Feature

Kalau Uangmu Cukup, Akankah Kamu Operasi Plastik?

Kini ada berbagai macam kemudahan yang dunia tawarkan. Termasuk jalan pintas untuk terlihat cantik dengan hitungan jam, yakni operasi atau merubah diri agar lebih cantik lagi. Wajar memang, fenomena yang lahir di negeri ginseng ini memang sedang digilai. Banyak perempuan yang rela membayar mahal demi wajah cantik yang diingini.

Tapi lupakan dulu perihal sebagian perempuan yang tak ingin cantik dan hidup biasa saja. Mari kita bicarakan diri sendiri saja, sebab operasi plastik juga butuh biaya. Karena ini bukanlah keputusan sembarangan, agaknya beberapa hal ini mungkin bisa membantumu untuk mengambil keputusan.

Iya Memang Kita Akan Terlihat Cantik, Tapi Apa Sudah Pasti Nyaman?

Selain alasan kesehatan dan sesuatu yang diharuskan, cantik tentu jadi tujuan utamanya. Mulai dari mengikis rahang, mempertipis ukuran bibir hingga menambah lipatan pada kelopak mata, dan memancungkan bentuk hidung yang semula pesek. Hingga pada beberapa permasalahan lain yang mungkin mendasarinya.

Salah satunya seorang artis FTV yang kemarin banyak diperbincangkan, karena sempat hilang dari permukaan kemudian kembali muncul dengan bentuk wajah yang sudah berubah. Baginya bentuk muka dan penampilan yang kini ia miliki, tentu terlihat cantik. Padahal disisi lain, ada beribu-ribu netijen yang justru menyalahkan keputusannya, sebab menilai ia justru lebih cantik dengan bentuk wajah yang semula. Ya walaupun kita tahu, dimata netijen semua hal memang salah.

Tapi cobalah telisik hal ini dari sisi yang berbeda, bukan perkara komentar buruk yang mungkin akan diterima. Namun bagaimana rasanya jika bukannya dipuji karena sudah cantik, setiap hari kita malah akan menerima cibiran yang justru membuat hidup tak nyaman.

Karena Ini Keputusan Besar yang Akan Merubah Penampilan Secara Permanen, Yakinkan Diri Untuk Resiko yang Mungkin Terjadi

Jika ada klaim dari para ahli bedah dan dokternya, yang berkata bahwa proses operasi plastik tak akan pernah menghasilkan bentuk yang cacat. Tentu saja sebagian besar orang akan berbondong-bondong untuk operasi. Tapi masalahnya, dokter juga manusia biasa yang kadang berhasil dan berpotensi gagal pula.

Penting untuk kamu ingat, hal ini akan merubahmu selamanya maka cobalah yakinkan diri utnuk menerima semua kemungkinan. Seolah ingin membahagiakan diri sendiri, kadang kala hal ini justru terlihat sebagai bentuk tak menghargai semua yang telah dimiliki. Tapi entah dengan penilaianmu ya!

Meningkatkan Percaya Diri Tentu Sah-sah Saja, Namun Operasi Tak Selalu Jadi Solusi Intinya

Pada intinya setiap orang memang memiliki pemahaman dan rasa percaya yang berbeda. Dia yang terlahir biasa bahkan mengalami kekurangan di hidupnya, kadang kala bisa jadi manusia yang lebih bersyukur daripada ia yang hidupnya mewah. Begitu pula dalam hal kecantikan dan penampilan diri.

Konon operasi plastik kerap dijadikan solusi untuk hidung mancung, bibir seksi, bokong sempurna dan wajah tirus yang katanya sempurna. Saya pun mungkin tak bisa menampik, sebab setiap orang berhak untuk menyuarakan pendapatnya.

Hal yang nanti menjadi masalah, bagaimana jika ternyata meski sudah terlihat cantik namun masih saja tak percaya diri? Masihkah harus operasi lagi atau justru mencari solusi lain yang lebih pasti?

