Tips

Karena Mewujudkan Mimpi Tak Pernah Bisa Sendiri

dellie pemanah

Memiliki mimpi adalah satu hal, tapi berusaha mewujudkannya adalah perkara yang lain. Yup, semua orang bisa jadi punya mimpi, alias tujuan yang dipendamnya dalam hati. Tapi tidak semua orang berani untuk melangkah ke next level demi mewujudkan impian tersebut.

Ketidak beranian ini muncul akibat kita sering salah memperlakukan mimpi kita sendiri. Hal paling sering adalah dengan berkata “nanti kalau…”. Banyak dari kita menunggu datangnya waktu yang tepat untuk mewujudkan keinginan dalam hidup. Misalnya, ingin punya usaha sendiri, nanti kalau tabungan sudah mencukupi atau nanti kalau sudah mapan di dunia pekerjaan.

Ini kekeliruan karena sesungguhnya “saat yang tepat” itu tidak akan pernah ada. Tidak ada waktu yang sempurna untuk mengejar mimpi. Akan selalu ada alasan untuk melihat bahwa waktunya bukan sekarang dan waktunya belum tepat.

Apalagi biasanya kita selalu beralasan mewujudkan mimpi itu nanti, kalau saya sudah jago, dan ahli di bidang itu. Padahal sesungguhnya, kita akan lebih banyak belajar jika kita terjun langsung dan praktek dibanding jika kita hanya belajar teori dan menunggu diri menjadi ahli. Karena itu sesungguhnya saat yang tepat itu adalah saat ini juga. Tidak menunda adalah jalan yang pas untuk memenuhi mimpi.

Kekeliruan lain yang sering kita lakukan adalah menjadikan mimpi itu milik sendiri. Percayalah jika mimpimu besar maka kamu akan membutuhkan hal-hal lain diluar dirimu untuk membawamu ke next level.

Seberapa pun Mandirinya Kamu, Sertakan Orang Tuamu Dalam Mimpimu

dellie

Kamu pasti kenal Dellie Threesyadinda, pemanah berparas cantik asal Indonesia. Prestasinya tak lagi bisa dianggap remeh, karena wanita berusia 25 tahun ini adalah peraih perak diajang World Cup Panahan di Inggris.

Ia memang berbakat alami, namun tak bisa dipungkiri dukungan orang tua berperan besar dalam karir olahraganya. Sang ibu, Lilies Handayani, merupakan orang pertama yang meraih medali pertama untuk Indonesia pada ajang Olimpiade pada tahun 1988. Cabang olah raga sang ibunda? Yup, panahan! Sementara Ayahnya adalah Deny Triyanto yang juga merupakan atlit panahan.

Dellie mengaku bahwa sedari bayi, ia sudah dibawa sang ibu ke lapangan panahan. Wajar jika kemudian ketertarikannya menjadi kuat pada cabang olahraga ini.

Bahkan hal yang bisa dianggap paling seru adalah pada tahun 2007 saat ia harus melawan ibunya sendiri di ajang Asia Grand Prix Iran. Kala itu ia harus puas kalah dari sang ibu, namun tetap bisa membawa pulang medali perunggu.

Bakatmu Mungkin Luar Biasa, Tapi Tanpa Mentor Kamu Tak Akan Menemukan Arah Yang Tepat

kejar mimpi

Dellie memang termasuk beruntung karena orang tuany sekaligus berperan sebagai mentornya. Namun tidak semua beruntung seperti dia. Joey Alexander misalnya yang sukses di ajang Grammy Awards kemarin. Anak berusia 12 tahun ini, memang punya skill yang luar biasa yang mampu membawanya ke level tinggi dunia.

Keberhasilannya disebut tak lepas dari peran Indra Lesmana sebagai mentornya. Ayah Joey yang merasa kemampuannya tak cukup untuk mendukung perkembangan sang anak, berusaha mencarikannya mentor terbaik. Disinilah Joey kemudian bertemu dengan Indra Lesmana.

