Feature

Kenapa Setiap Orang Membutuhkan Jumlah Jam Tidur Ideal Yang Berbeda? Ini Jawabannya!

Kalau si A tidur sehari hanya 2-4 jam badannya sehat-sehat saja. Tak pernah sakit, mengantuk juga tidak. Tapi si B sudah tidur 8 jam dalam sehari masih suka menguap saat beraktivitas. Atau kamu sendiri pernah merasakan diposisi yang hanya bisa tidur sebentar tapi sudah cukup untuk membuat badan kembali bugar atau malah sudah tidur berjam-jam masih saja tidak bisa menahan kantuk. Sebenarnya berapa lama sih waktu ideal untuk tidur? Apa setiap orang memiliki jumlah tidur ideal yang sama atau berbeda? Kenapa hal itu bisa terjadi? Nah, daripada kamu terus bertanya-tanya, ulasan berikut akan menjadi jawabannya.

Penelitian Menunjukkan Kenapa Kamu Butuh Durasi Tidur Yang Cukup Dan Juga Waktu Ideal Untuk Tidur Sesuai Usia

Pernah dengar tidak pernyataan tentang orang yang kurang tidur lebih galak dibandingkan orang yang sedang lapar? Kalau kamu pernah dengar atau bahkan kamu sendiri yang mengalami kejadian itu, bisa jadi itu sebagai tanda kalau sebenarnya waktu tidur yang cukup mempengaruhi banyak hal termasuk hormon dan juga emosi. Kamu yang kurang tidur bisa jadi akan mengalami masa labil dalam mengendalikan emosi ataupun mempengaruhi hormon yang diproduksi oleh tubuh.

Penelitian yang dilakukan oleh National Sleep Foundation menyatakan bahwa enam puluh lima persen dari mereka yang tidak memiliki rasa sakit melaporkan kualitas tidur yang baik atau sangat baik, sementara hanya 46 persen orang dengan nyeri akut dan 36 persen orang dengan nyeri kronis melakukan hal yang sama. Selain itu, 23 persen dari mereka yang menderita sakit kronis melaporkan tingkat stres yang lebih tinggi, dibandingkan dengan 7 persen dari mereka tanpa rasa sakit.

Body Clock Berperan Penting Dalam Mengendalikan Kapan Waktunya Kamu Terjaga Ataupun Terlelap

Kamu tipe manusia kelelawar atau tipe manusia ayam? Pernah dengar pertanyaan tersebut tidak? Pertanyaan yang biasanya diajukan untuk mengetahui jam tidur kamu seperti apa. Sebutan kelelawar biasanya untuk orang-orang yang justru bisa terjaga hingga tengah malam bahkan pagi hari. Sedangkan sebutan ayam itu biasanya yang gemar bangun pagi hari. Istilah tersebut sebenarnya tidak relevan dengan penelitian secara ilmiah. seorang profesor yang belajar jam sirkadian di UC San Diego, David Welsh mengatakan “jika anda mendefinisikan diri anda burung hantu atau burung liar merupakan tindakan yang tidak berdasar.”

Menurut Welsh jika kamu melihat survei populasi yang besar, kamu akan mendapatkan distribusi chronotip normal, dengan kebanyakan orang memiliki chronotip rata-rata memiliki hasil “rata-rata”, beberapa memilih untuk bangun sedikit lebih awal atau lebih lambat dan kelompok kecil secara alami meningkat sangat awal atau akhir. Tidak ada garis yang membedakan chronotype yang berbeda. Tapi semua orang memiliki jadwal internal yang membuatnya merasa terjaga atau tidur pada waktu yang berbeda. Karena faktor-faktor termasuk kadar hormon, genetika dan paparan cahaya, beberapa orang memiliki kecenderungan untuk lebih waspada dipagi hari dan beberapa orang lainnya lebih memilih pada lain waktu.

