Trending

Keluh Kesah Para Dokter, Susah-susah Sekolah Cuma Buat Nakut-nakutin Anak

“Nanti kalau bandel, Mama panggil Pak Dokter lho biar disuntik.”

Saat kamu masih kecil, ibumu mungkin pernah mengungkapkan hal ini. Sadar tak sadar, kamu perlu tahu, kalimat itulah yang sejatinya membuat kita memiliki kesan ‘angker’ pada dokter sejak kecil. Padahal tidak seharusnya demikian. Tak sedikit dokter yang mengaku sedih mendapati bahwa di luar sana masih banyak anak kecil yang takut untuk diperiksa hanya karena paranoid dengan keberadaan dokter di dekat mereka.

Untukmu yang bukan dokter, mungkin ke depannya tak perlu lagi menakut-nakuti anak kecil, entah dia anakmu atau keponakanmu, dengan ancaman demikian. Dokter itu bukanlah sebuah profesi yang perlu ditakuti. Apa lagi bagi kita yang awam, bukankah sudah sering mendengar perjuangan berat seorang calon dokter selama menempuh studi mereka? Karenanya, untuk menghargai jasa sekaligus perjuangan para dokter, setiap tanggal 24 Oktober diperingati sebagai Hari Dokter Nasional. Mungkin kalau ada temanmu, saudara, atau kamu bahkan punya kenalan seorang dokter, jangan sungkan untuk mengucapkan “Selamat hari Dokter!”

Bukan Perkara Mudah, Berjuang dengan Masa Studi yang Relatif Panjang Sungguh Membuat Para Calon Dokter Jadi Pribadi yang Tabah

Profesi ini istimewa sekaligus penuh risiko mengingat pekerjaan mereka punya sangkut paut terhadap keselamatan seseorang. Karenanya, untuk jadi seorang dokter, seorang mahasiswa kedokteran pun harus menempuh proses yang lebih panjang dibanding jurusan lainnya. Umumnya setelah berkuliah selama sekitar 3,5 tahun, kita akan diwisuda sebagai sarjana. Meski hal ini juga berlaku bagi mahasiswa kedokteran, namun mereka harus menjalani masa co-assistant atau yang akrab disebut koas selama dua tahun. Belum lagi ada uji kompetensi, jadi dokter magang selama setahun, baru bisa mendapatkan izin praktik atau bekerja di rumah sakit.

Perlu Komitmen dan Kesungguhan Hati, Sebab Jasa Seorang Dokter Akan Dikenang Hingga Dia Tiada

Untukmu yang mudah bosan, jangan sekali-kali berpikir menjajal profesi sebagai dokter. Selain butuh waktu yang tak sebentar, menjadi seorang dokter adalah sebuah panggilan dari hati. Profesi ini tak bisa hanya mengandalkan mimpi ‘agar-cepat-kaya’. Memang, sebagian orang mengira kalau jadi dokter pasti gajinya besar, tapi selain ada perjuangan yang besar, mereka yang memutuskan mengabdi pada profesi ini pun punya kesungguhan hati yang luar biasa. Itulah mengapa para dokter pasti sebelumnya melakukan sumpah dokter sebagai bukti komitmen mereka terhadap profesi yang satu ini.

Mereka Harus Siap Siaga Setiap Waktu, Karenanya Mereka pun Harus Terbiasa dengan Jam Kerja yang Tak Menentu

Tiba-tiba ada kecelakaan saat dini hari, dokter jaga pun harus sigap memberikan penanganan terhadap para korban cedera. Hal-hal semacam itu sudah jadi makanan sehari-hari para dokter. Mereka yang menganjurkanmu tidur tujuh jam sehari, justru mungkin ada yang hanya tidur 3-4 jam seharinya. Demi loyalitas terhadap profesi, para dokter ini dituntut siaga setiap waktu. Kamu yang punya pasangan seorang dokter, tak perlu bersedih. Sebaliknya, kamu harus bangga dan memberi dukungan setiap waktu. Sebab apa yang mereka lakukan sungguh patut diapresiasi.

