Tips

Kawan, Dengan Cara Ini Kurasa Kita Bisa Habiskan Waktu Bersama Tanpa Keluar Banyak Anggaran

Ditengah banyaknya tekanan dan tuntutan hidup, sering kali yang kita butuhkan sejenak adalah menghabiskan waktu bersama teman. Tak perlu muluk-muluk bertemu di tempat yang mewah bak geng sosialita, karena pada dasarnya yang diperlukan adalah tempat untuk menumpahkan segala gelak tawa yang sudah lama tak tercipta. Untukmu para sahabatku, aku pun rindu menghabiskan hari bersama kalian. Di samping itu, aku tahu sekarang keperluan dan prioritas kita sudah berbeda. Karenanya, saat aku sedang ingin bertemu, sudah kupikirkan beberapa alternatif agar kita bisa bertemu tanpa merogoh kocek dalam-dalam.

Cobalah dengan Menonton Film atau Serial Bersama-sama di Rumah Seorang Teman

Soal perbedaan selera genre film sejatinya tak jadi masalah, film-film komedi atau action bisa jadi jalan tengah untuk persoalan yang satu ini. Sesekali luangkan waktu untuk sekadar menonton bersama teman-temanmu. Percayalah, jika ada kelucuan pada film tersebut, hal itu akan terkenang sepanjang waktu. Setelah film usai, mungkin kamu bisa berdiskusi tentang film tersebut sehingga kamu jadi lebih tahu sudut pandang satu sama lain dan bertukar pikiran nilai positif yang kalian dapatkan selama menonton film.

Menghirup Udara Segar di Taman Sembari Piknik Kecil-kecilan Akan Mempererat Pertemanan Kalian

Tak hanya perempuan yang bisa berpiknik, kalau dilingkup pertemananmu ada kaum adam, jangan lupakan keberadaannya. Kalaupun awalnya dia enggan bergabung, bujuklah sampai menemukan jawaban “ya”. Buat sensasi yang baru dari sekadar piknik biasa. Kamu bisa mempersiapkannya dari jauh-jauh hari. Mungkin juga dengan membagi-bagi tugas, ada yang mencari tempat berupa taman-taman di tepi kota, ada juga yang mempersiapkan detail acara. Sesekali kamu dan teman-temanmu memang butuh istirahat sejenak dari rutinitas.

Pancinglah Gelak Tawa dan Keseruan dengan Bermain Kartu atau Permainan Papan

Ini mungkin yang paling hemat anggaran. Kamu hanya perlu menyediakan alat dan mulailah bermain. Mencari alatnya pun tak sulit. Kalau sekadar kartu remi, banyak dijual di pasaran. Kalau kartu uno dan atau papan monopoli, mungkin kamu perlu mencarinya ke toko mainan. Meski terlihat konvensional, justru permainan sederhana semacam ini yang mendekatkan kembali relasimu dengan teman-temanmu. Tak terasa, waktu pun terlewat cukup lama. Sesekali pasti terselip canda tawa yang terkenang sepanjang masa.

Sudahkah Kalian Merasa Kompak? Coba Buktikan dengan Berlomba Memasak

Yakinkah kamu dan temanmu sudah merasa kompak? Coba buktikan dengan lomba memasak. Tak apa semuanya masuk ke dapur, asal kamu atau salah seorang dari kalian punya dapur yang cukup besar untuk digunakan. Biarkan masing-masing orang berekspresi, tak masalah juga jika kamu ingin meramaikan suasana dengan menyalakan musik. Dengan mengadakan lomba memasak, kamu bisa memahami kadar kompetitif satu dengan yang lain sekaligus bisa jadi bekal penyemangat minat masing-masing.

Isi Akhir Pekan Dengan Berolahraga Bersama Kawan, Menarik Bukan?

Aktivitas olahraga pasti hemat biaya. Cobalah bersepeda, joging bersama, atau segala jenis olahraga ringan yang bisa kamu lakukan bersama kawan. Kamu tetap bisa mengakrabkan diri dengan mereka sembari bercerita. Biarkan topik bergulir begitu saja. Bukankah selain quality time, kamu dan teman-temanmu bisa sama-sama lebih menyehatkan diri?

