Tips

Kamu yang Dulu Kuliah Sembari Bekerja, Adalah Orang Tangguh yang Sesungguhnya

Meski awalnya tak berani untuk terjun dan melakoninya, kini kita telah lulus dan berhasil melaluinya. Ya, ini adalah cerita lain dari manisnya kehidupan manusia yang mengenyam bangku kuliah sembari bekerja.

Lupakan dulu kisruh SARA pada proses wawancara penerimaan peserta beasiswa kuliah dari LPDP yang sedang hangat, mari sama-sama bernostalgia bagaimana dulu kita bekerja sembari kuliah. Barangkali artikel hasil telisik ini bisa jadi jawaban yang akan menguatkan bagi mereka yang sedang dihadapkan pada kebingungan yang sama. Fokus kuliah atau kuliah sembari bekerja?

Pola Waktu yang Kita Miliki  Jelas Istimewa, Sebab Kita Melakoni Dua Hal Berbeda dalam Waktu yang Sama

Cuma fokus kuliah aja, IPK masih dibawah rata-rata. Apa kabarnya jika harus kuliah dan bekerja?

Jadi salah satu pertanyaan yang mungkin akan menghiasi pikiran, sebelum memutuskan untuk bekerja sambil kuliah. Jika jawabanmu adalah “iya” berarti kita berdua pernah memikirkan hal yang sama.

Kerisauan yang tadinya kita jadikan kekhawatiran, mendadak hilang begitu saja terganti oleh dorongan lain yang lebih berarti. Tanpa disadari ada keinginan lain yang akan menggerakkan pikiran untuk bisa mengatur waktu antara bekerja dan belajar. Entah itu berupa list jadwal untuk kegiatan yang akan dilakoni dihari senggang, hingga daftar pekerjaan dan tugas kuliah yang memang harus diselesaikan.

Pelan-pelan kita terlatih untuk melakukan dua pekerjaan secara bersamaan, dan akan semakin terbiasa.

Tidak Ada Istilah Tak Bisa, Komitmen Atas Tanggung Jawab Bekerja Sama Pentingnya dengan Tugas Kuliah

Kuliah memang merubah beberapa pola pikir, namun bekerja tak hanya merubah pola pikirmu saja. Sikap, hingga bagaimana kamu menilai sebuah masalah pun turut berubah

Pekerjaan menuntut kita untuk bertanggung jawab pada diri sendiri, atas beban pekerjaan hingga bertanggung jawab pula pada perusahan tempat bekerja. Mau tak mau, fase ini memaksa diri untuk bisa semaksimal mungkin memainkan peran. Agar kamu tetap bisa total dalam bekerja dan kuliah.

Sebab dua hal ini adalah tanggung jawab yang sama pentingnya. Kalau enggan belajar tentu IPK akan jelek, jika malas bekerja jelas tak mendapat gaji.

Gudang Pengetahuanmu Pelan-pelan Bertambah, Tidak Lagi Seperti Mereka, Para Mahasiswa Biasa

Untuk kamu yang akan memilih jejak sama, sebaiknya pilihlah jurusan yang akan sejalan dengan profesimu kelak.

Dan tanpa berniat untuk merendahkan teman lain yang memang hanya fokus kuliah. Percaya atau tidak, apa yang kamu ketahui memang tak lagi sama dengan yang mereka pahami. Masa bekerja yang selama ini telah kamu enyam, akan membentuk mental dan pikiranmu. Hal-hal yang tadinya hanya kamu terima dalam bentuk materi di kampus, di tempat kerja telah kamu aplikasikan.

Kelak jika sudah lulus dan akan fokus bekerja, sudah tak ada lagi kekhawatiran akan beban yang mungkin tak bisa diselesaikan. Sebab sedari dulu kamu sudah biasa melakoninya.

Kolega dan Relasi Jadi Aset yang Setara dengan Ilmu yang Didapat di Bangku Kuliah

Ini penting, sebab kita tak akan hidup seorang diri saja. Jika ternyata kamu masuk pada kelas khusus untuk mahasiswa yang juga bekerja. Tentu itu berita baik untuk perjalanan kariermu nanti.

Sebagaimana pengetahuan yang menjadi modal, kerabat dan beberapa teman lain juga jadi sesuatu yang akan kita butuhkan sewaktu-waktu. Mulai dari merekomendasikan pekerjaan baru, hingga membantumu mencari klien.

