Feature

Kamu Beruntung Jika Orang-Orang Seperti Ini Ada Dalam Jejaring Kerjamu. Karirmu Pun Akan Melejit!

Apa yang ada di dalam benakmu ketika memasuki dunia kerja? Gaji besar? Naik jabatan dengan cepat? Sederetan harapan dan tujuanmu pun langsung tertata apik saat sudah memasuki dunia kerja. Tetapi tahukah kamu, bahwa koneksi atau jaringan orang-orang yang kamu miliki itu memiliki pengaruh besar pada kesuksesanmu. Memiliki jaringan sosial yang luas akan meningkatkan kesempatan kerja ataupun membantu merubah haluan kerja kamu.

Lalu orang seperti apa yang bisa berpengaruh untuk membantu meraih kesuksesan? Orang-orang yang bagaimana yang harus ada dalam jaringan kerjamu? Bagaimana caranya mereka bisa membantu kamu untuk mencapai karier yang gemilang? Ulasan di bawah ini akan menjadi jawabannya.

Hal Paling Mudah Adalah Memulainya Dari Yang Terdekat, Rekan Satu Levelmu Adalah Orang yang Tepat

Di kantor, orang-orang yang berada satu level denganmu adalah orang yang penting. Terlebih jika mereka satu departemen dan memiliki job desk yang sama denganmu. Kamu bisa berbagi ide, berbicara tentang kendala pekerjaan, memberikan masukan dan membahas lainnya. Jelas hal ini akan memberikan efek positif untuk performa kerjamu.

Mengingat tantangan dan beban kerjamu sama dengan yang didapatkan rekan kerjamu. Hal itu tentunya memberikan kemudahan untuk dirimu dan partner kerjamu berbagi banyak hal dan membantu satu sama lain. Mereka adalah orang pertama yang bisa kamu andalkan ketika mengalami kesulitan saat bekerja.

Disaat Kamu ingin Meningkatkan Kemampuanmu, Senior Adalah Orang Yang Akan Membantumu!

Akan banyak hal baru ataupun tantangan baru ketika kamu memasuki dunia kerja. Menemukan kesulitan saat menyelesaikan tantangan kerja akan menjadi hal yang kamu hadapi nyaris setiap hari. Ketika teman satu levelmu tidak bisa membantu, sedangkan tekadmu untuk menyelesaikan pekerjaan itu begitu kuat, senior atau pegawai dengan posisi diatasmu bisa kamu datangi untuk meminta solusi

Memiliki hubungan yang baik dengan seniormu akan memberikan banyak pengaruh positif untukmu. Mereka bisa membantu kamu untuk menyelesaikan kesulitan saat di kantor, memberikan kritik, masukan bahkan ilmu. Ketika kemampuanmu semakin bagus, maka tidak menutup kemungkinan mereka tidak akan ragu untuk mempromosikanmu pada atasan untuk menempatkanmu diposisi yang lebih baik.

Untuk bisa memiliki jaringan dengan seniormu, kamu bisa melakukan komunikasi secara berkala, misalnya dua bulan sekali untuk berbagi informasi kepada mereka tentang apa yang kamu kerjakan, dan minta sarannya bagaimana yang lebih baik atau apa yang perlu dirubah. Jika memungkinkan kamu bisa membuat janji makan siang atau ngopi bareng dengan mereka, sehingga perbincangan tersebut akan lebih santai.

Jangan Remehkan Orang yang Belum Berpengalaman Atau Anak Magang, Inilah Kesempatan Emasmu Untuk Belajar Jadi Pemimpin Yang Baik

Mungkin yang pertama terlintas dibenak kamu, anak magang atau anak baru yang belum mempunyai pengalaman adalah hal yang sebisa mungkin kamu hindari saat bekerja. Tetapi jika kamu pikirkan kembali, mereka adalah salah orang yang kamu butuhkan demi mengembangkan potensi. Dengan kemampuan mereka serta pengalaman yang belum ada, kamu justru bisa banyak belajar menjadi pemimpin untuk mereka

Memiliki hubungan kerja dengan juniormu akan membuat kamu belajar tentang dinamika tim, serta memberikan kamu kesempatan untuk belajar bagaimana caranya untuk menjadi pemimpin yang baik jika suatu saat nanti kamu menjadi seorang pemimpin dalam suatu tim. Ide mereka sebagai seorang pemula pun tidak bisa kamu abaikan. Bisa jadi kamu akan memilih ide-ide segar dan orisinal dari mereka.

