Feature

Kamu yang Setiap Hari Hobi Main Instagram, Pasti Pernah Kepikiran Mau Jadi Selebgram

Tahu nama-nama seperti Awkarin, Clairine Clay, Abel Cantika, Devina Aureel, Cindercella, hingga Tyna Kanna Mirdad? Kamu yang setiap hari (atau mungkin setiap waktu) berkutat dengan Instagram, pasti pernah dengar salah satu dari nama-nama tersebut, ‘kan?

Lucu ya, sekarang buat jadi selebriti tak harus berkarya di layar lebar atau televisi. Seiring dikenalnya istilah selebgram, mereka yang punya keunikan tersendiri lantas berani unjuk gigi lewat Instagram hingga akhirnya punya pengikut hingga ratusan ribu pun sudah masuk golongan selebgram lho, Kawan.

Geliat selebgram di negeri ini terbilang unik. Sama seperti YouTuber, jadi selebgram dianggap sebagai profesi yang menjanjikan. Yup! Keuntungan jadi selebgram itu kalau mengunggah foto, justru mereka dibayar. Seperti bintang iklan, hanya saja medianya Instagram. Menariknya, satu kali unggahan foto selebgram nilainya beragam tergantung jumlah pengikut. Berdasarkan data pribadi tim Gobagi, kisaran harga postingan foto selebgram dengan jumlah pengikut kurang dari 50 ribu bisa mencapai Rp 2 juta. Lantas, gimana dengan mereka yang pengikutnya sudah ratusan ribu? Silahkan dikira-kira sendiri ya, Kawan.

Nah, kamu sendiri yang sibuk memberi likes, mengunggah foto atau stories, stalking akun orang lain, pernah terlintas keinginan jadi selebgram? Bayangkan, berawal dari hobi foto, baik memfoto maupun difoto, kemudian dibayar dan membawa keuntungan, siapa yang bisa menolak? Kali ini kita bicara soal selebgram yang dikenal karena usaha ya, bukan sensasi. Sebenarnya ya setiap orang sah-sah saja memikirkan potensi jadi selebgram dalam dirinya. Toh syarat atau kemampuan untuk menekuni bidang yang satu ini bisa dipelajari juga. Kecuali kamu penganut paham ‘mengambil jalan pintas’ lewat sensasi…

Karena Instagram Itu Kuncinya adalah ‘Pamer Foto’, Setidaknya Ada Ilmu Dasar Fotografi yang Perlu Kamu Pahami 

Dasar dari Instagram adalah foto. Meski beberapa orang bisa kuat dalam membuat caption atau keterangan foto, tapi tanpa foto yang mendukung, mungkin caption itu akan terabaikan. Karenanya, kamu pelan-pelan wajib belajar teknik fotografi. Mulai dari selfie, setidaknya kamu wajib tahu angle terbaikmu. Bisa memainkan cahaya, sampai menemukan latar foto yang menawan.

Kuasai Kemampuan Bertutur lewat Tulisan, agar Semakin Besar Peluang Orang untuk Suka Membaca Keterangan Foto yang Kamu Sajikan

Keberadaan foto dan keterangan foto memang tak bisa dipisahkan. Caption foto punya andil besar dalam menarik pengikutmu agar menyukai fotomu. Foto tanpa keterangan pun akan terasa kurang. Untuk itu, selain mengerti teknik dasar fotografi, kamu pun harus punya kemampuan menulis juga.

Setidaknya biasakan untuk bisa mengeluarkan isi pikiranmu dalam bentuk tulisan  yang mudah dipahami. Pasti kalau pengikutmu sudah banyak, dan kamu punya kemampuan menulis caption dengan baik, ada saja lho merek yang tertarik menawarkan kamu untuk jadi model endorsement produk mereka.

Pintar-pintarlah Memilah Mana yang Perlu Diposting dan Mana yang Hanya Kamu Simpan Sendiri

Salah satu fakta jadi selebgram yaitu kamu harus sudah siap merelakan kehidupan pribadimu jadi konsumsi banyak orang. Mulai kamu sedang di mana, dengan siapa, apa saja aktivitasmu, semua itu dipantau pengikutmu, lho. Sudah siap belum menghadapi situasi semacam itu?