Sesekali Adakan Potluck Dinner untuk Memancing Suasana Agar Kian Akrab

Untuk ide yang satu ini, mulailah dengan memanfaatkan salah satu rumah temanmu. Atau mungkin bisa saja rumahmu. Semacam dibuat bergilir saja, sehingga semua anggota kebagian giliran untuk mengadakan acara makan malam bersama. Tak perlu memasak atau memesan makanan, cobalah untuk membawa bekal bersama. Konsep potluck dinner selama ini bukan tentang makanannya, tapi bagaimana kalian saling mengetahui dan menghargai kesukaan masing-masing.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Marini Zumarnis Akui Belum Bisa Hubungi Inneke Koesherawati

Aktris senior Marini Zumarnis mengaku belum bisa menghubungi sahabatnya, Inneke Koesherawati yang tengah bermasalah dengan KPK terkait skandal suap yang melibatkan suaminya, Fahmi Darmawansyah yang ditahan di LP Sukamiskin, Bandung.

Marini belum bisa mendengar langsung terkait kejadian yang menimpa wanita yang telah menjadi sahabatnya selama 20 tahun tersebut.

“Ya mendengar berita itu saya juga kaget, tapi enggak boleh suudzon dulu. Kita tanya dulu cerita yang sebenarnya apa, terjadinya apa?” kata Marini seperti dikutip dari Vivanews.com.

Inneke diketahui ikut diamankan tim Komisi Pemberantasan Korupsi. Ia diperiksa sebagai saksi kasus operasi tangkap tangan di Lapas Sukamiskin, Bandung. Pada Sabtu, 21 Juli lalu, Inneke dijemput di kediamannya yang berada di kawasan Menteng.

Seiring pemberitaan yang tengah ramai, Marini tetap berbaik sangka. Ia yakin sahabatnya orang baik yang bisa melewati ujian yang ada. Doa selalu tercurah untuk Inneke dari Marini.

“Saya sebagai sahabat selalu mendoakan dia yang baik. Karena dari yang dulu juga kita saling menguatkan dan saya yakin Inneke orangnya baik,” katanya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Kenapa yah, Gaji Bulanan Selalu Terasa Kurang?

Tak perlu banyak ngeles, semua dari kita tentu selalu berpikir akan hal yang sama. Tentang kurang banyaknya nominal rupiah yang masuk ke tabungan untuk setiap bulannya. Bisa makan tanpa merasa kelaparan setiap hari, tapi masih saja berpikir bahwa gaji kurang dari kata mumpuni.

Alih-alih menabung, hal yang lebih sering terjadi. Kita lebih banyak mengeluh kala hari sudah tiba di penghujung bulan. Anehnya, orang lain yang gajinya masih dibawah rata-rata justru bisa terlihat bahagia dan tak pernah mengeluh akan situasi keuangannya. Lantas ada apa dengan kita, yang gajinya sudah cukup tapi saja merasa kurang setiap bulan?

Iya, kita memang tak pernah tahu apa yang dikerjakan oleh mereka. Mungkin saja ia punya penghasilan sampingan, atau aset lain yang juga menguntungkan. Tapi daripada terus menerus mengutuki hidup dengan merasa gaji kurang banyak. Cobalah pahami beberapa hal yang mungkin sedang kamu jalani ini.

Tak Akan Ada Bahagia Ketika Kamu Masih Membandingkan Hidupmu dengan Orang Lain di Luar Sana

Ini jadi hal pertama yang perlu kita pikirkan. Sebab begini kawan, setiap orang punya jalan cerita yang berbeda-beda. Kamu mungkin senang jika punya banyak uang, tapi orang lain belum tentu punya pandangan yang serupa kan? Dan pilihan kita untuk membandingkan kehidupan dengan orang lain, jelas jadi pemicu rasa nelangsa yang semakin menjadi-jadi.

