Feature

Kenapa Kita Gemar Jatuh Cinta Pada Orang yang Tak Bisa Dimiliki

Untuk kesekian kalinya, kita mungkin akan mengelus dada, meminta diri bersabar atas kasih yang tak berbalas. Tak lama setelah itu, kita mungkin akan bertanya pada diri sendiri, “Kenapa sih, aku selalu jatuh cinta pada merka yang tak bisa kumiliki?”.  Situasi tarik ulur hati yang banyak disebut-sebut sebagai pemanis hubungan cinta, kadang memberi kita pandangan bahwa merebut hati dia yang kita suka adalah sesuatu yang mudah. Padahal kenyataannya, lebih sering susah. 

Cinta yang tak berbalas seperti ini memang cukup menyiksa. Menantikan ia melihat dan tersenyum ke arah kita memerhatikannya, jangankan untuk menoleh dan menyapa, dia yang kau suka lebih sering berjalan dan berlalu begitu saja. Ratusan malam kita habiskan demi menarik perhatian, segala macam cara pun dilakukan hanya untuk mendapat balasan. Meski nyatanya ia tetap tak peduli, namun anehnya cinta kita kian tinggi. 

Lalu, pernahkah kamu bertanya-tanya mengapa kita gemar jatuh cinta pada seseorang yang tak bisa miliki? Penjelasan sederhana ini akan memberimu jawaban. 

Kita Terlalu Menikmati Sensasi dari Proses Pendekatan 

Sebagian dari kita kerap merasa bahagia jika andrenalinnya naik untuk mendapatkan seseorang. Menganggap seseorang yang sulit ditakhlukkan adalah sosok yang wajib di dapatkan. Hingga sesuatu yang mudah didapat dianggap kurang berharga, sedangkan yang sulit didapat dijadikan sebagai sesuatu yang amat berharga. Walau nyatanya si dia tak punya rasa apa-apa, kita lelap dalam euphorianya, kita lupa untuk melihat fakta yang ada. Fakta bahwa dia memang tak pernah menaruh rasa apa-apa atas kita. 

Beberapa Kali, Cinta yang Berbalas Juga Bisa Membuatmu Lelah Menunggu Loh

Bukan tanpa alasan, beberapa kali, si dia mungkin sudah menunjukkan sinyal ketidaksukaan. Namun hanya karena ego diri sendiri, kita terlalu percaya bahwa suatu saat ia juga akan suka pada kita. Padahal faktanya, kita bukanlah sosok yang diharapkan akan jadi pasangan oleh si dia.

Sesederhana itu, hanya saja, kadang kita sulit untuk sadar bahwa dia memang tak pernah suka. Selanjutnya, kita sering merasa lebih bebas untuk tetap suka padanya. Walau tak berbalasa, ini terasa menyenangkan. Sebab ada kemungkinan, jika ia akan menyakiti kita lebih dalam. Karena dari awal memang tak pernah suka, dan tak pernah terlihat ingin lebih dekat dengan kita. 

Berjanji untuk Berhenti, Diberi Respon Sedikit Langsung Kembali Membuka Hati 

Tahu bagaimana rasanya diabaikan, dicari jika memang sedah butuh bantuan, tentu bukanlah sesuatu yang menyenangkan. Berkali-kali kita beharap disukai degan cara serupa, berkali-kali pula kita harus menanggung kecewa karena ia datang hanya karena butuh dibantu saja.

Jatuh cinta pada siapa saja memang tak pernah salah, namun akan jadi sumber masalah jika kamu menyiksa diri sendiri hanya karena masih berharap pada dia yang tak cinta. Lepaskan apa yang jadi bebanmu, biarkan ia pergi. Sesuatu yang memang untukmu akan kembali dengan cara apapun. Jadi jika memang ia masih tak mau membuka hatinya, cobalah buka hatimu untuk orang lain selain dia. 

Lalu Merasa Aman dengan Mencintainya Diam-diam

Jatuh cinta dengan seseorang yang tak bisa kita miliki, memang membuat frustasi. Maka untuk tetap terhindar dari sakit hati, banyak dari kita yang memilih untuk berdiam diri. Menyimpan semua rasa sayang, hingga menyampaikan semua hasrat dari kejauhan. Kita merasa bisa dengan leluasa melakukan apa saja, karena tak ada ikata resmi yang menarik kita hanya berada dengan dengan dirinya saja. 