Teman Kantor Yang Pandai Bergaul Dan Mempunyai Banyak Teman Harus Kamu Dekati Agar Jaringan Kerjamu Ikut Luas

Sebagian orang mungkin akan merasa iri jika mempunyai teman yang hebat dalam bergaul, mempunyai banyak teman. Sedangkan diri sendiri tidak bisa sehebat dia dalam bergaul dan bersosialisasai. Tipe orang yang seperti ini jangan pernah kamu jauhi, justru mereka adalah pintu yang bagus untukmu bisa masuk ke dalam dunia kerja yang lebih luas. Bahkan dari orang-orang yang seperti ini, bisa jadi kamu akan memperoleh kesempatan saat ingin pindah kerja untuk mengembangkan potensi dan passion-mu.

Kamu bisa mendapatkan bantuan dari mereka ketika kamu ingin memiliki pekerjaan yang baru atau membutuhkan keterampilan tertentu di area baru. Mereka pasti akan dengan senang hati membantumu mengenalkan dengan orang yang tepat. Tetapi kamu juga harus melakukan timbal balik, dengan mengundang mereka ke acara tertentu atau mengenalkan orang lain yang memiliki minat yang sama dengan mereka.

Jangan Terpaku Pada Satu Bidang, Kamu Butuh Orang Dari Berbagai Latar Untuk Memperkuat Jaringan Kerjamu

Ilmu yang kamu punya harus seluas mungkin untuk mendukung kinerjamu dalam memasuki dunia kerja. Kian banyak hal yang kamu pelajari, semakin luas pula kesempatanmu untuk menapaki kesuksesan yang kamu impikan. Jangan ragu untuk mengenal orang yang bekerja di industri dan bagian yang sama denganmu tetapi di perusahaan berbeda atau posisi yang sama tetapi dengan industri yang berbeda. Dengan mengenal mereka kamu jadi memiliki kesempatan untuk melihat banyak hal dari berbagai sudut pandang.

Kamu juga bisa mendapatkan saran yang tepat dari mereka saat ingin pindah haluan kerja atau perusahaan.Untuk bisa mendapatkan jaringan kerja dari luar perusahaan tempatmu bekerja, kamu justru bisa memulainya dari mengenal orang-orang yang berbeda divisi denganmu namun masih dalam satu perusahaan. Luangkan waktu untuk menjalin hubungan baik dengan mereka. Setelah itu kamu bisa kembali membangun komunikasi dengan teman-temanmu dengan pekerjaan menarik yang berkarya diberbagai bidang. Jalin hubungan baik dengan mereka, hingga saat membutuhkan informasi penting kamu tinggal menghubunginya saja.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Dilema Memilih Tempat Kerja : Suasana yang Nyaman atau yang Bergaji Besar?

Untuk kamu yang baru saja lulus, kesulitan memilih tempat kerja bisa jadi dilema. Ingin memilih tempat kerja yang nyaman atau yang menawarkan gaji besar. Tapi tak hanya dirasakan oleh para fresh gradute saja, karyawan yang sudah lama bekerja pun sering bimbang. Sudah merasa nyaman di tempat kerja yang sekarang, tapi juga butuh tambahan penghasilan demi masa depan.

Suasana seperti ini, sering mengacau pikiran. Bahkan sering menjebak kita dan tak bisa menentukan, mana yang baiknya dipilih. Nah, sebelum menentukan pilihan yang mungkin bisa jadi terbaik untukmu. Ada untung-rugi yang harus kamu pahami terlebih dahulu, dari pekerjaan nyaman atau yang bergaji besar.

Bekerja Nyaman Bisa Mengurangi Tekanan dan Berpeluang Mengambil Pekerjaan Sampingan

Jika kamu kebetulan berhasil masuk ke dalam perusahaan besar yang sudah mapan. Biasanya perusahan tidak memberi tekanan yang besar pada karyawan. Sebaliknya, kamu bisa bekerja dengan nyaman dan suasana yang juga jauh dari kata stres.

Selain itu, karena teknan yang ada tak begitu besar. Tempat bekerja seperti ini biasa memberimu waktu luang yang lebih besar. Sehingga kamu bisa memanfaatkannya untuk melakukan kegiatan atau pekerjan lain yang mungkin bisa jadi sumber penghasilan. Memulai bisnis di rumah atau membuka online shop, misalnya.