Dibalik Kuatnya Mental Para Dokter, Akan Ada Momen dimana Mereka Begitu Rindu Menikmati Weekend dan Family Time

Mental para dokter sudah terlatih untuk tidak mudah homesick. Apalagi mereka yang ditugaskan di daerah, menjadi dokter sungguh perlu pengorbanan besar. Family time pun jadi momen mewah yang jarang dirasakan para dokter ini. Tapi sekuat-kuatnya mental mereka, dokter tetaplah manusia yang punya rasa. Rasa rindu pada keluarga, kekasih, sahabat, bahkan me-time jelas terasa. Hanya saja, mereka selalu dilatih untuk mengutamakan panggilan jiwa dibanding kesenangan pribadi.

Sejak Mahasiswa, Mereka Dituntut Punya Simpati dan Empati yang Mendalam. Bukankah Tak Adil Kalau Keberadaan Dokter Justru Jadi Alat Orangtua untuk Menakuti-nakuti sang Anak?

Sekali lagi, saat masih menjadi mahasiswa kedokteran, para calon dokter dituntut tak hanya peduli dengan masalah kesehatan, tapi juga harus terbiasa menanamkan simpati dan empati kepada orang lain. Mereka harus cekatan untuk menolong orang dan terbiasa untuk menomorsatukan kesehatan orang lain dibalik kesenangan pribadi. Itulah mengapa saat berjumpa dengan dokter, bukan hal sulit untuk memberikan senyuman terbaik mereka pada pasiennya. Nah untuk para orangtua, yuk ubah stereotipe dokter itu menyeramkan seperti yang selama ini sudah terlanjur melekat pada kepala sebagian anak-anak!

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Community

Semakin Kita Dewasa, Waktu Terasa Semakin Cepat Berlalu! Kenapa ya?

Saat kamu masih kanak-kanak dulu pasti kamu sempat merasakan bahwa masa liburan sangatlah panjang. Hal sama juga kamu rasakan saat kamu menanti hari ulangtahunmu. Rasanya waktu berjalan amat sangat lambat. Namun saat kamu sudah tumbuh dewasa, hal sebaliknyalah yang kamu rasakan. Justru kamu merasa bahwa waktu berjalan sangat cepat tanpa kamu sempat menikmatinya.

Waktu Berjalan Lebih Lama Bagi Anak-anak Karena Ilmu yang Dipelajari Sangatlah Banyak di Usianya yang Masih Belia dan Otak Memproses Ilmu Tersebut

Sampai saat ini ada beberapa hipotesis yang menyatakan alasan kenapa manusia memiliki persepsi terhadap percepatan waktu dengan seiring bertambahnya usia. Nah salah satu alasannya karena adanya pemotongan secara berkala terhadap jam biologis manusia. Sedangkan perlambatan metabolisme tubuh juga akan bertambah seiring bertambahnya usia sehingga melambatkan detak jantung manusia.

Pemacu jantung pada anak ebrdetak lebih ceoat sehingga mereka mengalami penanda biologis lebih banyak seperti detak jantung juga denyut nafas dalam waktu tertentu. Inilah yang membuat mereka merasa waktu berjalan sangat lambat.

Pelajarilah lebih Banyak Hal Baru Agar Waktu Berjalan Lebih Lambat

Kamu bisa coba buktikan sendiri. Ada banyak ahli yang menyatakan bahwa saat dihadapkan dengan situasi yang baru, otak akan merekam lebih banyak memori secara lebih rinci sehingga penghimpunan informasi pun akan terasa lambat tentang kejadian yang dialami.

Jika dihadapkan dengan kehidupan yang semakin tua, maka bisa ditarik sebuah hipotesis bahwa semakin tua seseorang, akan semakin terbiasa orang tersebut dengan apa yang terjadi di sekeliling mereka. Inilah yang akhirnya menjadikan proses penyerapan informasi baru lebih sedikit dan membuat waktu seolah berjalan lebih cepat.

Hakikatnya, Semakin Terbiasa Kita pada Satu Rutinitas, Waktu akan Terasa Hilang Begitu Saja

Seperti yang sudah diungkapkan sebelumnya, bahwa semakin tua seseorang, akan terbiasa seseorang itu dengan apa yang ada di sekelilingnya. Hasilnya, penyerapan informasi baru pun akan lebih sedikit dan hal ini membuat waktu terasa berjalan sangat cepat. Mekanisme biokimia dibalik hipotesis ini mengungkapkan bahwa pelepasan dopamin neurotransmitter beriringan dengan rangsangan pembelajaran tentang hal baru, yang akhirnya akan membantu seseorang belajar mengukur lamanya waktu.

