Feature

Kekerasan dan Hal-hal Lain yang Tak Seharusnya Dilakukan Dalam Hubungan Pacaran

Sebuah penelitian yang dimuat dalam Journal of Interpersonal Violence, melakukan penelitian pada 350 mahasiswa tentang konflik yang pernah terjadi dalam hubungan mereka. Khususnya tindakan kekerasan dalam pacaran, baik secara fisik maupun emosional.

Hasilnya menunjukkan bahwa sekitar 95 persen peserta mengalami kekerasan emosional, sementara 30 persen diantaranya mendapatkan kekerasan secara fisik. Bagaimana? Mengerikan bukan? Iya, benar memang kalau pada kenyataannya tak semua hubungan bisa berjalan mulus tanpa adanya cekcok dan pertengkaran. Bahkan beberapa kali kamu mungkin akan kecewa pada si dia. Tapi selama ini masih dalam batas wajar, jelas tak akan berdampak buruk pada hubungan.

Namun, kali ini selain mencoba melihat adakah kekerasan dalam hubunganmu dengan si dia. Ada hal lain yang juga perlu dievaluasi. Tentang apa saja hal yang sebenarnya tak boleh terjadi dalam hubungan pacaran.

Menyakitimu dari Segi Fisik

Beberapa perempuan, kerap merasa beberapa hal dalam hubungan adalah sesuatu yang wajar. Dan salah satunya adalah perlakuan kasar. Durasi hubungan yang berjalan sudah sekian lama, akan membawa kamu pada pertengkaran dan beberapa perdebatan. Tapi apapun alasannya, dia yang berani main fisik saat bertengkar, bukanlah pasangan yang pantas untuk diperjuangkan.

Maka jika pacarmu sudah bersikap seenaknya, untuk menampar, memukul, dan menjambak. Itu artinya, ia sudah melakukan kesalahan fatal yang juga perlu kamu pertimbangkan. Dan kalau sudah begini, jangan ragu untuk mengakhiri hubungan. Sekalipun ia sudah meminta maaf, hal serupa bisa jadi terjadi lagi.

Pada Beberapa Perdebatan Dirinya Kerap Memakimu dengan Kata yang Tak Pantas Didengar

Hal lain yang selanjutnya, tak seharusnya kau alami dalam hubungan pacaran adalah mendapat perlakuan tak baik secara verbal. Mulai dari hardikan, cacaian dan beberapa umpatan lain yang sebenarnya tak pantas diberikan pada pasangan, apalagi perempuan. Ada yang tak sehat dalam hubunganmu, yang juga berpotensi membuatmu tertekan dan depresi karena tak merasa dihargai.

Lagipula, Catia Harrington, PsyD, seorang psikolog klinis di New York, berkata bahwa hubungan yang sehat seharusnya menuntun Anda untuk melakukan hal-hal positif; serta membuat Anda merasa percaya diri, dihargai, dan dicintai – bukan sebaliknya. Tapi jika yang kau terima adalah cacian, itu artinya ia sedang memberikan pengaruh negatif dalam hidupmu.

Menjadikanmu Sebagai Pelampiasan Emosi yang Ia Dapat dari Luar

Pada beberapa situasi, kamu kerap menemukan ia sedang dalam emosi. Tak merasa berbuat salah apa-apa, dirinya justru menumpahkan semua kekesalannya padamu. Benar memang, ia tak memukulmu atau menghujatmu. Namun perilaku yang ia tunjukkan, seolah ingin menunjukkan bahwa kamulah yang salah.

Mulai dari melemparkan barang-barang, memukul meja, menghentakkan kursi, dan perilaku lain yang juga membuatmu merasa jadi target kekesalan. Ingat, kekerasan dalam pacaran tak selalu disampaikan dalam fisik atau emosional. Sebab ketika ia sudah berani melemparkan barang-barang di depannmu, jangan pernah anggap itu adalah perbuatan biasa.

Posesif Berlebihan, Ia Jadi Penentu Tentang Apa Saja yang Akan Kamu Lakukan

Atas nama cinta dan hubungan yang sedang kalian jalani, kepercayaan harusnya jadi sesuatu yang perlu dipegang kuat. Tapi apa yang terjadi dalam hubunganmu justru sebaliknya. Tak memberimu kebebasan, ia malah terlihat bak seorang mata-mata yang siap mengawasi semua gerak-gerikmu hingga ke media sosial.

