Feature

Kerjakan Segala Sesuatu Yang Membuat Bahagia Dengan Durasi Yang Dua Kali Lipat Dari Biasanya

Akhir-akhir ini kamu merasa hidupmu sedang dirundung kesusahan? Rasanya banyak hal yang membuatmu tak dapat tertawa seperti biasa. Gairah yang dulu begitu menggebu,  nampaknya hilang entah kemana. Bisa jadi itu karena aktivitas yang hanya begitu-begitu saja. Tapi konon katanya kita masih tetap bisa bahagia, meski dengan kegiatan yang sama.

Ed Diener dan Robert Biswas-Diener, peneliti yang juga psikolog di Stanford Sonja Lyubomirsky mempelajari orang-orang di seluruh dunia dalam hal cara mereka mencari kebahagian. Dimana temuan tersebut menunjukkan bahwa tindakan yang kita lakukan, dapat memiliki dampak yang signifikan terhadap kebahagiaan dan kepuasan dengan kehidupan. Salah satunya adalah melakukan sesuatu dengan kesungguhan yang lebih besar dari biasanya.

Sebenarnya Ini Bukan Karena Rasa Bosan, Kamu Hanya Belum Tahu Apa yang Menjadi Keinginanmu

Ini mungkin jadi masalah yang sering kamu hadapi. Hari-hari yang dulunya terasa menyenangkan, tiba-tiba berubah jadi sarat beban. Kepalamu mendadak dipenuhi beberapa pertanyaan yang membuatmu resah sendiri. Dan alasannya mungkin ada beberapa kegiatan yang kamu lakukan bukan karena keinginan sendiri.

Untuk menanggulanginya kamu hanya butuh paham akan sesuatu yang sedang kamu inginkan. Dari hal yang menjadi mimpi tersebut bandingkan dengan semua yang tengah kamu jalani. Jika ternyata masih belum sejalan, itu artinya kamu masih belum menemukan hal yang benar-benar menjadi kemauanmu.

Lalu Buatlah Janji Pada Diri Sendiri, Bahwa Akan Ada Hal Hebat yang Tercipta Setiap Hari

Terdengar sedikit aneh, tapi percaya atau tidak, berjanji pada diri sendiri adalah salah satu cara untuk lebih bahagia. Dengan demikian kita bisa mengatur hal mana yang lebih dulu harus dikerjakan. Dan jangan lupa untuk menikmati segala hal yang sudah kamu punya.

Lalu tutup hari dengan evaluasi terhadap diri sendiri adalah hal hebat yang tercipta hari itu. Sesuatu yang kita nilai sebagai bentuk responsif pada diri sendiri ini, dipercaya jadi pemicu yang mampu meningkatkan rasa bahagia dan mengurangi resiko stres.

Bukan Tentang Seberapa Hebat Pencapaian yang Ada, Caramu Bersyukur Jadi Poin Utama

Setiap orang pasti pernah melakukan kesalahan, termasuk dirimu. Bila orang lain hanya akan berdecak kagum atas pencapaian hebat yang kamu lakukan, kamu harus bisa jadi sosok yang berbeda dari mereka.

Tak peduli seberapa besar hal-hal yang telah kamu ciptakan. Karena semakin keras kamu berupaya untuk jadi yang terbaik, kadang yang terjadi malah sebaliknya. Maka lebih dari itu, mengucapkan terima kasih kepada semesta dan segala isinya jauh lebih penting dari itu semua.

Tidak Perlu Membandingkan Hidup Dengan Mereka yang Ada Di Sekeliling Kita, Lebih dari Itu Kerahkan Semua Upaya yang Ada

Kamu tentu tahu jika rumput tetangga memang selalu jauh terlihat lebih hijau dari yang kita punya. Berniat ingin memotivasi diri, hal ini malah berpotensi merusak kebahagian yang mungkin sudah kamu punya.

Karena menurut Lyubomirsky, daripada sibuk membandingkan diri dengan orang lain, berfokus pada kemampuan diri yang mengarah pada kepuasan yang lebih besar akan jauh lebih baik untuk kebahagiaan yang kita inginkan. Belajarlah untuk menghargai segala kemampuan yang ada dalam dirimu sendiri.

Hasil Sempurna Tak Selalu Jadi Tujuan Kita, Akan Lebih Baik Jika Hal Tersebut Memiliki Makna

Di mana pun kamu berada, tujuan jadi sesuatu yang membuat kita merasa senang dan bahagia, baik secara pribadi maupun kelompok. Disini kemampuanmu menilai sesuatu yang menjadi alasan bertahan akan dipertanyakan.