Joey kecil sering duduk di samping Indra ketika musisi legendaris itu berada di atas panggung. Indra memberikan arahan dan pengalaman bagi Joey saat berada di depan orang banyak. Dengan bersandingan langsung, ia bisa menyerap dengan cepat ilmu musik jazz yang diturunkan oleh mentornya tersebut.

Bermimpilah Untuk Orang Lain, Maka Mereka Akan Jadi Pendukung Setiamu

jabat erat

Dellie Threesyadinda mengakui bahwa dulu tujuannya hanyalah prestasi individu belaka.

Namun belakangan ia mengalihkan fokusnya untuk orang lain. Ia berkeinginan membangun yayasan untuk memberikan beasiswa bagi atlit panahan yang berprestasi.

Tujuan lainnya adalah untuk makin mempopulerkan olahraga panahan di Indonesia. Dara kelahiran 1990-an ini menyadari kurang populernya cabang ini di negaranya sendiri. Maklum panahan masih dianggap olah raga mahal. Padahal menurutnya banyak klub yang menyewakan alat untuk atlit pemula dengan harga yang tidak begitu mahal. Karena itu ia berkeinginan mengkampanyekan olah raga panahan ini untuk orang banyak.

Lingkungan Fisikmu Harus Mampu Mendukung Mimpimu

dellie pemanah

Suka tidak suka, lingkunganmu harus bisa membawamu ke tingkatan berikutnya. Kita harus menyadari kapan lingkungan kita sudah terlalu kecil untuk menampung semua mimpi besar kita. Saat itulah kita harus “pindah”.

Penyanyi Anggun misalnya yang akhirnya memilih pindah ke Prancis. Ini bukan soal bahwa ia tidak cinta negara. Namun semata karena kemudahan urusan administrasi untuk mendukung mimpinya. Anggun menyebut, setiap 3 bulan sekali ia harus kembali mengurus visa jika ia tetap berisikeras tinggal di Indonesia. Tentunya akan jadi pengjambat mewujudkan mimpinya.

Joey Alexander juga diboyong dari Bali ke Jakarta untuk alasan yang sama. Sulit mencari mentor Jazz yang tepat dan mencarikan panggung untuk Joey jika ia tetap di Bali. Kejelian sang Ayah akhirnya membawa mereka menjejak Jakarta hingga negeri Paman Sam yang berujung pada tampilnya Joey di ajang Grammy.

Partner Terdekatmu Harus Siap Membawamu Ke Next Level

samsung

Siapa sungguhnya partner terdekatmu, yang selalu mendampingi, dan tak pernah lepas? Yup, gadget yang kini ada di sakumu. Sepuluh tahun lalu mungkin aneh jika menyebut gadget dan smartphone sebagai partner. Namun, saat ini hal tersebut tidaklah berlebihan.

Smartphone-mu tidak lagi hanya sebagai alat komunikasi, namun bisa jadi sumber pengetahuan dan informasi untuk membawamu ke next level. Siapa yang bisa mengatur jadwalmu dengan baik? Siapa yang bisa menemanimu mengukur efektivitas latihanmu? Siapa yang bisa mencarikanmu informasi terbaik? Semua jawaban atas pertanyaan-pertanyaan tersebut adalah smartphone.

Bakat itu cuma 10 persen dari sebuah kesuksesan, sisanya adalah kerja keras. Kamu harus bisa memastikan partner yang menemanimu selalu dekat di saku dan siap untuk mengantarmu ke level selanjutnya bukan?

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Yakin Pacarmu Setia? Coba Tanyakan Beberapa Pertanyaan Ini Padanya!

Bukan bermaksud untuk menggoyahkan kepercayaanmu pada sang pacar, namun yang namanya kesetiaan ‘kan perlu dibuktikan. Meki kadang kita pun bingung bagaimana cara menyampaikan rasa keingintahuan tersebut dengan cara yang tepat.

