Feature

Kerap Main Handphone di Tempat Tidur Saat Dekat Pasangan Bisa Berujung Perceraian  

Untukmu yang sudah menikah, memiliki waktu yang berkualitas bersama pasangan jelas penting. Hanya saja, untuk pasangan yang sama-sama sibuk bekerja, kadang melupakan hal krusial ini. Sampai rumah, memang sih sempat bertatap muka, bahkan sama-sama rebahan di kasur. Tapi tak lama, keduanya sibuk dengan gawainya masing-masing. Waktu yang seharusnya bisa digunakan untuk saling mendengarkan cerita pasangan setelah seharian penuh bekerja, justru digunakan untuk scrolling atau membalas chat yang masuk dari kolega, teman, atau bisa jadi kenalan.

Pada akhirnya, jangan salahkan siapa pun kalau hubunganmu kemudian merenggang. Di fase ini, kalau kamu justru memilih semakin tak peduli dan enggan mengusahakan kualitas hubungan agar kembali membaik, bukan tak mungkin rumah tangga kalian bisa berakhir dengan perceraian. Memilukan, bukan? Karenanya, yuk refleksikan kembali situasi hubunganmu sekarang ini sebelum semuanya terlambat.

Sebab Memilih untuk ‘Bercumbu’ dengan Gawai Disaat Kamu Sedang di Dekat Pasanganmu Hanya Akan Membawa Mimpi Buruk bagi Hubungan Kalian

Apa yang paling disukai hampir semua orang sekarang ini? Jelas media sosial jawabannya. Jenuh sedikit, buka medsos. Pamer sedikit, lewat medsos. Dan akhirnya kita seakan sukar melepaskan diri dari yang namanya medsos dan ketergantungan untuk terus mengakses ponsel pintar. Situasi semacam ini bukan pertanda baik. Komitmen untuk menyimpan ponsel saat kamu sedang bersama pasangan justru jauh lebih baik.

Kamu perlu tahu, berdasarkan paparan dari psikoterapis asal Amerika Serikat Carol Carey, kalau kita bisa mengontrol waktu bahkan mengurangi ketergantungan terhadap media sosial, hal itu akan mempermudah tubuhmu memproduksi hormon oksitosin. Nah, hormon tersebut yang bertanggungjawab mengontrol rasa aman dan nyaman saat kamu berada di dekat pasangan. Jadi, cara paling mudah agar kamu bisa terus mesra dengan pasanganmu, matikan ponsel setidaknya dua jam sebelum jadwal tidur kalian.

Kalau Sudah Berada di Ranjang Bersama Pasangan, Pusatkan Pikiran dan Perhatianmu Padanya, Urusan Kerjaan ya Besok Lagi Saja… 

Coba ingat lagi, saat sedang bersama pasangan, sudahkah pikiran dan perhatianmu selalu terpusat padanya? Ataukah masih ada distraksi yang mengganggumu sehingga membuat pikiranmu melayang entah kemana. Saat pasangan bertanya “Sedang memikirkan apa?” Kamu justru memilih untuk menyimpannya sendiri. Padahal, akan jauh lebih baik kalau sudah di ranjang berdua, segala yang terlintas di benakmu ya kamu sampaikan saja. Setidaknya buatlah ia merasa kalau kamu benar-benar memusatkan perhatian dan pikiranmu padanya.

Urusan kerjaan jangan dibawa ke ranjang. Hal itu justru mempersulit kalian menemukan waktu yang berkualitas. Cobalah untuk memanfaatkan waktu yang ada untuk saling berbagi cerita perihal apa pun yang bisa membuat kalian berdua sama-sama rileks dan jauh dari perasaan khawatir.

Cobalah Samakan Waktu Kegiatan dengan Pasangan, Melatih Kekompakan Bisa Meningkatkan Kualitas Hubungan, Lho!

Jangan abaikan kebiasaan baik yang satu ini. Belum banyak pasangan yang melakukan hal ini demi melatih kekompakan bersama pasangan. Padahal, menurut psikolog Curt Smith, banyak pasangan yang bahagia hanya karena terbiasa melakukan apa-apa bersama. Mulai dari menyikat gigi hingga tidur pada jam yang sama. Dengan rutin dan mempertahankan kebiasaan ini, hubunganmu dengannya bisa semakin mesra dan terus memunculkan kehangatan di antara kalian.

