Feature

Kebiasaan Mager Itu Tak Baik, Sebab Badan Jadi Rentan Sakit dan Stamina Jadi Tak Enerjik

Sering dengar kata mager ‘kan? Satu kata ini suka jadi alasan singkat kenapa orang enggan beranjak dari posisinya. Satu kata yang merupakan akronim dari ‘malas gerak’ ini memang cukup ampuh jadi alasan. Misalnya, saat akhir pekan ibumu meminta ditemani ke pasar sebentar, tapi dengan singkat kamu jawab kalau sedang mager. Kamu pun memilih tiduran di rumah dibanding menemani ibumu.

Tahukah kamu, sering mengucapkan kata ‘mager’ ternyata memicu munculnya mood suntuk lho. Kalau sudah suntuk, tubuh pun jadi rentan ngantuk. Bukannya berusaha mengusir rasa mager, kamu malah mengikuti kata hati untuk berlama-lama berdiam diri di atas kasur. Hati-hati, karena ternyata bahaya kesehatan mengintai kamu yang hobi mager.

Tekanan Darah Tinggi Mengancam Kamu yang Enggan Meningkatkan Produktivitas Diri

Sejatinya kamu harus bersyukur kalau badan terasa lelah usai bekerja atau melakukan aktivitas lainnya. Itu artinya kamu memang produktif. Lain halnya jika kamu justru kurang gerak. Ya, badan yang jarang digerakkan akan membuat sirkulasi darah jadi tak lancar dan tidak teratur. Akibatnya, tekanan darah pun bisa naik. Kondisi semacam ini kalau dibiarkan berlama-lama maka sejumlah penyakit seperti stroke hingga masalah ginjal pun bisa jadi akan menyerangmu. Bukankah lebih baik mencegah daripada mengobati? Jika kamu merasa kurang gerak, mulailah aktif dan jangan malas berolahraga ya!

Metabolisme dalam Tubuh Jadi Lambat, Akibatnya Obesitas pun Datang Lebih Cepat

Selain aktivitas jadi tidak produktif, kebiasaan mager yang berlebihan ternyata bisa mengganggu metabolisme tubuh. Umumnya, orang dengan segudang aktivitas cenderung terlihat fit bukan? Hal ini lantaran setiap gerakan yang dilakukan oleh tubuh membantu sistem pencernaan agar dapat menjalankan proses metabolisme sebaik-baiknya. Sementara kalau kamu mager, tubuh pun akan benar-benar kurang gerak sehingga metabolisme tak berjalan dengan maksimal. Akibatnya, lemak-lemak pemicu obesitas pun siap mengintai badanmu.

Malas Gerak Bisa Picu Stres. Masih Muda Kok Rentan Depresi? Bahaya Lho!

Fakta menunjukkan jika bergerak secara aktif ternyata ampuh menurunkan tingkat stres seseorang. Pekerjaan mungkin membuatmu stres, tapi jangan sampai kamu kurang gerak ya! Apalagi saat akhir pekan, lebih baik gunakan waktumu untuk melakukan aktivitas yang bermanfaat. Kenapa? Kalau kamu hanya berdiam diri di kamar alias mager, beban masalah bukannya hilang tapi yang ada kamu malah tambah stres.  Bahkan hal itu bisa jadi pemicu tubuh jadi rentan terkena gangguan kesehatan lainnya.

Percaya Atau Tidak, Malas Gerak pun Memicu Osteoporosis

Intinya bagimu yang selalu bangga dengan hobi mager-mu itu, kamu harus berhati-hati dari sekarang. Kurang gerak ternyata tak baik untuk kesehatan tulang. Malas gerak tercatat dapat meningkatkan risiko pengeroposan tulang alias osteoporosis lebih cepat. Masa iya masih muda tapi kesehatan tulangmu tidak terjaga? Mulai sekarang, lebih sering gerak yuk kawan!

Selain Mengganggu Metabolisme Tubuh, Kamu Pun Jadi Sulit Tidur Pada Malam Hari

Coba kamu bandingkan, lebih enak mana, tidur malam setelah melewati hari yang penuh dengan aktivitas atau tidur malam dengan kondisi sebelumnya dimana kamu hanya berbaring terus sepanjang hari? Kualitas tidurmu jelas akan kurang dibanding dengan mereka yang memilih menepis rasa mager. Kamu perlu tahu, dengan aktif bergerak kamu akan terbebas dari gangguan tidur. Sementara yang lebih suka mager, bisa dipastikan akan lebih piawai begadang dan bangun siang. Kalau sudah begini, produktivitas pun jadi semakin kacau bukan?

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Community

Jangan Ceroboh dalam Menggunakan Softlens Jika Tak Ingin Matamu Terserang Bakteri Ganas

Saat ini banyak perempuan yang rela melakukan apa saja demi mempercantik penampilannya. Salah satunya adalah dengan menggunakan softlens. Ya tujuannya sih untuk membuat matanya lebih indah dan menarik saat dipandang.

