Feature

5 Keluhan Utama Karyawan Kantor Berkonsep Open Office

Saat ini semakin banyak perusahaan yang menggunakan konsep open office untuk ruang kerja pegawainya. Khususnya perusahaan yang bergerak di industri digital seperti startup teknologi, e-commerce, media atau agensi.

Jika dilihat dari segi keindahan, ruangan kantor open office lebih keren dan enak dilihat dibandingkan kubikel.  Ketiadaan kubikel dan penggantian komputer desktop dengan laptop membuat ruang kantor open office bisa menampung lebih banyak karyawan.

Dari segi budget, ruangan kerja open office jauh lebih murah dibandingkan ruangan kerja konvensional dengan kubikel-kubikel. Pengerjaannya pun lebih cepat dan membersihkannya lebih mudah. Ini juga salah satu alasan mengapa banyak perusahaan yang memilih konsep open office.

Tapi tahukah kamu kalau open office juga memiliki banyak poin negatif yang menurunkan tingkat kepuasan kerja karyawan? Kalau kamu sekarang bekerja di ruangan open office, mungkin kamu akan merasakan hal yang sama.

Susah Konsentrasi karena Terlalu Banyak Gangguan

man-1191845_640

Orang yang mondar mandir, rekan kerja yang sibuk menelepon dengan suara keras, semuanya itu akan terdengar dan terlihat dengan jelas olehmu. Apa lagi kalau ada yang sedang sakit dan tidak bisa berhenti batuk, bersin atau membuang ingus.

Konsentrasimu jadi mudah terpecah dan akibatnya pekerjaan jadi tidak kunjung selesai. Produktivitas pun menurun. Ini karena sebenarnya konsep open office tidak cocok untuk semua jenis departemen kerja.

Kalau pekerjaan kamu terkait dengan kreativitas misalnya desainer, copywriter atau yang butuh konsentrasi tinggi seperti IT, database atau akuntansi, pasti akan sulit konsentrasi jika ditempatkan di ruang kerja yang terbuka.

Kantor Ibarat Rumah Kedua, Tapi Sekarang Tidak Ada Privasi Lagi

office-1094826_640

Karena serba terbuka, otomatis apa yang kamu lakukan akan kelihatan oleh rekan kerja di seberang, sebelah kiri, kanan dan belakangmu. Mau chatting, telepon atau nonton video jadi sulit.

Mau menaruh barang-barang pribadi pun sulit karena biasanya open office menerapkan konsep clean desk. Jadi setelah dipakai, meja kerja harus berada dalam kondisi bersih dan kosong. Kenapa? Karena belum tentu Anda akan duduk di meja yang sama keesokan harinya.

Awkward Jika Duduk Bersebelahan dengan Rekan Kerja yang Tidak Dikenal

workspace-820315_640

Tidak ada sekat atau kubikel, berarti kamu akan face to face dengan rekan kerja di sebelahmu. Kamu juga tidak punya tempat duduk yang tetap. Setiap hari bisa saja kamu duduk di sebelah orang yang berbeda.

Kalau kalian sudah akrab, mungkin tidak masalah. Kalau ingin ngobrol, ya ngobrol. Kalau sedang tidak ingin ngobrol karena capek atau sibuk, ya tidak masalah. Kalau tidak akrab? Awkward… Terutama ketika kamu sedang tidak ingin berbasa-basi.

Lagipula, siapa yang duduk di sebelah kita sangat menentukan mood kerja hari itu. Betul gak?

Harus Investasi Headphone yang Benar-benar Kedap Suara

pile-764867_640

Ada saja rekan kerja yang sikapnya mengganggu. Mulai dari yang suka menyanyi, menyetel lagu lewat speaker ponselnya, teriak-teriak saat stres atau bicara di telepon dengan suara keras. Kalau ditegur, rasanya tidak enak hati. Apa lagi kalau mereka lebih tua atau lebih senior.

Solusi terbaik adalah beli headphone yang benar-benar kedap suara dan selalu setel musik kesukaan saat kamu ingin kerja. Seolah-olah kamu menciptakan ruang pribadi imajiner untuk dirimu sendiri.

