Trending

Kamu Yang Gemar Berbohong Demi Simpati Dan Pujian, Kamu Itu Sakit Mythomania!

hidung gatal bohong

Kemarin kita sempat tersentak oleh Dwi Hartanto. Anak muda bergelar profesor yang sempat dijuluki “The Next Habibie” dengan segudang prestasi. Penyebutan sebagai “penerus habibie” memang bukan tanpa alasan.

Sebab, Dwi adalah salah satu orang Indonesia yang dianggap mempunyai capaian luar biasa untuk disandingkan dengan BJ Habibie. Pada tahun 2015, ia muncul di media massa atas karyanya di dunia aeronautika, karena disebut menciptakan Satellite Launch Vechile/SLV dengan teknologi termutakhir yang disebut The Apogee Ranger V7s (TARAV7s).

Tapi toh, kehebohan terakhir kemarin sedikit berbeda. Bukan karena prestasinya, tapi justru karena publik akhirnya mengetahui bahwa semua klaim prestasi Dwi Hartanto selama ini adalah kebohongan semata. Jangankan soal satelit, bahkan urusan gelar profesor pun ternyata belum dimiliki oleh Dwi yang masih berstatus mahasiswa doktoral.

Ini Bukan Kasus Besar Pertama, Malasnya Media Melakukan Investigasi Dituding Sebagai Penyebab

Ini memang bukan kali pertama publik kecele luar biasa dengan klaim sesat macam ini. Peran media yang cenderung malas menginvestigasi dituding jadi penyebab mudahnya orang macam Dwi mendapat panggung.

Kamu tentu masih ingat soal pria bernama Joko Suprapto yang mengklaim air yang bisa menggantikan bensin. Tidak main-main pria asal nganjuk Jawa Timur itu bahkan sampai diundang bertemu Presiden SBY di tahun 2007. Belakangan klaim soal energi air ini diketahui sesat dan tidak benar. Trafo pembangkit listrik yang semula didirikan di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta dibongkar dan ditemukan bahwa pembangkit listrik itu ternyata palsu.

Hal tersebut hanya secuil dari deretan kasus serupa. Mulai dari calon suami artis yang mengaku bekerja di Bulog, selebritis mengaku keturunan bangsawan hingga soal puisi-puisi adik sekolah menengah atas yang sempat heboh kemarin dan ternyata hanya di copas dari luar negeri.

Di Dunia Pun Skandal Pembohongan Publik Macam Ini Juga Terjadi 

Kasus besar seperti ini memang tak cuma di Indonesia. Di luar negeri “pembohong besar” macam ini juga ditemukan. Salah satu contoh paling parah adalah skandal Enric Marco. Pria Spanyol ini menghabiskan 30 tahun hidupnya dengan mengatakan bahwa dirinya telah dipenjara oleh Nazi di kamp konsentrasi Flossenburg, Jerman. Dia menerima penghargaan dari dunia internasional atas keberaniannya. Namun belakangan ditemukan bahwa Enric Marco hanya bohong belaka. Bohong selama 30 tahun lamanya!

Mereka Yang Gemar Berbohong Macam Ini Terkena Sakit Mythomania 

hidung gatal bohong

Di dunia psikologi, ada istilah mythomania atau kebohongan patologis. Seorang pembohong patologis tak hanya untuk mengelabui orang lain, tapi juga membohongi dirinya sendiri hingga ia percaya kebohongan itu benar.

Berbeda Dengan Orang Umumnya, Mythomania Berbohong Bukan Karena Ingin Mengambil Keuntungan

Semua orang pasti pernah berbohong dalam hidupnya. Namun kebohongan yang dilakukan oleh penderita gangguan Mythomania ini berbeda dengan kebohongan yang dilakukan orang umum.

Orang umum biasanya berbohong karena mekanisme pertahanan diri atau karena ingin mendapatkan keuntungan. Misalnya berbohong pura-pura sakit ketika hendak diperiksa KPK, karena tak mau bertanggung jawab. Atau berbohong hendak memberangkatkan puluhan ribu jemaah umroh padahal uangnya dipakai berfoya-foya.

Hal semacam itu tidak termasuk Mythomania. Karena pada penderita Mythomania, kondisi dan keadaan mereka sebetulnya tidak membutuhkan mereka berbohong. Dan mereka juga berbohong bukan karena ingin mengambil keuntungan.

Mythomania Berbohong Untuk Mendapatkan Simpati Dan Pengakuan, Kamu Salah Satunya?

