Tips

Kamu Harus Meninggalkan Jenis-jenis Emosi Ini Demi Hidup Yang Bahagia!

Dalam keseharian kata “emosi” kerap digunakan untuk menggambarkan kemarahan.  Padahal sebenarnya kata emosi berasal dari bahasa Prancis, yaitu emotion yang berasal dari kata emouvoir yang berarti “kegembiraan”. Emosi juga berasal dari bahasa Latin emovere dari e- ( varian eks) yang berarti “luar” dan movere yang berarti “bergerak”.

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa, emosi adalah hasil dari reaksi tubuh dalam menghadapi situasi tertentu. Ini berarti emosi tidak hanya tentang rasa marah tetapi mencakup banyak situasi mulai dari marah, malu, bahagia, takut, dan sedih.

Untuk itu sebagai makhluk sosial yang tentu ingin merasa bahagia, kita diharapkan mampu mengelola setiap emosi yang ada. Karena faktanya memang ada beberapa jenis emosi yang harus kita tinggalkan untuk hidup yang lebih bahagia. Apa saja ?

Bukan berarti tidak boleh marah tapi mengelola kemarahan adalah suatu kewajiban!

marah

Dikenal sebagai emosi dasar dan bersifat universal yang dimiliki oleh setiap orang. Marah menjadi emosi yang sulit untuk dikendalikan. Dengan kata lain marah adalah sebuah emosi yang akan timbul ketika kita merasa ada seseorang yang berbuat kesalahan pada kita. Respon atau tindakan kita dalam mengelola emosi ini akan menentukan bahagia atau tidaknya hidup yang kita jalani.

Karena ketidak mampuan dalam menguasai emosi ini, sering berakibat fatal. Bahkan merugikan diri sendiri. Tidak bisa mengendalikan kemarahan hanya akan membuat kamu terlihat buruk dimata orang lain. Perlahan orang lain akan mengingat kita sebagai seseorang yang, agresif yang identik dengan kekerasan.

Bahkan hasil penelitian Harvard Medical School menunjukkan bahwa orang yang mudah marah berpeluang  tiga kali lipat memiliki penyakit jantung. Dengan kata lain mudah marah pada usia muda merupakan predikator yang baik terhadap serangan jantung  pada hari tua. Semakin tinggi kemarahan seseorang, semakin tinggi pula resikonya. Selain itu, marah dapat mempengaruhi kulitas kesehatan seseorang. Jadi jika benar ingin lebih bahagia, mulailah untuk meninggalkan emosi ini.

Memiliki rasa malu itu wajar namun jika berlebihan jadi pertanyaan!

Emosi yang satu ini adalah sesuatu yang sering membuat kita kalang kabut dan juga ampuh untuk mengacaukan konsentrasi. Coba ingat kapan terakhir kali kita merasa malu? Hal yang kemungkinan menjadi alasannya pun beragam. Dari hal tersebut kita sering merasa bahwa diri tidak sebaik orang lain, yang jika dipelihara dengan baik akan melukai kita nantinya. Namun jika ternyata rasa malu yang timbul dikarenakan sikap dari orang lain. Kita bisa menerima itu sebagai bentuk kekhawatiran darinya, mungkin ia sedang ingin menjatuhkan kita karena tak ingin disaingi.

Menurut seorang Psikologi di media Online, emosi malu adalah salah satu emosi dari hasil penilaian terhadap diri sendiri. selain malu, emosi yang muncul dari penilaian diri sendiri meliputi rasa bangga, sombong, bingung, dan rasa bersalah. Untuk menghindari rasa malu yang berlebihan mulailah dengan menghargai setiap usaha yang kita lakukan. Atau belajar untuk merespon kesalahan dengan tertawa, ini akan jauh lebih baik dari pada harus tenggelam dalam rasa malu yang nyatanya merugikan kita sendiri.

Berhenti sejenak untuk mengevaluasi diri jauh lebih baik daripada harus tenggelam dalam frustasi!

mengeluh

Berbuat salah dalam cerita perjalanan hidup adalah bagian yang memang harus kita ambil. Langkah ini akan menentukan apakah kita akan bahagia atau tidak. Meski terdengar mudah namun nyatanya hal ini sangat sulit untuk diaplikasikan.

Ketika sedang mengalami frustasi rasa marah dan benci pun ikut serta didalamnya. Namun dari kegagalan ini harusnya kita bisa lebih belajar, menyadari bahwa tidak selamanya sesuatu yang kita inginkan bisa berjalan sesuai rencana. Dengan demikian akan ada semangat baru yang kita peroleh. Mengerti tentang bagaimana harus menyikapi kekalahan dan kesalahan yang diperbuat.

