Feature

Kepada Temanku : Jangan Curhat, Kalau Tak Mau Mendengar Saran

Ini memang menyebalkan, selalu jadi tempat berkeluh kesah oleh para teman. Bukan, bukan tak suka atau tak ikhlas mendengar mereka bercerita. Hal lain yang justru kusesali adalah, persoalan serupa yang kerap kali diulangi lalu diceritakan kembali.

Minggu lalu ia sudah datang untuk mencurahkan keraguannya dengan sang pacar, meminta saran langkah apa yang dilakukan. Beberapa waktu setelahnya, ia kembali terlihat pergi jalan dan berkencan. Lalu kali ini, kembali datang sembari menangis, sebab ia ternyata diduakan. 

Rasanya tak hanya aku saja, kalian pun tentu punya jenis teman yang serupa. Sering datang untuk berkeluh kesah. Meminta saran untuk langkah yang ingin dilakukannya. Tapi akhirnya tetap tak mendengar apa yang kita sampaikan padanya. 

Datang dengan Kondisi yang Buat Kita Kasihan, Seakan Masalahnya Tak Punya Jalan Keluar

Namanya juga teman, kita tentu tak sampai hati jika tak bersedia menemani ia yang mungkin sedang sedih. Awalnya, kita mungkin kasihan padanya, lalu berinisiatif untuk memberi ia saran untuk menyelesaikan persoalan. Entah cerita diselingkuhi pacar, persoalan dalam pekerjaan, drama di pertemanan, atau cerita lain yang memang membuat sedih. 

Sebisa mungkin kita tentu akan diam, menunggunya bercerita hingga mendengar semua keluuh kesah yang ia punya. Walau pada beberapa kasus, mereka kadang hanya terlalu berlebihan. Memperbesar masalah yang seharusnya bisa diselesaikan. 

Tiba-tiba Bertanya, “Baiknya Aku Gimana Ya?”

Menjadikan kita sebagai teman curhat, itu artinya dia memang sudah percaya pada kemampuan kita. Selanjutnya ia mungkin akan meminta saran. Tentang langkah mana yang kayak untuk dijalankan. Dan sebagai teman yang baik, tentu kita akan berusaha sebisa mungkin membantunya menemukan jalan yang paling benar. Namun lagi-lagi, saran kita hanya sekedar didengarkan. Bukan untuk dilakukan. 

Bersikap Jadi Teman yang Baik, Kita Pun Memberinya Saran, Tapi…

Ini jadi bagian paling menyebalkan dalam menghadapi teman yang sering curhat untuk meminta saran. Susah payah kita mencari cara terbaik untuk disampaikan, setelah babak panjang saran yang kita sampaikan. Hal selanjutnya yang menjadi keputusan akhir baginya justru sering menyebalkan. 

“Yang kamu bilang bener sih, tapi kayanya dia nggak seburuk itu deh. Jadi aku mau kasih kesempatan satu kali lagi buat dia”. 

Sebenarnya tak masalah jika ia memang masih percaya pada pacar yang mungkin sudah menduakannnya. Tapi jika ternyata ia masih akan tetap pada pendiriannya, lantas untuk apa meminta saran dari kita? Menyebalkan! 

Jangankan untuk Berterimakasih Atas Saran yang Kita Berikan, Ia Justru Malah Menilai Kita Tak Paham

“Kamu nggak bakalan ngerti, gimana rasanya jadi aku”. 

Sedikit ambigu memang, meminta kita mendengar dan memberi saran namun dibalas dengan keraguan karena katanya tak paham. Begini, memilih teman untuk dimintai saran itu artinya kita sudah percaya jika ia bisa membantu kita. Lalu jika ia sudah memberi saran, itu artinya kitalah yang memintanya.

Kamu boleh saya tak buru-buru percaya jika memang masih meragukannya. Tapi berkata bahwa temanmu tak bisa mengerti isi hatimu jelas salah. Kalau memang tak percaya ia bisa mengerti apa yang kamu rasakan, kenapa curhat dengannya? 

Jika Memang Tak Mau Mendengar Sebaiknya Jangan Datang untuk Curhat dan Meminta Saran

Bukan sedang ingin hitung-hitungan pada teman atau merasa paling besar. Tapi sikap-sikap seperti itu memang menyebalkan. Sudah susah payah mendengar dan membantumu mencari saran, yang kau lakukan justru tetap berkelut pada kesalahan yang sama. Dan berubah atau melakukan saran yang diminta, lalu kembali datang untuk menceritakan kesalahan yang sama. 

Keresahan ini ditujukan untuk barisan teman yang selalu meminta saran, tapi jika sudah diberi saran tak pernah mau mendengarkan.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Adela Resmi Layangkan Gugatan Cerai pada Sang Suami

Kabar tak megenakkan, baru-baru ini datang dari pelantun lagu ‘All I Ask”, Adele. Yap, belum lama ini, ia mengumumkan perpisahannya dengan sang suami, Simon Konecki. Dan kini, penyanyi perempuan berusia 31 tahun tersebut secara resmi melayangkan gugatan cerai pada suaminya.

Hal tersebut diungkapkan langsung oleh oleh pihak Adele melalui sebuah pernyataan yang dikutip dari E! News, Jumat (13/9), dimana Adele menggugat cerai Simon setelah 8 tahun, dan memutuskan akan merawat anak mereka, Angelo, bersama-sama.

“Mereka berkomitmen untuk membesarkan Angelo bersama dengan penuh cinta,” ungkapnya sang sumber.

Akan tetapi, hingga ini dituliskan, baik Adele maupun Simon Konecki masih belum angkat bicara terkait kabar gugatan cerai mereka tersebut.