Nah, pada penderita gangguan Mythomania, mereka berbohong hanya demi mendapatkan simpati dan pengakuan dari orang lain. Ketika ingin mendapatkan simpati mereka cenderung memperparah kondisi mereka yang sebenarnya. Menunjukan betapa tidak beruntungnya keadaan mereka. Betapa menderitanya hidup mereka.

Dan Sebaliknya ketika ingin mendapatkan pujian mereka cenderung melebih-lebihkan pencapaian mereka. Membual tentang prestasi yang tak ada atau membesar-besarkan skala pencapaiannya. Juara makan krupuk tingkat RT diakui sebagai level provinsi misalnya.

Jika kebohongan pertama berhasil, Mythomania akan makin membesar-besarkan ceritanya dan mereka menikmati itu. Menurut Psikolog Ajeng Raviando, Jika tidak ditangani lingkungan sekitarnya, mythomania bisa bertambah parah, tidak bisa bedakan mana yang benar dan salah.

Berbohong Bagi Penderita Mythomania Itu Serupa Candu 

Berbeda dengan manusia normal yang berbohong hanya untuk penyelamatan dan aksi ambil untung, untuk Mythomania, berbohong itu serupa candu. Menurut psikolog Ratih Zulhaqqi, orang yang memiliki gangguan psikologis ini kadang melakukannya tanpa sadar. Malah mereka tak merasa bersalah karena sudah terlalu sering berbohong dan jadi hal yang wajar. Sifatnya candu, dia harus selalu melakukan itu untuk membuat dirinya puas.

Gawatnya Karena Sudah Terbiasa Berbohong Para Mythomania Kadang Sulit Dideteksi 

Kadang kala, penderita mythomania sudah sangat lihai dalam berbohong sampai bahasa tubuhnya terlihat sangat wajar saat sedang membual. Bila sudah terbiasa bohong, mereka juga bisa membual soal hal-hal sepele. Sulit mencari sendi kehidupannya yang tak dibalut hal yang tak dibesar-besarkan.

Mythomania Penyebabnya Bisa Karena Dibiarkan Berbohong Sedari Kecil

Memang banyak hal yang bisa menyebabkan seseorang terkena gangguan Mythomania. Namun salah satunya adalah karena kesalahan dididikan orang tua dan lingkungan.

Mythomania bisa muncul ketika orang tua hanya memberikan perhatian pada hal-hal ekstrem yang terjadi pada anak. Baik itu hal yang buruk maupun hal yang baik. Misalnya anak hanya diberi tepukan tangan jika ia berhasil mencapai rangking satu saja. Tak ada penghargaan terhadap proses jika ia tidak mencapai peringkat satu.

Walhasil seorang anak mengaku-aku sebagai juara satu, padahal dia sama sekali tidak mendapat peringkat di kelas. Ketika orangtua dan lingkungan mendiamkan, maka dia merasa kebohongannya sah-sah saja dilakukan.

Adalah wajar bila orangtua membiarkan buah hatinya bicara hal yang tak sesuai kenyataan karena sewajarnya anak-anak memiliki imajinasi sendiri. Namun, orangtua harus waspada bila anak masih melakukan hal itu saat usianya sudah di atas 6-7 tahun.

Kasihannya Mythomania Ini Sesungguhnya Merasa Kosong Di Dalam

Mungkin bagi kita yang tak mengalami gangguan ini akan merasa bingung, kenapa sih harus berbohong untuk hal-hal semacam itu? Nah sebetulnya, mereka yang menderita Mythomania ini merasakan adanya kekosongan di dalam jiwa mereka.

Tidak ada cinta dan kasih sayang yang melingkupi mereka. Karena itu mereka merasa perlu melakukan kebohongan-kebohongan itu demi mendapat simpati dan pujian secara terus menerus.

Kamu Menghadapi Si Mythomania? Berhati-hati ya!

Kamu mungkin salah satu orang yang menghadapi para Mythomania ini. Mereka yang selalu mengundang drama dalam kehidupan mereka. Cari perhatian luar biasa dan beberapa kali kamu sudah menemukan kebohongannya.

Meski kamu belum merasakan kerugiannya secara langsung bagi dirimu, kamu tetap harus berhati-hati. Karena kebohongan yang satu akan berimbas untuk kebohongan yang lainnya. Kamu yang ada disekitarnya bukan tak mungkin akan dilibatkan dalam kebohongannya. Jika ini terjadi kamu juga yang akan rugi bukan?