Tapi Dampak Buruknya Bisa Membuatmu Malas, Kurang Profesional dan Takut Akan Tantangan

Pola yang sudah lama terpatri atas orang-orang yang terlalu nyaman di pekerjaannya sekarang adalah susah keluar untuk memulai pekerjaan lain. Lagipula situasi sekarang ini sudah cukup nyaman, kalau harus keluar belum tentu bisa menemukan yang nyamannya sama. Begitu kira-kira gambarannya.

Padahal ini adalah sebuah pola pikir yang salah. Karena biar bagaimana pun, pandangan seperti ini akan membuat kita menutup diri pada hal-hal lain. Merasa tak sanggup untuk mengikuti tantangan, hanya karena tak siap untuk berkompetisi dengan orang luar.

Selain itu, aturan yang fleksibel di tempat kerja yang nyaman juga banyak membentuk watak buruk bagi karyawan. Karena tak ada larangan yang begitu keras, kamu bisa saja berubah jadi orang yang sembrono. Telat membuat laporan, hingga datang terlambat setiap ada meeting bulanan. Ya, kamu tak profesional.

Akan Tetapi Jika Gajinya Lebih Besar Mampu Menjamin Finansial dan Membuatmu Kian Profesional

Untuk situasi ini, keuntungan dari segi finansial jelas jadi kelebihan yang wajib disyukuri. Biar bagaimana pun, pundi-pundi harus tetap terisi. Nominal pendapatan yang bertambah, setidaknya akan membantu kita memenuhi kebutuhan harian pada tingkat yang lebih baik. Syukur-syukur bisa menyisihkan jumlah tabungan yang lebih besar untuk masa depan.

Tapi jangan buru-buru senang dulu, karena jika gaji yang ditawarkan memang lebih besar. Ada kemampuan yang seimbang yang harusnya kita bayarkan. Tekanan yang datang untuk capaian pendapatan yang telah ditentukan akhirnya merubahmu jadi sosok yang mampu berkompetisi dengan baik. Karena mau tak mau kamu harus bergerak untuk mencapai targetmu, yang sebenarnya juga baik untuk mengembangan karir dan membuatmu kian profesional.

Namun Sialnya Kamu Jadi Mudah Stres Karena Tekanan yang Lebih Besar dengan Waktu Luang yang Terbatas

Yap, dituntut untuk mencapai target yang ditentukan, terpaksa membuat kita berjuang keras untuk terus bekerja. Beberapa hal yang akan terasa kian dekat, tentu saja stres kalau-kalau targetnya masih belum kesampaian juga. Selain itu, waktu untuk bisa beristirahat meski sekedar beleha-leha sebentar. Akan hilang, diganti dengan konsentrasi untuk mengurus pekerjaan.

Bahkan kalau bisa, seluruh waktu yang ada dalam hidupmu akan kamu serahkan untuk terus fokus bekerja sampai apa yang sudah ditentukan perusahaan bisa di dapat dengan cepat. Gajinya memang besar, tapi setara dengan itu tingkat stres yang kamu dapat juga kian besar.

Lalu, Kemana Pilihanmu Akan Jatuh?

Sesungguhnya, ini bukanlah pilihan yang sulit. Karena kamu hanya butuh mencari apa yang sebenarnya kamu butuhkan. Sembari menemukan jawaban, kamu pun perlu mempersiapkan diri untuk kemungkinan lain yang nantinya akan dirasakan.

Jika kamu memilih untuk berada pada zona kerja yang nyaman, mungkin penghasilan yang akan kamu dapatkan lebih sedikit. Dan begitu sebaliknya, jika kamu memilih untuk berada  pada tempat kerja yang bergaji besar. Cobalah bersiap untuk tekanan besar serta waktu luan yang mulai terbatas.

Tanyakan pada dirimu sendiri, mana pilihan yang sesungguhnya kamu cari. Sembari menyiapkan kemampuan, untuk resiko yang juga akan diemban.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Kantor yang Bebas Berpakaian, Tak Berarti Kamu Boleh Datang dengan Pakaian Rumahan

Di era sekarang sebuah kantor atau perusahaan tidak lagi menekankan karyawannya harus memakai office look. Meskipun tidak semua, tapi beberapa start up telah melakukan kebijakan ini. Apalagi kantor-kantor di bidang kreatif. Pasalnya, ada yang berujar bahwa berpakaian rapih saat ke kantor adalah suatu tekanan. Entah bisa dibenarkan atau tidak, yang jelas generasi milenial sangat senang mendapatkan kantor bebas berpakaian.