Pada Dasarnya Pola Tidur Itu Bisa Diatur Oleh Diri Sendiri, Tergantung Bagaimana Kebiasaan Itu Kamu Lakukan

Sebenarnya terlepas dari beberapa faktor yang mempengaruhi jumlah waktu tidur yang kamu butuhkan (baik chronotype, saat kamu waspada dan panjang berapa banyak tidur yang kamu butuhkan) sebagian besar bersifat genetik, ada beberapa hal yang dapat kamu lakukan untuk menyesuaikan jadwal tidurmu dan setidaknya membuat kamu sedikit lebih mudah untuk bangun lebih awal. Jadi tidak ada istilah orang malam atau orang pagi lagi jika kamu mau menyesuaikan.

Kamu bisa menyesuaikan pola tidur dengan mengendalikan paparan cahaya. Proses yang disebut entrainment ini menentukan tindakan apa yang harus dilakukan untuk tubuh ketika kamu pergi ke tempat dengan zona waktu yang berbeda. Inilah mengapa muncul istilah jet lag. Kamu juga bisa menggunakan ini untuk melatih tubuhmu untuk bangun dan tidur lebih awal dengan membuka cahaya alami di pagi hari dan menghindari cahaya terang dimalam hari. Meskipun tidak merubah kebiasaan sebelumnya secara drastis, setidaknya bisa membantu pola tidurmu jadi lebih baik.

Setiap Orang Punya Kebutuhan Yang Berbeda-beda, Tak Terkecuali Dalam Urusan Kebutuhan Waktu Tidur

Dari banyaknya penelitian, hasil yang didapatkan tentunya akan berbeda satu sama lain. Temuan satu studi tidak langsung dapat digunakan untuk semua orang.Dalam kasus tidur, para ahli merekomendasikan untuk mencari tahu apa yang secara pribadi paling sesuai untuk kamu. Hal ini menunjukkan jika kebutuhan tidur seseorang berbeda satu sama lain tergantung kebutuhan tubuhnya.

Sebaiknya kamu mulai memperhatikan kebutuhan tidurmu dan mulai hitung berapa jam waktu yang kamu butuhkan untuk membuat tubuhmu pulih. Hindari konsumsi alkohol dan kafein dalam jumlah banyak dan atur pencahayaan ruangan pada saat kamu tidur.

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Community

Mau Pulang Kampung di Akhir Tahun, Nih 5 Minuman yang Bisa Cegah Mabuk Perjalanan!

Jalan-jalan tentu adalah salah satu kegiatan yang menyenangkan bagi banyak orang. Namun sayangnya ada juga orang yang tak bisa melakukan perjalanan karena mabuk kendaraan. Pasti hal ini akan mengganggu rencana jalan-jalanmu yang seharusnya menyenangkan bukan? Untuk itu, saat mabuk perjalanan, kamu bisa coba atasi itu dengan 5 minuman ini.

1. Wedang Jahe

Dengan meminum wedang jahe, perutmu akan langsung terasa lebih hangat. Tak hanya itu, aroma jahe sendiri mampu menenangkanmu dan membuat mualmu teratasi. Selain wedang jahe, kamu juga bisa mengonsumsi jahe dalam bentuk permen atau manisan kok.

2. Air Kelapa

Air kelapa memiliki manfaat sebagai pembunuh racun dalam tubuh dan mampu mengatasi alergi. Tak hanya itu, air kelapa juga bisa membantumu untuk meringankan rasa mual perjalanan dan membuat perutmu terasa lebih nyaman tentunya.

3. Jus Jeruk

Jeruk memiliki manfaat untuk meringankan rasa mual dan keinginan muntah saat tengah mabuk perjalanan. Tak hanya itu, ibu hamil juga disarankan meminum jus jeruk ini agar tak sering mual.

4. Teh Peppermint

Teh dengan tambahan peppermint di dalamnya juga bisa kamu jadikan alternatif untuk mengatasi rasa mualmu. Aromanya yang segar mampu menenangkan dan membuat otot lambung menjadi lebih rileks sehingga rasa mual bisa sedikit teratasi.