Sebab tak lagi akan meraba untuk beradaptasi menyesuaikan diri dalam pertemanan dunia kerja, hubungan di kampus akan membantumu mencairkan suasana jika kelak berurusan dengan mereka.

Jam Istirahat Jelas Berkurang, Namun Ada Haru Setiap Kali Melihat Orangtuamu Tersenyum Bangga

Alur cerita ini memang akan merenggut beberapa jam istirahatmu Tapi toh ini tak akan berlangsung selamanya, ada masa dimana kita akan mengingat masa ini sebagai kenangan sarat kesan.

Walau mereka yang lulus dengan nilai baik memang akan jadi kebanggaan. Tapi kamu yang berhasil lulus dengan jerih payah sendiri jauh lebih membanggakan. Tak hanya jadi sebuah prestasi untuk diri, ini juga akan jadi salah satu kebanggaan untuk orangtua.

Bagaimana mereka akan bangga setiap kali bercerita, bahwa anaknya telah berhasil menjadi sarjana dengan jerih payah sendiri.

Dan Ketika Lulus, Sudah Ada Tahap yang Kita Dapatkan Lebih dulu

Keluhan dari beberapa instansi, mereka yang baru saja lulus dan menjadi seorang sarjana dinilai belum siap bekerja. Jadi tak heran, jika akhirnya sebagian besar dari mereka malah diterima bekerja pada bidang yang sebenarnya bukan keahliannya.

Pilihanmu yang ingin kuliah sembari bekerja, akan memudahkanmu menemukan gambaran. Bagaimana situasi bidang pekerjaan yang akan digeluti. Jika memang memungkinkan, pengetahuan yang kamu kuasai kini akan memudahkanmu mengelola bidang pekerjaan yang serupa. Karena biar bagaimana pun bekerja sembari kuliah adalah investasi masa depan yang kelak kamu butuhkan.

Berbeda dengan yang Lain, Kamu Ini Merupakan Manusia yang Memiliki Kemampuan Tak Biasa

Ya, ini jelas jadi kelebihanmu!

Hidup dengan pola yang tak terkotak-kotakkan, membuatmu terbiasa cekatan. Melakukan berbagai hal dengan cepat, dan tak pernah menganggap pekerjaan sebagai beban. Sebaliknya, hal-hal yang tadinya kamu nilai sebagai bentuk kegiatan yang tak akan mampu dijalankan, berubah jadi sesuatu yang justru akan kamu rindukan. Saat ini, hal itu pulalah yang sedang kamu rasakan.

Sekilas tak ada yang membedakanku dengan mahasiswa reguler. Bagaimana pun, tugas dan beban pelajaran yang didapat juga sama. Hal yang membedakanmu dengan mereka adalah kemampuanmu untuk mengemban semua kegiatan dengan baik secara bersamaan. Karena itu, kamu adalah manusia tangguh yang luar biasa.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Ketika Hidupnya Lebih Buruk denganmu, Itu Artinya Ia Tak Tercipta Untukmu

Pernah tidak kamu tiba-tiba bepikir, bahwa ada sesuatu yang sepertinya tak beres dalam hubunganmu? Iya, ini bukan tentang kamu tak bisa membuatnya tertawa atau bahagia. Tapi tentang kenyataan lain yang justru jadi tanda tanya.

Coba lihat hidupnya kini, lalu bandingkan dengan hidupnya sebelum kalian bersama. Dulu ia adalah seorang periang, punya banyak teman dan pekerjaan yang lancar. Tapi bersamamu, harinya justru berubah. Menjauh dari temannya, karena memastikan kamu tak kemana-mana jadi yang lebih utama.

Sering khawatir karena cemburu, ketakutan akan kehilangmu menganggu pekerjaan yang ia lakoni. Lantas, sanggupkah kamu terus menerus melihatnya begitu?

Cinta yang Baik Membawanya Kedamaian, Bukan Membuatnya Gusar Tak Berkesudahan

Sikap periang yang dimilikinya, bisa jadi adalah salah satu hal yang membuatnya suka padanya. Tapi, jauh berbeda dari saat pertama jumpa. Akhir-akhir ini ia justru terlihat sering berwajah sendu, karena tak bahagia. Senyum manis yang tadinya sering mengembang, pelan-pelan mulai hilang. Berganti dengan segudang kekhawatiran atas hubungan yang kalian jalankan.