Karenanya, memang kamu harus pandai-pandai memisahkan mana yang boleh diumbar dan mana yang cukup disimpan saja. Berkaca saja dari banyak kasus selebgram yang salah posting dan akhirnya menuai hujatan dari warganet.

Sebagai Pemula, Jangan Ragu untuk Menandai Akun Ternama, Tak Jarang Lho Hal Itu Bisa Mendongkrak Jumlah Followers

Anggap saja kamu ingin jadi beauty vlogger atau selebgram yang fokus pada kecantikan. Untuk pemula, kamu sah-sah saja kalau mau menandai akun selebgram ternama seperti Rachel Goddard untuk mempromosikan fotomu. Siapa tahu ‘kan justru di-repost.

Jangan sungkan juga untuk ikut sejumlah kuis atau kompetisi yang membuat fotomu jadi semakin dilihat oleh banyak mata. Dengan sedikit trik dan kesabaran, kamu bisa lho menjaring pengikut tanpa harus beli yang ternyata cuma akun palsu.

Bila Menurutmu Selebgram Sudah Jadi Profesimu, demi Mengantisipasi Persaingan, Kamu Harus Memiliki Ciri Khas Kuat

Branding-mu harus kuat kalau mau menang dalam persaingan antar selebgram. Untuk bertahan dalam persaingan, kamu harus menentukan satu ciri khas yang memang menunjukkan itu kamu. Tak perlu hal-hal besar yang menyulitkanmu. Cukup yang sederhana saja, kamu ingin dikenal sebagai apa? Selebgram lucu dengan postingan sarkatis? Seseorang yang pandai bercerita? Beauty blogger dengan spesialis makeup natural? Tentukan saja yang penting orang bisa dengan mudah mengenalimu.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Potensi Selingkuh dari Pamer Kemesraan di Media Sosial

Yap, foto mesra di media sosial, kadang hanyalah topeng untuk menutupi keretakan hubungan. Beberapa pasangan selebriti bisa jadi tolok ukur untuk melihat fenomena ini. Biasa disebut public display of affection (PDA) atau pamer kemesraan di depan publik, nyatanya sering terjadi jua di dunia nyata.

Netijen di media sosial tentu tak asing dengan berbagai macam pose mesra para orang terkenal. Mulai dari selebriti, penyanyi, selebgram, youtuber hingga siapa saja mereka yang merasa banyak dikenal orang.

Dikutip dari laman Tirto.id, Gwendolyn Seidman, seorang profesor psikologi pada Albright College, yang mempelajari relationship dan cyberpsychology menyatakan bahwa saat ini banyak pasangan yang merasa perlu menampilkan hubungan percintaan mereka di media sosial.

Mulai dari profil Facebook yang menyatakan status hubungan mereka sampai dengan menautkan id profil nama pasangan di Bio instagram. Terlalu mudah ditebak, foto mesra yang dibagikan pun hanya untuk meraup ‘like’ dan ‘komentar’. Yap, orang-orang ini menganggap hubungannya akan kian bagus, jika mereka berhasil untuk menujukkan keintiman dari foto dan video mesra yang mereka bagikan.

Berangkat dari temuan tadi, benarkah kita merasa baik-baik saja atas ribuan foto mesra yang kita bagikan di sosial media, atau justru ada persoalan lain yang sedang menderu?

Merasa Ini Perlu, Agar Dunia Tahu Jika Hubungan Kita Sedang Baik-baik Saja Bahkan Selalu Bahagia

Masih hasil penelitian yang sama, sejumlah pasangan konon memiliki kecenderungan untuk menutupi hal-hal yang sebenarnya sudah tak nyaman dalam hubungan. Dan salah caranya, dengan membuat orang melihat bahwa kehidupan kita berjalan dengan baik tanpa adanya gangguan. Padahal yang sesungguhnya dirasakan kehilangan kebersamaan dan kemesraan yang benar, sebab yang apa yang dilakukan hanyalah sebuah tameng untuk terlihat mesra di media sosial.

Bukan Sedang Ingin Berbagi Bahagia, Kita Hanya Berusaha Menutupi Keretakan Hubungan di Media Sosial Saja

Masih dari pernyataan Goldstein, mengunggah foto bersamaan dengan caption “sayangku”, “cintaku” yang juga disertai beberapa hastag pendukung macam #Loveyouforever #Happy atau sejenisnya, juga bisa diartikan bahwa kita dan pasangan sedang berupaya untuk menciptakan keterikatan satu sama lain, dan dalam titik tertentu cenderung mencerminkan sikap posesif.

