Feature

Kamu yang Berhasil Melampaui Cobaan LDR adalah Bukti Sesungguhnya Jika Cinta Juga Butuh Iman dan Keyakinan

Mungkin sebagian dari kamu pernah ada yang mengalami rasanya Long Distance Relationship (LDR) alias hubungan jarak jauh. Kalau di film, ya seperti seperti kisah Tita dan Adit dalam film Eiffel, I’m in Love. Saat ‘terjebak’ dalam situasi LDR, tak ada yang lebih melegakan daripada sebuah pertemuan, tak ada yang lebih menantang melebihi perjuangan saling menanti tanggal untuk bertemu. Karena banyak tantangan itulah, menjalani LDR sejatinya tak semudah yang orang lain pikirkan.

Ada yang berhasil, tapi tak sedikit juga yang memilih berpisah…

Bahkan seringkali justru lebih banyak pahitnya daripada momen manisnya…

Mereka yang berhasil setelah LDR sekian lama patut berbangga, sebab hanya mereka yang tahu bagaimana pergolakan batin selama keduanya saling berpisah. Namun jika keduanya sudah saling yakin untuk berhasil dengan hubungan kalian, sekeras apa pun itu pasti akan berhasil.

Mendukung dan Menyemangati Kekasih Setiap Hari Adalah Sebaik-baiknya Tips untuk Mereka Para Pejuang LDR

Bayangkan kalau kalian tak peduli dengan pasangan masing-masing? Bukan tak mungkin hubungan kalian hanya akan sampai di tengah jalan. Begini, jauhnya jarak sejatinya bukan alasan untuk tak saling menyemangati dan menguatkan bukan? Berikan dukungan dan semangat setiap harinya. Lewat hal-hal kecil, sejatinya itulah kunci untuk membuat hubungan kalian semakin awet. Kita tak pernah tahu apa yang sedang dirasakan pasangan nun jauh di sana. Karenanya, jangan sampai kamu absen dalam menyemangatinya ya!

Mereka yang LDR Tahu Betul Kapan Harus Berkirim Kejutan Romantis Sekalipun Terpaut Jarak Sekian Ratus bahkan Ribuan Kilometer

Kejutan mungkin jadi salah satu hal yang didambakan pasangan. Ya, kamu dan pasangan bisa saling memberi kado dan kejutan apa pun yang sekiranya kamu anggap romantis. Tak harus lelaki duluan yang memberi. Wanita pun bisa mulai memberi kejutan untuk kekasihnya. Lantaran LDR, keberadaan kado atau kejutan yang datang tiba-tiba akan lebih berasa kesannya. Tak perlu mahal dan merepotkan, bisa jadi biasanya yang sederhana justru lebih sangat berarti.

Selelah Apa pun Mereka Beraktivitas, Tak Ada Kata Lupa untuk Saling Bertukar Kabar dan Kata-kata Romantis demi Hubungan yang Tambah Manis

Dari bangun pagi hingga jelang tidur, kisah cinta para pejuang LDR sejatinya butuh perjuangan. Kata-kata romantis bak bumbu yang bisa menguatkan hubungan kalian. Karenanya, penting sekali menyediakan waktu di penghujung hari untuk selalu menyapa pacarmu sekalipun ada jarak yang memisahkan. Ya, selelah apa pun, asal mendengar suara orang yang kita sayang pasti lelah tersebut bak menguap entah kemana.

Rutin Berkomunikasi Walau Sekadar Lewat Pesan Singkat dan Telepon Sejatinya Adalah Obat sekaligus Kunci Suksesnya Hubungan Para Pejuang LDR

Kunci kesuksesan hubungan LDR adalah rutin berkomunikasi setiap hari. Nah selain chatting dan telpon, sesekali kamu perlu membuat jadwal video call bersamanya. Ya, meski seringkali terganggu sinyal yang tidak lancar, setidaknya dengan saling menatap satu sama lain meski lewat layar ponsel, kalian tetap bisa berbagi cerita dan senyuman.

Kunci LDR: Buatlah Komitmen Jangka Panjang dan Pastikan Dia Mau Benar-benar diajak Berjuang

Bukan hanya janjian atau saling mengingatkan untuk makan, kalian harus mulai memikirkan komitmen besar jangka panjang. Misalnya, menentukan tahun kapan kalian akan mengusahakan untuk lamaran atau menikah. Percayalah, komitmen jangka panjang seperti ini menjadi sangat penting, karena dalam sebuah hubungan tujuan bersama di masa depan akan mempengaruhi semua hal yang dikerjakan hari ini. Sekaligus jadi sumber semangat untuk memperkuat rasa cinta kalian.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Sering Merasa Sedih? Cobalah Lakukan Hal Ini Agar Hidupmu Lebih Bahagia Lagi

Ternyata, hal paling membahagiakan seseorang adalah ketika ia berhasil memecahkan sebuah persoalan dan bisa memahami semua keinginan yang ia inginkan. Namun untuk bisa mendapatkan itu semua, tentu tak akan mudah. Ada beberapa hal yang perlu dirubah, ditingkatkan dan ditambah dalam porsi yang lebih besar.