Tak ada lagi privasi, kamu dipaksa untuk menuturkan semua hal yang kamu lakukan. Mulai dari bangun pagi, hingga nanti tidur lagi. Ingat, cinta yang baik seharusnya tak mengurungmu dengan ketat. Karena biar bagaimana pun, kamu berhak untuk menikmatimu waktumu sendiri tanpa harus terdistraksi oleh dia yang kau cintai.

Emosinya Tak Pernah Stabil dan Sangat Mudah Terpancing

Setiap pasangan harusnya bisa meredam amarah, memperkecil masalah sepele dan mencari solusi dari masalah besar. Sialnya, ia justru bersikap berlebihan untuk semua persoalan. Terlihat menggebu-gebu untuk hal yang tak seharusnya diperdebatkan dan tak pernah bisa menahan emosi tiap kali ada masalah.

Memang tak semua orang bisa mengelola emosi dengan benar. Tapi setidaknya ia paham, bagaimana caranya bersikap. Kapan harus diam dan kapan harus marah. Jika ternyata semua hal selalu dipecahkan dengan memarahimu, rasanya ia memang tak sungguh-sungguh untuk mencintaimu.

Dan Menjauhkanmu dari Keluarga Serta Teman-teman

Jadi salah satu cabang lain dari sikap posesif yang berlebihan. Pacarmu tak seharusnya membuat hidupnya hanya tentang dirinya saja. Maka jika saat ini ia kerap mencoba untuk menjauhkanmu dari lingkungan, berarti ada sesuatu yang memang salah di pikirannya.

Kamu pun harusnya paham, ia harusnya bisa bijak dalam bersikap, sadar bahwa dirimu adalah pihak yang paling berhak untuk menentukan kepada siapa kamu akan bercerita. Entah itu saudara atau sehabat yang kamu punya. Selama itu masih dalam ranah positif, seharusnya ia tak perlu melarang-larangmu begitu.

Jika hal-hal yang sedari tadi dijelaskan memang sedang kamu rasakan dalam hubungan. Ada baiknya, kamu kembali mempertimbangkan hubungan. Karena seseorang yang melakukan hal tersebut, tak pantas untuk dijadikan pacar.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Dua Kunci Kehidupan yang Harus Selalu Kita Pegang: Syukur dan Sabar

Atas segala perkara yang kadang terasa jadi beban, beberapa cobaan sering membuat kita merasa kesusahan. Sibuk mencari jalan keluar, lalu bingung karena semuanya kian terasa tak terlewatkan. Tunggu sebentar, tarik nafasmu dalam-dalam lalu mulailah untuk meresapi semua yang sedang kau alami. 

Tak butuh sesuatu yang besar, demi bahagia dan sedih yang datang lalu lalang. Kita hanya perlu bersyukur dan bersabar dalam segala keadaan. Jika dua hal ini sudah berhasil dijalankan, apapun sedih dan bahagia yang sedang kamu rasakan. Kehidupan akan selalu terasa baik dan menyenangkan.  

Meski Hidup Kadang Sulit, Sabar Akan Membantumu Mengurai Segala yang Rumit 

Ingat, perjalanan kehidupan yang akan kita lalui akan disertai dengan segala hal berat dan ringan, menyedihkan dan membahagiakan, dan segala titik baik dan buruk yang berjalan beriringan. Tak selalu sedih, tapi juga tak akan selalu bahagia. Berusahalah untuk tetap berdiri, bangkit dan mencari solusi.

Dan hal yang paling utama adalah mengontrol diri agar selalu sabar meski hidup kian berat saban hari. Kesedihan memang tak akan hilang dengan cepat, tapi sabar akan membantu kita menguraikan segala hal yang tadinya terasa berat. 

Bukan Tentang Besar dan Kecilnya Masalah, Selalu Bersyukur Akan Membut Hidup Terasa Mudah 

Banyak dan sedikitnya harta benda dan uang yang kita punya, digadang-gadang jadi patokan untuk hidup bahagia. Si kaya lebih bahagia, sedang dia yang tak punya dianggap sengsara dan nelangsa. Padahal kenyatannya tentu tak selalu seperti yang kita kira. Banyak atau tidaknya harta tak selalu jadi tolok ukur untuk bahagia.