Selain menghindari diri dari rasa frustasi ini juga akan membantu diri untuk lebih bebas dalam berekspresi. Tantanglah diri untuk lebih bahagia lagi, lakukan sesuatu yang baru. Meski akan ada kelasalahan setidaknya kita akan merasa senang pernah berbuat sesuatu. Dan meski gagal untuk kesekian kalinya, tetap semangat dan jangan pernah menyerah.

Menyadari kesalahan itu baik, tapi rasa bersalah yang terlalu dalam malah akan membuat diri merugi!

Kita harus bisa membedakan bagaimana rasa bersalah yang muncul karena menyadari kesalahan dan bagaimana rasa bersalah yang datang hanya karena emosional. Kesadaran akan kesalahan tentu akan membuat hidup kita lebih tenang. Untuk itu segera mengucap maaf jadi kuncinya, namun jika ternyata rasa bersalah yang kita miliki datang dari sesuatu yang lain akan menjadi berbeda.

Dalam hal ini kita memang perlu lebih peka untuk memahami satu hal dengan latar belakang yang berbeda ini. Keputusan untuk meminta maaf telah menunjukkan bahwa kita telah bertanggungjawab. Untuk kemudian lanjutkan hidup dengan sesuatu yang baru. Tanpa kita sadari titik ini telah membentuk kita jadi pribadi yang lebih baik. Pribadi yang akan selalu berusaha untuk tidak melakukan kesalahan di lain hari lagi.

Karena tidak selamanya hidup akan bahagia, bersedih juga demikian!

takut

Emosi ini biasanya timbul ketika kita sedang dihadapkan dengan keadaan yang mengecewakan atau kegelisahan. Namun kita harus mengerti bahwa tidak semua orang yang ada d isamping kita bisa memahami apa yang kita rasakan.

Cobalah untuk menenangkan diri untuk beberapa saat lamanya. Hal lain yang bisa kita lakukan adalah dengan mencoba berbagi cerita atau bahkan menangis. Ini akan merefkesikan tubuh untuk mengeluarkan segala hormon kesedihan yang ada.

Karena jika dipendam terlalu dalam akan menimbulkan akibat yang serius dan fatal. Tubuh akan mengalami depresi berat atau malah menggangu kesehatan tubuh. Sikapi semua hal yang mungkin mengecewakan dengan sesuatu yang positif. Karena pandangan yang positif akan selalu memberikan kita efek yang lebih baik dan membuat hidup terasa lebih bahagia.

Terakhir, tempatkan rasa cemburu untuk mendukung hidup yang lebih baik!

Mungkin selama ini cemburu yang kita pahami adalah sesuatu yang mengatakan tentang perasaan takut kehilangan. Baik itu terhadap orangtua, pasangan atau sahabat serta orang terdekat lainnya. Semua akan masuk dalam kategori baik-baik saja jika memang masih dalam batas wajar.

Namun jika ternyata cemburu yang kita miliki terlalu berlebihan, Maka bisa jadi sesuatu yang kita takutkan akan benar-benar terjadi. Tempatkan rasa cemburu dengan tetap mengontrol sikap kita pada mereka yang kita cintai. Menunjukkan cemburu yang berlebihan hanya akan membuat mereka merasa dikekang. Sebaliknya tunjukkan rasa sayang yang kita miliki dengan menghormati mereka dengan baik.

Jelas ini akan jauh lebih membahagiakan hidup yang kita punya. Semua emosi yang memang sebaiknya kita kelola dengan baik dan satu-satunya orang yang mampu memberikan itu semua adalah diri kita sendiri. Karena kebahagian yang kita inginkan berada pada pilihan dan keputusan yang kita mau.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Tak Perlu Tunggu Tahun Baru, Kamu Bisa Berubah dari Sekarang Kalau Kau Mau

Resolusi atau perubahan baru dalam hidup, kerap kali dihubungkan dengan tahun baru. Biasa kita akan membuat sederet list target yang akan dilakukan. Meski akhirnya hanyalah jadi sebuah angan-angan, yang kemudian terlupakan.

Bicara soal perubahan dan sesuatu yang mengarah pada kebaikan. Sebenarnya ada banyak hal sederhana namun sarat makna yang bisa kita lakukan dengan mudah. Tak perlu menunggu tahun baru, kalau memang ingin jadi pribadi yang lebih baru kamu bisa memulainya sekarang kalau mau.

