Feature

Kebiasaan yang Bisa Membuat Kita Selalu Merasa Jadi Manusia Paling Sengsara Sedunia

Dari sekian banyak hal yang kerap kita lakukan, ada satu ada dua yang mungkin sudah jadi kebiasaan. Yap, mulai dari pola makan, jam tidur, cara bersikap, berbicara, memilih pakaian hingga beberapa hal lain yang juga masuk dalam kategori kebiasaan.

Alih-alih merasa yang kita perbuat adalah sebuah kebenaran, dampak yang kita rasakan justru sebaliknya. Yap, bukannya mendapat apa yang diinginkan, hasil yang kita dapat justru jauh dari yang diharapkan. Tanpa merasa sedang ingin memojokkan siapa-siapa, kali ini kami akan membantumu untuk lebih menyadari, akan hal apa saja yang masuk dalam ketegori kebiasaan buruk tersebut.

Dengan Berbagai Macam Alasan, Kita Sering Berbohong Tentang Hal-hal Kecil

Tak perlu dijelaskan lagi, semua kita kerap ingin terlihat jadi manusia yang baik dimata semua orang. Dan sialnya lagi, demi dapat menciptakan kesan-kesan seperti itu, kita kerap mengambil jalan pintas, walau dengan sebuah kebohongan. Tidak perlu berpura-pura tak tahu apa yang sedang dibicarakan, barangkali hal yang sama juga sering kamu lakukan.

Sebagai gambarannya, saat sedang melakukan PDKT dengan seseorang. Biasanya kita akan menunjukkan segala sisi terbaik dari dalam diri, dengan harapan si dia akan menyukai dan menerima kita sebagai pasangannya. Ya, mungkin kita akan diterima. Namun seiring waktu berjalan, pelan-pelan sikap asli kita mungkin akan terlihat.

Dan bukan tak mungkin pula, jika dia justru merasa kecewa. Sebab kita sudah memanipulasi sikap dari awal perkenalan dengannya. Ahasilnya, dia bisa saja memutuskan hubungan karena merasa kita sudah tak jujur padanya.

Bukannya Mencoba Mengoreksi Diri, Kita Lebih Suka Untuk Melempar Kesalahan Pada Orang Lain

Yap, ini sering jadi sikap pertama yang mungkin akan terlihat ketika kita sedang dihadapkan pada satu persoalan. Bukannya mencoba mencari kesalahan pada diri sendiri, yang kita lakukan justru lari dari persoalan.

Katakanlah kamu adalah pihak yang bertugas mengambil keputusan, tapi hanya karena hasilnya tak sesuai dengan yang diharapkan. Kamu justru melempar kesalahan pada semua orang yang terlibat, dengan dalih mereka juga ikut bertanggung jawab. Padahal sesungguhnya kamulah sumber masalahnya. Mencoba lari hanya akan membuat kita merugi, sebab apa yang orang lain yakini biasanya jauh lebih besar dari upaya untuk membuat mereka percaya bahwa kita tak bersalah.

Terlalu Mudah Tersinggung, dan Suka Sekali Mengeluh

Hidup tak selalu berjalan mulus seperti yang kita harapkan, berbagai bebatuan mungkin akan datang sebagai alat untuk menghadang. Sebaliknya, kita perlu untuk menguatkan diri untuk segala sesuatu yang mungkin saja terjadi. Terima semua hal-hal yang terjadi sebagai masukan untuk diri, bukan malah marah atau mengeluh hanya karena hasilnya tak sesuai dengan rencana.

Sebab bukan hidup yang terlalu sulit, hanya saja kacamata yang kita pakai perlu digeser untuk bisa melihat sudut pandang yang berbeda.

Memaksakan Diri Untuk Melakukan Hal-hal yang Sebenarnya Diluar Kemampuan Kita

“Lebih besar pasak daripada tiang”, barangkali bisa jadi gambaran bagaimana kesalahan yang mungkin sedang kita jalankan. Demi terlihat mampu di hadapan orang-orang, kita sering sekali mengerahkan segala kemampuan, walau itu diluar kendali yang kita miliki.

“Persetan dengan uang keluar, yang penting orang lain tahu aku mampu melakukan.”

Yaya, orang lain mungkin bisa berdecak kagum lalu memberimu hadiah berupa pujian. Tapi jika itu adalah sebuah kebohongan, lantas untuk apa dilakukan? Sebab bukannya bermanfaat, biasanya kita justru akan merugi sendiri. Membuang-buang uang hanya untuk sebuah pembuktian.

Membuktikan Sesuatu Memang Tak Ada Salahnya, Tapi Juga Perlu Dilihat Situasinya

Pernah mendengar seseorang yang merasa menyesal atas apa menjadi keputusannya? Jadi begini, kamu mungkin pernah melihat bagaimana seseorang gagal dalam menjalani keputusannya hanya karena kurangnya persiapan atau pemahaman. Ambilah contoh, seorang yang mungkin memutuskan menikah muda, bukan karena sudah siap, tidak pula karena sudah cukup bijak untuk menghadapi peliknya kehidupan berumah tangga kelak.

