Feature

Katamu Kemarin Mau Move On, Kok Sekarang Mau Kontakan Lagi sama Mantan?

Baru beberapa bulan pasca kamu bilang kalian putus, kemarin tiba-tiba saja kamu bilang kalau kontakan lagi dengan mantanmu itu. Sebagai teman, ya memang sedikit terkejut. Terlebih dari kamu sendiri memang sejak awal selalu bilang untuk tak akan pernah menghubungi atau mengobrol lagi dengannya. Tapi baiklah, ini kisah cintamu, bagianku hanya mendengarkan dan menangkap ceritamu. Kalau kamu memang butuh didengarkan dan sesekali minta saran, aku siap membantu.

Urusan mantan, saranku cuma satu, kamu tak perlu gegabah. Jangan merasa kamu dan dia sudah tercipta jadi satu, jadi kamu dengan mudahnya mengiyakan ajakan mantanmu untuk balikan. Apa pun itu, sejatinya urusan balikan sama mantan perlu kamu pertimbangkan dengan matang. Bukan hanya keputusan yang dibuat sehari semalam.

Kalau Diajak Balikan, Dulu Saat Masih Bersama Kenapa Kalian Memilih Udahan?

Ini penting untuk ditanyakan terlebih dahulu pada dirimu. Kalau pada akhirnya ada kata balikan, dulu saat kalian masih bersama, kenapa kalian memilih putus. Ungkapan “Dia akan berubah demi kamu”, sejatinya bukan jaminan relasimu akan baik-baik saja untuk ke depannya.

Kalau kalian kembali menemukan jalan terjal, ungkapan putus bukan jalan pintas ya, Kawan. Bagaimanapun, relasi bukan hanya soal jadian-nyambung-marahan-putus-lalu balikan. Begini, kenapa kamu perlu bertanya pada diri sendiri dulu, sebab yang namanya balikan berarti kamu memberi kesempatan kedua untuk hubungan kalian. Maka manfaatkan kesempatan itu sebaik mungkin dan buktikan kalau kamu dan dia memang jauh lebih baik  bersama ketimbang saat kalian putus.

Bila Memang Mau Balikan, Setidaknya Pastikan Ada Perubahan yang Terjadi dalam Hidupmu Pasca Kalian Berpisah

Sebuah hubungan sejatinya akan memberimu pengalaman terbaik sekaligus terburuk. Kalau saat kamu mengalami pengalaman buruk dan menunjuk pasanganmu saat itu tak dewasa, berarti ini saatnya kamu mengoreksi juga dirimu. Selepas putus, sudahkah kamu jadi pribadi yang jauh lebih baik dari sebelumnya? Atau kamu memang mau balikan hanya karena hatimu merasa susah move on?

Kalau balikan ditandai sebagai sebuah fase yang baru, maka kelak kamu akan lebih mudah menjalani relasi. Tapi kalau kamu menganggap balikan adalah melanjutkan kisah yang belum usai, maka siap-siaplah menghadapi serangkaian drama yang kalian ciptakan sendiri.

Saat Kamu Memutuskan untuk ‘Rujuk’ Lagi, Memangnya Hal Itu Akan Membuat Segalanya Jadi Lebih Baik?

Putus lalu balikan. Hal itu sudah sering mewarnai kisahmu dengan pasangan. Tak jarang, predikat putus nyambung melekat untuk kalian. Begini, kalau pada akhirnya kalian memilih rujuk setelah sepakat untuk putus dan saat itu tak ada lagi keinginan untuk bersama, apa yang membuat kamu kemudian mengubah keputusanmu?

Saat kontakan lagi dengan mantan, memang pasti ada rindu yang membuncah kemudian sedikit terobati karena dia pun seperti merasakan hal yang sama denganmu, tapi kalau kemudian diakhiri dengan pemikiran untuk rujuk lagi, coba pikirkan lagi lebih dalam, memangnya balikan akan membuat segalanya jadi lebih baik?

Disini mungkin kamu akan merasa terombang ambing dengan pilihanmu sendiri. Tapi itu wajar, Kawan. Jangan biarkan dirimu jatuh atau mengulang kesalahan yang sama. Untuk itu, pikirkan lebih jauh sebelum memikirkan untuk kembali merajut kisahmu yang semula terlanjur kalian putuskan di tengah jalan.