Mulailah dari Diri Sendiri Diri, Belajar Lebih Tenang untuk Melihat Sebuah Masalah dari Dua Sisi

Selama ini, kamu mungkin sering gegabah dalam mengambil keputusan. Untuk kemudian menyesal atas pilihan yang kamu lakukan. Tak apa, semua itu adalah bagian dari proses pembelajaran diri. Jatuh bangun kita dalam perjalanan menuju kedewasaan, mungkin akan kita jalani dengan berbagai macam cara.

Sebaliknya, mulai dari sekarang cobalah untuk belajar melihat sebuah masalah dari sudut pandang yang berbeda. Tak hanya dari satu sisi saja, tapi juga pahami dari sisi lainnya. Ini akan membantumu melihat celah yang selama ini mungkin bisa jadi adalah sesuatu yang harusnya kau pilih. Menyesal tak akan berguna, tapi belajar dari kesalah jadi pondasi kuat untuk perubahan selanjutnya.

Kenali dan Pahami Dirimu Lebih Dalam Lagi

Sibuk untuk mengerti diri orang lain, tapi diri sendiri tak pernah dipahami dengan baik. Terlalu memikirkan nasib orang, memang bukanlah pilihan yang benar. Karena biar bagaimana pun, kita tak akan bisa sampai pada hal-hal besar. Kalau pada diri sendiri saja tak kenal.

Titik ini akan membawa kita untuk tahu lebih dalam lagi. Potensi apa sebenarnya yang kita miliki untuk bisa berupaya lebih keras lagi. Mampukah kita meraih apa yang selama ini diingini, hingga kekuatan apa yang perlu ditambah untuk bisa mewujudkan mimpi yang kita punya.

Dengan begitu, kita paham ancang-ancang seperti apa yang akan dibutuhkan. Untuk mimpi yang diinginkan.

Selanjutnya, Cobalah untuk Mencintai Diri Sendiri Lebih dari Hari Sebelumnya

Setelah proses mengenali diri sendiri yang kau lakukan berjalan dengan baik. Maka tak ada salahnya untuk mencintai diri sendiri juga. Berikan beberapa hal yang akan menyenangkan hati. Menghadiahi diri dengan sesuatu yang sudah lama ingin dibeli, pergi liburan sendiri, hingga menikmati waktu cuti sejenak tanpa terdistraksi.

Walau katanya ini adalah sesuatu yang biasa, tapi akan memberi kelegaan dan ketenangan dalam jiwa. Lagipula, ini bukanlah sesuatu yang salah. Tak juga merugikan diri kita. Lalu apa salahnya jika harus dicoba?

Jangan Disesali, Belajarlah Berdamai untuk Menerima Semua Kekurangan Diri

Kamu mungkin belum juga lulus dan menyelesaikan skripsi, belum menemukan pekerjaan impian, belum merasa cocook dengan pacar yang sekarang, hingga kegagalan dan ketidaksempurnaan lain yang masih jadi kekurangan. Setiap orang hidup dengan segala macam kelebihan dan kekurangannya. Termaksud mereka yang kau lihat bahagia-bahagia saja.

Untuk itu belajar berdamai dengan semua yang kita miliki jadi salah satu cara yang kan membantu kita lebih bijaksana. Berterimakasih untuk selama yang sudah ada, dan terus berusaha untuk sesuatu yang masih ingin dicari keberadaannya. Selalu ingat bahwa tak ada manusia yang sempurna. Tapi bagaimana cara kita menemukan titik baik dari kelemahan, akan membuat kita menjadi manusia yang mampu sempurna. Ya, setidaknya kita sudah mencoba.

Kemudian, Mulai Tentukan Apa yang Memang Kamu Inginkan

Ketika semua proses tadi berjalan sesuai rencana yang kita ingin. Langkah selanjutnya adalah menentukan mimpi mana saja yang akan menjadi tujuan. Kapan target skripsi kita harus diselesaikan, pekerjaan seperti apa yang harus kita dapatkan, hingga deretan mimpi lain apa yang harus kita wujudkan.

Fokuskan diri pada tujuan, dan tanggalkan semua hal lain yang akan menganggu pikiran. Langkah ini mungkin sederhana, tapi percayalah akan memberi makna dan dampak yang luar biasa. Selamat mencoba!

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Kenali Tanda Rekan Kantormu Menyebalkan, Tak Usah Buang-buang Waktu untuk Mengajaknya Berteman

Hampir semua orang memiliki sisi yang menyebalkan. Coba saja tanya ke teman-temanmu. Pun tak menutup kemungkinan kalau kamu bisa bertemu orang yang menyebalkan di mana pun. Ketika ada seseorang yang memiliki sisi menyebalkan, tak masalah kalau kamu mau menghindari berurusan dengan orang yang seperti itu.

