Feature

Kawan, Tak Perlu Kamu Risau Mengejar Ambisimu Hanya Karena Ada Aku yang Jadi Rekan Kerjamu

Mendapat kerja di kantor yang sekarang sungguh membuatku bahagia, apa lagi sejak kali pertama aku datang tempat ini memang sudah memberi kesan kantor ideal. Bukan soal gedung belaka, tapi juga pekerjaan dan posisi yang kudapatkan. Aku melihat ada peluang untuk semakin berkembang. Karenanya, kuharap semua akan berjalan baik-baik saja.

Sampai akhirnya aku bertemu denganmu. Ya, kamu, rekan kerjaku yang duduk di samping mejaku. Aku memberi salam saat kita pertama bertemu. Untuk sekian hari, kamu menyambutku begitu ramah. Tapi perlahan aku mulai merasa ada perubahan dengan tingkah lakumu terhadapku. Meski aku berusaha menepisnya, tapi kuakui, kali ini ada yang berbeda. Kamu menganggap keberadaanku bukan sebagai rekan tapi rival. Sebentar, aku dan kamu memang tak berada dijalur yang sama. Tapi bukankah kita tetap satu tim?

Aku Bekerja dengan Membawa Visi, Bukan untuk Cari Muka Tapi Agar Aku Terlatih Mengejar Sebuah Target yang Ingin Kucapai

Bekerja bukan hanya soal mencari uang sebanyak-banyaknya. Aku memandang pekerjaanku sekarang sebagai tempatku berekspresi. Dengan lingkungan yang sedemikian idealnya, aku ingin menunjukkan kapabilitasku terhadap pekerjaan ini. Namun bukan berarti aku ingin terlihat menonjol sendiri, apa lagi perusahaan tempatku bernaung sekarang nyatanya menuntut kerja tim. Kamu, yang lebih lama dariku jelas jauh lebih mengerti tentang visi perusahan ini bukan? Bukankah lebih baik kita seperti senasib sepenanggungan atau seperti bangunan yang saling menopang? Dibanding bertatap layaknya lawan yang ingin saling menjatuhkan.

Tujuan dan Target Bersama Menurutku Lebih Utama dibandingkan Ambisi demi Memperindah CV Semata

Aku tahu kamu memang sengaja melakukan hal-hal yang tidak fair karena terlalu berambisi dengan jabatan di atasmu bukan? Sebentar, memang dalam karier itu perlu ada peningkatan kinerja, namun bukan berarti kamu harus sebegitu ambisius sampai mengorbankan kekompakan. Penting untukmu, mengejar tujuan dan target bersama didalam perusahaan itu jauh lebih utama dibanding mengejar ambisimu semata. Toh kalau soal karier pribadi, bukankah menajamkan skill jauh lebih baik dibanding hanya berambisi memperindah CV?

Memiliki Sudut Pandang Positif, Itulah Caraku Menghadapi Tekanan demi Tekanan yang Mulai Datang Silih Berganti

Memang di luar sana akan banyak sekali orang yang punya segala cara dan tujuan negatif dalam persaingan. Namun sebagai seorang individu, lebih baik berusaha menanamkan sudut pandang positif dan hati yang bersih. Karena jika dua hal itu sudah dimiliki, bukankah lebih mudah menghindari persaingan dengan rekan sekantor?

Mungkin pihak-pihak lain mulai keluar dari batasan, dan etika berkompetisi dengan sehat, namun kita tak boleh ikut-ikutan. Setidaknya itulah yang disampaikan salah satu motivator kenamaan, Andrie Wongso.

Aku Hanya Heran Saja, Kenapa Kamu Lebih Suka Bersaing Secara Tidak Fair?

Bukankah kamu hanya buang-buang energi jika terus-terusan berusaha menjegal setiap rekan kerjamu hanya demi ambisi pribadi semata? Meski begitu, percayalah, aku akan tetap coba meresponmu secara positif. Karena sejak pertama aku berada di kantor ini, kamulah rekan kerjaku. Pilihanku bertindak demikian karena aku tak ingin ada pihak yang merasa dirugikan. Toh menurutku kalaupun ada orang-orang yang berusaha menjatuhkan kita, aku rasa itulah waktunya yang tepat untuk mengembangkan kualitas diri yang kita miliki.