Tak terlihat secara jelas datang darimana sedihnya, yang terlihat hanyalah raut wajah kecewa, takut, serta kerap khawatir untuk berbagai macam alasan. Jika memang begitu, cobalah untuk melepasnya sendiri dulu.

Jauh dari Kata Berkembang, Hidupnya Kian Monoton Setelah Kamu Datang

Rasa sayang harusnya mendorong seseorang untuk melakukan banyak hal yang sebelumnya terlihat mustahil. Membantunya meningkatkan kemampuan dan kreativitas, dan semua hal baik itu jelas memberi dampak baik untuknya.

Namun jika yang terjadi justru sebaliknya, itu artinya memang ada sesuatu yang salah. Bandingkan lagi, bagaimana hidupnya ketika kalian tak bersama. Seberapa banyak pencapaian yang ia perbuat dengan seorang diri saja? Dan kenapa ketika sudah bersama ia justru berdiam diri dan tak berbuat apa-apa?

Semangatnya pelan-pelan hilang, dan jika benar begitu sebaiknya kau lepaskan genggamanmu.

Hanya Demi Kamu, Ia Sering Berbohong

Tak jelas apa alasannya, dari seluruh perubahan sikap yang ia tunjukkan. Kebohongan jadi salah satu hal yang paling banyak kau temukan. Mulai dari kebohongan kecil, hingga yang besar. Dari yang menurutmu tak penting untuk ditutupi sampai hal besar lain yang harusnya tak perlu disembunyikan lagi.

Hubungan kalian, kerap kali dijadikan alasan untuk berbohong dan tak ingin membuatmu marah atau kecewa padanya. Tapi asal kamu tahu saja, cinta yang baik merubah sesorang untuk lebih terbuka dan membicarakan semuanya. Jika ia kerap kedapatan berbohong, itu artinya ada sesuatu yang salah.

Tak Lagi Bergairah untuk Melakoni Hal Lain, Hidupnya Seolah Bertumpu Hanya Padamu Saja

Jadi sesuatu yang kadang sulit diterima, perubahan sikap yang ia tunjukkan kadang memang tak masuk akal. Namun itu semua adalah kenyataan yang mau tak mau harus kamu terima. Kamu bisa melihat ia kehilangan semua gairah, tak lagi terlihat hidup melakukan hal yang tadinya ia suka.

Dan kesimpulan yang bisa ditarik dari sikapnya, kemampuan yang tadinya ia bisa perbesar berubah jadi ketidakpastian yang kian kecil. Tak mau berbuat apa-apa tanpa dirinya, baginya kamulah roda pemutar hidup yang ia percaya. Tapi, bukankah cinta harusnya membuat kita kian kuat? Jika dirinya justru melemah, itu artinya bukan cinta.

Lari dari Tanggung Jawab, Ia Berubah Lebih Buruk dari yang Sebelumnya

Yap, coba tengok seseorang yang katamu paling kamu cintai itu. Ingat kembali bagaimana ia dulu menyelesaikan semua pilihan dan menyelesaikannya dengan benar. Lalu masihkah ia bersikap demikian sampai sekarang? Jika ternyata jawabannya adalah tidak. Berarti ada sesuatu yang memang perlu dibenahi dalam hubungan kalian berdua. Dia yang terjebak dan tak bisa memilah perilakunnya, atau sikapmulah yang membuat ia jadi demikian berubah.

Mungkin Bukan Hanya Salahmu Juga, untuk Itu Cobalah Mencari Penyebabnya

Perkara hubungan yang bisab merubah setiap orang. Siapa yang salah jelas sulit untuk ditentukan. Satu pihak bisa saja merasa biasa dan tak berbuat salah, tapi di sisi lain bisa jadi pasangannya mengira dialah penyebab seseorang berubah.

Tak harus buru-buru, coba dilihat pelan-pelan dulu. Pihak manakah yang sekiranya jadi penyebab perubahan diri. Jika memang itu karenamu, belajarlah untuk lebih bijaksana dalam menanggapinya. Lepaskan ia jika ternyata, tak ada bahagia yang ia terima setelah sekian lama bersama. Jujurlah pada dirimu sendiri dengan mengakui bahwa kamu memang jadi sosok yang membuatnya berubah menjadi lebih buruk dari dirinya yang sebelumnya.