Ini mungkin kamu akan tahu kalau kamu tak akan tahan dengan sifatnya. Kawan, sesekali menjaga jarak dengan orang yang memiliki hal-hal negatif itu baik lho. Kalau kamu memiliki teman dan dia memunculkan tanda-tanda seperti ini, kamu harus berhat-hati ya!

Senang Di Atas Penderitaan Orang Lain

Hal ini mungkin jarang ditunjukkan oleh beberapa orang. Tapi kalau kamu punya teman yang menunjukkan kebahagiaannya padahal ada temannya yang sedang tertimpa musibah, sebaiknya kamu jaga jarak saja dengan teman tipikal semacam ini. Ia mungkin tak terlihat tertawa.

Tapi selentingan atau nyinyiran yang keluar dari mulutnya jadi pertanda kalau dia ini punya karakter senang kalau ada temannya yang menderita. Bukankah jauh lebih baik bertemu dengan teman yang mampu bersimpati dan berempati?

Ia tak Kelihatan punya Rasa Tanggung Jawab Terhadap Pekerjaannya

Saat seseorang mendapatkan suatu tanggung jawab untuk melakukan sesuatu, pasti setidaknya dia akan memiliki rasa tanggang jawab itu. Tapi ada lho,  beberapa orang yang tak punya rasa tanggung jawab tinggi. Mereka cuek saja dengan tanggung jawab yang sejatinya dibebankan padanya.

Kalau orang semacam ini ada di lingkup kerja atau di kantormu, bukankah yang ada hanya merugikanmu? Bisa saja, kalau kamu meminta tolong sesuatu dan dia mengiyakan di awal, tapi pada akhirnya dia tak melakukannya, jadinya menyebalkan, kan?

Kamu Merasa Tak Nyaman Saat Berada di Dekatnya

Saat kamu menghabiskan waktu bersama seseorang atau berada dekat dengan orang semacam ini, kamu akan merasakan energi atau aura yang muncul dari orang itu. Saat kamu berkumpul dengan teman-temanmu, tiba-tiba ada salah satu temanmu yang membuatmu merasa tak nyaman. Bisa karena perilakunya, atau hal-hal kecil yang ditunjukkan, lho. Ini juga menjadi sebuah tanda bagi kamu untuk mempertimbangkan apakah dia adalah teman yang baik atau kurang baik.

Faktanya, Banyak Teman yang Mulai Mengingatkanmu

Saat kamu mengenal sosok yang menurut orang-orang menyebalkan, maka saat berurusan dengannya kamu juga harus berhati-hati. Kamu butuh pendapat orang-orang terdekat kamu atau setidaknya caritahu tahu orang seperti apa dia. Ini tindakan antisipasi yang kamu lakukan untuk berhati-hati untuk berteman dengan orang lain lho.

Dia Tak Pernah Merasa Bersalah

Kesalahan bisa dilakukan secara sengaja atau tak sengaja. Saat orang merasa melakukan sesuatu yang salah, normalnya dia akan merasa tak enak atau merasa ganjal. Namun, kalau kamu bertemu orang yang melakukan kesalahan dan dia justru tak menunjukkan rasa bersalah atau semacamnya, kamu harus merasa janggal dengan hal ini. Dia malah menunjukkan sikap santai-santai saja. Kamu patut curiga dengan karakter dia yang sebenarnya.

Setidaknya kamu berhati-hati dengan karakter orang yang malah akan memberikan efek nagatif untuk kamu, ya. Kamu harus bisa memilih mana yang bisa menjadi teman dekatmu.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Jangan Paksa Seseorang Kembali Ceria Jika Sedihlah yang Ia Rasa

Tak selalu bahagia, beberapa kejadian mengerikan bisa datang begitu saja. Mendapati pacar yang selingkuh dengan sahabatmu, rekan kerja yang mendadak pindah tak lagi bisa bertemu, hingga kabar dari ibu yang minggu ini harus masuk rumah sakit lagi.

Silih berganti, kesedihan bisa saja menyelimuti hati. Menganggu saraf bahagia dan menggantinya dengan satu ketakutan yang luar biasa pada diri kita. Situasi ini jelas diluar ekspektasi, karena kalau bisa memilih pastilah kita ingin bahagia sampai mati. Dipandang jadi sesuatu yang menakutan, kesedihan selalu kita jadikan momok yang harus segera dihilangkan.

Dikubur secepatnya, dan harus berganti dengan bahagia seperti kata-kata orang bijak di sosia media. Jika bahagia bisa dirayakan dengan begitu baiknya, mengapa kesedihan selalu kita anak tirikan?

