Feature

Kamu Harus Tahu Bedanya, Karena Tertarik, Kagum, Suka, Sayang, dan Cinta Itu Tak Sama

Saat berhadapan dengan seseorang yang menarik perhatian, kita kerap bingung untuk mendeskripasikan perasaan. Apa makna dari perhatian dan ketertarikan yang kita rasakan, hingga bagaimana cara mengartikan semua hasrat yang kita miliki untuk dirinya.

Alih-alih mencari tahu, kita lebih sering menyatukan semua rasa dalam kata cinta. Padahal belum tentu juga kita mencintainya. Bagaimana jika ternyata, kita hanya sekedar suka?

Agar tak salah sangka pada perasaan sendiri, kita memang perlu tahu apa makna setiap rasa yang kita miliki. Untuk itulah, kami akan membantu memberimu pencerahan. Tentang setiap perbedaan dari isi hatimu yang sebenarnya.

Tertarik : Biasanya Muncul Saat Pertama Kali Jumpa

Jatuh cinta pada pandangan pertama, sering disebut-sebut sebagai sesuatu yang indah. Padahal asal kamu tahu saja, beberapa hasil penelitian menyebutkan kita tak pernah benar-benar bisa jatuh cinta pada pandangan pertama. Cinta itu lahir dari serangkaian proses yang panjang dan butuh waktu untuk merasakannya. Untuk itu, jika kamu merasa suka pada seseorang di pertemuan pertama bisa jadi kamu hanya sedang tertarik padanya.

Ini adalah perasaan paling dasar yang kemungkinan akan menghantarkan kita pada tingkat kekaguman. Barangkali, ia memang memiliki kelebihan yang sebelumnya tak pernah kita lihat. Sehingga ada rasa yang terlihat melanmbangkan suka, padahal belum tentu kita benar-benar menyukainya. Ketertarikan bersifat sementara, dan bisa hilang dalam waktu yang cepat.

Kagum : Tak Terbatas Hanya Pada Lawan Jenis, Dia yang Terlihat Menarik Bisa Jadi Sosok yang Kita Kagumi

Setelah kamu tertarik pada seseorang, didukung oleh intensitas pertemuan yang relatif sering, kagum adalah rasa yang selanjutnya bisa tumbuh di hati kita. Bahkan tak hanya pada lawan jenis saja, kita juga bisa kagum pada orang-orang berjenis kelamin yang sama. Ia mungkin punya kelebihan yang menurut kita menarik dan layak dijadikan pujian.

Serupa rasa tertarik yang ada di hati kita, kekaguman juga bersifat sementara dan bisa hilang ketika ada orang lain yang terlihat lebih menarik dari dirinya. Hal yang penting kita ingat, kekaguman juga bisa jadi benih yang melahirkan cinta. Apalagi jika disirami dengan pertemuan rutin dan interaksi yang lebih intim.

Kagum hanya menghantarkan kita pada kesenangan akan sisi-sisi menarik dan baik yang ia miliki, maka jika ada satu saja keburukan darinya yang kita temukan. Biasanya kita akan berhenti untuk memikirkannya lagi.

Suka : Lahir dari Rasa Kagum atas Banyaknya Hal Menakjubkan yang Ia Bisa Lakukan

Seiring dengan berjalananya waktu, setelah merasa mengangumi dirinya secara tak sadar pelan-pelan kita akan mulai menyukai pribadinya. Semua hal yang tadinya hanya sebatas perasaan biasa, kian tebal atas lapisan perbuatan baik yang terus bertambah dari dirinya untuk kita. Hingga akhirnya kita merasa butuh untuk menjadikan dia sebagai milik kita seorang saja.

Iya, rasa suka memang kadang terdengar egois. Karena memungkinkan kita untuk memaksakan seseorang untuk berubah menjadi sosok yang kita sukai dan ingini. Merasa sudah tahu semua hal tentangnya, hal lain yang justru kita dapati adalah perbedaan fakta tentang apa  yang ia tunjukkan dengan sikap sebenarnya.

Untuk itu, walau sudah merasa suka beberapa orang kadang memutuskan berhenti untuk kenal lebih dekat. Karena merasa banyak hal yang bersikap manipulatif. Padahal bisa jadi kitalah yang terlalu berekspektasi terlalu tinggi.

Sayang :  Lebih Besar dari Sekedar Rasa Suka, Biasanya Ini Sudah Mendekati Cinta

Kalau harus dituangkan pada sebuah perbandingan, rasa sayang ini mungkin adalah suka yang berlipatganda. Hasil akumulasi dari suka yang terdiri atas keinginan untuk memiliki, rasa ingin bersama, hingga tak ingin jauh dari sisinya. Jadi, jika saat ini kamu sedang merasa ingin selalu bertemu dengan seseorang setiap hari, dan kerap merasa bahagia bila sedang berdua, itu artinya dirimu sudah mulai menyanyanginnya.