Perlu diketahui ketika diberikan kebebasan, bukan berarti datang dengan berpakaian semaunya dan seenaknya. Meskipun bebas, kamu juga mesti tahu aturan. Pada dasarnya aturan tersebut mengacu kepada etika, karena tak mungkin kamu hanya memakai kaus kutang dan celana pendek ke kantor kan? selain tidak enak dipandang, itu sama saja kamu telah menyepelekan tempat kamu bekerja.

Setidaknya bebas berpakaian adalah minimal kamu mengenakan T-shirt dan jeans ke kantor. Dan pastikan kamu tidak berpakaian seperti ini saat berangkat ke kantor ya.

Bebas Tapi Sopan, Jangan Memakai Pakaian Rumahan

Mungkin kamu memiliki kaus kesayangan yang sampai belel pun kamu tetap nyaman memakainya. Tapi, nyaman buatmu belum tentu nyaman di mata orang lain. Pakaian yang seperti itu sebaiknya kamu kenakan saat di rumah, bukan berangkat ke kantor. Meskipun bebas berpakaian bukan berarti tidak ada aturan lho. Kamu harus kenakan pakaian yang setidaknya enak dipandang.

Memakai Pakaian yang Kusut

Tentu penampilan dapat menopang mood seseorang dalam bekerja. Tidak bagusnya penampilan pasti akan menganggu konsenstrasi saat di kantor. Terutama saat kamu mendapatkan komentar dari karyawan lain, atau melihat seseorang yang melihatmu secara tidak enak. Untuk itu perhatikan pakaianm.

Apalagi jika menggunakan pakaian kusut, jelas sangatlah tidak enak dipandang. Sebisa mungkin kamu harus membawa pakaian ganti untuk mengganti pakaianmu yang kusut. Apalagi kalau kamu ke kantor naik angkutan umum.

Memakai Pakaian yang Sudah Dipakai di Hari Sebelumnya

Mungkin kamu memiliki sikap yang terlalu cuek soal pakaian. Apalagi mengetahui kalau kantor kamu adalah kantor yang bebas berpakaian. Secuek-cueknya kamu dengan penampilan, tak semestinya juga kamu memakai pakaian yang sudah dipakai di hari sebelumnya. Jangan heran kalau kamu mendapatkan cap jorok dari teman-teman kantor lantaran pakaianmu tidak diganti-ganti.

Jangan Sampai Memakai Sandal Ke Kantor Karena Tidak Etis

Dalam suatu kondisi seperti hujan, kamu mungkin bisa memakai sandal ke kantor karena sepatumu kebasahan atau semacamnya. Tetapi di luar dari kondisi tersebut, memakai sandal ke kantor sangatlah tidak etis. Apalagi kalau dilihat teman kerja dan bosmu, otomatis kamu akan dipandang berbeda. Lain kasusnya apabila bos dan teman kantor memang memperbolehkan memakai sandal.

Mengenakan Piyama Saat Bekerja

Lebih kacau lagi kalau kamu mengenakan piyama saat bekerja. Jelas saja itu sudah salah, karena piyama adalah pakaian untuk beristirahat bukan bekerja. Kamu bisa mengenakan piyama ke kantor apabila saat itu sedang ada pesta kostum atau semacamnya. Karena kami yakin sebebas apapun kantormu pasti tidak srek apabila melihat seseorang mengenakan piyama saat bekerja.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Pertama dalam Sejarah APBN, Penerimaan Negara Tembus 100%

Sehari sebelum perayaan Tahun Baru 2019 kemarin, Menteri Keuangan Ibu Sri Mulyani Indrawati mengumumkan penerimaan negara 2018 mencapai 100%.  Belia juga mengatakan jika capaian tersebut adalah yang pertama kali dalam sejarah APBN.

Sri Mulyani menjelaskan, pemerintah meraup penerimaan sebesar Rp 1.894,72 triliun atau 100% dari target APBN 2018. Dan adapun sumbernya antara lain dari perpajakan, yakni pajak dan bea cukai, penerimaan negara bukan pajak (PNBP) dan hibah.

“Pada tahun ini untuk pertama kalinya Kementerian Keuangan tidak mengundang-undangkan APBN Perubahan dan tahun 2018 ditutup dengan Penerimaan Negara sebesar 100%,” kata Sri Mulyani dalam keterangannya di Jakarta, Senin (31/12/2018), sebagaimana dikutip dari detik.com. 

Dan, kabarnya hasil dari pencapaian ini akan dilaporkan oleh Sri Mulyani kepada Presiden Joko Widodo, hari ini Selasa (1/1/2019).

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top