Feature

Kamu Yang Mudah Jatuh Sakit Belum Tentu Penyakitan, Mungkin Itu Tanda Kamu Kesepian

Dua hari kemarin flu, kemarin pusing, hari ini sakit perut. Buatmu mungkin itu biasa. Musim pancaroba, konsumsi maakanaan yang taak benaar, jarang olah raga, mungkin itu sebagian hal yang sering dijadikan kambing hitam ketika tubuh sering tak sehat.

Bahkan tak jarang, stigma sebagai orang penyakitan dilekatkan padamu. Dan gawatnya kamu menerima begitu saja tanpa mencoba mencari tahu lebih lanjut, penyebabnya. Padahal ada kemungkinan lainnya. Yaitu itu kesepian. Apa? Iya, kamu tak salah baca. Kesepian memang dapat mendorong seseorang jadi lebih mudah sakit.

Nyatanya rasa kesepian ini tidak bisa disepelekan begitu saja, karena ketika jiwa merasa terguncang oleh rasa sedih, maka fisik juga akan merasa tidak berdaya. Benar saja pernyataan beberapa orang tentang hal ini, jika fisikmu sehat tetapi hatimu sedang sakit maka fisikmu akan sakit, jika hatimu sedang bahagia maka ketika sakitpun kamu akan merasa baik-baik saja. Kesepian juga merupakan salah satu bagian dari kesedihan dirasakan oleh jiwa dan bisa berimbas dengan kesehatanmu.

Rasa sepi membuat imun tubuhmu juga melemah, tidak heran jika kamu jadi gampang tumbang

Sebuah penelitian dilakukan Ohio State University, rasa kesepian dapat membebani sistem kekebalan tubuh seperti halnya seseorang yang mengalami stres kronis. Bahkan rasa kesepian dapat mengaktifkan virus herpes dan memunculkan gelaja lain yang berkaitan dengan stres kronis. Mereka juga mengatakan bahwa rasa sepi meningkatkan protein tertentu di dalam tubuh. Protein ini akan diproduksi ketika terjadi peradangan dan pada akhirnya bisa memicu banyak penyakit seperti jantung koroner, diabetes tipe 2, arthritis dan alzheimer.

Jika Dibiarkan, rasa kesepian bisa membuatmu lebih cepat tua bahkan bisa mati muda

Seperti yang dilansir oleh Counsel dan Heal, seorang peneliti Lisa Jaremka mengatakan “hubungan yang buruk kualitasnya dikaitkan dengan sejumlah gangguan kesehatan, termasuk kematian prematur dan segala macam penyakit yang sangat serius. Orang-orang yang kesepian jelas merasa seolah berada dalam hubungan yang berkualitas buruk.”

Lia Jaremka meneliti 200 relawan yang telah berhasil sembuh dari kanker payudara. Relawan ini rata-rata berusia 51 tahun. Interval waktu antara selesainya pengobatan dan keikutsertaan dalam penelitian ini adalah sekitar 2 bulan – 3 tahun. Semua sampel darah relawan dikumpulkan dan respon kekebalan tubuhnya terhadap antibodi Epstein-Barr dan sitomegalovirus juga ikut diteliti. Kedua virus ini merupakan jenis virus herpes. Keunikan dari virus ini adalah bisa tidak aktif dan dapat diaktifkan kembali.

Pada proses aktif kembali atau reaktifasi, terjadi peningkatan antibodi dalam sistem kekebalan tubuh walau tidak menunjukkan gejala yang jelas. Proses ini menunjukkan adanya masalah pada pengaturan sistem kekebalan tubuh seluler.

“Kami melihat peradangan lebih banyak terjadi pada orang yang merasa kesepian daripada yang tidak merasa kesepian. Penting juga untuk diingat, bahwa orang-orang yang merasa sangat terhubung secara sosial mendapatkan dampak yang lebih positif,” pungkas Jaremka.

Sendiri Tak Berarti Kesepian, Kesepian Tak Berarti Sendiri

 

Nah, jangan sampai keliru mengartikan kesepian. Mereka yang sendiri belum tentu merasa kesepian dan sebaliknya mereka yang merasa kesepian tak berarti sedang sendiri. Karena kesepian adalah soal rasa dan mental psikologis.

Perasaan terjauhi dan tercabut dari situasi sekitar yang membuat seseorang merasa kesepian. Studi yang dilakukan di negara bagian Ohio Amerika Serikat menemukan bahwa kesepian sering tercipta ketika seseorang menyimpan dan menceritakan pada diri mereka sendiri tentang hal-hal sedih yang terjadi pada dirinya.

