Feature

Karena Anti Sosial Atau Ansos Tak Sesederhana Kelihatannya, Berhentilah Menghakimi Dia Yang Ansos!

Introvet adalah salah satu jenis kepribadian yang tak lagi asing terdengar di telinga. Namun ternyata masih banyak orang yang salah mengartikan sifat pendiam sebagai tanda kepribadian introvert. Meski hidup di era serba sosial media, masih ada beberapa orang yang tidak ingin bersosial atau kerap di sebut dengan istilah “anti sosial”.

Menjadi masalah saat kebanyakan orang salah kaprah menganggap orang introvert itu anti sosial, pada kenyataannya anti sosial dan introvert itu hal yang berbeda. Kalau introvert masih bisa bersosialisasi, dia masih mau nongkrong dengan teman-teman dan masih bisa berhadapan dengan banyak orang meskipun dia lebih nyaman dan senang pada saat sedang sendiri. Nah kalau anti sosial sudah tidak lagi memperdulikan kepentingan orang lain dan lebih mementingkan hasratnya sendiri.

Istilah “ansos” yang sering diucapkan seseorang untuk memberikan tanda buat orang yang tidak mau bergaul atau penyendiri memang tidak semuanya salah. Tapi tahu tidak sih sebenarnya apa itu anti sosial? Jika selama ini kamu menyebut temanmu ansos apakah sudah benar dia anti sosial atau dia hanya introvet saja? Orang yang anti sosial itu bahaya atau tidak kalau terus dibiarkan? Lalu jika memiliki teman yang anti sosial, kita harus bagimana?

Jangan Panggil Temanmu Yang introvert Itu Ansos Ya, Karena Ternyata Ansos Itu Salah Satu Gangguan Kepribadian!

Di atas sudah dijelaskan sekilas tentang perbedaan introvert dan juga anti sosial. Nah, karena kepribadian seseorang terbentuk dari emosi, pikiran dan sikap pada masa lalu jadi ada berbagai kemungkinan yang menjadi penyebab seseorang mengalami kecenderungan menjadi anti sosial. Gangguan kepribadian anti sosial biasanya ditandai dengan pola perilaku yang eksploitatif, penuh tipu muslihat, mengabaikan hukum, melanggar hak orang lain, serta kasar (cenderung kriminal) tanpa motif yang jelas atau logis. Sikap yang seperti itu jika dibiarkan bisa membuatnya jadi sosok psikopat.

Tidak ada asap kalau tidak ada api, penyebab perilaku tersebut biasanya terbentuk dari berbagai kegagalan yang dia rasakan, baik kegagalan di dalam keluarga, pendidikan, atau saat menyesuaikan diri di masyarakat. Pelampiasan atas harapan yang tidak sesuai dengan kenyataan juga bisa menjadi penyebab kenapa seseorang akhirnya menarik diri dari kehidupan sosial dan memutuskan untuk menyendiri.

Kalau Teman Kamu Punya Ciri Perilaku Seperti Ini, Ada Kemungkinan Dia Anti Sosial

Karena introvert dan anti sosial itu berbeda jauh, ada ciri-ciri spesifik orang yang mengidap gangguan kejiwaan yang satu ini. Dia yang anti sosial biasanya jarang berbicara dengan orang lain, bahkan cenderung menghindari kontak mata apa lagi saat terlibat pembicaraan terlalu lama dengan orang lain. Sekilas memang mirip dengan kepribadian introvert, tetapi kalau introvert masih bisa dan mau bicara bahkan bergaul dengan orang lain. Sedangkan orang yang anti sosial akan berusaha keras untuk tidak bicara dengan siapa pun.

Orang yang anti sosial juga akan lebih egois karena hanya keinginannya yang harus dimengerti. Orang yang anti sosial punya teman untuk berbincang, tetapi biasanya bukan manusia melainkan hewan peliharaan. Selain itu dia juga punya kecenderungan hidup dimasa lalunya karena trauma yang berkepanjangan dan membuatnya enggan untuk membuka diri karena alasan takut kejadian masa lalunya terulang lagi.  Jika terpaksa berada di dalam suatu lingkungan, dia akan cenderung tidak dominan atau tidak mau menunjukkan dirinya di depan umum alias tidak narsis seperti kebanyakan orang pada zaman sekarang.