Ini bisa jadi susah, tapi bisa juga terasa mudah. Tergantung bagaimana kamu menilainya dan bertindak untuk menjadikannya nyata. Kira-kira apa saja ya?

Jangan Menunda-nunda, Kerjakan Apa yang Memang Harus Diselesaikan

Begini, kamu tidak akan bisa berjalan atau merasa bahagia. Jika hingga saat ini, kamu masih bingung untuk menentukan tujuan dan masih kerap menunda pekerjaan atau kegiatan.

Seorang penulis bernama Marilyn Vos Savant menyarankan kita untuk membuat daftar dari setiap tugas kecil yang harus dilakukan dalam sehari kemudian kamu bisa melakukannya  satu demi satu. Jangan sampai ada yang kelewatan ya. Hal tersebut juga bisa diterapkan untuk tugas mingguan dan bulanan lho.

Langkah ini hanya sederhana, karena kamu hanya cukup menyelesaikan apa yang memang jadi tanggung jawabmu sendiri. Tapi, yakinlah jika itu akan membuatmu lebih mudah untuk merasa bahagia.  

Tetapkan Tujuan dan Fokuslah Pada Apa yang Sedang Kamu Kerjakan

Pikirkan apa yang telah kamu capai mulai dari titik permulaan hingga sekarang ini. Kemudian belajarlah, untuk menghargai setiap proses yang akan kamu lakukan untuk pencapaianmu. Jika hal itu sudah berhasil kamu capai. Hal selanjutnya adalah melatih diri untuk bisa tetap fokus pada apa yang tadi sudah ditetapkan.

Kalau memang dirasa perlu, cobalah buat pengingat kecil yang bisa kamu lihat setiap saat. Dengan begitu, setiap kali kamu merasa lupa atau bimmbang, ada gambaran yang akan membantumu untuk tetap fokus pada tujuan.

Ubah Pandangan yang Selama Ini Kau Yakini, ‘Dari Mendapatkan Menjadi Memberikan’

Sebuah pepatah dari Wayne Dyer mengutarakan, “Ketika Anda mengubah cara Anda melihat sesuatu, hal-hal yang Anda lihat akan berubah.”

Ini mungkin akan sedikit susah dirubah, apalagi jika selama ini yang kita jadikan ukuran kebahagian adalah ketika kita mendapatkan. Bergeser dari yang selama ini dipercayai, kamu perlu untuk merubah cara pandang yang akan memberikan kebahagian.

Titik ini akan membuat kamu termotivasi melakukan hal lain yang bertujuan membuat bahagia orang lain. Bukan sekedar membuat dirimu bahagia saja. Tapi anehnya, meski yang kau lakukan bukanlah untuk dirimu sendiri. Ada hal lain yang justru membuatmu lebih bahagia dari yang selama ini kamu jalani.

Rubah dan Tetapkan Kebiasaan untuk Konsistensi yang Lebih Bisa Dipegang

Dari semua sumber bahagia, konsistensi untuk melakukan hal-hal yang menyenangkan hati selalu jadi kunci untuk bisa lebih bahagia lagi. Kita butuh konsistensi dan pengulangan atas sesuatu hal. Karena ketika kita sudah berhasil untuk melakukan hal tersebut secara berulang dan konsisten. Ini akan membantu otak kita mudah beradaptasi akan runitinitas baru lain.

Selanjutnya keberhasilan kita untuk bisa tetap berpegang teguh pada rutinitas yang sudah dijadikan kebiasaan. Jadi hal lain yang selanjutnya akan melahirkan rasa bahagia dalam kegiatan yang kita jalankan.

Perbanyak Bersyukur dan Belajar untuk Lebih Fokus pada Lingkunganmu

Mereka yang menghabiskan waktu bersamamu akan mengubah hidupmu menjadi lebih baik, maka senantiasa tebarkanlah hal-hal positif disekitar orang-orang yang mendukungmu. Serta jangan lupa pula untuk berterimakasih atas kehidupan yang selama ini kamu dapatkan. Orang-orang baik yang ada di dekatmu, dan semua hal yang selama ini sudah ada dalam hidupmu.

