Feature

Katanya Menuntut Kemajuan, Mentalmu Sudah Bisa Diajak Maju Belum?

Apa yang kamu pikirkan ketika mendengar kata maju? Terdepan, lebih dari yang lain dan beberapa pengertian lain. Situasi ini jelas jadi hal yang menyenangkan. Itu artinya kita berhasil melampaui target yang selama ini kita kejar. Tapi bicara soal maju, menurutmu apakah setiap orang sudah mengerti soal esensinya? Terlebih kemajuan di lingkup kenegaraan.

Ya, hingga hari ini Indonesia memang belum tergolong negara maju,  ya bagaimana mau maju kalau kadang perilaku kita saja seringnya sukar diajak maju dan tak menutup kemungkinan justru menjurus ke hal-hal yang sifatnya mengganggu. Coba berefleksi sejenak, kira-kira siapkah pola pikir kita dalam menghadapi kemajuan?

Masih Suka Kebut-kebutan di Jalan Raya? Bukankah yang Ada Justru Kamu Sedang Menantang Bahaya?

Bukan hanya soal kecepatan, saat kebut-kebutan yang terjadi pasti para pelakunya ada saja yang enggan menggunakan pelindung kepala dan alat penunjang keselamatan lainnya. Padahal yang namanya kebut-kebutan jelas merugikan. Bukan hanya mengancam jiwa pelaku, tapi juga meresahkan masyarakat.

Walau alasannya hanya demi ingin diakui dan diperhatikan, berbuat onar seperti kebut-kebutan bukanlah sebuah pembuktian yang benar. Untukmu yang mengaku masih berjiwa muda, ya kurang-kurangilah bertingkah semacam ini. Selain menantang bahaya, kalau ada polisi, memangnya kamu siap untuk ditilang?

Mendukung Tim Kesayangan ya Sah-sah Saja, Tapi Saat di Venue, Haruskah Merusak Fasilitas yang Ada?

Belum lama ini stadion GBK yang baru saja direnovasi pun jadi ‘korban vandalisme’ lantaran dirusak supporter bola. Diketahui mereka yang tak kebagian tiket akhirnya memaksa masuk  saat sebuah pertandingan sedang berlangsung. Padahal, biaya yang dialokasikan untuk memperbaiki stadion ini dan menjadikannya bertaraf internasional jelas tak sedikit ya kawan.

Nah, untukmu millenials, seharusnya kalau yang namanya kehabisan tiket terjadi padamu, ya tidak perlu sampai melakukan pengrusakan semacam itu. Norak!

Seringkali Kita Tak Sadar, Demi Eksis di Media Sosial, Sebagian Dari Kita Sampai Tega Merusak Apa yang Sudah Tertata Rapi di Sekitar Kita

Lagi-lagi soal vandalisme. Pasti kamu pernah dengar soal hamparan bunga amarilis di Jogja yang dirusak oleh pengunjung hanya demi melancarkan aksi selfie belaka, bukan? Atau sebelum itu, pernah juga santer terdengar pemetikan bunga edelwis sampai merusak keseimbangan alam di sebuah gunung yang sering jadi titik pendakian. Padahal, yang namanya menjaga alam sejatinya tak susah, lho. Cukup biarkan tanaman di sekitarmu tumbuh tanpa harus terbuai untuk merusaknya. Tak sulit, bukan?

Bahkan Tingkah Laku Membuang Sampah Sembarangan pun Masih Mudah Kita Temui di Jalanan

Hayo ngaku, siapa yang masih suka mengeluh tiap Jakarta mengalami banjir? Lucunya, selain mengeluh, ada yang sampai nyinyir di media sosial hanya karena ada genangan di sekitar mereka. Tapi kalau ditanya kembali, sudahkah disiplin membuang sampah pada tempatnya, sepertinya belum semuanya mampu menjawab ‘sudah’.

Salah satu titik yang rentan jadi tempat pembuangan sampah ya tentu saja jalanan. Orang dengan mudahnya melempar sampah bekas permen, snack, atau tisu ke jalanan. Padahal kalau sedikit mau menggunakan akal, kita bisa menyimpan dulu sampahnya lalu dibuang saat mobilmu sampai di tujuan. Atau bisa juga dengan cara elegan juga ada, yaitu dengan menyediakan tempat sampah sendiri di dalam mobilmu.

Jangan Hanya Beda Pendapat di Media Sosial, Kamu Jadi Terpancing Untuk Twit-war Atau Semacamnya, ya!