5. Jus Lemon

Sama halnya dengan jus jeruk, jus lemon juga mampu menghilangkan rasa mual yang kamu alami. Bahkan jus lemon mampu mengembalikan energimu yang terkuras setelah muntah-muntah.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Tahu Tidak? Ternyata Travis Barker sampai Megan Fox, Mengalami Fobia yang Namanya Naik Pesawat

Ada sebuah fobia untuk naik transportasi semacam naik pesawat, tak bisa dipungkiri fobia ini cukup memilukan dan menyiksa. Pesawat menjadi pilihan transportasi untuk mereka yang ingin berpergian demi mengefisiensi waktu. Apalagi bagi pesohor yang kerap berpergian menggunakan pesawat demi berlibur dan berbisnis, namun memiliki fobia akan pesawat.

Terbukti dua nama pesohor ini, Travis Barker dan Megan Fox memiliki kecenderungan takut untuk naik pesawat. Kondisi ini dikenal dengan sebutan Aviophobia, adapun sebagai penyebab ini masih berbeda-beda, seperti halnya yang dialami para pesohor.

Kecelakaan Pesawat yang Dialami Membuatnya Takut Untuk Naik Kembali

Wajar saja apabila fobia dialami oleh seseorang yang mengalami kecelakaan pesawat, seperti yang dialami oleh Travis Barker, drummer band pop punk Blink-182 ini mengalami luka bakar tingkat dua dan tiga yang cukup parah. Akibat kecelakaan tersebut Barker pun berikrar untuk tak mau lagi naik pesawat karena Aviophobia yang tak kunjung menghilang.

Lagu Britney Menjadi Pengantar Ketenangan Selama Penerbangan

Hal unik pun dilakukan oleh aktris seksi yang bermain di film Transformers, Megan Fox, ia jujur kalau kerap kali mengalami panik saat berada di dalam pesawat. Sampai-sampai ia membayangkan dirinya harus meninggal lantaran pesawat yang ditumpanginya mengalami kecelakaan.

“Saya takut terbang, tetapi ketika saya berusia 20 tahun saya menemukan cara untuk mengatasi fobiaku itu. Ketika saya panik, saya mendengarkan lagu-lagu Britney Spears dan hal itu cukup membuatku tenang. Saya selalu membayangkan saya akan meninggal ketika naik pesawat,” ungkap Megan Fox kepada Perez Hilton.

Dalam Video Klip Berpakaian Bak Pramugari, Nyatanya Penyanyi Ini Takut Di Dalam Pesawat Dikala Pergi

Banyak publik yang terkejut akan pengakuan yang diutarakan oleh penyanyi bernama Britney Spears ini. Karena ia dilansir menjadi penyanyi pertama yang mengaku kalau takut naik pesawat. Padahal Britney Spears memiliki video klip single Toxic yang latar tempatnya di pesawat. Bahkan dalam video tersebut ia berperan sebagai pramugari cantik lengkap dengan seragam birunya. Tapi siapa sangka kalau ternyata ia justru takut berada di pesawat.

Mencium Pesawat Pun Menjadi Solusi Membunuh Fobia Ala Jennifer Connelly

Pemain film Noah ini mengungkapkan kepada publik bahwa dirinya takut naik pesawat. Ya, Jennifer Connelly adalah aktris tersebut, ia pun menjelaskan pengalamannya kepada contactmusic secara detail. Namun ia juga memiliki solusi untuk mengatasi fobianya dengan mencium pesawat yang akan dinaikinya.

“Melakukan penerbangan bagiku sangat mengerikan. Saya memang tidak percaya dengan takhayul tentang apa pun, tetapi ketika saya harus naik pesawat sebelumnya saya mencium pesawat itu. Itu sangat membantu mengatasi fobia saya,terlihat gila memang tetapi begitu caraku,” ungkap Jennifer Connelly.

