Trending

Kamu Bisa Berteriak Senang Untuk Gol Yang Tercipta, Tapi Lupa Pada Mereka Yang Juga Telah Berjuang Untuk Bangsa

Hiruk pikuk peristiwa yang melanda tanah air jelas jadi sorotan masyarakat Indonesia. Tak terkecuali perhelatan akbar olahraga yang digelar setiap empat tahun sekali. Ya, SEA Games 2017 yang berlangsung di Malaysia ternyata telah berhasil menyatukan suara seluruh penduduk negeri ini.

Berkaca dari bersatunya suara warga Indonesia pada peristiwa terbaliknya bendera Indonesia di Kuala Lumpur belum lama ini, harusnya membuat kita bisa jauh lebih kompak dalam segala hal. Namun alih-alih tetap kompak mendukung segala ajang perlombaan yang diikuti Indonesia, sebagian besar dari masyarakat kita masih lebih fokus pada ajang-ajang tertentu saja. Seolah perlu diingatkan bahwa masih ada putra-putri  bangsa yang juga turut berjuang mati-matian demi menghadiahkan medali emas untuk Indonesia.

Benar Memang Seluruh Belahan Dunia Tahu Bahwa Sepak Bola Jadi Olahraga Nomor Satu, Tapi…

Meski Amerika dan Australia tak menempatkan sepak bola jadi olahraga paling populer, rasanya seluruh warga bumi memang akan setuju jika cabang olahraga ini digemari oleh hampir seisi penduduk d

Sepak bola sendiri lahir di daratan Cina yang berawal dari masyarakat negeri tirai bambu ini pada abad ke-2 sampai dengan ke-3 SM. Pada perkembangannya olah raga ini berhasil jadi pemenang dalam hal olah raga. Tak perlu jauh-jauh, kita bisa merasakan seniri bagaimana luar biasanya antusiasme orang-orang terdekat setiap kali ada pertandingan sepak bola.

Sepak bola bak sihir yang susah untuk disembuhkan, pesonanya sanggup mempengaruhi orang untuk menjadikan hal ini sebagai fokus pikiran. Kita bisa melihat ini dari luar biasanya antusiasme sebagian besar orang pada pertandingan di SEA Games 2017 yang sedang berlangsung saat ini hingga 31 agustus 2017 nanti.

Besarnya harapan masyarakat atas kemenangan tim sepak bola yang sedang bertandang, menjadi sesuatu yang justru menunjukkan betapa diskriminatifnya kita. Ya, kita terlalu mengelu-elukan sepak bola, hingga lupa pada cabang olahraga lain yang atletnya pun sedang berjuang keras untuk mengharumkan nama Indonesia.

Obsesi Yang Tinggi Pada Suatu Hal Bukanlah Masalah, Tapi Tentu Juga Harus Peduli Pada Sisi Lain Yang Sama Pentingnya

Jika ditanya bagaimana hasil terakhir pertandingan sepak bola tim Garuda melawan Kamboja kemarin, dipastikan hampir semua akan bisa menjawabanya. Sungguh itu tak salah, toh mereka juga membawa nama bangsa.

Tapi jika ada pertanyaan, tahukah kamu jajaran nama atlet lain yang sudah menyumbang emas untuk Indonesia? Mungkin kamu akan terdiam, lalu berdalih jika tak suka pada olahraga lainnya. Kamu memang tak salah bila bersikap demikian, sebab untuk memutuskan suka dan tak suka adalah hak masing-masing individu.

Namun adilkah kita yang hanya antusias pada salah satu cabang olahraga tertentu, namun lupa pada mereka yang juga telah berjuang dengan tujuan yang sama? Mungkin kamu juga tak mengenal sosok pada foto di atas.

Dia adalah Rifda Irfana Luthfi salah satu atlet peraih medali terbanyak dibanyak nomor, terutama medali emas pada cabang olahraga Gymnastic. Ya, dia melakukan hal itu hanya untuk Indonesia. Bukankah dia juga memiliki hak yang sama untuk dielu-elukan?

Bukan Tak Suka Bola Atau Ingin Menyudutkan Pecintanya, Ini Hanya Sebuah Pertanyaan Atas Banyaknya Ketimpangan Yang Ada 

Tanpa bermaksud untuk memojokkan satu pihak saja, sebenarnya ini hanya sebuah renungan atas cerita panjang yang rasanya telalu lelah bila masih saja akan terjadi berkali-kali. Cerita yang selalu saja diulang, bagaimana kita mengelu-elukan mereka yang sedang bertaruh nyawa. Lalu berubah jadi beringas ketika yang diharapkan tak jua jadi nyata.