Seiring Ambisimu Untuk Mengejar Kenaikan Jabatan, Kuharap Memang Kamulah Orang yang Tepat Mengisi Posisi Itu

Kamu perlu tahu satu hal, banyak orang yang sejatinya tidak memiliki kemampuan untuk naik jabatan. Namun ‘berbekal’ banyak cara, mereka pun berhasil mendapatkan ambisi itu. Di luar sana, mudah sekali menemukan orang yang semacam ini. Kuharap kamu bukanlah satu diantara mereka. Kamu layak untuk mendapatkan ambisimu, asal tetap tunjukkan etika kerja dan bergaul yang baik. Tak lupa, tetaplah menjadi seseorang yang menghargai rekan kerja. Karena kukira hal itu akan meningkatkan kualitas dirimu sekaligus dan mutu kerjamu di depan Pak Bos. Just relax and mind our own business, okay?

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Community

Kamu Perlu Tahu, Ternyata Ini 7 Kebiasaan yang Dilakukan Orang Sukses Sebelum Tidur

Siapa sih yang tak ingin menjadi orang yang sukses. Pasti kamu pun ingin bukan? Untuk menjadi orang yang sukses, kamu pun harus tahu apa saja cara yang dilakukan orang-orang sukses itu setiap harinya. Kesuksesan orang tak akan lepas dari kebiasaan apa yang dilakukannya setiap hari.

Berikut adalah tujuh contoh kebiasaan orang sukses sebelum mereka tidur, mungkin kamu bisa mencoba menirunya juga.

1. Membaca

Kamu bisa mencoba membaca buku apapun sebelum tidur. Cobalah membaca buku dengan topik yang beragam, mulai dari politik sampai isu terkini. Hal itu akan membuat wawasanmu berkembang. Seperti yang sudah diungkapkan oleh University og Essex dimana membaca selama enam menit sehari dapat mengurangi tingkat stress hingga pada angka 68%.

2. Menjauhkan Ponsel dari Jangkauan

Sebelum tidur, letakkanlah ponselmu jauh dari jangkauanmu. Dengan begitu kamu tak akan lagi terganggu dengan ponsel. Hal ini juga pernah diungkapkan oleh dr. Charles Czeisler, seorang profesor di Universitas Harvard, dimana lampu terang dari ponsel akan mengganggu ritme tidur alami seseorang sehingga akan menyebabkan sulit tidur.

3. Berjalan Cepat

Berjalan sebelum tidur bisa membuatmu sedikit lupa akan pekerjaan dan kesibukanmu. Hal ini akan membuatmu merasa lebih santai setelah aktivitas yang padat sepanjang hari. Tak hanya itu, ternyata sudah ada sebuah studi yang mengungkap bahwa berjalan cepat mampu meningkatkan kreativitas loh.

4. Meditasi

Meditasi secara teratur sangat baik loh untuk kesehatan. Ada juga orang sukses yang suka melakukan meditasi ini secara teratur sebelum tidur seperti Oprah Winfrey. Dia menjadikan meditasi sebagai hal wajib yang harus dia lakukan sebelum pergi tidur.

5. Refleksi Diri

Hal ini sangat bagus untuk tahu seberapa tinggi peningkatan yang kamu lalui. Atau justru bukan peningkatan yang terjadi melainkan penurunan. Coba ajukan pertanyaan pada dirimu sendiri mengenai apa saja yang sudah kamu lakukan sepanjang hari ini dan apa dampak buruk dan baik dari apa yang kamu lakukan itu.

6. Membuat 3 Prioritas untuk Hari Esok

Cobalah untuk melakukan hal ini secara rutin sebelum kamu tidur. Hal ini akan membantumu untuk membangun sebuah tujuan yang jelas. Tak hanya tujuan, kamu pun akan lebih memiliki pikiran yang terkonsep dengan disiplin dan terjadwal sesuai dengan apa yang kamu harapkan.

7. Berpikir Kreatif

Malam merupakan waktu yang cocok untuk melakukan aktivitas berpikir kreatif. Biasanya hal ini kerap dilakukan oleh para seniman. Kamu bisa coba lakukan hal ini sebagai rutinitas barumu sebelum tidur.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Community

Tips Menabung Ala Mahasiswa Untuk Beli HP Dalam Waktu 6 Bulan Saja

Yap, gadget merupakan benda yang seakan wajib untuk kita miliki, khususnya anak muda apalagi mahasiswa. Kebutuhan teknologi seperti searching dan komunikasi dengan teman kampus bisa membuat kita menyamakan kebutuhan membeli makan dengan membeli pulsa atau kuota.

Namun kamu pasti paham kan, yang namanya mahasiswa masih minta uang ke orangtua. Kadang kala ada rasa tak enak jika harus meminta mereka untuk membelikan handphone juga. Untuk itu, demi mangakalinya. Kamu harus punya siasat, dan salah satu caranya adalah dengan menabung dulu. Nah, berikut adalah langkah-langkah yang bisa kamu ikuti untuk handphone baru jang jadi keinginanmu.