Trauma Pun Menghilang Namun Butuh Bertahun-tahun

“Saya pernah dalam kondisi penerbangan yang sangat buruk di mana kami terperangkap ketika badai. Ketika itu, saya berkata seharusnya tidak berada di udara seperti ini, saya takut lepas landas begitu saja. Mungkin terdengar aneh, tetapi kejadian itu membuatku sangat takut,” ujar Jennifer Aniston kepada China Daily.

Sempat mengalami ketakutan ketika terbang, ternyata pernah dialami oleh Jennifer Aniston. Mantan istri Brad Pitt pun mengungkapkan bahwa untuk mengatasi Aviophobia diatasinya selama bertahun-tahun.

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Community

Tanpa Sadar, Ini 7 Kesalahan Pakai Bra yang Sering Kamu Lakukan

Untuk para perempuan, kamu perlu lebih memperhatikan bagaimana caranya memakai bra yang benar. Karena pada kenyataannya, memakai bra bukanlah hanya sekedar memakai saja. Ada beberapa hal yang perlu lebih kamu perhatikan, agar tak menganggu kesehatan. Mulai dari ukuran tali, hingga bahan dasar yang akan digunakan. Nah, coba simak beberapa hal di bawah ini ya…

1. Tidak Sesuai dengan Ukuran yang Benar

Kamu harus tahu pasti berapa ukuran bra yang pas untuk ukuran payudaramu. Jangan sampai kebesaran apalagi kekecilan. Kamu juga harus perhatikan ukuran lingkar dadamu. Jangan hanya memperhatikan ukuran cup nya saja. Karena pemakain bra yang tak sesuai ukuran akan menaggu kondisi payudaramu. Membuat lecet atau terluka.

2. Tidak Menyesuaikan Tali Bra

Tali bra bukan sekedar hiasan bra ya. Jangan remehkan kegunaan tali itu. Tali bra berfungsi untuk merapatkan bra yang kamu pakai agar tidak terlalu longgar dan terlalu kencang. Dengan begitu kamu bisa lebih nyaman dalam mengenakan bra.

3. Mengaitkan Bra pada Kaitan Paling Belakang

Sebaiknya kamu sesuaikan kerapatan bra dan tidak mengaitkan bra pada kaitan paling belakang jika memang itu membuatmu sesak dan kesulitan dalam bernapas. Cukup kaitkan pada kaitan yang membuatmu merasa lebih nyaman dalam mengenakan bra. Jangan malas untuk membuka dan mengancingkannya lagi ya.

4. Menggunakan Bra yang Sama Selama Berhari-hari

Jangan pernah menganggap remeh kebersihan bra yang kamu pakai. Usahakan untuk selalu mengganti bra setiap hari dan mencucinya dengan bersih. Hal ini untuk menghindari iritasi yang bisa saja terjadi pada payudaramu.

5. Salah Cuci

Kamu harus tahu bagaimana cara mencuci bra yang benar. Jangan pernah menguceknya. Kamu hanya perlu merendamnya ke air sabun lalu menjemurnya sampai kering tanpa memerasnya. Jika kamu mengucek dan memerasnya, kamu bisa merusak bra itu.

6. Salah Menyesuaikan Warna Bra dengan Pakaian

Usahakan untuk memakai bra yang berwarna senada dengan pakaianmu. Kamu tentu tak ingin bra mu terlihat terlalu mencolok saat kamu memakai pakaian yang sedikit menerawang bukan? Terlebih jika kamu memakai baju warna putih sedangkan bra yang kamu pakai berwarna hitam, tentu itu akan membuatmu tak nyaman saat pandangan banyak orang tertuju padamu.

7. Tidak Menyamakan Panjang Tali Bra

Saat kamu memakai bra, usahakan untuk menyamakan panjang tali bramu. Jangan sampai panjang sebelah ya. Hal ini bisa membuatmu tak nyaman mengenakannya dan bisa berakhir dengan payudaramu yang agak turun sebelah.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top