Pernahkah kita memikirkan isi hati atlet lain? Bisa jadi mereka juga berharap hal yang sama. Dielu-elukan dan diberi semangat dengan teriakan dari luar lapangan. Lah masak atlet berharap seperti itu? Tentu tidak demikian. Ini hanya sebuah gambaran bagaimana mereka juga sebenarnya juga membutuhkan teriakan semangat dari kita.

Jika Menyatukan Suara Untuk Protes Pada Malaysia Saja Bisa, Harusnya Kita Juga Bersatu Untuk Hal Lain Yang Lebih Baik

Kesalahan tuan rumah SEA Games atas insiden terbaliknya bendera negara kita, tentu jadi sesuatu yang memang sangat disayangkan. Bahkan Menpora Imam Nahrawi juga menunjukkan kekesalannya. Tak pelak seruan para netizen tanah air lewat tagar #ShameOnYouMalaysia jadi respon kekesalan sekaligus menunjukkan kompaknya warga Indonesia. Kekompakan tersebut jelas angin segar untuk kita yang setahun terakhir ini dihadapkan dengan perseteruan beberapa kelompok.

Meski sudah menyampaikan permintaan maafnya melalui Perdana Menteri Malaysia, hal itu tak lantas menghentikan beberapa seruan yang tetap dilontarkan Padahal kita tentu tahu, bahwa semua yang kita bagikan dengan tagar tersebut tentu tidaklah menyelesaikan masalah. Bukankah akan menjadi lebih baik bila kekompakan tersebut kita gunakan untuk mendukung mereka yang tengah berjuang keras demi mengharumkan Indonesia?

Tak ada niatan untuk menyalahkan kesukaanmu, hanya saja sikap kita memang terasa masih jauh dari kata adil bagi mereka yang juga berjuang sama kerasnya untuk negeri ini.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Community

Bukan Untuk Membuatmu Lemah, Inilah Alasan Tuhan Memberikanmu Masalah

Hidup tanpa masalah bagaikan laut tanpa ombak, hambar. Setiap manusia pasti mempunyai masalahnya masing-masing. Setiap hari, setiap waktu, kapanpun dan dimanapun itu. Namun janganlah kamu merasa bahwa masalahmu lah yang paling berat, apalagi sampai membenci tuhan karena masalah yang dia berikan. Mungkin inilah beberapa alasan mengapa masalah selalu menghampiri kehidupan.

1. Allah Tahu, Kamu Kuat dan Mampu


Dalam setiap masalah yang Dia berikan, kamu akan menjadi sosok yang lebih kuat saat berhasil melewatinya. Kamu mungkin tidak pernah tahu apa alasan tuhan memberikanmu masalah, tapi yang harus kamu tahu selalu ada hikmah dari setiap masalah yang kamu alami. Masalah juga akan melatih mental dan cara berpikirmu. Allah tahu, kamu mampu.

2. Menyadarkanmu dari Kesalahan Di Masa Lalu


Terkadang manusia memang egois, mereka selalu merasa benar sendiri. Setiap dirinya terluka mereka langsung menyalahkan orang lain, padahal mungkin saja itu semua balasan dari perbuatannya di masa lalu. Begitupun dengan masalah yang kamu hadapi, jangan dulu mengutuk keadaan, siapa tahu Allah berniat menyadarkan.

Coba ingat-ingat lagi apakah kamu pernah menyakiti seseorang atau berbuat kesalahan di masa lalu? Mungkin dengan memberimu masalah Allah berharap kamu akan memperbaiki segalanya. Memohon ampunlah pada-Nya dan meminta maaf pada orang yang telah kamu sakiti.

3. Allah Rindu dan Ingin Kamu Kembali Mendekat Pada-Nya


Allah selalu mempunyai banyak cara agar hamba-Nya selalu ingat kepadanya. Mungkin salah satunya adalah dengan memberikanmu masalah. Ibadahmu mungkin kurang, juga kamu masih berharap kepada manusia yang jelas-jelas tidak pasti, maka dari itu Allah ingin membuatmu kembali pada-Nya. Saat sedang dilanda masalah, saat tidak ada seorangpun yang mengerti, maka kamu tidak mempunyai pilihan lain selain mengadu pada-Nya.

