Feature

Kalian Tak Akan Pernah Mengerti Kenapa Kami Begitu Mencintai Star Wars

Menutup akhir tahun, penantian kami akhirnya menjadi kenyataan. Setelah dua tahun menunggu, pada 13 Desember ini salah satu film blockbuster yang sudah kami nantikan pun dirilis. Apa lagi kalau bukan Star Wars: The Last Jedi. Meneruskan film sekuel terdahulunya yang bertajuk Star Wars: The Force Awakens, kami jelas antusias menantikan film besutan LucasFilm ini. Untuk para penggemar seperti kami, Star Wars sudah seperti oksigen. Kami seakan tak bisa hidup tanpa adanya film-film terbarunya. Mungkin kalian menganggap kami tak rasional, tapi kami punya alasan mengapa kami begitu mencintai serangkaian film epik yang satu ini.

Coba kamu perhatikan, mungkin diantara film-film Hollywood lainnya, kami adalah salah satu fans yang paling loyal lantaran masih terus bertahan dan jumlahnya semakin bertambah. Kamu tak usah khawatir dengan keberadaan kami, sebab kami hanya ingin mengekspresikan rasa cinta kami terhadap Star Wars.

Film Ini Selalu Membuat Kami Membangun Imajinasi Dalam Ruang yang Tak Terbatas Baik Lewat Cerita maupun Tokoh-tokohnya

Hasil gambar untuk starwarssumber: time

Menonton pertempuran antar galaksi yang disajikan Star Wars, membuat kami tak sabar menantikan setiap film baru yang dirilis Lucasfilm. Setiap babak dari film Star Wars sungguh sayang untuk dilewatkan. Kami terbawa setiap konflik yang disajikan sehingga membuat kami berimajinasi andai dunia Star Wars benar-benar nyata, bukankah jadinya sangat menegangkan? Keberadaan tokoh pendukung film seperti robot-robot futuristik, pasukan Stormtroopers, hingga para Jedi membuat kami selalu berandai-andai menjadi bagian dari tokoh Star Wars.

Star Wars Membangun Komunikasi Lintas Generasi Tak Peduli Berapa pun Usia Kami

Hasil gambar untuk starwars                      sumber: disney

Sebagian dari kami—terutama generasi millenials tentu tidak merasakan euforia perilisan film pertama Star Wars di tahun 1977 karena belum lahir. Konon, film tersebut sukses besar di pasaran dan menjadi penanda bangkitnya industri film Hollywood. Kami para penggemar Star Wars yang termasuk generasi millenials patut bersyukur karena ada satu film legendaris yang kami tahu berkat penuturan orangtua atau bahkan kakek-nenek kami. Secara tak langsung, Star Wars mendekatkan kami dengan orang-orang yang mungkin terpaut usia cukup jauh dengan kami tanpa harus merasa canggung. Kami membicarakan perihal kesukaan kami terhadap karakter Han Solo, Luke Skywalker, hingga keberanian Princess Leia. Sesekali kami pun sama-sama kesal namun juga kagum pada tokoh antagonis sekelas Darth Vader.

Masa Kecil Kami Dipenuhi Oleh Cerita-cerita Star Wars yang Seakan Tak Lekang Oleh Waktu

Gambar terkait

sumber: wired.com

Cerita saga Star Wars memang dikenal dengan alurnya yang tak berurutan. Berdasarkan urutan waktu, tiga film pertama yang digolongkan sebagai Original Trilogy adalah Star Wars Episode IV: A New Hope (1977), Star Wars Episode V: Empire Strikes Back (1980), dan Star Wars Episode VI: Return of The Jedi (1983). Berlanjut dengan trilogi prekuel dimana film berlanjut ke ‘episode’ I, II, III. Untuk trilogi prekuel, mungkin kamu pernah menontonnya lantaran dirilis dalam rentang tahun 1999 hingga 2005. Kehadiran Star Wars di tahun-tahun tersebut seakan menjadi perkenalan kami dengan para anggota Empire yang kemudian jadi lekat di hati.

