Feature

Kawan, Kita Tak Sedang Bekerja di Jepang, Rileks Saja dan Buat Suasana Kerja Terasa Menyenangkan

Bagi yang pernah baca soal Jepang atau bahkan tinggal di negara tersebut, pasti sudah tahu kalau budaya kerja di Negeri Sakura bisa dibilang cukup keras. Sebagian besar orang-orang Jepang terkenal workaholic sehingga persaingan antar individu di tempat kerja jelas terasa.  Mereka rela menghabiskan sebagian besar waktunya di tempat kerja hingga pekerjaan mereka di hari itu selesai. Hanya saja, bekerja dalam kondisi seperti ini rentan membuat fisik cepat lelah dan pikiran jadi stres, lantaran seperti tak diberi ruang untuk rileks.

Kamu boleh banyak-banyak bersyukur, suasana kerja di Indonesia belum sekeras di Jepang. Meski kita tak bisa mengelak, setiap pekerjaan pasti memiliki tuntutan besar terhadap para pegawainya, tapi setidaknya lingkungan kerja di negara kita masih terbilang kondusif. Menciptakan suasana kondusif pun sejatinya tak semudah membalikkan telapak tangan. Mungkin sebagian dari kita masih ada yang bergulat dengan pekerjaan yang melelahkan sekaligus tempat kerja yang tak menyenangkan. Ketika tempatmu tak menjanjikan suasana yang kamu dambakan, mengapa tidak kamu saja yang coba ciptakan?

Coba Bangun Suasana yang Menyenangkan saat Bekerja dengan Memancing Gelak Tawa

Buat tempat kerja menjadi menyenangkan. Percayalah, ketika tempat kerja terasa kondusif, tidak kaku, terkesan nyaman dan enak untuk bekerja, pasti kamu tak akan bosan saat bekerja. Tatalah ruangan kerjamu agar memberi kesan lebih terbuka. Atur juga komunikasi dengan teman-teman di sekitarmu. Sesering mungkin tertawalah dengan canda tawa yang bergulir agar suasana menjadi santai. Selain itu, kamu juga bisa menambahkan dekorasi atau tanaman hias sesuai dengan keinginan agar lebih rileks.

Terapkan Kesan Serius Tapi Tetap Santai dimanapun Kamu Berada

Seperti yang sudah dikatakan sebelumnya, tertawa itu perlu agar kamu tak bosan saat bekerja. Terkadang para karyawan melakukan senda gurau bukan karena mereka memang tipe orang yang suka bercanda, dan menghabiskan waktu, serta tidak bekerja. Justru itu merupakan salah satu kegiatan mereka di kala sedang stres atau sedang suntuk dengan pekerjaan. Jadilah pribadi yang menerapkan kesan kerja yang serius namun santai di lingkungan kerjamu. Dengan adanya keakraban yang terjalin lewat obrolan ringan, bukan tak mungkin karyawan justru jadi bekerja lebih produktif.

Kalau Kamu punya Jabatan Sebagai Atasan, Jangan Ragu untuk Memberi Tanggung Jawab kepada Anak Buahmu

Jika posisimu bukan lagi karyawan biasa, melainkan atasan yang harus mengarahkan anak buahmu, jangan ragu untuk memberi tanggung jawab dan otonomi pada segenap anak buah agar mereka bisa semakin berkembang. Memang perlu bimbinganmu, tapi dengan menerapkan prinsip kerja semacam ini, sejatinya akan sangat mendukung kreativitas. Kalau karyawan sudah merasa tertarik dengan tanggung jawab yang diberikan padanya, mereka pasti akan lebih bersemangat dalam bekerja dan mengejar target bersama.

Bangunlah Komunikasi dengan Rekan Kerja Sesering Mungkin

Fungsi komunikasi jelas penting bukan? Dengan adanya komunikasi akan menjadi jelas mengenai apa yang diharapkan dari atasan dan hal-hal apa yang bisa diperbaiki dari sistem kerja kita sebagai karyawan. Setidaknya kita bisa sama-sama tahu dan mengevaluasi, apakah telah sesuai atau ada yang harus diperbaiki atau mungkin ada hal-hal lainnya yang harus dilakukan. Komunikasi tak hanya saat rapat mingguan saja, bangunlah keakraban setiap harinya supaya tidak ada rasa canggung antara satu dengan yang lainnya.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Community

Jurusan Kuliah yang Bisa Bikin Kamu Mudah Untuk Mendapat Kerjaan Saat Sudah Lulus Nanti

Sebelum kamu memutuskan jurusan apa yang ingin kamu ambil saat kuliah nanti, akan lebih baiknya kamu memikirkan beberapa hal penting lainnya. Seperti pengetahuan yang kamu kuasai, kamu sukai dan memiliki peluang besar untuk mendapatkan pekerjaan dengan cepat setelah lulus nanti.