Yap, dengan alasan tak mau membuat pacar tersinggung, sebagian dari kita justru lebih memilih diam, tak memperpanjang pertanyaan. Walau ada beberapa kegundahan yang memang perlu disampaikan.

Nah, kali ini, demi membantumu, ada beberapa pertanyaan yang bisa kamu pakai untuk meyakinkan diri jika si dia memang setia. Dan jika jawabannya memang terdengar menyakinkan, maka tak perlu ada yang kamu ragukan.

“Kamu Mau Tidak, Menerima Aku Apa Adanya?”

Iya sih, kata Tulus kita tak boleh mencintai apa adanya. Tapi, kamu perlu paham kalau sebagai pihak yang menanyakan ini konteksnya agak berbeda. Karena tujuan awal memang ingin mempertanyakan kesetiaan, maka kalimat ini bisa kamu jadikan pertanyaan.

Selanjutnya kamu boleh menilai, apa balasan yang ia sampaikan padamu tentang pertanyaan yang barusan kamu katakan. Jika memang dirasa cukup menguatkan, maka bertahan tak salah untuk kamu lakukan.

“Kalau Aku Minta Kamu Gambarkan Kesetianmu dengan Tiga Kata, Kamu Akan Bilang Apa Sama Aku?”

Beberapa sosok yang tidaklah benar-benar sayang, mungkin akan buru-buru mencari kata atau kalimat paling manis untuk didengar pasangan. Tapi dia yang benar-benar setia, mungkin akan menjawabnya dengan kalimat sederhana yang penuh makna. Tak berisi banyak janji, tapi apa yang ia jadikan jawaban adalah sesuatu yang ia yakini bisa diberikannya padamu.

“Mantanku Hubungi Aku Lagi, Kira-kira Apa yang Harus Aku Lakukan?”

Jika dia yang kamu panggil pacar akan buru-buru marah dan terlihat tak senang. Itu artinya, ada hal yang perlu kamu pertimbangkan lagi untuk tetap menjadikannya pasangan. Cemburu mungkin sah-sah saja, tapi tergesa-gesa untuk marah dan emosi hanya karena seseorang yang ada di masa lalu pasangannya, jelas tak baik.

Cobalah simak penuturannya, tentang bagaimana respon yang akan ia sampaikan perihal mantan yang kini tiba-tiba datang.

“Dari Sekian Banyak Orang, Kenapa Kamu Milih Aku Untuk Jadi Pacar?”

“Karena kamu itu…” jelas sudah terdengar biasa, apalagi jika kata selanjutnya adalah bualan receh yang biasa dipakai oleh lelaki remaja. Ini perlu kamu dengarkan dengan seksama. Karena dari sini, kamu bisa menilai bagaimana ia menempatkanmu dalam hidupnya.

Entah sebagai pacar biasa, sebagai pacar sementara, atau sebagai calon teman hidup yang akan menemaninya hingga tua. Pasang telinga dan duduklah, dengarkan baik-baik apa yang menjadi alasannya.

“Aku Pasti Sering Sibuk Kerja, Kamu Siap Menerimanya?”

Untuk urusan ini, memang perlu kita diskusikan dengan pacar mulai dari sekarang. Sebab, sebuah hubungan hanya akan bisa berjalan lancar, jika keduanya dapat saling mendukung dan terbuka atas apa yang menjadi keresahan.

Kamu mungkin khawatir ia akan protes karena sebagian besar waktumu tersita untuk bekerja. Untuk itulah kamu perlu bertanya padanya. Jika ternyata ia bisa memahami dan memaklumi kesibukan yang kamu punya, rasanya ia pantas untuk dipertahankan maupun dijadikan pasangan masa depan.

“Diriku Bukanlah Anak Orang Berada, Kamu Siap Untuk Hidup Sederhana?”

Sosok yang benar-benar setia tak akan memintamu untuk melakukan hal-hal yang sejatinya tak bisa kamu lakukan untuknya. Maka, sedari sekarang kamu boleh sampaikan, sejauh mana kemampuanmu untuk membahagiakannya kelak, dan apa saja yang mungkin sulit untuk kamu berikan padanya.