Lebih Cepat Merasa Lelah dan Stres  

work-management-907669_640

Karena tidak ada pembatas, bosmu bisa dengan mudah memantau semua yang terjadi di ruangan. Kamu merasa selalu diawasi. Lalu jika dulu pekerjaanmu bisa ditagih lewat telepon atau email, sekarang mereka bisa cukup teriak saja dari ujung meja.

Ketika ada rekan kerja yang stres dan marah-marah, energi negatifnya bisa menyebar ke seluruh ruangan dengan cepat. Menularkan energi negatif ke dirimu. Konsep open office ini secara tidak langsung juga membuat orang-orang jadi lebih agresif. Tanpa ada sekat yang menandakan hirarki, komunikasi jadi lebih mudah. Semua ingin cepat. Lalu kamu terseret ke dalam arus ini.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Kata Para Ahli, Saling Cinta Bisa Menambah Berat Badan Kita

Pacaran dengan orang yang salah, katanya bisa menurunkan berat badan kita. Maka, sebaliknya dari beberapa hasil penelitian terbaru dari beberapa ahli. Menemukan seseorang, dan bisa saling mencintai dipercaya mampu menambah berat badan kita.

Maka, jangan heran kalau satu kali kita akan menemukan beberapa teman yang tiba-tiba mendadak berubah jadi tambun badannya, ketika punya pacar baru. Selanjutnya, ungkapan kalau “Gemuk adalah tanda hubungan yang bahagia” tak lagi jadi sebuah bualan belaka. Maka, kali ini biarkan kami menjelaskan padamu. Bagaimana temuan dari para ahli.

Dimulai dari Perempuan yang Setelah Menikah Bentuk Badannya, Biasanya Akan Berubah

Dari salah satu temuan yang dilansir di Brightside, berdasarkan penelitian dari University of North Carolina dengan 8.000 orang. Hasilnya, perempuan yang telah menikah selama 5-6 tahun bertambah berat badan rata-rata hingga 11 kg.

Hal ini dijelaskan oleh beberapa peneliti sebagai fenomena rileksasi. Dimana, setelah seorang perempuan merasa beban dan terlepas untuk urusan penampilan dan pola hidup yang sehat.. Perasaan lega ini terkadang membuat perempuan jadi melampiaskan diri ke hal yang selama ini ditahan-tahannya yaitu makanan. Hmm, kira-kira menurutmu begitu nggak ya?

Lalu Perempuan yang Belum Menikah Tapi Tinggal Serumah dengan Pasangan Pun Akan Merasakan Hal yang Sama

Masih dari hasil penelitian yang sama, untuk kalian para perempuan yang sudah tinggal serumah dengan pacar, walau belum menikah. Konon juga akan mengalami perubahan bentuk tubuh yang hampir sama. Kalau yang sudah menikah naik hingga 11 Kg, perempuan yang belum menikah dinyatakan rata-rata akan mengalami kenaikan berat badan hingga 10 kg.

Walau di negara kita ini masih sesuatu yang tabu, tapi kalau kalau coba dilihat-lihat pada orang-orang sekitar. Mereka yang memutuskan tinggal serumah dengan pacarnya, kerap terlihat bahagia dan bertambah gemuk dari biasanya.

Tapi Bagaimana dengan Perempuan yang Berpacaran dengan Lelaki  yang Memang Saling Sayang?

Ada beberapa kondisi status seorang perempuan, dan yang terakhir adalah dia yang masih berpacaran dan belum menikah atau tidak serumah. Untuk yang satu ini, temuan peneliti menyatakan biasanya mereka hanya akan bertambah berat badannya sampai 6 kg saja. Dengan catatan, lelaki yang menjadi kekasihnya juga memiliki rasa sayang dan cinta yang sama dengannya. Nah, dari beberapa fakta tentang perempuan tadi, seolah membuktikan bahwa semakin jelas status dan keintiman wanita dengan pasangannya, semakin besar kemungkinannya untuk naik berat badan.

Selanjutnya, Laki-laki yang Menjalin Hubungan dengan Perempuan yang Dicintai Pun Bernasib Sama

Mengalami sesuatu yang bisa dibilang sama dengan perempuan, laki-laki juga merasakan masa transisi dari lajang hingga menikah dalam urusan berat badan. Karena, dari penelitian menunjukkan laki-laki yang menjalin hubungan dan tinggal bersama dengan pasangannya memiliki kemungkinan utnuk bertambah berat badannya sampai 11,5 kg.  

