Feature

Karier Istri Boleh Lebih Sukses, Tapi Jangan Sampai Jadi Alasan Untuk Bercerai

Saat membina bahtera rumah tangga, tak sedikit pria yang mengizinkan istrinya untuk bekerja. Tapi saat istrinya lebih sukses, pada kenyataannya masih banyak pria yang belum bisa menerima hal itu. Padahal, bukankah kesetaraan gender telah lama diserukan? Bahkan kondisi tersebut acap kali menjadi pemicu perceraian.

Padahal keputusan seorang istri untuk bekerja pada dasarnya atas izin suami bukan? Pertimbangan awalnya mungkin karena faktor finansial. Namun tak jarang ada juga suami yang memberikan izin bekerja demi mengejar karier dan kesuksesan yang memang sejak lama menjadi impian istrinya. Sehingga pernikahan diharapkan tak lagi menjadi batu sandungan untuk mengejar karier. Jika memang demikian, bukankah seharusnya tak perlu ada perceraian?

 

Sebagai Suami, Tak Perlu Minder Jika Istrimu Lebih Sukses, Apalagi Sejak Awal Pun Kamu Selalu Memberinya Dukungan

Psikolog Mira Anin menilai, pada dasarnya fenomena perceraian yang dipengaruhi karena kesuksesan seorang istri memang cenderung lebih banyak terjadi di masyarakat dengan budaya ketimuran seperti Indonesia. Apalagi seorang suami yang notabene seorang laki-laki memang lebih ditekankan untuk bisa mengungguli keberhasilan istri.

Situasi dimana istri lebih sukses akhirnya membuat suami cenderung minder. Entah kepada keluarga, teman dekat, bahkan tetangga sekitar.  Sebagai suami, sebaiknya kamu harus menepis rasa minder yang mulai muncul. Istrimu bisa mencapai suksesnya seperti sekarang ini juga berkat dukungan dan semangat darimu.

 

Menepis Rasa Minder Adalah Satu-satunya Kunci Agar Kamu Tak Melampiaskannya Pada Perselingkuhan

Sebagai suami, mungkin kamu akan merasa tersisihkan saat mengetahui karier istrimu kian memuncak. Rasanya berat sekali bertemu orang-orang yang menanyakan kabarmu dan memberi apresiasi begitu mendengar karier istrimu yang jauh lebih melesat. Di lain sisi, teman-temanmu yang tak mengerti kondisi hatimu justru menjadikan situasi ini sebagai bahan bercanda.

Rasa minder yang timbul dalam diri pun kian besar karena semakin lama kamu kian termakan situasi. Jika sudah berada dititik ini, tandanya kamu perlu mengontrol diri. Mira Anin menilai jika seorang suami tak mampu mengendalikan diri terhadap rasa mindernya, bukan tak mungkin ia justru memilih melampiaskan pada hal yang tidak benar seperti perselingkuhan dan perubahan sikap yang kian tertutup bahkan pada istrinya sendiri.

 

Untuk Istri, Jangan Lupa Berikan Apresiasi Terbaikmu Kepada Suami. Bagaimanapun Situasinya, Tetap Tunjukkan Padanya Kalau Dia Adalah Belahan Jiwamu!

Meski secara finansial, jenjang karier istri lebih tinggi maka bukan berarti kamu lantas mulai melupakan prinsip jika suami tetaplah pemimpin di dalam rumah tangga. Sebagai istri, jangan lupa untuk terus memerhatikan suamimu dalam berbagai aspek. Jangan lupa untuk memberikan apresiasi entah lewat kado kecil atau hal-hal romantis yang biasa kamu lakukan untuknya. Hal itu akan membantu menepis rasa mindernya serta membuatnya tetap percaya diri jika dia adalah suami terbaik untukmu. Jangan membuat situasi justru jadi lebih kaku dan perlahan lupa jika kalian adalah belahan jiwa yang telah disatukan lewat ikatan pernikahan.

 

Pernikahan Adalah Ikatan Seumur Hidup, Karenanya Penting untuk Selalu Terbuka Satu Sama Lain Demi Mempertahankan Ikatan Itu

Salah satu cara yang sangat efektif demi langgengnya pernikahan kalian adalah keterbukaan ditengah situasi apa pun. Mira mengatakan, istri harus mau menerima masukan dan pandangan dari suami meski dia merasa sudah meraih kesuksesannya. Saat di posisi ini, istri sebaiknya memahami ego pria. Begitu pun dengan suami, ia juga harus mengatakan ketidaksukaannya pada hal-hal yang terjadi lantaran target sang istri yang sibuk mengejar karier.

