Tips

Kamu Harus Meninggalkan Jenis-jenis Emosi Ini Demi Hidup Yang Bahagia!

Dalam keseharian kata “emosi” kerap digunakan untuk menggambarkan kemarahan.  Padahal sebenarnya kata emosi berasal dari bahasa Prancis, yaitu emotion yang berasal dari kata emouvoir yang berarti “kegembiraan”. Emosi juga berasal dari bahasa Latin emovere dari e- ( varian eks) yang berarti “luar” dan movere yang berarti “bergerak”.

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa, emosi adalah hasil dari reaksi tubuh dalam menghadapi situasi tertentu. Ini berarti emosi tidak hanya tentang rasa marah tetapi mencakup banyak situasi mulai dari marah, malu, bahagia, takut, dan sedih.

Untuk itu sebagai makhluk sosial yang tentu ingin merasa bahagia, kita diharapkan mampu mengelola setiap emosi yang ada. Karena faktanya memang ada beberapa jenis emosi yang harus kita tinggalkan untuk hidup yang lebih bahagia. Apa saja ?

Bukan berarti tidak boleh marah tapi mengelola kemarahan adalah suatu kewajiban!

marah

Dikenal sebagai emosi dasar dan bersifat universal yang dimiliki oleh setiap orang. Marah menjadi emosi yang sulit untuk dikendalikan. Dengan kata lain marah adalah sebuah emosi yang akan timbul ketika kita merasa ada seseorang yang berbuat kesalahan pada kita. Respon atau tindakan kita dalam mengelola emosi ini akan menentukan bahagia atau tidaknya hidup yang kita jalani.

Karena ketidak mampuan dalam menguasai emosi ini, sering berakibat fatal. Bahkan merugikan diri sendiri. Tidak bisa mengendalikan kemarahan hanya akan membuat kamu terlihat buruk dimata orang lain. Perlahan orang lain akan mengingat kita sebagai seseorang yang, agresif yang identik dengan kekerasan.

Bahkan hasil penelitian Harvard Medical School menunjukkan bahwa orang yang mudah marah berpeluang  tiga kali lipat memiliki penyakit jantung. Dengan kata lain mudah marah pada usia muda merupakan predikator yang baik terhadap serangan jantung  pada hari tua. Semakin tinggi kemarahan seseorang, semakin tinggi pula resikonya. Selain itu, marah dapat mempengaruhi kulitas kesehatan seseorang. Jadi jika benar ingin lebih bahagia, mulailah untuk meninggalkan emosi ini.

Memiliki rasa malu itu wajar namun jika berlebihan jadi pertanyaan!

Emosi yang satu ini adalah sesuatu yang sering membuat kita kalang kabut dan juga ampuh untuk mengacaukan konsentrasi. Coba ingat kapan terakhir kali kita merasa malu? Hal yang kemungkinan menjadi alasannya pun beragam. Dari hal tersebut kita sering merasa bahwa diri tidak sebaik orang lain, yang jika dipelihara dengan baik akan melukai kita nantinya. Namun jika ternyata rasa malu yang timbul dikarenakan sikap dari orang lain. Kita bisa menerima itu sebagai bentuk kekhawatiran darinya, mungkin ia sedang ingin menjatuhkan kita karena tak ingin disaingi.

Menurut seorang Psikologi di media Online, emosi malu adalah salah satu emosi dari hasil penilaian terhadap diri sendiri. selain malu, emosi yang muncul dari penilaian diri sendiri meliputi rasa bangga, sombong, bingung, dan rasa bersalah. Untuk menghindari rasa malu yang berlebihan mulailah dengan menghargai setiap usaha yang kita lakukan. Atau belajar untuk merespon kesalahan dengan tertawa, ini akan jauh lebih baik dari pada harus tenggelam dalam rasa malu yang nyatanya merugikan kita sendiri.

Berhenti sejenak untuk mengevaluasi diri jauh lebih baik daripada harus tenggelam dalam frustasi!

mengeluh

Berbuat salah dalam cerita perjalanan hidup adalah bagian yang memang harus kita ambil. Langkah ini akan menentukan apakah kita akan bahagia atau tidak. Meski terdengar mudah namun nyatanya hal ini sangat sulit untuk diaplikasikan.