Karena mereka yang tinggal di kolong jembatan bisa jadi lebih tertawa lepas dari dia yang duduk manis di dalam mobil mewah. Siapapun pun kita, dan berapa banyak pun harta yang kita punya, kesabaran selalu jadi kunci untuk membuat terasa mudah. 

Jadikan Syukur Sebagai Penguat, Agar Tak Ada Waktu untuk Mengeluh dan Berdebat

Pada masa-masa terberat, menyesali semua yang sudah dilakukan kita anggap jadi jalan keluar. Bukannya menemukan jawaban, kita justru lelap dalam liang sesal hingga akhirnya tak kunjung menemukan kesenangan. Nah, daripada sibuk menyalahkan situasi dan keadaan. Cobalah cari celah untuk bersyukur atas segala hal yang sedang menghadang.

Haturkan terimakasih pada diri sendiri karena sudah gagal, sebab dengan itu kita belajar untuk tak lagi sembarangan dalam membuat keputusan. Yap, bersyukur membuat kita lebih bijak, hingga akhirnya sadar bahwa segala hal yang terjadi datang membawa makna yang akan menghiasi kehidupan sekarang dan masa depan nanti. 

Tak Lagi Merasa Berhak Menuntut Tuhan Jika Ada yang Tak Sesuai Keinginan, Sabar Membuat Kita Banyak Belajar

Jadi jalan keluar termudah yang bisa kita lakukan, mengeluh memang kadang membuat kita bisa bernafas lebih lega. Merasa semua pertanyaan bisa tertuangkan, tapi sialnya, kita sering bersikap bak Tuhan yang berhak memprotes segala yang sudah ditakdirkan. 

Kita lupa, jika kita hanyalah manusia biasa. Bisa benar, bisa pula salah. Bisa bahagia, bisa pula  bersedih meski entah karena apa. Latihlah diri untuk lebih banyak bersabar, dengan begitu kita akan memperoleh banyak pelajaran dari setiap kegagalan. 

Sebab Hidup Akan Selalu Baik-baik Saja, Jika Syukur dan Sabar Selalu Melekat dari Ingatan

Tak peduli kamu akan percaya atau tidak, tapi menjadi manusia yang penuh rasa syukur dan sabar akan mengubahmu lebih baik dari yang sebelumnya.

Dengan syukur kamu lebih memaknai segala hal, tak lagi bersikap sembarangan, dan paham batas-batas mana yang harus tetap dijaga dan yang sekiranya boleh dilanggar. Sebaliknya, bersabar membuatmu jadi manusia yang berbeda. Mengerti arti dari menunggu dan berserah, serta tak akan gusar atas segala sesuatu yang masih jadi misteri dari semesta. 

Jika dua hal ini bisa berhasil kamu jalankan, percayalah jika hidupmu akan selalu dipenuhi kesangan dan segala keberuntungan.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Belajarlah Iklas Agar Segala Sakit Hati Tak Lagi Membekas

Meski telah berusaha sekuat tenaga, sesuatu yang tak baik untuk kita pasti akan dijauhkan entah dengan cara apa. Begitu pula dengan kisah cinta yang tadinya kita percaya akan berakhir bahagia. Dimata kita mungkin ia adalah sosok yang sempurna, tapi Allah jadi pihak yang paling tahu mana yang terbaik untuk kita. 

Tak bisa menghindar dari semua sakit hati yang mungkin akan kita rasakan, belajar ikhlas untuk segala hal, jadi satu-satu jalan agar tak terus menyimpan dendam. Lepaskan semua amarah, buang jauh pikiran buruk atas segala luka yang kita terima. Anggaplah ini sebagai proses belajar, agar semua sakit hati dan luka tak lagi tertinggal. 

Jika Apa yang Kita Inginkan Tak Kita Dapatkan, Itu Berarti yang Terbaik Sedang Disiapkan

Hidup tak akan terasa berwarna jika apa yang kita inginkan selalu kita dapatkan. Untuk itulah, luka hadir untuk memberi kita pelajaran. Membuat kita semakin dewasa, bijaksana, dan lihai dalam memilih segala situasi yang ada. Ini bukan tentang kisah-kisah sedih yang selalu berujung dengan air mata. Tapi bagaimana semua luka ternyata selalu punya makna.