Sebab Jika Cantik Adalah Alasannya, Setiap Orang Punya Penilaian Cantik yang Berbeda

Cobalah ingat, bahwa tak semua orang bisa kita senangkan. Apa lagi dengan hasil operasi yang kita dapatkan. Dimatamu, wajah dan penampilanmu sekarang bisa jadi bentuk terbaik  yang kamu impikan. Namun hal yang sama tak selalu dirasakan oleh mereka yang melihat kita. Bukannya menilai hal ini baik, bisa jadi mereka justru menilai penampilanmu semakin buruk. Ya, semua orang bebas berkomentar.

Tak Berpikir Ini Salah, Kita Mungkin Akan Berdalih Jika Ini Adalah Alternatif Untuk Melindungi Diri

Tidak, tak ada yang salah! Toh ini adalah hidup kita.

Masa dimana operasi plastik hanya diperuntukkan pada mereka yang kaya memang sudah berlalu. Kini tak hanya mereka yang kaya saja, siapa pun bisa mendapatkannya selama kita memiliki uang cukup mumpuni. Bahkan meski tak punya sekalipun, ada beberapa orang yang akan berdalih mencari jalan lain demi berhasil melakukan operasi. 

Seakan ingin melindungi diri dari beberapa cemooh atau cibiran yang bernada merendahkan. Kita tak ingin terus menerus disebut tak cantik, sehingga operasi plastik jadi satu-satunya jalan.

Padahal Siapakah Kita, Hingga dengan Sengaja Merubah Ciptaan yang Telah Diberikan Oleh Sang Pemilik Semesta?

Pertanyaan yang sama, kerap saya dengarkan dari mereka yang memang kontra. Namun tak bermaksud untuk membenarkan omongan mereka. Sesungguhnya saya hanya ingin berkata bahwa setiap kita telah jadi ciptaan yang sempurna.

Sebab meski terlahir dengan bentuk muka yang mungkin tak secantik para artis di televisi, Tuhan tentu punya maksud lain, mengapa Dia akhirnya memberi kita wajah “standar”.

Bertindak bak pihak yang akan merubah wajah jadi lebih baik, kita justru sedang menciderai ciptaan Tuhan yang sudah sempurna. Bukankah semua yang Dia ciptakan itu sempurna? Lalu untuk apa?

Akhirnya kamu mungkin akan didekati banyak orang, sebab kini telah cantik. Berpikir hal tersebut jadi pencapaian baik dalam hidup, harusnya kita lebih bijak lagi. Sebab jika ternyata orang-orang itu hanya datang disaat penampilan kita berubah menjadi cantik, itu artinya tindakannya palsu. Bisa jadi kita juga sedang hidup dalam sebuah kebohongan yang juga tak benar.

Dan jika pertanyaan “kalau uangmu cukup, akankah kamu operasi plastik?” akan disampaikan pada saya, tentu saja saya akan menjawab tidak. Berusaha menerima diri sendiri jadi bentuk cantik yang paling mumpuni dari segala penampilan yang ada. Lebih baik uangnya digunakan untuk hal lain saja.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Community

Gambaran Hati dari Kami yang Punya Pacar Cuek

Cinta memang tak memandang apa yang ada dalam diri seseorang itu. Namun perihal memiliki pasangan yang cueknya kebangetan, tentu tak semua orang mampu menjalaninya. Meski begitu, mungkin saja kamu tak pernah tahu, dibalik sikap cueknya, nyatanya dia sangatlah sayang kepadamu. Namun cara dia dalam mencintai sajalah yang mungkin berbeda dari orang pada umumnya.

Tapi tenang saja, karena nyatanya kamu tak sendirian. Ada beberapa orang yang juga bernasip sama. Memiliki pacar cuek yang susah untuk diambil hatinya.

1. Kamu Harus Jadi Aktif dan Lebih Agresif

Karena sikap cuekya, kamu pun harus berusaha lebih keras dengan menjadi aktif dan lebih agresif untuk mendapatkan perhatiannya. Misalnya dengan gangguin sang pacar saat tengah serius dengan gelendotin terus menerus sampai mendapat respon dari sang pacar.

2. Tidak Bisa Hanya Sekedar Ngasih Kode

Bahkan saat kamu ngomong secara terang-terangan apa yang kamu mau saja, dia belum tentu nangkep. Apalagi jika kamu menggunakan kode-kode yang orang peka pun sulit memahaminya.