Dengan kata lain, kadang kala bukan gaji yang terasa kurang. Hanya saja kita masih belum bisa paham, bagaimana caranya untuk menikmati apa yang sudah didapatkan. Lagipula membandingkan pencapaian orang lain dengan apa yang kita miliki, toh tak akan merubah apapun dalam diri. Yang ada kita makin merasa sedih dan kekurangan.

Lupa dengan Hal yang Sudah Dimiliki, Dan Terjerat Untuk Memenuhi Sesuatu yang Diingini

Tak ada yang salah dalam memenuhi keinginan hati, biar bagaimanapun sesekali kita pantas utnuk menghadiahi diri dengan apa yang mungkin sedang disukai. Yap, kamu boleh beli arloji mahal jika memang sedang ingin, begitu pula dengan kamu yang mungkin ingin memanjakan diri di salon kecantikan seharian. Semuanya sah-sah saja untuk dilakukan, dengan catatan hal itu bukanlah sesuatu yang dipaksakan.

Gaji mu bisa saja terasa cukup, jika hanya untuk digunakan pada hal-hal yang memang dibutuhkan. Bukan demi gaya dan dijadikan ajang pamer semata. Bahkan keinginanmu untuk bisa terlihat “wah” didepan orang bisa menjeratmu dalam kesusahan jika terlalu dipaksakan.

Gaya Hidup Meningkat, Seiring dengan Naiknya Pendapatan Bulanan

Coba ingat lagi, dulu sewaktu baru bekerja dengan gaji yang masih tak seberapa. Kita bisa memenuhi semua kebutuhan dengan baik, bahkan beberapa kali masih ada sisa gaji yang bisa disisihkan untuk tabungan. Namun anehnya, sekarang ketika gaji sudah jauh lebih besar. Gaji yang kita peroleh masih saja terasa kurang.

Tenang saja, uangmu tak hilang ataupun bergerak ke luar saku. Hanya saja, seiring dengan bertambahnya gaji dan pendapatan, gaya hidup dan kebutuhan pun turut serta meningkat. Kamu yang dulunya bisa makan di warteg, dengan posisi dan pendapatan sekarang sudah merasa sanggup untuk makan di warung yang lebih mahal. Begitupula pada kebutuhan lain yang juga berubah serta berkembang. Entah karena memang ingin, atau hanya karena gengsi saja.

Tolong Bedakan, Mana Hal yang Kamu Butuhkan dengan yang Hanya Sekedar Ingin Saja

Jika harus dipikirkan kembali, sebenarnya tak ada gaji yang kurang banyak atau yang telalu sedikit. Semuanya hanya masalah, kemampuan kita untuk mengalokasikan uang tersebut pada kebutuhan. Dan sialnya, kita sering kali terjebak dalam hal membedakan kebutuhan dengan yang bukan kebutuhan.

Merasa bahwa seseuatu benda atau hal apa saja yang terlihat di depan mata, sedang dibutuhkan diri. Kemudian tanpa sadar melenggang untuk membelinya, meski saat sudah sampai di rumah. Kadang benda tersebut tak akan dipakai, atau dibiarkan begitu saja. Begitu kira-kira gambarannya.

Karena sekecil dan sebesar apapun gaji kita akan selalu terasa kurang, jika akan dipakai untuk memenuhi gaya hidup. Tapi akan selalu cukup, untuk kebutuhan hidup.

Kalau Masih Tetap Terasa Kurang, Cobalah Cari Alternatif Lain Untuk Menolong Keuangan

Untuk urusan pendapatan dan kebutuhan hidup, memang jadi dua hal yang sulit diselaraskan. Tapi bukan berarti tak bisa ya. Hanya saja, kadang kita tak menemukan jalannya saja. Agar tak semua hal jadi pemicu pengeluaran, pelan-pelan kita boleh berbenah akan hal-hal yang bisa membantu saku untuk urusan uang keluar.

