Feature

Kawan, Gaji Besar Percuma Saja Kalau Kamu Tak Bisa Mengelolanya

Kamu boleh bersyukur dengan penghasilanmu sekarang ini. Bisa dibilang mungkin kamu beruntung, karena di usia yang masih muda kamu sudah memiliki jenjang karier dan penghasilan menjanjikan. Berkat kerja kerasmu, hidupmu kini jauh lebih mapan. Apa lagi dengan gaji yang memadai, kamu tak lagi merasa kesulitan secara finansial

Tapi sudahkah kamu bijak mengelola penghasilanmu? Saat ada pemasukan, pikirkanlah bahwa kamu masih punya hari depan yang patut dipersiapkan. Kebanyakan orang muda seringkali lupa mengalokasikan penghasilan mereka untuk masa depan. Pada akhirnya, gaji pun selalu habis dan kewajiban untuk menabung jadi terabaikan. Jika kamu terjebak dalam situasi semacam ini, coba evaluasi sejenak, dalam sebulan kira-kira uangmu dipakai untuk apa saja?

Terbiasa Menuruti Nafsu Belanja, Membuatmu Tak Bisa Mengontrol Uang Belanja

Apakah kamu tipikal orang yang selalu lapar mata saat belanja? Atau merasa kalap kalau sudah melihat ada diskon besar-besaran? Baik pria atau wanita sejatinya sama saja, sebab kesulitan mengontrol nafsu belanja pun tidak memandang jenis kelamin. Mungkin kebiasaan semacam ini yang membuat gajimu cepat raib. Barang koleksimu mungkin bertambah, tapi kamu jadi tak punya tabungan karena habis untuk berbelanja.

Belanja Boleh, Asal Tahu Apa yang Diperlukan dan yang Sebaiknya Memang Tidak Usah Dibeli

 

Semakin besar pemasukan, semakin besar juga keinginan untuk berbelanja. Alasannya, karena ada diskon, sudah jadi barang incaran, dan lain sebagainya. Apa pun itu, kamu sah-sah saja untuk belanja. Hanya saja, setidaknya kamu bisa membedakan mana yang jadi barang kebutuhan pokok sehingga wajib untuk dibelanjakan, serta barang-barang yang menjadi keinginanmu saja, seperti pakaian, aksesoris dan lainnya. Namun kalau kamu berkeinginan untuk berhemat, biasakan untuk membeli barang yang sesuai kebutuhan dan tahan keinginanmu untuk berbelanja.

Gaji Cepat Habis Tak Bersisa, Bisa Jadi Karena Kamu Tak Memiliki Perencanaan Keuangan yang Tertata

Perencanaan keuangan sangat diperlukan. Kalau dari dulu kamu belum terbiasa membuat laporan keuangan pribadimu, mulailah biasakan membuatnya dari sekarang. Hal ini akan melatihmu untuk mengetahui aliran uang yang kamu terima dan detail penggunaanya untuk apa saja. Bukankah lebih enak kalau semuanya terlihat jelas?

Belum Bisa Memisahkan Antara Tabungan Simpanan dan Tabungan Kebutuhan

 

Padahal ada baiknya kamu memisahkan antara pemakaian tabungan untuk kebutuhan jalan-jalan, kesehatan, serta belanja rumah tangga demi membuat semuanya tertata. Kalau dalam sebulan keuanganmu tertata, kamu akan bisa mengelola pemasukan dengan baik, dengan demikian kamu akan tahu gajimu dipakai untuk apa saja. Gaji besarmu itu tak akan berakhir sia-sia dan kamu pun bisa mulai menerapkan gaya hidup yang sejahtera.

Meski Gaji Besar, Tak Ada Salahnya Untuk Memikirkan Perkara Investasi

Coba sisihkan uangmu sedikit demi sedikit untuk melakukan investasi kecil-kecilan. Tak perlu muluk-muluk, cobalah dengan membeli emas lima gram. Hal itu bisa melatihmu berinvestasi sedari dini. Atau gunakan uangmu untuk membangun usaha kecil-kecilan yang lain. Selagi hal itu bermanfaat dan bisa memutar uang, kenapa tidak?

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Kantor yang Bebas Berpakaian, Tak Berarti Kamu Boleh Datang dengan Pakaian Rumahan

Di era sekarang sebuah kantor atau perusahaan tidak lagi menekankan karyawannya harus memakai office look. Meskipun tidak semua, tapi beberapa start up telah melakukan kebijakan ini. Apalagi kantor-kantor di bidang kreatif. Pasalnya, ada yang berujar bahwa berpakaian rapih saat ke kantor adalah suatu tekanan. Entah bisa dibenarkan atau tidak, yang jelas generasi milenial sangat senang mendapatkan kantor bebas berpakaian.