Hari ini kita mungkin bersedih ditinggal pergi kekasih, dikhianati sahabat yang kita cinta, atau kehilangan orangtua yang kita sayangi. Dalam bentuk apa saja, luka memang selalu membuat kita menyimpan amarah. Tapi memendamnya berlama-lama juga tak ada artinya. 

Lepaskan, maka yang indah akan segera kau rasakan. Bukan tanpa alasan, setiap luka yang datang akan diganti dengan sesuatu yang lebih menguatkan. 

Belajarlah untuk Merelakan, Agar Air Mata Berganti dengan Tawa dan Kebahagian

Kita boleh protes, menangis semalaman, atau diam tak mau makan karena merasa dikhianati oleh keadaan. Tak selalu bisa ditebak, segala sesutu bisa terjadi kapan saja dan dimana saja. Pada titik inilah kita harusnya belajar. Membuka mata untuk melihat segala kebaikan, dan menjadikannya sebagai pelajaran. 

Biarkan semua ketidakadilan yang kau rasakan pergi dengan semua kekecewaan. Tak perlu diingat-ingat lagi, tak pula untuk ditangisi. Relakan semua hal yang jadi beban, sebab kebahagian sudah menunggu kita di depan. 

Kehilangan Sesuatu yang Dicinta Memang Membuat Hati Terluka, Tapi Bisa Jadi Itulah yang Terbaik untuk Kita 

Apa yang kita inginkan, tak selalu sejalan dengan yang Allah berikan. Dimatamu, kekasihmu ini adalah sosok terbaik yang akan menjadi pendamping sehidup semati. Tapi nyatanya, ditengah perjalanan cinta ia justru membelokkan hatinya. Memilih perempuan lain, lalu pergi bersamanya. 

Tak perlu ditanya, kamu jelas kecewa dan mungkin sedang mengutuki semua rasa dan cinta. Lalu lupa, jika pengkhianatan yang bisa kamu saksikan sekarang harusnya jadi ajang bersyukur atas kehidupan. Bersyukur karena kamu bisa tahu lebih cepat, jika dia ternyata bukanlah orang yang tepat. 

Dia yang Pergi Tak Perlu Ditangisi

Walau ini akan jadi sesuatu yang susah, walau ini akan jadi kesedihan tersendiri untuk kita, tapi dia yang membuat luka akan selalu serupa, sekalipun ia sudah mengirim maaf sebagai tanda bersalah. Maka jika memang ia berniat pergi, biarkan ia pergi. Tak ada yang perlu ditangisi, apalagi berharap ia datang kembali. 

Karena Sebagian Orang datang untuk Memberi Kita Pelajaran, Bukan untuk Datang dan Tetap Tinggal

Sebelum nanti bertemu dengan dia yang memang tepat, beberapa kali kita memang akan singgah pada hati yang salah. Mencintai ia dengan segenap cinta, lalu terluka agar kian dewasa. Bukan untuk membuatmu marah atau kecewa saja. Segala sakit hati dan pengorbanan yang terasa sia-sia kelak akan berubah membuatmu lebih kuat dari biasanya.

Berhenti menyesali semua yang sudah terjadi, tak semua cinta yang datang bersedia untuk tinggal. Maka kita harus selalu siap jika semuanya berakhir dengan perpisahan. 

Yang Kita Rasa Salah Belum Tentu Tak Baik untuk Hidup Kita 

Luka memang selalu dianggap jadi kesedihan, jadi bentuk lain ketidakberuntungan, hingga memuat kita berpiki jika diri sedang sial. Ini mungkin menyedihkan, membuat kita kewalahan hingga menyesal karena sudah pernah memberi cinta dengan segenap jiwa. Tak butuh banyak hal, kamu hanya perlu bijak dalam memaknai segala kekecewaan. Apa yang kau anggap salah belum tentu tak baik untuk kita. Dan sebaliknya, dia yang terlihat baik belum tentu benar baik untuk kita.  

Dan Demi Hidup yang Lebih Bahagia, Lupakan Semua Hal yang Membuatmu Terluka

Tak akan ada bahagia jika kita terus lelap dalam bayang-bayang kecewa. Sebagai pihak yang terluka, kita wajib untuk menentukan langkah selanjutnya. Akan diam dan tak banyak bicara, tetap bertahan dalam semua luka atau bangkit berdiri dan mencari bahagia kita. 