Dengan keterbukaan, komunikasi yang terjalin diantara kalian pun semakin berkualitas. Dengan demikian, baik istri maupun suami pun akan kompak saat menghadapi komentar keluarga besar maupun lingkungan sekitar. Karena pada dasarnya, kalian harus tetap saling support.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Haruskah Kita Membuat Resolusi Tahun Baru?

Tahun baru, resolusi baru! Apa harus selalu seperti itu? Apa kita masih perlu membuat resolusi tahun baru? Kalau iya, bagaimana cara membuat resolusi yang baik? Bagaimana supaya bisa tercapai?

Para ahli psikologi mengungkapkan, agar resolusi tahunan yang dibuat bisa tercapai, kita harus membuat resolusi dengan tujuan yang spesifik, terarah dan memiliki tenggat waktu untuk mewujudkan resolusi tersebut.

Professor Richard Wiseman dari University of Hertfordshire menyebut dalam penelitiannya bahwa dari 5000 orang yang membuat resolusi tahunan, kebanyakan dari mereka gagal memenuhi resolusi yang telah mereka buat. Hal ini terjadi karena mereka tidak memiliki arahan untuk mewujudkan rencana yang ada. Sehingga rencana-rencana yang ada pada resolusi mereka terasa berat untuk diwujudkan. Berikut ini 10 tips dari Professor Richard Wiseman agar resolusi tahunan yang dibuat bisa segera tercapai:

Bikin Resolusi itu Tak Perlu Banyak-Banyak, Cukup Satu Resolusi

pilihan

Ini hal paling keliru yang sering kita lakukan. Membuat resolusi tahun baru dalam daftar yang sangat panjang. Satu resolusi saja sudah cukup untuk tahun baru yang lebih baik. Semakin sedikit resolusi yang kita buat, semakin besar energi dan tekad kita yang terfokus untuk mewujudkan resolusi tadi. Buatlah satu resolusi besar yang punya poin pelaksanaan banyak dan berpengaruh terhadap seluruh kehidupan kita.

Resolusi Jangan Dibuat Pakai Sistem Kebut Semalam

malam tahun baru

Resolusi adalah perencanaan. Jadi jangan membuat resolusi sesaat ketika malam tahun baru. Tak usah menunggu malam tahun baru untuk membuat daftar resolusi yang ingin dicapai. Resolusi yang baik adalah resolusi yang menunjukan apa yang benar-benar Anda ingin capai atau perbaiki di tahun depan. Pikirkanlah dengan tenang apa yang benar-benar Anda mau dan ingin wujudkan di tahun baru mendatang dari jauh-jauh hari sebelum pergantian tahun.

Resolusi Tahun Lalu Sudah Basi, Jangan Digunakan Lagi

Mengapa demikian? Mengulang resolusi tahun lalu yang tak terwujud hanya akan menimbulkan penyesalan dan rasa bersalah pada diri kita. Karena kita pasti akan menyalahkan diri sendiri tentang mengapa resolusi tersebut tak bisa terwujud. Jadi, dari pada hanya berfokus pada rasa sesal dan bersalah, lebih baik kita menghindari hal tersebut dengan membuat daftar resolusi baru.

Jangan Ikut-ikutan Latah, Buatlah Resolusi Berdasarkan Pada Apa yang Diinginkan

barang barang

Jangan membuat resolusi karena mengikuti orang banyak atau teman. Serta jangan pula membuat resolusi yang umum-umum saja. Buatlah resolusi yang sesuai kehendak hati Anda. Hal apakah yang benar-benar Anda ingin wujudkan di hidup Anda tahun mendatang.

Jangan Cuma Ide, Buat Arahan yang Jelas Tentang Cara Mewujudkannya

arahan jelas

Setelah menentukan resolusi apa yang diinginkan, jangan lupa untuk menuliskan arahan-arahan apa saja yang bisa dilakukan untuk mewujudkan resolusi tersebut. Susunlah langkah-langkah nyata yang harus dilakukan, tentukan tenggat waktu dan pantau resolusi kita, sudah seberapa jauh pencapaiannya.