Ketika sedang mengalami frustasi rasa marah dan benci pun ikut serta didalamnya. Namun dari kegagalan ini harusnya kita bisa lebih belajar, menyadari bahwa tidak selamanya sesuatu yang kita inginkan bisa berjalan sesuai rencana. Dengan demikian akan ada semangat baru yang kita peroleh. Mengerti tentang bagaimana harus menyikapi kekalahan dan kesalahan yang diperbuat.

Selain menghindari diri dari rasa frustasi ini juga akan membantu diri untuk lebih bebas dalam berekspresi. Tantanglah diri untuk lebih bahagia lagi, lakukan sesuatu yang baru. Meski akan ada kelasalahan setidaknya kita akan merasa senang pernah berbuat sesuatu. Dan meski gagal untuk kesekian kalinya, tetap semangat dan jangan pernah menyerah.

Menyadari kesalahan itu baik, tapi rasa bersalah yang terlalu dalam malah akan membuat diri merugi!

Kita harus bisa membedakan bagaimana rasa bersalah yang muncul karena menyadari kesalahan dan bagaimana rasa bersalah yang datang hanya karena emosional. Kesadaran akan kesalahan tentu akan membuat hidup kita lebih tenang. Untuk itu segera mengucap maaf jadi kuncinya, namun jika ternyata rasa bersalah yang kita miliki datang dari sesuatu yang lain akan menjadi berbeda.

Dalam hal ini kita memang perlu lebih peka untuk memahami satu hal dengan latar belakang yang berbeda ini. Keputusan untuk meminta maaf telah menunjukkan bahwa kita telah bertanggungjawab. Untuk kemudian lanjutkan hidup dengan sesuatu yang baru. Tanpa kita sadari titik ini telah membentuk kita jadi pribadi yang lebih baik. Pribadi yang akan selalu berusaha untuk tidak melakukan kesalahan di lain hari lagi.

Karena tidak selamanya hidup akan bahagia, bersedih juga demikian!

takut

Emosi ini biasanya timbul ketika kita sedang dihadapkan dengan keadaan yang mengecewakan atau kegelisahan. Namun kita harus mengerti bahwa tidak semua orang yang ada d isamping kita bisa memahami apa yang kita rasakan.

Cobalah untuk menenangkan diri untuk beberapa saat lamanya. Hal lain yang bisa kita lakukan adalah dengan mencoba berbagi cerita atau bahkan menangis. Ini akan merefkesikan tubuh untuk mengeluarkan segala hormon kesedihan yang ada.

Karena jika dipendam terlalu dalam akan menimbulkan akibat yang serius dan fatal. Tubuh akan mengalami depresi berat atau malah menggangu kesehatan tubuh. Sikapi semua hal yang mungkin mengecewakan dengan sesuatu yang positif. Karena pandangan yang positif akan selalu memberikan kita efek yang lebih baik dan membuat hidup terasa lebih bahagia.

Terakhir, tempatkan rasa cemburu untuk mendukung hidup yang lebih baik!

Mungkin selama ini cemburu yang kita pahami adalah sesuatu yang mengatakan tentang perasaan takut kehilangan. Baik itu terhadap orangtua, pasangan atau sahabat serta orang terdekat lainnya. Semua akan masuk dalam kategori baik-baik saja jika memang masih dalam batas wajar.

Namun jika ternyata cemburu yang kita miliki terlalu berlebihan, Maka bisa jadi sesuatu yang kita takutkan akan benar-benar terjadi. Tempatkan rasa cemburu dengan tetap mengontrol sikap kita pada mereka yang kita cintai. Menunjukkan cemburu yang berlebihan hanya akan membuat mereka merasa dikekang. Sebaliknya tunjukkan rasa sayang yang kita miliki dengan menghormati mereka dengan baik.

Jelas ini akan jauh lebih membahagiakan hidup yang kita punya. Semua emosi yang memang sebaiknya kita kelola dengan baik dan satu-satunya orang yang mampu memberikan itu semua adalah diri kita sendiri. Karena kebahagian yang kita inginkan berada pada pilihan dan keputusan yang kita mau.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Cinta yang Sesungguhnya Akan Dimulai Setelah Kita Menikah 

Pada proses penjajakan, sebelum akhirnya sah menjadi pasangan halal. Sebagian besar orang akan tampil dengan sempurna untuk masing-masing pasangannya. Mengalah pada setiap pendapat yang berbeda, mengaku salah walau sebenarnya tak salah, sampai pada hal lain yang bertujuan menyelamatkan hubungan. Anehnya, biasanya kita akan menganggap perbuatan-perbuatan tersebut adalah bentuk lain dari cinta. Padahal, belum tentu begitu adanya. 

