Feature

Kemampuan di Usia 25-an yang Boleh Jadi Pertanda Jika Kita Sudah Dewasa

Terlalu bangga dengan usia yang memasuki kepala dua, beberapa orang biasanya akan berkata bahwa dirinya sudah dewasa. Padahal usia hanyalah perkara angka, lebih dari itu, sikap dan tanggung jawabmulah yang akan menentukan kamu sudah dewasa atau belum.

Sebab pengakuanmu akan kedewasaan yang kamu suarakan, belum tentu sesuai dengan kenyataan. Untuk itu demi belajar untuk membenahi diri lagi, ada beberapa aspek dalam hidup yang perlu kamu perhatikan. Demi tahu, sudah seberapa dewasa kamu.

Memiliki Tujuan Hidup yang Terarah, Kamu Sudah Punya Rencana Akan Bagaimana Menjalaninya

Hidup sebagai anak muda zaman sekarang, kita kerap terlena pada jargon “Jalani saja dulu”. Padahal ini bukanlah sebuah jawaban yang seharusnya kita jadikan patokan. Setidaknya jika nanti ada orang yang akan memberi pertanyaan, akan apa yang menjadi tujuan, kita sudah bisa menjawabnya dengan “saya ingin…”, “saya akan…” dan menuturkan mimpi lainnya dengan jelas.

Karena ketika kita sudah tahu apa yang akan menjadi tujuan hidup, artinya kita sudah punya pijakan untuk langkah selanjutnya. Tak lagi meraba dengan pura-pura tahu, kita sudah paham betul langkah mana yang selanjutnya harus dijajaki.

Bukan Tak Mau Mendengar Teguran, Kamu Hidup Tanpa Perlu Mendengar Kata Orang

Sebab ini akan adalah hidup kita, diri sendiri jadi pihak yang paling berhak untuk menentukan langkah mana yang akan dijadikan pilihan dengan hal lain yang memang harus ditinggalkan. Mulailah menata hidup tanpa terkontaminasi dengan sanggahan dan kritikan yang orang lain sampaikan. Dengarkan yang dianggap benar, dan abaikan hal-hal yang akan jadi beban.

Mampu Mengelola Keuangan dengan Baik, Termaksud Pemakaian Kartu Kredit

Uang memang bukanlah segalanya, tapi lebih dari itu, kita sadar bahwa benda ini jadi komponen utama yang juga sangat penting untuk kelangsungan hidup nanti. Memliki peranan yang cukup penting, sudah saatnya kita mengelola keuangan dengan benar.

Cobalah buat rincian yang akan memudahkanmu untuk menentukan seberapa banyak uang yang bisa dikeluarkan, dengan yang harus dimasukkan kedalam tabungan. Ini akan jadi salah satu cara untuk kita bisa belajar dan mengoreksi diri, sudah cukup dewasakah kita dalam mengelola keuangan.

Sadar Bahwa Waktu Amat Berharga, Tinggalkan Hal-hal yang Tak Berguna

Beberapa dari kita masih saja lelap dalam kebiasaan nongkrong untuk hal-hal remeh yang sejatinya tak berguna. Menghabiskan waktu dengan bermalas-malasan atau justru main game seharian. Buang semua kebiasaan lama yang selama ini jadi penghambat kemajuan diri. Fase ini jadi momen istimewa yang akan membawa kita pada pendewasaan yang sesungguhnya. Pelan-pelan kita paham, mana hal yang memang dibutuhkan dengan yang memang harus dibuang.

Cerita Hidup Penuh dengan Tantangan, Untuk Itu Kamu Terus Belajar dan Mengembangkan Kemampuan

Tak ada pencapaian yang bisa dengan mudah kita dapatkan. Semua orang besar bermulai dari sosok kecil yang juga susah payah mengembangkan kemampuan. Hidup terus berjalan, zaman kian berkembang. Sedikit saja kita ketinggalan, jangan harap akan bisa menyesuaikan. Untuk itu kita butuh belajar. Tak hanya satu-dua hari saja, tapi seterusnya.

Selain bermanfaat untuk menunjang kehidupan dan keberhasilan dalam hal bekerja, kemampuan ini akan jadi nilai tambah kita dimata orang lain. Mereka berhak jadi juri, demi menilai sudah sejauh mana kita beranjak dewasa.

Bisa Mengontrol Diri dan Emosi, Sebab Kamu Bukan Kanak-kanak Lagi

Sebagai sosok yang tak lagi jadi anak kecil, kita kini paham kapan harus marah ataupun diam. Kapan akan bersuara maupun mengalah. Masing-masing pilihan memiliki porsinya yang juga sudah bisa kita takar.

Tak perlu gegabah untuk menentukan pilihan, segala sesuatu harus dilakukan sesuai dengan yang memang benar. Simpan amarahmu jika sekiranya masih bisa ditahan, untuk kemudian bisa disampaikan pada lain waktu. Tanamkan pada diri, jika emosi tak akan pernah jadi solusi.