Dari reaksinya, kamu akan bisa tahu dan menimbang rasa. Apa yang memang benar-benar ia inginkan darimu. Hidup bersama untuk bersenang-senang saja, atau menikmati semua hidup dalam suka dan duka.

“Suatu Saat Nanti, Aku Mungkin Akan Tua dan Tak Lagi Gagah. Kamu Yakin Masih Akan Mencintaiku dengan Rasa yang Sama?”

Hidup terus berjalan, kita bisa saja yakin untuk mencintainya dengan rasa yang sama. Tapi isi hatinya, tak ada yang bisa menerka. Untuk itulah kita perlu bertanya, sanggupkan ia akan tetap mencinta jika kelak sudah menua?

Setiap orang memang boleh saja ingkar, tapi setidaknya jawaban atas pertanyaan yang kita sampaikan, boleh jadi alasan, mengapa akhirnya kita memilihnya sebagai teman hidup di masa depan.

Jadi kapan, kamu akan bertanya pada pacarmu?

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Adakah yang Salah dari Seseorang yang Tak Suka Bepergian Setiap Kali Libur Panjang Lebaran?

Selepas libur panjang lebaran yang baru saja usai, ada beberapa pertanyaan yang mungkin datang. Kemana saja kamu selama liburan? Atau kenapa kamu tak kemana-mana selama liburan?

Untuk kamu yang memang tak begitu menyenangi keramaian, yang jelas akan menjadi suguhan. Menghabiskan waktu untuk bersantai di rumah, mungkin sudah jadi kebiasaan baik yang selama ini kamu lakukan. Anehnya, mereka yang mengaku sebagai teman, justru kerap merasa bingung, mengapa kamu lebih suka bepergian saat semua orang bekerja, dan duduk manis di rumah saat semua orang pergi liburan bersama.

Yap, merasa sedang diintrogasi atas sebuah kesalahan. Kamu yang memang lebih senang menghabiskan jatah cuti lebaran dengan bersantai di rumah,beberapa hal ini mungkin jadi sesuatu yang sedang kamu rasakan.

Sejak Awal Tahun Sudah Bekerja, Kali Ini Biarkan Kami Bersantai di Rumah

Nah, ini mungkin jadi alasan logis yang sedang dipikirkan. Coba bayangkan, Setelah libur tahun baru kemarin, kita sudah bekerja penuh. Mengurungkan rasa lelah dan capek demi tanggung jawab di tempat kerja. Sampai, meski kurang enak badan pun. Kita masih semangat untuk bekerja.

Maka kali ini, daripada sibuk bertanya mengapa kami tak kemana-mana selama libur lebaran tiba. Jawabannya mungkin, karena kami ingin lebih menikmati waktu bersantai di rumah dengan sanak saudara.

Berkumpul dengan Keluarga Besar Jadi Momen Langka, Ini Saat yang Tepat Untuk Menikmatinya

Berpuasa sebulan penuh, kemenangan di hari Idul Fitri memang ditandai dengan saling bermaaf-maafan dengan semua keluarga besar dan semua kerabat kita. Jika selama ini, waktu yang kita punya selalu terkuras untuk perkara pekerjaan. Kali ini biarkan, diri untuk bisa lebih menghargai kebersamaan yang sedang dilakoni bersama.

Entah itu sekedar duduk-duduk sembari bercerita bersama, menikmati santapan lebaran yang ada di rumah, hingga mengadakan kegiatan lain yang masih bisa dilakukan bersama dalam rumah.

Semuanya sah-sah saja, karena tujuan utamanya adalah menikmati momen bersama dengan keluarga.

Lagipula Semua Orang Berlibur Serentak, Semua Tempat Wisata Pastilah Padat

Gambarannya begini, liburan lebaran kan dirayakan hampir semua orang. Baik yang merayakan lebaran atau yang tidak. Nah, biasanya ini akan jadi kesempatan untuk menyambangi tempat-tempat wisata. Dari sini kita sudah punya gambaran, berapa banyak orang yang akan kita temui disuatu tempat yang mungkin akan dikunjungi bersama.