Sepertinya Star Wars memang tak akan lekang oleh waktu. Usai diberi suguhan Original Trilogy, prekuel, kini kami terus menantikan kelanjutan sekuel yang sudah dimulai sejak 2015. Apa lagi dalam cerita sekuel, penggarap film ini menjanjikan cerita yang didukung teknologi yang lebih canggih dibanding film-film sebelumnya. Belum lagi sejumlah film spin-off Star Wars semacam Rogue One: A Star Wars Story. Itulah mengapa kami tak pernah bosan dengan suguhan cerita berlatar antariksa itu sampai kapan pun.

Kami Terlalu Jatuh Cinta Pada Setiap Hal Tentang Star Wars

Gambar terkait

sumber: disney

Semangat kami tak pernah surut tiap kali membicarakan soal Star Wars dan segala hal yang terkait didalamnya. Meski kami tahu tokoh-tokoh yang muncul hanyalah fiksi belaka, tapi kami punya ribuan cara untuk menunjukkan rasa cinta pada mereka. Salah satunya dengan mengoleksi pernak-pernik berbau Star Wars. Semacam ada prestis ketika kami mengenakan atau memamerkan koleksi itu pada mereka yang tahu seputar idola kami. Setidaknya kami punya merchandise yang identik dengan tokoh, logo, atau apa pun yang masih ada sangkut pautnya dengan franchise Star Wars. Lihat saja, komunitas pecinta Star Wars menyebar di mana-mana. Kami selalu bangga dengan cosplay yang kami pamerkan di berbagai momen. Kami bisa menjelma bak pasukan Stormtrooper atau menjadi Jedi bak Luke Skywalker.

Akhir Tahun Ini Menjadi Saatnya Bagi Kami Untuk Merayakan Penantian Selama Ini

Hasil gambar untuk the last jedi

sumber: times of India

Banyaknya tokoh yang muncul di film ini tak membuat kami bingung. Justru kami kecanduan terhadap setiap detail Star Wars. Dan di bulan Desember ini, kembali kami akan berjumpa dengan Jedi favorit kami, Luke Skywalker. Setelah menanti dan disuguhi sejumlah trailer, kami akhirnya berkesempatan menonton langsung petualangan saudara kandung Princess Leia itu dalam film Star Wars: The Last Jedi. Kami rasa, rasa penasaran terhadap kisah Luke yang muncul di planet Ahch-To pasti jadi hype seiring rilisnya film ini. Namun disamping itu, kami lebih penasaran terhadap rahasia apa saja yang akan terkuak di episode Star Wars kali ini.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Community

3 Zodiak Ini Dikenal Sangat Serius dalam Menjalani Hidup

Sifat yang dimiliki setiap orang sudah jelas berbeda. Ada orang yang sangat santai dalam menjalani kehidupan. Sebaliknya juga ada orang dengan karakter perfeksionis yang sangat serius dalam menjalankan hidupnya. Berdasarkan zodiaknya, ini adalah 3 zodiak yang dikenal sangat seris dalam menjalani hidup, zodiakmu termasuk tidak?

1. Zodiak Virgo

Virgo terkenal sebagai zodiak yang sangat perfeksionis. Dia sangat serius dalam mengerjakan suatu hal dan dalam menjalani hidup. Dia selalu ingin segalanya berjalan dengan keinginannya. Selain itu, dia juga sosok yang selalu menghasilkan sesuatu yang rapi, logis dan bisa dipertanggungjawabkan.

2. Zodiak Pisces

Pisces termasuk zodiak yang serius dalam menjalani hidup. Dia sangat sensitif dan pendiam. Sosok yang penutup dan lebih nyaman dengan dirinya sendiri. Meskipun ada teman yang menyimpang, pisces bukan sosok yang mudah terpengaruh oleh lingkungan sekitarnya.

3. Zodiak Scorpio

Yang terakhir adalah zodiak scorpio. Scorpio termasuk zodiak yang dikenal kaku dan tegas. Dia sangatlah misterius dan bagi orang yang belum mengenalnya, mungkin dia akan menganggap scorpio adalah sosok yang kasar. Tapi sebenarnya scorpio memiliki karakter yang baik dan hati yang lembut.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Apakah Kamu Juga Tambah Usia Makin Malas Update di Sosial Media?