Setiap kali bersama, kita bisa saja merasa sudah memilikinya. Namun pada beberapa situasi, kita merasa dilangkahi oleh orang-orang yang mencoba dekat dengannya. Jangankan untuk memintanya agar tak berhubungan dengan orang-orang tersebut, mau marah saja kita tak bisa. Kita bukan siapa-siapa untuknya. 

Dan Kita Hanya Punya Dua Pilihan : Terus Berusaha Mendapatkannya atau Berhenti Karena Sudah Lelah

Jika kamu berhasil meluluhkan hatinya, mungkin situasinya akan berbeda. Dianggap jadi sebuah keberhasilan karena sudah bisa merubah keputusan seseorang untuk menerima perasaan. Namun jadi berbeda, jika sampai sekarang ia masih tetap pada pilihannya. Tak menerimamu dan masih saja abai pada semua usahamu. 

Tak perlu menempatkan diri pada sesuatu yang menyakiti hati, kamu punya banyak kesempatan untuk bisa berbagi rasa dan mencintai manusia yang lainnya. 

Bukan Tentang Layak Atau Tidak, Hanya Saja Setiap Orang Berhak untuk Menolak

“Kenapa sih, dia nggak bisa menerimaku? Apa aku kurrang cantik? Kurang baik? Kurang tampan? Kurang menarik? Dan beberapa pertanyaan lainnya yang sering bersarang di kepala. Dengar, jauh lebih besar dari penolakan yang kau terima hari ini. Di luar sana ada ratusan juta jiwa orang yang bisa menerima dan membalas cinta serupa besarnya. 

Tak bisa memaksakan seseorang untuk menerima kita, untuk itu perlu melatih diri untuk berlapang dada. Menerima segala bentuk kegagalan dan penolakan, tak terkecuali urusan perasaan. 

Untuk Itu, Berhentilah Berharap Pada Dia yang Tak Bisa Kau Miliki

Memang sih, kita tak pernah tahu kemana hati dan perasaan akan berlabuh. Kehadiran cinta yang mengalir dengan begitu saja sering membuat pikiran goyah dan terpecah. Tak lagi bisa membedakan, mana sesuatu yang memang bisa berubah jadi kenyataan dengan sesuatu yang hanyalah bualan. 

Selama ini dia mungkin meresponmu, berlaku baik seolah-olah dia mencintaimu, tapi jika kamu sendiri sudah tahu ada orang lain yang juga menaruh hati padanya. Mencintai dan menyanyangi siapa saja memang tak pernah salah. Tapi kita bertanggung jawab, kemana cinta dan kasih sayang yang kita miliki akan digantungkan.

Dengan dia yang terlihat bisa saling sayang atau dia yang terlihat menarik namun tak pernah bisa berhasil dikejar. Tentukan pilihanmu, sebelum nanti menyesal karena terlalu lama berharap pada sebuah ketidakmungkinan.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Menasehati Orang Jatuh Cinta adalah Sebuah Upaya yang Sia-sia

Tahukah kau pekerjaan paling sia-sia di muka bumi? Memberi nasihat kepada orang yang sedang jatuh cinta,” –Semar

Sudahlah semuanya pasti sia-sia, karena apapun yang akan kita sampaikan tak akan didengar. Bagi mereka yang sedang jatuh cinta, semua hal tentang pujaan hatinya adalah sesuatu yang benar. Bahkan meski sudah tahu ada sesuatu yang salah, baginya itu selalu bisa dimaafkan. Jadi ya percuma saja, meski akan kau nasehati sampai mulut berbusa sekalipun ia akan tetap pada pemahamannya (setidaknya pada masa awal-awal pacaran). 

Ia mungkin akan mendengar apa yang kita sampaikan, mendengar apa yang kita bicarakan, tapi tak akan pernah melakukan apa yang kita sarankan. Nasib baik jika pujaannya juga cinta, kalau hanya bertepuk sebelah tangan barulah ia akan tahu rasa. 