1. Pilihlah Gadget Sesuai Kebutuhan, Tak Perlu Mahal dan Bermerek

Langkah pertama adalah kamu harus menentukan gadget yang seperti apa yang akan kamu beli, tak usah muluk-muluk sesuaikan saja dengan kebutuhanmu. Ingat ya, kebutuhan dan keinginan itu berbeda. Coba tanyakan pada teman-temanmu atau review di sosial media tentang gadget incaranmu.

2. Cari Harga Termurah Dengan Membandingkan Banyak Toko

Setelah menetapkan gadget incaran kamu, sekarang coba cari tahu harga nya lalu bandingkan di beberapa pusat ponsel di sekitarmu atau bisa juga kamu cek di sosial media. Jangan malas mencari tahu, hal ini bisa menyesuaikan isi dompetmu.

3. Simpan Kata Penyemangat Dalam Toples Tabunganmu


Selanjutnya mulailah menabung dan menetapkan target tabunganmu. Simpan uangmu di tempat yang berbeda, jangan simpan di dompet karena suatu saat kamu akan tergoda untuk mengambilnya. Toples mungkin adalah salah satu solusinya, jangan lupa tempelkan kata penyemangat dalam toplesmu, agar setiap melihatnya kamu semakin bersemangat untuk menabung.

4. Tekadkan Pada Diri 70 Ribu Dalam Seminggu Adalah Keharusan

Target minimalmu adalah 10 ribu dalam sehari atau jika di akumulasikan 70 ribu dalam seminggu. Simulasinya adalah :

Sebulan : 70 ribu × 4 = Rp. 280.000

6 bulan : Rp. 280.000 × 6 = Rp. 1.680.000

Dengan budget minimal segitu kamu akan bisa membeli gadget android yang kamu inginkan.

5. Uang 10 ribu Adalah Milik Toplesmu

Kamu juga harus menetapkan pecahan uang yang harus di masukkan ke dalam toples, jadi jika kamu memiliki pecahan uang tersebut kamu akan langsung memasukkannya ke dalam toples. Semakin cepat dan sering menabung maka semakin banyak pula uang yang akan terkumpul.

6. Meminimalisir Kebutuhan yang Tak Begitu Perlu, Seperti Dana Hiburan dan Jajan Camilan

Butuh perjuangan untuk mendapatkan sesuatu yang kamu inginkan, mulailah meminimalisir kebutuhan yang dianggap tak begitu perlu. Seperti nongkrong bareng teman, nonton bioskop atau jalan-jalan ke mall. Kurangi atau cari pengganti sementara kegiatan tersebut selama kamu masih menabung agar tujuanmu segera kamu capai.

7. Menerima Tawaran Kredit Ponsel Dari Provider

 

Kredit bisa jadi salah satu cara supaya kamu memiliki ponsel baru. Meski kamu sudah sangat ingin, tapi kamu perlu selektif juga. Daripada kredit ke toko ponsel yang tentunya bakal memberikan bunga yang lumayan besar, kamu bisa mencoba kredit di provider tertentu.

Cara kreditnya pun terbilang aman. Kamu hanya harus membayarkan uang pulsa sebesar Rp 200-500 ribu tiap bulan selama 6 bulan atau 12 bulan. Selain untuk mengangsur hp, uang yang kamu bayarkan juga merupakan nominal pulsa yang bakal kamu dapatkan. Asik kan?

Bagaimana, sudah siap menabung?

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Dilema Memilih Tempat Kerja : Suasana yang Nyaman atau yang Bergaji Besar?

Untuk kamu yang baru saja lulus, kesulitan memilih tempat kerja bisa jadi dilema. Ingin memilih tempat kerja yang nyaman atau yang menawarkan gaji besar. Tapi tak hanya dirasakan oleh para fresh gradute saja, karyawan yang sudah lama bekerja pun sering bimbang. Sudah merasa nyaman di tempat kerja yang sekarang, tapi juga butuh tambahan penghasilan demi masa depan.

Suasana seperti ini, sering mengacau pikiran. Bahkan sering menjebak kita dan tak bisa menentukan, mana yang baiknya dipilih. Nah, sebelum menentukan pilihan yang mungkin bisa jadi terbaik untukmu. Ada untung-rugi yang harus kamu pahami terlebih dahulu, dari pekerjaan nyaman atau yang bergaji besar.