Beritahu Teman dan Keluarga, Supaya Mereka Bisa Ikut Membantu

pasangan

Memberitahu teman dan keluarga mengenai resolusi yang telah dibuat bisa sangat membantu loh. Di saat lupa atau capek dengan resolusi yang dibuat, teman dan keluarga bisa menjadi pengingat dan penyemangat.

Sudah Fokus Saja Pada Hasil yang Akan Didapat dan Berikan Reward untuk Diri Sendiri

reward

Memikirkan hasil yang akan diraih saat semua usaha dan upaya sudah dilakukan, bisa menjadi suntikan energi dalam mewujudkan resolusi yang telah dibuat.

Ketika resolusi sudah terwujud, jangan lupa untuk memberikan diri kita reward. Hal ini akan menambah kepercayaan diri agar bisa terus mewujudkan resolusi-resolusi yang ada.

Pantau Terus yang Sudah Dikerjakan

memantau

Memantau apa yang sudah dilakukan untuk mewujudkan resolusi yang ada sangat penting. Dengan begitu kita bisa melihat sudah sampai sejauh mana usaha dan upaya yang dilakukan.

Maju Terus

nasehat

Dalam usaha mewujudkan resolusi, pasti akan ada kegagalan. Namun, jangan jadikan hal tersebut alasan untuk berkecil hati. Kegagalan bukan alasan untuk menghapus resolusi yang sudah dibuat, evaluasi diri dan lanjutkan kembali tujuan yang sudah dibuat.

Sembari Menantang Diri untuk Konsisten Akan Resolusimu, Coba Ikutan Kuis yang Berhadiah Barang Baru

Yap, selain berusaha untuk tetap menjalankan semua resolusimu. Kamu tentu tak akan menolak kan jika mendapat barang baru di tahun baru ini? Nah untuk kamu yang sedang ingin ganti smartphone atau berniat beli action cam? Sebelum merogoh kocek dalam-dalam, kamu bisa lebih dulu ikut kompetisi #kerencarabaru dari Suzuki.

Hadiahnya pun cukup menarik loh. Caranya pun cukup mudah, kamu hanya perlu menggambarkan hal-hal yang belum kamu lakukan di masa lalu tapi akan dilakukan di tahun baru nanti. Tertarik ikutan? 

Nah begini caranya :

1. Buat foto atau Video yang menggambarkan perilaku yang tidak bisa dilakukan di masa lalu dan hanya bisa dilakukan di masa kini
2. Kunjungi situs kerencarabaru.suzuki.co.id kemudian download  frame yang disediakan
3. Edit foto atau video menggunakan aplikasi favorit kamu dengan memakai frame yang sudah didownload
4. Upload foto atau video yang sudah diedit ke instagram kamu
5. Sertakan hastag #KerenCaraBaru #KerenMasaKini  diawal caption dan buatlah caption menarik yang bisa mendukung posting foto dan video tersebut
6. Follow akun resmi Suzuki di @suzukiindonesiamotor dan @kerencarabaru
7. Info lebih lengkap bisa dilihat di ig @kerencarabaru atau kunjungi kerencarabaru.suzuki.co.id

Yuk ikutan, banyak hadiah menarik yang siap kamu menangkan!

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Community

10 Lagu Romantis Ini Dijamin akan Membuat Suasana Pernikahanmu Semakin Berkesan

Banyak hal yang harus kamu perhatikan untuk membuat pesta pernikahanmu berjalan dengan lancar dan manis untuk dikenang. Nah, biasanya para calon pengantin baru ini akan menyiapkan segala rencana pernikahannya dengan sangat matang. Selain dekorasi dan makanan yang enak, kamu juga perlu menyiapkan backsound yang romantis untuk membuat pesta pernikahanmu lebih bermakna.

Untuk kamu yang masih belum tahu ingin memilih lagu apa untuk diputar di pesta pernikahanmu nanti, berikut adalah 10 lagi yang recommended banget buat kamu.