Dan Berpegang Teguh Pada Prinsip Hidup yang Kamu Yakini

Satu kali beberapa pihak ditempatkan pada hidup kita, demi menguji seberapa kuat kita akan percaya pada cita-cita. Termasuk mengganggu keyakinan kita, hanya karena tahu jika kita adalah sosok yang mudah goyah. Maka demi mematahkan ungkapan dan sanggahannya, cobalah untuk lebih percaya akan mimpi yang sudah kita punya. Meyakininya sebagai doa yang kelak akan menjadi nyata.

Tak ada yang bisa merayu untuk mengubah keputusan yang kita lakukan, diri sendiri perlu sadar bahwa ini adalah pilihan. Dan sudah seharusnya dijalankan, apa pun itu tantangannya.

Hingga Menyikapi Hubungan Asmara Bukan dengan Bercanda

Ini jadi babak yang cukup sulit disimpulkan, sebab ada banyak pernyataan yang biasanya dijadikan gambaran. Hubungan dengan kekasih tak lagi dijadikan sebagai ajang untuk percobaan diri. Sudah pantaskah aku dinikahi? Atau sudah bolehkah aku menikahi?

Melaju jauh di depan, kita tak lagi menjadikan hubungan pacaran sebagai permainan yang menarik ulur perasaan. Lebih dari itu, kita sadar bahwa ini jadi bagian dari kehidupan yang sudah saatnya dijalani dengan benar. Tanpa adanya unsur kepura-kepuraan, dan paksaan.

Kamu dan pasangan pun sadar, bahwa ini harus jadi upaya baik dari langkah sebelum nanti akan bergerak ke pelaminan.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Simaksi Naik Rinjani Akan Pakai Registrasi Online

Sudah digodok sejak satu tahun belakangan, akhirnya prosedur pendakian Gunung Rinjani akan memakai sistem booking online per Juni 2019 mendatang. Untuk jalur pendakian, akan ada 4 jalur dibuka dengan kuota pendaki yang masih akan dibatasi.

Kepala BTNGR, Sudiyono pada Kamis (16/5/2019) kemarin menyatakan akan ada 4 jalur pendakian yang rencananya dibuka, yaitu melalui Senaru, Sembalun, Timbanuh dan Aik Berik. Dimana setiap jalur akan diberi batas kepasitas antara 100 hingga 150 orang pendaki setiap hari.

Selain itu, setiap pendaki juga akan diberi rentang waktu untuk menginap selama dua malam di areal camping yang sudah ditentukan. Namun untuk sistem pembayaran tiket simaksi kemungkinan masih menggunakan proses manual.

“Kami menggunakan booking online nanti. Jadi tetap pakai kuota begitu. Tapi bayar tiketnya kemungkinan masih manual, langsung. Sudah ada bookingnya baru bayar gitu,” jelas Sudiyono.

Sistem itu diterapkan demi efektivitas dan efisiensi pengelolaan Taman Nasional Gunung Rinjani. Di sisi lain, reservasi online ini juga jadi salah satu hal yang akan  menguntungkan para pendaki. Karena memberi akses kemudahan untuk mengecek kuota yang tersedia hingga pembayaran tiket yang juga akan terhubung dengan beberapa metode pembayaran. Nantinya, sistem reservasi online Gunung Rinjani dapat dilakukan via web eRinjani atau melalui aplikasi berbasis android yang bisa diunduh di PlayStore.  

Saat ini, keempat titik jalur menuju puncak Rinjani masih dalam proses perbaikan. Masih tetap dengan atauran sebelumnya, setiap pendaki tidak diperkenankan untuk mencapai puncak dan mendirikan tenda di areal Danau Segara Anak. Buat yang ingin segera ke sana, bisa segera melihat jadwal libur ya. Karena kordinasi perizinan dan persiapan sistem booking online yang akan diterapkan akan mulai beroperasi pada awal Juni mendatang.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Lelaki Paruh Baya Tebas Kepala Temannya Hingga Tewas Karena Kesal Ditanya “Kapan Nikah?”

Sebenarnya pertanyaan kapan nikah adalah sebuah ungkapan biasa. Tapi akan berbeda jika ditanyakan pada mereka yang mungkin belum juga menikah pada usia yang terbilang sudah tua. Merasa tak nyaman, hingga menuai kesal seorang laki-laki bernisial AM alias Aswin (52) diberitakan menebas teman sekampungnya hanya karena ditanya “Kapan Nikah”.

Kejadian tersebut berlangsung pada Sabtu (18/5/2019) pukul 22.00 Wita, Aswin yang merasa kesal menebas temannya Ari Kongingi (47) dengan memakai parang. Peristiwa naas tersebut berawal ketika Aswin pergi ke rumah korban Ari untuk membeli minuman keras jenis cap tikus. Mulainya mereka sempat berbincang akrab, namun obrolan berubah menjadi tegang karena korban bertanya kepada tersangka perihal kapan menikah. Merasa kesal karena terlalu mencampuri apa yang sebenarnya bukan urusannya. Pelaku meminta korban untuk tak perlu ikut campur tentang statusnya.