Rasa syukur atas penerimaan diri atas apa yang dimiliki dalam kehidupan akan mendatangkan energi positif yang mampu membuatmu bahagia. Walau sebenarnya apa yang kau miliki adalah hal-hal sederhana.

Setiap Kali Hampir Menyerah, Visualisasikan Masa Depan Impianmu

Berita suka dan bahagia kerap datang tanpa diminta. Hari ini kita mungkin sedang berada pada tingkat bahagia yang tetinggi. Tapi esok hari bisa saja kita merasakan sedih yang paling bawah. Untuk bisa mengembalikan semangat yang hilang. Mari uraikan lagi gambaran masa depan yang kamu inginkan.

Buatlah bayangan, akan seperti apa hidupmu dalam 3 atau 5 tahun ke depan. Masih tetap menjadi dirimu yang sekarang, atau ingin jadi sosok yang lebih besar? Dari pertanyaan-pertanyaan seperti ini, secara tak langsung kamu akan terdorong untuk melakuka apa saja demi mewujudkannya.

Dan Ambil Lebih Banyak Tindakan dari Semua Hal yang Sudah Kamu Rencanakan

“Talk Less do More”

Simpan semua omong kosong yang hanya bisa terdengar menyenangkan telinga. Mari ganti dengan sebuah tindakan nyata yang bisa merubah hidup kita. Karena selain membuat diri bahagia, satu tindakan tentu jauh lebih berarti jika dibandingkan dengan semua hal-hal yang selama ini hanya kamu bicarakan tanpa dibuktikan.

Pakailah waktu untuk membuat diri bahagia, dan mewujudkan semua mimpi yang selama ini sudah ada dalam kepala.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Terlalu Lama Menjomblo, Membuat Kamu Kian Dekat dengan Hal-hal Ini!

“Sudah terlalu lama sendiri, sudah terlalu lama aku asyik sendiri”

Mungkin lirik lagu tersebut sangat cocok untukmu yang sudah lama menghabiskan waktumu seorang diri. Terlalu lama menjomblo ternyata juga tak baik loh untukmu. Terlebih jika akhirnya kamu sudah benar-benar terbiasa dan asyik dengan kesendirianmu itu. Bahkan nih, dari  hasil beberapa penelitian. Sendiri kelamaan, bisa memicu kematian. Untuk itulah, kamu disarankan segera mencari pacar.

Akan tetapi, sebelum beranjak untuk menebarkan pesonamu. Kami ingin mengajakmu menyadari beberapa hal yang selama ini kamu alami. Iya, kamu alami selama sendiri tanpa kekasih.

1. Merasa Kaku Saat Berkenalan dengan Orang Baru

Karena kamu sudah terlalu lama sendiri, akhirnya kamu pun tak terbiasa dengan kehadiran orang baru dalam kehidupanmu. Kamu pun akan terkesan canggung saat bertemu dengan orang baru. Akhirnya akan sulit untuk orang lain mendekat padamu karena tidak nyaman dengan sikap canggungmu itu.

Bukan tak mau membuka diri, hanya saja ada sedikit keraguan yang masih menghiasi pikiran. Semacam pertanyaan kurang percaya diri, karena sudah lama menyendiri.

2. Banyak Temanmu yang Akhirnya Menyerah untuk Mencarikanmu Pendamping

Temanmu pun ingin melihatmu memiliki pendamping. Mereka berusaha mengenalkanmu dengan kenalannya dengan maksud siapa tahu dia bisa cocok denganmu. Namun karena sikapmu yang cenderung cuek, akhirnya teman-temanmu pun menyerah untuk mencarikanmu pendamping. Bahkan setelah upaya  yang mereka perbuat, tak sedikit pula yang akhirnya merasa kesal padamu.

“Lu maunya pacar yang kaya gimana sih?” 

Sering mendengar kalimat ini? Ya, kadang kamu merasa terharu pada teman-teman yang sibuk mencarikanmu pacar baru. Namun juga sering merasa lucu, kenapa mereka sesibuk itu. Karena bisa jadi kamu sendiri masih menunggu dan tak mau terburu-buru.

3. Padahal Kamu Merasa Bahwa Cinta Bukanlah Hal yang Penting untuk Dipikirkan

Kondisi kesendirianmu yang sudah terlalu lama akhirnya juga memengaruhi pola pikirmu pada makna cinta itu sendiri. Kamu mulai merasa bahwa cinta bukanlah suatu hal penting untuk kamu pikirkan. Ada hal penting lain yang harus lebih dulu kamu dahulukan dibandingkan hanya untuk sebuah cinta. Dan barangkali inilah sebabnya, mengapa kamu masih betah sendiri sampai sekarang.

