Feature

Kemarin Kita Berpisah, Hari Ini Semoga Kita Lebih Dewasa

Dari setiap kisah cinta yang sudah usai, sakit hati dan kecewa jadi sesuatu yang pasti kita rasakan. Aku manangis semalaman, begitu pula kamu yang tampak masih saja tak yakin jika hubungan kita sudah tak lagi bisa diteruskan. Sama-sama merasa kehilangan, membuat kita memendam sakit yang teramat dalam. 

Namun dari sekian banyak luka yang sedang bertengger di jiwa, ada banyak hikmah yang bisa kita ambil sebagai pelajaran untuk kisah cinta selanjutnya. Meski tak lagi bisa bersama, hidup kita tentu akan terus melaju seperti biasa. Mari sama-sama meyakini, sakit hati ini akan jadi pelajaran agar kita lebih dewasa di kehidupan mendatang. 

Setelah Putus Cinta Kita Belajar Arti Kehilangan dan Lebih Paham Bagaimana Cara Mempertahankan Hubungan

Percayalah, semua hal yang terjadi dan terlalui datang dengan masing-masing pelajaran. Selain merasakan kesedihan yang membuat hati terluka, kita berdua jadi lebih paham bagaimana rasanya kehilangan sosok yang dicinta. Sehingga kelak kita kita akan bertemu dengan sosok lain yang bisa dicintai, kamu dan aku akan lebih tahu, bagaimana cara menjaga dan mempertahankan hubungan dengan dirinya. Lebih kuat dalam urusan hati, perjalanan melewati kisah sedih ini jadi satu proses baru yang lebih dari sekeda cerita patah hati. 

Kita Berdua Kian Paham, Apa yang Sebenarnya Kita Cari dan Butuhkan 

Semua hal berubah, begitu pula kita berdua. Kamu yang tadinya kupercaya sebagai sosok yang tepat, ternyata bukanlah seseorang yang benar-benar aku inginkan. Begitu pula denganmu. Kita berdua kehilangan arah, tak lagi bisa menyatukan isi kepala. 

Hingga akhirnya memutuskan berpisah, yang secara tak langsung menikam satu belati ke masing-masing dada kita. Ya, sebagaimana aku yang merasa menderita, kamu juga terlihat kecewa dan sulit bersuara. 

Paham bahwa cerita kita sudah usai, kini kita tahu. Bahwa dia yang selama ini ada di dekat kita, bukanlah sosok yang benar-benar kita inginkan untuk bersama. Walau awalnya membuat gundah, aku dan kamu kini tahu bahwa ada sosok lain yang sebenarnya kita inginkan. 

Memutuskan Berpisah Karena Adanya Perbedaan, Mengubah Kita Agar Bisa Berubah Jadi Pribadi yang Lebih Baik Lagi 

Bukan tak berjuang menyelematkan hubungan, kita berdua sudah jadi manusia hebat yang terus mempertahankan semuanya demi hati dan pikiran. Hingga akhirnya kita sadar, bahwa apa  yang selama ini kita pertahankan bukanlah sesuatu yang layak untuk terus dijalankan.

Kita berdua mungkin terlihat bahagia, menikmati masa indah sebagai sepasang kekasih yang dipenuhi bahagia. Tapi terus berpura-pura baik-baik saja tentu tak berguna. Maka berpisah adalah jalan terbaik yang bisa kita ambil untuk semuanya. 

Satu babak kebahagian yang diakhiri dengan perpisahan sudah berhasil kita lewatkan, kini saatnya untuk saling membuktikan. Jika kita berdua bisa berubah lebih baik untuk dia yang kelak mau mencintai kita sebagaimana kita ada. 

Tak Akan Mengutuki Situasi, Kita Belajar Menerima Walau Akhir Cerita Ini Menyisahkan Sedih

Diawal perpisahan ini, kita memang akan merasa asing pada diri sendiri. Berpikir sebagian dari diri kita telah hilang dan tak lagi bisa menjalani kehidupan sebagaimana kita biasanya. Tapi ini adalah kenyataan yang mau tak mau harus kita jalankan. Belajar untuk gagal, kesalahan dan kekecewaan yang ada dihadapan jadi sebuah pelajaran yang membantu kita menerima dan memahami semuanya.

Daripada mengutuki situasi, kita belajar bahwa tak semua yang kita inginkan dapat kita dapatkan. Manusia yang tadinya kita cintai, harus pergi dan tak bisa kita tahan lagi. Luka kita mungkin tak akan sembuh dengan begitu saja. Tapi memangis dalam waktu yang lama pun tak akan merubah situasinya. 

Dan yang Paling Penting Kita Lebih Dewasa, Belajar Sabar untuk Menerima Semuanya

Kedewasaan tertinggi dalam menanggapi sebuah perpisahan tentu dengan belajar menerima semuanya dengan hati yang lapang. Tak lagi saling menyalahkan, kita tahu bahwa semua ini adalah kenyataan yang memang benar-benar harus dijalankan. Berterimakasih karena sudah pernah saling membahagiakan, kini saatnya kita saling melepaskan genggaman. 

