Feature

Kenapa Orang Cenderung Galak Saat Sedang Lapar? Begini Penjelasan Ilmiahnya

Saat lapar, ya pasti maunya makan. Namun alih-alih menyantap seporsi makanan, ada saja halangan yang membuat kita terpaksa menunda jam makan untuk sementara. Kamu pasti pernah merasa di posisi ini.

Misalnya di siang hari, ketika kita sudah merasa perlu makan siang apalagi sarapan hanya sedikit, kemudian perut sudah terlanjur mengirimkan sinyal lapar ke otak, tapi karena kita belum bisa memenuhi kemauan perut, perasaan yang muncul bukanlah lega atau kenyang, tapi justru jadi lebih sensitif.  Saat ada yang bertanya baik-baik, kita menjawabnya dengan nada yang ketus. Entah mengapa, yang namanya lapar justru membuatmu jadi lebih galak. Menurutmu, mengapa hal itu bisa terjadi?

Penyebab Paling Ilmiah dan Masuk Akalnya, Lantaran Kurangnya Kadar Gula di Dalam Tubuhmu

Begini, saat orang belum makan, sebenarnya tubuhnya sedang memberikan tanda-tanda bahwa ada kebutuhan gizi yang belum terpenuhi. Termasuk jika kadar gula dalam darah berkurang. Kondisi tersebut akan membuat otak terstimulasi untuk berpikir kalau kita sedang dalam keadaan terancam. Itulah sebabnya saat kita lapar, otak akan mengirim sinyal seperti mudah emosi dan tingkat kecemasan yang meningkat.

Di lain sisi, otak akan memberi perintah pada organ tubuh untuk melepaskan hormon termasuk hormon adrenalin—yang muncul jika seseorang dalam situasi stres. Nah, hormon inilah yang berperan membuatmu jadi lebih sensitif dan mudah marah jika lapar melanda.

Otak Memang Melepaskan Zat Kimia yang Mengatur Amarah

Faktanya, selain hormon adrenalin, saat kamu lapar, otak ternyata melepaskan zat kimia alami bernama neuropeptide Y yang berfungsi untuk mengontrol rasa lapar serta mengatur amarah. Ya tidak heran, kalau kadar hormon tersebut meningkat di dalam otak, maka seseorang cenderung lebih mudah marah.

Atau Memang Ada yang Sudah Terbiasa Makan Teratur, Mood-nya Jadi Berantakan Kalau Jadwal Makannya Kacau

Kamu terbiasa punya jam makan yang teratur dan lumayan strict dengan kebiasaan tersebut? Nah, biasanya tipe orang sepertimu akan sukar menahan lapar. Kalau sudah terjebak pada kondisi dimana kamu harus menahan lapar, yang ada kamu pun jadi cenderung mudah marah. Hati-hati, yang namanya amarah apa lagi jika dilakukan berlebihan itu tak akan memunculkan efek baik untuk dirimu dan sekitarmu. Dibanding marah-marah saat lapar, coba kamu antisipasi dengan menyiapkan camilan ringan demi mengganjal perut.

Meski tidak mengenyangkan, setidaknya perutmu terisi sehingga kamu jadi enggan untuk marah-marah tak jelas hanya karena dilanda lapar. Keberadaan makanan ringan dan minuman manis dipercaya dapat memenuhi glukosa dalam tubuh yang baik untuk mengatur rasa laparmu.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Ternyata Laki-laki Bertubuh Pendek Lebih Sering Marah Dibanding Mereka yang Tinggi

Kalau harus diperhatikan, seorang lelaki yang bertubuh pendek ternyata lebih sering marah dan mudah terbakar cemburu dibanding mereka yang lebih tinggi. Tapi ini bukan sekedar perkiraan biasa. Karena dari hasil temuan para ilmuwan yang melakukan penelitian di Centres for Disease Control di Atlanta, ternyata lelaki bertubuh pendek lebih mudah terpancing emosi.

Menariknya lagi, penelitian yang dilakukan terhadap setidaknya 600 lelaki berusia 18 sampai 50 tahun ini, juga menemukan bahwa laki-laki bertubuh pendek juga lebih mudah emosi dan melakukan kekerasan dibanding mereka yang bertubuh  tinggi.

Hasil dari penelitian tersebut berkata, bahwa mereka yang pendek menganggap dirinya kurang maskulin yang kemudian bisa memicu tingkat ketakutan dan amarah dalam diri mereka.