Bagaimanapun Juga  Kodrat Manusia Adalah Mahluk Sosial, Ini Cara Agar Orang Yang Anti Sosial Bisa Hidup Kembali Normal

Kalau kamu sudah tahu penyebab dan ciri-ciri perilaku orang yang anti sosial, jangan langsung menjudge atau bahkan langsung menjauhinya. Hanya karena orang yang anti sosial punya kecenderungan untuk menjadi psikopat karena sudah tidak bisa mengendalikan emosinya, bukan berarti tidak bisa disembuhkan. Jika kamu menemukan orang terdekatmu seperti itu, dekati pelan-pelan agar dia tidak melakukan penolakan saat kamu mencoba menyembuhkannya.

Karena anti sosial adalah salah satu gangguan kepribadian yang dialami seseorang, maka harus ada penanganan yang tepat untuk seseorang yang mengalami kecenderungan anti sosial. Untuk menyembuhkan ada dua metode yang bisa digunakan untuk mengobati gangguan ini, yaitu melalui psikoterapi dan pemberian obat. Perawatan yang diberikan oleh psikiater ini harus dilakukan oleh yang berpengalaman dalam mengatasi gangguan anti sosial ini. Tujuannya adalah untuk membantu melepaskan akar penyebab masalah yang dihadapinya, baik dimasa lalu atau pun dikehidupannya sekarang.

 

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Tips Sukses dari CEO Apple : Jangan Buang Waktu Buat Urusi Masalah Orang

Menjadi sukses jelas jadi mimpi semua orang. Berbagai macam kiat pun kita lakukan untuk mendapatkan kesuksesan. Nah, baru-baru ini miliarder CEO Apple ins, Tim Cook berbagi salah satu tips sukses jika kamu ingin seperti dirinya.

Dilansir dari laman CNBC, miliarder ini berkata, jika kamu ingin sukses maka aturlah waktu sebaik mungkin. Untuk itu, beliau berpesan agar tidak menghabiskan waktu hanya demi mengurusi masalah orang lain. Dan ternyata, petuah baik tersebut ia terima dari pendahulunya, mendiang Steve Jobs. Cook mengatakan bahwa dulu ia pernah mendapatkan pesan dari Jobs untuk selalu mengatur waktunya sebaik mungkin.

“14 tahun lalu, Jobs pernah berbicara dan bepesan: ‘waktu Anda sangat sedikit, untuk itu jangan menghabiskan waktu tersebut untuk mengurus masalah orang lain,’ “ ujar Tim Cook.

Dengan melakukan hal tersebut, kita memiliki lebih banyak waktu untuk bekerja dan mempersiapkan segala sesuatu yang kita butuhkan untuk bekerja atau melakukan sesuatu. Untuk itu, ia berpesan agar semua orang mengerjakan apa yang ia sukai. Karena pilihan ini akan membuat pekerjaan tak akan terasa berat. 

“Ada pepatah yang mengatakan jika Anda melakukan apa yang disuka, maka Anda tidak akan pernah tidak bekerja sehari pun,” ujar Cook, masih dilansir dari laman serupa. 

Dan itulah yang juga selalu diterapkan olehnya di Apple, terbukti dengan hasil yang ia kerjakan berhasil membuat Apple bangkit kembali pada saat perusahaan ini diambang kebangkrutan. Dirinya juga menambahkan jika seseorang mengerjakan sesuatu yang disukainya, maka ia tidak akan pernah merasa terbebani saat jika harus bekerja lebih keras lagi.

“Anda akan bekerja lebih keras daripada yang pernah dibayangkan, namun itu akan tetap terasa ringan,” ujar dia.

Jadi jangan heran, kalau setiap hari CEO dari Apple inc ini selalu bekerja lebih keras dengan mulai bangun jam 4pagi setiap hari.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Hati-hati! Peneliti Bilang Cairan Rokok Elektrik Merusak Sel Pelapis Pembuluh Darah

Sejauh ini, banyak yang menilai jika rokok elektrik lebih aman dari rokok tembakau batangan. Padahal studi terbaru menemukan, jika cairan yang terkandung dari rokok elektrik dapat memberikan pengaruh buruk pada kesehatan jantung seseorang.