Dan demi menekan beberapa pengeluaran, kamu bisa memilih kendaraan bijak yang irit untuk kawan berkendara harian, apalagi kalau bukan, Suzuki Nex II. Skuter matic keluaran terbaru dari perusahaan otomotif berlogo ‘S’ ini, hadir untuk menawarkan seri roda dua terbarunya yang juga dikenal irit bahan bakar.

5 Varian design terbarunya jadi pilihan lain yang juga bisa kita sesuaikan berdasarkan karakter masing-masing. Mulai dari Sporty Runner, Fancy Dynamic, Elegant Premium, Elegant dan Standart. Hadir dengan bentuk dan panjang yang lebih berbeda dari generasi sebelumnya, Suzuki Nex II kini hadir dengan floorboarding atau sandaran kaki yang lebih luas, serta Lead Headlight denga lampu LED yang lebih terang. Dilengkapi pula dengan visor, untuk kesan yang lebih sporty.

Dengan kapasitas tangki penuh 3,6 Liter, konon bahan bakar tersebut bisa dipakai untuk jarak tempuh sejauh 176 km. Dengan kata lain, tak hanya usungan tagline #KerenCaraBaru yang memang membuatmua terlihat berbeda saja, mengendarai Suzuki Nex II akan membantumu menekan pengeluaran bulanan, sehingga gaji tak selalu terasa kurang. Karena selain nyaman, kuda besi ini juga terkenal irit bahan bakar.

 

 

 

 

 

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Bertemu Sesekali Tapi Berkualitas Jauh Lebih Baik, Daripada Setiap Hari Berjumpa Tapi Sibuk dengan Ponsel dan Sosial Media

“Percayalah kawan, hidupmu bukan untuk menyenangkan semua orang. Kamu hanya perlu bertahan bersama mereka yang memang menyenangkan, bukan yang hanya ingin disenangkan”

Perihal hubungan dengan seseorang, pertemuan sering disebut-sebut jadi kunci untuk bertahan. Namun apakah benar demikian? Sayangnya tidak kan? Toh, banyak yang berteman dan nongkrong bersama setiap malam. Tapi masih bisa saling tuduh dan menjelek-jelekkan. Sedangkan, dia yang hanya sesekali bertemu justru lebih memaknai hubungan pertemanan. Lalu manakah yang sebenarnya kita butuh?

Nah, jika kamu akan bertanya padaku. Jelas saja aku lebih memilih, bertemu sesekali dengan obrolan dan waktu berkualitas daripada harus berteman dengan orang yang lebih mementingkan gadget daripada teman.

Sosok yang Ditemui Mungkin Memang Itu-Itu Saja, Tapi yang Jadi Penentu Adalah Apa yang Terjadi di Pertemuan Kita

Benar memang, kita hidup di era dimana telepon genggam jadi sesuatu yang dekat dalam diri. Dibawa kemana saja kita pergi, sampai kadang lupa jika tujuan bertemu adalah berbincang-bincang dengan teman. Bukan berpindah tempat hanya untuk sibuk bermain gadget di tangan.

Dia yang akan kamu temui, memang hanya si itu-itu saja. Tapi apa yang terjadi di pertemuan akan jadi makna ya berbeda. Jika kamu dan temanmu lebih memilih sibuk pada handphone, mungkin pertemuannya memang tak bermakna. Padahal obrolan dan perbincangan yang bermakna bisa jadi penguat dalam tali pertemanan kita.

Obrolan yang Mengalir Begitu Saja, Jauh Lebih Bermakna daripada Sibuk Stalking Orang yang Tak Disuka Bersama-sama

Gambarannya begini, membicarakan orang lain di satu forum pertemuan memang sering terasa menyenangkan. Tapi apa iya, hal-hal seperti ini bermakna untuk kita? Jika ternyata tak memberi dampak apa-apa untuk kehidupan, untuk apa dilakukan?

Lebih dari itu, memulai obrolan dengan pembahasan yang mungkin menyenangkan. Bisa jadi salah satu hal yang akan melahirkan atau membuka wawasan. Tak hanya sibuk untuk bersuara kontra pada pemerintah, kita dan teman mungkin bisa belajar bersama untuk lebih memahami negara kita. Begini misalnya.

