Feature

Kawan, Tidak Semudah Itu Menyematkan Cap ‘Gampangan’ Kepada Perempuan

Kebiasaan kita zaman sekarang, mudah sekali menilai orang hanya lewat tampilan luar atau kebiasaan. Lewat kebiasaan ini, tanpa sadar kita jadi menilai ada beberapa orang yang sepertinya tak kelihatan baik atau cenderung aneh karena tingkah laku mereka tak sesuai dengan nilai yang kita anut. Kita pun dengan mudah membenamkan citra diri tersendiri kepada orang tersebut.

Dari sekian banyak cerita, ada satu yang cukup menarik. Yaitu betapa mudahnya kita menyematkan cap ‘gampangan’ pada perempuan yang menurut kita kelewat centil, banyak bergaul dengan laki-laki, hingga menganggapnya banyak gaya. Hmm, apa iya, semudah itu menyematkan cap kepada perempuan yang ada di sekitar kita?

Dan untukmu yang kebetulan perempuan, apa iya tega menilai saudara satu gendermu sendiri demikian? Sementara untuk laki-laki, standar apa memangnya yang kamu pakai saat menilai seorang perempuan?

Perempuan yang Tidak Percaya Diri dan Selalu Terlihat Ragu Dinilai Kurang Menarik oleh Laki-laki dan Cenderung Mudah Mengiyakan Ajakan Orang, Menurutmu Gimana?

Sebelum membahas lebih lanjut soal cap ‘gampangan’, bagaimana kamu menilai seseorang yang tak punya rasa percaya diri yang kuat dan selalu terlihat ragu saat ia berada di lingkungan sosialnya? Untuk laki-laki, benarkah perempuan yang pemalu dan bersikap ragu selalu terlihat tak menarik di matamu?

Perlu kamu tahu, bagi sebagian orang, mengusir rasa malu itu tak semudah kelihatannya. Ada yang berjuang setiap waktu demi bisa tampil lebih percaya diri. Ada yang bergumul setiap waktu karena rasa tak enak menolak permintaan orang lain jauh lebih besar dibanding keinginannya untuk menolak permintaan tersebut.

Jika kamu mengenal orang dengan tipe seperti ini, apa iya pantas dia dicap ‘gampangan’ hanya karena mudah mengiyakan ajakan orang? Hindari menjadi sosok begitu subyektif dalam menilai karakter seseorang ya kawan.

Setiap Perempuan Punya Karakter Berbeda-beda, Kan? Dear Perempuan, Kalau Tiba-tiba Ada Lelaki yang Menilai Tingkah Lakumu Terlalu Over Alias Lebay, Apa Pendapatmu?

Standar untuk makna sikap ‘lebay’ tentu berbeda-beda bagi setiap orang. Mungkin menurutmu orang terlihat lebay jika mudah mengekspresikan sisi emosionalnya, misalnya rentan menangis atau kelihatan mudah rapuh. Ini seringkali dirasakan para perempuan. Saat ia rentan menangis, ada saja yang menilainya lebay.

Sementara bagi sebagian lainnya, makna lebay justru kalau kamu kelihatan begitu banyak tingkah saat mengerjakan sesuatu. Jadi intinya, tak ada standar pasti dalam menilai karakter seseorang. Kalau mau hidupmu tenang, maka belajarlah untuk menghargai. Dan menangis karena menunjukkan sisi emosional atau tak bisa diam saat sedang mengerjakan sesuatu, bukanlah hal yang berlebihan. Semua punya caranya masing-masing, bukan?

Tidak lebay akan membuatmu terlihat elegan. Sebaliknya, terlalu berlebihan akan membuatmu jadi sepele di mata orang lain. Begini, saat kamu menghormati dirimu dengan cara yang benar maka orang lain akan menghormatimu juga.

Urusan Volume Suara Setiap Perempuan Kan Juga Beda-beda, Apa Iya Lelaki Juga Menilai Perempuan yang Berbicara Lantang Sebagai Suatu Masalah?