Setiap orang terlahir dengan cerita berbeda, tak perlu membandingkan hidup dengan mereka  yang terlihat bahagia-bahagia saja, karena kamu tak pernah tahu, sudah berapa kali ia berdiri untuk lepas dari luka yang membelenggu. 

Lepaskan, ikhlaskan, maka bahagia akan datang tanpa diminta.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Perbedaan Lelaki yang Ingin Sekedar Jadi Pacar dengan Dia yang Siap untuk Meminang

Buru-buru dalam memaknai kehadiran seorang lelaki, beberapa perempuan kerap menelan luka. Menaruh harap pada pacarnya, padahal si lelaki datang hanya sekedar singgah. Dengar, tak semua lelaki yang ada dalam hidupmu punya ketulusan untuk mencintaimu. Beberapa dari mereka datang hanya untuk sekedar saling suka, lalu kemudian pergi membuatmu terluka.

Memilih lelaki untuk dinikahi bukanlah perkara kisah cinta yang bisa putus kapan saja. Lebih dari itu, kamu perlu memilah-milah sosok mana yang memang benar-benar mencintaimu. Memiliki komitmen untuk jangka panjang dan bersedia tetap saling menggenggam dalam segala hal.

Nah, agar tak salah kaprah dalam menilai mereka. Ada beberapa hal yang bisa membantumu membedakan. Manakah lelaki yang hanya ingin jadi sekedar pacar, dengan dia yang sungguh-sungguh siap meminang.

Yang Hanya Ingin Jadi Pacar Akan Banyak Berjanji, Tapi yang Ingin Menikah Akan Memberimu Bukti

Demi membuatmu merasa nyaman, si lelaki yang ingin jadi pacar ini akan memberimu banyak janji. Tapi sebagian besar dari janjinya itu, tak pernah ada yang dipenuhi. Bukannya membuatmu kian percaya, ia hanya bisa bercerita tentang semua angan-angannya untukmu tanpa berusa menjadikannya nyata. Obrolan yang ia selalu pakai pun tak jauh-jauh dari angan-angan, dan kalimat manis lain yang rasanya tak mungkin dilakukan.

Lain dengan lelaki tadi, yang serius untuk menjadikanmu istri akan hadir dengan pembuktian, bukan hanya sekedar omongan. Membuatmu bahagia dengan hal-hal yang kamu memang suka, hingga berbuat sesuatu yang tak pernah kamu pikirkan sebelumnya. Tanpa diminta, ia bergerak untuk memberimu bukti nyata.

Dengan Lelaki yang Serius Kamu Punya Temat Berdebat, Berbeda dengan si Pacar yang Hanya Mendengarmu Bercerita

Pacarmu itu mungkin aja jadi teman cerita yang selalu bersedia memberi telingannya. Mendengarmu berkata apa saja, tapi selalu diam dan tak memberi masukan apa-apa. Yang ia tunjukkan hanyalah kehadiran, bukan jadi pihak yang membantumu kian paham tentang sesuatu yang kalian bicarakan.

Lalu sebaliknya, si lelaki yang serius untuk menikah akan jadi teman debat yang bisa membawamu kian dewasa. Memberimu pemahamanan yang berbeda, hingga jawaban-jawaban menakjubkan yang selama ini tak ada dalam kepala. Ya, bersamanya kamu berkembang tak hanya jadi percerita yang handal. Tapi juga punya pengalaman yang lebih lebar.

Dia yang Hanya Sekedar Ingin Jadi Pacar, Menganggap Kencan Hanya Ajang Jalan-jalan, Tapi yang Serius Akan Membuat Kalian Saling Mengenal Lebih Dalam

Lebih dari acara makan–nonton– lalu pulang, laki-laki yang serius akan selalau menikmati waktu berdua dengan cara yang tak biasa. Mencipatakan obrolan-obrolan menarik untuk kalian berdua, hingga kalian mengerti kalau ada hal lain yang bisa dilakukan lebih dari sekedar kencan jika sedang berduaan. Untuk itu, kamu bisa membedakan hal apa saja yang sering pacarmu tunjukkan setiap kali kalian menghabiskan waktu di akhir pekan. Membawamu untuk sekedar makan malam atau mengajakmu menikmati sesuatu yang bertujuan membuat kalian saling mengenal lebih dalam.