Dan ketika perasaan kesepian ini sudah tercipta, efeknya akan seperti bola salju. Karena orang yang merasa kesepian cenderung untuk melihat orang lain secara negatif. Hal-hal baik yang dilakukan oleh orang lain padanya, akan dipandang sinis dan dirasa “ada apa-apanya”. Hasilnya dia akan menjauhi orang lain dan membuat rasa kesepiannya makin memuncak.

Tidak Harus Dengan Pasangan, Ada Banyak Cara Supaya Rasa Sepi Menghilang dari Hatimu

Saat kamu atau mungkin temanmu sedang merasakan kesepian, sebenarnya ada banyak cara yang bisa ditempuh untuk menghindari rasa kesepian itu sendiri. Tidak hanya terpaku kepada pasangan hidup atau lawan jenis untuk menghilangkan rasa sepi itu. Kamu bisa melakukan banyak hal yang menyenangkan seperti merealisasikan hobimu, bergabung dengan komunitas yang mempunyai minat yang sama denganmu.

Atau kamu bisa menjadi sukarelawan dari berbagai komunitas yang ada, sehingga rasa sepi yang kamu alami bisa hilang bersama dengan kebahagiaan yang kamu bagikan dengan orang-orang yang mungkin tidak lebih beruntung hidupnya dibandingkan dengan kamu. Dan jangan lupa dekatkan diri dengan Tuhanmu, karena dengan merasa Tuhan bersamamu, maka hidupmu akan lebih terasa akan baik-baik saja.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Community

Untuk Kamu yang Bermata Minus, Coba 7 Cara Ini untuk Membuat Penglihatanmu Membaik

Mata adalah organ tubuh yang sangat penting. Untuk itu kamu harus menjaganya dengan baik. Nah jika matamu sudah mengalami minus, coba lakukan hal ini untuk membuatnya kembali membaik.

1. Hindari Penggunaan Mata yang Berlebihan

Jangan menggunakan mata secara berlebihan. Seperti layaknya tubuhmu, mata juga memerlukan istirahat yang cukup. Kamu bisa mengistirahatkan matamu dengan memejamkan mata selama beberapa menit setelah menggunakannya selama dua sampai tiga jam.

2. Untuk Pengguna Kacamata, Kurangi Waktu Pemakaiannya

Jika kamu sudah menggunakan kacamata, jangan biasakan untuk terus menggunakannya. Kamu perlu mengurangi waktu pemakaian kacamata.

3. Melakukan Pemijatan pada Mata

Coba melakukan pijatan pada matamu dengan lembut. Lakukan pijatan dengan gerakan melingkar. Gunakan jari tengah dan jari telunjukmu untuk menekan daerah matamu.

4. Latih Mata untuk Menatap Kejauhan di Alam Terbuka

Saat kamu sedang berjalan-jalan di alam terbuka, kamu bisa melatih matamu dengan menatap sekelilingmu.

5. Minum Jus Wortel

Sesering mungkin minumlah jus wortel. Wortel memiliki manfaat yang besar untuk kesehatan mata. Kamu juga bisa menambahkan minyak zaitun satu sampai dua tetes untuk mendapatkan hasil yang lebih maksimal.

6. Jangan Membiarkan Matamu Kelelahan

Jangan biarkan matamu mengalami kelelahan. Saat matamu sudah mulai lelah, cucilah matamu dengan air hangat.

7. Hindari Menatap Layar Sebelum Tidur

Lebih baik jika kamu menghindari menatap layar sebelum tidur. Baik itu layar TV, komputer, ataupun handphone. Setidaknya lakukan hal ini dua jam sebelum tidur.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Maaf Nih, Rajin Minum Suplemen Tak Lantas Membuat Hidupmu Lebih Sehat. Begitu Kata Penelitian!

Yap, kamu tak sedang salah baca, Kawan. Sebab faktanya, suplemen vitamin terbukti tak sedikit pun membantu mengurangi risiko penyakit cardiovaskular macam stroke atau serangan jantung. Bahkan juga tidak membuat kita bisa bertahan hidup lebih lama.