Tapi sebelum kamu memutuskan untuk menggunakan softlens, usahakan kamu memang memakai softlens dengan kualitas yang baik dan saat kamu memakainya, kondisi tangan dalam keadaan yang streril. Jika kamu ceroboh, dampaknya bisa sangat buruk, yaitu terjangkitnya matamu oleh bakteri berbahaya.

Ada Kisah yang Dialami oleh Seorang Perempuan, Yaitu @tisusilo yang Terserang Bakteri Ganas pada Mata Kirinya

Beberapa waktu lalu, perempuan ini mengakui kecerobohannya dan membagikan pengalamannya di laman istagramnya dengan mengunggah foto yang menunjukkan keadaan matanya saat itu. Dia mengaku kurang hati-hati dalam menggunakan softlens dan kurang menjaga higienitas mata. Sepertinya, Mbak Tisusilo ini juga kerap menggunakan softlens dalam kesehariannya sebelum terserang oleh bakteri ganas ini. Dokter yang menangani kasus ini mengatakan bahwa keadaan tersebut sangat sulit untuk disembuhkan dan kemungkinan besar mata bak Tisusilo tidak akan bisa melihat lagi.

Ketahui Dahulu Kondisi Matamu Sebelum Menggunakan Softlens

Jangan asal dalam menggunakan softlens. Kamu harus berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter yang lebih tahu masalah kesehatan matamu. Hal ini karena sebenarnya tidak semua mata orang cocok untuk menggunakan softlens. Ada beberapa jenis mata yang bisa alergi dengan bahan yang terkandung dalam softlens itu sendiri. Jadi hati-hati ya girls.

Jangan Tergiur dengan Softlens Murah, Utamakan Kualitas di Atas Segalanya

Saat ini memang abnyak dijual softlens dengan harga yang sangat terjangkau. Bahkan pilihannya pun ada beragam. Namun jangan mudah tergiur ya. Belum tentu softlens yang banyak dijual di pasaran dengan harga murah itu memiliki kualitas yang bagus.

Sebelum Memasang Softlens ke Matamu, Jangan Lupa Cuci Tangan Terlebih Dahulu

Jaga kebersihan tanganmu ya. Usahakan untuk membersihkan tanganmu dulu sebelum memasang maupun melepas softlens dari matamu. Pastikan juga kukumu tidak panjang, karena kuku yang panjang seringkali dijadikan sarang kuman.

Pahami Dulu Cara Pemakaian Softlens yang Benar

Jangan lupa sikap disiplin, dan jangan teledor. Kamu harus paham bagaiamana cara penggunaan softlens yang benar. Lebih baik kamu konsultasikan dengan doktermu. Jika ada yang tidak kamu ketahui langsunglah bertanya untuk menghindari hal yang tidak kamu inginkan nantinya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Community

Bahaya yang Muncul Jika Kamu Memaksa Tubuhmu Bekerja Lebih dari 8 Jam Sehari

Bekerja memang perlu, namun jangan sampai kamu mengabaikan kesehatan ya. Kesehatan lebih mahal dibanding apapun. Jadi sayangi dirimu sendiri dengan tak memaksakan tubuhmu untuk bekerja lebih dari 8 jam dalam sehari. Kalau kamu tetap melakukannya, kamu bisa rasakan sendiri bahaya ini.

1. Nyeri Punggung

Hampir seharian beraktivitas bisa membuat punggungmu lelah loh. Apalagi jika pekerjaanmu menuntutmu untuk berada di depan komputer dalam waktu yang cukup lama. Bisa dipastikan punggung akan jadi korbannya. Hal ini karena adanya tekanan sebanyak 30 persen lebih besar yang dibebankan pada punggung saat kita hanya duduk di depan komputer.

2. Radang Sendi

Pekerjaan yang menuntutmu untuk melakukan banyak meeting tentu akan membuatmu harus duduk selama berjam-jam. Jika kamu tidak mengimbanginya dengan peregangan, risikonya adalah area sendimu bisa kaku hingga mengakibatkan radang sendi.

3. Sistem Imun Menurun

Menurut penelitian yang dilakukan oleh Scott Cohen, staf University of Surrey, bekerja lebih dari 8 jam perhari bisa menyebabkan sistem imun menurun. Hal ini karena tubuh terkena paparan faktor luar seperti bakteri, debu, serta kotoran yang bisa menyerang kekebalan tubuh.

4. Obesitas

Jika kamu berpikir banyak bekerja bisa membuatmu kurus, jawabannya tentu salah besar. Faktanya, para ahli kesehatan mengungkapkan bahwa di era modern ini, orang yang bekerja cenderung melakukan gaya hidup yang tak sehat, baik dari segi pemilihan makanan maupun jarangnya berolahraga. Akibatnya, risiko terkena obesitas pun semakin besar.