Tak Seharusnya Dibedakan, Bahagia dan Sedih Memang Haruslah Ada dalam Kehidupan

“Sudahkah anda bahagia hari ini?” atau “Jangan lupa bahagia”, barangkali jadi jargon yang bertebaran di media sosial. Dibuat dengan dasar kepedulian, kita semua berlomba-lomba untuk mencari bahagia sampai pada celah paling sempit yang ada.

Seolah lupa pada teka-teki yang ada, sedih dan bahagia memang sudah ditakdirkan akan datang kapan saja pada hidup kita. Karena memang begitulah, hidup yang sesungguhnya. Perjalanan ini adalah misteri, banyak hal tak terduga yang mungkin menghampiri. Jika bahagia bisa membuatmu tertawa, maka kesedihan harusnya bisa diterima dengan serupa.

“Akui – nikmati – dan tak perlu ditutup-tutupi”

Meminta Orang Lain Segera Bahagia Memang Elok Didengar Telinga, Padahal Kau Tak Tahu Sebesar Apa Dukanya

“Sudahlah, lupain aja. Masih banyak yang bisa buat kamu bahagia” jadi kalimat lazim yang mungkin sudah kita gunakan ratusan kali pada beberapa teman. Berperan sebagai malaikat yang akan memberi penghiburan. Kita berusaha mengumpulkan petuah-petuah ajaib yang nadanya serupa. “Kamu harus bahagia”.

Padahal, tak hanya bahagia. Menangis setiap kali bersedih pun dipercaya mampu membuat seseorang menenangkan pikirkannya. Tak tahu seberapa dalam lobang menganga di hatinya, daripada sibuk memintanya melepaskan semua sedihnya. Bersedia memberikan telinga untuk mendengar keluh kesahnya jadi sesuatu yang lebih ia perlu.

Pelan-pelan Mulai Membandingkan Sedihnya dengan Orang Lain yang Lebih Nelangsa

Antara ingin terlihat bijak dan berwawasan luas atau memang berniat untuk menghibur seorang kawan. Menyuruhnya membuka mata, tentang kehidupan menyedihkan lain yang lebih parah dari pengalamannya. Seolah terlihat wajib untuk disampaikan pada mereka.

Mendorongnya untuk segera bahagia dengan membandingkan kesedihannya dengan orang lain jelas tak jadi jalan keluar. Karena semakin mencoba untuk menghilangkan semua kesedihan, akan selalu ada celah yang membuatnya justru kian muncul ke permukaan. Diharapkan akan hilang dari ingatan, luka yang diminta hilang justru kian terasa dalam pikiran.

Terlalu Takut Pada Sesuatu yang Terasa Berat, Kita Lupa Bahwa Hidup Takkan Sempurna Jika Hanya Ada Bahagia

Coba bayangkan sebentar, kamu hidup dengan segala kelimpahan dan bisa mendapatkan apa saja yang kamu inginkan tanpa usaha yang perlu keras. Lalu ingat kembali, tawa dengan air mata dari ibu kala melihatmu diwisuda. Bagaimana ayah memelukmu sambil bercurah air mata, ketika kamu berhasil naik jabatan tanpa butuh waktu yang lama.

Sejatinya, manusia bisa merasakan berbagai macam emosi dengan cara bersamaan. Tertawa sampai menangis, bahagia sampai terharu. Semua itu terjadi begitu saja, menandakan bahwa hidup kita memanglah sempurna. Tak perlu takut berlebihan dengan kesedihan, biarkan mereka menangis jika memang sedang berduka. Dan berhenti memintanya tertawa jika ia memang sedang ingin diam saja.

Sebab Setiap Orang Punya Tingkat Ketakutan dan Kesedihan yang Berbeda, Kita Tak Punya Hak untuk Memintanya Menyudahi Sedihnya

Beberapa orang hidup dengan dirundung masalah yang tak terbanyak banyaknya. Kawanmu mungkin pernah dipukuli oleh kekasihnya, anak yang jadi korban perceraian orangtuanya, hingga seseorang yang mungkin pernah hampir diperkosa oleh kerabat dekatnya. Lalu masihkah kita merasa berhak untuk memintanya segera bangkit dari sedihnya?

Membiarkan dia diam dalam sedihnya bukan berarti kita tak peduli kepadanya. Tapi, ada hal lain yang sedang kita sadari. Bahwa saat ini, bersedih mungkin memang jadi sesuatu yang ia butuhkan. Mengambil langkah untuk memaksanya berbahagia saat hatinya sedang berkabung, bukanlah sesuatu yang membantu. Sebaliknya, berusahalah untuk bisa mendengarnya dan membantu sebisanya. Bukan memaksanya untuk bahagia.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top