Biasanya setelah melewati usia 20-an dan berlanjut pada usia yang semakin tua, lebel dopamin seseorang akan menurun dan inilah yang membuat waktu berjalan semakin cepat.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Community

10 Gambaran Kemesraan Pasangan Baru Menikah yang Bikin Gemes

Awal pernikahan merupakan masa yang manis untuk dikenang. Kamu akan menikmati waktu yang lebih banyak dengan pasangan. Tentunya kamu pun akan lebih banyak melakukan kegiatan apapun bersama dengan pasanganmu. Nah, berikut ini adalah 10 gambaran kemesraan pasangan baru menikah yang bisa bikin kamu gemes dan baper abis.

1. Cukup Menggunakan Kode Kedipan Mata

Kamu dan pasangan tak lagi membutuhkan banyak kata untuk menyampaikan apa yang kamu atau pasanganmu inginkan. Dengan perbuatan dan juga tatapan mata itu sudah mampu menyampaikan banyak makna.

2. Istri Kerap Bertingkah Manja

Seringkali istrimu akan bertingkah sangat manja padamu. Mungkin dengan selalu memintamu untuk memberikan pelukan atau ciuman yang berlangsung secara random. Namun kamu pun tak pernah merasa terganggu, justru kamu lebih sering rindu.

3. Memiliki Keromantisan Tersendiri yang Unik

Seringkali bertingkah konyol dan aneh, namun hal itu justru menjadikan hubunganmu dan pasangan menjadi lebih erat lagi. Mungkin kamu dan pasangan tak memiliki selera keromantisan layaknya orang pada umumnya, namun cara konyolmu dan pasangan justru membuat hubungan menjadi lebih menggemaskan.

4. Lebih Suka Menghabiskan Waktu di Rumah

Kamu dan pasanganmu justru akan lebih suka menghabiskan banyak waktu di rumah dibanding bepergian ke suatu tempat yang ramai. Setidaknya kalau kamu dan pasangan di rumah kan dunia serasa milik berdua dan tak ada gangguan dari orang lain.

5. Sering Menjadikan Pasangan Bantal atau Selimut

Jika sudah menikah semua hal juga sah-sah saja untuk dilakukan berdua. Tak jarang baik kamu maupun pasanganmu sering menjadikan satu sama lain sebagai bantal bahkan selimut.

6. Tak Lagi Memerlukan Guling

Karena sudah ada teman untuk menemani tidurmu, kamu tak lagi membutuhkan guling untuk kamu peluk. Karena posisi guling kini sudah digantikan oleh pasangan halalmu.

7. Pujian Kecil Mampu Membuat Pasangan Merasa Dicintai

Misalnya saat sang istri atau suami sedang bersiap untuk pergi ke suatu tempat, lantas salah satu dari pasangan mengatakan bahwa kamu tak perlu dandan terlalu wah, karena apapun keadaanmu, kamu tetaplah cantik atau tampan. Pujian seperti inilah yang membuat hati pasangan tersentuh. Penerimaan atas apa adanya pasangan adalah sebuah penghargaan paling berharga dalam sebuah hubungan.

8. Selalu Bersama dalam Keadaan Apapun

Baik dalam keadaan susah maupun senang, kamu tetap bersama dengan pasanganmu. Misalnya saat pasanganmu sakit, kamu setia merawatnya dan memberikannya perhatian, begitu juga sebaliknya.

9. Istri Tak Ingin Ditinggal Tidur Duluan oleh Suami

Konyol banget sih kelihatannya. Namun hal ini juga biasanya terjadi loh pada pasangan yang baru menikah. Seringkali para istri tak ingin ditinggalkan, walau hanya ditinggal tidur suami duluan.

10. Suka Mengenakan Pakaian Pasangan

Sebenarnya kamu mengenakan pakaian pasangan bukan karena butuh untuk mengenakannya. Kamu hanya ingin mencium aroma tubuh pasanganmu yang melekat di pakaian miliknya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Community

10 Fakta yang Harus Kamu Pahami Agar Tak Menyesal Nantinya

Setiap orang tentu ingin memiliki kehidupan yang berhasil. Namun pada perjalanannya, selalu ada yang namanya momen jatuh dan bangun. Inilah yang menyebabkan keberanian harus dimiliki oleh setiap orang dalam menjalani pahit manisnya kehidupan. Kamu pun harus memahami 10 fakta kehidupan ini agar kamu tak menyesal di waktu yang akan datang.