Jangan dulu terbuai pada segala macam sikap romantis selama berpacaran dari lelakimu. Karena setelah menikah, kamu akan tahu, sesekali ia akan menentangmu. Begitu pula dengan para perempuan yang selama ini kamu kenal sebagai sosok lembut yang penyanyang, bisa jadi berubah memperlihatkan jati diri yang sebenarnya setelah menikah. 

Perihal menikah, memang datang dengan segala macam dilemanya. Tapi cinta yang sesungguhnya akan kian benar-benar terasa, setelah kamu dan si dia resmi menikah dan hidup berdua. 

Tak Akan Boleh Lagi Gegabah, Kita Lebih Teliti dalam Memilih Kata Jika Sedang Bicara

Jika pada saat pacaran, kita memilih kata agar enak didengar. Setelah menikah, kita memilih kata karena sadar jika melukainya bukanlah sesuatu yang benar. Beberapa kali kita mungkin akan terbawa emosi, salah ucap dan saling melukai. Tapi tak saling diam seperti saat dulu pacaran, setelah menikah buru-buru meminta maaf tanpa menunjuk siapa yang salah justru semakin menguatkan rasa.

Lebih tahu bagaimana caranya meredam semua amarah, semua kalimat atau ucapan yang akan disampaikan pastilah melalui pertimbangan. Bukan pujian manis yang terdengar puitis, kata-kata yang saling menguatkan justru jauh lebih dibutuhkan. 

Semakin Tahu Bagaimana Karakter Asli si Dia, dan Terbuka untuk Memperlihatkan Siapa Kita

Mungkin benar, jika sewaktu pacaran ada banyak kebohongan yang kita gunakan demi menuai simpatik dari pasangan. Memasuki kehidupan pasca pernikahan akan ada banyak rahasia yang mulai terbongkar. Kebiasaan-kebiasaan buruk yang ternyata dimiliki, keinginan-keinginan lain yang masih ingin dilakukan, sampai pada rahasia-rahasia besar yang baru pasangan kemukakan setelah pernikahan. 

Beberapa mungkin terasa menyebalkan, tapi sebagian lain justru menguatkan hubungan. Tentang bagaimana kita dan pasangan akan saling terbuka. Memahami satu sama lain dengan pikiran yang lebih lapang. Lalu sadar, jika perjalan cinta yang akan dilalui ternyata masih panjang. 

Sehebat Apapun Cintamu Sebelum Menikah, Kasih Sayang Setelah Menikah Justru Lebih Indah dari Segalanya

Bersama dia yang pernah jadi kekasih, kita mungkin sudah menjejaki berbagai macam petualangan yang menyenangkan. Pergi berlibur ke tempat nyaman, makan malam berdua di restoran mahal dan segala cerita lain yang selalu jadi memori indah yang layak dikenang. Lalu setelah menikah, kita memang mungkin akan lebih banyak di rumah.

Menikmati momen berdua dengan sesuatu yang ala kadarnya. Anehnya, hal-hal sederhana yang begini justru terasa lebih bermakna. Memberikan kita waktu yang lebih banyak untuk bicara, hingga sadar jika bahagia itu ternyata selalu ada dan berada dekat dengan kita. Tak lagi butuh segala sesuatu yang mewah, setelah menikah menghabiskan waktu berdua dengan suami atau istri sudah lebih indah dari segalanya.  

Hidup Berdua Membuat Kita Belajar, Jadi Semakin Paham Apa Itu Ketulusan

Mulai terbiasa berbagi tempat tidur, saling bantu dalam membersihkan rumah, berbagi tugas jika ingin memasak makan malam berdua. Ya, hal-hal sepele yang selalu dikerjakan berdua seperti ini, jadi penguat rasa atas hubungan dengan pasangan. Tak ada rasa enggan atau berpikir jika itu bukanlah pekerjaan yang harus aku selesaikan. Bahu-membahu melakukan semuanya berdua, membuat kita membuka mata. Melihat apa itu ketulusan yang sebenarnya. 