Tapi, jika kamu masih saja bingung dan tak bisa menentukan jurusan mana yang akan jadi pilihanmu. Kali ini, ada beberapa berikut jurusan yang bisa bikin kamu mudah mendapatkan pekerjaan saat sudah lulus.

1. Jurusan Aviation Safety

Jika kamu memiliki ketertarikan dengan dunia penerbangan, sepertinya jurusan ini patut kamu pertimbangkan. Kamu bisa mencoba mengambil jurusan Aviation Safety di STPI (Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia). Selain antimainstream, kelak saat kamu sudah lulus, kamu juga akan lebih mudah mendapatkan pekerjaan loh.

2. Jurusan Cyber Security

Saat ini jumlah pengguna internet terus bertambah dengan seiring berjalannya waktu. Jika tidak didukung dengan pengamanan yang mumpuni, tentu akan menjadi boomerang bagi dunia. Untuk itu, tak ada salahnya jika kamu memiliki kemampuan di bidang komunikasi, kamu bisa memilih jurusan ini untuk kamu tekuni.

3. Jurusan Teknik Lingkungan

Jurusan ini mungkin memang seringkali disepelekan. Namun kamu harus tahu,bahwa seorang ahli teknik lingkungan sebenarnya banyak dibutuhkan oleh orang-orang. Karenanya nggak ada salahnya nih kamu mengambil jurusan yang satu ini.

4. Jurusan Fashion Designer

Kamu tak akan kehabisan ide dalam hal pekerjaan jika kamu memiliki kemampuan sebagai seorang fashion designer. Kamu bisa bekerja di sebuah perusahaan desain jika nanti kamu sudah lulus. Jika hal itu sulit untukmu, kamu bisa memulai mengembangkan sayapmu untuk membuka usaha sendiri.

5. Jurusan Hubungan Internasional

Jurusan yang satu ini sangat tepat buat kamu yang memiliki kecerdasan dan keterampilan yang tinggi. Ditambah jika kamu merupakan sosok pemberani dalam mengungkapkan opini, jurusan ini sangat cocok untukmu.

6. Jurusan Pembangunan Daerah/Wilayah

Jika kamu ingin berkontribusi dengan pemerintahan kelak saat sudah lulus, kamu bisa nih memilih jurusan ini. Saat kamu sudah lulus nanti,kamu bisa menerapka ilmumu dengan menjadi bagian dari pemerintahan dan berusaha untuk lebih memajukan daerah tempatmu tinggal.

7. Jurusan Astronomi

Kamu akan merasakan suasana yang berbeda saat belajar di jurusan yang satu ini. Tak perlu takut untuk prospek kerja ke depannya. Kamu bisa bekerja sebagai seorang peneliti di LAPAN atau LIPI, dosen, dan masih banyak lagi pekerjaan yang bisa kamu geluti saat kamu sudah lulus nanti.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Community

Tidak Perlu Capek Kerja, dengan Investasi Ini Kamu Tetap Bisa Gajian Setiap Bulannya

Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, tentu kamu membutuhkan uang. Nah, saat ini banyak orang memandang bahwa untuk mendapatkan uang kamu harus bekerja keras dengan berangkat pagi pulang malam. Padahal dengan melakukan investasi ini kamu bisa kok tetap gajian setiap bulannya tapi kamu bisa punya banyak waktu untuk berleha-leha memanjakan diri, yaitu dengan menyewakan apartemen yang kamu miliki

1. Jaga Kebersihan Apartemen

Tentu penyewa akan tertarik untuk menempati apartemen yang kebersihannya terjaga. Untuk itu kamu harus selalu menjaga kebersihan apartemenmu. Jadi sewaktu-waktu jika ada calon penyewa datang untuk melihat-lihat, apartemenmu tetap terlihat bersih dan nyaman untuk ditempati.

2. Pilih Apartemen yang Memiliki Akses Premium

Sebelum kamu membeli apartemen yang nantinya ingin kamu sewakan, kamu harus memperhatikan aksesnya ya. Biasanya penyewa akan lebih menyukai apartemen yang lokasinya dekat dengan pusat kota. Mereka juga tentunya akan memperhatikan perihal keamanan.

3. Harga Harus Tetap Bersaing

Kamu harus selalu melihat harga sewa apartemen pada umumnya setiap tahunnya. Jangan sampai harga sewa apartemenmu jauh dari harga pada umumnya. Jika harga terlalu jauh di bawah harga umum, tentu kamu akan rugi. Dan jika harga terlalu tinggi, tentu tak akan ada penyewa yang berminat untuk menyewa apartemen milikmu.

