Feature

Katanya Hukum Tabur Tuai Itu Nyata, Padahal Tak Semua Yang Kita Tanam Kita Tuai

“Ingat apa yang kamu tanam itulah yang akan kamu tuai” 

Berapa banyak kita yang percaya pada kalimat pamungkas ini? Dimata kita mungkin pernyataan ini terlihat benar. Tapi apakah sesuai dengan kenyataan? Tentu saja tidak!

Kita mungkin tak akan pernah tahu apa yang akan terjadi dimasa depan, namun ungkapan ini pun tak selalu benar. Masih tak mau percaya? Cobalah pahami mulai dari sini

Kalau Itu Benar, Mengapa Masih Ada Orang Baik Yang Sering Tersakiti

Tak perlu jauh-jauh untuk mencari sesuatu yang bisa dipercaya, cobalah lihat hal-hal sederhana yang ada disekeliling kita. Coba tengok salah seorang teman yang mungkin kamu punya. Dia yang bersikap baik dan selalu tulus kepada siapa saja, tiba-tiba mendapat perlakuan yang tak mengenakkan dari pacarnya. Ini hanyalah satu contoh kecil, dari banyaknya perbuatan baik yang mendapat balasan tak senada.

Salah satu contoh yang sering kita temui di kehidupan ini jadi gambaran bahwa kadang semesta memberi kejutan.

Melakukan Perbuatan Baik Nyatanya Tak Selalu Mendapat Balasan Serupa

Masih lekat diingatan beberapa waktu lalu, bagaimana seorang laki-laki yang mendapat perlakuan keji dari beberapa orang yang main hakim sendiri. Dirinya yang kala itu menumpang untuk menjalankan ibadah salat asar disalah satu mushala, di daerah Bekasi. Harus menerima akibat yang rasanya sungguh tak seharusnya dia dapatkan. Kenyataan yang mungkin tak pernah terpikirkannya, bisa datang begitu saja dengan cepatnya.

Kita mungkin tak bisa menvonis bagaimana benar atau tidaknya orang tersebut. Namun sebagai manusia yang punya hati, apakah hal tersebut sudah menjadikan kita lebih baik dari orang tersebut? Tentu tidak.

Jika harus menilai dari kasat mata, ibadah salat yang ia jalankan tentulah baik. Tapi hal yang ia dapatkan justru berbanding terbalik.

Semua Itu Bisa Dilihat Dari Berbagai Hal Yang Ditangkap Oleh Mata

Kita mungkin bisa berkelit, dengan berkata bahwa itu hanyalah sebuah kesalahan. Bukan berarti semua hal baik akan berbuah keburukan, dan itu tentu benar. Masih banyak hal-hal baik yang akan berbuah baik, namun tak selamanya itu berlaku.

Tanpa harus menutup mata pada kebaikan yang berbuah kebaikan, kita tentu juga tahu bahwa sebagian hal yang terjadi justru sebaliknya. Mereka yang setia akhirnya di duakan, hingga dia yang punya perilaku baik malah diperlakukan dengan tak apik.

Ketika Kita Berpikir Bahwa Kita Harus Berbuat Baik Untuk Mendapat Perbuatan Sama, Itu Artinya Kita Sedang Tak Baik Adanya

Pertanyaan mengapa kita berbuat baik, kadang bisa jadi tolak ukur apa kita sungguh-sungguh baik atau tidak. Tak perlu menjawabnya disini, silahkan jawab dalam hati saja.

Tapi jika ternyata jawabannya adalah berbuat baik untuk mendapat yang baik. Saat itu juga kita sedang tidak baik. Biar bagaimana pun tak ada kebaikan yang berharap, apalagi melakukan kebaikan dengan harapan imbalan yang jauh lebih baik lagi.

Tak Mau Menerima Perbuatan Tak Baik Tidak Seharusnya Dijadikan Alasan Untuk Berlaku Baik

Sederhana saja, saat ada seseorang yang mungkin bertanya, “Lalu untuk apa kamu berbuat baik?” tentu saja saya akan menjawab, “Karena saya tak ingin mendapat perlakuan tak baik”.

Untuk kalian yang mungkin sedang memikirkan jawaban serupa. Ini tentu bukanlah contoh yang baik. Embel-embel akan tak akan mendapat sesuatu yang buruk jika kita berlaku baik, bisa jadi benar tapi bisa jadi pula salah. Dan rasanya hal ini sungguh tak seharusnya kita jadikan dasar untuk berbuat baik.