Perilaku menyebalkan lainnya adalah asal main semprot di media sosial hanya karena berbeda pandangan. Lihatlah, sekarang ini seringkali kita dengan mudah menemukan netizen yang saling berkoar-koar memperdebatkan ‘ideologi’ dan ‘paham’ mereka masing-masing hanya karena merasa paling benar. Kira-kira kemana ya perginya toleransi menghargai perbedaan pendapat orang lain?

Kalau pada tiap diri kita masih saja ada sikap-sikap seperti ini, bagaimana untuk maju?

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

5 Bantahan Terhadap Argumentasi Konyol Penolak Vaksin MR

Kamu termasuk yang mana, pendukung vaksin MR atau mereka yang menolak? Yup, dalam satu bulan terakhir dunia maya dibuat berisik soal urusan Vaksin MR ini. Tak percaya? Google bahkan menangkap kenaikan hingga lebih 1000 persen perbicangan soal ini. Penyebabnya apa? Tak lain karena menguatnya debat antara para pendukung vaksin dan mereka yang anti vaksin tadi.

Masing-masing punya argumen. Tapi ini soal kesehatan yang sudah selayaknya tak dijadikan bahan debat apalagi cuma jadi penghias gadget dan linimasa semata. Karena Vaksin MR itu diperlukan untuk menghindari penyakit Rubella yang bisa menyebabkan cacat bisu, tuli, kebutaan, kelainan jantung dan komplikasi lainnya.

Sementara Campak pada anak-anak gejalanya kesannya ringan tapi komplikasinya yang berbahaya bisa diare berat, menyerang sistem syaraf, kejang-kejang dan mungkin kebutaan dan kematian.

Mengerikan bukan? Lantas kenapa masih saja ada yang menolak vaksin MR ini? Karena mereka punya alasan yang sesungguhnya sudah bantahannya.

Rubella Dibilang Bisa Disembuhkan Menggunakan Obat Alami Dan Herbal, Faktanya?

Sebetulnya mereka yang anti vaksin itu bukan berarti gagah berani dan merasa tak mungkin anaknya terkena penyakit rubella dan campak. Tapi mereka berani tidak ikut vaksin karena merasa bahwa anaknya tidak akan terkena penyakit itu selama kesehatannya dijaga. Dan kalaupun terkena bisa disembuhkan dengan menggunakan obat-obatan herbal macam madu atau jintan hitam

Padahal faktanya penyakit Rubella itu disebabkan oleh virus yang bisa menular jika korban dalam kondisi seperti apa pun. Dan fatalnya mereka yang sudah terkena penyakit ini tidak ada obatnya. Pernyataan ini bukan asal comot karena dokter dan mereka yang fokus dibidang medislah yang menyatakan ini.

Bahkan Menteri Kesehatan Nila Djuwita Moeloek juga menegaskan hal ini bahwa penyakit campak (measels) dan rubella bila sudah terkena anak-anak akan mematikan. Menggunakan vaksin adalah satu-satunya cara untuk menghindari kedua penyakit tersebut. Kalau sekelas Menteri kesehatan saja sudah menyatakan seperti ini lantas kenapa kita yang tak punya pendidikan kesehatan masih berani mengambil kesimpulan sendiri?

“Saya mengingatkan kalau terkena penyakit ini tidak ada pengobatannya. Kita hanya mencoba meningkatkan supaya gejala berkurang,” ujar Nila.

Belum Bersertifikat Halal, Bukan Berarti Lantas Haram

Nah ini yang bikin ramai kemarin. Vaksin MR dikabarkan haram dan tidak boleh digunakan oleh mereka yang muslim. Padahal informasi tepatnya, vaksin MR ini sertifikasinya sedang dalam proses pengurusan.

Analogi sederhananya begini. Ketika kita membeli mie ayam atau ketoprak yang lewat di depan rumah, pernahkah kita mencap makanan tersebut haram karena tidak ada sertifikat halalnya? Kenapa kita bisa tenang saja dan tak mempermasalahkan makanan tersebut? Kalau untuk perkara yang lebih ringan saja kita bisa melihatnya secara jernih, kenapa pulak untuk urusan mendesak macam vaksin MR kita begitu ngotot?

Apalagi urusan vaksin MR ini sebetulnya sudah tertuang dalam Fatwa MUI Nomor 33 Tahun 2018 yang memutuskan bahwa Vaksin MR produksi Serum Institute of India (SII) diperbolehkan untuk imunisasi. Kalau sudah ada fatwa berhukum Mubah dari para ulama macam ini, kenapa masih harus ragu lagi?