Berbeda dengan Cinta Saat Berpacaran, Kini Kasih Sayang yang Dimiliki Semakin Menguatkan Hati 

Tanpa bermaksud membeda-bedakan, tapi perubahan fase atas hubungan dari berpasangan menjadi suami-istri memang turut serta membawa perubahan baru pada masing-masing hati kita. Ketulusan dan keikhlasan untuk membantunya dalam segala hal, berusaha memberikan semuanya sepenuh hati tanpa berharap balasan seperti saat ketika masih pacaran. 

Kamu tak lagi berharap jika suamimu akan memberimu pujian, jika kamu membuatkan masakan untuk makam malam. Sebab kamu tahu, perbuatan itu adalah bentuk kasih sayang yang utuh bukan ajang untuk memperlihatkan kebolehanmu agar dipuji oleh pacarmu. Lelaki pun tak lagi merasa terlalu bangga, karena bisa melindungi istrinya dari hal-hal berbahaya. Karena sesungguhnya, itu adalah kewajiban yang sudah semestinya dijalankan tanpa menunggu adanya permintaan dari pasangan. 

Jika cinta dan kasih sayang yang kalian sudah miliki sudah sampai pada tahap ini, itu berarti rasa yang dimiliki memamg benar adalah cinta sejati. Cinta yang diberikan dengan tulus tanpa berharap adanya balasan dari dia yang dicintai.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Lelaki Sejati adalah Dia yang Diam-diam Mendoakan, Bukan Diam-diam Menduakan

Menjadi satu-satunya orang yang bertahta di hati pacar, adalah keinginan semua orang. Meski se-santai apapun seseorang dalam menjalani hubungannya, diduakan tentu bukanlah keinginan. Ia akan selalu menjaga hatinya tetap untukmu, menjadikanmu sebagai pasangan yang bahagia, dan tak akan pernah berniat untuk menyakitimu meski dari perkara-perkara biasa.

Ya, dia yang tulus akan selalu membawamu dalam doanya, meski tak pernah diberitahu secara terang-terangan. Mendoakanmu agar selalu bahagia bersamanya, bukan dengan sengaja mendua jika sedan tak bersama. Bersamanya kamu akan bahagia, tertawa dalam setiap suka dan saling topang untuk segala duka.

Ia Sadar, Mendoakanmu Adalah Cara Mencintai Paling Sederhana yang Nilainya Mulia

Ada banyak cara untuk mencintai, anehnya lelaki ini justru memilih doa untuk menjadikanmu sebagai kekasihnya. Paham jika semua yang terjadi adalah kehendak Yang Maha Esa, ia memilih jalan berbeda dari laki-laki lainnya. Jauh dari janji manis yang biasanya hanyalah bualan, ia memintamu menjadi sebagian dari dirinya. Saling berbagi rasa atas restu semesta. Tak mewah, bahkan sangat sederhana. Tapi doanya justru jadi pemikat yang membuatmu kian percaya dan tak lagi ragu menerima cintanya.

Tak Hanya Hadir pada Pandangannya, Kamu Juga Menetap dalam Doanya

Selalu bahagia setiap kali bersamanya, kamu pun tahu jika ia juga selalu membawamu dalam doanya. Sebagaimana namamu yang sudah terpatri di hatinya, ia juga melakukan hal serupa dalam doanya. Menyelipkan namamu setiap kali beribadah, dan tak pernah lupa memohon kepada Yang Maha Kuasa untuk senantiasa memberkahi hidupmu dengan segala bahagia.

Tak selalu disebutkannya, tak pula dipamerkan untuk  membuatmu percaya, diam-diam kamu tahu jika namamulah yang selalu jadi pokok doa dalam setiap sujudnya.

Karena Dirinya Tahu, Menduakanmu Diam-diam adalah Perbuatan yang Tak Benar

Dari sekian banyak lelaki yang pernah mendekat, sosok kali ini memang jauh dari kriteria. Namun anehnya, kesederhanaan dan segala perbuatan yang tak berlebihan, justru membuatnya jadi lelaki yang istimewa. Belaku baik bukan hanya untuk dianggap bertanggung jawab, hal yang ia lakukan memang sudah jadi kebiasaan.

Bahkan tak hanya padamu yang kini sudah jadi pacar, ia pun selalu dipandang baik oleh semua orang. Hampir mendekati kata sempurna, lelaki ini tahu bagaimana cara memperlakukan perempuannya dengan istimewa.