Maka, jika benar-benar cinta, cobalah lepaskan ia. Biarkan ia mencari jalannya, dan belajar untuk mencari bahagianya dulu sebelum nanti berbagi bahagia lagi bersamamu.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Kadang Seorang Teman Memberi Solusi Bukan Karena Empati, Tapi Sekadar Asal Bicara Saja

Sadarilah, tak semua teman tempat kita curhat adalah seorang pendengar yang baik, yang mau turut merasakan apa yang sedang kamu rasakan saat itu. Karenanya, tak usah heran kalau akhirnya yang kamu dapat adalah solusi yang terdengar ‘ala kadarnya’ bahkan terkesan menggampangkan sebuah masalah.

Padahal jika dikembalikan ke dirinya sendiri belum tentu mereka akan terima dengan masukan seperti itu. Namun bukan berarti berbagi cerita ke teman adalah langkah yang salah ya. Mungkin supaya tak mendapat respon yang tak enak, kamu perlu mengenali karakter mereka dulu. Carilah sosok teman yang benar-benar tepat, yang bisa menjadi pendengar dan pemberi solusi yang baik bagi dirimu.

Seorang Teman Belum Tentu Merasakan Emosi yang Kamu Rasakan

Bagaimanapun, seorang teman belum tentu bisa merasakan emosi seperti yang kamu rasakan saat kamu menceritakan ceritamu. Padahal ada kalanya kamu hanya butuh didengarkan saja dibanding meminta saran dari mereka. Hati-hati, salah cerita pada orang, justru bisa membuatmu merasa sia-sia.

Sadarilah, meski sejak awal kita berharap mereka mau turut merasakan emosi yang sama seperti yang kamu rasakan kala itu. Tak semua orang bisa merasakan apa yang kita sedang rasakan.

Selesai Cerita Justru Dapat Penghakiman dari Teman yang Kamu Ajak Cerita, Menyebalkan Bukan?

Percayalah, tak semua curahan hati kamu bisa diterima dan direspon dengan baik oleh teman yang kamu ajak berbagi. Bahkan, tak semua teman akan setuju dengan jalan cerita yang kelak kamu bagikan pada mereka. Alih-alih ingin mendapat hati yang plong setelah mengeluarkan segala keluh kesahmu, yang ada kamu hanya akan mendapatkan kecewa.

Jika tahu bakal mendapat penghakiman dari lawan bicaramu. Pastikan terlebih dahulu, sebenarnya seberapa besar ia mau mendengarmu.

Tak Menutup Kemungkinan Ceritamu Justru Disebarluaskan pada yang Lain

Tak semua teman bisa menjaga rahasiamu dengan baik setelah kamu ceritakan seluruhnya pada mereka. Karenanya, jangan menceritakan masalahmu ke sembarang orang. Namun carilah sosok teman yang dapat dipercaya bisa menjaga rahasiamu dengan aman.

Susah memang, tapi kuberitahu, jangan sampai setelah kamu curahkan semua pada temanmu, masalahmu malah makin runyam dan akhirnya hanya mengganggu ketentraman hatimu, kan?

Berujung Penyesalan yang Menderamu Karena Sudah Cerita ke Temanmu

Akhirnya ketika kamu tahu bahwa teman yang kamu ajak berbagi cerita tidak bisa dipercaya dalam menjaga segala rahasiamu, yang ada kamu akan merasa menyesal sendiri. Bahkan hal ini bisa berdampak pada merenggangnya hubungan pertemanmu dengannya. Mungkin pada akhirnya kamu bisa petik pelajarannya dari sini agar bisa lebih berhati-hati lagi dalam memilih teman untuk diajak berbagi cerita.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Jatuh Cinta Itu Mudah, Tapi Menjaganya Susah

Semua kita pasti setuju, jika proses jatuh cinta selalu dipenuhi dengan hal-hal manis yang menenangkan jiwa. Tak berhenti memikirkan dirinya, sampai senyum-senyum manis meski tak ada yang orang disamping kita.

Tapi jatuh cinta, jelas tak hanya sampai pada proses menyatakan cinta lalu diterima saja. Setelah itu, kita justru diminta untuk berjuang dengan porsi yang lebih besar. Memulainya mungkin cukup dengan sebuah perasaan suka, tapi untuk terus bisa bertahan jelas kita butuh usaha. Maka dengan demikian, jika jatuh cinta terasa mudah, menjaganya sudah pasti susah.