Paling Konyol Adalah Tuduhan Vaksin MR Dibuat Dari Darah Pelacur

Mungkin ini tuduhan paling gila dan brutal. Disebarkan isu bahwa vaksin MR ini dibuat dari campuran darah pelacur dan darah para penjahat. Jelas ini tuduhan yang begitu sesat. Karena vaksin MR ini merupakan produk kesehatan yang harus melalui uji yang ketat. Proses berisiko seperti menggunakan darah apalagi darah pelacur dan penjahat jelas tidak mungkin dilakukan.

Vaksin MR yang digunakan di Indonesia sudah mendapat rekomendasi dari Badan Kesehatan Dunia (WHO) dan izin edar dari Badan POM. Jadi, vaksinasi MR aman dilakukan. Vaksin ini pun nyatanya telah digunakan di lebih dari 141 negara dunia. Apa iya 141 negara itu akan diam saja kalau vaksin MR dibuat asal-asalan seperti tuduhan itu?

Efek Samping Vaksin MR Hanya Minor Dan Nyaris Tidak Dirasakan

Salah satu alasan orang tua menolak anaknya di vaksin MR adalah karena adanya isu bahwa vaksin ini bisa menyebabkan autisme pada anak. Padahal hingga saat ini tidak ada studi yang membenarkan isu tersebut.

Sementara yang benar, umumnya vaksin MR tidak memiliki efek samping yang berarti. Sekalipun ada, efek samping yang ditimbulkan cenderung umum dan ringan, seperti demam, ruam kulit, atau nyeri di bagian kulit bekas suntikan. Ini merupakan reaksi yang normal dan akan menghilang dalam waktu 2-3 hari.

Tak Bisa Egois Soal Vaksin MR, Karena Mereka Yang Tak Divaksin Bisa Menularkan

Seringnya mereka yang menolak vaksin beralasan bahwa ikut tidaknya vaksinasi adalah urusan ranah pribadi. Masalahnya untuk urusan penyakit macam campak dan rubella ini, pencegahannya hanya bisa dilakukan secara bersamaan.

Ambil contoh misalnya jika anak kita sudah divaksin, maka dia tidak akan terkena penyakit tersebut. Masalahnya jika sekelilingnya tidak divaksin, jika nanti anak kita memiliki keturunan bisa jadi tertular di dalam kandungan oleh orang lain yang tidak divaksin.

Jadi kalau masih ngotot tak mau ikut vaksinasi rasanya tepat idiom yang tersebar selama ini. Tak masalah kamu tidak mau ikut vaksin, tapi silahkan mengasingkan diri jauh-jauh dan jangan tinggal dekat kami yang memilih untuk ikut vaksinasi.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Lampu LED : Bagian dari Perubahan yang Menguntungkan Kehidupan

Kalau harus dijejerkan, kita yang hidup di zaman sekarang jelas jadi generasi paling beruntung. Walau kemungkinan akan berbeda lagi di beberapa tahun ke depan. Tak perlulah bicara yang berat-berat, secara kasat mata saja. Ada banyak sekali perubahan dalam kehidupan yang memberi dampak baik dalam aktivitas harian setiap orang.

Bicara urusan kehidupan sehari-hari. Dulu, para orangtua atau kakek-nenek kita, mungkin masih hanya bertumpu pada lampu berbahan bakar minyak atau gas sebagai alat penerangan. Beruntunglah, Michael Faraday yang juga disebut sebagai “Bapak Listrik” akhirnya menemukan daya listrik yang kita kita nikmati. Untuk selanjutnya, Thomas Alva Edison juga menemukan bola lampu bertenaga listrik yang kini dipakai oleh seluruh umat manusia.

Punya kemampuan yang lebih unggul dari jenis bola lampu biasa, kamu yang hidup di zaman sekarang pasti paham. Jika saat ini, lampu dengan sistem LED jadi yang paling banyak digemari. Dan mulai menggantikan, varian jenis lampu pada tahun-tahun sebelumnya.

Jangan Hanya Pakai Saja, Tahu Sejarahnya Nggak?