1. Kasih Putih – Glenn Fredly

Biarkanlah kurasakan

Hangatnya sentuhan kasihmu

Bawa daku penuhiku

Berilah diriku kasih putih di hatiku

2. Akhirnya Ku Menemukanmu – Naff

Akhirnya ku menemukanmu

Saat hati ini mulai meragu

Akhirnya ku menemukanmu

Saat raga ini  ingin berlabuh

Jika nanti ku sanding dirimu

Miliki aku dengan segala kelemahanku

Dan bila nanti engkau di sampingku

Jangan pernah letih tuk mencintaiku

3. Cinta Terakhir – Ari Lasso

Kini usai sudah segala penantian panjangku

Setelah temukan dirimu duhai kekasihku

Hanya di hatimu akan ku labuhkan hidupku

Karena kaulah cinta terakhirku

4. Kamu yang Kutunggu – Rossa ft. Afgan

Kamu dikirim Tuhan untuk melengkapiku

Tuk jaga hatiku

Kamu hasrat terindah untuk cintaku

Takkan cemas ku percaya kamu

Karena kau jaga tulus cintamu

Ternyata kamu yang kutunggu

5. Tercipta Untukku – Ungu

Aku ingin engkau selalu

Hadir dan temani aku

Di setiap langkah yang menyakiniku

Kau tercipta untukku

6. Pilihanku – Maliq & D Essentials

Menjadi yang terakhir dalam hidupku

Maukah kau tuk menjadi yang pertama

Yang selalu ada di saat pagi ku membuka mata

Jadilah yang terakhir

Tuk jadi yang pertama

Tuk jadi selamanya

7. Teman Hidup – Tulus

Tetaplah bersamaku jadi teman hidupku

Berdua kita hadapi dunia

Kau milikku ku milikmu kita satukan tuju

Bersama arungi derasnya waktu

Kau milikku, ku milikmu

Kau milikku, ku milikmu

8. Hingga Akhir Waktu – Nine Ball

Takkan pernah ada yang lain di sisi

Segenap jiwa hanya untukmu

Dan takkan mungkin ada yang lain di sisi

Ku ingin kau di sini tepiskan sepiku bersamamu

Hingga akhir waktu

9. Sedari Dulu – Tompi

Kau adalah belahan jiwa

Kutahu itu sayang sedari dulu

Kau cinta yang hembuskan surga dunia di sepanjang nafasku

Kau adalah belahan jiwa

Aku cinta kamu sedari dulu

Dan aku takkan berpaling darimu

Hanya kamu

10. Anugerah Terindah yang Pernah Kumiliki – Sheila On 7

Sifatmu yang selalu redakan ambisiku

Tepikan khilafku dari bunga yang layu

Saat kau di sisiku

Kembali dunia ceria

Tegaskan bahwa kamu

Anugerah terindah yang pernah kumiliki

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Dari Segala Kesibukan yang Membosankan, Kita Butuh “Me Time” Demi Menjaga Kewarasan

Berdasarkan beberapa hasil temuan, manusia sekarang mengalami gangguan kejiwaan yang cukup signifikan. Dan salah satu hal yang mempengaruhinya adalah banyaknya tekanan atas gaya hidup manusiamo modern era sekarang.

Selanjutnya menjalani hidup dengan monoton serta terjebak dalam padatnya rutinitas harian, juga dipercaya mampu memburuknya kondisi psikis dan fisik seseorang. Kalau sudah begini, menyisihkan waktu untuk diri sendiri, jadi sesuatu yang amat kita butuhkan. Cobalah keluar dari segudang pekerjaan, dengan bersantai sejenak tanpa beban.

Sebab, menurut sebuah penelitian yang dilakukan Annals of Behavioral Medicine menyatakan, ketika kita meluangkan waktu minimal 15 menit sehari untuk menghibur diri. Hal tersebut mampu menurunkan tekanan darah, mengurangi stres, mengurangi resiko serangan jantung, serta mampu membuat pikiran terasa lebih tenang. Selain itu, ini juga membuktikan dapat membuat kita tetap waras. Baik kondisi psikis maupun fisik akibat berbagai tekanan pekerjaan.

Selain itu, ada beberapa manfaaat baik lagi yang juga bisa kamu dapatkan ketika menyisihkan sedikit waktu untuk “Me Time” dari aktivitasmu.