Lupakan semua yang sudah lalu, biarkan hatimu sembuh. Jika memang sudah waktunya, kelak kita akan bertemu lagi dengan sosok lain yang bisa dicintai.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Kisah Memprihatinkan dari Tikiri, Gajah Kurus yang Dipaksa Bekerja di Sri Lanka

Cerita-cerita perenggutan lahan hutan yang akhirnya menghilangkan tempat tinggal untuk binatang mungkin sering kita dengar. Dan hal lain yang lebih menyedihkan adalah, cerita-cerita eksploitasi hewan demi keuntungan oleh beberapa orang. Seperti cerita seekor gajah yang baru-baru ini viral di media sosial.

Yap, binatang malang itu adalah Takiri, seekor gajah berusia 70 tahun yang dipaksa ikut dalam sebuah festival keagamaan di Sri Lanka untuk menghibur penonton. Namun, tak ada yang menyangka di balik kostum warna-warni yang dikenakan gajah tersebut. Gajah berjenis kelamin betina itu dalam kondisi yang miris. Di balik kain yang dikenakan, Yap, dari beberapa foto yang beredar luas, ternyata badan Takiri sangat kurus tidak seperti gajah pada umumnya.

Dilansir dari worldofbuzz.com, Kamis (15/8), pada awalnya kisah gajah malang tersebut diungkap oleh Lek Chailers, pendiri yayasan Save Elephant Foundation, sebuah organisasi yang fokus dalam penyelamatan gajah. Dalam momentum peringatan Hari Gajah Sedunia pada 12 Agustus lalu, melalui halaman Facebook ia menceritakan bahwa Tikiri merupakan salah satu dari 60 gajah yang dipaksa bekerja selama 10 malam berturut-turut di Esala Perahera, sebuah festival yang digelar di Kandy, Sri Lanka.

“Tikiri bergabung dalam parade awal setiap malam hingga larut malam selama sepuluh malam berturut-turut, ia bekerja di tengah-tengah kebisingan, kembang api, dan asap. Dia berjalan beberapa kilometer setiap malam sehingga orang-orang akan merasa diberkati selama upacara,” katanya.

Membuat orang-orang kian simpatik dan merasakan kesedihan yang teramat dalam atas kondisi gajah itu. Kulitnya terlihat mengendur, bagian tulang rusuk dan tulang belakangnya bahkan sampai terlihat di balik tubuh kurusnya itu.

“Bagaimana kita dapat menyebut festival ini berkah, atau sesuatu yang suci, jika kita membuat hidup makhluk lain menderita? Hari ini adalah Hari Gajah Sedunia. Kita tidak dapat membawa dunia yang damai kepada gajah jika kita masih berpikir bahwa kondisi Tikiri bukanlah masalah,” sambung Lek Chailers lagi.

Di sisi lain, menurut kabar terbaru yang disampaikan oleh yayasan Save Elephant Foundation lewat halaman Facebook, Kamis (15/8), kondisi Tikiri kini semakin mengenaskan. Kondisi kesehatan Tikiri dikabarkan semakin menurun. Foto terbaru yang mereka bagikan memperlihatkan Tikiri terkulai lemas dikerubungi banyak orang.

Kisah Tikiri pun ramai jadi bahan perbincangan para pengguna media sosial. Dan sejak pertama kali diunggah pada Selasa (13/8) lalu, postingan tersebut telah dibagikan ulang lebih dari dua ribu kali. Sebagian besar warganet pun mengungkapkan keprihatinannya terhadap apa yang dialami Tikiri.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Dari Hasil Riset, Laki-laki yang Suka Kirim Foto Penis ke Perempuan Ternyata…

Kalian mungkin pernah mendengar atau membaca, beberapa kasus lelaki yang sering mengirim foto penis miliknya kepada kaum hawa. Nah, sebuah riset mengungkap ternyata laki-laki yang suka melakukan hal tersebut memiliki kepribadian narsis dan seksis.

Riset ini dipublikasikan oleh The Journal of Sex Research pada 18 Juli 2019 lalu. Tim ilmuwan menuliskan bahwa ini adalah penelitian pertama yang secara kuantitatif menginvestigasi motif pria heteroseksual mengirim foto penis mereka. Dalam riset ini, seperti dilansir IFL Science, para peneliti mempelajari 1.087 responden laki-laki di Amerika Serikat. Ada 48 persen di antara para responden mengaku pernah mengirimkan foto penisnya ke perempuan meski tidak diminta.

Untuk menilai perilaku para responden, tim periset meminta mereka untuk menjawab sejumlah pertanyaan. Dari situ para ilmuwan menemukan bahwa laki-laki yang mengirimkan foto penis memiliki tingkat narsis dan seksis yang sangat tinggi. Nah, orang dengan sifat narsis cenderung memiliki rasa kagum berlebihan pada dirinya sendiri. Mereka sering merasa bahwa dirinya lebih baik dibanding orang lain atau terobsesi dengan dirinya. Inilah yang kemudian mendorongnya percaya diri untuk mengirimkan foto-foto penis miliknya kepada orang-orang. 