Tak elok rasanya, jika kita membicarakan sesuatu tanpa memahami asal usulnya. Apalagi jika ternyata kita menggunakannya setiap hari dalam kehidupan. Pada awal tahun 1990-an, Profesor Isamu Akasaki, beserta dua kawannya yakni, Hiroshi Amano dan Shuji Nakamura dicatatat berhasil menemukan lampu light emitting diode atau yang kini kita kenal sebagai LED.

Melalui penggabungan, LED biru dan LED merah serta hijau yang sudah ada sebelumnya. akhirnya , lahirkan lampu baru yang lebih hemat energi. Bahkan atas temuannya ini, Profesor Nakamura, berhasil menyabet kemenangan di Nobel Fisika di Swedia pada tahun 1901. Jadi sesuatu yang cukup membantu kehidupan, LED jadi salah satu yang banyak dipilih, karen mampu membantu kita untuk memangkas pengeluaran. Khususnya pemakaian tenaga listrik dalam kehidupan.

Tapi Memangnya Apa Kelebihan dari Lampu LED?

Digadang-gadang memiliki keunggulan yang tak dimiliki oleh lampu halogen biasa. Konon, LED jadi pilihan terbaik karena dinilai memiliki usia pakai yang lebih panjang, tahan terhadap guncangan, waktu respon yang cepat, hemat energi, warna cahaya yang baik, dan yang paling penting ramah lingkungan.

Bagaimana? Bukankah ini jadi inovasi yang jelas lebih baik untuk kehidupan. Dari reaksi dan cara kerjanya, lampu ini jelas jadi pilihan yang memang kita butuhkan. Tak hanya terang yang lebih lembut terhadap penglihatan, pemakaian LED juga dapat membantu kita untuk menghemat energi listrik yang terpakai. Menarik bukan?

Sudah Disematkan Pada Berbagai Macam Benda yang Jarang Kita Pikirkan Sebelumnya

Masih seputaran kehidupan dan kegiatan harian, tak hanya untuk jadi sumber penerangan saja. Ternyata, lampur dengan kapasitas LED sudah banyak digunakan pada berbagai macam benda. Sebuh saja, kaca pembesar dengan LED, layar komputer dan laptop atau tv yang juga pakai LED, lampu hias, bahkan pada beberapa pameran karya seni saja. LED kerap jadi pendukung yang menyempurnakan pencahayaan yang kian arstetik dari sebuah karya seni.

Walau belum sepernuhnya menggeser, posisi dari lampu konvensional yang sudah lebih dulu ada. Kehadiran LED jelas memberi pengaruh baik yang baru untuk kehidupan umat manusia. Bahkan dari salah satu sumber yang kami dapat, beberapa seniman mengaku LED mempu membuat karya seni terlihat lebih eye catching. Warna asli dari karya mereka bisa terlihat jelas dan nampak lebih glowing dimata setiap orang yang melihatnya.

Lalu Bandingkan Seberapa Besar Pengaruhnya Pada Kehidupan

Tak mengeluarkan panas yang sebesar lampu konvensional biasa, lampu LED mampu meredam panas yang dihasilkannya setiap kali ia menyala. Selain itu, LED juga disebut memiliki daya konsumsi listrik yang rendah, bahkan lebih efisien 6 sampai 7 kali dari lampu konvensional biasa.

Dan juga memiliki daya tahan yang lama, bahkan dijamin bisa menyala dengan waktu minimal 25 ribu jam, yang jelas lebih lama dari lampu konvensional. Serta tak memiliki mercury, yang jelas akan melindungi udara dari bahan berbahaya.

Kemudian, mari bandingkan berapa besar pengaruh LED dalam kehidupan kita. Membantu kita mengurangi banyak energi listrik, tak memboros uang dengan selalu membeli lampu baru jika ia rusak/putus, mengurangi suhu panas di udara serta mencengah pencemaran lingkungan dari bahan mercury yang merusak.

Untuk Itu, Memilih Sesuatu yang Menggunakan LED Bukanlah Sebuah Kesalahan

Selain lampu dan benda lain yang sudah memakai LED seperti yang kami jelaskan tadi. Hal lain yang juga bisa memberimu keuntungan dari kemampuan lampu LED adalah motor Suzuki Nex II. Dekat dengan kehidupan dan aktivitas sehari-hari, motor ini bisa jadi pilihan dari rangkaian alat yang menyematkan LED dalam sistemnya.

Yap, selain mesin berkapasitas baik dan tampilan desain body motor yang menarik. Suzuki Nex II, hadir dengan LED Headlight terang yang juga didesain dengan keren dan sporty. Selain itu, pada bagian samping lampu utamanya terdapat juga lubang udara kecil untuk mengatur ruang udara.