Tak hanya untuk keberhasilan yang disebut sebagai tujuan, makna dari setiap upaya yang kamu lakukan jadi sesuatu yang tak boleh dilewatkan. Karena meski hal tersebut merupakan capaian tujuan yang terlihat besar, akan terasa tak menyenangkan jika tidak memiliki makna apa-apa.

Kamu perlu ingat bahwa kebahagiaan hanya akan kamu dapat, jika hal yang kamu lakukan mencapai kesenangan dan juga memiliki arti.

Dan Selalu Akhiri Semuanya Dengan Ucapan Terima Kasih Yang Sungguh-sungguh

Seorang peneliti bernama Martin Seligman, yang juga pendiri psikologi positif, pernah berkata bahwa mengucapkan terima kasih pada diri sendiri dan siapa saja yang telah membantu kita mampu meningkatkan kebahagiaan dengan tingkat depresi yang lebih rendah. Dan hal ini bisa berlangsung pada durasi waktu beberapa minggu lamanya.

Hal lain yang mungkin akan kamu rasakan adalah tumbuhnya optimisme yang lebih tinggi dari biasanya dan membuat hidupmu jauh lebih bahagia.

Cobalah pikirkan kembali, hal-hal yang selama ini membuatnya merasa tak enak hati. Ternyata bisa jadi sumber bahagia yang jauh lebih baik dari biasanya. Tapi dengan satu syarat lakukan semua itu dengan kesungguhan yang lebih kuat dari biasanya. Semoga kamu selalu bahagia!

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Agar Tak Membahayakan Diri, Kita Perlu Bijak Mengelola Emosi

Kenyataan yang tak sesuai keinginan, teman yang menyebalkan, jalanan macet tak karuan, atau apa saja yang bisa memancing amarah untuk diluapkan. Serungkali jadi alasan, kita untuk emosi dan marah. Tapi tak semua bisa mengeluarkan uneg-unegnya. Beberapa orang justru diam, meski emosinya sudah ada diambang batas kemarahan.

Sialnya selepas emosi dan marah-marah, ada hal buruk yang bisa saja terjadi atas kita. Membuat lingkungan merasa risih atau tak suka. Namun, seolah tak ada habisnya. Memendam amarah justru bisa berbahaya pada diri kita. Lantas harus bagaimana?

Kenali Dulu Jenis-jenis Emosimu

Setiap emosi dalam hidup kita memiliki peran penting dalam segala hal yang kita lakukan. Berpikir, berperilaku, mengambil tindakan, berbicara, dan bisa terlihat pula pada raut wajah. Sayangnya, masih banyak kita yang belum paham. Bagaimana bisa mengenali emosi dan cara mengelolanya serta membeda-bedakannya. Agar tak lagi terjebak dalam pemahaman yang salah, ini 7 jenis emosi dasar manusia dengan fungsi yang berbeda yang perlu kamu kenali.

Bahkan Sering Merasa Sendiri, Adalah Bentuk Lain dari Emosi

Ya, meski sedang berada di tengah keramaian. Jiwa dan hatimu tetap saja merasa sendiri, manusia dan hal-hal lain yang ada seolah tak berarti. Tak pernah diminta, perasaan selalu merasa sendiri bisa datang kapan saja, yang belakangan diketahui. Ternyata perasaan ini adalah bentuk lain dari emosi.  

Sebab, Meskin Jarang Disadari Memendam Emosi Bisa Berbahaya Pada Diri

Menurut psychmechanics, memendam emosi adalah cara seseorang untuk tidak mengakui emosinya atau tidak mengekpresikan emosi dengan cara yang sehat. Padahal pada dasarnya, emosi tidak bisa ditekan dan tetap harus dikeluarkan dengan cara apapun, salah satunya adalah meditasi. Sebab, emosi yang dipendam justru akan menimbulkan banyak masalah. Bagaimana saja dampaknya bisa kamu baca disini.

Untuk Itu Kita Harus Lebih peka, Cari Tahu Apa yang Membuatmu Marah-marah

Karena suka marah-marah nggak jelas, hasilnya bisa merusak mood diri dan orang-orang di sekitar. Untuk itu kita perlu lebih peka, sebab yang namanya asap tentu pastilah ada sumber api. Untuk itu, cobalah kenali berbagai hal yang mungkin jadi penyebab, kenapa belakangan ini kamu mudah tersulut amarah untuk berbagai hal yang sebenarnya bukanlah masalah.