4. Allah Begitu Menyayangimu


Pernahkah kamu berpikir kalau bentuk kasih sayang itu tidak berupa kebahagiaan saja? Iya, saat kamu sedang dilanda masalahpun itu pertanda jika Allah sangat menyayangimu. Ada banyak tujuan baik dari masalah yang kamu hadapi, cobalah untuk belajar ikhlas dan menerimanya. Karena hidup bukan hanya tentang manisnya gula juga pahitnya kopi, Allah tahu mana yang lebih kamu butuhkan untuk kebaikanmu.

5. Akan Ada Sesuatu yang Indah Di Balik Setiap Masalah


Terkadang, saking beratnya masalah yang kamu hadapi menyerah adalah pilihan terbaik yang ada di pikiranmu. Namun perlu kamu ketahui bahwa lari dari masalah tidak akan menyelesaikan semuanya. Masalah akan terus menumpuk jika kamu lari begitu saja. Jangan karena satu masalah maka kamu kehilangan arah untuk meraih mimpi yang lainnya.

Mimpi yang telah kamu susun dan perjuangkan sedari dulu, cobalah buka mata hatimu dan mulai berdamai dengan keadaan. Satu hal yang perlu kamu yakini, akan ada sesuatu yang indah dibalik setiap masalah. Kamu hanya perlu sabar dan ikhlas dalam melewatinya.

Memang tidak ada yang ingin gagal dalam hidupnya, namun kita harus sadar bahwa manusia hanya bisa berencana. Ada takdir yang lebih berkuasa dari mimpi, ketika masalah datang cobalah untuk hadapi, jangan lari apalagi sampai mengutuk diri. Yakinkah bahwa kamu bisa melewatinya, Allah tidak akan membiarkan hamba-Nya berjuang sendirian. Bangkit dan berjuang lagi untuk meraih mimpi!

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Agar Tak Membahayakan Diri, Kita Perlu Bijak Mengelola Emosi

Kenyataan yang tak sesuai keinginan, teman yang menyebalkan, jalanan macet tak karuan, atau apa saja yang bisa memancing amarah untuk diluapkan. Serungkali jadi alasan, kita untuk emosi dan marah. Tapi tak semua bisa mengeluarkan uneg-unegnya. Beberapa orang justru diam, meski emosinya sudah ada diambang batas kemarahan.

Sialnya selepas emosi dan marah-marah, ada hal buruk yang bisa saja terjadi atas kita. Membuat lingkungan merasa risih atau tak suka. Namun, seolah tak ada habisnya. Memendam amarah justru bisa berbahaya pada diri kita. Lantas harus bagaimana?

Kenali Dulu Jenis-jenis Emosimu

Setiap emosi dalam hidup kita memiliki peran penting dalam segala hal yang kita lakukan. Berpikir, berperilaku, mengambil tindakan, berbicara, dan bisa terlihat pula pada raut wajah. Sayangnya, masih banyak kita yang belum paham. Bagaimana bisa mengenali emosi dan cara mengelolanya serta membeda-bedakannya. Agar tak lagi terjebak dalam pemahaman yang salah, ini 7 jenis emosi dasar manusia dengan fungsi yang berbeda yang perlu kamu kenali.

Bahkan Sering Merasa Sendiri, Adalah Bentuk Lain dari Emosi

Ya, meski sedang berada di tengah keramaian. Jiwa dan hatimu tetap saja merasa sendiri, manusia dan hal-hal lain yang ada seolah tak berarti. Tak pernah diminta, perasaan selalu merasa sendiri bisa datang kapan saja, yang belakangan diketahui. Ternyata perasaan ini adalah bentuk lain dari emosi.  

Sebab, Meskin Jarang Disadari Memendam Emosi Bisa Berbahaya Pada Diri

Menurut psychmechanics, memendam emosi adalah cara seseorang untuk tidak mengakui emosinya atau tidak mengekpresikan emosi dengan cara yang sehat. Padahal pada dasarnya, emosi tidak bisa ditekan dan tetap harus dikeluarkan dengan cara apapun, salah satunya adalah meditasi. Sebab, emosi yang dipendam justru akan menimbulkan banyak masalah. Bagaimana saja dampaknya bisa kamu baca disini.

Untuk Itu Kita Harus Lebih peka, Cari Tahu Apa yang Membuatmu Marah-marah

Karena suka marah-marah nggak jelas, hasilnya bisa merusak mood diri dan orang-orang di sekitar. Untuk itu kita perlu lebih peka, sebab yang namanya asap tentu pastilah ada sumber api. Untuk itu, cobalah kenali berbagai hal yang mungkin jadi penyebab, kenapa belakangan ini kamu mudah tersulut amarah untuk berbagai hal yang sebenarnya bukanlah masalah.