Bahkan Kenyataannya Dia Yang Kita Perlakukan Baik, Justru Membalas Dengan Sesuatu Yang Berbanding Terbalik

“Sudah dibantu saat susah, tapi si dia malah lupa pada kita”

Bukan berniat untuk menghitung apa saja kebaikan yang telah dilakukan. Tapi ini adalah fakta yang sering kite temui dalam kehidupan. Coba ingat berapa banyak teman yang tiba-tiba datang pada kita saat susah. Lalu lupa ketika ia sudah merasa senang atau bahagia. Hal-hal seperti ini mungkin terlihat kecil dimata kita, tapi tentu ada waktu yang membuat kita merasa jika itu tak adil. Dari sini kita mungkin bisa sadar bahwa, tak selamanya yang kita perbuat akan mendapat balasan yang sama.  

Dengan Kata Lain, Kalimat Berisi Hukum Tabur Tuai Yang Selama Ini Kita Percaya Bisa Juga Salah

Lalu bagaimana dengan jargon “Hukum Tabur Tuai” yang selama ini banyak kita dengarkan? Apakah pernyataan tersebut selalu sejalan dengan apa yang kita katakan? Tentu tak selalu demikian. Cobalah ingat kembali, beberapa perlakuan dan balasan yang orang lain berikan pada kita. Kenyataannya perbuatan baik tak selalu mendapat hal serupa. Hingga dari sini kita bisa mulai belajar. Bahwa ternyata kenyataan hidup yang kadang kita dapatkan, justru lebih sering berbanding terbalik dengan apa yang sudah kita upayakan.

Namun Meski Tak Sekarang, Percayalah Semua Hal Baik Itu Tentu Akan Berbalik Kepada Kita

Tapi kendati demikian, jangan pula berpikir bahwa karena kebaikan sering dibalas dengan yang buruk. Lantas sebaiknya kita berbuat hal yang berbeda. Karena perbuatan baik saja, kadang bisa mendapat hal yang buruk. Apalagi dengan perbuatan buruk yang tadi mungkin kita pikirkan.

Meski katanya ada beberapa masa, dimana hukum tabur tuai tak lagi berjalan dalam arti yang sesungguhnya. Kita harus percaya, meski tak sekarang akan ada masa dimana kelak kita akan mendapat balasan baik dari semua yang telah kita upayakan.

1 Comment

1 Comment

  1. Siswo wahyu

    October 28, 2017 at 2:58 pm

    Tapi saya sangat percaya.karna Tuhan menjanjikan itu. 1kebaikan akan dibalas dengan 10 kebaikan.entah siapa manusianya,entah kapan waktunya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Kenali Tanda Rekan Kantormu Menyebalkan, Tak Usah Buang-buang Waktu untuk Mengajaknya Berteman

Hampir semua orang memiliki sisi yang menyebalkan. Coba saja tanya ke teman-temanmu. Pun tak menutup kemungkinan kalau kamu bisa bertemu orang yang menyebalkan di mana pun. Ketika ada seseorang yang memiliki sisi menyebalkan, tak masalah kalau kamu mau menghindari berurusan dengan orang yang seperti itu.

Ini mungkin kamu akan tahu kalau kamu tak akan tahan dengan sifatnya. Kawan, sesekali menjaga jarak dengan orang yang memiliki hal-hal negatif itu baik lho. Kalau kamu memiliki teman dan dia memunculkan tanda-tanda seperti ini, kamu harus berhat-hati ya!

Senang Di Atas Penderitaan Orang Lain

Hal ini mungkin jarang ditunjukkan oleh beberapa orang. Tapi kalau kamu punya teman yang menunjukkan kebahagiaannya padahal ada temannya yang sedang tertimpa musibah, sebaiknya kamu jaga jarak saja dengan teman tipikal semacam ini. Ia mungkin tak terlihat tertawa.

Tapi selentingan atau nyinyiran yang keluar dari mulutnya jadi pertanda kalau dia ini punya karakter senang kalau ada temannya yang menderita. Bukankah jauh lebih baik bertemu dengan teman yang mampu bersimpati dan berempati?