Dan Jika Sedang Emosi, Cobalah Lakukan Hal Ini

Ada hal-hal buruk yang bisa saja terjadi setelah emosi, mulai dari membuat orang lain terluka atau justru melukai diri kita. Bertumbuh jadi manusia dewasa memang banyak tantangannya, dan mengelola emosi jadi salah satunya. Maka untuk tak buru-buru marah, coba lakoni hal-hal ini saja.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Community

Agar Hidupmu Tidak Hancur Begitu Saja, Sertakan Logika Dalam Cinta

Galau, sebuah kata yang tak asing lagi di telinga kita. Hampir di setiap negara kata ini ada meskipun berbeda dalam penyebutannya. Galau disini menggambarkan perasaan seseorang yang sakit hati, gelisah dan tak karuan. Penyebabnya bisa jadi karena putus cinta, hubungan keluarga, atau ekspektasi yang bertolak belakang dengan realita.

Entah siapa yang pertama kali memproklamirkan kata galau ini, namun sepertinya kata ini sudah begitu fenomenal di Indonesia. Semua kalangan bisa saja merasakannya, namun kebanyakan memang orang dewasa yang sering mengaku dan merasakan galau. Dan alasan yang paling banyak di utarakan adalah karena putus cinta.

Hmm, pernah berpikir nggak sih apa untungnya dari galau? Dengan galau kita bisa merusak diri kita bahkan aktifitas kita. Galau bisa membuat kita kehilangan semangat melakukan sesuatu, bahkan sampai nafsu makan pun menurun. Memang sih, saat galau logika kita entah pergi kemana. Semuanya terasa hampa, dunia rasanya tak berpihak lagi pada kita.

Galau juga tidak hanya berpengaruh terhadap diri sendiri, tapi akan berpengaruh terhadap orang-orang di sekitar kita. Bagaimana tidak? Yang biasanya kita adalah orang periang, ketika galau tiba-tiba diam seribu bahasa. Tidak ada lagi senyuman di wajah kita, tentu saja orang lain akan merasa aneh dengan kita. Mungkin banyak yang empati, namun tidak sedikit juga yang memang tidak perduli.

Ada yang sampai galau bertahun-tahun karena putus cinta, memang ya jika sudah berkaitan dengan cinta logika kita entah kemana. Padahal, jika seseorang itu pergi meninggalkan kita sudah jelas dia bukan yang terbaik untuk kita. Sakit memang sakit, namun bangkit tetap harus bangkit. Hidup bukan hanya tentang meratapi luka, semuanya hanya tentang waktu. Perlahan luka akan sembuh dengan sendirinya, selama ia masih menganga cobalah untuk menata hati kembali. Merapikan yang sudah dia hancurkan, memeluk puing-puing harapan yang ia tinggalkan. Jangan melulu terpuruk dengan keadaan.

Kebanyakan yang merasakan galau ini adalah perempuan. Karena apa? Karena saat jatuh cinta perempuan hampir menggunakan seluruh perasaannya daripada logika, berbanding terbalik dengan laki-laki. Perempuan mencinta tanpa memikirkan logika, sedangkan laki-laki lebih mengutamakn logika daripada rasa. Maka dari itu saat ada yang terluka, laki-laki lebih memiliki peluang cepat sembuh karena logikanya berjalan. Sedangkan perempuan, ia hanya mengikuti perasaannya sampai suatu hari nanti logikanya terbuka dengan sendirinya, butuh waktu yang lama.

Galau ini sebenarnya belum ada obatnya, namun mendekat kepada sang pencipta bisa menjadi pereda. Ketika kesetiaan dibalas dengan pengkhianatan, ketika ketulusan dibalas dengan kebohongan, bersyukurlah karena Allah telah memperlihatkan siapa diri mereka sesungguhnya. Kata-kata motivasi dan hiburan dari teman-teman memang sedikit menguatkan, namun tetap saja bangkit dan kembali seperti semula butuh waktu yang lama.