Sebelumnya, Ryan Tedder, vokalis OneRepublic sekaligus sahabat dekat Adele, mengungkap kabar sang musisi setelah memutuskan untuk berpisah. Ia menyebut Adele tengah merasa kesulitan karena perceraian, namun keadaannya baik-baik saja.

“Perceraian memang sangat membuatnya kesulitan. Tapi sekarang dia baik-baik saja,” ujar Ryan beberapa waktu sebelumnya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Lelaki yang Hina BJ Habibie di Sosmed, Ternyata Mengidap Gangguan Jiwa

Kepergian Presiden ke-3, BJ Habibie jadi luka mendalam bagi seluruh rakyat Indonesia. Namun, saat semua orang sedang berduka, seorang lelaki didatangi polisi karena melakukan ujaran kebencian atas meninggalnya BJ Habibie. Akan tetapi, setelah diinterogasi, ternyata laki-laki tersebut mengalami gangguan jiwa.

“Kami sudah lakukan interogasi terhadap seorang diduga pelaku ujaran kebencian saat mengomentari wafatnya Bapak BJ Habibie lewat media sosial,” kata Kasat Reskrim Polres OKU Timur, AKP M Ikang saat dikonfirmasi, Jumat (13/9/2019) dilansir dari detiknews.com. 

Lebih lanjut, Ikang mengarakan jika, pelaku adalah BA (16) warga Desa Petanggan, Belitang, OKU Timur. Dan dari intogasi polisi, BA mengakui jika dirinya memang telah berkomentar pedas di media sosial.

“Pelaku mengakui perbuatannya, tetapi orang tuanya mengaku anaknya dalam kondisi gangguan jiwa. Dia baru pulang berobat dari Ernaldi Bahar Palembang (rumah sakit jiwa) dan dirawat selama 40 hari,” kata Ikang.

Saat ini, lanjut Ikang, BA tengah dirawat jalan. Hal ini dibuktikan dengan adanya surat keterangan dari rumah sakit dan obat yang masih dikonsumsi aktif oleh BA.

“Semua ada, ada obat-obatan, ada surat berobat jalan. Kalau diinterogasi dia diam, lupa dan kemarin didampingi juga sama keluarganya,” jelas Ikang.

Melihat kondiri BA yang memang menderita gangguan jiwa, polisi hanya melakukan interogasi dan tidak melakukan penahanan. Namun, Polisi juga meminta keluarga untuk melakukan pengawasan terhadap BA.

Sebelumnya, sebagai infromasi, pelaku mengomentari sebuah postingan atas wafatnya BJ Habibie di media sosial. Ia berkomentar ‘Mampus lo keparat cuihh‘ yang kemudian memacing emosi warganet di Instagram.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Di Malaysia, 409 Sekolah Ditutup Sementara Karena Kabut Asap dari Indonesia

Dampak dari kabut kiriman yang diterima oleh beberapa wilayah di Malaysia dari Indonesia, Pemerintah Malaysia dikabarkan terpaksa harus menutup 409 sekolah di negara bagian Sarawak. Konon, kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan 8di Indonesia tersebut sudah mengepung wilayah di perbatasan tersebut.

Kementerian Pendidikan Malaysia mengumumkan bahwa mereka menutup 409 sekolah di sembilan distrik pada awal pekan ini yang berdampak pada 157.479 siswa. Sebagaimana dilansir Malay Mail, Padawan menjadi distrik yang terkena dampak paling parah, yang mengakibatkan 101 sekolah harus ditutup.

Di sisi lain, distrik yang terkena dampak kabut asap dengan populasi siswa terbanyak adalah Kuching, di mana 60.509 pelajar berdiam. Dan tak hanya itu saja, pemerintah negeri jiran tersebut juga menutup 53 sekolah di Betong, juga 44 sekolah di Bau, dan 30 sekolah Lubok Antu.

Selanjutnya, di wilayah Samarahan, ada tiga sekolah dengan 3.411 pelajar, sementara Serian memiliki 20 sekolah yang menampung 2.230 siswa. Sebanyak 9.828 siswa di 41 sekolah Sri Aman, dan 3.895 pelajar di 30 sekolah di Lundu juga terpaksa libur akibat kabut asap ini.

Dilansir dari laman CNNIndonesia, Pusat Meteorologi Khusus Asean (ASMC) menyatakan bahwa kabut asap akan terus mengepul di semenanjung Malaya dan Sarawak barat jika kebakaran hutan dan lahan di Sumatera dan Kalimantan tak kunjung padam.

Akan tetapi, sebelumnya, Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup RI, Siti Nurbaya Bakar, mengatakan bahwa asap karhutla itu juga berasal dari wilayah Malaysia sendiri, seperti Sarawak dan Semenanjung Malaya.

Hasil pemantauan satelit oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memang menunjukkan pada 6 sampai 7 September, terjadi peningkatan jumlah titik api di Malaysia (Serawak dan Semenanjung Malaysia) yakni dari 1.038 titik menjadi 1.423 titik.

Siti juga menganggap asap karhutla di Indonesia tidak mungkin sampai ke Negeri Jiran, lantaran arah angin tidak berembus ke arah negara tersebut.

Menteri Energi, Teknologi, Lingkungan Hidup, dan Perubahan Iklim Malaysia, Yeo Bee Yin, pun melansir data dari ASMC yang menunjukkan jumlah titik api terbaru di Kalimantan sebanyak 474 dan Sumatera sebesar 387. Sementara itu, titik api di Malaysia tercatat hanya tujuh.

*Featured Image : Antarafoto

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top