Akan tetapi, meski berat badan bertambah, pasangan yang baru saja menikah. Justru cenderung mengejar gaya hidup yang lebih baik bersama-sama. Karena berat badan yang bertambah saat menikah ternyata berhubungan dengan tingkat kebahagiaan pasangan.

Maka, Jika Salah Satu Pasangan Berat Badannya Bertambah Ada Kemungkinan Pasangannya Pun Akan Mengalami Hal yang Sama

Yap, dari informasi yang dilansidr di New England Journal of Medicine, menunjukkan bahwa jika salah satu dari pasangan bertambah berat badan, pasangannya memiliki kemungkinan 37 persen untuk bertambah berat badan juga.

Hal ini, dikarenakan kita beradaptasi dengan kebiasaan masing-masing pasangan. Ditambah juga, aktivitas yang menghabiskan banyak waktu bersama. Itulah sebabny, perubahan yang kita alami berjalan dengan searah. Dan, berbanding terbalik dengan pasangan yang gak bahagia.

Nah, kalau kamu ingin merasa berat badanmu bertambah. Cobalah cari dia yang kau juga dan juga mencintaimu dengan cara yang sama. Tapi, perlu diperhatikan juga ya. Jangan sampai terlalu bahagia malah membuatmu terlalu gemuk sampai obesitas. Karena berat badan berlebih juga bisa memicu penyakit-penyakit berbahaya yang tak baik untuk kesehatan kita.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Community

Waspadai 7 Keluhan yang Bisa Jadi Awal Penyakit Berbahaya Ini

Kesehatan adalah hal yang sangat mahal harganya. Jangan sampai kamu menyepelekan hal-hal sekecil apapun yang berhubungan dengan kesehatan tubuhmu. Meski terkadang kamu merasa itu hanya sebuah keluhan kesehatan yang sepele, namun bisa jadi itu menjadi awal dari penyakit yang berbahaya. Untuk itu kamu perlu mewaspadai 7 keluhan ini.

1. Merasa Kaku atau Kejang Saat Bangun Tidur

Jika kamu sudah merasakan hal ini pada tubuhmu, jangan pernah menganggapnya sebagai sesuatu yang sepele. Keluhan ini jika berlangsung berulang kali bisa menjadi tanda dari keberadaan penyakit Parkinson. Tanda lain yang mungkin saja bisa kamu rasakan adalah nyeri pada leher, lambat saat menulis atau keringat yang berlebihan.

2. Sakit di Bagian Pinggang

Sakit pinggang tak bisa kamu anggap sepele, terlebih jika hal ini terjadi secara terus-menerus. Ini bisa menjadi tanda bahwa ginjalmu sedang terganggu. Hal ini juga diungkap dalam situs halosehat.com bahwa sakit ginjal bisa ditandai dengan sakit pinggang karena biasanya ginjal juga disertai dengan buang air kecil semakin sering, mual dan juga rasa tegang pada bagian perut.

3. Gigi Ngilu Saat Makan atau Minum yang Dingin atau Panas

Jika kamu sering mengalami rasa ngilu saat makan ataupun minum makanan juga minuman yang dingin maupun yang panas, ini menandakan bahwa kamu mengalami yang namanya gigi sensitif. Penyakit ini bisa disebabkan oleh menipisnya lapisan email gigi yang akhirnya menyebabkan suhu panas atau dngin dari makanan maupun minuman langsung mengenai gigi.

4. Sakit Lengan Sampai Belakang Punggung

Tanda ini bisa menjadi awal dari kemunculan penyakit serangan jantung. Jadi jika kamu mengalami sakit di bagian lengan yang menjalar ke punggung, leher hingga rahang, kamu butuh perhatian yang ekstra. Penderita penyakit ini juga bisanya akan mengalami sesak napas dan nyeri di bagian dada.

5. Kembung

Banyak orang menganggap remeh dengan keluhan perut kembung ini. Padahal keluhan ini bisa menjadi pertanda penyakit berbahaya jika intensitasnya cukup sering dan juga disertai dengan mual. Bisa jadi ini merupakan tanda adanya gangguan pankreas dalam tubuhmu.