Sumber : The Mirror

Disamping itu, penelitian lain yang dilakukan ilmuwan di Universitas Oxford juga mengungkapkan jika alasan seseorang bertubuh pendek lebih mudah marah sebenarnya sangat sederhana. Rasa percaya diri yang kurang, ditambah anggapan masyarakat tentang orang pendek kurang menarik, menjadikan mereka lebih mudah marah hingga berpikir negatif.

Namun tak selalu buruk, karena selain hasil temuan yang tadi sudah disebutkan. Peneliti tersebut juga menemukan fakta bahwa tak semua laki-laki bertubuh pendek lebih mudah marah. Karena, penelitian lain juga menemukan bahwa beberapa laki-laki pendek bahkan memiliki kesabaran yang lebih baik. Beberapa dari mereka juga memiliki rasa percaya diri tinggi, bahagia yang natural dan kemampuan menerima diri sendiri yang lebih baik.

Sumber : YouTube

Dengan kata lain, kita pun harus tahu jika faktor fisik bukanlah satu-satunya pemicu untuk seseorang, (khususnya laki-laki) kehilangan rasa percaya dirinya. Karena biasanya, ada beberapa hal lain yang juga mempengaruhinya. Mulai dari faktor ekonomi, lingkungan, keluarga, dan pekerjaan yang dimiliki.

Karena tinggi pendeknya seseorang kadang bukanlah sebuah jaminan bahwa ia mudah marah, cemburu atau tak percaya diri. Karena semuanya itu, kembali pada masing-masing pribadi.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Melanie Putria dan Angga ‘Maliq & D’Essentials’, Resmi Bercerai!

Berbeda dengan Angga yang tak tampak dalam persidangan, Melanie Putria terlihat hadir dengan didampingi oleh kuasa hukumnya, pada sidang perceraiannya, yang digelar di Pengadilan Agama Jakarta Barat, kemarin Senin (21/1).

Dan atas kesepakatan bersama, keduanya akhirnya resmi bercerai sebagaimana hasil putusan yang dibacakan oleh hakim.

“Hari ini dikarenakan bukti sudah cukup, keterangan saksi juga sudah menguatkan alhamdulillah hari ini juga sekalian putusan. Sudah resmi bercerai,” ujar Indah Dewi Yani, kuasa hukum Melanie saat ditemui di Pengadilan Agama Jakarta Barat, dikutip dari laman detik.com.

Ternyata proses perceraian keduanya sudah sejak lama dilangsungkan dan sepakat berpisah dengan baik-baik. 

Sebelumnya, keduanya menikah pada 7 Maret 2010 lalu. Dari pernikahannya itu, mereka dikaruniai seorang anak laki-laki bernama Sheemar Rahman Purariredja. Jarang terlihat dalam gosip miring, keduanya tampak mesra di sosial media. Namun, mendadak harus berpisah setelah 8 tahun berumah tangga.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Dihargai Rp. 1.500/Kg, Petani di Banyuwangi Buang Buah Naga ke Sungai

Dinilai tak mendapat harga yang cukup mempuni, beberapa petani buah Naga di Bayuwangi terlihat membuang hasil panen ke sungai. Hanya dihargai sekitar Rp 1.500 hingga Rp 2.000 per kilogram (kg). Tindakan para petani yang membuang buah naga ke sungai ini jadi salah satu bentuk protes atas merosotnya harga buah tersebut.

Dikutip dari laman Detik.com, Hari candra setyawan (29), warga Dusun Silirbaru Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran Banyuwangi mengaku, anjloknya buah naga di Banyuwangi membuat dirinya merugi.

“Terpaksa saya buang ke sungai karena memang tidak laku. Dijual pun juga tidak nutut dengan ongkos petani,” ujarnya kepada wartawan, Senin (21/1/2019).

Dan dari foto dan video yang beredar luas di dunia maya, konon kegiatan membuang buah naga tersebut adalah kali kedua. “Ini bentuk protes kami karena buah naga dari Banyuwangi tidak laku dipasarkan. Kemarin kita buang 100 kilo. Ini lebih banyak lagi. Hampir 200 kilogram,” tambahnya.

Dianggap tak bisa mengembalikan modal, beberapa petani buah naga di wilayah sekitaran Banyuwangi, yakni di Dusun Resomulyo, Desa Genteng Wetan, Kecamatan Genteng, akhirnya mempersilahkan masyarakat untuk memetik sendiri buah naga di kebunnya.

“Silakan kalau mau ambil sendiri di kebun. Gratis. Harga tidak nutup dengan ongkos petik,” ujar Ukri, dikutip masih dari laman yang sama.

Situasi ini sudah berjalan sekitar 2 minggu lebih, padahal menurut Ukri para petani baru bisa dikatakan mendapat untung jika harga buah naga diatas Rp. 6.500/kg.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top