Dan Jika Sedang Emosi, Cobalah Lakukan Hal Ini

Ada hal-hal buruk yang bisa saja terjadi setelah emosi, mulai dari membuat orang lain terluka atau justru melukai diri kita. Bertumbuh jadi manusia dewasa memang banyak tantangannya, dan mengelola emosi jadi salah satunya. Maka untuk tak buru-buru marah, coba lakoni hal-hal ini saja.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Community

Agar Hidupmu Tidak Hancur Begitu Saja, Sertakan Logika Dalam Cinta

Galau, sebuah kata yang tak asing lagi di telinga kita. Hampir di setiap negara kata ini ada meskipun berbeda dalam penyebutannya. Galau disini menggambarkan perasaan seseorang yang sakit hati, gelisah dan tak karuan. Penyebabnya bisa jadi karena putus cinta, hubungan keluarga, atau ekspektasi yang bertolak belakang dengan realita.

Entah siapa yang pertama kali memproklamirkan kata galau ini, namun sepertinya kata ini sudah begitu fenomenal di Indonesia. Semua kalangan bisa saja merasakannya, namun kebanyakan memang orang dewasa yang sering mengaku dan merasakan galau. Dan alasan yang paling banyak di utarakan adalah karena putus cinta.

Hmm, pernah berpikir nggak sih apa untungnya dari galau? Dengan galau kita bisa merusak diri kita bahkan aktifitas kita. Galau bisa membuat kita kehilangan semangat melakukan sesuatu, bahkan sampai nafsu makan pun menurun. Memang sih, saat galau logika kita entah pergi kemana. Semuanya terasa hampa, dunia rasanya tak berpihak lagi pada kita.

Galau juga tidak hanya berpengaruh terhadap diri sendiri, tapi akan berpengaruh terhadap orang-orang di sekitar kita. Bagaimana tidak? Yang biasanya kita adalah orang periang, ketika galau tiba-tiba diam seribu bahasa. Tidak ada lagi senyuman di wajah kita, tentu saja orang lain akan merasa aneh dengan kita. Mungkin banyak yang empati, namun tidak sedikit juga yang memang tidak perduli.

Ada yang sampai galau bertahun-tahun karena putus cinta, memang ya jika sudah berkaitan dengan cinta logika kita entah kemana. Padahal, jika seseorang itu pergi meninggalkan kita sudah jelas dia bukan yang terbaik untuk kita. Sakit memang sakit, namun bangkit tetap harus bangkit. Hidup bukan hanya tentang meratapi luka, semuanya hanya tentang waktu. Perlahan luka akan sembuh dengan sendirinya, selama ia masih menganga cobalah untuk menata hati kembali. Merapikan yang sudah dia hancurkan, memeluk puing-puing harapan yang ia tinggalkan. Jangan melulu terpuruk dengan keadaan.

Kebanyakan yang merasakan galau ini adalah perempuan. Karena apa? Karena saat jatuh cinta perempuan hampir menggunakan seluruh perasaannya daripada logika, berbanding terbalik dengan laki-laki. Perempuan mencinta tanpa memikirkan logika, sedangkan laki-laki lebih mengutamakn logika daripada rasa. Maka dari itu saat ada yang terluka, laki-laki lebih memiliki peluang cepat sembuh karena logikanya berjalan. Sedangkan perempuan, ia hanya mengikuti perasaannya sampai suatu hari nanti logikanya terbuka dengan sendirinya, butuh waktu yang lama.

Galau ini sebenarnya belum ada obatnya, namun mendekat kepada sang pencipta bisa menjadi pereda. Ketika kesetiaan dibalas dengan pengkhianatan, ketika ketulusan dibalas dengan kebohongan, bersyukurlah karena Allah telah memperlihatkan siapa diri mereka sesungguhnya. Kata-kata motivasi dan hiburan dari teman-teman memang sedikit menguatkan, namun tetap saja bangkit dan kembali seperti semula butuh waktu yang lama.

Teruntuk kalian yang sedang merasakan, mari jemput logika agar luka kalian tidak berlangsung sama. Percayakan segala hal kepada yang maha kuasa, termasuk cinta. Yang terbaik akan dipersatukan dengan yang baik juga, lalu jika kamu masih berharap dengan seseorang yang telah menyakitimu apakah kamu tidak akan merasa rugi jika dipersatukan dengan seseorang yang tidak baik untukmu? Segera Move On dan perbaiki kehidupanmu sekarang, sebelum galau benar-benar membawamu dalam penderitaan. Semangat !

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top