Ia tak Kelihatan punya Rasa Tanggung Jawab Terhadap Pekerjaannya

Saat seseorang mendapatkan suatu tanggung jawab untuk melakukan sesuatu, pasti setidaknya dia akan memiliki rasa tanggang jawab itu. Tapi ada lho,  beberapa orang yang tak punya rasa tanggung jawab tinggi. Mereka cuek saja dengan tanggung jawab yang sejatinya dibebankan padanya.

Kalau orang semacam ini ada di lingkup kerja atau di kantormu, bukankah yang ada hanya merugikanmu? Bisa saja, kalau kamu meminta tolong sesuatu dan dia mengiyakan di awal, tapi pada akhirnya dia tak melakukannya, jadinya menyebalkan, kan?

Kamu Merasa Tak Nyaman Saat Berada di Dekatnya

Saat kamu menghabiskan waktu bersama seseorang atau berada dekat dengan orang semacam ini, kamu akan merasakan energi atau aura yang muncul dari orang itu. Saat kamu berkumpul dengan teman-temanmu, tiba-tiba ada salah satu temanmu yang membuatmu merasa tak nyaman. Bisa karena perilakunya, atau hal-hal kecil yang ditunjukkan, lho. Ini juga menjadi sebuah tanda bagi kamu untuk mempertimbangkan apakah dia adalah teman yang baik atau kurang baik.

Faktanya, Banyak Teman yang Mulai Mengingatkanmu

Saat kamu mengenal sosok yang menurut orang-orang menyebalkan, maka saat berurusan dengannya kamu juga harus berhati-hati. Kamu butuh pendapat orang-orang terdekat kamu atau setidaknya caritahu tahu orang seperti apa dia. Ini tindakan antisipasi yang kamu lakukan untuk berhati-hati untuk berteman dengan orang lain lho.

Dia Tak Pernah Merasa Bersalah

Kesalahan bisa dilakukan secara sengaja atau tak sengaja. Saat orang merasa melakukan sesuatu yang salah, normalnya dia akan merasa tak enak atau merasa ganjal. Namun, kalau kamu bertemu orang yang melakukan kesalahan dan dia justru tak menunjukkan rasa bersalah atau semacamnya, kamu harus merasa janggal dengan hal ini. Dia malah menunjukkan sikap santai-santai saja. Kamu patut curiga dengan karakter dia yang sebenarnya.

Setidaknya kamu berhati-hati dengan karakter orang yang malah akan memberikan efek nagatif untuk kamu, ya. Kamu harus bisa memilih mana yang bisa menjadi teman dekatmu.

 

1 Comment

1 Comment

  1. Siswo wahyu

    October 28, 2017 at 2:58 pm

    Tapi saya sangat percaya.karna Tuhan menjanjikan itu. 1kebaikan akan dibalas dengan 10 kebaikan.entah siapa manusianya,entah kapan waktunya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Jangan Paksa Seseorang Kembali Ceria Jika Sedihlah yang Ia Rasa

Tak selalu bahagia, beberapa kejadian mengerikan bisa datang begitu saja. Mendapati pacar yang selingkuh dengan sahabatmu, rekan kerja yang mendadak pindah tak lagi bisa bertemu, hingga kabar dari ibu yang minggu ini harus masuk rumah sakit lagi.

Silih berganti, kesedihan bisa saja menyelimuti hati. Menganggu saraf bahagia dan menggantinya dengan satu ketakutan yang luar biasa pada diri kita. Situasi ini jelas diluar ekspektasi, karena kalau bisa memilih pastilah kita ingin bahagia sampai mati. Dipandang jadi sesuatu yang menakutan, kesedihan selalu kita jadikan momok yang harus segera dihilangkan.

Dikubur secepatnya, dan harus berganti dengan bahagia seperti kata-kata orang bijak di sosia media. Jika bahagia bisa dirayakan dengan begitu baiknya, mengapa kesedihan selalu kita anak tirikan?

Tak Seharusnya Dibedakan, Bahagia dan Sedih Memang Haruslah Ada dalam Kehidupan

“Sudahkah anda bahagia hari ini?” atau “Jangan lupa bahagia”, barangkali jadi jargon yang bertebaran di media sosial. Dibuat dengan dasar kepedulian, kita semua berlomba-lomba untuk mencari bahagia sampai pada celah paling sempit yang ada.