3. Jarang dan Bahkan Tak Pernah Pamer Kemesraan

Gimana caranya mau pamer kemesraan, orang kamu kepengen punya foto berdua sama si dia saja butuh perjuangan besar. Alasannya tentu saja karena dia cuek dan nggak romantis sama sekali.

4. Hampir Tidak Pernah Pakai Emoji Saat Chatting

Namanya juga orang cuek. Tentu saja dia akan sangat jarang atau bahkan tak pernah menggunakan emoji saat tengah chatting denganmu. Padahal kamu sudah kirimkan chat dengan emoji love di dalamnya. tapi tetap saja dia menanggapinya datar.

5. Tak Ada yang Namanya Panggilan Sayang Khusus

Jika pasangan lainnya memiliki panggilan sayang yang bermacam-macam, dengan pacar yang cuek kamu tak akan pernah memilikinya. Yang terpenting baginya, dia tahu bahwa kamu menyayanginya dan dia menyayangimu tak peduli dengan apapun panggilan sayang yang digunakan.

6. Tapi Diam-diam Dia yang Paling Mengerti Kamu

Meski dia cenderung cuek dan terkesan tak pernah mau tahu apapun tentangmu. Namun nyatanya dia adalah orang yang mengerti saat kamu sedang bahagia maupun bersedih.

7. Kejutan Kecil Saja Bisa Membuatmu Meleleh Sepanjang Waktu

Karena dia jarang memberikan kejutan atau hal istimewa, jadi tak heran jika sekalinya dia memberikan kejutan kecil pun akan terasa sangat istimewa. Bisa-bisa kamu baper abis dibuatnya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Cintamu Harus Lebih Besar dari Egomu, Tapi Tak Boleh Lebih Besar dari Harga Dirimu

Perjalan kisah antara dua orang insan, jadi cerita yang tak akan ada habisnya. Benar memang, ini adalah bagian yang tak bisa dipisahkan dari hidup manusia, sebab asmara juga turut membantu kita dalam berbagai macam perubah. Ya, setelah rentetan fase yang kadang membolak-balikkan hati. Kita akan sampai pada titik yang mungkin sulit untuk dimengerti. Bertahan atau memilih pergi?

Perkara cinta memang tak akan ada habisnya, namun untuk memelihara cinta dengan benar. Kamu perlu tahu, sejauh mana hak dan kewajiban yang kita punya dalam hubungan. Semua rasa, baiknya ditunjukkan dengan porsi yang secukupnya saja. Tak berlebihan tapi juga tak kurang.

Untuk Segala Perkara, Kamu Harus Bedakan Apa yang Menjadi Hak dan Kewajiban dalam Hubungan

Coba ingat berapa kali kamu dituntut atau menuntut pasangan dengan cara yang berlebihan? Memaksanya untuk menjemput selepas kerja, padahal ia sedang sibuk-sibuknya, atau tak saling terbuka untuk perkara-perkara yang menyangkut hubungan berdua.

Beberapa hal boleh menjadi hak seorang perempuan, tapi kamu juga perlu paham situasi dan keadaan. Mencinta tak melulu harus menuruti semua maumu, sebab biar bagaimanapun ia juga punya sisi lain dari kehidupan yang harus ia jalani.

Sejalan dengan itu, kamu pasti paham bahwa kepercayaan dan keterbukaan adalah kunci dari sebuah hubungan. Tapi jika hal ini saja belum bisa kamu jalankan, itu artinya masih ada ego yang berakar.

Redam semua hal-hal yang berpotensi merusak hubungan, dengan mempertimbangkan apa yang akan menjadi resiko pada masa yang akan datang.

Kamu Mungkin Salah, Tapi Berdiam Diri Saat Diperlakukan Kasar, Bukanlah Pilihan yang Benar

Tak hanya dalam biduk rumah tangga saja, kekerasan dalam hubungan sering terdengar dari mereka yang masih berpacaran. Benar memang, tak ada manusia yang sempurna. Setiap kita bisa saja khilaf dan terbawa emosi atas situasi yang ada di depan mata. Tapi untuk kesekian kalinya, kamu harus paham. Diperlakukan dengan kasar oleh pasangan dengan alasan kesalahan sendiri, bukanlah sesuatu yang layak kamu terima dengan berdiam diri.