Bekerja Nyaman Bisa Mengurangi Tekanan dan Berpeluang Mengambil Pekerjaan Sampingan

Jika kamu kebetulan berhasil masuk ke dalam perusahaan besar yang sudah mapan. Biasanya perusahan tidak memberi tekanan yang besar pada karyawan. Sebaliknya, kamu bisa bekerja dengan nyaman dan suasana yang juga jauh dari kata stres.

Selain itu, karena teknan yang ada tak begitu besar. Tempat bekerja seperti ini biasa memberimu waktu luang yang lebih besar. Sehingga kamu bisa memanfaatkannya untuk melakukan kegiatan atau pekerjan lain yang mungkin bisa jadi sumber penghasilan. Memulai bisnis di rumah atau membuka online shop, misalnya.

Tapi Dampak Buruknya Bisa Membuatmu Malas, Kurang Profesional dan Takut Akan Tantangan

Pola yang sudah lama terpatri atas orang-orang yang terlalu nyaman di pekerjaannya sekarang adalah susah keluar untuk memulai pekerjaan lain. Lagipula situasi sekarang ini sudah cukup nyaman, kalau harus keluar belum tentu bisa menemukan yang nyamannya sama. Begitu kira-kira gambarannya.

Padahal ini adalah sebuah pola pikir yang salah. Karena biar bagaimana pun, pandangan seperti ini akan membuat kita menutup diri pada hal-hal lain. Merasa tak sanggup untuk mengikuti tantangan, hanya karena tak siap untuk berkompetisi dengan orang luar.

Selain itu, aturan yang fleksibel di tempat kerja yang nyaman juga banyak membentuk watak buruk bagi karyawan. Karena tak ada larangan yang begitu keras, kamu bisa saja berubah jadi orang yang sembrono. Telat membuat laporan, hingga datang terlambat setiap ada meeting bulanan. Ya, kamu tak profesional.

Akan Tetapi Jika Gajinya Lebih Besar Mampu Menjamin Finansial dan Membuatmu Kian Profesional

Untuk situasi ini, keuntungan dari segi finansial jelas jadi kelebihan yang wajib disyukuri. Biar bagaimana pun, pundi-pundi harus tetap terisi. Nominal pendapatan yang bertambah, setidaknya akan membantu kita memenuhi kebutuhan harian pada tingkat yang lebih baik. Syukur-syukur bisa menyisihkan jumlah tabungan yang lebih besar untuk masa depan.

Tapi jangan buru-buru senang dulu, karena jika gaji yang ditawarkan memang lebih besar. Ada kemampuan yang seimbang yang harusnya kita bayarkan. Tekanan yang datang untuk capaian pendapatan yang telah ditentukan akhirnya merubahmu jadi sosok yang mampu berkompetisi dengan baik. Karena mau tak mau kamu harus bergerak untuk mencapai targetmu, yang sebenarnya juga baik untuk mengembangan karir dan membuatmu kian profesional.

Namun Sialnya Kamu Jadi Mudah Stres Karena Tekanan yang Lebih Besar dengan Waktu Luang yang Terbatas

Yap, dituntut untuk mencapai target yang ditentukan, terpaksa membuat kita berjuang keras untuk terus bekerja. Beberapa hal yang akan terasa kian dekat, tentu saja stres kalau-kalau targetnya masih belum kesampaian juga. Selain itu, waktu untuk bisa beristirahat meski sekedar beleha-leha sebentar. Akan hilang, diganti dengan konsentrasi untuk mengurus pekerjaan.

Bahkan kalau bisa, seluruh waktu yang ada dalam hidupmu akan kamu serahkan untuk terus fokus bekerja sampai apa yang sudah ditentukan perusahaan bisa di dapat dengan cepat. Gajinya memang besar, tapi setara dengan itu tingkat stres yang kamu dapat juga kian besar.

Lalu, Kemana Pilihanmu Akan Jatuh?

Sesungguhnya, ini bukanlah pilihan yang sulit. Karena kamu hanya butuh mencari apa yang sebenarnya kamu butuhkan. Sembari menemukan jawaban, kamu pun perlu mempersiapkan diri untuk kemungkinan lain yang nantinya akan dirasakan.

Jika kamu memilih untuk berada pada zona kerja yang nyaman, mungkin penghasilan yang akan kamu dapatkan lebih sedikit. Dan begitu sebaliknya, jika kamu memilih untuk berada  pada tempat kerja yang bergaji besar. Cobalah bersiap untuk tekanan besar serta waktu luan yang mulai terbatas.

Tanyakan pada dirimu sendiri, mana pilihan yang sesungguhnya kamu cari. Sembari menyiapkan kemampuan, untuk resiko yang juga akan diemban.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top