Tak percaya? Pernyataan tersebut dimuat pada Journal of thr American College of Cardiology, dimana hal ini ditemukan oleh sebuah tim St.Michael’s Hospital dan University of Toronto. Dimana untuk mendapatkan temuan ini, mereka melakukan sebuah survei sepanjang tahun 2012 hingga 2017 lalu. Tentang, bagaimana dampak sumlemen terhadap tubuh responden yang memang rutin mengonsumsi vitamin A, B1, B2, B3, (niacin), B6, B9 (asam folat), C, D, dan E serta karoten, kalsium, zat besi, zinc, selenium, hingga magnesium.

Sehingga ditemukanlah kesimpulan, bahwa pada mayoritas kasus, suplemen yang dikonsumsi sama sekali tidak memberi dampak buruk pada orang yang mengonsumsinya. Tapi dilain sisi, juga tak berpengaruh apa-apa dalam hal peningkatan kesehatan mereka.

Lalu Haruskah Kita Tetap Setia Mengonsumsi Suplemen?

Begini, seperti yang tadi sudah dijelaskan. Bahwa suplemen tak berpangaruh buruk bagi tubuh, tapi juga tak lantas jadi sesuatu yang akan mampu menyehatkan. Suplemen atau multivitamin bukanlah sebuah pil atau obat ‘ajaib’, yang bisa dengan mudah menyelesaikan semua perkara kita.

Dan hal lain yang juga perlu kita sadari adalah, sebanyak apa pun racikan kandungan gizi yang ada dalam suplemen, hal itu tak akan bisa dengan mudah memenuhi semua kebutuhan vitamin dan mineral. Maka untuk itu, alangkah lebih baiknya jika uang yang tadinya kita alokasikan pada pos untuk membeli suplemen, dialihkan untuk membeli makanan, sayuran, dan buah-buahan segar saja.

Karena Jika Harus Dibandingkan, Untuk Urusan Kandungan Vitamin, Makanan Jelas Lebih Unggul daripada Suplemen

Gambarannya begini, satu jenis suplemen yang kita konsumsi hanya akan mengandung satu jenis zat dan vitamin tertentu saja. Berbeda dengan makanan yang bisa mengandung beberapa jenis vitamin, meski hanya dalam satu jenis saja.

Misalnya, buah jeruk yang dipercaya mengandung vitamin C, betakaroten yang baik untuk mata, kalsium yang penting bagi tulang dan gigi, hingga beberapa jenis zat gizi yang lainnya. Dan begitu pula dengan kandungan serat yang dimiliki oleh setiap makanan, yang tak ada dalam suplemen.

Selain itu, kandungan zat kimia lain yang juga jadi bagian dalam olahan suplemen makanan yang selama ini mungkin kita konsumsi, pastilah memiliki pengaruh jangka panjang untuk kesehatan kita di hari mendatang.

Lantas Sebenarnya, Siapa Saja yang Memang Benar-benar Butuh Suplemen?

Jangan asal dalam mengonsumsi sesuatu, kita juga perlu bijak dan paham. Akan sesuatu hal yang akan kita lakukan. Maka, untuk itu, kamu tak perlu susah payah untuk tetap mengonsumsi suplemen dengan sangat teratur jika nyatanya kubutuhanmu akan gizi dan serat sudah terpenuhi dari makanan yang kamu makan.

Karena, sesuai dengan anjuran para pakar kesehatan, mereka yang sebenarnya butuh untuk mengonsumsi suplemen adalah ibu hamil dan menyusui, lansia yang sudah berusia 50 tahun lebih untuk mencegah penurunan kognitif secara cepat, seseorang yang mengalami diare kronis, mereka yang sedang menjalani diet vegan, atau kamu yang tak nafsu makan.

Dengan catatan, kamu pun perlu untuk mengkonsultasikannya terlebih dahulu pada dokter, suplemen apa yang kira-kira pas untuk kamu konsumsi sesuai dengan situasi kesehatanmu.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Untukmu yang Akan Menikah Setelah Lebaran, Ini Dia Beberapa Vaksin Pranikah yang Mesti Kamu Dapatkan

Menjelang pernikahan biasanya kedua mempelai bakal disibukkan dengan segala macam persiapan. Mulai dari mempersiapkan siapa saja yang bakal diundang, memilih dekorasi gedung, gaun pengantin, hingga urusan foto prewedding. Meski begitu, masih ada loh satu persiapan penting yang kadang malah dianggap remeh. Padahal diam-diam hal itu menyimpan manfaat besar, terutama untuk buah hati kelak.