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Community

10 Hal yang Menandakan Kamu Masih Terobsesi dengan Mantanmu

Putus cinta adalah satu hal yang tak pernah diinginkan oleh setiap orang. Alasannya tentu karena perpisahan dalam sebuah hubungan hanya akan meninggalkan rasa sakit di hati. Belum lagi butuh waktu yang cukup lama untuk bisa melupakan cinta di masa lalu dan mencoba memulai kehidupan yang baru.

Tak jarang ada banyak orang yang gagal move on dan masih terobsesi dengan sang mantan. Ini adalah 10 tanda yang menunjukkan jika kamu masih belum bisa beralih dari bayangan mantamu.

1. Masih Sering Stalking Dia di Media Sosialnya

Kamu masih ingin tahu segala hal tentangnya. Karenanya kamu masih sering stalking tentang dia lewat semua media sosial yang dia miliki. Lebih baik jangan buang waktumu untuk tinggal dalam kenangan yang sulit untuk kamu ulang kembali. Jangan buang waktumu untuk dia yang bahkan tak lagi mempedulikanmu.

2. Kamu Ingin Terus Berdekatan Dengannya

Meskipun kamu sudah melewati masa yang menyakitkan saat bersama dengannya, rasanya kamu tetap ingin selalu bersama dengannya. Entah kenapa, bahkan kamu seakan tak peduli dengan apa yang sudah kamu dan dia lalui di masa lalu.

3. Terbayang akan Mantan Saat Kamu Berada di Tempat Umum

Kamu sering mengira orang yang ada di tempat umum itu adalah mantanmu, padahal bukan. Dan saat kamu sadar, kamu merasa kecewa dan sedih karena kembali teringat akan hubunganmu yang sudah berakhir.

4. Gebetan Barumu Adalah Sosok yang Mirip dengan Mantanmu

Kamu belum bisa melupakan mantanmu. Bahkan kamu mencari orang lain yang sangat menyerupai sosok mantanmu itu. Jika sudah begini, kamu hanya bisa menyakiti dirimu sendiri dan juga menyakiti gebetan barumu itu.

5. Kamu Masih Sering Memikirkan Mantanmu Sebelum Kamu Tidur di Malam Hari

Jika kamu mengalami hal ini, artinya kamu masih sangat terobsesi dengan mantamu. Bagaimana tidak, setiap malam sebelum kamu tidur kamu masih saja mengingat mantan, mantan dan mantan.

6. Kamu Mencoba Mencari Tahu Tentang Kehidupan Asmaranya yang Baru

Tindakan yang satu ini hanya akan memperburuk suasana hatimu saja. Lebih baik kamu mengehentikan hal ini dan jangan ikut campur lagi dalam kehidupannya, terlebih perihal kehidupan asmaranya.

7. Kamu Mencari Sosok Pasangan yang Memiliki Sifat dan Karakter yang Mirip dengan Mantanmu

Saat ada orang yang berusaha mendekatimu, kamu baru akan menganggapnya saat dia memiliki sifat dan karakter yang mirip dengan mantanmu dulu. Padahal hal ini hanya akan terus menerus mengingatkanmu akan masa lalumu dengan mantamu.

8. Kamu Masih Menyimpan Amarah pada Mantanmu

Kalau kamu masih menyimpan amarah terhadap mantanmu, kamu tak akan bisa melupakannya. Amarah yang masih kamu simpan hanya akan menuntunmu untuk berusaha membalas dendam kepadanya. Pikirkanlah lagi, kamu dan dia butuh untuk bahagia meski tak bersama.

9. Kamu Masih Menyimpan Semua Pemberian Dari Mantanmu

Meski sudah putus, nyatanya kamu tak ingin lantas membuang semua barang pemberiannya. Sebaliknya kamu masih saja menyimpannya dengan baik sampai saat ini. Kamu pun tak pernah berpikir untuk membuangnya.

10. Kamu Takut Berkomitmen

Kamu masih ingat dengan masa lalumu yang pahit. Akhirnya kamu pun takut untuk berkomitmen. Kamu takut dia yang baru datang dalam kehidupanmu akan menyakitimu juga seperti halnya dengan apa yang sudah mantanmu lakukan terhadapmu.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Community

5 Alasan yang Membuat Laki-laki Tak Kunjung Melamar Kekasihnya

Mungkin ada kalanya kamu merasa jengah dengan hubunganmu yang tak kunjung menemui titik jelas menuju pelaminan. Padahal kamu dan dia sudah semakin dekat seiring berjalannya waktu. Dia pun bertingkah seolah dia sangat mencintaimu, namun kenapa dia tak kunjung melamarmu sampai saat ini?

Banyak alasan yang akhirnya membuat seorang laki-laki memilih menunda untuk melangkah ke jenjang yang lebih serius dengan kekasihnya. Berikut adalah lima dari banyaknya alasan yang mungkin dimiliki oleh pasangamu saat ini.