Bukalah Obrolan dari Hati ke Hati, Juga Jangan Adu Pendapat Saat Kamu dan Dia Sedang Sama-sama Lelah Karena Seharian Beraktivitas

Menghargai keberadaan pasangan bisa dimulai saat kamu mau menjaga kualitas obrolan kalian berdua. Mengobrol dari hati ke hati dan menatap matanya adalah cara terbaik untuk menunjukkan betapa kamu peduli dan menyayanginya. Psikolog Ryan Howles menyarankan, beberapa saat sebelum tidur, katakanlah hal positif tentang pasanganmu yang bisa membuat kamu dan dia merasa nyaman. Cara ini akan membantu kalian bisa mendapatkan hubungan yang semakin berkualitas serta tidurmu dan dia bisa jauh lebih nyenyak karena mood kalian tetap stabil.

Kalaupun di siang harinya kamu dan dia sempat ada selisih paham, selesaikanlah di hari itu juga. Sebisa mungkin kontrol egomu agar tidak meluapkan ego dan berujung adu pendapat di dalam kamar. Sebagai pasangan,  justru cobalah untuk menenangkan hati pasanganmu dan mengajaknya bicara baik-baik seberat apa pun masalah yang kalian hadapi. Kamu perlu sadar, bertengkar tak akan pernah menyelesaikan masalah. Itu hanya akan membuatmu susah tidur di malam hari dan mood justru jadi berantakan di keesokan harinya.

Pastikan Kamu Berada Dalam Kondisi Terbaik Sehingga Masih Bisa Bercengkrama dengan Pasangan

Hindari mengonsumsi alkohol dan kurangi gaya hidup merokok. Berikan kondisi yang baik nan prima saat kamu berada di atas ranjang bersama pasangan. Menciptakan suasana romantis bisa dimulai dari melakukan hal-hal tersebut lho, Kawan. Konsumsi alkohol tak dianjurkan sebab yang ada bisa membuat tidurmu terganggu di malam hari dan merusak mood di keesokan harinya.

Kalau kamu dan dia bisa berada dalam kondisi yang terbaik, yang namanya bercengkrama, atau sekadar memberikan pijatan kecil pun akan membuat kualitas hubunganmu semakin baik karena kalian sadar kalau kehadiran partner adalah hal yang sangat berarti untuk satu sama lain dan tak tergantikan oleh apa pun sekalipun dengan gawai.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Melody Dambakan Momongan Sembari Coba Bisnis Baru

Setelah resmi menikah dengan Hanif Fathoni pada 2018, Melody Nurramdhani Laksani eks personel JKT48 mengaku tengah mendambakan hadirnya momongan.  Pernyataan itu langsung dilontarkan sendiri oleh Melody. Penyanyi kelahiran Bandung itu mengatakan bahwa keinginannya untuk memiliki momongan belum tercapai hingga saat ini.

“Ya pasti mau lah (punya momongan), cuma kan gimana yang ngasih saja,” ucap Melody seperti dikutip Viva.co.id, Jumat (22/3).

Kemudian, Melody pun mengatakan bahwa ia tidak melakukan program kehamilan ataupun menunda kehamilan. Semuanya ia pasrahkan kepada Tuhan.

“Enggak lah enggak ada nunda-nundaan (kehamilan) Segimana di kasih Allah saja,” tuturnya.

Lebih lanjut, wanita kelahiran tahun 1992 itu juga mengatakan bahwa pasca menikah, ia dan sang suami tertarik untuk berkarir di dunia bisnis, khususnya bisnis di bidang pertanian.

“(Bisnis) kuliner sih enak, tapi sudah banyak. Cuma kalau kita berinovasi kan kita juga enggak tahu ya, tapi kalau ada kesempatan bisnis pertanian ada mengarah ke situ juga,” tuturnya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Via Vallen Torehkan Prestasi di Panggung Mancanegara

Via Vallen baru saja mengharumkan nama Indonesia lewat musiknya, ia berhasil mendapatkan sebuah penghargaan di Rusia. Penghargaan tersebut didapat dari International Proffesional Musik Awards (BraVo Awards) 2019. Acara itu digelar di Moskow, Rusia. BraVo Awards adalah ajang penghargaan untuk seniman yang berkarier di Eropa dan Asia.

Via Vallen berhasil mendapatkan piala untuk Special Guest from Indonesia. Lantaran prestasinya ini, tak lupa, pedangdut yang identik dengan lagu-lagu berbahasa Jawa itu mengucap syukur. Ia berterima kasih atas kesempatan dan penghargaan yang didapatkannya.