Apa iya yang boleh berbicara lantang hanya kaum adam? Lho, perempuan juga punya energi untuk itu, kawan. Sebagai perempuan, kalau kamu selalu berkomunikasi dan tertawa dengan teriak, itu tak masalah. Tak usah takut dianggap remeh oleh lawan jenis dan dianggap lebay. Kamu patut menjadi dirimu sendiri yang bisa mengekspresikan dirimu apa adanya ya lewat kebiasaanmu.

Kalau Sering Kontak Fisik dengan Lawan Jenis, Akankah Ia Lantas Dibilang ‘Gampangan’?

Bagi laki-laki, melihat perempuan yang berada dalam lingkungan pertemanan dimana banyak laki-laki disitu, akankah jadi masalah tersendiri? Mungkin kamu pernah menyaksikan atau bahkan punya teman dekat yang seperti ini, tapi bukan berarti mereka ‘gampangan’, bukan? Toh pertemanan yang dilakoninya sehat-sehat saja. Selama kontak fisiknya masih dalam batasan yang sopan, bukankah berteman dengan siapa saja adalah hal yang wajar?

Untuk Laki-laki, Kira-kira Standar Apa yang Kamu Pakai Saat Menilai Seorang Perempuan Tergolong Kasar dan Tak Sopan?

Secantik apapun perempuan, katanya kalau perbuatannya atau tutur katanya kasar dan tidak bisa memperlakukan orang lain, akan jadi nilai minus tersendiri. Mungkin ini ada benarnya. Dan perempuan dengan perilaku seperti ini akhirnya tak mendapat respek dari orang-orang di sekitarnya. Tapi sebagai laki-laki, akankah kamu memiliki penilaian atau standar tersendiri dalam menilai kasar tidaknya seorang perempuan?

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Demi Melacak Ratusan Penguntit, Taylor Swift Pakai Teknologi Pemindai Wajah Saat Konser

Taylor Swift ternyata menggunakan teknologi pendeteksi wajah saat menggelar California’s Rose Bowl pada Mei lalu demi mengawasi ratusan penguntit atau stalker yang kerap membuntutinya.

Dikutip dari The Verge, alat ini dipasang pada sebuah perangkat khusus. Para pengunjung pun tak sadar kalau sebenarnya keberadaan alat ini ditanam pada perangkat berupa papan elektronik yang menampilkan video proses latihan Taylor Swift. Baru kemudian saat para penonton memperhatikan video tersebut, secara diam-diam alat pendeteksi merekam dan memindai wajah masing-masing pengunjung.

Berdasarkan wawancara Rolling Stone dengan seorang petugas keamanan konser, wajah-wajah tersebut kemudian dikirimkan ke Nashville, Amerika Serikat, yang menjadi “command post”, untuk dicocokkan dengan muka-muka penguntit yang sebelumnya sudah diketahui.

Taylor Swift menjadi artis Amerika Serikat pertama yang diketahui menggunakan teknologi pendeteksi wajah di konsernya. Sayangnya, saat ini masih jadi perdebatan apakah penggunaan teknologi ini bisa dibenarkan secara hukum. Sebab, ada yang menilai konser menjadi ranah pribadi bagi penyelenggara. Dengan demikian, penyelenggara berhak memantau pengunjung yang datang. Namun, penggunaan teknologi ini terbilang tak lazim dan berlebihan, namun ternyata hal ini bukan yang pertama.

Sebelumnya, pada April 2018, polisi di China menangkap seorang pelaku kejahatan yanng bersembunyi di antara sekitar 60.000 penonton konser di Nanchang International Sports Center. Sistem pengawasan ini bisa mengawasi pergerakan orang di kerumunan karena menggunakan sistem pemantau “Xue Liang” atau “Sharp Eye”.