Seberapa Besar Keinginanmu untuk Memulai Hubungan ini Kembali dari Nol?

Keinginan untuk balikan sebaiknya bisa kamu bedakan dengan sebatas rindu yang menghantuimu pasca putus darinya. Bertanyalah pada dirimu sendiri, saat kamu mendapat pesan singkat darinya, pasti senang karena selama ini didera rindu tak bisa menyapanya, tapi apakah rasa ingin balikan memang sebesar rasa rindumu?

Kalau justru yang muncul keraguan besar dari dalam hati, maka tak perlu cepat mengiyakan ajakan balikan dari mantanmu. Setidaknya belajarlah untuk konsisten dengan keputusan yang kalian buat waktu itu.

Sudahkah Kalian Saling Memaafkan dan Belajar dari Kesalahan yang Dulu Dilakukan?

Karena judulnya baikan, memangnya kamu yakin kamu sudah benar-benar memaafkan kesalahan yang dulu pernah dia lakukan? Kalau kamu memilih menyambutnya lagi dalam hidupmu dan memberikan peluang atau kesempatan untuk yang kedua kalinya, sudah seberapa mantap kamu dan dia bisa belajar dari kesalahan yang telah lalu? Benarkah kamu dan dia bisa melepaskan luka lama dan tak mengungkitnya di kemudian hari?

Kalau nyatanya memang rasa ikhlas jauh lebih besar, kesempatan kedua berarti tak masalah. Karena itu artinya kamu dan dia sudah saling memaafkan. Tapi kalau kamu masih suka berpikiran negatif terhadap mantanmu itu, tapi tetiba kalian memilih balikan, maka jangan salahkan siapapun kalau salah satu diantara kalian nantinya masih suka mengungkit luka lama, ya Kawanku.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Tiga Hari Debut, John Wick Berhasil Geser Posisi Avengers: Endgame

Memasuki hari ketiga penayangannya sejak 17 Mei 2019 lalu, seri ketiga dari film laga John Wick diberitakan berhasil menyaingi pendapatan sensasional dari Avengers: Endgame di puncak box office. Sebagaimana dilansir dari Reuters, John Wick: Chapter 3-Parabellum berhasil mengantongi debut tiga pekan sebesar US$57 juta dari pemutaran di 3.850 lokasi Amerika Utara. Angka tersebut jadi kekuatan yang akhirnya berhasil menggeser posisi Avengers: Endgame yang hanya mengoleksi US$29,4 juta pada periode serupa.

Tak hanya itu saja, film seri ketiga yang diperankan aktor kawakan Keanu Reaves ini juga berhasil mengalahkan 2 seri sebelumnya. Film pertama John Wick (2014) mendapatkan US$14,4 juta dengan periode yang sama, Lalu John Wick: Chapter 2 (2017) mendapatkan US$30,4 juta.

John Wick: Chapter 3-Parabellum adalah lanjutan cerita perjalan John Wick yang berprofesi sebagai pembunuh bayaran yang tengah mempertahankan nyawa dari buronan semua orang setelah ia ketahuan membunuh salah seorang anggota High Table di wilayah netral, Hotel Continental di New York.

Untuk kamu yang beriat menonton, namun belum pernah melihat dua seri sebelumnya. Sebaiknya, sempatkan waktu untuk menontonnya terlebih dahulu, karena seri ketiga akan berlangsung sebagai lanjutan dari seri 2. Dimana, John Wick terlihat tergopoh-gopoh sambil berlari menuju beberapa tempat demi bertemu teman lama untuk dimintai pertolongan.

Jadi santapan baik untuk para pecinta film laga, penonton seolah tak diberi celah untuk bernafas lega atas rentetan adegan pemburuan yang dilakukan oleh John. Tapi tak melulu menyajikan kekerasan, adegan berdialog yang tersaji beberapa kali diselipi lelocon yang bisa melupakan tumpahan darah dari adegan sebelumnya.