5. Gangguan Jantung

Jika pekerjaan yang kamu jalani menuntutmu untuk bekerja lebih dari 8 jam sehari, kamu harus lebih memperhatikan kesehatanmu. Hal ini karena terlalu banyak duduk ternyata bisa meningkatkan risiko penyumbatan jantung karena tekanan darah dan kolesterol yang terlalu tinggi. Jadi jangan lupa mengimbanginya dengan berolahraga ya, minimal satu kali dalam seminggu.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Ternyata Latihan Pernapasan yang Rutin Bisa Jadi ‘Jalan Pintas’ Supaya Perut Cepat Rata

Pernah dengar yang namanya Pranayama? Bukan, ini bukan nama orang. Melainkan istilah yang diambil dari bahasa Sansekerta. ‘Prana’ berarti semangat hidup, dan ‘ayama’ yang berarti tambahan. Istilah pranayama sejatinya mengacu pada teknik pernapasan dalam yoga yang bisa memberi energi positif bagi mereka yang melakukannya. Teknik pernapasan ini bahkan sering dimanfaatkan untuk mendapatkan perut rata yang diidamkan banyak orang lho. Mengutip dari Bright Side, ini dia teknik dalam Pranayama yang bisa kamu coba.

Teknik Diaphragmatic Breathing atau Mengatur Napas dengan Memaksimalkan Diafragma

Kalau kamu berhasil melakukan teknik ini, metabolisme dalam tubuhmu akan membaik bahkan membantu pembakaran lemak di area otot perut. Nah, cara menerapkannya pun tak sulit. Pertama, cobalah berbaring di atas matras. Kalau kamu seorang pemula, coba taruh tanganmu di atas perut sehingga kamu bisa mengatur ritme pernapasanmu.

Selanjutnya, cobalah untuk tarik napas pelan-pelan lewat hidung dan mengeluarkannya lewat mulut. Karena tangan berada di atas perut, kamu bisa dengan mudah mengecek teknik yang kamu lakukan sudah benar atau belum. Lakukan hal ini selama 5-10 menit secara rutin. Kalau sudah terbiasa, tinggal tambahkan durasinya dan tak masalah kalau mau diselingi dengan jenis aktivitas yang lain.

Selanjutnya, Teknik Vakum Perut! Kira-kira Apa yang Kamu Pikirkan Saat Membaca Nama Tekniknya?

Jenis latihan yang satu ini sebenarnya bertujuan untuk meningkatkan kekuatan otot perut. Pada dasarnya yang namanya teknik pernapasan dasarnya sama, hanya saja memang caranya berbeda. Untuk teknik vakum perut ini, coba berbaring di atas matras dengan posisi lutut dan kaki yang diluruskan. Tidak boleh ditekuk. Kemudian cukup hirup udara semaksimal mungkin tapi pelan-pelan saja.

Hembuskan udara yang sudah kamu hirup semaksimal mungkin. Perut biasanya akan menciut. Rasakan di area perut, sudahkah perutmu berjarak cukup dekat dengan tulang belakang? Kemudian tahan posisi perut selama 15-20 detik. Di saat yang sama, cobalah untuk tetap bernapas seperti biasa. Akhiri posisi tersebut dengan kembali meghirup napas. Lakukan gerakan ini berulang kali demi dapatkan perut rata ya, Kawan!

Teknik Skull Shining Breathing Bisa Membantu Melatih Ketenanganmu

Teknik ini terdiri dari dua bagian yaitu membuang napas secara eksplosif dan mengambil napas dengan pelan-pelan. Cara yang kamu lakukan cukup sederhana. Duduk di matras dengan posisi kaki ditekuk. Taruh tanganmu di atas lutut, seperti pose orang semedi. Selanjutnya, ambil napas dalam-dalam, Kemudian lakukan serangkaian hembusan napas pendek yang kuat sehingga mendorong perutmu untuk mengembung seketika.

Selanjutnya, giliranmu merasakan ketenangan dengan menarik napas panjang. Lakukan latihan ini setidaknya sehari sekali selama 30 sampai 60 detik.

Selanjutnya, Lakukan Teknik Bellow Breath atau Bhastrika Pranayama

Sama seperti teknik sebelumnya, kamu cukup duduk di atas matras dengan posisi dimana tulang belakang dan lehermu tetap lurus sementara telapak tanganmu ditaruh di atas lutut. Tutup kedua matamu dan bangunlah suasana rileks sehingga otot perut pun bisa ikut rileks. Setelahnya, mulailah mengatur napas dengan menghirup dan membuang napas dengan kuat. Pastikan kamu menghirup napas dalam-dalam, kuat, dan ritmis. Lakukan teknik ini selama lima menit setiap harinya.

Terakhir, Teknik Bhramari Pranayama, yaitu Bernapas Sembari Mengeluarkan Bunyi seperti Lebah

Pernah dengar bunyi lebah? Nah, kira-kira teknik yang satu ini memintamu menirukan suara lebah sembari kamu melakukan teknik pernapasan. Seperti cara sebelumnya, kamu cukup duduk dengan kaki bersila. Pastikan bahumu rileks dan tulang belakangmu lurus.

Gunakan kedua ibu jari untuk menutup telinga, sementara jemari lainnya untuk menutup kedua matamu. Setelahnya, mulailah untuk menarik napas dan membuangnya dengan mulut tertutup sembari kamu menirukan suara lebah. Rasakan getaran dari suaramu itu dengan jari-jari yang menempel di kepalamu. Lakukan teknik ini berulang dan rasakan manfaatnya.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top