Seolah lupa pada teka-teki yang ada, sedih dan bahagia memang sudah ditakdirkan akan datang kapan saja pada hidup kita. Karena memang begitulah, hidup yang sesungguhnya. Perjalanan ini adalah misteri, banyak hal tak terduga yang mungkin menghampiri. Jika bahagia bisa membuatmu tertawa, maka kesedihan harusnya bisa diterima dengan serupa.

“Akui – nikmati – dan tak perlu ditutup-tutupi”

Meminta Orang Lain Segera Bahagia Memang Elok Didengar Telinga, Padahal Kau Tak Tahu Sebesar Apa Dukanya

“Sudahlah, lupain aja. Masih banyak yang bisa buat kamu bahagia” jadi kalimat lazim yang mungkin sudah kita gunakan ratusan kali pada beberapa teman. Berperan sebagai malaikat yang akan memberi penghiburan. Kita berusaha mengumpulkan petuah-petuah ajaib yang nadanya serupa. “Kamu harus bahagia”.

Padahal, tak hanya bahagia. Menangis setiap kali bersedih pun dipercaya mampu membuat seseorang menenangkan pikirkannya. Tak tahu seberapa dalam lobang menganga di hatinya, daripada sibuk memintanya melepaskan semua sedihnya. Bersedia memberikan telinga untuk mendengar keluh kesahnya jadi sesuatu yang lebih ia perlu.

Pelan-pelan Mulai Membandingkan Sedihnya dengan Orang Lain yang Lebih Nelangsa

Antara ingin terlihat bijak dan berwawasan luas atau memang berniat untuk menghibur seorang kawan. Menyuruhnya membuka mata, tentang kehidupan menyedihkan lain yang lebih parah dari pengalamannya. Seolah terlihat wajib untuk disampaikan pada mereka.

Mendorongnya untuk segera bahagia dengan membandingkan kesedihannya dengan orang lain jelas tak jadi jalan keluar. Karena semakin mencoba untuk menghilangkan semua kesedihan, akan selalu ada celah yang membuatnya justru kian muncul ke permukaan. Diharapkan akan hilang dari ingatan, luka yang diminta hilang justru kian terasa dalam pikiran.

Terlalu Takut Pada Sesuatu yang Terasa Berat, Kita Lupa Bahwa Hidup Takkan Sempurna Jika Hanya Ada Bahagia

Coba bayangkan sebentar, kamu hidup dengan segala kelimpahan dan bisa mendapatkan apa saja yang kamu inginkan tanpa usaha yang perlu keras. Lalu ingat kembali, tawa dengan air mata dari ibu kala melihatmu diwisuda. Bagaimana ayah memelukmu sambil bercurah air mata, ketika kamu berhasil naik jabatan tanpa butuh waktu yang lama.

Sejatinya, manusia bisa merasakan berbagai macam emosi dengan cara bersamaan. Tertawa sampai menangis, bahagia sampai terharu. Semua itu terjadi begitu saja, menandakan bahwa hidup kita memanglah sempurna. Tak perlu takut berlebihan dengan kesedihan, biarkan mereka menangis jika memang sedang berduka. Dan berhenti memintanya tertawa jika ia memang sedang ingin diam saja.

Sebab Setiap Orang Punya Tingkat Ketakutan dan Kesedihan yang Berbeda, Kita Tak Punya Hak untuk Memintanya Menyudahi Sedihnya

Beberapa orang hidup dengan dirundung masalah yang tak terbanyak banyaknya. Kawanmu mungkin pernah dipukuli oleh kekasihnya, anak yang jadi korban perceraian orangtuanya, hingga seseorang yang mungkin pernah hampir diperkosa oleh kerabat dekatnya. Lalu masihkah kita merasa berhak untuk memintanya segera bangkit dari sedihnya?

Membiarkan dia diam dalam sedihnya bukan berarti kita tak peduli kepadanya. Tapi, ada hal lain yang sedang kita sadari. Bahwa saat ini, bersedih mungkin memang jadi sesuatu yang ia butuhkan. Mengambil langkah untuk memaksanya berbahagia saat hatinya sedang berkabung, bukanlah sesuatu yang membantu. Sebaliknya, berusahalah untuk bisa mendengarnya dan membantu sebisanya. Bukan memaksanya untuk bahagia.