Vaksin pernikahan. Kegiatan ini dikhususkan untuk calon mempelai wanita menjelang pernikahan. Namun vaksin pranikah belum dianggap sebagai agenda penting atau wajib di Indonesia. Tetapi bukan karena tidak diwajibkan membuat agenda ini tidak penting. Mengingat lahirnya seorang bayi dengan kondisi tidak sempurna dapat disebabkan karena si cewek terkena virus. Padahal virus tersebut dapat dicegah andaikan sebelumnya melakukan vaksin pranikah.

Vaksin TT Atau yang Dikenal Sebagai Suntik Calon Pengantin

Suntik catin atau calon pengantin sebenarnya adalah suntik Vaksin TT (Tetanus – Toksoid). Suntik ini diwajibkan oleh KUA dan menjadi salah satu syarat sebelum menyerahkan berkas saat mendaftarkan diri ke pernikahan. Proses penyuntikannya sendiri akan dilakukan di Puskesmas dengan surat pengantar yang diberikan dari KUA.

Jenis suntik ini pun juga memiliki sebutan lain yakni imunisasi TT yang bertujuan mencegah terjadinya penyakit tetanus yang disebabkan oleh Clostridium tetani. Waktu yang tepat untuk pemberian imunisasi ini adalah 2-6 bulan sebelum menikah, dan paling lambat adalah 1 bulan sebelum menikah.

Melindungi Bayi Agar Tak Terinfeksi Dengan Vaksin MMR (Mumps – Measles – Rubella)

 

Jenis vaksin ini memberikan perlindungan terhadap penyakit gondongan dan campak. Gondongan disebabkan oleh adanya infertilitas lantaran terdapat pembengkakan yang terjadi pada testis atau indung telur. Sementara campak dapat menyerang ibu hamil yang akan menyebabkan bayi terlahir dalam kondisi yang tidak sempurna atau mengalami gejala berupa cacat fisik.

Kondisi ini disebut Congenital Rubella Syndrome (CRS), karena terjadi infeksi Rubella pada ibu hamil dan dapat menular ke janin. Beberapa jenis gangguan yang dialami bayi adalah gangguan pendengaran/tuli, kerusakan otak, gangguan jantung dan pembuluh darah, sampai pada cerebral palsy. Untuk menanganinya dapat dilakukan tindakan preventif dengan vaksinasi MMR sebelum menikah.

Vaksinasi VZV Agar Terhindar Dari Cacar Air Karena Dapat Membahayakan Janin

Vaksin VZV penting dilakukan untuk melindungimu dari virus penyebab cacar air yang bernama VZV. Kondisi secara umum akibat dari ibu hamil yang mengalami cacat air adalah jaringan parut pada kulit, kelainan yang dapat mencakup masalah kepala, mata, berat badan bayi lahir rendah, hingga mengalami keterbelakangan mental.

Lebih parahnya lagi apabila infeksi cacat air terjadi saat mendekati waktu kelahiran atau 1 minggu sebelum kelahiran maka sang bayi berisiko tertular infeksi varicella. Kalau kamu sayang akan buah hatimu, lebih baik mencegahnya dengan menjalani vaksin VZV. Karena vaksin ini tak dapat diberikan saat sedang hamil.

Membentengi Dari Penyakit Kanker Serviks Dengan Vaksin HPV

Salah satu penyakit yang paling berbahaya adalah kanker serviks, demi mencegahnya bisa dilakukan Vaksinasi HPV ( Human Papiloma Virus). Penyakit ini dapat dialami siapa pun baik perempuan maupun laki-lai. Apalagi bagi mereka yang sudah berhubungan badan secara aktif. Secara dasar vaksin ini diberikan kepada cewek sejak umur 9 sampai 45 tahun yang dilakukan rumah sakit oleh dokter spesialis kandungan. Pemberian vaksinnya pun terbagi dalam tiga tahapan, yakni pada bulan ke-0, ke-1, dan ke-6.

Agar Terhindar dari Penyakit Kuning, Radang Liver, dan Kanker Hati Lakukan Vaksinasi Hepatitis B

Vaksin yang terakhir adalah vaksin Hepatitis B. Penyakit ini dapat menular lewat transfusi darah, hubungan seksual, sampai penggunaan barang pribadi secara bersama. Penyakit ini disebabkan oleh virus yang dapat menyerang liver. Jenis vaksin ini akan diberikan tiga kali dengan jarak satu sampai enam bulan. Dua dosis pertama guna membentuk antibodi dan yang ketiga untuk meningkatkan kadar antibodi tersebut. Sebagai pasangan bakal menikah yang nantinya bakal aktif berhubungan seksual, vaksinasi Hepatitis B perlu dilakukan sebelum menikah.

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top