4. Cek Calon Penyewa

Jangan lupa untuk melakukan pengecekan secara langsung kepada calon penyewa. Hal ini untuk menghindari tindakan penipuan. Baiknya kamu melakukan perjanjian juga dengan calon penyewa tentang hak dan kewajiban antara pemilik dan penyewa apartemen.

Nah, hal lain yang perlu dipastikan juga. Kamu harus punya apartemen ya!

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Untukmu yang Suka Pelesiran ke Mall-mall Besar, Kenapa Tidak Coba Buka Usaha Jasa Titip?

Pernah dengar bisnis jasa titip? Sekilas usaha semacam ini mudah dilakukan dan kita bertanya, seberapa menjanjikan pendapatan yang bisa diperoleh? Kalau kita mau telisik lagi, usaha jasa titip atau lebih populer dengan sebutan jastip sedang berkembang dengan pesat. Selain mudah, harga yang dipatok para penyedia jasa ini untuk sekali titip pun tak mahal.

Menurut mereka yang sudah lama berkecimpung di dunia jastip, karena mudahnya akses ke pembeli dan penjual, sekarang peminatnya semakin banyak. Bahkan penyedia layanan jastip tak hanya bersedia membelikan barang-barang produksi dalam negeri, tapi ada juga yang membuka jasa titip untuk membeli barang-barang luar negeri.

Nah mungkin kamu yang sedang terpikir mencari pekerjaan sampingan dan modal baik untuk menikah atau sekadar menabung, mengapa tak coba jasa yang satu ini? Pekerjaan jastip tergolong mudah lho, apalagi untukmu yang sudah lama terbiasa pelesiran ke mall-mall besar di Ibu Kota.

Bisnis ini cukup menggiurkan. Misalnya, untuk buka jasa titip satu item barang, ada yang mematok harga Rp 15.000 sampai Rp 25.000. Kalau dikalikan belasan item saja, sudah lumayan bukan? Nah kalau jumlah titipan dalam sebulan bisa meraup omzet besar, kenapa kamu tak mencobanya?

Pertama, Tentukan Dulu Jenis Barang dan Target Pasarnya, Jangan Serba Asal Jastip ya Kawan

Kamu bukan toko online yang siap menerima segala jenis barang. Untuk pemula, sebaiknya hindari dulu ya. Sebagai dropshipper, tugsamu hanya mengunggah foto produsen kemudian ditawarkan pada pembeli atau juga bisa diunggah di media sosial milikmu. Setelahnya tunggu saja sampai menerima pesanan.

Tugas besar seorang penyedia jastip ya memang bepergian dari satu mall ke mall lainnya atau ke pameran untuk membeli barang secara langsung. Nah, bayangkan kalau misalnya kamu menerima segala jenis pesanan, justu menyulitkan mobilitasmu, bukan? Jadi di awal bisnis, pilih saja, misalnya kamu mau buka jastip untuk kosmetik atau pakaian saja. Lakukan usaha ini secara konsisten sampai mendapat perhatian dari pasar.

Untuk Menentukan Item yang Bisa Di-Jastip, Lakukan Riset Kecil-kecilan dari Satu Mall ke Mall Lain, Demi Mencaritahu Ketersediaan Barang yang Kamu Tawarkan 

Riset kecil-kecilan diperlukan untuk menentukan target pasar yang pas. Coba saja kamu mendatangi beberapa mall di bilangan Ibu Kota. Banyak bukan? Nah, saat berkeliling, coba amati barang yang kira-kira menarik untuk ditawarkan dan mudah didapatkan. Selain itu, catat juga kira-kira mall mana yang sering mengadakan sale atau merk apa yang sering memberi diskon besar. Kalau kamu sudah tah jenis barang yang paling enak untuk ditawarkan sebagai produk jastipmu, tinggal kamu pasarkan.

Nah berhubung kamu harus pergi kesana kemari mendatangi banyak pusat perbelanjaan di Ibu Kota, jangan lupa pikirkan perkara mobilitasmu. Jangan sampai berkeliling dari satu mall ke mall lainnya hanya mengandalkan kaki saja. Hei, kamu butuh teman berkendara. Nah, dalam situasi semacam ini, Suzuki Nex II bisa kamu jadi kan pilihan kendaraanmu lho.

