani lahir pada 13 Oktober 2011. Dua tahun kemudian, tepatnya 12 Januari 2013, Ririn melahirkan anak kedua. Anak ketiga pasangan tersebut, Rami Alfie Utomo, lahir pada 15 April 2018.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top