Sebagaimana ia yang katanya emosi dan tak sadar sudah melayangkan tinju padamu, harusnya juga bisa tahu jika kesalahan yang kamu lakukan bukanlah sesuatu yang disengaja. Jangan biarkan cinta membuatmu bodoh, dengan tak berbuat apa-apa ketika harga dirimu sudah diinjak oleh dia yang mengaku cinta.

Lagi-lagi Untuk Alasan Cinta, Kamu Tetap Memilih Diam Meski Dia Sudah Mendua

Coba pikirkan kembali, hakikat dari jalinan cinta yang disepakati berdua pastilah tentang kamu dan si dia. Lalu jika ternyata ada orang lain yang tiba-tiba masuk dalam hubungan, itu artinya ada sesuatu yang sudah dilanggar. Tak perduli itu dilakukan laki-laki atau perempuan, mendua dari pasangan bukanlah sesuatu yang patut dibenarkan.

Sampaikan cintamu dengan rasa yang benar, bukan diam meski sudah diduakan. Katakan padanya, jika apa yang diperbuatnya adalah sesuatu yang salah dan tak boleh bisa diterima begitu saja. Beberapa kali kamu mungkin harus diam, untuk meredam pertengkaran. Tapi jika sudah diduakan, itu artinya kamu tak lagi berharga di matanya. Lalu masihkah kamu akan bertahan dengan alasan cinta?

Cinta Jelas Tak Salah, Tapi Cara Kita Memahaminya Sering Kali Tak Searah

Terlalu sering dihajar oleh pertengkaran yang hebat, bahkan kerap sulit untuk menemukan jalan keluar. Dengan embel-embel rasa sayang yang konon jadi alasan bertahan, sakit hati dan luka kerap kita kesampingkan. Tak ada yang bilang, jika hubungan yang kita jalani akan berjalan tanpa hambatan. Tapi teruse menerus diterus bertengkar hanya karena perbedaan pandangan. Itu artinya ada hal yang perlu dibicarakan.

Mengalah untuk menyelamatkan hubungan memang baik untuk dilakukan, tapi itu hanya berlaku untuk beberapa hal. Jika dirimua justru selalu jadi pihak yang mengalah, coba pikirkan lagi. Apa iya semua pertengkaran jadi salahmu? Tidak juga kan!

Ini bukan tentang cinta yang salah atau bukan, hanya saja kadang kita gelap mata dan dibutakan keinginan. Berpikir bahwa dia adalah orang yang layak disayang, padahal kita hanya dijadikan pelarian.

Suarakan Apa yang Kamu Tak Suka, Jangan Diam Hanya Karena Tak Mau Terluka

“Sabar dulu aja, nanti juga dia berubah”, jadi jargon yang acap kali kita pakai untuk menghibur diri sendiri. Bukan karena tak bisa melawan, atau menyuarakan bentuk tidak suka pada dia yang menjadi pasangan. Namun ketakutan untuk kehilangan, terasa lebih besar dari hak yang harusnya kita dapatkan.

Masa krisis seperti ini, memang membuat kita sulit untuk berpikir jernih. Keputusan-keputusan yang sudah diyakini, bisa saja kita urungkan hanya karena tak mau sendiri, tak mau sakit hati jika nanti ia memilih pergi. Menunda untuk menyampaikan isi hatimu, mungkin akan meredam suasana sebentar. Tapi bukan tak mungkin pula akan lahir luka lain yang juga menyakiti. Percayalah, cinta yang baik tak akan membuatmu bersedih, apalagi melukai hatimu.

Selalu Ingat, Bahwa Kamu Punya Hak yang Serupa dengan si Dia

Kenyataan bahwa tak ada cinta yang tak akan menuai kecewa, jadi fakta yang memang pastilah akan kita rasa. Dan sebagai dua orang yang saling cinta, saling menghargai jadi pondasi utama yang harus kalian jadikan patokan utama. Berusaha mempertahankan hubungan, jika memang masih ada titik terang. Memang baik untuk dilakukan, tapi jika ternyata itu justru mengobarkan hak dan harga dirimu. Kamu perlu untuk mempertimbangkannya lagi.