Maknai Setiap Pertemuan dengan Membuat Kesan yang Tak Terlupakan

Demi kesan yang berbeda, dan menghindari kebosanan atas hubungan pertamanan yang begitu-begitu saja. Kita dan beberapa orang yang memang jadi kawan dekat bisa mencoba beberapa hal baru. Misalnya, menjajaki tempat-tempat wisata seputar kota, pergi mencicipi kuliner di beberapa tempat yang belum pernah didatangi sebelumnya, sampai melakukan perjalanan bersama ke luar kota yang mungkin tidak terlalu jauh jaraknya.

Untuk kesan perjalanan yang berbeda. Menyambangi tempat-tempat tadi dengan sepeda motor, barangkali jadi sesuatu yang layak dicoba. Selain menghemat waktu, berkendara dengan roda dua bersama teman konon akan menumbuhkan rasa kekerabatan yang lebih dekat. Tak ada yang perlu dipusingkan, sebab Suzuki Nex II bisa dijadikan pilihan untuk perjalanan yang akan kita lakukan.

Lain dari seri sebelumnya, kita bisa berboncengan dengan leluasa tanpa merasa kesempitan. Karena kendaraan roda dua ini, kini hadir degan panjang dan lebar yang lebih mumpuni. Fitur lain yang juga jadi salah satu perubahan signifikan dari generasi terdahulunya ada pada bagian Floorboarding atau sandaran kaki yang lebih luas. Jadi kita akan tetap merasa nyaman selama berkendara.

Bahkan pada varian tertentu dalam kompartemen ini ada juga yang memiliki tempat charger untuk handphone. Jika di generasi pertamanya, cuma ada satu varian Suzuki Nex II terbaru hadir dengan 5 varian yang berbeda. Mulai dari Sporty Runner, Fancy Dynamic, Elegant Premium, Elegant dan Standart. Dimana setiap variannya ini dibedakan dari pilihan kelengkapan fitur dan aksesoris yang dimiliki.

Karena Hal-hal Sederhana Kadang Memberi Makan yang Jauh Lebih Berharga

Kita mungkin hanya pergi ramai-ramai ke salah satu tempat makan, menikmati hidangan bersamaan atau memasuki beberapa tempat wisata di tengah-tengah kota. Bukan sesuatu yang mewah. Tapi interaksi yang berlangsung jadi sesuatu yang melahirkan kehangatan berbeda.

Dulu, kamu mungkin tak tahu jika temanmu tak suka makan ikan, tapi setelah makan bersama kamu jadi tahu jika ia lebih suka ayam. Begitupun pada hal-hal lain yang akan menambah wawasan dari hasil obrolan. Perjalanan-perjalanan yang akan kita lakoni mungkin terbilang sederhana, tapi kebersamaan yang ada akan selalu bermakna.

Tak Semua Teman Membuatmu Lebih Baik, Maka Jaga Jarak dengan Mereka yang Memberi Dampak Negatif

Memilah-milah dan membedakan teman, konon jadi perbuatan yang kurang menyenangkan. Itu pulalah yang menjadi alasan, mengapa akhirnya kamu akan berteman pada semua orang. Dengan catatan bisa membedakkan, mana dia yang memang benar-benar teman dengan dia  yang hanya sekedar saling kenal.

Kita tak dapat merubah teman kita jadi seperti yang kita ingini, namun membatasi diri dalam bergaul dengan mereka yang dinilai tak baik adalah sesuatu yang bisa kita putuskan sendiri. Kesan pribadi yang supel, mungkin bisa kita emban jika selalu terlihat bersama dengan banyak orang. Tapi, kalau pertemuan-pertemuan yang ada hanya sekedar sibuk dengan ponsel ditangan, untuk apa? Sebaiknya, sisihkan waktu yang berkualitas untuk mereka yang memang paham, bagaimana menikmati waktu bersama dengan teman.

 

 

 

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top