Perlu diketahui ketika diberikan kebebasan, bukan berarti datang dengan berpakaian semaunya dan seenaknya. Meskipun bebas, kamu juga mesti tahu aturan. Pada dasarnya aturan tersebut mengacu kepada etika, karena tak mungkin kamu hanya memakai kaus kutang dan celana pendek ke kantor kan? selain tidak enak dipandang, itu sama saja kamu telah menyepelekan tempat kamu bekerja.

Setidaknya bebas berpakaian adalah minimal kamu mengenakan T-shirt dan jeans ke kantor. Dan pastikan kamu tidak berpakaian seperti ini saat berangkat ke kantor ya.

Bebas Tapi Sopan, Jangan Memakai Pakaian Rumahan

Mungkin kamu memiliki kaus kesayangan yang sampai belel pun kamu tetap nyaman memakainya. Tapi, nyaman buatmu belum tentu nyaman di mata orang lain. Pakaian yang seperti itu sebaiknya kamu kenakan saat di rumah, bukan berangkat ke kantor. Meskipun bebas berpakaian bukan berarti tidak ada aturan lho. Kamu harus kenakan pakaian yang setidaknya enak dipandang.

Memakai Pakaian yang Kusut

Tentu penampilan dapat menopang mood seseorang dalam bekerja. Tidak bagusnya penampilan pasti akan menganggu konsenstrasi saat di kantor. Terutama saat kamu mendapatkan komentar dari karyawan lain, atau melihat seseorang yang melihatmu secara tidak enak. Untuk itu perhatikan pakaianm.

Apalagi jika menggunakan pakaian kusut, jelas sangatlah tidak enak dipandang. Sebisa mungkin kamu harus membawa pakaian ganti untuk mengganti pakaianmu yang kusut. Apalagi kalau kamu ke kantor naik angkutan umum.

Memakai Pakaian yang Sudah Dipakai di Hari Sebelumnya

Mungkin kamu memiliki sikap yang terlalu cuek soal pakaian. Apalagi mengetahui kalau kantor kamu adalah kantor yang bebas berpakaian. Secuek-cueknya kamu dengan penampilan, tak semestinya juga kamu memakai pakaian yang sudah dipakai di hari sebelumnya. Jangan heran kalau kamu mendapatkan cap jorok dari teman-teman kantor lantaran pakaianmu tidak diganti-ganti.

Jangan Sampai Memakai Sandal Ke Kantor Karena Tidak Etis

Dalam suatu kondisi seperti hujan, kamu mungkin bisa memakai sandal ke kantor karena sepatumu kebasahan atau semacamnya. Tetapi di luar dari kondisi tersebut, memakai sandal ke kantor sangatlah tidak etis. Apalagi kalau dilihat teman kerja dan bosmu, otomatis kamu akan dipandang berbeda. Lain kasusnya apabila bos dan teman kantor memang memperbolehkan memakai sandal.

Mengenakan Piyama Saat Bekerja

Lebih kacau lagi kalau kamu mengenakan piyama saat bekerja. Jelas saja itu sudah salah, karena piyama adalah pakaian untuk beristirahat bukan bekerja. Kamu bisa mengenakan piyama ke kantor apabila saat itu sedang ada pesta kostum atau semacamnya. Karena kami yakin sebebas apapun kantormu pasti tidak srek apabila melihat seseorang mengenakan piyama saat bekerja.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Pertama dalam Sejarah APBN, Penerimaan Negara Tembus 100%

Sehari sebelum perayaan Tahun Baru 2019 kemarin, Menteri Keuangan Ibu Sri Mulyani Indrawati mengumumkan penerimaan negara 2018 mencapai 100%.  Belia juga mengatakan jika capaian tersebut adalah yang pertama kali dalam sejarah APBN.

Sri Mulyani menjelaskan, pemerintah meraup penerimaan sebesar Rp 1.894,72 triliun atau 100% dari target APBN 2018. Dan adapun sumbernya antara lain dari perpajakan, yakni pajak dan bea cukai, penerimaan negara bukan pajak (PNBP) dan hibah.

