Trending

Ketika Kebebasan Berpendapat Di Kolom Komentar Semakin Ganas

Hanya karena media sosial perlahan kita menjelma jadi semakin kejam dan kasar. Benar memang, jika kemajuannya memberi kita ruang gerak yang bebas untuk berekspresi, mulai dari berbagi foto di Instagram, mengeluarkan kekesalan di Twitter hingga mengomentari kabar terbaru di laman Facebook. Seakan paham apa yang kita butuhkan, para pembuat aplikasi hadir untuk memenuhi hasrat yang kita inginkan. Kemudian menghadirkan tombol like atau love dan kolom komentar di berbagai media sosial.

Hingga perlahan sesuatu yang kita anggap tempat berbagi itu nampaknya jadi kebutuhan. Jadi kamu tak perlu heran jika kini, hampir semua orang selalu membagikan segala hal di media sosial. Dengan tujuan eksistensi yang lebih tinggi, semua hal pun dibagikan. Lalu mendadak merasa terluka ketika kolom komentar tiba-tiba dipenuhi hujatan.

Memang Sih Media Sosial Membuat Orang Bebas Menjadi Apa  Saja, Tapi…

Jika kamu adalah salah seorang yang cukup memerhatikan media sosial, tentu tahu apa dan siapa itu selebram dan selebtwit. Dia yang tadinya bukanlah siapa-siapa bisa berubah jadi sosok terkenal yang digandrungi banyak orang. Hal ini sekaligus jadi pembuktian bahwa di media sosial, siapa pun bebas menjadi apa pun.

Melihat gejala tersebut, secara tak sadar kamu justru sering berusaha untuk serupa. Alih-alih ingin terlihat istimewa kamu justru melakukan sesuatu yang sebenarnya diluar kata wajar. Berharap mendapat komentar berisi pujian atau dukungan, justru mereka yang tak punya pandangan sejalan malah mencibir tanpa berpikir. Kamu mungkin bisa berdiam diri untuk beberapa saat untuk tak memperdulikan cibiran. Namun masa iya bisa tahan jika terus-terusan harus di hujat oleh orang-orang di kolom komentar. Berniat ingin membalas tudingan yang dilayangkan, tak habis akal mereka justru berdalih ini adalah media sosial dimana semua orang bebas menyuarakan pendapatnya.

Lalu Perlahan Kolom Komentar Malah Jadi Pisau Bermata Dua, Antara Dia Yang Memuji Hingga Mereka Yang Menghujat

Salah satu media sosial memang menyiapkan fitur untuk mematikan kolom komentarnya. Tapi untuk beberapa alasan yang mungkin jadi pertimbangan kita tak selalu memilih hal ini pada setiap postingan. Masih ada orang yang berada disisi kita, dan tentu berhak menyuarakan pendapat dan kesan terhadap apa yang kita bagikan.

Tapi lagi-lagi orang-orang yang mengaku lebih baik bisa saja berulah. Melemparkan semua kata-kata buruk yang bahkan tak benar adanya. Hingga menghasut orang lain untuk turut membenci juga. Bahkan sebuah penelitian dari Universitas George Mason dan Universitas Wisconsin-Madison menyebutkan kolom komentar berubah jadi ajang untuk rasial, seksisme, dan hal negatif lainnya. Hingga perlahan hal itu berubah jadi dilema yang meresahkan saat kolom komentar yang tadinya menenangkan berubah jadi pisau bermata dua yang menyakitkan.

Hingga Berubah Jadi Ajang Penghakiman Yang Tak Perlu Menunggu Tuhan, Siapa Saja Bisa Melakukannya

Ketika kamu mulai menyukai seseorang tokoh atau public figure serta beberapa orang yang kamu suka. Kemudian mulai mengikuti aktivitasnya di media sosial, hal-hal yang tadinya bukanlah sesuatu yang harus dilakukan secara rutin, perlahan berubah jadi kebiasaan yang selalu kamu jalankan. Mulai dari sekedar mengetik “cantik” di kolom komentar pada media sosial dia yang kamu suka. Hingga berujar benci, menyebar hoax dan bersikap seolah jadi Tuhan di kolom komentar pada akun lain yang tak kamu sukai.

Kita berubah menjadi dua sosok yang berbeda, mengangungkan dia yang kita suka dan menghakimi mereka yang dianggap salah. Semua terasa mudah untuk dilakukan hanya karena disampaikan dari ujung jari. Sebuah pembelaan, “Toh dia tak mengenalku siapa,” membuat semua terasa sah-sah saja. Karena bila di dunia nyata belum tentu juga kita berani untuk melakukannya.