Walau Tak Suka Memberimu Kalimat Puitis, Perbuatannya Padamu Selalu Romantis

Jika lelaki lain akan selalu menghadiahimu kalimat-kalimat manis nan puitis, ia datang sebagai sosok yang lebih suka membawa seseuatu yang nyata. Membawamu ke tempat istimewa, membantumu untuk menyelesaikan pekerjaan yang tak kunjung reda, hingga hal nyata lain yang selalu dilakukannya tanpa diminta. Lihai dalam membaca gerak tubuhmu, ia selalu tahu apa yang sedang kamu butuh. Tanpa banyak bicara, ia sudah menjadi lelaki romantis sepanjang masa.

Jarang Memberi Janji, Tapi Bersamanya Hidupmu Selalu Terasa Terpenuhi

Segala janji yang biasanya diawali dengan “nanti” barangkali sudah jadi sesuatu yang basi. Tak lagi layak dijadikan acuan, dirinya bergerak untuk selalu jadi pahlawan yang tak pernah kesiangan. Menolongmu setiap kali butuh bantuan, mendengar setiap kali butuh didengarkan, dan siap sedia jadi apa saja setiap kali dirimu membutuhkan kehadirannya. Tanpa banyak bicara, ia berhasil menyisihirmu dengan segala perbuatan nyata yang selalu membuatmu merasa jadi perempuan paling istimewa.

Tak Banyak Bicara, Tapi Setiap Kali Berdoa ‘Namamu’ Jadi Kata yang Paling Banyak Keluar dari Mulutnya

Ribuan doa yang sudah ia panjatkan, tentu tak pernah dijadikan tameng untuk terlihat lebih sayang. Segala harap untuk kebahagianmu, segala permohonan untuk tawamu, dan hal-hal baik yang senantiasa menghampiri hidupmu dibalut dalam satu doa yang selalu ia panjatkan dengan diam. Ia tahu, ini adalah proses negosiasi dengan sang Pencipta. Maka sebaik-baiknya sikap yang memang harus ia lakukan, adalah mendoakanmu diam-diam.

Bersamanya kamu selalu merasa ditemukan, dituntun ke hidup yang lebih menyenangkan, dan dibahagiakan dengan cinta yang tak hanya sekedar kata. Ia tahu jika perempuan yang dibawanya dalam doa itu adalah seseorang yang ia butuh, begitu pula denganmu, yang juga percaya jika lelaki yang pelit bersuara itu adalah lelaki yang kamu cinta.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Jika Hati Sudah Dipenuhi Dengki, Sesuatu yang Baik Pun Akan Selalu Dicaci

Meski tak sering, beberapa kali kamu mungkin pernah, dibenci tanpa sebab yang jelas. Jangankan untuk menyakiti mereka, dirinya siapa saja kadang kita tak tahu. Kaget dan bingung, kadang jadi dua hal yang tiba-tiba kita rasakan. Kaget kenapa mereka ini begitu terlihat bencinya pada kita, dan bingung apa kesalahan yang sudah kita perbuat sampai mereka bersikap begitu pada kita.

Kita tak bisa menyenangkan semua orang, dan mereka-mereka yang membenci kita tanpa sebab memang sudah digariskan untuk ada. Seperti sesuatu yang sudah menjadi hukum alam. Sekalipun perbuatan yang kita lakukan adalah sesuatu yang baik, selalu ada celah yang dipakai oleh orang-orang dengki untuk membuat kita terlihat bersalah. Menanggapi semua omongannya, tentu sangatlah sia-sia. Maka sebaik-baiknya balasan untuk mereka yang iri adalah dengan tak menanggapi semua cacian yang ia miliki.

Ini Adalah Hidup Kita, Jadi untuk Apa Peduli Pada Cibiran Mereka

Walau kadang membuat risih karena harus mendengar desas-desus yang tak benar, berdebat dengan orang yang tak suka pada kita memang hanya akan sia-sia. Menghabiskan energi, dan tak akan pernah membuat mereka merubah pandangannya. Ya, di mata mereka kita adalah pihak yang akan selalu salah. Sedangkan ia dan pendapatnya tentang kita adalah sesuatu yang benar, walau apa yang ia ucapkan tak semuanya benar.