Tak hanya itu saja, riset ini juga menemukan, 15 persen responden mengaku alasan mereka mengirimkan foto itu adalah untuk membuat penerimanya merasa takut. Sementara delapan persen lainnya ingin membuat penerima foto itu merasa malu. Selanjutnya, para peneliti juga menemukan, bahwa motivasi utama responden mengirimkan foto adalah akibat sifat misoginis dan ingin memiliki kontrol.

Bahkan, ada responden yang setuju dengan komentar semacam, “Saya memiliki rasa tidak suka pada perempuan dan mengirim foto penis memuaskan saya” atau “Mengirim foto penis membuat saya merasa memiliki kontrol dari orang yang saya kirimi gambar itu”.

Sebagian besar lelaki yang mengirim gambar, menganggap apa yang ia lakukan itu akan membuat penerimanya merasakan hal positif. Temuan lain dalam riset ini menunjukkan, 45 persen responden mengirimkan foto dengan harapan mendapat balasan gambar serupa. Yakni, perempuan akan berbalik mengirimkan foto gambar alat vital mereka.

Uniknya, hanya sedikit responden yang mengaku mengirimkan foto penis demi memuaskan rasa seksual mereka. Karena itu, para peneliti menyimpulkan bahwa libido tidak selalu menjadi alasan kenapa pria mengirimkan foto penisnya ke perempuan. Bisa saja mereka yang mengirimkan foto penisnya ke perempuan karena tidak cukup percaya diri dengan tampangnya. Mereka lalu merasa “alat vitalnya” punya kemungkinan lebih besar untuk memukau perempuan yang sedang ia dekati. 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Seorang Polisi Terbakar saat Mahasiswa Unjuk Rasa di Cianjur

Seorang anggota polisi Resor Cianjur, Aiptu Erwin, dikabarkan terbakar saat sejumlah mahasiswa menggelar unjuk rasa di depan Pendopo Kabupaten Cianjur. Akibatnya Aiptu Erwin menderita luka bakar serius di sekujur tubuh. Dan saat ini, polisi tersebut masih menjalani perawatan intensif di RS Polri Kramat Jati, sejak Kamis sore (15/8/2019).

Selanjutnya, Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko memaparkan kronoligi kejadian tragis tersebut sebagai berikut. “Saat ini kita ketahui ada tragedi terbakarnya personel Polri khsusunya di Polres Cianjur anggota tepatnya Polsek Cianjur Kota. Selain itu, dua personel dari Satuan Sabhrara Polres Cianjur juga menderita luka bakar,” kata Truno di Mapolrestabes Bandung, Kamis (15/8/2019).

Beliau menambahkan, kronologi kejadian berawal dari unjuk rasa mahasiswa yang telah direncanakan sejak Senin 12 Agustus 2019 sesuai surat pemberitahuan ke Polres Cianjur dan ada pernyataan dari koordinator lapangan organisasi kepemudaan Cipayung plus Cianjur untuk melakukan audiensi terkait dengan kebebasan berpendapat atau mengemukakan pendapat.

Kemudian, hari kemarin Kamis (15/8/2019) sekitar pukul 12.00 WIB rombongan mahasiswa sebanyak 50 orang mengatasnamakan dari OKP Cipayung plus Cianjur menyampaikan pendapat terkait isu lapangan pekerjaan dan pendidikan. Mereka ingin audiensi khususnya di Pemkab Cianjur dan DPRD Kabupaten Cianjur.

“Namun upaya pengunjuk rasa (audiensi dengan pemda dan DPRD Cianjur) tidak berhasil menemui pimpinan dewan yang dimaksud. Kemudian mereka melanjutkan aksi unjuk rasa sekitar pukul 13.00 WIB,” ujar Kabid Humas.

Setelah itu, tutur Truno, para mahasiswa itu menggelar aksi unjuk rasa dan melakukan penutupan Jalan Siliwangi depan pintu masuk Pemda Cianjur. Akibatnya terjadi kemacetan arus lalu lintas di kawasan itu atau tidak tertib. Kemudian massa mahasiswa membakar ban bekas.

Nah, setelah itu Anggota Polri yang melakukan pengamanan dan menjaga ketertiban atas nama Aiptu Erwin, anggota Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) Kelurahan Bojong Herang, Polsek Cianjur Kota, memadamkan api.

“Saat pemadaman api, ada salah satu oknum dari 50 orang mahasiswa yang disebutkan tadi, menyiram yang bersangkutan (korban Aiptu Erwin) dengan bahan bakar minyak yang mudah terbakar. Sehingga kondisi Aiptu Erwin terbakar dan saat ini sedang dalam penanganan medis. Khususnya di Rumah Sakit Polri Kramat Jati yang berkoordinasi dengan RSUD Cianjur,” tutur Truno.

Tak haya Aiptu Erwin, ungkap Truno, dua anggota Sabhara Polres Cianjur yakni, Bripda Yudi Muslim dan Bripda FA Simbolon juga mengalami luka bakar setelah berusaha menyelamatkan rekannya dengan cara memadamkan api. “Sesaat setelah kejadian korban Erwin dan dua rekannya dibawa ke rumah sakit,” ungkap Truno.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top