Teruntuk kalian yang sedang merasakan, mari jemput logika agar luka kalian tidak berlangsung sama. Percayakan segala hal kepada yang maha kuasa, termasuk cinta. Yang terbaik akan dipersatukan dengan yang baik juga, lalu jika kamu masih berharap dengan seseorang yang telah menyakitimu apakah kamu tidak akan merasa rugi jika dipersatukan dengan seseorang yang tidak baik untukmu? Segera Move On dan perbaiki kehidupanmu sekarang, sebelum galau benar-benar membawamu dalam penderitaan. Semangat !

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Community

Belajarlah Dari Kecewa, Agar Kamu Percaya Ada Bahagia yang Nyata Dari Hasil Menata Luka

Kenapa kamu kecewa? Karena Tuhan menciptakan air mata sebagai salah satu pereda dari sedihnya dikecewakan.

Hidup bagaikan roda yang berputar, siang berganti malam, panas berganti hujan, dan kekecewaan yang berganti menjadi kebahagiaan. Susah dan senang selalu berdampingan mengiringi perjalanan kehidupan, jangan harap kamu akan selalu merasakan bahagia, tanpa pernah merasakan luka. Hidup terlalu monoton jika dihabiskan dengan bahagia.

Lalu, setelah yang ku sampaikan barusan kamu masih bertanya mengapa Tuhan memberikanmu kekecewaan? Sini, mendekatlah. Biar aku jelaskan sekali lagi, coba ceritakan hal apa saja sebenarnya yang membuatmu kecewa? Kamu terluka karena cinta? Harapanmu tentang cita-cita kandas? Keluarga yang tak utuh, pendidikan yang tak bisa diraih, dan karier yang hanya jalan ditempat tanpa kemajuan, semua itu yang membuatmu kecewa? Tolong, coba berpikir dan mencoba bersyukur sekali saja.

Jangan selalu memikirkan hal-hal yang tak dapat kamu capai, karena semua itu diluar kendalimu. Ada takdir yang lebih berkuasa dari kekuatan otak, otot dan mental. Cobalah untuk lebih fokus dengan apa yang sedang kamu genggam, kamu miliki. Merasa cukup bukan berarti harus berhenti berjuang, hanya saja itu bisa dijadikan obat kekecewaan.

Pernah kah kamu membaca kisah-kisah orang yang sukses diluar sana? Apakah kesuksesan mereka raih dengan cara instan? Apakah dengan sekali berjuang mereka langsung ber-uang? Dan apakah mereka tidak pernah merasakan kecewa dalam hidupnya. Tentu saja mereka pernah jatuh, sebelum bangkit dan menikmati hasil dari perjuangannya.

Jatuh, bangkit. Gagal, bangkit. Kecewa, menata luka. Tidak ada kata menyerah dalam kamus orang-orang sukses. Seperti halnya mereka, mengapa tak kamu coba untuk mengambil sisi positif dari kecewa? Menjadi lebih dewasa misalnya. Setelah luka yang kamu dapat, dari situ kamu belajar lebih dalam tentang kehidupan. Belajar menerima bahwa ada beberapa hal yang memang diluar kendali makhluk bernyawa.

Semuanya hanya tentang proses, orang-orang sukses diluar sana mengalami jatuh bangun atas usahanya, lalu apa yang mereka lakukan setelah itu? Apakah mereka terpuruk sepertimu? Apakah mereka menyalahkan dunia atas takdir-Nya? Dan apakah mereka sepertimu yang hanya bisa menyalahkan tuhan lalu mengutuk keadaan. Mengaku menjadi orang yang paling terpuruk, sakit hati terhadap dunia.

Kini, masih mau kah kamu menyalahkan Tuhan atas kekecewaan yang kamu rasakan? Apa yang akan kamu dapatkan dari semua itu? Kebahagiaan? Tidak, semua itu hanya akan memperburuk keadaan. Tuhan diam saja bukan berarti dia ingin melihatmu terpuruk, sekarang apa yang akan tuhan ubah sedangkan dirimu sendiripun tak mau berubah. Jika kau bangkit dan mampu mengobati kecewamu dengan hal positif maka tuhan juga akan menggantikan tangisan dengan senyuman.

Kamu hanya perlu yakin atas takdirNya, nikmatilah prosesmu sendiri meskipun panjang. Jangan banyak mengeluh, lebih baik kamu keluarkan lebih banyak peluh agar kebahagiaanmu terbayar utuh. Tuhan memberimu kecewa bukan berarti dia ingin melihatmu terluka, justru dia ingin membuatmu bangkit dan menatanya. Hey, kamu yang sedang dilanda kecewa, aku yakin kamu kuat, bangkitlah segera, ya!

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top