Dirinya Sedang Mabuk Kepayang, Berpikir Cintanyalah yang Paling Benar

Pada situasi seperti ini, ungkapan jika ‘Cinta itu Buta’ adalah benar adanya. Karena ketika seseorang sedang jatuh cinta, logika dan kemampuan berpikirnya kerap tertutup dan tak bisa digunakan dengan benar. Ia tak lagi bisa melihat beberapa kejanggalan atau kesalahan yang mungkin dilakukan oleh sang pacar secara terang-terangan. Dan selalu terlihat menjadi tuli atas semua saran yang mungkin diberikan oleh teman. 

Kalau harus diibaratkan, ia sedang berada di puncak rasa percaya diri yang tertinggi. Merasa apa yang diyakininya-lah yang paling benar dan tak akan mendengar celotehan dari orang-orang. 

Bahkan Meski Didengarkan, Nasehatmu Hanya Akan Bertahan Beberapa Detik Setelah Kamu Sampaikan

Setelah mengalami beberapa kecewa, ia mungkin akan datang untuk bercerita. Meminta kita mendengarnya, dan berharap diberi saran atas masalahnya. Namun sayangnya nasehatmu tak akan mampu bertahan lama diingatannya. Mereka akan mendengar nasehatmu, mengiakan apa yang kamu katakan dan merasa yakin bisa melakukan seperti yang kamu sarankan.

Tapi, percayalah sekalipun ia bilang akan move on, melupakan dan bla-bla lainnya itu hanya berlaku beberapa menit saja. Tak lama dari permintaan saran tersebut, ia akan kembali menjadi bucin (budak cinta) dan menjunjung tinggi cintanya itu. 

Untuknya Tak Ada Kesalahan yang Tak Dapat Dimaafkan

Yap, ini adalah level terbucin yang akan membuat kita merasa kesal sekaligus kasihan padanya. Di mata orang-orang yang sedang jatuh cinta, tidak ada kesalahan yang tidak dapat dimaafkan.

Jadi meski pacar atau gebetannya sudah berbuat kesalahan, sesakit dan sekecewa apapun hatinya, dengan senang hati ia akan selalu bersedia untuk memaafkan orang yang dicintainya. Serta tak segan-segan untuk meminta maaf lebih dulu, meski yang salah bukanlah dirinya. 

Senyata Apapun Bukti yang Kamu Tunjukkan, Dia Tak Akan Percaya yang Kau Katakan

Kamu mungkin sudah tahu jika pacar atau gebetan yang ia ceritakan, nyatanya tak benar-benar sayang. Satu waktu kamu mungkin punya bukti yang bisa meyakinkannya dirinya, jika orang tersebut bukanlah orang yang tepat untuknya. Berniat membantunya keluar dari hubungan yang salah, bukti yang kita bawa justru membuatnya berpikir bahwa kita tak suka melihatnya bahagia.

Meski sudah berupaya, meyakinkan dirinya, jika sang gebetan tak memiliki perasaan setulus dirinya. Ia akan selalu yakin, bahwa apa yang kita  bicarakan tak benar. 

Maka Satu-satunya Hal yang Paling Tepat Adalah Memberinya Dukungan dan Mengiyakan Semua yang Ia Sampaikan

Selama ia memang masih tak merugikan kita, satu-satunya sikap yang paling benar untuk menyikapi orang yang sedang jatuh cinta adalah dengan memberinya dukungan. Mendengarkan semua cerita yang ia bagikan, dan selalu mengiyakan semua obrolan yang ia sampaikan. Tak perlu dibantah, itu hanya akan jadi sesuatu yang sia-sia. 

Bairkan ia menikmati semua masa indah dengan bayang-bayang bahagia ata cinta yang ia anggap sebagai sesuatu yang nyata. Jika memang apa apa yang ia yakini tak benar, suatu saat ia akan sadar. Sadar jika, apa yang selama ini kita sampaikan adalah sebuah kenyataan yang seharusnya sudah lama ia dengar.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Tak Perlu Takut Berlebihan, Jika Pasanganmu Sedang Ingin Sendirian

Entah karena apa, tiba-tiba pacar bilang jika sedang ingin menarik diri dan ingin sendiri. Tak ingin diganggu dan tak juga mau bertemu sementara waktu. Nah, kalau sudah begini, bukan tak mungkin pikiran kita akan segera dipenuhi berbagai macam perkiraan. Bukannya memperbaiki situasi, perkiraan yang tak berdasar justru kian menambah masalah dalam hubungan. 