Yap, penelitian terbaru menemukan, cairan dengan varian rasa pada vape merusak sel-sel yang melapisi pembuluh darah. Hasil penelitian ini diterbitkan dalam Journal of American College of Cardiology pada Mei lalu. Dengan demikian, hasil ini menambah bukti bahwa cairan rokok elektrik dapat menghambat fungsi sel-sel tubuh yang berperan dalam kesehatan jantung.

“Masyarakat berpendapat bahwa rokok elektrik lebih aman, padahal tidak selalu,” ujar penulis studi sekaligus pakar kardiovaskular, dr Joseph Wu, melansir dari CNN. Hal ini diyakini berasal dari bahan kimia penyebab kanker yang lebih sedikit dan rasa manis pada rokok elektrik yang dianggap tidak berbahaya.

Karena dalam studi ini, tim peneliti menemukan bukti efek toksik pada sel-sel yang melapisi pembuluh darah dan melindungi jantung. Beberapa bukti itu termasuk di antaranya gangguan pada fungsi sel dan munculnya tanda-tanda peradangan.

Para peneliti juga mengamati bagaimana respons sel saat bersentuhan dengan cairan rokok elektrik. Dan dampak yang paling terlihat pada cairan dengan rasa kayu manis.

“Komponen rasa mana yang paling bertanggung jawab atas efek-efek ini serta cara kerjanya belum diketahui jelas,” ujar Wu.

Mengetahui hasil studi tersebut, sekelompok ahli kardiovaskular lain dari University of Massachusetts memberi saran kepada para peneliti untuk melakukan tes pada sampel hewan.

“Studi ini datang di tengah kekhawatiran yang berkembang bahwa produk vape dengan pilihan rasa mungkin lebih berbahaya daripada yang diperkirakan sebelumnya,” ujar mereka.

Karena sebelumnya, studi pada 2018 lalu menunjukkan, penggunaan rokok elektrik harian berisiko terhadap serangan jantung, meski dengan probabilitas yang lebih rendah daripada perokok tembakau. 

“Kita melihat semakin banyak bukti bahwa rokok elektrik berhubungan dengan peningkatan risiko serangan jantung,” ujar pakar kardiovaskular NYU Langone Health, dr Lawrence Phillips, mengomentari penelitian tersebut.

Akan tetapi, meski demikian, menurut Phillips, tindakan untuk membandingkan rokok tembakau dengan rokok elektrik. “Hal yang kita temukan adalah bahwa keduanya memiliki risiko kesehatan,” pungkasnya. 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Buatmu yang Menolak Mencuci Handuk Seminggu Sekali

Tak peduli handukmu masih wangi atau tidak, jika sudah seminggu, sudah ada bakteri yang berdiam diri disana. Dan ini berlaku juga untuk seprei yang menempel di kasur tempat tidurmu. Pada dasarnya, bakteri dan jamur akan mulai menumpuk setelah handuk digunakan untuk mengeringkan tubuh. Namun pertumbuhan bakteri dan kuman bisa melambat jika handuk tidak lembap atau segera dikeringkan setiap kali selesai digunakan. Agar lebih paham, kamu perlu tahu beberapa fakta yang terjadi atas handukmu bahkan sejak 3 kali pemakaian.

Bakteri Sangat Mudah Berlipat Ganda Pada Handuk Kita

Anggapan jika handuk hanya digunakan untuk menggosok tubuh setelah mandi, membuat kita berpikir bahwa kain tersebut tidak kotor kan? Lagipula ditaruhnya pun digantungan, sehingga besar kemungkinan ia terhindar dari debu atau kotoran lain. Tapi, itu yang kita bayangkan.

Padahal yang sesungguhnya terjadi, ketika kita menggunakan handuk selepas mandi itu akan jadi awalan untuk bakteri berkembang biak di sana. “Itu terus menumpuk saat kamu menggunakan handuk lagi, hari demi hari,” kata Chuck Gerba, PhD, profesor mikrobiologi di University of Arizona.