Ia memutuskan menikah, hanya demi sebuah pembuktian bahwa “Aku bisa, dan aku sudah cukup dewasa untuk menikah”.

Tak berselang lama, kabar kisruh rumah tangganya mungkin akan terdengar. Dengan berbagai macam alasan mungkin ia akan memilih untuk bercerai dari orang yang kemarin diagung-agungkan sebagai pasangan masa depan.

Ini bukan sebuah pernyataan untuk menyudutkan mereka yang memilih menikah muda lalu berpisah. Hal yang ingin kami sampaikan adalah bahwa pada beberapa kasus tak semua hal perlu pembuktian secara nyata. Cobalah untuk lebih memahami, agar nanti tak menyesal dan merasa sengsara.

Atau Jangan-jangan Kamu Terlalu Sering Mengorbankan Dirimu Sendiri

Selama yang kita lakukan adalah sebuah kebaikan, memang akan selalu sah-sah saja. Tapi hal lain yang patut untuk dipertanyakan adalah bagaimana kita menempatkan diri untuk melakukan sesuatu. Sebab jika ternyata kita akan lebih banyak berkorban, hal ini jelas jadi sesuatu yang tak seharusnya dilakukan.

Ingatlah batasan akan hal-hal yang seharusnya kita lakukan, berbuat baik memang adalah sebuah tindakan mulia. Tapi jika melulu harus mengorbankan hidup kita, maka hal tersebut perlu untuk dipertimbangkan.

Dan Terlalu Sibuk Mengejar yang Tak Dimiliki dan Lupa Bersyukur Atas Apa yang Sudah Dimiliki

Hal selanjutnya yang akan terus-menerus membuatmu merasa sengsara adalah kebiasaan untuk terlalu sibuk mencari hal-hal yang belum kamu miliki. Ya, ini mungkin jadi salah satu kebiasaan yang akan sering kita lakukan. Hingga akhirnya membuat kita merasa sedang dipecundangi oleh kehidupan.

Setiap hari, akan selalu ada cita-cita yang lahir tanpa berhenti, hingga akhirnya membuat kita lupa untuk menikmati apa yang sudah dimiliki. Berangan-angan itu baik, tapi melupakan hal-hal yang sudah digenggam adalah suatu sikap yang tak seharusnya kita lakukan.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Ciri Khas Kencan Generasi Milenial yang Katanya Ideal, Kamu Setuju?

Gaya berkencan generasi millenial dengan generasi diatasnya pasti jauh berbeda. Pun perbedaan terjadi karena imbas teknologi yang di zaman sekarang mengalami kemajuan pesat, sehingga kerap membuat hal-hal yang dulu berlaku sudah tidak terlalu dipakai di zaman sekarang. Seperti telfon-telfonan berjam-jam mungkin tak lagi mengasyikan sejak adanya video call dalam urusan berkomunikasi dengan yang terkasih.

Kencan setiap orang pun juga tak bisa disamakan. Masing-masing pasangan pasti memiliki cara berbeda dalam mengakses rasa sayang kepada pasangan. Generasi millenial yang menjadi generasi yang digital native tentu menjadi pribadi yang unik soal berkencan. Bussiness Insider melansir penelitian yang dilakukan oleh situs Plenty of Fish, yang menjabarkan perlikau kencan generasi millenial.

Cricketing

Salah satu hal yang dilakukan oleh generasi milenial adalah cricketing, yakni membaca pesan dari pasangan atau gebetan tapi tak langsung di balas. Mungkin kamu pernah merasakannya ketika dia selalu lama membalas pesanmu. Bahkan ada beberapa kasus yang menyatakan baru dibalas setelah berhari-hari menerima pesan. 67% responden yang tidak berpacaran mengaku kalau pernah mengalami cricketing.

Flexting

Memberikan kesan baik kepada lawan jenis biasa dilakukan oleh sebagian orang. Atau biasa juga dilakukan sebelum bertemu teman kencan online secara nyata. Apabila kamu pernah melakukan hal tersebut, hal ini dinamakan Flexting alias flirting with a friend using a text message. Dan menurut data plenty of fish, 47% responeden yang belum berpasangan melakukan flexting lewat pesan singkat.

Serendipidating

Serepindating bukan soal sikap, tetapi lebih ke pola pikir kalau jodoh itu adalah takdir, sehingga kamu ada keinginan untuk menolak dengan alasan bakal ada seseorang yang lebih baik lagi. Serendipidating (serendipity dating) oleh karena itu jangan heran kalau sepertiga generasi yang akrab dengan tekonologi ini sangat kehilangan kesempatan untuk berkencan.

Ghostbusting

Tipe orang seperti ini adalah tipikal yang percaya kalau dibalik usaha pasti ada hasil. Karena itu ia merupakan bukan tipikal orang yang tidak gampang menyerah, meskipun kemungkinan yang didapat sudah tidak ada. Seperti mereka bakal terus berusaha mengirimkan pesan kepada orang yang dicintai meskipun tidak mendapatkan balasan dalam waktu tertentu. Ironisnya lagi, 78% millenial mengaku pernah dihantui rasa penasaran sehingga membuat mereka menjadi ghostbusting.