4. Bisa Jadi, Kamu Merasa Jauh Lebih Baik Saat Sendiri

  

Bisa dibilang kamu sudah cukup nyaman dengan kesendirianmu. Kamu justru tak tertarik meskipun melihat banyak temanmu yang selalu bersama dengan pasangannya. Kamu cenderung asyik dengan duniamu sendiri. Menikmati hobi dan belajar hal baru lebih banyak lagi. Selalu  jadi sesuatu yang lebih menyenangkan daripada harus buru-buru mencari pacar. Walau pada beberapa orang, ini hanyalah sebuah alasan atas ketidakmampuan. Upss…

5. Kamu Sudah Kebal dengan Komentar dan Pertanyaan Orang Terkait Status Single-mu

Mungkin di awal kamu sempat memikirkannya. Namun karena kamu sudah cukup lama sendiri dan menikmati kesendirian itu, akhirnya kamu pun mulai kebal dengan banyaknya komentar dan pertanyaan orang lain terkait dengan statusmu yang masih saja sendiri sampai saat ini.

Jadi pertanyaan semacam “Sendiri mulu, berduanya kapan?”, tak lagi jadi sesuatu yang menyinggung perasaan. Ini lebih terdengar jadi sebuah basa-basi dalam membuka obrolan. Ya, walau kadang-kadang ada juga yang merasa jadi beban. Tergantung bagaimana kamu menyikapinya.

6. Setiap Kali Ada yang Mendekati, Ada Serangkaian Cerita yang Sudah Kamu Persiapkan

Padahal kamu belum tahu pasti. Namun saat ada orang yang mendekatimu kamu akan dilanda kecemasan dan kepanikan. Kamu mulai berpikir keras akan tujuannya mendekatimu, ingin sekedar bermain-main atau benar-benar ingin serius. Hingga akhhirnya, ketakutakan dan kekhawatiran itu membawamu pada keputusan, akan hal-hal yang ingin dilakukan.

Kamu mulai berandai-andai, jika si dia nanti akan melakukan sesuatu apa yang perlu kamu persiapkan untuk merespon tindakannya itu. Sering membuatmu cemas tak karuan, tapi setidaknya kamu merasa tenang jika ada sesuatu yang sudah dipersiapkan.

7. Kamu Menciptakan Tembok yang Semakin Tinggi Karena Keinginanmu untuk Melindungi Diri

Tujuanmu memang ingin melindungi dirimu. Namun tanpa kamu sadari, lambat laun justru tembok yang kamu bangun untuk berlindung semakin tinggi. Akhirnya akan sulit untuk seseorang bisa mejangkau tempatmu berada. Nah, untuk yang satu ini tak selalu sepenuhnya salah. Biar bagaimanapun ini adalah upaya perlindungan untuk diri sendiri.

Dengan kata lain, kamu bisa lebih memilah orang-orang seperti apa yang nanti akan berada di dekatmu. Sehingga patah hati atau disakiti yang dulu pernah terjadi, tak akan terulang kembali. Nah, dari beberapa hal yang tadi sudah dijelaskan. Mana yang saat ini sedang kamu rasakan?

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Ketika Hidupnya Lebih Buruk denganmu, Itu Artinya Ia Tak Tercipta Untukmu

Pernah tidak kamu tiba-tiba bepikir, bahwa ada sesuatu yang sepertinya tak beres dalam hubunganmu? Iya, ini bukan tentang kamu tak bisa membuatnya tertawa atau bahagia. Tapi tentang kenyataan lain yang justru jadi tanda tanya.

Coba lihat hidupnya kini, lalu bandingkan dengan hidupnya sebelum kalian bersama. Dulu ia adalah seorang periang, punya banyak teman dan pekerjaan yang lancar. Tapi bersamamu, harinya justru berubah. Menjauh dari temannya, karena memastikan kamu tak kemana-mana jadi yang lebih utama.

Sering khawatir karena cemburu, ketakutan akan kehilangmu menganggu pekerjaan yang ia lakoni. Lantas, sanggupkah kamu terus menerus melihatnya begitu?

Cinta yang Baik Membawanya Kedamaian, Bukan Membuatnya Gusar Tak Berkesudahan

Sikap periang yang dimilikinya, bisa jadi adalah salah satu hal yang membuatnya suka padanya. Tapi, jauh berbeda dari saat pertama jumpa. Akhir-akhir ini ia justru terlihat sering berwajah sendu, karena tak bahagia. Senyum manis yang tadinya sering mengembang, pelan-pelan mulai hilang. Berganti dengan segudang kekhawatiran atas hubungan yang kalian jalankan.