Kenapa Suzuki Nex II? Elektrik starter yang dimiliki Suzuki Nex II menjadi fitur terbarukan guna membantu motor gampang dihidupkan. Lewat Suzuki Nex II, kamu tak perlu lagi mengalami kesulitan dalam menghidupkan roda dua, apalagi starter yang terdapat di Suzuki Nex II sangat mengandalkan baterai yang tidak perlu dikhawatirkan apabila habis. Sehingga kamu tidak perlu lagi menyela motor atau mengalami macetnya starter hingga membuat pengguna keringetan demi mengusahakan hidupnya roda dua, yang tentu saja bakal mengurangi daya kekerenan.

Dari segi panjang saja Nex II berukuran 1.890 mm, kemudian lebar 675 mm dan tinggi 1.045 mm. Sedangkan generasi pertama, Nex memiliki panjang  1.850 mm, lebar 665 mm, dan tinggi 1.035 mm. Meskipun berukuran lebih besar dari pendahulunya, Nex II masih memiliki prinsip sebagai kendaraan roda dua yang berukuran kompak dan ramping. Jadi dari segi tampilan masih terlihat gagah meskipun ditunggangi oleh orang berbadan besar sekalipun.

Desain yang dirancang dengan cita rasa kekinian diyakini dapat membuat pengguna nyaman guna berpergian ke mana saja. Apalagi varian yang ditawarkan banyak dan beragam seperti kesan sporty dan energik yang terdapat di Sporty Runner, kemudian ada Fancy Dynamic yang menonjolkan kedinamisan dan kreativitas generasi muda zaman sekarang yang makin stylish.

Untuk pengguna yang memiliki karakter berkelas terdapat Elegant Premium. Selain itu ada pula varian Elegant dan Standard yang masing-masing menonjolkan sisi ekonomis tapi berkelas. Sisi keren ternyata tak hanya dapat dihasilkan oleh motor besar dan motor ubahan, tetapi bisa ditimbulkan lewat motor matic macam Suzuki Nex II. Pasti kamu memiliki kendaraan sepeda motor Suzuki Nex II, mobilitasmu menjelajahi Ibu Kota demi riset dari satu mall ke mall yang lain pun akan sangat terbantu.

Jangan Malas Berburu Acara Alias Event yang Potensial

Kendati namanya jasa titip, bukan berarti kamu cukup duduk dan memantau medsos demi mendapatkan konsumen. Justru sebisa mungkin kamu harus aktif mencari informasi serta mendatangi setiap event yang kamu rasa menarik dan sesuai dengan target market yang sudah dipilih. Kalau kamu sudah punya data hasil dari riset kecil-kecilan, ya kamu tinggal datang ke mall yang sedang mengadakan sale besar-besaran.

Di lain sisi, kamu juga harus paham sistem kerja mall, toko, atau outlet yang kamu jadikan sasaran ya. Misalnya, jadwal masuknya produk baru. Coba cari tahu berapa banyak dan kategorinya apa saja. Atau pahami juga aturan yang mereka tetapkan. Ada lho tempat yang tidak mengizinkan calon pembeli memotret produk mereka, untuk itu, kamu harus cari tahu dulu ya supaya tak ada masalah di kemudian hari.

Minta Tolong Segenap Teman Dekatmu untuk Mempromosikan Usaha Jastipmu Lewat Akun Medsos Mereka

Punya teman yang punya banyak followers? Cobalah minta tolong padanya untuk mempromosikan usaha jastip milikmu. Namanya usaha, pasti butuh promosi juga, kan? Untuk itu, coba saja kumpulkan teman-teman yang sekiranya bisa membantumu agar usahamu ini mendapat perhatian paling tidak dari lingkup pertemananmu. Kalau kemudian ada pesanan yang datang, pasti seiring berjalannya waktu, ada saja pesanan dari pihak lain yang mungkin mendapat informasi soal usahamu dari akun media sosial teman-temanmu itu.

Jangan Kunci Akun Media Sosialmu dan Berikan Informasi yang Padat, Jelas, Namun Mudah Dimengerti oleh Followers 

Ini juga penting, jangan hanya demi mendapatkan banyak followers, kamu jadi mengunci akun instagram. Percayalah, rezeki tak akan kemana. Kesuksesan usahamu tak selalu bergantung dari jumlah followers. Memang, ada calon pelanggan yang melihat dulu profesionalitas bisnis kita yaitu dengan melihat jumlah followers, review, serta komentar yang muncul di setiap postingan kita.

Tapi tak selalu begitu, kuncinya, sejak awal cobalah konsisten untuk mau memberikan informasi yang jelas dan detail soal produk yang siap dijastip. Setelahnya, biarkan orang-orang yang menilai. Kalau sreg dengan caramu menyampaikan informasi di media sosial, mereka pasti akan mengontakmu. Selamat mencoba ya!

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top