“Aku benar-benar terkejut musikku bisa dihargai jauh dari rumah. Aku berharap semua orang di dunia bisa menikmati musikku,” ujarnya seperti dikutip dari detik.com.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Fakta Terbaru dari KNKT Tentang Jatuhnya Lion Air JT-610

Masih menyisakah luka bagi seluruh masyarakat Indonesia, kecelakaan peswat Lion Air JT-610 beberapa waktu lalu. Kini mulai menemukan fakta baru. Ya, Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) baru-baru ini mengungkap sejumlah fakta mengenai jatuhnya pesawat jenis Boeing 737 Max 8 yang jatuh di perairan Karawang, Jawa Barat beberapa waktu lalu.

Dikutip dari laman Kumparan.com, setidaknya berikut beberapa faktanya.

1. KNKT Ungkap Pilot Ketiga di Lion Air Bali-Jakarta Sebelum Jatuh

Pesawat dengan nomor body PK-LQP ini sebelum terbang dari Jakarta ke Pangkalpinang, melayani rute Denpasar – Jakarta.

“KNKT menyampaikan bahwa benar ada pilot lain yang berada di cockpit pada penerbangan itu. Pilot ini adalah pilot yang telah selesai menjalankan tugas terbang dan akan kembali ke Jakarta,” kata Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono saat konferensi pers di gedung KNKT, Kamis (21/3).

Sehari sebelum jatuh, pesawat Boeing 737 Max 8 ini terbang dari Bali ke Jakarta dengan nomor penerbangan JT-043. Saat di Bali, pesawat memang sempat mengalami kerusakan pada Angle of Attack (AoA) sensor. Setelah diperbaiki, barulah pesawat terbang ke Jakarta.

Selama terbang ke Jakarta, pesawat juga mengalami gangguan sehingga pilot memutuskan terbang dalam mode manual. Saat itulah, pilot ketiga ikut dengan dua pilot utama di sana. Namun keesokan harinya, pesawat yang sama terbang dari Jakarta menuju Pangkalpinang, Bangka Belitung, dengan nomor penerbangan JT-610. Namun sialnya, baru 13 menit mengudara, pesawat tersebut jatuh.

Untuk dimintai keterangan, KNKT sudah memanggil dan memeriksa pilot ketiga yang ikut dalam penerbangan dari Bali ke Jakarta.

2. Percakapan Pilot dalam CVR Tidak Bocor, yang Beredar di Sosial Media Bohong

Sebelumnya, sempat beredar di sosial media isi rekamanyang konon berasal dari Cockpit Voice Recorder (CVR) pesawat Lion Air JT-610. Namun KNKT membantah jika isi rekaman CVR tersebut sangat berbeda dengan apa yang mereka miliki.

“KNKT juga menyampaikan bahwa isi rekaman CVR tidak sama dengan apa yang beredar di media, sehingga menurut KNKT isi berita itu adalah opini seseorang atau beberapa orang yang kemudian dibuat seolah-olah seperti isi CVR,” ujar Kepala KNKT Soerjanto Tjahjono dalam keterangan tertulis, pada Kamis (21/3).

3. Sebelumnya Akhirnya Jatuh, Sang Pilot Sempat Cari Solusi di Handbook

Masih dari hasil rekaman CVR, pilot dan co-pilot yang bertugas pada pesawat tersebut sempat berupaya mencari tahu penyebab jet yang mereka tunggangi itu terus meluncur ke bawah.

Dikutip dari Reuters, salah satu sumber menyebutkan saat itu, pilot Bhavye Suneja mengambil kontrol saat pesawat lepas landas. Sementara, co-pilot Harvino bertanggung jawab untuk komunikasi dengan Air Traffic Controller (ATC).

Selanjutnya, dua menit setelah lepas landas, co-pilot sempat melaporkan masalah kontrol penerbangan ke ATC dan menyebut bahwa pilot ingin mempertahankan jelajah terbang di ketinggian 5 ribu kaki. Akan tetapi, co-pilot Harvino, tidak merinci masalah apa yang terjadi di pesawat tersebut.

4. Pilot Sempat Panik Ketika Pesawat Tidak Bisa Dikendalikan

Beberapa saat sebelumnya akhirnya pesawat terjatuh, sempat ada kepanikan yang muncul setelah para penumpang tahu jika pilot tak bisa mengendalikan pesawat. Namun, Kepala Sub Komite Investigasi Keselamatan Penerbangan KNKT, Kapten Nurcahyo Utomo, enggan untuk mengatakan teriakan apa saja yang muncul atas kepanikan tersebut.

“Saya enggak bisa ngomong (teriakan apa saja). Di akhir penerbangan pilot enggak bisa me-recover penerbangan. Di situlah muncul kepanikan,” ucap dia.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top