 

1 Comment

1 Comment

  1. Siswo wahyu

    October 28, 2017 at 2:58 pm

    Tapi saya sangat percaya.karna Tuhan menjanjikan itu. 1kebaikan akan dibalas dengan 10 kebaikan.entah siapa manusianya,entah kapan waktunya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Community

Hidupmu akan Lebih Baik Jika Kamu Berani Melakukan 7 Tantangan Ini!

Setiap orang pasti menginginkan hidupnya menjadi lebih baik seiring berjalannya waktu. Namun untuk merealisasikannya tentu bukan hal yang mudah. Banyak orang yang tak tahu bagaimana harus memulai langkah guna memperbaiki hidupnya. Coba lakukan 7 tantangan ini, jika kamu berhasil melakukannya, kamu akan mendapatkan hidup yang lebih baik di masa depan.

1. Tantang Dirimu untuk Fokus pada Hidupmu dan Berusaha Mengembangkan Kemampuanmu

Bisa dibilang saat kamu berpikir rumput tetangga lebih hijau, cobalah untuk memberikan air lebih banyak pada rumputmu sendiri. Tantanglah dirimu sendiri untuk berusaha fokus pada apa yang kamu miliki dan mengembangkannya. Pastikan kamu paham apa yang menjadi kelemahan dan kekuatanmu.

2. Tantang Dirimu untuk Melepaskan Hasrat Berlebihanmu dan Lebih Menikmati Hidupmu

Saat kamu memiliki hasrat yang berlebihan atas suatu hal, cobalah untuk menantang hidupmu dengan melepaskannya dan mencoba menikmati apa yang ada dalam hidupmu. Tak semua hal yang ada di dunia ini bisa kamu jangkau dengan mudah, kamu harus paham jika ada beberapa hal yang bisa terjadi di luar kendalimu.

3. Tantang Dirimu untuk Konsisten dalam Melakukan Sesuatu

Saat kamu berpikiran ingin melakukan suatu hal yang baru, cobalah untuk menantang dirimu agar lebih konsisten dalam menjalankan sesuatu. Apapun kendala yang kamu hadapi, tetaplah berada di jalur yang kamu inginkan dan tetaplah berusaha untuk melakukannya dengan konsisten.

4. Tantang Dirimu untuk Memilih yang Paling Kamu Takuti dari Dua Pilihan

Saat kamu dihadapkan dengan dua pilihan, cobalah untuk menantang dirimu sendiri dengan memilih hal yang paling kamu takuti. Karena dengan memilih hal paling kamu takuti, kamu akan tumbuh dengan lebih baik dan lebih cepat.  Pilih yang sulit dan yang paling kamu takuti agar kamu belajar untuk bekerja lebih keras.

5. Tantang Dirimu untuk Tidak Menyalahkan Diri Sendiri

Saat kamu melakukan sebuah kesalahan dan kamu sadar akan hal itu, cobalah menantang dirimu untuk tak menyalahkan diri sendiri. Tantanglah dirimu sendiri untuk bisa memaafkan segala kesalahan yang sudah kamu perbuat. Cobalah untuk menjadikan sebuah kesalahan itu sebagai salah satu media pembelajaranmu agar tak lagi mengulanginya di masa depan.

6. Tantang Dirimu untuk Membalas Semua Cacian Orang Lain dengan Kebaikan

Tak perlu membalas kejahatan dengan kejahatan pula. Saat kamu menemui ada orang yang meremehkanmu, cobalah untuk menantang dirimu dengan membalas pandangan rendah mereka dengan kebaikan.

7. Tantang Dirimu untuk Tetap Tenang dan Fokus pada Apa yang Harus Kamu Jadikan Prioritas

Saat kamu memikirkan sesuatu secara berlebihan, cobalah menantang dirimu sendiri untuk tetap tenang. Tentukanlah mana yang memang sudah seharusnya kamu jadikan prioritas. Kendalikan dirimu dan usahakan untuk selalu fokus.

1 Comment

1 Comment

  1. Siswo wahyu

    October 28, 2017 at 2:58 pm

    Tapi saya sangat percaya.karna Tuhan menjanjikan itu. 1kebaikan akan dibalas dengan 10 kebaikan.entah siapa manusianya,entah kapan waktunya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top