Percayalah ini bukan berbagai bahagai seperti yang kita pikir. Tindakan ini tak lebih dari sekedar malahikan kebohongan baru untuk kebohongan yang sudah lalu.

Sebab Kita Seolah Percaya, Like dan Komen yang Diterima Adalah Bentuk Kepercayaan Mereka Jika Hubungan Kita Baik-baik Saja

“Seringkali orang-orang itu hanya mencari validasi atas hubungan mereka di depan teman-teman media sosial. Likes dan komentar dalam media sosial tersebut mereka anggap sebagai bentuk validasi,” tambah Goldstein dikutip dari The Atlantic.

Bagaimana? Nampak menyinggung kita bukan? Sudah, tak perlu mengelak. Karena bisa jadi, aktivitas posting foto mesra berdua yang selama ini kita lakoni memang cuma sekedar ingin beharap like dan komen dari orang-orang di media sosial. Untuk kemudian, kita merasa senang. Sebab yakin bahwa mereka percaya bahwa hidup kehidupan hubungan kita lebih bahagia mereka.

Tapi Coba Pahami Persoalan Ini, Layakkah Hal Tersebut Dijadikan Solusi?

Memang media sosial kini berubah jadi wadah untuk menumpahkan semua hal yang kita ingin bagikan. Namun, untuk persoalan yang sedang melanda hubungan. Tentulah tak etis jika harus dibagikan ke media sosial. Kita tak harus berbicara jika kita memang sedang renggang, tapi tak juga dirasa perlu untuk memasangan kebohongan atas hubungan yang justru jadi beban baru.

Batasi apa yang ingin dibagikan, dan tak perlu terus berpura-pura senang jika memang sedihlah yang kita rasakan. Tampak bahagia di media sosial, memang terlihat menyenangkan. Tapi kebohongan akan selalu jadi beban.

Refleksikan Kembali Hubungan dengan Pasangan, Apakah yang Sebenarnya Kita Butuhkan untuk Memperbaiki  Hubungan

Bebagi foto (pura-pura) mesra tentu bukanlah jawabannya. Untuk perkara relasi dengan pasangan, entah itu pacar, atau suami/istri, baiknya dibawa dalam komunikasi langsung dengan bertatap muka. Pilihan ini lebih memudahkan kita mencari solusi apa yang tepat untuk memperbaiki hubungan. Bukan malah terus menerus berbagi foto mesra seolah-olah tak ada masalah, padahal sebenarnya ada keretakan dalam hubungan kita.

Tapi fakta lain yang juga perlu diingat, kenyataann ini tak selalu berlaku untuk mereka yang membagikan foto mesra. Tapi, sebagai netizen yang baik kamu pasti tahu. Pasangan mana saja  yang benar-benar bahagia dari foto berdua yang dibagikannya atau yang sedang berpura-pura bahagia dengan mengunggah foto mesra.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Hasil Studi : Laki-laki yang Hobi Selingkuh Berpotensi Meninggal Lebih Cepat dari yang Setia

Merasa dicintai banyak perempuan itu memberi efek ‘nagih’, seolah bahagia atau berbangga. Beberapa laki-laki justru menantang dirinya untuk mendua. Ya, antara memang ingin atau terpaksa. Tapi sekalipun terpaksa, laki-laki yang selingkuh selalu sadar atas apa yang dilakukannya. Jadi kalau ada yang bilang ia ‘khilaf’, bisa jadi itu alibi saja.

Nah, jika kamu adalah lelaki yang disebut sebagai pelaku, hati-hat saja nih. Pasalnya, sebuah penelitian yang dilakukan oleh para ilmuan dan diterbitkan dalam Jurnal Of Sexual Medicine oleh University Of Florence, Italia menyebutkan, kebiasaan selingkuh terbukti membuat usia lelaki lebih cepat meninggal dibandingkan laki-laki yang setia.

Kamu Bingung Bagaimana Itu Bisa Terjadi? Begini…

Masih dari penellitian yang sama, para ilmuan tersebut menemukan fakta jika, lelekai beristri yang memiliki perempuan simpanan, lebih beresiko terkena serangan jantung secara mendadak.