1. Masih Merasa Belum Menjadi Laki-laki yang Baik untuk Menjadi Pemimpin Keluarga

Mungkin hal ini bisa terjadi karena laki-laki berpikir bahwa kamu masih lebih baik darinya. Sehingga akhirnya dia minder untuk melamarmu dan menjadikanmu pendamping hidupnya. Bisa saja saat ini dia masih mencoba memperbaiki dirinya agar pantas menyandingmu kelak.

2. Trauma akan Masa Lalu

Setiap orang tentu memiliki kenangan di masa lalunya, baik itu merupakan kenangan yang buruk atau kenangan yang indah. Seorang laki-laki yang sudah memiliki traumatik yang cukup besar akan sebuah hubungan biasanya akan lebih berhati-hati untuk memilih pasangan, terlebih untuk melamar dan mengajak pasangannya menikah. Ada banyak pertimbangan yang harus dia pikirkan baik-baik terlebih dulu.

3. Masih Ada Cita-cita yang Belum Tercapai

Beberapa laki-laki memiliki prinsip untuk lebih memprioritaskan karir dan impiannya sebelum melamar seorang perempuan. Menurut mereka, saat dia menjadi seorang yang sukses, maka hal itu juga akan mempengaruhi hubungan percintaannya.

4. Takut Ditolak

Alasan lain yang juga sering dijumpai adalah ketakutan akan ditolak. Dia merasa takut jika kamu akan menolak lamarannya dan kemudian penolakan itu akan membuat hubunganmu dan dia menjadi renggang dan sedikit kaku.

5. Masih Ingin Bebas tanpa Sebuah Hubungan yang Serius

Biasanya laki-laki menyukai yang namanya kebebasan. Dia cenderung takut untuk terikat dalam sebuah hubungan yang serius. Mungkin saja alasannya belum juga melamarmu sampai saat ini karena dia masih ingin bebas untuk bersenang-senang.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Bangsa Nordik Dikenal sebagai Bangsa yang Paling Bahagia, Kamu Tahu Alasannya?

Sudah bukan rahasia lagi kalau bangsa Nordik yang tinggal di wilayah Skandinavia dikenal sebagai bangsa yang paling bahagia. Tak peduli iklim dan cuaca di negara-negara tersebut dinginnya bukan main–terutama untuk orang-orang seperti kita yang tinggal di negara tropis, nyatanya tak menghalangi orang-orang di sana untuk hidup lebih produktif dan menjadi bangsa yang paling berbahagia. Nah, kalau ditanya alasannya, ternyata mereka memiliki filosofi khusus khas bangsa Nordik yang dijadikan prinsip dalam hidup mereka sehari-hari. Menarik, bukan? Siapa tahu bisa menginspirasimu…

Sisu: Cara Orang Finlandia Menerapkan Inner Peace

Pada tahun 2017, media The Times memasukkan cara hidup orang Finlandia yang sering disebut sisu sebagai salah satu gaya hidup yang patut diterapkan. Kata sisu sukar diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris, tapi kalau diartikan secara harafiah, maknanya begini: “Segala sesuatu yang seharusnya selesai, maka suatu saat akan selesai.” Dengan menerapkan sisu, sejatinya kamu juga akan belajar mengenai pengendalian diri. Baik secara tindakan, pemikiran, maupun tutur kata.

The Times mengatakan, demi membangkitkan semangat untuk menerapkan sisu, belajarlah untuk mengucapkan sebuah kata tanpa menunjukkan ekspresi wajah. Poin yang mau diajarkan bukan soal pengucapannya, tapi bagaimana menghadapi sesuatu tanpa harus mengeluarkan ekspresi yang berlebihan. Bila kita menguasai sisu, batin pun akan tenang. Mungkin ini alasan banyak orang Finlandia yang dikenal tenang, percaya diri, serta berprinsip.

Lagom: Belajarlah Memanfaatkan Sesuatu Semaksimal Mungkin ala Orang Swedia

Seperti ilustrasi yang dikutip dari Bright Sidelagom sejatinya adalah kemampuan khusus yang dimiliki oleh orang Swedia demi menyeimbangkan kehidupan mereka. Konsep hidup semacam ini sering dijabarkan begini: “Belajarlah untuk hidup cukup, yaitu tidak berlebihan tapi tidak juga berkekurangan.”