Mengusung tagline #KerenCaraBaru, skuter matic ini lahir dengan kapasitas mesin 115cc dengan teknologi SEP (Suzuki Eco Performance). Dimana mesinnya mampu menyemburkan tenaga sebesar 6,7 KW pada 8000 RPM. Dan yang tak kalah penting, motor ini memiliki kapasitas tangki penuh 3,6 Liter yang bisa dipakai untuk jarak tempuh sejauh 176 km.

Jadi tak hanya memberi dampak baik untuk kehidupan serta lingkungan atas penggunaan lampu LEDnya saja, kamu pun bisa berhemat bahan bakar dan rupiah dengan Suzuki Nex II.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Victoria Beckham Menangis Lantaran Pernyataan Sang Suami Soal Kehidupan Pernikahan Mereka

Victoria dan David Beckham telah menikah selama lebih dari 19 tahun. Pernikahan keduanya pun sering dianggap sebagai pernikahan impian untuk banyak orang. Keduanya sekarang dikaruniai empat orang anak. Hanya saja, kabar tak sedap kembali berhembus. Victoria dikabarkan menangis selama dua hari.

Hal ini terkait perkataan David Beckham yang mengatakan dalam wawancara bahwa pernikahannya adalah “kerja keras”. Tak hanya itu, sang suami mengatakan pernikahannya dengan Victoria merupakan hal yang rumit. Seorang sumber menyebut tangisan itu seakan bom yang meledak di rumah tangga Victoria dan David Beckham.

Mengutip dari Daily Mail, Victoria Beckham akhirnya terbang ke Jerman untuk mendatangi klinik yang menangani stres. Hati Victoria hancur saat diberitahu soal wawancara David pada Rabu pekan lalu.

“Ia tidak tahu mengapa ia (David) akan mengatakan hal-hal yang tidak sensitif dan secara publik memalukannya seperti ini. Anda dapat bayangkan, ini adalah bom nuklir yang meledak di rumah tangga Beckham ketika ia (Victoria) mengetahuinya,” ujarnya.

“Ia sedih dan menghabiskan 2 hari selanjutnya dengan menangis.”

Setelah wawancara David itu, dua hari setelahnya, Victoria mengunggah foto di Instagram saat ia berada di Jerman. Tempat yang dikunjunginya adalah tempat spa yang berfokus pada kesehatan emosional, detoksifikasi, hingga fitnes. Ini bukan kali pertama keluarga Beckham diterpa isu tak sedap. Namun beberapa waktu lalu Victoria mengaku tak mau ambil pusing dengan pemberitaan yang ada.

“Kami jauh lebih kuat daripada saat sendirian, kami menghormati ikatan keluarga, dan itu adalah kuncinya,” ungkap mantan anggota Spice Girl tersebut.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Kata Nycta Gina, Lebih Baik Suami Hobi Main Burung Daripada Main Perempuan

Nycta Gina baru-baru ini mengungkapkan kisah yang cukup menggelitik di dalam rumah tangganya dengan presenter Rizky Kinoz. Gina, sapaannya mengaku kalau sang suami tengah memiliki hobi yang cukup unik yaitu mengoleksi burung berjenis Love Bird.

Bahkan bukti kecintaan Kinoz terhadap burung jenis tersebut membuatnya sampai rela merogoh kocek dalam untuk menyewakan rumah sendiri khusus untuk menempatkan burung-burung kesayangannya itu.

“Kayaknya awal tahun kemarin deh (sewa kontrakan). Semakin banyak burungnya dan enggak ada tempatnya di rumah, jadi dia ngontrak rumah deh,” ungkap Nycta Gina seperti dikutip Viva.co.id, Senin (22/10).

Gina menambahkan, “Burungnya harganya lumayan, kalau ditaro di luar (lalu) hilang kan bahaya ya. Burung-burung ini mendapatkan perawatan paripurna begitu deh. Jadi, dia harus di satu ruangan yang bagus, bersih,” ungkap Gina. Kecintaan sang suami terhadap burung-burungnya itu tak lantas membuat ibu dari dua buah hati ini cemburu. Bahkan Nycta Gina malah menanggapinya dengan nada bercanda.

“Buat aku enggak apa-apa, lebih baik dia bermain dengan burung, daripada bermain dengan wanita lain, ha ha ha,” ucap Gina sembari tertawa.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top