“Pada tahun ini untuk pertama kalinya Kementerian Keuangan tidak mengundang-undangkan APBN Perubahan dan tahun 2018 ditutup dengan Penerimaan Negara sebesar 100%,” kata Sri Mulyani dalam keterangannya di Jakarta, Senin (31/12/2018), sebagaimana dikutip dari detik.com. 

Dan, kabarnya hasil dari pencapaian ini akan dilaporkan oleh Sri Mulyani kepada Presiden Joko Widodo, hari ini Selasa (1/1/2019).

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Sebelum Tahun Baru, Tinggalkan Penyesalanmu Karena Pernah Terjebak dalam Lima Sikap Ini

Setiap manusia punya berbagai pilihan di tangannya. Entah pilihan yang baik atau yang buruk, bahkan entah menguntungkan maupun merugikan. Yang pasti dalam setiap pilihan yang dibuat pasti ada hikmahnya. Hanya saja, seringkali manusia sering memilih hal yang merugikan dirinya dan berujung penyesalan.

Di penghujung tahun, biasanya hidup kita akan disibukkan dengan membuat resolusi. Terkhusus tahun ini, sebelum beranjak membuat resolusi, mungkin tak ada salahnya berkontemplasi sejenak. Barangkali ada hal-hal yang sebaiknya kamu hindari agar tak kembali terjadi di tahun mendatang. Demi menghalau timbulnya penyesalan. Lima diantaranya yaitu hal-hal ini.

Membuat Jarak dengan Tuhan

 

Saat kamu sampai hati untuk membuat jarak dengan Tuhan, sadar tak sadar akan ada ‘ganjalan’ yang membuat segala urusanmu terasa tak lancar. Entah itu urusan pekerjaan, karier, bahkan percintaan. Hidupmu yang kompleks tak bisa dilepaskan dari campur tangan Tuhan. Bagaimanapun, kehidupan ini adalah berkat dari Sang Pencipta, sementara saat hidup kita justru menentang dan menjauh dari-Nya, mungkin kamu perlu introspeksi sebelum penyesalan terjadi.

Terlalu Memilih-milih Teman

Terlalu selektif dalam berteman pun bisa merugikanmu. Sekalipun menurutmu sikap selektif itu perlu terutama dalam memilih sahabat. Tapi pikirkan juga ke depannya. Saat kamu menjauhi atau menjaga jarak dengan seseorang lantaran ia berbeda denganmu, itu tandanya kamu sudah membatasi diri untuk menerima kebaikan yang mungkin saja bisa ditawarkan oleh orang tersebut. Menolak seseorang untuk berteman denganmu justru menunjukkan bahwa kamu masih memiliki karakter angkuh, kawan.

Tak Jadi Diri Sendiri dalam Hidupmu Sehari-hari

Demi terlihat baik dan sempurna, bukan berarti kamu harus menyembunyikan karakter aslimu. Percayalah, tak jadi diri sendiri hanya akan membuatmu merasa tersiksa dan tak bisa bebas mengekspresikan dirimu.  Bahkan bisa saja karena sikapmu ini, kamu kehilangan jati dirimu sendiri.

Kawan, tak perlu berubah menjadi orang lain demi terlihat sempurna karena manusia itu jauh dari sempurna. Lebih baik kamu hidup dengan apa adanya tapi kamu bahagia daripada hidup dalam kepura-puraan dan menderita.

Kurangi Kebiasaan Melakukan Sesuati Tanpa Dipikir Terlebih Dahulu

Sikap ini pun pasti akan mendatangkan penyesalan untuk kamu di kemudian hari. Terlebih jika selama ini ternyata banyak orang yang merasa sakit hati akibat sikapmu yang tak pernah dipikir dahulu. Dampak yang akan kamu rasakan pastinya kamu akan kehilangan orang bahkan teman yang mau menemanimu dalam suka dan duka, mungkin ini karena kamu tak bisa menghargai perasaan orang lain.

Sebelum hal itu terjadi lagi, lebih baik mulai saat ini berhati-hatilah dalam berbicara dan bersikap karena lidah lebih tajam daripada pisau. Bukankah ada peribahasa: “Mulutmu, harimaumu,”?

Selalu Boros dan Masih Sukar Mengatur Keuangan

Terakhir, sikap yang pasti akan kamu sesali di masa depan adalah kamu boros di masa sekarang. Mungkin memang iya sikap boros akan mendatangkan kepuasan saat ini tapi tidak di masa depan karena kamu hanya akan menyesal di saat tengah kekurangan tetapi kamu tak punya tabungan atau apapun yang membantu kondisi keuanganmu di masa depan.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top