Maka, memilih untuk menghabiskan waktu libur lebaran untuk bersantai di rumah. Bukanlah sebuah pilihan yang salah, karena ini akan jauh lebih terasa menyenangkan untuk kita. Daripada harus pergi berwisata tapi berdesak-desakan dengan pengunjung lain. Karena semua orang sama-sama liburan.

Daripada Harus Menghabiskan Waktu Dijalan, Lebih Baik Istirahatkan Badan

Perkara lain yang juga jadi bahan pertimbangan adalah kondisi jalanan yang akan kita tempuh bersama, ke tempat yang mungkin akan dijadikan tujuan. Kalau kamu yang kebetulan tinggal di Jakarta, dan akan menyambangi tempat-tempat di sekitaran pusat kota. Mungkin tak akan ada halangan jalanan macet seperti biasa. Tapi, lain ceritanya jika libur lebaranmu yang dihabiskan di kampung halaman di daerah.

Bukan apa-apa, jumlah orang yang pulang ke kampung halaman tiap kali lebaran. Pastilah ramai dan jauh lebih banyak dari biasanya. Bukannya, menikmati liburan di tempat tujuan. Jangan-jangan kita hanya akan terjebak di jalanan. Kalau sudah begini, duduk manis di rumah lebih baik dijadikan pilihan.

Toh Setiap Orang Punya Cara yang Berbeda Untuk Menikmati Liburannya…

Hal lain yang juga mesti dipahami setiap kita adalah, perbedaan pola pikir dan cara pandang masing-masing manusia. Kamu mungkin menilai, pergi berlibur di masa lebaran jadi pilihan yang menyenangkan.

Tapi disisi lain, ada juga manusia yang seperti kami. Manusia yang lebih memilih berdiam diri di rumah, dan menikmati kebersamaan yang ada. Karena tak mau dipusingkan dengan hal-hal luar yang justru tak akan mendatangkan kesenangan.

Karena baik bagi kita, belum tentu baik untuk yang lainnya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Setelah Donat Mie, Kini Donug yang Berbahan Rempah dan Ayam Kembali Populer

Setelah Es Kepal Milo, lalu Donat Mie yang kemarin jadi list makanan yang banyak diburu orang. Baru-baru ini, ada lagi jenis makanan baru yang mendadak populer di kalangan para pecinta kuliner. Terlebih para netizen yang kerap mencari referensi makanan dari laman Instagram.

Sumber : www.instagram.com/ramayeux/

Yap, makanan tersebut adalah cronut. Salah satu jenis kuliner yang merupakan gabungan dari croissant dan donat yang diberi nama Donug. Makanan ini lahir dari olahan seorang pria asal Skotlandia bernama Crag Carrick. Crag menambahkan beberapa bahan yang berbeda pada olahan Donugnya. Dan hal itu pulalah yang membuat kreasinya berbeda. Ia menambahkan ayam dan campuran beberapa rempah untuk menyempurnakan rasa racikannya.

Sumber : www.instagram.com/sharktankau/

Mengutip dari Evening Standart, donug mulai viral ketika Crag dan sang istri memerkan hasil kreasi mereka di salah satu stasiun televisi di Australia. Cara pengolahannya pun terbilang cukup mudah, sebab kata Crag, dirinya hanya butuh mencampur adonan donat dengan ayam buras dan rempat-rempah. Kemudian melumuri adonan dengan tepung jagung serta roti, lalu menggorengnya.

Disajikan dengan berbagai macam bumbu, mulai dari kari Jepang, keju Dijon bechamel dan saus pedas. Konon berkat kreasi miliknya ini, Crag mendapatkan tawaran investasi yang cukup besar. Hem, kira-kira kamu tertarik tidak untuk mencoba membuat Donug ala Crag ini?

 

 

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top