Tak terlihat secara jelas datang darimana sedihnya, yang terlihat hanyalah raut wajah kecewa, takut, serta kerap khawatir untuk berbagai macam alasan. Jika memang begitu, cobalah untuk melepasnya sendiri dulu.

Jauh dari Kata Berkembang, Hidupnya Kian Monoton Setelah Kamu Datang

Rasa sayang harusnya mendorong seseorang untuk melakukan banyak hal yang sebelumnya terlihat mustahil. Membantunya meningkatkan kemampuan dan kreativitas, dan semua hal baik itu jelas memberi dampak baik untuknya.

Namun jika yang terjadi justru sebaliknya, itu artinya memang ada sesuatu yang salah. Bandingkan lagi, bagaimana hidupnya ketika kalian tak bersama. Seberapa banyak pencapaian yang ia perbuat dengan seorang diri saja? Dan kenapa ketika sudah bersama ia justru berdiam diri dan tak berbuat apa-apa?

Semangatnya pelan-pelan hilang, dan jika benar begitu sebaiknya kau lepaskan genggamanmu.

Hanya Demi Kamu, Ia Sering Berbohong

Tak jelas apa alasannya, dari seluruh perubahan sikap yang ia tunjukkan. Kebohongan jadi salah satu hal yang paling banyak kau temukan. Mulai dari kebohongan kecil, hingga yang besar. Dari yang menurutmu tak penting untuk ditutupi sampai hal besar lain yang harusnya tak perlu disembunyikan lagi.

Hubungan kalian, kerap kali dijadikan alasan untuk berbohong dan tak ingin membuatmu marah atau kecewa padanya. Tapi asal kamu tahu saja, cinta yang baik merubah sesorang untuk lebih terbuka dan membicarakan semuanya. Jika ia kerap kedapatan berbohong, itu artinya ada sesuatu yang salah.

Tak Lagi Bergairah untuk Melakoni Hal Lain, Hidupnya Seolah Bertumpu Hanya Padamu Saja

Jadi sesuatu yang kadang sulit diterima, perubahan sikap yang ia tunjukkan kadang memang tak masuk akal. Namun itu semua adalah kenyataan yang mau tak mau harus kamu terima. Kamu bisa melihat ia kehilangan semua gairah, tak lagi terlihat hidup melakukan hal yang tadinya ia suka.

Dan kesimpulan yang bisa ditarik dari sikapnya, kemampuan yang tadinya ia bisa perbesar berubah jadi ketidakpastian yang kian kecil. Tak mau berbuat apa-apa tanpa dirinya, baginya kamulah roda pemutar hidup yang ia percaya. Tapi, bukankah cinta harusnya membuat kita kian kuat? Jika dirinya justru melemah, itu artinya bukan cinta.

Lari dari Tanggung Jawab, Ia Berubah Lebih Buruk dari yang Sebelumnya

Yap, coba tengok seseorang yang katamu paling kamu cintai itu. Ingat kembali bagaimana ia dulu menyelesaikan semua pilihan dan menyelesaikannya dengan benar. Lalu masihkah ia bersikap demikian sampai sekarang? Jika ternyata jawabannya adalah tidak. Berarti ada sesuatu yang memang perlu dibenahi dalam hubungan kalian berdua. Dia yang terjebak dan tak bisa memilah perilakunnya, atau sikapmulah yang membuat ia jadi demikian berubah.

Mungkin Bukan Hanya Salahmu Juga, untuk Itu Cobalah Mencari Penyebabnya

Perkara hubungan yang bisab merubah setiap orang. Siapa yang salah jelas sulit untuk ditentukan. Satu pihak bisa saja merasa biasa dan tak berbuat salah, tapi di sisi lain bisa jadi pasangannya mengira dialah penyebab seseorang berubah.

Tak harus buru-buru, coba dilihat pelan-pelan dulu. Pihak manakah yang sekiranya jadi penyebab perubahan diri. Jika memang itu karenamu, belajarlah untuk lebih bijaksana dalam menanggapinya. Lepaskan ia jika ternyata, tak ada bahagia yang ia terima setelah sekian lama bersama. Jujurlah pada dirimu sendiri dengan mengakui bahwa kamu memang jadi sosok yang membuatnya berubah menjadi lebih buruk dari dirinya yang sebelumnya.

Maka, jika benar-benar cinta, cobalah lepaskan ia. Biarkan ia mencari jalannya, dan belajar untuk mencari bahagianya dulu sebelum nanti berbagi bahagia lagi bersamamu.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top