Bukan tentang siapa yang menjadi perempuan dan siapa yang menjadi laki-laki. Hubungan yang baik akan menempatkan kamu dan dia pada posisi yang setara. Tak ada yang berhak untuk melarang, dan tak ada yang hanya boleh mengikuti aturan tanpa bisa bersuara atas ketidaksukaan. Kamu dan dia sama, sama-sama jadi pihak yang sedang mencoba untuk saling memahami.

Lalu, Haruskah Terus Bertahan dengan Hati yang Terluka atau Memilih Pergi Untuk Hidup yang Lebih Bahagia?

Untuk bisa mencinta dengan benar, kamu memang perlu menurut sertakan logika dan perasaan. Kamu harus paham, siapa dia yang akan kamu cintai untuk bisa lebih memahami dia dengan logikamu sendiri. Mencintai dia dengan benar, sebagaimana perasaan yang ia telah tunjukkan.

Tapi sejalan dengan itu semua, ada pula hal lain yang perlu dipertimbangkan untuk dilakukan. Bertahan dalam hubungan jadi mimpi semua orang, tapi kamu juga harus jeli melihat bagaimana kejelasan yang akan diperoleh dari ini semua.

Pelihara rasa cintamu dengan skala yang lebih besar dari rasa egomu, tapi jangan sampai melebihi harga dirimu. Sebab cinta bukanlah alasan, untuk orang lain bisa berbuat sesuka hati padamu.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Community

Backpackeran ke Lombok 3 Hari dengan 500 Ribu? Bisa Kok, Begini Panduannya!

Lombok merupakan salah satu destinasi wisata yang banyak diminati oleh wisatawan. Nah jika kamu ingin berkunjung ke sana tapi kamu nggak punya tabungan yang cukup banyak, kamu nggak perlu khawatir. Kamu bisa kok backpackeran ke Lombok selama 3 hari dengan budget sekitar 500 ribuan saja. Begini tipsnya…

Agenda di Hari Pertama, Pergi ke Pantai Senggigi dan Kota Mataram

Jika kamu sudah sampai di Bandara Internasional Lombok Praya, kamu bisa mampir ke warung nasi puyung di Praya. Tempat kuliner ini cukup terkenal di kalangan traveler. Setelah itu kamu bisa pergi ke Senggigi dengan naik Damri. Sesampainya di Senggigi kamu bisa menyewa motor untuk 3 hari. Selanjutnya kamu bisa mengeliling Senggigi dan menikmati wisata kuliner di Kota Mataram. Untuk bermalam, kamu bisa menginap di rumah singgah backpacker di Mataram secara gratis loh.

Agenda Hari Kedua, Pergi ke Kawasan Mandalika

Di kawasan Mandalika kamu bisa berkunjung ke Pantai Kuta, Tanjung Aan, Desa Sade dan masih banyak yang lainnya. Setidaknya butuh waktu sekitar 1 jam untuk perjalanan dari rumah singgah ke Kawasan Mandalika ini. Kamu bisa mulai dengan berkunjung ke Desa Sade terlebih dahulu untuk melihat rumah sasak beserta kain khas Lombok yang juga bisa kamu jadikan oleh-oleh untuk keluarga.

Selanjutnya kamu bisa perhi ke Pantai Kuta dan makan siang di dekat pantai. Setelah makan siang kamu bisa menjelajahi banyak tempat yang ada di dekat Pantai Kuta seperti Mawun, Seger, Selong Belanak, Tanjung Aan. Ingat, akan lebih baik jika kmau cepat kembali ke Kota Mataram sebelum malam, karena hal itu mugkin saja akan membahayakan keselamatanmu.

Agenda Hari Ketiga, Pergi ke Air Terjun Sindanggile, Tiu Kelep atau Air Terjun Benang Kelambu

Kamu bisa mengunjungi ketiga atau beberapa saja dari tiga air terjun ini. Lebih baik kamu berangkat dari pagi karena lokasinya cukup jauh.  Untuk mencapai lokasi Air Terjun TTiu Kelep dan Sindanggile butuh waktu sekitar 2 jam. Sedangkan untuk ke Air Terjun Benang Kelambu hanya butuh waktu 1 jam dari Mataram. Setelah puas bermain di air terjun, kamu bisa makan siang dan berkemas untuk persiapan pulang.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top