Trending

Kembali, Jagat Hiburan Ditinggalkan Salah Satu Aktor Glee Karena Bunuh Diri

Industri jagat hiburan kembali dikagetkan dengan meninggalnya aktor Mark Salling dengan cara gantung diri di area hutan dekat Tujunga, Amerika Serikat. Pemeran Noah “Puck” Puckerman dalam serial Glee, mengalami depresi lantaran kasus pornografi yang menimpanya.

Sebelumnya, ada nama Chester Bennington, pentolan dari Linkin Park, dan Dolores O’riordan penyumbang suara dari The Cranberries yang melakukan bunuh diri. Stres dan depresi yang dialami para peramai jagat industri hiburan, membuat bunuh diri jadi jalan tengah sekaligus solusi dari kungkungan pikiran-pikiran mati.

Dilansir dari CNN Indonesia, Salling sempat mengisolasi diri dari beberapa kerabat. Mungkin, tidak adanya suntikan moral sekaligus terdegradasi dari segi pribadi karena ditangkap sebagai pecinta anak di bawah umur, menjadi alasan Salling untuk mengurung diri. Sehingga puncak depresi membuatnya bunuh diri. Seharusnya pada Maret nanti Salling akan mendengar keputusan pengadilan terkait hukuman yang akan diterima.

Setiap Manusia Memang Memiliki Kesalahan Yang Tidak Dapat Diterima, Salah Satunya Kelainan Seksual Macam Pedofilia

Sumber : Reuters.com

Tubuh Mark Salling harus membiru di areal hutan, lantaran jerat tambang di lingkaran lehernya menghabisi nyawanya. Memang tidak ada yang menyangka, kalau aktor yang berumur 35 tahun tersebut mengidap pedofilia. Hal itu terkuak dari beberapa bukti yang ditemukan polisi di tempat tinggalnya, Sunland, California.

Namun belum ada informasi jelas, apakah Salling juga melakukan tindakan pelecehan lantaran belum ada informasi terkait selain kepemilikan konten pornografi tersebut. Karena menurut Gregory Herek, periset dari University of California, pedofilia adalah kelainan psikoseksual, ditandai dengan ketertarikan lebih kepada anak pra-remaja sebagai pasangan seksual. Namun, ketertarikan tersebut ditindaklanjuti atau tidak ditindaklanjuti.

Jauh sebelum kasus pornografi anak, Salling, pernah dituntut sang pacar, Roxane Gorzela, karena melakukan hubungan seksual tanpa menggunakan kondom. Roxane mengklaim ia melakukan secara paksa dengan posisi ia didorong ke arah lantai.

Kasus Pornografi Yang Menjeratnya Memang Mencengangkan, Foto Anak Berusia 3 Tahun Jadi Objek Seksual Kesenangannya

Sumber : Tvcdgn.net

Para penyelidik menyita sebuah laptop, satu hard drive, dan satu USB flash drive dari tempat tinggal Salling. Secara mengejutkan ditemukan barang sekitar 25.000 foto dan 600 video yang menampilkan ponografi anak. Parahnya lagi, anak yang ditampilkan dalam konten yang dimilikinya memiliki usia beragam, salah satunya berumur 3 tahun.

Hal ini yang diduga membuat Salling depresi. Terlebih lagi kasus ini dapat menyeretnya ke jeruji besi dengan hukuman selama 20 tahun. Salling pun mencari jalan tengah dengan membayar denda sebesar 50.000 $ terhadap korban, meski demikian ia masih kemungkinan dengan dijerat hukuman empat sampai tujuh tahun di penjara.

Selain hukuman yang bertubi-tubi yang menimpa Salling, namanya pun terdaftar sebagai pelaku kekerasan seksual yang berimbas pada pelarangan kontak verbal atau elektronik dengan siapa pun yang berusia di bawah 18 tahun. Dia pun hanya boleh berada minimal 100 langkah dari sekolah, taman, kolam renang publik, pusat remaja, dan taman bermain setelah bebas nanti.

Sebuah kasus yang menimpa seseorang pasti menyerang psikisnya secara tidak langsung, hingga membuat Salling tertekan. Pada saat sidang bulan Desember 2015, ia mengaku sedang menjalani pengobatan depresi.

Meski Demikian, Sepatutnya Tidak Ada Alasan Apa pun Untuk Merayakan Kematian Seseorang

Sumber : TheGuardian.com

Kematian dari Mark Salling membawa duka mendalam bagi pelaku jagat hiburan diluar perbuatan biadab yang dia lakukan. Terutama bagi aktor Glee seperti Matthew Morrison yang mengunggah sebuah foto yang menampilkan dirinya dengan Salling, dan Cory Monteith yang juga meninggal karena bunuh diri.

Dibalik kesedihan beberapa pihak yang ditinggalkan, ada pula yang merayakan lantaran penjahat pedofilia itu meninggal. Sikap tersebut tentu sangat disayangkan, karena meninggalnya seseorang dengan alasan apa pun dibaliknya tidak patut untuk dirayakan. Namun itulah dunia, dengan beragam tanggapannya.