Dalam kehidupan masyarakat Swedia, menerapkan prinsip lagom itu sudah mendarah daging. Termasuk dalam urusan ekonomi maupun bisnis. Biasanya orang yang sukses menerapkan prinsip lagom ini, mereka bisa mengontrol sesuatu yang ada di sekitarnya. Mereka tak akan gegabah dalam menyikapi suatu masalah. Hanya saja, menerapkan prinsip ini memang sukar. Kalau kamu tertarik, maka tak ada salahnya mencobanya mulai dari dirimu sendiri.

Arbejdsglæde: Cara Orang Denmark Mencintai Pekerjaan Mereka

Bagi orang Denmark, kemampuan untuk menikmati kehidupan termasuk mencintai pekerjaan mereka disebut arbejdsglæde. Konsep hidup ini sudah lama diterapkan oleh banyak orang Denmark karena ampuh menciptakan kebahagiaan dalam hidup mereka. Setiap tahunnya, sebuah perusahaan bernama Universum Global menerbitkan hasil pengamatannya terkait tingkat kepuasan karyawan dengan pekerjaan mereka. Pengamatan tersebut berdasarkan data dari banyak karyawan di beberapa negara, menariknya, bangsa Nordik selalu berada di urutan teratas.

Untuk menerapkan cara hidup seperti ini sebenarnya sederhana, cobalah temukan manfaat dalam pekerjaan yang kamu lakoni sekarang ini. Setelah itu, cobalah untuk mengakrabkan diri dengan kolega dan atasan, kerjakan tanggung jawab harian sehingga orang-orang di sekitarmu bisa menilaimu sebagai orang yang bisa diandalkan.

Selanjutnya, tetap bekerjalah dengan tenang sembari berusaha meningkatkan performa. Kalaupun menurutmu semua hal itu terdengar klise dan sukar diwujudkan, maka cobalah untuk melakukan manuver. Sebab bagi orang Denmark, orang yang bahagia dengan pekerjaannya adalah dia yang merasa senang saat berangkat kerja dan rasa senangnya sama seperti saat kamu hendak pulang ke rumah.

Friluftsliv: Mencintai Lingkungan Sekitar ala Orang Norwegia

Filosofi friluftsliv bagi orang Norwegia adalah menghabiskan waktu sepanjang hari di alam dan menyatu dengan alam untuk menemukan kembali ketenangan sejati dalam diri. Jadi, bukan hanya fokus pada aktivitas seperti hiking, tapi juga berusaha menyingkirkan segala pikiran negatif yang mungkin menekanmu selama ini dan menggantikannya dengan kegiatan yang bisa menjernihkan pikiran selama kamu berada di alam bebas.

Menariknya, orang Norwegia tak hanya menganggap hiking atau camping sebagai aktivitas di alam. Lars Mitting, penulis buku Norwegian Wood: Chopping, Stacking and Drying Wood the Scandinavian Way bahkan menyarankan untuk menjajal menebang pohon sebagai cara menemukan ketenangan diri selama berada di alam.

Gezelligheid: Cara Orang Belanda Menemukan Kebahagiaan Juga Patut Ditiru

Kendati Belanda bukanlah bagian dari negara Skandinavia, tapi mereka memiliki konsep kebahagiaan yang patut ditiru yaitu gezelligheid. Orang Belanda menyebutkan bahwa kebahagiaan sejatinya adalah sebuah sinonim dari bersatunya atau berkumpulnya kita dengan orang yang kita sayangi.

Untuk itu, mereka sangat suka membangun momen quality time, karena dari situ kebahagiaan pun akan terbangun. Mereka enggan mengunggah apa pun saat bersama orang yang mereka sayang sebab definisi kebahagiaan adalah sesederhana berbagi canda, tawa, dan cerita dengan sosok yang sangat berarti dalam hidup mereka. Itulah yang dimaknai sebagai gezelligheid.  Tapi tak cuma di Belanda, orang Norwegia pun punya filosofi serupa yang disebut koselig. 

Kalsarikänni: Cara Rileks ala Orang Finlandia

Kalau bisa rileks di rumah tanpa harus pergi kemana-mana dan mengeluarkan banyak uang, ya mengapa tidak dilakukan? Sesederhana itu cara hidup orang Finlandia dalam mewujudkan kebahagiaan mereka. Klasarikännit sejatinya berasal dari dua kata, kalsarit yaitu jenis pakaian dalam yang umum dipakai oleh orang Finlandia, sementara ännit maknanya ‘minum’. Berangkat dari kosakata tersebut, banyak perempuan Finlandia yang akhirnya tak terlalu suka pergi menghabiskan energi dan uang sampai larut malam dan memilih menikmati kenyamanan di rumah saja.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top