Hal ini terdengar masuk akal, sebab sejalan dengan hasil temuan dari banyaknya laporan yang menyatakan jika jumlah kasus lelaki meninggal saat tengah berkencan dengan selingkuhan akibat serangan jantung sangat tinggi. Sebaliknya, belum ada laporan yang mengatakan seorang lelaki tewas ketika sedang bercinta dengan pasangan sah-nya.

Lebih lanjut, para peneliti tersebut mengungkapkkan, banyaknya serangan jantung yang menyerang lelaki selingkuh disebabkan beberapa faktor. Mulai dari kondisi pikiran yang was-was berlebihan, penggunaan obat kuat demi menyenangkan teman kencan yang biasanya lebih muda, sebab peneliti juga menuturkan jika kebanyakan laki-laki selingkuh ialah mereka yang sudah berumur dan secara kejantanan menurun.

Sedangkan pasangan selingkuhannya biasanya adalah para gadis muda yang masih sangat kuat dan membara dalam hal seksualitas. Nah, inilah yang menjadi alasan mengapa banyak laki-laki selingkuh terkena serangan jantung karena mengonsumsi obat kuat berlebihan.

Lagipula Meski Terlihat Bahagia, Lelaki yang Selingkuh Sebenarnya Sedang Menderita

Coba bayangkan saja, setiap hari dalam hidupnya ia harus menjadi dua pribadi yang berbeda. Menjaga hubungan baik dengan selingkuhannya dan menutup rapat kebohongan dari istrinya. Dan untuk bisa menjalani dua sisi ini, tentu tak mudah.

Setiap saat kamu kan merasa tidak tenang, gelisah, cemas berlebihan dan bisa menimbulkan depresi atau stres. Kondisi inilah yang kemudian mempengaruhi kesehatan fisik para lelaki yang selingkuh. Fakta menarik lainnya, lelaki yang setia ternyata secara kejiwaan lebih sehat dan bahagia dibandingkan laki-laki yang doyan selingkuh dari pasangannya.

Sekilas Selingkuh Mungkin Asyik, Tapi Kalau Ternyata Mendekatkan Diri ke Maut. Untuk Apa?

Dari beberapa pengakuan laki-laki yang memang sudah doyan selingkuh, ketika mereka melakukan tindakan ini. Ada semacam rasa bangga yang kemudian hadir dalam diri mereka. Merasa cukup jago berbohong, berbangga diri karena tidur dengan banyak perempuan, merasa butuh dilayani lebih dari apa yang diberikan istri, hingga ke alasan pelarian dari masalah yang mungkin sedang diemban.

Terserah memang, kalian mau selingkuh atau tidak. Tapi jika itu justru mendekatkanmu pada kematian. Untuk apa kawan?

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Natasha Rizky Kian Banyak Belajar Jadi Desainer Lewat Bisnis yang Dilakoninya

Natasha Rizky baru saja menyelesaikan acara First Anniversary untuk bisnis hijabnya, ‘Alur Cerita’. Dalam membangun bisnisnya itu, Natasha mengaku banyak belajar. Ia bahkan mengembangkan kemampuannya sketsa dan desain. Ia mengaku belajar menggambar demi dapat membuat inovasi desain kerudungnya.

“Iya sih. Karena kebetulan yang desain sendiri itu aku sendiri dari mulai ide dari sketchnya sendiri itu aku. Yang dari tadinya aku nggak bisa gambar jadi bisa,” ujar Natasha seperti dikutip dari Detik.com, Selasa (20/3).

Natasha mengaku belajar menggambar dari banyaknya tutorial yang ia ikuti. Kebutuhan untuk dapat menggambar dalam bisnisnya sangat penting apalagi dirinya memang ingin desain yang sesuai dengan keinginannya.

“Itu jadi awalnya emang aku suka ngikutin prosedur-prosedur gambar gitu sih. Tutorial-tutorial gambar. Jadinya lama kelamaan nggak tau kenapa ya secara alamiah aja gitu jadi bisa sendiri. Untuk nyetor ke desainernya kita harus berupa sketch gitu. Barulah dia yang iniin (atur) ke desain grafisnya gitu. Jadi karena percuma juga kalau aku cuma bilang, eh tolong dibenerin ya ntar mereka nggak ngerti nggak sesuai mau aku gitu. Jadi tetep sih pasti aku terjun langsung,” tutup Natasha.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top