“Mark Salling pasti telah banyak berbuat salah dalam hidupnya dan menyebabkan banyak orang merasa sakit. Tapi tubuhnya yang menggantung di dahan pohon bukanlah alasan untuk bersukacita. Dia adalah manusia,” tulis Corinne Fisher di Twitter.

Mark Salling hanyalah seorang aktor yang besar karena serial Glee, kasusnya yang tidak dapat dibenarkan, juga ta bisa menjadi alasan untuk mencibir dirinya dibalik kematiannya. Apa lagi depresi yang dialaminya, tentu sudah cukup membuat Salling tersiksa secara fisik dan batin. Selamat jalan Mark Salling.

 

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Kondisi Terbaru Butet Kertaradjasa Pasca ‘Ambruk’ Saat Sedang Pentas

Kondisi kesehatan seninman Butet Kertaradjasa kian membaik pasca dirinya ambruk saat sedang melakoni pentas teater berjudul Kanjeng Sepuh di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Jumat lalu. Sutradara Agus Noor mengungkapkan bahwa seusai pementasan, Butet langsung dibawa ke Rumah Sakit Saint Carolus, Jakarta Pusat.

“Ya, Butet Kartaredjasa baru saja diwisuda dengan cara operasi pasang empat ring di pembuluh jantungnya. Selamat, Jenderal Butet. Senang kowe wis iso ngguyu neh,” katanya seperti dikutip dari Kompas.com, Senin (25/3/2019).

Sebelumnya, Agus melalui akun Instagram Agus Noor menuturkan bahwa Butet ambruk saat pementasan berjalan di menit 60-an. Tubuh Butet lemas, dingin, dan pucat. Dia mengalami serangan jantung ketika itu. Sejumlah kru medis kemudian turun untuk menangani Butet yang mengalami serangan jantung. Tatkala di atas panggung pementasan masih berjalan, kondisi Butet berangsur membaik dan ia bersikukuh tampil kembali. Namun Agus mencoba menahannya.

“Butet bersikeras muncul ke panggung. Saya tak yakin. ‘Biarlah saya menuntaskan kewajiban saya dengan terhormat malam ini.’ Begitu ia berkata. Tapi kowe jangan mati di panggung, nanti malah ngrepoti,’ kata saya. Dia tertawa. Maka, saya pun membiarkannya muncul menutup adegan terakhir, saat Semar mengungkap rahasia kebenaran,” tulis Agus lagi.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Enggan Lakukan USG, Sarwendah dan Ruben Onsu Dambakan Bayi Laki-laki

Keluarga kecil Ruben Onsu dan Sarwendah akan bertambah anggota dalam waktu dekat. Pasangan yang menikah pada 2013 ini akan menyambut kelahiran anak kedua. Sarwendah yang sekarang mengandung tujuh bulan ternyata belum mengetahui jenis kelamin anak keduanya.

“Memang sampai sekarang saya, Wendah, enggak USG 4D karena mau surprise dan kita maunya dua anak aja gitu,” ucap Ruben seperti dikutip dari viva.co.id.

Pernah ketika mengecek kandungan, Ruben mengaku calon buah hati dalam keadaan tengkurap sehingga tidak bisa dilihat jenis kelaminnya. Namun yang penting calon anak kedua mereka dalam kondisi sempurna di kandungan.

“Tujuan kita kan mau lihat jumlah mata, jari-jari, tangan, kaki, tulang-tulangnya bagus. Ya memang dia tahu juga kita mau surprise,” kata Ruben.

Meski belum tahu pasti jenis kelamin calon buah hatinya, Ruben mengaku jujur ingin mendapat anak kedua laki-laki.

“Saya kepenginnya laki-laki biar sepasang, tapi saya takutnya gini bayi ngerasa. Saya selalu bisikin perutnya Wendah yang penting kamu sehat berguna untuk semua orang,” ungkapnya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Rossa Akui Sepelekan Pola Makan Sampai Membuatnya Terserang Maag

Rossa akhirnya angkat bicara mengenai penyakit yang membuatnya harus dirawat beberapa hari di Singapura. Rasa sakitnya pun cukup mengganggu kondisinya.

“Sakit, ininya tuh bisa sampai tembus ke punggung jadi banyak kan yang pada sakit magh jangan dianggap remeh juga. Mungkin aku juga sekarang mulai belajar menjaga pola makan dan sebagainya,” kata Rossa seperti dikutip dari detik.com.

Awalnya, Rossa memang tidak merasakan apa-apa. Akan tetapi, lama kelamaan justru menyerang tenggorokannya.

“Awalnya sih aku nggak ngerasa apa-apa, terus tapi lama-lama bisa bikin serak tenggorokan, sesak napas. Pantang minum kopi, duren, yang asem-asem,” tegas Rossa.

Walaupun suaranya jadi serak, Rossa tetap harus menyanyi mengingat sudah terlanjur banyak kontrak yang dia tanda tangani.

“Wah gimana caranya, udah kontrak semua. Jadi ya nggak apa-apa yang paling penting jaga aja makan, obat,” pungkas Rossa.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top