6. Kesemutan

Kesemutan juga menjadi salah satu keluhan yang harus kamu perhatikan. Jika kamu mengalami kesemutan yang cukup sering di bagian tubuh tertentu, lebih baik kamu langsung mengeceknya ke dokter. Karena kesemutan dengan intensitas yang cukup tinggi bisa menjadi pertanda bahwa kamu mengidap penyakit stroke.

7. Pusing

Kamu perlu berhati-hati jika merasakan pusing yang disertai dengan serasa ruangan ikut berputar. Keluhan ini merupakan pertanda kamu terkena penyakit vertigo. Yang kamu butuhkan saat terserang penyakit ini adalah istirahat dengan cukup dan sebisa mungkin menghindari yang namanya stress.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Community

Biar Gaji Tak Seberapa, Tapi Pengalaman Bekerja Selalu Jadi Sesuatu yang Berharga

Mengejar impian bukanlah sebuah hal yang mudah. Namun hal itu juga bukan sesuatu yang sulit jika kamu melakukannya dengan tekun. Setiap orang pasti memiliki impiannya masing-masing, begitu pula denganmu. Nah, soal gaji, jangan terlalu mempermasalahkannya. Karena dari setiap pekerjaan, selalu ada pengalaman berharga yang akan kamu dapatkan.

Sembari bekerja dengan gaji yang nominalnya masih sedikit. Cobalah gapai hal-hal yang menjadi impianmu lewat beberapa cara ini. Penasaran kan? Nih kami beritahu siassatnya.

1. Cari Alternatif Pengeluaran Paling Hemat

Sebisa mungkin carilah alternatif pengeluaran paling hemat. Jika kamu masih bisa pergi ke tempat kerja menggunakan kendaraan umum seperti bis atau angkutan umum, lebih baik gunakan kendaraan umum itu dimana ongkosnya lebih rendah dibanding kamu naik taksi. Kamu juga bisa membawa bekal dari rumah sesekali untuk lebih menghemat pengeluaran saat makan siang.

2. Temukan Cara yang Tepat dalam Menabung Sesuai Kebutuhanmu

Yang kamu butuhkan bukan sekedar menabung. Kamu butuh memilah cara yang paling sesuai dengan kebutuhanmu. Aturlah kebutuhan maksimalmu tiap bulan. Usahakan untuk tidak melebihi batas budget yang sudah kamu siapkan. Selebihnya kamu bisa mengalihkan sisa uangmu untuk dijadikan tabungan.

3. Susun Daftar Rencana yang Ingin Kamu Wujudkan

Kamu butuh asupan motivasi untuk berusaha lebih keras ke depannya. Untuk itu, cobalah susun daftar rencana apa saja yang ingin kamu wujudkan, baik dalam jangka waktu pendek maupun jangka waktu panjang. Setelah itu kamu bisa menyusun taktik untuk mewujudkan daftar rencanamu itu.

4. Kontrol Pengeluaran dengan Sebaik Mungkin

Jangan sampai pengeluaranmu lebih besar dibanding penghasilanmu. Atur dengan baik, kebutuhanmu dalam sebulan terakhir. Pisahkan antara kebutuhan dan keinginan semata. Kamu harus tahu mana yang harus kamu jadikan prioritas.

5. Manfaatkan Promo

Untuk lebih menghemat, kamu perlu memanfaatkan harga promo untuk mendapatkan barang-barang yang kamu inginkan. Selain itu kamu juga bisa mengecek barang keinginanmu di beberapa tempat dengan kualitas yang sama. Kemudian bandingkan perihal harganya, pilihlah harga yang lebih bersahabat dengan kantongmu.

6. Cari Teman yang Memiliki Satu Visi Denganmu

Jangan hanya berjuang sendirian saja. Mungkin hal itu akan terasa lebih berat untukmu. Karenanya, kamu bisa mencari teman yang memiliki visi sama denganmu. Hal ini tentu akan lebih mudah karena kamu dan temanmu bisa saling mengingatkan satu sama lain.

7. Belajarlah dalam Berkomitmen

Yang terakhir dan terpenting adalah menjaga komitmen. Semua hal di atas akan percuma jika kamu tak bisa menjaga komitmenmu dalam menggapai impianmu. Jika kamu sudah bisa teguh dalam menjaga komitmen, tentu langkahmu akan lebih mudah lagi.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top