Tak hanya dari penampilan luarnya saya, dimatamu sosoknya berbeda karena memiliki satu hal istimewa yang tak dimiliki oleh lelaki atau perempuan yang lainnya. Bahkan meski tahu ia punya kekurangan, rasanya selalu ada hal lain yang bisa membuatmu memaafkan hal tersebut. Inilah yang kemudian mendorong kita untuk berupaya menyatakan rasa. Mengesahkan hubungan dalam sebuah ikatan pacaran, untuk kemudian bisa saling mengenal lebih dalam.

Cinta : Puncak Rasa Tertinggi yang Lahir dari Jatuhnya Hati

Disebut-sebut sebagai akhir dari perjalanan berbagai macam perasaan yang kita miliki. Mencintai adalah sesuatu yang tulus, bahkan sudah tak lagi berharap balasan. Sebab jika hati sudah merasakan cinta, kita akan melakukan apa untuk membuat si dia bahagia. Untuk itulah, berkorban tak lagi jadi sesuatu yang tak mungkin.

Dengan kata lain, cinta adalah sesuatu yang sakral, bukan sekedar ucapan. Jadi kalau dia yang bilang cinta tak pernah menunjukkan apa-apa, bisa jadi ia sedang berbohong demi membuatmu percaya. Di titik ini pula, kita akan merasakan berbagai macam tantangan, tentang bagaimana beratnya memperjuangkan hubungan. Mulai dari orang lain yang terlihat lebih menarik, atau perasaan yang terasa goyah karena si dia mungkin mulai berubah. Tapi jika kita dan dia memang punya cinta yang sama kuatnya, apapun ujiannya cinta itu tak akan pernah goyah.

Jadi, sudah tahu kan bedanya? Jangan salah sangka lagi ya!

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Karya Seniman Eko Nugroho Sedang Bertengger di Galeri Nasional Singapura

Cahayanya yang terang, jadi salah satu hal yang akan kita pikirkan setiap kali mendengar nama kunang-kunang. Dan ternyata, seniman Eko Nugroho juga punya kenangan indah akan binatang yang sering terlihat di malam hari tersebut. 

Ini bisa kita lihat, dari karya instalasi ‘Kenangan Kunang-Kunang’ atau ‘Memories of Fireflies’ miliknya, yang saat ini sedang turut serta dipajangkan dalam pagelaran ‘The Gallery Children’s Biennale: Embracing Wonder’ bersama seniman-seniman Asia lainnya. 

Setidaknya, Eko Nugroho menampilkan enam Damar Kurung yang merupakan lentera kertas tradisional. Lentera tersebut menggambarkan adegan kehidupan Jawa sehari-hari sampai nilai-nilai penting seperti rasa hormat, perdamaian, cinta, dan lain-lain. 

Sumber : Galeri Nasional Singapura

“Pengunjung juga diundang untuk menjelajahi lentera dengan melakukan berbagai aktivitas interaktif,” tulis keterangan yang media, Selasa (25/6/2019). 

Aktivitas interaktif, pengunjung akan mengubah karya dengan cahaya, bayangan, warna, dan bentuk. Perubahan tersebut berkontribusi pada ide-ide besar demokrasi yang ingin disampaikan sang seniman. 

Tak hanya itu saja, karyanya juga dimeriahkan oleh mural di dinding yang berjudul ‘Tightly Hugging Care, Love, Peace’. Muralnya menggambarkan pemandangan harapan yang penuh cinta, perhatian, dan perdamaian antar umat manusia. 

Lelaki asal Yogyakarta ini memang dikenal sebagai seniman yang bekerja dengan berbagai medium. Ada batik, topeng, wayang kulit, dan mural berskala besar. Menetap di Yogyakarta, sebagian besar karyanya terinspirasi dari budaya Jawa dan peristiwa yang terjadi di sekitarnya. 

Warna-warni cerah yang dihadirkan oleh Eko membuat karyanya diminati publik dunia, termasuk digaet Louis Vuitton untuk dijadikan scraf. Karya instalasi tersebut akan berlangsung pada 25 Mei hingga 29 Desember 2019 di Galeri Nasional Singapura.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Dua Kunci Kehidupan yang Harus Selalu Kita Pegang: Syukur dan Sabar

Atas segala perkara yang kadang terasa jadi beban, beberapa cobaan sering membuat kita merasa kesusahan. Sibuk mencari jalan keluar, lalu bingung karena semuanya kian terasa tak terlewatkan. Tunggu sebentar, tarik nafasmu dalam-dalam lalu mulailah untuk meresapi semua yang sedang kau alami. 

Tak butuh sesuatu yang besar, demi bahagia dan sedih yang datang lalu lalang. Kita hanya perlu bersyukur dan bersabar dalam segala keadaan. Jika dua hal ini sudah berhasil dijalankan, apapun sedih dan bahagia yang sedang kamu rasakan. Kehidupan akan selalu terasa baik dan menyenangkan.  

Meski Hidup Kadang Sulit, Sabar Akan Membantumu Mengurai Segala yang Rumit 

Ingat, perjalanan kehidupan yang akan kita lalui akan disertai dengan segala hal berat dan ringan, menyedihkan dan membahagiakan, dan segala titik baik dan buruk yang berjalan beriringan. Tak selalu sedih, tapi juga tak akan selalu bahagia. Berusahalah untuk tetap berdiri, bangkit dan mencari solusi.