Kehidupan kita di sosial media, memang terasa begitu nyata. Bagaimana tidak? Bersamanya kita tumbuh jadi manusia yang kini sudah (lebih) berbeda. Dari yang dulu suka ‘ngalay’ sampai yang sekarang hanya jadi pembaca saja.

Dulu, curhat panjang lebar di timeline facebook terasa jadi jalan keluar setiap kali kita butuh saran. Dan benar saja, beberapa kawan kerap berbaik hati untuk memberikan dukungan atau jawaban. Selain itu, sosial media punya semua hal yang kita butuhkan. Video-video lucu di instagram bisa jadi obat pelepas lelah, bertemu teman baru yang memberikan ilmunya. Hingga pacar pertama yang juga ditemukan lewat sosial media. Tapi kini, hal seperti ini terasa jadi sesuatu yang janggal kan?

Hidup terus berjalan, sosial media masih tetap jadi kawan. Bedanya kini kita tak lagi mau update sembarangan. Tapi kamu tahu tidak? Apa yang merubah kita jadi begitu?

Pandanganmu Berubah, Tahu Mana yang Layak Dibagikan dengan yang Harus Disimpan

Mari berbalik sebentar tentang aktivitas kita sebelum sedewasa sekarang. Berapa banyak cerita cinta-cintaan yang kita bagikan, hingga kekesalan lain yang sebenarnya tak berarti apa-apa meski sudah dijadikan status di sosia media. Kini, hal tersebut mungkin terasa menggelikan. Tapi tak apa, itu adalah bagian dari proses atas perubahan.

Sadar atau tidak, ada paradigma baru yang lahir pada dirimu. Kamu lebih paham, mana yang layak yang dibagikan dengan sesuatu yang memang seharusnya disimpan. Untuk itulah, sekarang hal-hal yang kamu bagikan sifatnya lebih umum, dan semua orang bisa menikmatinya tanpa merasa terganggu atas aktivitas sosial mediamu.

Bukan Keluh Kesah, Membagikan yang Mengundang Tawa Kini Lebih Terasa Indah

Harus diakui memang, dari semua keresahan yang sedang dirasakan, sosial media bisa jadi jalan keluar untuk menenangkan pikiran. Bisa jadi orang yang berbeda dari kehidupan nyata, meski sedang gundah gulana. Kita bisa saja jadi orang paling berbahagia di sosia media. Dan salah satunya dengan membagikan hal-hal lucu yang bisa mengundang tawa.

Aktivitas update status mungkin dikurangi, diganti dengan berbagi hal-hal lucu yang bisa menyenangkan hati. Tak hanya membuat kita lupa pada kesusahan yang sedang dialami, kegiatan macam ini bisa jadi obat penenang diri.

Lagipula, Kalau Dipikir-pikir Toh Tak Ada Orang yang Akan Peduli dengan Masalahmu

Pada masa lampau, kamu mungkin senang mendapat banyak komentar atas curhat yang kamu bagikan. Padahal faktanya mereka bisa jadi hanya sedang ingin tahu saja, bukan ingin membantumu mencari solusinya. Bahkan bisa jadi, mereka malah menjadikanmu sebagai bahan tertawaan karena terlihat kurang kerjaan.

Seiring dengan bertambahnya usia, kita pun sadar bahwa hanya segelintir orang yang bisa benar-benar peduli atas apa yang kita bagikan. Karena kini, mereka punya hidup yan juga perlu dipikirkan.

Tak Lagi Punya Waktu Luang, Jangankan untuk Buka Instagram Pulang Kerja Saja Sudah Larut Malam

Sudah punya kesibukan menyelesaikan skripsi atau bekerja, hampir seluruh waktu yang kita punya, dipakai untuk melakukan hal lain yang jadi tanggung jawab harian. Mulai dari harus bertemu dosen untuk bimbingan, menyelesaikan pekerjaan agar tak selalu pulang larut malam, hingga pada kegiatan lain yang selalu kamu lakukan di akhir pekan. Bahkan jika harus membagikan cerita kehidupan, sepertinya tak ada hal yang menarik untuk dibagikan. Untuk itu, kamu lebih menikmati semuanya secara nyata. Bukan untuk dibagikan pada kawan-kawan dunia maya.