Ingat ya, pacarmu juga manusia biasa yang berhak untuk menentukan apa saja dalam hidupnya. Jadi jika sewaktu-waktu dirinya ingin sendiri dulu, tak selalu ia sedang menyembunyikan sesuatu. Daripada menaruh curiga padannya, lebih baik pahami sikap seperti apa yang harus kita lakukan ketika pacar berkata ingin sendirian. 

Jangan Buru-buru Berasumsi yang Bukan-bukan, Jangan Sampai Hubunganmu Makin Runyam

Kita para perempuan memang lebih suka menggunakan perasaannya dalam menghadapi satu masalah. Pacar lama membalas chat dikiranya sedang selingkuh, tidak mengangkat panggilan dianggap sedang bersama perempuan. Iya, daripada berpikir dengan logika yang mungkin adalah kejadian sebenarnya, kita justru lebih suka menerka-nerka dengan ketakutan yang kita punya.

Jadi kalau nanti tiba-tiba pacarmu bilang ingin sendiri, jangan langsung berpikir yang bukan-bukan ya. Karna semua ketakutanmu bisa melahirkan anggapan yang tak benar dan merusak hubungan. Maka, cobalah berpikir dengan tenang. 

Ketika Ia Bilang Ingin Sendiri, Coba Cari Tahu Apa yang Membuatnya Begini 

Lelaki memang sulit untuk menyuarakan apa yang sedang ia rasakan. Dan keinginannya untuk sendiri sementara waktu tentulah dipicu oleh sesuatu hal. Tak mungkin kan, tiba-tiba saja ia ingin bersikap demikian. Nah, sebelum ia menarik diri dan pergi menenenangkan diri, cobalah kamu korek sedikit apa yang membuatnya demikian.

Ajak ia dalam sebuah obrolan yang secara tak langsung membicarakan alasan keinginan ingin sendiri yang ia sampaikan. Namun, jika ia tetap kekeuh tak mau bercerita, sebaiknya kamu terima saja. Hal lain yang bisa kamu lakukan adalah mencari tahu dari orang lain yang dekat dengan kekasihmu, bisa pada keluarganya atau sehabat-sahabatnya. 

Kalau Memang Dirinya Tetap Ingin Sendiri, Beritahu Ia Jika Kamu Juga Siap Mendengar Apa yang Ingin Ia Bagikan

Sebagai sepasang kekasih, sudah sewajarnya memang kita dan dirinya berbagi dalam segala situasi. Entah itu bahagia atau suka, pastikan jika kamu akan selalu berada dekat dengannya. Bersikaplah bijaksana dengan tak marah karena ia pun tak ingin berbagi masalahnya. 

Hargai dirinya dengan tetap membiarkan ia sendiri sebagaimana waktu yang ia ingini. Sesekali, tetap berikan ia perhatian dengan porsi yang secukupnya. Tidak berlebihan, tidak pula meninggalkan ia sendirian. 

Sementara Ia Sedang Sendiri, Cobalah untuk Menyibukkan Diri 

Tak selalu berdampak buruk untukmu, keinginan kekasih untuk sendiri bisa jadi alasan baik untukmu juga menikmati waktu sendiri. Manfaatkan situasi ini untuk membahagiakan dirimu juga, melakukan hal-hal lain yang bisa bermanfaat untuk hubungan berdua. Dan tetap menjaga komunikasi dengan pacar, walau saat ini sedang ingin sendiri-sendiri. 

Lakukan apa saja yang kamu gemari, kunjungi beberapa teman yang sudah lama tak ketemuan. Dengan begitu, isi kepalamu tak lagi hanya tentang pacar yang sedang ingin sendirian. Jika nanti si dia sudah mulai membuka diri, kamu pun akan lebih siap unutk menerimanya. 

Karena Hubungan Hanya Akan Berkembang, Jika Kamu dan Dirinya Saling Menghargai Keputusan

Selain rasa cinta, visi yang sama, komunikasi yang terjaga, sikap saling menghargai satu dengan yang lainnya adalah bagian yang perlu dijaga. Keputusannya yang mungkin terasa janggal ini, memag bisa saja membuatmu marah. Tapi walau ia adalah pacarmu, adda ruang-ruang yang memang sebaiknya tak disentuh.