Latihlah diri untuk tak lagi peduli pada hal-hal yang sejatinya hanyalah bualan. Diciptakan hanya untuk menebar kebencian, dan ingin hidup kita akan terusik karena semua kata-kata bohong dari mulut mereka. Belajarlah untuk tak peduli, karena apapun kata mereka. Kita jadi pihak yang paling tahu, bagaimana hidup kita yang sebenarnya.

Mari Tutup Telinga, Hidup yang Kita Jalani Bukan untuk Menyenangkan Para Pendengki

Sebaik-baiknya balasan yang tepat untuk para pendengki, memanglah tak perlu ditanggapi. Karena sekali saja kita memberi respon yang terlihat marah, dirinya akan merasa senang dan bangga, karena kita seolah membenarkan apa yang mereka sampaikan.

Balaslah ia dengan diam. Diam tak merespon apa yang mereka sampaikan, dan membalas semua perbuatan mereka dengan sesuatu yang lebih bermanfaat untuk kita. Berhenti untuk menaruh perhatian para cibiran murahan, kita hidup bukan untuk menyenangkan mereka yang tak suka dengan kita.

Biarkan Dia Dengki dengan Rasa Irinya, Toh Kita Tak Akan Rugi Kalaupun Dibenci Oleh Mereka

Sebenarnya kalau harus diuraikan satu per satu, para pendengki jadi pihak yang paling merugi. Rugi karena menghabiskan waktmu untuk selalu mencari celah keburukan kita, rugi karena sudah susah payah membuat kita marah tapi tetap tak mendapat respon dari kita.

Ini hanyalah dua contoh, yang kalau harus dituliskan ada segudang kerugian dari para pencipta omongan-omongan tak benar. Tatkala ia berkutat dengan segala prasangka buruknya, kita mungkin sedang sibuk berbahagia menikmati hidup yang kita jalani. Lalu siapakah yang paling merugi? tentu saja dia dan mereka, yang suka iri para orang lain tanpa alasan jelas.

Tetap Fokus untuk Memperbaiki Diri, Jangan Sampai Terpancing Lalu Membalas dengan Benci

Barangkali, tujuan para pendengki adalah untuk menebar rasa iri. Sehingga kita akan berubah seperti dirinya yang selalu membenci orang lain tanpa alasan jelas. Itulah mengapa, kita  perlu memiliki keteguhan hati. Tetap berada pada apa yang kita percayai dan terus berubah memperbaiki kekurangan.

Selain alasan yang tak masuk akal dari bencinya mereka para kita, barangkali ada beberapa hal yang mereka sebutkan memang perlu kita hilangkan. Tak ada salahnya untuk berubah menjadi lebih baik, tapi membalas perbuatan mereka dengan kembali membenci juga, tentu bukanlah pilihan. Jadi jangan pernah lakukan.

Pupuk Rasa Percaya Diri Agar Tak Terpengaruh oleh Gosip Miring yang Mereka Cipatakan Sendiri

Kurangnya rasa percaya diri, kadang kala jadi pemicu yang merubah kita menjadi sosok lemah yang kerap goyah hanya karena dicibir oleh mereka yang tak suka. Bagaimana pun kamu, dan sebaik apapun perbuatanmu. Akan selalu ada yang tak suka, dan ingin membuatmu jatuh dan tak lagi menunjukkan kebolehan. Tapi jika kita mampu tetap menjaga rasa percaya diri yang ada, tak lagi ada alasan untuk goyah dan terpengaruh oleh cerita-cerita buruk yang mereka buat tanpa bertanya.

Karena Setiap Kali Ia Memelihara Rasa Dengki, Ada Satu Kebaikan dalam Hidupnya yang Juga Hilang

Yap, memelihara rasa benci dan dengki dalam hati hanya akan membuat diri merugi.  Ia akan terus mencari gara-gara untuk melampiaskan kejengkelan dan rasa tak sukanya. Dan bersamaan dengan rasa iri yang selalu ia tularkan dan lahirkan, ada satu kebaikan dari hidupnya yang juga hilang.

Banyak-banyaklah bersyukur atas segala yang dimiliki dalam hidup, dengan begitu kamu tak akan lagi terjebak pada nafsu yang salah. Tak pandai dalam memilah-milah sikap, kamu menjelma jadi seseorang yang hanya sibuk melihat kelebihan orang lain yang mungkin tak kau punya. Perbuatan baik yang tadinya bisa kamu datangkan, berubah jadi kebencian yang merugikan diri sendiri hanya karena merasa iri.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top