Awalnya Semua yang Terasa Kurang Terkesan Manis, Tapi Percayalah Itu Tak Akan Berjalan Lama

Pada beberapa waktu awal, segala hal yang terasa kurang bisa dirayakan dalam sebuah kesederhanaan. Memesan satu porsi lauk dengan dua porsi nasi demi menghemat biaya, memang bukanlah sesuatu yang buruk untuk berdua. Selama masih bisa dinikmati bersama, jelas selalu terasa istimewa.

Namun juga akan terdengar manusiawi, jika kita menginginkan sebuah hubungan yang berjalan dengan angan besar. Bukan yang melulu jalan di tempat. Kita butuh perubahan, sesederhana bisa makan berdua di restoran mewah tanpa takut tak bisa bayar.

Bukan Tak Percaya Rasa Cinta, Tapi Pasti Bosan Jika Setiap Akhir Pekan Hanya Duduk Manis di Rumah Saja

Jangan bilang perempuanmu sedang ingin meragukan rasa sayang dan ketulusan. Biar bagaimanpun dia selalu percaya jika cinta akan mendatang berbagai macam hal baik dalam hubungan. Akan tetapi, kamu juga perlu mencari celah bagaimana caranya untuk terus menghidupkan rasa.

Bayang-bayang akan hidup berdua bisa jadi belum siap diterima. Karena masih pacaran saja, hubungan kalian terasa hambar tanpa ada istimewanya. Sesekali, kalian harus pergi kencan berdua. Walau hanya sekedar menikmati dua gelas kopi, sembari bercerita beberapa angan bersama. 

Kita Harus Realistis, Seberapa Serius Kita Akan Menjalani Hubungan Ini

Tantangan dalam hubungan kita jelas akan berubah, dari hal-hal remeh yang tak harusnya jadi sumber masalah. Berubah dengan berbagai macam pertanyaan seputar keseriusan berdua. Perempuanmu mungkin bisa mendadak marah, karena tahu kamu menghabiskan 30% gaji hanya untuk foya-foya. Padahal jauh lebih berguna jika uangnya kamu tabung saja.

Begitupun sebaliknya, lelakimu bisa saja merasa kecewa jika kamu masih saja bersikap kekanak-kanakan dan mempermasalahkan tentang mantan yang jelas-jelas sudah lama dilupakan. Belajar untuk terbuka dalam segala, mengemukakan sesuatu yang memang sekira tak benar. Dan sama-sama belajar untuk memahami, akan dibawa kemana hubungan ini.

Demi Cinta yang Tetap Terjaga, Kita Pun Butuh Waktu yang Baik untuk Berdua

Memupuk rasa cinta dan kasih sayang, bukan hanya tentang ikatan. Bagi perempuan, perlu untuk bepergian bersama pasangan walau si lelaki mungkin merasa enggan. Hidupkan semua rasa dan cinta dengan cara yang istimewa, agar tak pernah ada kata bosan untuk bersama.

Tak harus sering, asal bisa memanfaatkan waktu dengan baik dan berguna. Belajar memasak berdua kala akhir pekan, atau berkebun bersama untuk suasana yang lebih kekeluargaan. Dengan begitu kalian akan terlatih, jadi pasangan yang tak hanya saling mencintai tapi juga bisa jadi rekan kerja yang baik untuk segala hal yang akan dilakukan nanti.

Hingga Akhirnya Kalian Akan Sadar, Menjalin Hubungan Bukan Soal Cinta Semata

Membuat perhitungan dalam hubungan, bukan berarti sedang ingin menancapkan sebuah standar besar. Ini lebih kepada sebuah kesadaran, tentang hal-hal nyata lain yang memang akan dirasakan setiap pasangan. Kita butuh pergi berkencan, kita butuh makan malam berdua yang berkesan, kita butuh menghadiahi pasangan, dan berbagai hal lain yang memang membutuhkan perhitungan dan jelas jadi pengeluaran.

Maka dengan demikian, walau katamu jatuh cinta itu mudah, menjaganya jelas saja susah. Karena selain biaya, kau pun perlu untuk mau terbuka. Mempelajari bagaimana sebenarnya sikap aslinya dan seberapa besar kemungkinan bisa berdua selamanya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top