Di Amerika Serikat, teknologi pemindaian wajah nantinya akan dikembangkan untuk menggantikan sistem tiket. Jika berhasil, penonton film di bioskop tidak perlu lagi menggunakan tiket kertas, karena cukup dengan menggunakan wajah yang sudah dipindai sesuai dengan nomor bangku sesuai saat pembelian.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Pelaku Menyerahkan Diri, Ussy Tetap Ingin Proses Hukum Tetap Berjalan

Pembawa acara Ussy Sulistiawaty (37) akhirnya menerima permintaan maaf orang yang menghina anaknya di media sosial. Perempuan itu juga sudah menyerahkan diri ke Mapolda Metro Jaya. Namun, Ussy akan tetap melanjutkan proses hukum atas pelaku penghinaan itu.

“Itikad dia bagus untuk menyerahkan diri. Tapi, karena sudah masuk laporan, tetap diproses,” kata Ussy seperti dikutip Kompas.com, Kamis (13/12/2018).

Ussy mengatakan pula bahwa perempuan pelaku penghinaan tersebut mengakui perbuatannya. Pelaku sadar tidak akan bisa kabur ke mana-mana sehingga memilih menyerahkan diri ke polisi.

“Dia sadar, mau ganti IG (Instagram) apa pun, polisi juga akan menemukannya. Makanya, dia sadar, menyerahkan diri. Indonesia kan sekarang lagi melawan bullying dan cyber crime, kita harus dukung. Jangan sampai laporan saya ini dikatai lebai,” ujar istri artis peran dan pembawa acara Andhika Pratama ini. Diberitakan sebelumnya, Ussy Sulistiawaty melaporkan lebih dari 10 akun yang menghina anaknya lewat media sosial dengan kata-kata tidak pantas.

Ussy melaporkan mereka dengan pasal pencemaran nama baik, dengan ancaman hukuman empat tahun penjara.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Berkunjung ke Vatikan, Menteri Susi Penuhi Undangan dari Paus Fransiskus dan Bahas Isu Kelautan

Pada salah satu agenda kerja di Eropa baru-baru ini, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti terlihat mengunjungi Vatikan untuk memenuhi undangan dari Paus Fransiskus. Yap, Fungsi Penerangan Sosial Budaya KBRI Vatikan Wanry Wabang mengungkapkan, Ibu Susi berkunjung ke Vatikan dalam rangka menghadiri audiensi dengan Paus bersama ribuan umat Katolik dan wisatawan non-Katolik.

Undangan tersebut beliau terima, tatkala menghadiri acara Our Ocean Conference di Bali 29-30 Oktober beberapa waktu lalu. Dalam acara yang berlangsung di Aula Paolo Sesto Vatikan, Rabu (12/12) lalu, pukul 09.00-11.00 waktu setempat tersebut. Menteri perempuan yang terkenal dengan kata “Tenggelamkan” itu, berkesempatan untuk bersalaman dengan Paus Fransiskus dan menyampaikan ucapan terima kasih atas surat Paus yang dikirimkan pada acara Our Ocean Conference 2018 serta mengundang Paus ke Indonesia.

“Saya mengucapkan terima kasih secara langsung atas dukungan dan komitmen Vatikan yang disampaikan oleh H.E Archbishop Piero Pioppo…,” ucap bu Susi seperti dilansir dari Antara, Jumat (14/12)

Selain itu, Menteri Susi juga melakukan pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Vatikan Monsinyur Paul Richard Gallagher di Istana Apostolik Vatikan. Adapun tujuan pertemuan itu adalah untuk membahas pengertian antara Vatikan dan Indonesia mengenai upaya penanggulangan pencurian ikan dan “perbudakan” di sektor perikanan.

Kepada Susi, Paus menyatakan akan terus mendoakan dan memberikan dukungan bagi rakyat dan bangsa Indonesia. Dan Vatikan juga berjanji, untuk setuju membantu upaya Indonesia mengangkat isu hak-hak kelautan di forum PBB.

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top