Jadi Ajang Kontemplasi untuk Bisa Berpikir Jernih

Coba bayangkan, setiap hari milikmu selalu digunakan untuk memikirkan segala sesuatu yang berkaitan dengan pekerjaan. Tak hanya, menyita perhatian saja hal ini juga selalu menguras fokus pikiran kita. Nah, dengan menyisihkan waktu untuk diri sendiri. Kamu bisa berpikir tentang banyak hal diluar pekerjaan.

Dan tak hanya menenangkan dan melahirkan ide-ide baru yang lebih cemerlang. Ajang kontemplasi juga bisa membantu kita menemukan produktivitas yang selama ini telah lama hilang. Bagaimana, menarik kan?

Lepaskan Semua Beban Pikiran Agar Terhindar dari Stres yang Menakutkan

Memilih untuk melakukan “Me Time”, serupa dengan menekan tombol “restart” pada komputer milikmu. Sebab sekuat dan sesibuk apapun kamu, tubuhmu selalu butuh waktu untuk berhenti sejenak untuk kemudian mengumpulkan tenaga lagi. Tak harus dilakukan dengan sesuatu yang terlihat besar, bepergian menghirup udara segar di akhir pekan boleh jadi pilihan.

Pastikan jika apa yang kamu lakukan, membuatmu lupa sebentar atas tumpukan laporan mingguan. Tugas yang belum diselesaikan, hingga rapat besar yang sudah menunggu di minggu depan. Mengistirahatkan diri sebentar untuk memperoleh amunisi yang kuat di hari mendatang.

Berguna Juga dalam Mempererat Hubungan Kita

Untuk kamu yang punya pasangan, tapi juga selalu sibuk dalam urusan pekerjaan. Tanpa harus merasa bersalah pada pasangan, cobalah beri ia pengertian jika kamu sedang butuh waktu untuk sendiri. Apalagi jika memang, sedang ada perdebatan yang belum menemukan titik terang.

Ambilah waktu untuk menepi sebentar, pikirkan semua hal yang sudah kamu dan si dia lakukan dengan tenang. Tak hanya menghantarmu pada rasa nyaman yang baru, “Me Time” juga akhir melahirkan pemikiran lain yang bisa jadi jawaban atas hubungan. Maka, bukan tak mungkin pula jika selepas ini. Hubunganmu dan pasangan, akan lebih erat dari waktu yang sebelumnya.

Sebagai Jalan untuk Menemukan Sesuatu yang Selama Ini Diinginkan

Merasa buntu atas semua hal yang selama ini sedang dijalani. Ada titik yang akan menghantarmu pada fase jemu. Tak tahu apa yang akan dipilih, tapi juga bingung akan hal yang sedang dijalani. Namun setelah “Me Time”, kamu bisa meyakinkan diri tentang apa yang selama ini diingini.

Sendirian, memberimu keleluasaan untuk menemukan hal-hal tanpa harus terdistraksi oleh pendapat dari luar. Kamu tak perlu merasa butuh mendengar apa pendapat orang. Semua hal yang kamu inginkan, bisa dengan mudah kamu lakukan. Lupakan semua yang ada pada luar diri, karena inilah saatnya kamu lebih tahu tentang apa yang kamu ingini.

Merasa Bisa Menikmati Hidup, Setelahnya Kita Bisa Lebih Produktif Lagi untuk Bekerja

Atas nama kesibukan dan segudang pekerjaan, kadang kala memaksa diri untuk tetap bekerja justru malah meciptakan beban baru dalam pikiran. Kamu mungkin mendadak akan merasa tak lagi bisa sproduktif dulu, pikiran terganggu, hingga beban lain yang menganggu konsentrasimu.

Memaksakan diri, mungkin boleh-boleh saja. Tapi hasilnya? Tentu saja tak akan maksimal. Istirahatlah sebentar. Cari kegiatan lain yang bisa membuatmu lupa pada pekerjaan. Pergi mencicipi beberapa kuliner di pinggir jalan, menginap sebentar ke luar kota di akhir pekan, atau sekedar bersantai membaca buku di rumah.

Sebab setiap kali kita berhasil mendapatkan waktu berkualitas untuk menenangkan diri sendiri. Kita akan lebih mudah berkonsentrasi lagi. Hasilnya, kita bisa kembali bekerja dengan produktivitas yang lebih baik dari sebelumnya. Jadi, kapan mau “Me Time?”

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top