Lelaki yang Hanya Berniat Memacari Tak Peduli pada Kebiasan Burukmu, Sedangkan yang Serius Akan Merubahmu Jadi Lebih Baik dengan Cara yang Benar

Jangan buru-buru senang jika sang pacar terlihat acuh dengan hal-hal buruk yang kamu lakukan. Bukan karena ingin memberimu kebebasan melakukan apa saja. Karena kelak jika kalian sedang berselisih, ia bisa saja memakai kebiasaanmu burukmu sebagai senjata. Ya, senjata untuk memojokkanmu hingga jadi seorang tersangka.

Namun sebaliknya, dia yang memang memiliki niat baik untuk menjadikanmu pasangan hidupnya. Pelan-pelan akan bersuara, memberimu pemahaman berbeda, hingga akhirnya memabantumu merubah kebiasaan buruk yang ada. Bukan untuk bersikap lebih benar, ia memilih kata dan kaliamat yang lebih pelan, halus dan tak membuatmu merasa ditekan.

Pacar Sering Menuntutmu Merubah Penampilan, Tapi yang Berniat Menikahimu Bersedia Menerimamu Bagaimana Adanya

Kalau yang tadi terlihat acuh pada kebiasaanmu, kini ia bisa jadi berubah getol untuk memerhatikan penampilanmu. Mulai dari pakaian yang kamu kenakan, sepatu yang kamu pilih, hingga warna lipstikmu kerap harus sesuai dengan yang ia ingini. Ia mendorongmu berubah, tapi untuk sesuatu yang menjadi keinginannya, bukan seperti yang kau ingini.

Padahal, sebagai lelaki harusnya ia tahu jika setiap orang berhak untuk menentukan apa yang ia inginkan. Itulah mengapa jika seseorang yang benar-benar sudah siap menikah, tak akan mempermalasahkan penampilan. Apalagi menuntutmu berubah sesuai yang ia inginkan. Karena ia tahu, setiap orang berhak menentukan apapun. Tak akan memaksa, ia akan menerima bagaimana kamu ada.

Si Pacar Tak Pernah Membawamu Ke Lingkup Pertemanannya, Tapi yang Serius denganmu Selalu Bangga untuk Mengakuimu Di Hadapan Semua Orang

Jangankan untuk dikenalkan ke keluarga besar, tiap kali bertemu temannya saja ia selalu pergi sendiri dengan dalih tak ingin ditemani. Sebaliknya, setiap kali kamu berusaha untuk mengajaknya bertemu dengan teman-temanmu ia selalu punya alasan untuk bisa menghindar dari ajakanmu. Baginya, hubungan kalian baiknya jadi rahasia. Tak perlu ada yang tahu.

Padahal lelaki yang siap menikahimu, selalu merasa perlu untuk membawamu ke lingkup pertemanannya. Membawamu ke acara keluarga, dan tak pernah malu untuk mengakuimu sebagai kekasihnya. Dari titik ini harusnya kamu bisa membedakan, siapa dia yang hanya ingin sekedar jadi pacar dengan dia yang memang serius siap untuk menikah dalam waktu dekat.

Tak Menghindar Setiap Kali Membicarakan Pernikahan Seperti Pacarmu, yang Serius Menikah Selalu bersemangat Jika Ingin Membicarakan Kelangsungan Hubungan

Yap, satu-satunya alasan mengapa ia selalu bersikap menunjukkan semua hal yang tadi sudah dijelaskan. Tentu saja karena belum merasa siap untuk menjadikanmu sebagai istrinya. Atau memang hanya ingin main-main saja, tanpa pernah berniat serius, sebagaimana kamu menganggapnya.

Ini jadi langkah paling menentukan. Bagaimana ia bersikap setiap kali kamu mengajaknya membicarakan pernikahan. Apakah dia pura-pura menghindar atau justru membuka obrolan dengan semangat yang berbeda dari biasanya.

Jangan mudah terlena hanya karena umbaran kata cinta yang membuatmu merasa istimewa. Lelaki yang memberimu kata-kata manis belum tentu berniat mengajakmu melangkah ke jenjang yang lebih intim dari sekedar pacaran.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top