Kemudian Jadi Kebiasaan Yang Menjadi Kebutuhan Bahkan Ditularkan

Uniknya seseorang yang sering membuat beberapa ujaran kebencian, akan selalu mengajak termannya untuk turut serta. Hal ini bisa kita lihat dari banyaknya jumlah tag dari seseorang kepada temannya yang lain untuk berlaku sama. Hingga kemudian mereka akan jadi satu kesatuan yang mendadak jadi polisi moral. Bertindak seolah dirinya jauh lebih baik, untuk itu ia berhak untuk menyuarakan semua hal yang dimatanya benar.

Hey, apa kamu lupa? sesuatu yang benar dimatamu belum tentu benar dimata orang lain bukan? Ini adalah fakta yang mau tak mau harus kita akui. Sayangnya seseorang yang sudah merasa dirinya benar, buta akan hal ini. Padahal meski berkomentar di media sosial, ada baiknya kita tetap mengikuti etika dan aturan, Meskipun orang tersebut tak kita kenal. Bukankah jauh lebih baik seperti itu, daripada terus memuaskan diri untuk menghakimi orang lain.

Padahal Kejamnya Komentar Bisa Berakibat Fatal Bagi Mereka Yang Merasa Hidupnya Dihakimi

Masih lekat diingatan, beberapa kasus yang beberapa waktu lalu hangat diperbincangkan. Remaja yang katanya meniru tulisan seseorang, namun seolah tak ingin disalahkan ia terus berupaya untuk menunjukkan bahwa semua yang sedang orang-orang katakan adalah kesalahan. Namun akibat banyaknya hujatan yang diterimanya, ia mengaku sempat depresi dan ingin bunuh diri.

Jika mau berpikir sedikit saja, kita tentu harusnya tahu mengapa seseorang bisa berbuat seperti itu. Setelah perbuatannya yang diangap meniru orang lain itu, ia merasa bahwa hidup yang ia punya berubah jadi beban. Respon pada kolom komentar membuatnya tak tenang, karena masih dihujani banyak hujatan. Pada beberapa kasus yang bisa kita lihat, mereka yang kuat mungkin masih bisa bertahan sembari menunggu komentar buruk itu usai. Namun tak sedikit pula yang memilih mengakhiri hidup hanya karena tak kuat menahan beban. Lalu kalau sudah begitu siapakah yang akan bertanggung jawab?

Tanpa merasa berdosa, kita yang tadi berada pada barisan paling depan untuk menghujat mungkin akan berujar bahwa itu adalah pilihannya. Bukan karena kita atau siapa saja yang ada di kolom komentar. Lantas menurutmu, apakah benar bersikap seperti itu?

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Community

7 Jembatan Terindah di Dunia, Dua Diantaranya Ada di Indonesia!

Fungsi utama jembatan adalah untuk menghubungankan dua jalan yang terpisah. Namun dengan semakin berkembangnya zaman, kini jembatan dibangun dengan seni dan model yang cukup menakjubkan. Nah, berkenaan dengan hal ini, ternyata ada tujuh jembatan yang terkenal paling indah di dunia loh. Langsung saja cek daftarnya berikut.

1. Jembatan Golden Gate, San Fransisco, Amerika Serikat

Sumber: www.pexels.com

Jembatan ini merupakan salah satu jembatan yang paling terkenal di dunia. Jembatan ini memiliki panjang 2.727 meter dimana difungsikan sebagai penghubung antara San Fransisco dengan Kabupaten Marin. Namun dibalik keindahannya yang menakjubkan, ternyata jembatan ini juga kerap dijadikan tempat untuk bunuh diri.

2. Jembatan Surabaya, Surabaya, Indonesia

Sumber: www.instagram.com/@dwisetijotjahjono

Jembatan ini merupakan landmark dari Kota Surabaya. Jembatan ini  dihiasi oleh air mancur warna-warni yang akan ada setiap malam Minggu. Selain itu biasanya keluarnya air mancur diiringi dengan tarian air mancur pada pukul 20.00 – 21.00 WIB.

3. Jembatan Vasco da Gama, Lisbon, Portugal

Sumber: www.sp-reinforcement.ch

Jembatan ini memiliki panjang 17, 2 ribu meter. Jembatan ini termasuk jembatan paling panjang di Eropa loh. Jembatan ini dibangun di atas Sungai Tagus. Tujuan pembangunan jembatan ini adalah untuk memperlancar mobilitas pembukaan World Fair pada tahun 1998 silam.