Bahkan Kalaupun Ada Waktu Luang Kosong di Akhir Pekan, Tidur Siang Lebih Terasa Menyenangkan

Hayo, kamu pasti setuju kan? Kalau memanfaatkan waktu untuk tidur siang, jauh lebih menyenangkan dibanding stalking instagram sampai berjam-jam. Kamu semakin sadar jika ada hal-hal yang memang sebaiknya dikurangi, dengan sesuatu yang lebih berarti. Dan mengistirahatkan diri dengan tidur siang jadi sesuatu yang lebih penting.

Secara tidak langsung, kamu pun kian sadar jika menikmati setiap momen dalam hidup secara langsung. Lebih terasa menyenangkan daripada membagi fokus pikiran untuk membagikannya kepada orang-orang, wlaau hanya lewat fiturs stories di instagram.

Karena Pada Akhirnya Kamu Sadar, Kehidupan Nyata Jauh Lebih Dibutuhkan

Setiap kali ada masalah, sahabat dekat yang menjadi kawan di kehidupan nyata datang jadi penolong yang setia. Sedangkan mereka yang kau kenal di sosial media, barangkali hanya akan mengirimkan emoji ‘sedih’ yang tak berdampak apa-apa. Ya, semakin dewasa kamu makin sadar, bahwa 2 orang kawan yang berada di kehidupan yang nyata ternyata lebih berarti dari ribuan manusia yang menjadi temanmu di facebook.

Dan di Usia Sekarang, Media Sosial Bukan Lagi Jadi Sesuatu yang Harus Diprioritaskan

Lebih penting dari segala aktivitas di sosial media, ada ratusan hal penting lain yang perlu untuk dikerjakan dalam kehidupan. Mendalami hobi yang sempat tertunda, belajar hal-hal baru demi pekerjaan yang kita punya, dan kegiatan lain yang bisa menyokong kehidupan agar lebih baik ke depannya.

Kamu telah tumbuh menjadi manusia baru yang berbeda, yang sadar bahwa apapun yang terjadi di sosial media tak pernah bisa menggantikan kehidupan nyata yang kau punya. Kini, kamu kian sibuk membangun koneksi untuk hal baik demi kehidupan, sedangkan aktivitas media sosial dilakukan kalau sedang ingin saja. Tak lagi jadi sosok yang aktif untuk posting status, kini kamu hanya jadi pembaca status orang-orang yang lalu lalang di timeline.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Patung ‘Kelinci’ Jeff Koons Dilelang Rp 990 Miliar

Buah tangan dari Jeff Koons memang selalu berhasil menarik perhatian publik. Dan salah satunya, patung dari tahun 1986 yang baru-baru ini menarik perhatian adalah patung ‘kelinci’. Dan menariknya, patung tersebut akan dijadikan bahan lelang di Balai Lelang Christie’s New York dengan angka fantastis. Yakni sekitar Rp 707 miliar hingga Rp 990 miliar.

Diperkirakan, Karya Jeff Koons ini akan berpotens memecahkan rekor karya Koons sebelumnya di tahun 2013 dengan angka Rp 826 miliar. Angka tersebut untuk patung ‘Balloon Dog (Orange)’.

Alex Rotter mewakili Christie’s New York menagatakan jika, patung kelinci tersebut bakal mengguncang dunia seni.

“Bagi saya ‘kelinci’ adalah anti-Daud yang menandakan kematian patung tradisional. Serta menganggu media dengan cara yang sama dengan karya ‘Number 31’ ciptaan seniman Jackson Pollock dan kembali memikirkan apa itu gagasan melukis,” katanya.

Sebelumnya, patung tersebut dipamerkan untuk yang pertama kali pada tahun 1986. Selama tiga dekade belakangan, patungnya itu menjadi ikon seni kontemporer. Unutk jadwal pelelangannya sendiri, dijadwalkan pada 15 Mei di New York.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top