Biarkan ia sendiri dengan apa yang memang ia lakoni. Kamu hanya butuh memastikan, jika ia tak kenapa-napa dan dirimu akan selalu menunggunya sampai ia selesai dengan kesendirian yang ia inginkan. 

Ini Bukan Salahmu, Ia Hanya Butuh Berdamai dengan Dirinya Tanpa Diganggu 

Berpikir ada yang salah dengan kita sebagai pacar, adalah hal yang wajar. Bahkan mungkin kita akan mulai membuat daftar semua kesalahan yang mungkin pernah kita lakukan. Meski selalu ada kemungkin jika keinginannya untuk sendiri dikarenakan kesalahan yang kita perbuat.

Tetap yakinkan dirimu, jika ini bukanlah salahmu. Kecuali kamu memang tahu, ada kesalahan yang benar-benar fatal baru saja kamu perbuat lantas ia berkata ingin sendiri detik itu juga. Tapi jika situasinya tak seperti itu, yakinlah ini hanyalah satu fase kehidupan yang memang perlu ia jalankan. Jadi jika memang ia ingin sendiri dulu, sungguh kamu tak perlu setakut itu.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Setiap Kali Bertengkar dengan Pasangan, Redakan dengan Sebuah Pelukan

Pada berbagai momen tertentu, hubunganmu dan si dia tentu akan dihampiri masalah. Dan itu adalah sesuatu yang wajar, karena pertengkaran atau perdebatan kecil ada bumbu pelengkap dalam suatu hubungan. Meski begitu, kita perlu pandai-pandai meredam selisih paham. Karena bukan tak mungkin, jika pertengkaran juga bisa berujung para perpisahan, antara kita dan pasangan.

Melalui pertengkaran, sebenarnya kita dan pasangan bisa belajar untuk lebih memahami dan mengerti lebih dalam lagi antara satu dan lainnya. Lewat pertengkaran, pasangan juga akan belajar lebih banyak tentang bagaimana mempertahankan hubungan yang ada di saat masalah ringan pun berat melanda.

Nah, melansir dari laman miracleandmess.com, pertengkaran dalam hubungan asmara khususnya pernikahan justru akan memberi warna baru dalam hubungan tersebut. Adanya pertengkaran juga akan membuat hubungan yang ada semakin kuat selama pertengkaran itu tidak berlebihan.

Bahkan Para ahli menyebutkan jika untuk meredakan pertengkaran dalam hubungan yang paling penting adalah sikap mengalah dari salah satu pasangan. Mengalah sendiri bukan berarti kalah, tapi lebih kepada menghargai dan menghormati pasangan dengan lebih baik lagi. Mengalah juga sering diartikan sebagai sikap untuk memahami dan mengerti lebih dalam tentang apa yang sedang dipikirkan pasangan.

Menurut Dr Michael Murphy dari Carnegie Mellon University, saat terjadi pertengkaran dalam hubungan, berpelukan bisa menjadi solusi pertengkaran tersebut. Berpelukan selepas bertengkar atau saat bertengkar, secara perlahan tapi pasti akan menenangkan perasaan pasangan antara satu sama lain.

Adanya kontak fisik lewat berpelukan juga akan membuat amarah yang sebelumnya membara, bisa terkontrol dengan baik hingga akhirnya menjadi sebuah perasaan tenang serta damai. Karena sebuah pelukan yang tulus akan membuat seseorang merasa disayangi, dicintai dan lebih dihargai.

Lebih lanjut Murphy mengatakan, “Berpelukan adalah cara jitu untuk meredam amarah. Lewat pelukan, seseorang akan merasa mendapat kasih sayang, cinta, dukungan, perasaan tenang, kepuasan dalam hubungan dan semangat menjadi pribadi lebih baik lagi. Berpelukan secara ilmiah mampu memberikan emosi dan energi positif.”

Nah, karena ada banyak manfaat berpelukan dengan pasangan, jangan pernah enggan memeluk pasangan saat suka, duka pun kecewa ya. Apalagi selepas bertengkar karena satu-dua hal.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top