Fauxbae’ing

Dapat dibilang orang dengan tipe Fauxbae’ing adalah orang yang sangat kasihan. Lantaran ia ingin membuat mantan cemburu sehingga ia sering kali menutupi kesendiriannya dengan cara pura-pura memiliki pasangan. Bahkan sampai menampilkan kemesraan dengan seseorang di sosial media. Kalau semua terlaksana ia bahagia, Semacam balas dendam yang manis, meskipun ia tidak tahu secara pasti apakah sang mantan cemburu atau tidak.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Community

Tidak Perlu Capek Kerja, dengan Investasi Ini Kamu Tetap Bisa Gajian Setiap Bulannya

Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, tentu kamu membutuhkan uang. Nah, saat ini banyak orang memandang bahwa untuk mendapatkan uang kamu harus bekerja keras dengan berangkat pagi pulang malam. Padahal dengan melakukan investasi ini kamu bisa kok tetap gajian setiap bulannya tapi kamu bisa punya banyak waktu untuk berleha-leha memanjakan diri, yaitu dengan menyewakan apartemen yang kamu miliki

1. Jaga Kebersihan Apartemen

Tentu penyewa akan tertarik untuk menempati apartemen yang kebersihannya terjaga. Untuk itu kamu harus selalu menjaga kebersihan apartemenmu. Jadi sewaktu-waktu jika ada calon penyewa datang untuk melihat-lihat, apartemenmu tetap terlihat bersih dan nyaman untuk ditempati.

2. Pilih Apartemen yang Memiliki Akses Premium

Sebelum kamu membeli apartemen yang nantinya ingin kamu sewakan, kamu harus memperhatikan aksesnya ya. Biasanya penyewa akan lebih menyukai apartemen yang lokasinya dekat dengan pusat kota. Mereka juga tentunya akan memperhatikan perihal keamanan.

3. Harga Harus Tetap Bersaing

Kamu harus selalu melihat harga sewa apartemen pada umumnya setiap tahunnya. Jangan sampai harga sewa apartemenmu jauh dari harga pada umumnya. Jika harga terlalu jauh di bawah harga umum, tentu kamu akan rugi. Dan jika harga terlalu tinggi, tentu tak akan ada penyewa yang berminat untuk menyewa apartemen milikmu.

4. Cek Calon Penyewa

Jangan lupa untuk melakukan pengecekan secara langsung kepada calon penyewa. Hal ini untuk menghindari tindakan penipuan. Baiknya kamu melakukan perjanjian juga dengan calon penyewa tentang hak dan kewajiban antara pemilik dan penyewa apartemen.

Nah, hal lain yang perlu dipastikan juga. Kamu harus punya apartemen ya!

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Community

Siasat Jitu Untuk Memenangkan Hati Gebetan

Untuk mendapatkan hati gebetan memang kadang susah-susah gampang. Terlebih jika semua usaha yang kamu lakukan tak berhasil membuatnya peka akan perasaanmu kepadanya. Nah tenang saja, ini adalah 5 cara ampuh yang bisa kamu coba untuk mendapatkan hati gebetanmu itu.

1. Cari Celah untuk Mendekatinya

Hal pertama yang harus kamu lakukan adalah membuatnya menyadari akan kehadiranmu. Kamu harus mencari celah bagaimana caranya untuk bisa menjadi seorang yang dekat dengannya. Bisa saja dengan mengikuti organisasi yang sama dengannya, mendekatkan diri pada sahabat-sahabatnya dan masih banyak hal lain yang bisa kamu lakukan untuk bisa mendekat padanya.

2. Tampil Secara Maksimal

Kamu harus tetap memperhatikan tampilanmu. Tentu kamu tak ingin dia merasa ilfeel kepadamu hanya karena penampilan bukan? Nah jadi kamu harus mulai memperhatikan apa yang harus kamu kenakan dan bagaimana kamu berpenampilan secara fisik. paling tidak usahakan untuk tetap tampil bersih, rapi dan harum di hadapannya.

3. Cari Informasi Tentangnya

Kamu harus aktif dalam mencari tahu segala hal tentangnya. Cobalah untuk mencari tahu hal itu dari teman, sosial medianya atau mungkin kamu bisa langsung datang kepada keluarganya. Dengan begitu kamu bisa dengan mudah mencari celah untuk menarik perhatiannya.

4. Tunjukkan Bahwa Kamu Pantas Untuknya

Selain berusaha mengenalnya lebih dekat, kamu harus mampu menunjukkan kepadanya bahwa kamu adalah orang yang berbeda dari lainnya dan pantas untuk berada di sisinya.

5. Berikan Perhatian

Jangan bosan untuk memberikan perhatian manis kepadanya. Misalnya dengan menanyakan kabar dan memberikan oleh-oleh saat kamu habis bepergian ke suatu tempat. Hal ini tentu akan membuatnya merasa spesial untukmu.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top