4. Jembatan Banpo, Seoul, Korea Selatan

Sumber: www.worldfortravel.com

Jembatan Banpo merupakan jembatan air mancur terpanjang di dunia. Air mancur di jembatan ini biasanya akan dioperasikan pada bulan April sampai Oktober. Pertunjukan air mancur ini akan dilakukan selama empat sampai enam kali sehari dengan durasi waktu 20 menit di setiap pertunjukannya.

5. Jembatan Danyang Kunshan, Jiangsu, Tiongkok

Sumber: www.traveltriangle.com

Jembatan ini memiliki panjang 164,8 kilometer. Jembatan ini dibuat untuk menghubungkan Shanghai dengan Nanjing. Jembatan ini mulai resmi dioperasikan sejak tahun 2011 silam dimana pada proses pembangunannya ada 10 ribu orang yang dipekerjakan.

6. Tower Bridge, London, Inggris

Sumber: www.pixabay.com

Jembatan ini merupakan jembatan yang terdiri dari dua bangunan menara dimana di tingkat atas terdapat jalan untuk para pejalan kaki. Jembatan ini dibangun di atas Sungai Thames dan memiliki panjang sekitar 61 meter.

7. Jembatan Ampera, Palembang, Indonesia

Sumber: www.ksmtour.com

Jembatan Ampera merupakan jembatan yang terletak di Indonesia. Jembatan ini dibangun sebagai penghubung antara daerah Seberang Ulu dengan Seberang Ilir yang dipisahkan oleh Sungai Musi. Panjang jembatan ini yaitu 1.117 meter.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Luna Maya Akui Jadi Salah Satu Fans BTS

Kepopuleran boyband fenomenal asal Korea Selatan, BTS tak perlu diragukan lagi. Bahkan di Indonesia sendiri, penggemar BTS pun berasal dari berbagai kalangan. termasuk fans dari kalangan artis, khususnya artis Indonesia. Banyak artis Tanah Air yang secara terang-terangan mengaku menyukai boyband yang mempopulerkan lagu Fake Love ini.

Artis yang menyukai BTS satunya adalah Luna Maya. Luna tak mau kalah dari penggemar BTS lainnya. Ia juga terpikat dengan pesona leader BTS, RM. Hal tersebut diketahui lewat unggahan Luna Maya di media sosial Instagram Story miliknya

Luna Maya mengunggah sebuah foto yang memperlihatkan pertanyaan dari warganet tentang BTS, lalu Luna Maya menjawabnya dengan lengkap sembari memberikan emoticon BTS-Army. Army sendiri merupakan sebutan untuk penggemar BTS.

“Kenapa suka RM BTS ?,” tulis pertanyaan dari warganet.

Lalu Luna Maya menjawab, “Menurut aku dia pintar dan cool gayanya santai, bahasa Inggrisnya bagus banget, keren enggak aneh-aneh. Dan suka dia setelah dengar dia speach di UN. Dan dia tinggi ya kayanya ha ha ha, #BTSARMY,” jawab Luna Maya.

Tak hanya itu, bahkan Luna secara mengakui keinginannya untuk menonton konser BTS di Bangkok, Thailand April 2019 mendatang.

“Gimana ini konser BTS ?” tanya warganet.

Luna pun menjawab, “Di bkk yuk,” ungkapnya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Punya Followers Jutaan, Tatjana Saphira Justru Mulai Batasi Diri Pakai Media Sosial

Aktris Tatjana Saphira mulai membatasi diri dalam menggunakan media sosial. Hal itu sudah Tatjana lakukan sejak lama.

“Sekarang aku menjalankan rutinitas detoks media sosial, 3 hari aku matiin, 4 hari aku nyalain atau aku buka paling ada postingan yang aku wajib post, kalau enggak aku delete dulu atau uninstall aja. Sebenarnya udah dari lama tapi enggak dijalani secara konsisten sih. baru-baru ini ya sudah sekitar dua bulan lalu jadi lebih rajin,” katanya seperti dikutip kompas.com, Selasa (19/2).

Tatjana mengaku, dia merasa lebih tenang ketika tidak bermain media sosial. Kekasih aktor Herjunot Ali itu juga merasa kesal ketika ada orang yang sibuk dengan gawainya saat berkumpul.

“Menurut aku dia enggak respect sama waktu yang kita punya berkumpul satu sama lain,” ucapnya. Baginya, terlalu fokus dengan media sosial justru membuatnya tak merasakan sebuah momen secara menyeluruh.

“Menurut aku kadang-kadang kita terlalu fokus sama medsos sampe kadang suka lupa sama kegiatan kita sehari-hari. Kita lebih sibuk mengabadikan di medsos dibanding kita merasakan momen itu secara utuh,” ujar Tatjana.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top