Bahkan nih, sebuah studi yang dipimpin oleh Dr. Gerba menemukan jika handuk bekas memiliki bakteri coliform 1.000 kali lebih banyak daripada yang baru dibeli. Ditambah lagi, bakteri menyukai lingkungan yang gelap dan lembab, sehingga mereka akan tumbuh subur di kamar mandi beruap dengan pintu tertutup, tempat dimana kita menggantungkan handuk. Dengan kata lain, handuk jadi salah satu benda tempat bakteri paling banyak bersarang.

Dan Hasilnya Bisa Membuat Kulit Infeksi dan Jerawatan

Ingat ya, menggosok wajah dengan handuk kotor membuat kita beresiko terkena infeksi. “Ketika kita menggunakan handuk dengan penuh semangat, kita sering menggaruk kulit tubuh dan wajah,” kata Dr. Gerba.

Nah kerusakan kecil di kulit kita — yang munkgin jarang diperhatikan — memberi jalan masuk bagi bakteri ke dalam tubuh. Namun, hal tersebut menjadi sesuatu yang “sangat tidak biasa” jika tubuh justru menerima penyakit dari handuk kita, kata Aaron Glatt, MD, FACP, FIDSA, FSHEA, juru bicara Masyarakat Penyakit Menular Amerika dan ketua kedokteran dan epidemiologi rumah sakit di South Rumah Sakit Komunitas Nassau.

Memang sih, kuman tersebut tidak membuat kita sakit. Tetapi kita jadi pihak yang justru menjemput penyakit dari handuk tersebut, dan mempersilahkan mereka berkembang biak dalam tubuh kita.

Maka jika cenderung berjerawat, itu artinya kita perlu untuk mencuci handuk setiap kali menggunakannya. Sebab, saat kita menggosok kulit dengan handuk, bersamaan dengan itu pustula kulit pun terbuka, hal ini sekaligus jadi jembatan bagi bakteri yang ada di handuk kita untuk menyerang kulit yang kemudian berubah jadi jerawat.  

Untuk Itu, Begini Cara Menjaga Handukmu Senantiasa Sebersih Mungkin

Meski katamu tak ada orang lain yang memakai atau menyentuh handukmu. Para peniliti dan ahli kulit yang namanya sudah disebutkan diatas, menyarankan agar kamu selalu mencuci handuk setidaknya setiap dua atau tiga hari sekali. Lebih dari itu, siap-siap saja akan ada mikroorganisme yang berkembang disana dan membuat handukmu kotor.

“Kita mungkin tidak sakit setelah menggunakan handuk selama dua minggu, tetapi bukan itu intinya,” kata Dr. Tierno. “Apakah kita akan mengenakan pakaian dalam yang kotor (kecuali ada keadaan darurat) setelah mandi bersih?” Ini sangat mirip dengan apa yang kita lakukan setelah beberapa kali memakai handuk dalam posisi yang masih kering. Dan tak hanya handuk, kamu juga diminta untuk membersihkan benda lainnya. “Saat kamu melakukannya, jangan lupa untuk mencuci barang-barang lain yang tidak cukup bersih juga”. sambung Dr.Tierno lagi. 

Selain kebiasaan untuk mencuci handuk pada durasi waktu yang sudah disebutkan tadi. Kita juga wajib memastikan jika handuk selalu dalam posisi kering setelah pemakaian. Ya, setidaknya taruh ia pada tempat kering yang bisa mengurangi kelembapannya setalah dipakai melap tubuh yang basah.

Alih-alih melipatnya, kita lebih disarankan untuk menjemurkan. Sehingga dengan begitu, kondisi handuk bisa tetap kering. Nah, sekarang kita sudah tahu bagaimana cara untuk menjaga kebersihan handuk kita. Jadi tak ada alasan lagi untuk tetap memakai handuk hingga berminggu-minggu lamanya. Tapi jika kamu memang ingin tubuhmu diserang kuman dan wajahmu jadi berjerawat, ya silahkan saja.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top