1. Sibuk dan Produktif Adalah Hal yang Berbeda

Kamu tak bisa menganggap sibuk dan produktif adalah satu hal yang sama. Kamu mungkin bisa sangat sibuk sepanjang hari, namun sampai hari itu hampir selesai, kamu masih saja kebingungan karena kamu belum menghasilkan apapun di hari itu. Hal inilah yang menyebabkan sibuk berbeda jauh dengan yang namanya produktif.

2. Jangan Katakan “Ya” Jika Kamu Tak Benar-benar Ingin

Kamu harus belajar untuk melakukan hal yang memang ingin kamu lakukan. Jangan terlalu sungkan kepada orang sehingga kamu tak bisa menolak apapun yang mereka minta. Sebisa mungkin, lakukanlah apa yang memang ingin kamu lakukan, bukan apa yang orang lain perintahkan.

3. Keyakinan Adalah Piranti Paling Penting dalam Menjalani Kehidupan

Cobalah untuk meningkatkan keyakinanmu setinggi mungkin. Dengan keyakinan itulah kamu memiliki energi lebih dalam meraih apa yang ingin kamu raih. Jangan pernah pedulikan omongan orang yang hanya ingin menjatuhkanmu. Gantilah cibiran mereka sebagai penambah keyakinanmu dan keberanianmu dalam menjadikan mimpimu menjadi sebuah kenyataan, bukan hanya sekedar ilusi semata.

4. Kamulah yang Menentukan Ingin Hidup Seperti Apa

Sejatinya kamu hidup dalam kehidupan yang kamu ciptakan sendiri. Apa yang kamu jalani saat ini adalah imbas dari apa yang kamu usahakan. Cobalah tanamkan pada dirimu sendiri, semakin keras kamu berusaha, maka akan semakin indah kehidupan yang tercipta untukmu.

5. Berhentilah Mengatakan “Seandainya”

Perkataan ini hanya dimiliki oleh orang yang penuh dengan penyesalan. Dan jangan sampai kamu menjadi salah satu dari mereka. Berhentilah berkata “seandainya” karena hal itu hanya akan menghambat jalanmu untuk meraih masa depan yang lebih baik dari hari kemarin dan hari ini.

6. Mulailah Membuat Jadwal yang Terperinci Tentang Apa yang Ingin Kamu Lakukan

Jika kamu belum terbiasa, mungkin kamu akan kesulitan. Namun cobalah untuk membuat jadwal agar kehidupanmu lebih terarah. Buatlah jadwal mengenai kegiatan apa saja yang ingin kamu lakukan dalam satu hari penuh. Mulai dari bangun tidur hingga waktu untuk tidur kembali di malam hari.

7. Fokuslah pada Solusi, Bukan Kondisi

Tak peduli bagaimana pun kondisinya, kamu harus tetap fokus dalam mencari solusi untuk memecahkan masalah yang sedang kamu hadapi. Jangan membuang waktumu dengan memikirkan hal yang tak penting.

8. Berhentilah Melontarkan Hal Negatif tentang Diri Sendiri

Berhentilah berpikir atau melontarkan hal negatif tentang dirimu sendiri. Ingatlah, pikiran bisa menjadi sebuah motivasi terkuat, namun juga bisa beralih menjadi pembunuh yang handal. Jangan biarkan pikiran negatifmu membunuh segala keyakinan baikmu dalam kehidupan ini.

9. Berhentilah Mencari Kesempurnaan

Tak ada yang sempurna di muka bumi ini. Kamu hanya akan menyiksa dirimu sendiri saat kamu selalu mengejar yang namanya kesempurnaan. Kamu hanya bisa melakukan apapun dengan semaksimal yang kamu mampu, sehingga kamu bisa mendapatkan yang terbaik. Karena apa yang ada adalah yang “terbaik” bukan yang “sempurna”.

10. Belajarlah Memaafkan Diri Sendiri

Membenci diri sendiri tak akan membuatmu maju. Kamu hanya akan menyiksa dirimu sendiri. Karenanya cobalah untuk memaafkan diri sendiri dan berusaha untuk memperbaiki segala kesalahan yang sudah kamu lakukan sebelumnya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top