“Jangan ikut campur, itu urusan keluarga saya,” jawab tersangka. Selapas obrolan tersebut, tersangka langsung kembali ke rumahnya. Namun ternyata diikuti oleh korban yang ternyata merasa tersinggung atas pernyataan Aswin.

Masuk ke dalam rumah Aswin, mereka berdua sempat berdebat di dalam rumah. Sempat dilerai oleh kepala lingkungan setempat, nyatanya pertengkaran tersebut tak bisa dilerai hingga akhirnya Aswin yang sudah mengambil parang dari dalam rumah menebas kepala korban bagian kiri.

Ari yang menjadi korban, sempat dilarikan ke Puskesmas Ratahan, namun nyawanya tak lagi bisa tertolong ketika dirujuk ke RSUD Noongan Langoan  karena mengalami luka robek dan pendarahan hebat di kepalanya. Kompol Ronny Tumalun, Kapolsek Ratahan mengatakan perisitiwa berdarah tersebut terjadi di  jalan raya Kelurahan Wawali, Kabupaten Minahasa Tenggara, pada Sabtu (18/5/2019) jam 22.00 Wita. 

“Tersangkanya AM alias Aswin (52), melakukan penganiayaan kepada korban dengan sebilah parang dengan cara sekali menebas korban kena bagian kepala sebelah kiri,” kata Kapolsek Ronny Minggu (19/05/2019).

“Korban meninggal dunia pada  Minggu (19/5/2019) pukul 01.30 Wita di rumah sakit,” kata Kompol Ronny

Sempat melarikan diri selepas menebas kepala korbannya, hingga akhirnya berhasil diringkus di rumahnya untuk selanjutnya sudah diamankan ke Mapolsek Ratahan.

“Kami langsung mendatangi rumah tersangka dan menangkapnya. Atas perbuatannya tersangka diancam dengan pasal 338 KUHP tentang pembunuhan, subsider pasal 351 ayat 3 KUHP tentang penganiayaan berat sehingga mengakibatkan orang mati,” jelasnya.

Dari hasil menyelidikan semenatar dari Polsek Ratahan, kasus penganiayaan yang menyebabkan korban tewas, disebabkan karena ketersinggungan atau sakit hati dirasakan tersangka atas ucapan korban. Dan ternyata saat ini, pacar dari tersangka sedang mengandung.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Tiga Hari Debut, John Wick Berhasil Geser Posisi Avengers: Endgame

Memasuki hari ketiga penayangannya sejak 17 Mei 2019 lalu, seri ketiga dari film laga John Wick diberitakan berhasil menyaingi pendapatan sensasional dari Avengers: Endgame di puncak box office. Sebagaimana dilansir dari Reuters, John Wick: Chapter 3-Parabellum berhasil mengantongi debut tiga pekan sebesar US$57 juta dari pemutaran di 3.850 lokasi Amerika Utara. Angka tersebut jadi kekuatan yang akhirnya berhasil menggeser posisi Avengers: Endgame yang hanya mengoleksi US$29,4 juta pada periode serupa.

Tak hanya itu saja, film seri ketiga yang diperankan aktor kawakan Keanu Reaves ini juga berhasil mengalahkan 2 seri sebelumnya. Film pertama John Wick (2014) mendapatkan US$14,4 juta dengan periode yang sama, Lalu John Wick: Chapter 2 (2017) mendapatkan US$30,4 juta.

John Wick: Chapter 3-Parabellum adalah lanjutan cerita perjalan John Wick yang berprofesi sebagai pembunuh bayaran yang tengah mempertahankan nyawa dari buronan semua orang setelah ia ketahuan membunuh salah seorang anggota High Table di wilayah netral, Hotel Continental di New York.

Untuk kamu yang beriat menonton, namun belum pernah melihat dua seri sebelumnya. Sebaiknya, sempatkan waktu untuk menontonnya terlebih dahulu, karena seri ketiga akan berlangsung sebagai lanjutan dari seri 2. Dimana, John Wick terlihat tergopoh-gopoh sambil berlari menuju beberapa tempat demi bertemu teman lama untuk dimintai pertolongan.

Jadi santapan baik untuk para pecinta film laga, penonton seolah tak diberi celah untuk bernafas lega atas rentetan adegan pemburuan yang dilakukan oleh John. Tapi tak melulu menyajikan kekerasan, adegan berdialog yang tersaji beberapa kali diselipi lelocon yang bisa melupakan tumpahan darah dari adegan sebelumnya.

Serangkaian aksi baku hantam dengan tangan kosong dan senjata yang berlangsung selama 130 menit tersebut dinilai lebih variatif dari seri sebelumnya. Menariknya lagi, ada aksi dua aktor laga kebanggaan yang juga turut serta untuk melawan John Wick. Siapa lagi kalau bukan Yayan Ruhiyan dan Cecep Arief Rahman. Selain memperlihatkan kebolehan baku hantam dengan pencak silatnya, mereka juga menggunakan Bahasa Indonesia dalam dialognya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top