Serangkaian aksi baku hantam dengan tangan kosong dan senjata yang berlangsung selama 130 menit tersebut dinilai lebih variatif dari seri sebelumnya. Menariknya lagi, ada aksi dua aktor laga kebanggaan yang juga turut serta untuk melawan John Wick. Siapa lagi kalau bukan Yayan Ruhiyan dan Cecep Arief Rahman. Selain memperlihatkan kebolehan baku hantam dengan pencak silatnya, mereka juga menggunakan Bahasa Indonesia dalam dialognya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Lupakan Semua yang Lalu, Mari Sambut Hari yang Baru

Segala perkara yang belakang terjadi atas hidup, terasa jadi bom atom yang tak henti-hentinya menghancurkan segalanya. Mengubah tatanan cita-cita, meluluh-lantakan kisah asmara, hingga beban lain yang datang bertubi-tubi dan seolah tak ada habisnya. Beban berat yang melekat di pundak, membuat kita fokus pada hal-hal menyedihkan yang dibawanya. Padahal, bisa jadi ada sedikit suka yang bisa dijadikan alasan untuk tetap mensyukuri semuanya.

Sebelum nanti menyesal karena terlalu lama memendam kekalahan diri, sebelum nanti ia pergi dan memilih manusia lain untuk dicintai, ada banyak amunisi yang bisa kita jadikan alasan untuk kuat berdiri. Cobaan akan selalu datang, ujian tak akan pernah benar-benar bisa kita tanggalkan. Tapi cara kita belajar untuk jadi seorang petarung yang handal, bisa jadi jalan keluar untuk segala persoalan.

Ketika Cita-cita Terbelokkan, Bukan Berarti Kita Tak Bisa Mewujudkan Impian

Merasa perlu bekerja dengan passion yang disenangi, susah payah kita berjalan untuk  mewujudkan keinginan. Sialnya, kenyataan yang didapati tetap jauh dari yang diharapkan. Berpikir ini adalah sebuah kegagalan, kita memilih fokus pada semua ketidakberhasilan yang didapatkan.

Lalu lupa, jika apa yang selama ini kita kerjakan juga bermanfaat untuk kehidupan. Memberi kita kabahagian, pelajaran, pengetauan baru, hingga nilai positif lain yang selalu kita abaikan. Hanya karena merasa jika pekerjaan ini bukanlah sesuatu yang kita inginkan.

Baik memang jika semuanya berjalan sesuai rencana, tapi ingatlah kalau dunia sering bercanda dengan merubah banyak haluan jalan. Sebagai seorang pencari, kita hanya perlu memaksimalkan perjalanan agar tetap bisa menemukan apa yang diinginkan.

Patah Hati Itu Hal Biasa, Suatu Saat Kamu Juga Akan Merasakan Cinta yang Luar Biasa

Pernah jatuh cinta dan bahagia. Memberikan segalanya, lalu ditinggal pergi begitu saja. Kecewa, mungkin sudah pasti. Tapi menangis dan mengutuki semua yang sudah terjadi tentu tak akan berarti. Tak ada yang salah dari patah hati berkali-kali, anggaplah ini sebagai pelajaran bagi diri sendiri.

Bertemu dengan banyak pribadi, memberikan kita banyak pelajaran berarti. Sudah menjadi pola yang pasti, jika selain bahagia cinta pun bisa membuatmu terluka. Nah, daripada berusaha untuk tak selalu terluka, bersiaplah untuk tetap  tenang meski nanti mungkin akan terluka.

Belum Bisa Buat Orangtua Bahagia Bukan Berarti Tak Berguna, Semua Hal Tentu Ada Masanya

Beberapa orang mungkin bisa merasa biasa saja meski belum bisa memberi apa-apa untuk kedua orangtua. Namun di sisi lain, ada pula orang-orang yang kerap khawatir atas pencapaian hidupnya. Merasa gagal jadi anak yang berbakti, tak berguna untuk membahagiakan mereka yang dicintai.

Hei, bukankah sesuatu yang bernilai baik memang selalu sulit didapatkan? Tak perlulah kamu takut sampai menjadikannya beban pikiran. Bukan apa-apa, jiwa yang terlalu diselimuti rasa bersalah tentu tak baik. Bukannya bisa fokus untuk melakukan hal-hal baik yang kamu inginkan, rasa bersalah justru membuatmu kian tertekan dan akhirnya tak mendapatkan hasil apa-apa.