Dan hal yang paling utama adalah mengontrol diri agar selalu sabar meski hidup kian berat saban hari. Kesedihan memang tak akan hilang dengan cepat, tapi sabar akan membantu kita menguraikan segala hal yang tadinya terasa berat. 

Bukan Tentang Besar dan Kecilnya Masalah, Selalu Bersyukur Akan Membut Hidup Terasa Mudah 

Banyak dan sedikitnya harta benda dan uang yang kita punya, digadang-gadang jadi patokan untuk hidup bahagia. Si kaya lebih bahagia, sedang dia yang tak punya dianggap sengsara dan nelangsa. Padahal kenyatannya tentu tak selalu seperti yang kita kira. Banyak atau tidaknya harta tak selalu jadi tolok ukur untuk bahagia.

Karena mereka yang tinggal di kolong jembatan bisa jadi lebih tertawa lepas dari dia yang duduk manis di dalam mobil mewah. Siapapun pun kita, dan berapa banyak pun harta yang kita punya, kesabaran selalu jadi kunci untuk membuat terasa mudah. 

Jadikan Syukur Sebagai Penguat, Agar Tak Ada Waktu untuk Mengeluh dan Berdebat

Pada masa-masa terberat, menyesali semua yang sudah dilakukan kita anggap jadi jalan keluar. Bukannya menemukan jawaban, kita justru lelap dalam liang sesal hingga akhirnya tak kunjung menemukan kesenangan. Nah, daripada sibuk menyalahkan situasi dan keadaan. Cobalah cari celah untuk bersyukur atas segala hal yang sedang menghadang.

Haturkan terimakasih pada diri sendiri karena sudah gagal, sebab dengan itu kita belajar untuk tak lagi sembarangan dalam membuat keputusan. Yap, bersyukur membuat kita lebih bijak, hingga akhirnya sadar bahwa segala hal yang terjadi datang membawa makna yang akan menghiasi kehidupan sekarang dan masa depan nanti. 

Tak Lagi Merasa Berhak Menuntut Tuhan Jika Ada yang Tak Sesuai Keinginan, Sabar Membuat Kita Banyak Belajar

Jadi jalan keluar termudah yang bisa kita lakukan, mengeluh memang kadang membuat kita bisa bernafas lebih lega. Merasa semua pertanyaan bisa tertuangkan, tapi sialnya, kita sering bersikap bak Tuhan yang berhak memprotes segala yang sudah ditakdirkan. 

Kita lupa, jika kita hanyalah manusia biasa. Bisa benar, bisa pula salah. Bisa bahagia, bisa pula  bersedih meski entah karena apa. Latihlah diri untuk lebih banyak bersabar, dengan begitu kita akan memperoleh banyak pelajaran dari setiap kegagalan. 

Sebab Hidup Akan Selalu Baik-baik Saja, Jika Syukur dan Sabar Selalu Melekat dari Ingatan

Tak peduli kamu akan percaya atau tidak, tapi menjadi manusia yang penuh rasa syukur dan sabar akan mengubahmu lebih baik dari yang sebelumnya.

Dengan syukur kamu lebih memaknai segala hal, tak lagi bersikap sembarangan, dan paham batas-batas mana yang harus tetap dijaga dan yang sekiranya boleh dilanggar. Sebaliknya, bersabar membuatmu jadi manusia yang berbeda. Mengerti arti dari menunggu dan berserah, serta tak akan gusar atas segala sesuatu yang masih jadi misteri dari semesta. 

Jika dua hal ini bisa berhasil kamu jalankan, percayalah jika hidupmu akan selalu dipenuhi kesangan dan segala keberuntungan.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Via Vallen Disomasi Lantaran Dianggap Melecehkan Simbol Agama Hindu

Pedangdut Via Vallen kembali menghebohkan publik. Kali ini bukan karena prestasinya, melainkan ia tersandung masalah lantaran panitia penyelenggara acara, Diana Ria Enterprise yang memajang posternya.

Dalam poster yang memuat potret Via yang berdiri di atas Sri Kresna mengendarai kereta perang bersama Harjuna ini dinilai telah melecehkan simbol agama. Somasi pun dilayangkan DPP Amukti Palapa Nusantara (APN).

Kami atas nama Keluarga Besar DPP Amukti Palapa Nusantara atas seijin Bapak Ketua Umum melakukan dan menyampaikan somasi terhadap pihak panitia acara yaitu Diana Ria Enterprise,” tulis Anom Windu mewakili APN dalam akun Facebook-nya.

Dalam peringatan tersebut Anom sebagai wakil umat Hindu menyampaikan empat poin somasi terkait hal tersebut.

“Kami meminta ini pelajaran bagi semua pihak untuk STOP dalam melecehkan simbol-simbol agama apapun yang ada di NKRI,” tulis dalam somasi tersebut.

Tapi sampai hari ini, belum ada tanggapan dari pihak Via maupun panitia acara konser tersebut. Umat Hindu menanti konfirmasi dari pihak Via Vallen.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top