Kedua orangtua pun tentu paham, apa yang sedang kamu perjuangkan. Hal yang terpenting sekarang adalah, bagaimana kamu terus berjalan dan menemukan jalan keluar. Demi membuat mereka bangga atas apa yang kamu lakukan.

Tak Lagi Punya Banyak Teman Tak Selalu Menyedihkan, Justru Kamu Lebih Paham Siapa yang Layak Dipertahankan

Seiring dengan bertambahnya usia, kita semua akan merasakan babak kesepian hebat dalam kehidupan. Tak punya teman sebanyak masa sekolah, berpikir jadi manusia paling sedih sedunia, hingga bertanya-tanya apakah yang salah dari diri kita.

Dengar, hal seperti ini terjadi atas hidup semua orang. Tak ada yang berubah dari kita atau teman-teman yang tadinya kita miliki, waktu dan prioritas hidup yang harus diutamakanlah yang kemudian merubah pola hubungan pertemanan kita. Di saat kita masih berjibaku dengan banyaknya cicilan kebutuhan, teman lain mungkin sudah sibuk dengan anak kecil yang baru saja ia hasilkan. Semuanya ada masanya, dan kita harus selalu bersiap untuk kehilangan semuanya, termaksud teman.

Kesedihan dalam Hidup Akan Selalu Ada, Tapi Satu Hal yang Pasti “Kita Harus Selalu Bangkit dan Berdiri Lagi”

Tak ada yang bisa memastikan jika kita akan baik-baik saja untuk segalanya. Segala macam aspek kehidupan, kerap berkonspirasi untuk menciptakan kesedihan yang jadi beban. Tapi di waktu lain, kita pun bisa bahagia dengan perasaan yang tak terkira. Intinya, bahagia dan duka selalu datang kapan dalam bentuk apa saja.

Merasa dipecundangi waktu dan keadaan adalah respon yang biasa atas semuanya. Tapi jagan pernah merasa menyerah untuk semua perkara. Karena dibalik semua ujian dan cobaan yang ada. Hal yang wajib dilakukan adalah bangkit dan berdiri lagi untuk memulai hidup baru yang lebih bahagia lagi.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Robert Pattinson Didapuk Gantikan Ben Affleck sebagai Batman

Warner Bros. akhirnya mengumumkan aktor pengganti Ben Affleck untuk peran Batman dalam film Batman garapan sutradar Matt Reeves. Mengutip Variety, rumah produksi tersebut akhirnya memilih aktor Twilight Saga, Robert Pattinson. Meskipun belum ada tanda tangan kontrak, kata sumber-sumber tersebut, Pattinson adalah pilihan utama.

Sejauh ini memang belum ada komentar dari Warner Bros. mengenai kabar tersebut. Namun film The Batman rencananya siap diputar di bioskop pada 25 Juni 2021. Proses praproduksinya film Warner Bros. dan DC Comics itu diharapkan bisa dimulai pertengahan tahun 2019. Matt Reeves mengambil alih kursi sutradara The Batman dari Ben Affleck pada Januari 2017 lalu. Sejak itu sosok di balik kesuksesan Planet of the Apes tersebut sudah mengembangkan ceritanya.

Affleck sendiri berbicara tentang pengunduran diri dari peran dan kursi sutradara The Batman setelah Justice League rampung. Matt Reeves pun mendapat keleluasaan untuk memilih aktor pemeran Batman. Ia juga menjadi produser The Batman bersama rekan kerjanya di Planet of the Apes, Dylan Clark. Pilihan pada Pattinson disebut sudah diputuskan ketika Reeves merampungkan versi final skenarionya. Robert Pattison yang kini berusia 33 tahun akan menjadi Batman termuda di layar lebar dalam sejarah karakter komik karya Bob Kane dan Bill Finger itu.

Sementara itu, Robert Pattinson sendiri merupakan aktor idola remaja, namanya mulai dikenal sejak membintangi film Harry Potter and The Goblet of Fire sebagai Cedric Diggory. Namun namanya baru melambung semenjak ia mendapatkan peran sebagai Edward Cullen di trilogi Twilight. Robert Pattinson memiliki total empat film sepanjang 2019. Film-film itu adalah High Life, The Lighthouse, The King, dan Waiting for the Barbarians.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top